TERSANGKA MAKAR SEGERA BERTAMBAH


Koran Tempo
RABU, 07 DESEMBER 2016

JAKARTA – Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan mengatakan jumlah tersangka kasus makar bakal bertambah. Kepolisian, kata dia, mendalami keterlibatan mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Hatta Taliwang, dan penyanyi Ahmad Dhani dalam kasus perencanaan makar.

Keduanya terdeteksi hadir dalam pertemuan dengan delapan orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka permufakatan makar. “Sedang kami dalami keterkaitan dia (Ahmad Dhani). Yang jelas, indikasi ke sana (makar) ada,” kata Iriawan kepada wartawan di Markas Polda Metro Jaya kemarin.

Polda Metro Jaya telah menetapkan delapan tersangka kasus dugaan makar dari 11 orang yang ditangkap menjelang Aksi Bela Islam Jilid 3, Jumat pekan lalu. Ahmad Dhani termasuk salah satu dari 11 orang tersebut. Namun anggota grup musik Dewa 19 itu tidak dijerat kasus makar, melainkan tersangka penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo.

Delapan tersangka itu adalah politikus Partai Gerindra, Eko Suryo Santjojo; purnawirawan TNI, Brigadir Jenderal Adityawarman Thaha; bekas Kepala Staf Kostrad, Mayor Jenderal (purnawirawan) Kivlan Zen; politikus Gerindra yang juga aktivis Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein; Rachmawati Soekarnoputri; tokoh buruh Alvin Indra Al Fariz; serta aktivis Ratna Sarumpaet dan Sri Bintang Pamungkas.

Menurut Iriawan, orang-orang yang ikut dalam pertemuan bersama mereka berpotensi menjadi tersangka. Pasalnya, dalam persamuhan, mereka disinyalir merencanakan menggulingkan pemerintahan yang sah. Pertemuan tersebut dilakukan beberapa kali di sejumlah lokasi berbeda. Dua di antaranya di rumah Rachmawati Soekarnoputri dan di Rumah Kedaulatan Rakyat di Jalan Guntur Nomor 49, Jakarta.

Hatta Taliwang, kata Iriawan, ikut dalam rapat tersebut dan polisi sedang mencari yang bersangkutan. “Sampai sekarang belum tertangkap. Kalau kalian (pers) tahu, kasih tahu saya,” ujar Irawan.

Saat dimintai konfirmasi oleh Tempo, Hatta membenarkan hadir di rumah Rachmawati. Ia membantah kedatangannya dalam pertemuan itu merencanakan makar, apalagi ingin menggulingkan pemerintahan. Pertemuan di sejumlah tempat, kata Hatta, terbuka dan selalu memberi tahu polisi. Seperti pertemuan di kampus Universitas Bung Karno pada 20 November dan di Hotel Sari Pan Pacific pada 1 Desember.

“Pada 2 Desember kami memberi tahu polisi akan aksi ke MPR dan DPR. Jadi, di mana makarnya? Kalau pertemuan di rumah Ibu Rachmawati, itu biasa saja,” kata Hatta, sembari menyangkal anggapan bahwa dirinya sulit ditemui polisi. “Saya masih di Jakarta. Tidak ke mana-mana.”

Habiburokhman, pengacara Ahmad Dhani, menjelaskan bahwa pertemuan yang dihadiri kliennya bukan merancang makar. “Setelah 212 (Aksi Bela Islam Jilid 3) terbukti aman dan damai, justru polisi meluaskan tersangka,” kata dia. Seharusnya, menurut Habiburokhman, polisi membatalkan penetapan delapan tersangka kasus permufakatan makar. “Tidak ada perbuatan permulaan makar.”EGI ADYATAMA | FRISKI RIANA | ANGGA SUKMAWIJAYA | KODRAT


 

PENYANYI DAN POLITIKUS ITU

Hari-hari terakhir aktivitas penyanyi Ahmad Dhani dan bekas politikus Partai Amanat Nasional Hatta Taliwang tak jauh dari masalah hukum. Keduanya ditengarai turut serta dalam permufakatan makar, yang hendak mendompleng Aksi Bela Islam 3 pada 2 Desember lalu.

HATTA TALIWANG

Lahir: Sumbawa Barat, 17 Februari 1954

Rekam Jejak

Politikus Partai Amanat Nasional – Anggota DPR 1999-2004

Direktur Eksekutif Institut Ekonomi Politik Soekarno-Hatta (IEPSH)

Anggota Presidium Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia 2013, salah satu aktivitasnya pernah membuat petisi meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono turun karena dianggap gagal dalam menjalankan roda pemerintahan.

Menolak Kongres III PAN di Batam, Kepulauan Riau, dan menggagas kongres tandingan PAN.

AHMAD DHANI

Lahir: Surabaya, 26 Mei 1972

Rekam Jejak:

Penyanyi dan anggota band Dewa 19 –

Pemimpin Republik Cinta Management, perusahaan musik, dan mengorbitkan penyanyi serta band.

Januari 2011 Pernah dilaporkan ke polisi karena menampilkan kaligrafi berlafal Allah pada konser dan sampul albumnya.

Pemilu Presiden 2014 – Getol mendukung pasangan calon presiden-wakil presiden, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Kandidat calon Gubernur DKI untuk pilkada 2017 melalui Partai Kebangkitan Bangsa.

Menjadi calon Wakil Bupati Bekasi berpasangan dengan calon bupati Saduddin pada pilkada 2017 diusung Partai Keadilan Sejahtera, Partai Gerindra, dan Partai Demokrat.

Tersangka kasus penghinaan Presiden Joko Widodo dengan dijerat Pasal 207 KUHP.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: