Ormas Protes, Kebaktian Pendeta Stephen Tong Dihentikan


Energi di negeri ini habis untuk urusan beginian..

SELASA, 06 DESEMBER 2016 | 23:36 WIB

Ormas Protes, Kebaktian Pendeta Stephen Tong Dihentikan

TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

TEMPO.CO, Jakarta  – Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Kota Besar Bandung Komisaris Reny Marthaliana memberikan keterangan terkait dengan pengamanan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR). Acara yang mendapatkan penolakan dari sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam di Bandung ini dihentikan pada pukul 20.30 WIB, Selasa malam, 6 Desember 2016.

“Kegiatan KKR ini mendapatkan penolakan dari Pembela Ahlu Sunnah (PAS) dan Dewan Dakwah Islam (DDI),” kata Reny dalam keterangan tertulisnya yang diterima Tempo, Selasa 6 Desember 2016.

Reny menjelaskan kronologi pemberhentian acara KKR itu. Menurut dia massa dari ormas-ormas Islam yang berjumlah sekitar 75 orang mulai mendatangi tempat acara di Sabuga, Bandung, pada pukul 13.00 WIB. Mereka melakukan orasi di depan jalan menuju Sabuga. Saat itu situasi masih kondusif.

Sekitar satu jam kemudian, panitia naik ke tempat orasi dan menyampaikan kesepakatan kalau pada pukul 15.00 acara akan selesai. Sekitar pukul 15.30 jemaah dari sesi pertama pukul 11.00 yang terdiri dari anak sekolah sudah membubarkan diri.

Pada sekitar waktu tersebut, pihak ormas meminta untuk melihat langsung ke dalam gedung dan disepakati ada waktu 30 menit untuk membereskan lokasi acara.

Pukul 17.00 pihak ormas kembali datang dan disepakati bahwa akan membubarkan diri. Namun perwakilan ormas diminta menjelaskan kepada pendeta Stephen Tong. Saat menunggu kedatangan pendeta itulah, dari dalam ruangan terdengar suara nyanyian kebaktian.

Nyanyian kebaktian itu membuat perwakilan ormas meminta kepada panitia agar hal tersebut dihentikan. Pukul 18.30 dilaksanakan pertemuan antara perwakilan ormas, Kapolrestabes, Dandim, panitia dan pendeta.

Sekitar pukul 20.00 diperoleh kesepakatan pendeta akan menjelaskan situasinya kepada jemaah serta diberi waktu selama 10 menit. Namun dalam pelaksanaannya sampai 15 menit, karena ditambah dengan doa dan nyanyian kebaktian.

Ormas kembali meminta agar hal itu dihentikan. Kapolres Kota Bandung kemudian mengambil alih situasi dan menghentikan kegiatan. Sekitar pukul 20.30 kegiatan selesai dan jemaah maupun ormas membubarkan diri.

 

Reny menuturkan pihaknya tidak melakukan tindakan tegas karena menghormati kesepakatan yang dibuat oleh panitia dengan ormas dan aparat Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat. “Kami berupaya melakukan mediasi, agar diperoleh solusi yang baik dan tak menimbulkan kerugian di semua pihak,” ujar dia.

 

DIKO OKTARA | M. IQBAL

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: