Imparsial Desak Dugaan Skandal Pembelian Sukhoi hingga Rudal MLRS Dibongkar


hmmm… ini skandal bakal jauh melebihi Century…
Bayangkan jika mereka mark up berkongkalikong.. beli sukhoi lengkap  2 skuadron, hasilnya cuman dapet 10 sukhoi.
Nggak heran Singapur pesawat  punya F16, F15 berskuadron skuadron.. dan bandingkan dengan Indo yang skuadronnya hanya segitu gitunya saja..
Bangsa ini mungkin sudah ditakdirkan kagak akan bisa maju.. ya,  urusan salah ngomong bisa demo abis abisan , sedangkan urusan korupsi cuek.. Bandingkan sama Korea, jutaan orang demo untuk urusan kasus korupsi.. Di sini adem ayemm aja..
Kamis 08 Dec 2016, 19:10 WIB

Brigjen Teddy Dihukum Seumur Hidup

Ibnu Hariyanto – detikNews
Imparsial Desak Dugaan Skandal Pembelian Sukhoi hingga Rudal MLRS DibongkarAl Araf (ari/detikcom)
Jakarta – Vonis seumur hidup bagi Brigjen Teddy Hermayadi dinilai bisa menjadi pintu masuk untuk membongkar kasus lain dalam proyek pembelian alat utama sistem pertahanan (alutista). Direktur Eksekutif Imparsial mengatakan sebenarnya masih banyak dugaan kasus serupa namun belum diproses hukum cecara baik.

“Kasus-kasus tersebut antara lain kasus dugaan skandal Sukhoi tahun 2012 harus dibongkar karena sudah disampaikan ke KPK dan DPR, terkait skandal pembelian rudal MLRS dari Brasil, dugaan skandal pembelian tank Leopard itu harus dibongkar oleh Pemerintah dan DPR,” ujar Al Araf di Hotel Ibis, Jl KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Kamis (8/12/2016).

Menurutnya, pemerintah harusnya juga melakukan penelusuran adakah kertelibatan pihak-pihak lain dalam kasus yang menimpa Brigjen Teddy tersebut. Mengingat kasus korupsi alutista ini berskala besar.

“Menelusuri apakah ada perintah dari komandan dalam kasus tersebut. Sehingga upaya pengungkapan kasus Brigjen Teddy menjadi terang benderang. Biasanya kasus korupsi dalam skala besar seperti itu tidak hanya melibatkan satu orang saja, melainkan melibatkan beberapa pihak. Oleh Karena itu menulusuri pihak-pihak lain menjadi sangat penting,” katanya.

Dia menambahkan, perlunya Pemerintah melakukan revisi terhadap UU No 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer agar penegak hukum yang lain bisa ikut mengawasi dan memproses kasus korupsi alutista.

“Revisi Undang-Undang Peradilan Militer upaya untuk reformasi terhadap Peradilan Militer harus dilakukan, agar KPK bisa terlibat dalam menginvestigasi dan mengawasi dugaan kasus korupsi disektor pertahan. Hanya dengan mereformasi Peradilan Militer dengan merevisi Undang-Undang No 31 tahun 1997 penanganan alutista kedepannya agar lebih baik,” tambahnya.

“Pada akhirnya mekanisme di peradilan umum, kalau reformasi peradilan militer dilakukan, KPK terlibat maka anggota militer yang terlibat kasus korupsi bisa diadili di peradilan umum. Sehingga upaya membongkarnya (kasus korupsi alutista) lebih jelas dan lebih terang,” lanjutnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: