Soal biang makar dan rusuh


Bagi saya terserah penegak hukum mau gerombolan ini mau  dituduh  makar atau zakar.. Saya sih mengapresiasi polisi dalam menjaga aksi “super damai” 212 kemarin.. Gerombolan briziek akhrinya bisa diam dan sopan..hehehe..
Gerombolan tukang rusuh ini memang sudah sepantasnya di bui !  Mereka bukan aktifis pro demokrasi tapi aktifis fasis.. !
Nah sekarang tinggal selusuri dari mana mereka mendapatkan duit untuk bikin aksi kemarin ?  Dari hasil tangkapan kelihatan jelas yang bermain adalah keluarga Cendana ( anak dan keluarga Soeharto ( Solidaritas Sahabat Cendana).  entah siapa lagi ?
solidaritas-sahabat-cendana-akan-meneruskan-cita-cita-pak-hartofirza-husein-2
Koran Tempo SELASA, 06 DESEMBER 2016

Penangkapan aktivis dianggap telah mencoreng demokrasi.

JAKARTA – Kepolisian sedang menelusuri keterlibatan sejumlah pihak yang diduga mendanai rencana makar. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan saat ini penyidik sedang memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap hal tersebut. “Masih dikembangkan oleh penyidik,” kata Argo di kantornya, kemarin.

Argo enggan menjelaskan siapa yang dimaksud sebagai penyokong dana tersebut. Ia meminta masyarakat bersabar menunggu proses penyidikan selesai. Begitu pula Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian RI, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, yang menyatakan penyidik masih menelusuri sejumlah calon tersangka baru yang diduga ikut berperan sebagai konseptor dan provokator lapangan.

Hingga kemarin Kepolisian telah menetapkan delapan dari 11 orang yang ditangkap menjelang Aksi Bela Islam Jilid III, Jumat pekan lalu, sebagai tersangka kasus dugaan makar. Mereka adalah Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra, Eko Suryo Santjojo; bekas anggota staf ahli Panglima TNI, Brigadir Jenderal Purnawirawan Adityawarman Thaha; bekas Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Kivlan Zen; aktivis organisasi kemasyarakatan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein; Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri; tokoh buruh Alvin Indra Al Fariz; aktivis Ratna Sarumpaet; serta Koordinator Jaringan Aksi Lawan Ahok (JALA) Sri Bintang Pamungkas.25picsart_06-30-01-39-45

Di antara mereka, hanya Sri Bintang yang kini masih ditahan. Dua orang lainnya, Rizal dan Jamran, ditetapkan sebagai tersangka penyebaran ujaran kebencian. Adapun musikus Ahmad Dhani dinyatakan sebagai tersangka penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo.

Pengacara Sri Bintang, Habiburrokhman, menyatakan tuduhan makar yang diungkapkan polisi tak berdasar. Terlebih sebagian besar tersangka makar berusia di atas 50 tahun dan tak memiliki senjata atau massa yang cukup untuk menggulingkan pemerintahan. “Masak aki-aki, nini-nini, dituduh makar?” katanya.

Dalam rapat kerja dengan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat, kemarin, Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian menuturkan bahwa kematangan usia menjadikan para pelaku berperan sebagai konseptor yang menyiapkan strategi dan skenario makar. Adapun pelaksana lapangan, kata dia, akan dilakukan sekelompok orang muda yang memiliki fisik lebih kuat. “Usia semakin tinggi, teknis semakin matang,” ujarnya.

Tito memastikan bahwa para tersangka bukan lagi hendak mengkritik pemerintah, melainkan juga berencana mengajak massa mendobrak hingga menduduki gedung DPR untuk menggulingkan Jokowi. “Itu cara inkonstitusional,” ucapnya. Menurut Tito, Sri Bintang Pamungkas tetap ditahan karena bukti yang menjeratnya dinilai paling kuat, yakni video ajakan massa menduduki kompleks parlemen dan surat permohonan kepada pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk menggelar sidang istimewa pencabutan mandat Presiden Joko Widodo.

Koordinator JALA, Sunarto, menilai tindakan Kepolisian telah mencoreng demokrasi. “Penangkapan ini jelas menandakan pemerintahan saat ini antikritik,” tuturnya. DEWI SUCI RAHAYU | INGE KLARA | ARKHELAUS W | AGOENG


 

Syarat Makar

Makar. Kata ini tercetus pertama kali dari mulut Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian pada 21 November lalu.

Polisi lalu bergerak pada malam sebelum demonstrasi 2 Desember dan menangkap 11 orang, yang delapan di antaranya ditetapkan sebagai tersangka percobaan makar-sesuai dengan Pasal 107 juncto 110 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana juncto Pasal 87 KUHP.

8 Tersangka

Sri Bintang Pamungkas (ditahan), Rachmawati Soekarnoputri, Eko Sudjana, Alvin, Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna Sarumpaet, dan Firza Husein.

3 Tersangka Lain

Ahmad Dhani – Pasal 207 KUHP tentang penghinaan terhadap penguasa.

Rijal dan Jamran, keduanya ditahan, dijerat dengan Pasal 28 Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Pasal Penjerat

Pasal 107 KUHP

(1) Makar dengan maksud untuk menggulingkan pemerintah, diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.

(2) Para pemimpin dan para pengatur makar tersebut dalam ayat 1, diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun.

Pasal 87

“Dikatakan ada makar untuk melakukan suatu perbuatan, apabila niat untuk itu telah ternyata dari adanya permulaan pelaksanaan, seperti dimaksud dalam pasal 53.”

Miko Ginting, Peneliti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK)

Kepolisian harus cermat dan hati-hati menerapkan tuduhan makar. Makar bukan tindak pidana yang berdiri sendiri, melainkan unsur dari tindak pidana.

Kata makar berasal dari istilah bahasa Belanda “anslaag”, yang berarti serangan yang berat.

Apabila tidak ada serangan yang berat, tuduhan makar tidak terpenuhi.

Chudry Sitompul, pakar hukum pidana Universitas Indonesia

Makar adalah tindakan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah dan disebut makar jika dalam proses pemakzulan itu menggunakan kekerasan fisik atau senjata. Contohnya adalah Gerakan Aceh Merdeka dan Organisasi Papua Merdeka. “Saya kira mereka belum memenuhi syarat itu karena belum ada perbuatan permulaan.”

Yusril Ihza Mahendra, advokat

Hukum yang berlaku memang sudah bisa menangkap dengan bukti awal terkait tuduhan makar. Namun, polisi seharusnya bisa lebih berhati-hati dalam penangkapan ini. Makar erat kaitannya dengan masalah politik. “Harus cukup bukti.”

Mahfud Md., Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi

Polisi tidak bisa disalahkan kalau memang memiliki bukti awal. Kalau memang ada upaya menjatuhkan pemerintah dengan cara yang tidak sah dan melanggar hukum, itulah makar dan bisa ditindak, bahkan dengan upaya preventif sekalipun.

Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri

Penangkapan tokoh yang diduga merencanakan makar terhadap pemerintah tidak dilakukan tiba-tiba. Semua melalui proses pemantauan, monitoring, penyelidikan selama tiga minggu.

Tito Karnavian, Kapolri

Pemufakatan jahat untuk makar terhadap pemerintah diketahui melalui aktivitas intelijen kepolisian. Agenda politik ini berencana memanfaatkan massa demonstran 2 Desember untuk menduduki gedung DPR. Massa akan digunakan untuk memaksa parlemen mengadakan Sidang Umum Istimewa, yang berujung pemakzulan terhadap pemerintahan yang sah. TIM TEMPO

 

++++++++++++++++

Firza Husein

Firza Husein

timeter overall

05/12/2016 13:55 WIB

+20

Profesi
Ketua Solidaritas Sahabat Cendana (-)
Agama
Islam
Karier
  • Ketua Solidaritas Sahabat Cendana (-)

Firza Husein adalah salah satu dari 10 tokoh yang ditangkap atas tuduhan makar menjelang aksi damai 2 Desember 2012 di kawasan Monumen Nasional. Firza dituntut dengan pasal 107 jo 110 KUHP jo 87 KUHP (makar).
Firza Husein dikenal sebagai Ketua Solidaritas Sahabat Cendana (SSC). Firza ditangkap di Hotel San Pasific Jakarta Rabu, (2/12/2016) pada pukul 16.30 WIB.  Ia mengaku menjadi seorang pengagum berat Soeharto, mantan Presiden RI Ke-2 yang terkenal dengan julukan Bapak Pembangunan Indonesia ini.
Ia menceritakan dirinya juga turut diamankan polisi karena tuduhan dugaan melakukan makar. Namun dirinya diperbolehkan pulang dan tidak ikut ditahan seperti 3 aktivis lainnya.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: