Penangkapan Teroris di Bekasi


 

 

Bravo Dansus 88 !

Woi   MUI  dan Gerakan Nasional Penyelamat Fatwa (GNPF) . teroris ini adalah penista agama sesungguhnya , kok masih diam saja ya.. karena di gerombolan GNPF ada  yang terkait ya…

Bom Temuan di Bekasi Mau Diledakkan di Istana Presiden Besok

SABTU, 10 DESEMBER 2016 | 21:25 WIB

TEMPO.CO, Bekasi -Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Argo mengatakan terduga teroris hendak meledakkan sebuah bom di Istana Presiden ketika acara serah terima jaga Paspampres pada hari Minggu pagi, 11 Desember 2016.

“Besok pagi diledakkan, polisi sudah mengamankan pelaku,” kata Argo di lokasi penangkapan di Bekasi, Sabtu, 10 Desember 2016.

Baca:
Terdengar Suara Ledakan dari Rumah Terduga Teroris di Bekasi
Terduga Teroris Baru 3 Hari Tinggal di Bintara Jaya Bekasi

Menurut Argo, penangkapan itu sebagai antisipasi serta penindakan terhadap aksi terorisme di Indonesia. Karena itu, pengungkapan kasus tersebut merupakan prestasi dari kepolisian yakni Densus 88 Antiteror. “Besok tidak ada kejadian (teror),” kata Argo.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Komisaris Besar Umar Surya Fana mengatakan bom diduga memiliki daya ledak tinggi. Sebab, bom memiliki ukuran cukup besar yakni mencapai tiga kilogram. Bom dirakit dalam sebuah wadah seperti tempat penanak nasi.

Apabila bom tersebut berhasil diledakkan oleh terduga teroris di ruang terbuka, kecepatan daya ledak bisa mencapai 4.000 kilometer per jam. Selain itu ledakan bisa menghancurkan bangunan hingga benda yang berada dalam radius sekitar 300 meter.

Mengenai dugaan pelaku teror bom ini, Umar Saya menyebut jaringan Bahrum Naim dari Solo, Jawa Tengah. “Ini jaringan Bahrun Naim, Solo,” kata Umar.

Umar mengatakan bom tersebut telah dijinakkan oleh tim Gegana Polri dengan meledakkan di lokasi kejadian. Meski demikian, kata dia, pihaknya masih mengamankan lokasi kejadian untuk mensterilkan dari bom yang telah dijinakkan tersebut. “Tim masih melakukan olah tempat kejadian perkara,” kata dia.

Densus 88 Antiteror menangkap tiga orang terduga teroris di sebuah rumah kos di Jalan Bintara Jaya VIII, Kelurahan Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, pada Sabtu, 10 Desember 2016. Mereka ialah Nur Solihin, Agus Supriyandi, dan Dian Yulia Novi.
ADI WARSONO | LARISSA HUDA

 

Jika Bom di Bekasi Meledak, Semua yang Berada di Radius 300 Meter Hancur

Sabtu, 10 Desember 2016 | 19:56 WIB

KOMPAS/IWAN SETYAWAN

BEKASI, KOMPAS.com – Bom jenis TATP berbentuk rice cooker memiliki berat 3 kilogram. Bom ini memiliki daya ledak tinggi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, jika diledakkan, daya luncurnya mencapai 4.000 Km/jam.

“Kalau meledak, semua yang berada dalam radius 300 meter akan hancur semua,” kata Argo dalam jumpa pers di Bintara VIII, Bekasi Barat, Sabtu (10/12/2016).

“Barang ini akan diledakkan besok pagi. Baru mendalami diledakkan di mana,” katanya lagi.

Saat ini, bom tersebut telah dilumpuhkan di lokasi. Menunggu sejam setelah dilumpuhkan, pihak kepolisian akan melakukan olah TKP.

 

 

+++++

Minggu 11 Dec 2016, 12:55 WIB

Ini Isi Surat Wasiat Lengkap Perempuan Teroris Calon Pengantin

Mei Amelia R – detikNews
Ini Isi Surat Wasiat Lengkap Perempuan Teroris Calon PengantinFoto: Surat wasiat/ Ist

Jakarta – Dian Yulia Novi (DYN), teroris yang ditangkap di kosan di Jl Bintara Jaya VIII Kota Bekasi, dipersiapkan sebagai calon ‘pengantin’ bom bunuh diri. Sebelum melaksanakan bom bunuh diri, mantan TKW ini mengirimkan surat wasiat yang ditujukan kepada orang tuanya.

“DYN membuat surat wasiat untuk orang tuanya namun belum sampAi ke orang tuanya karena keburu diamankan oleh tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri,” ujar Kabag Mitra Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Awi Setiyono dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Minggu (11/12/2016).

Ini Isi Surat Wasiat Lengkap Perempuan Teroris Calon Pengantin Foto: Surat wasiat/ Ist

Wasiat tersebutkan dipaketkan dalam kardus bersama sejumlah pakaian miliknya, ke kantor pos di kawasan Bekasi. “Isinya intinya berpamitan kepada orang tuanya untuk melakukan amaliyah,” imbuh Awi.

Selain berperan sebagai calon pengantin, Dian juga aktif berkomunikasi dengan Bahrun Naim, pimpinan Jamaah Ansharut Daulah Khilafah Nusantara (JADKN).

detikcom mendapatkan foto surat wasiat Dian sebelum melakukan bom bunuh diri yang rencananya dilakukan pagi tadi. Awi membenarkan isi surat tersebut.

Berikut isi lengkap surat wasiat tersebut:

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Bismillah….

Segala puji bagi Allah Ta’alla kabb semesta alam. Sholawat dan salam tercurah kepada Rasulullah SAW, keluarga dan para sahabatnya.

Wahai mujahidku…

Kita berjumpa dan berpisah karena Allah SWT dan mengharapkan ridho-Nya…Bismillah. Puji syukur Allah Ta’alla telah memperjodohkan kita walau hanya sekejap. Mungkin tak banyak kenangan di antar kita, namun Alhamdulillah sudah lebih cukup bagiku merasakan indahnya sebagai istri walau kusadar masih jauh dari predikat istri sholehah.

Dan Afwan A Bila saya selama menjadi istri Aa mempunyai banyak salah dan dari segala sikapku yang kurang berkenan di hati antum, saya berharap Aa dapat mengikhlaskan dan meridhai kepergianku, karena kusadar ridha dan keikhlasan Aa sebagai suami sangat penting untukku.

Doakan saya juga supaya daganganku juga diterima di sisi-Nya dan mendapatkan nikmat syahid…Amiin Allohumma Amiin.

dan seiringnya waktu Alhamdulillah cinta itu tumbuh dan semoga abadi sampai jannah-Nya.

Dian ditangkap di kosannya di Jl Bintara Jaya VIII, Kota Bekasi pada Sabtu (11/12) kemarin setelah mengirimkan surat waisat yang dikirim dalam kardus bersama sejumlah pakaiannya ke kantor pos. Saat ditangkap, Dian membawa bom panci presto di dalam tas ranselnya.
(mei/rvk)

++++

Terduga Teroris Baru 3 Hari Tinggal di Bintara Jaya Bekasi

SABTU, 10 DESEMBER 2016 | 19:35 WI

TEMPO.CO, Jakarta – Ketua RW 10 Kelurahan Bintara Jaya, Bekasi, Muhammad Zaini, 50 tahun, mengatakan terduga teroris yang tengah diamankan merupakan penghuni baru di sekitar Bintara Jaya VIII RT 04 TW 09. “Baru tiga hari,” kata Zaini saat ditemui di lokasi, Sabtu, 10 Desember 2016.

Menurut Zaini, kepolisian telah membawa dua orang yang diduga teroris, sedangkan dua orang lainnya masih berada di dalam rumah. Zaini menuturkan, masyarakat setempat tidak pernah mengetahui keseharian pelaku lantaran sikapnya yang tidak terbuka.

“Salah satunya ada yang bercadar,” kata Zaini. Meski begitu, Zaini tidak bisa memastikan berapa orang yang tinggal di dalam kamar kos tersebut.

Baca: Gegana Temukan Bom di Perumahan Kota Bekasi

Zaini mengatakan polisi telah memantau sekitar lokasi sejak pukul 15.00 WIB, hari ini, 10 Desember. Informasi ia dapatkan dari salah satu petugas kepolisian setempat yang tengah mengamankan lokasi.

Keterangan Zaini juga dibenarkan oleh Budhi Setyawan, 51 tahun. Budhi yang tinggal di perbatasan Bintara I dan Bintara Jaya VIII mengatakan tidak mengenal tetangga barunya itu. “Saya orang lama di sini saja enggak jelas siapa dia. Saya tidak kenal,” ujar Budhi.

Sejak pukul 16.00 WIB, polisi telah memasang garis polisi. Petugas masih terus meminta warga untuk terus menjauhi lokasi hingga radius 500 meter. “Tolong mundur. Diperkirakan inihigh explosive. Kami tidak ingin ada korban,” kata petugas tim Gegana yang tengah berada di lokasi.

Tim Gegana atau penjinak bom sedang mengevakuasi bom dari dalam rumah kontrakan di Jalan Bintara Jaya 8, Kota Bekasi. Kepolisian maupun tim Gegana belum memberikan keterangan siapa pemilik bom tersebut. Saat ini, petugas fokus untuk menjinakkan bom. Mengingat bom tersebut berada di tengah permukiman warga, atau dalam perumahan.

LARISSA HUDA

 

 

Minggu 11 Dec 2016, 15:07 WIB

Curhat Pemilik Kos yang Dindingnya Bolong Akibat Penangkapan Teroris Dian Cs

Galang Aji Putro – detikNews
Curhat Pemilik Kos yang Dindingnya Bolong Akibat Penangkapan Teroris Dian CsFoto: Kamar Dian/ Galang detikcom

Jakarta – Kondisi kamar kos yang dihuni oleh terduga teroris Dian Yulia Novi (DYN) berantakan dan dindingnya sebagian bolong. Pemilik kos bingung harus mengadu ke siapa untuk mengembalikan bangunannya kembali seperti semula.

Kondisi kamar kos terduga teroris Dian di Jl Bintara Jaya VIII, Bekasi, Jawa Barat, mengalami keretakan dan berlubang. Alat pengukur listrik juga tidak menempel dengan sempurna di tembok.

Bahkan pintu kamar sudah tidak nampak lagi. Hal itu diduga karena polisi melakukan disposal bom panci di kamar 104 tersebut.

“Belum ada keputusan. Kita masih rundingkan sama keluarga besar soal ganti rugi itu,” ujar Tomy Simangunsong (48), anak pemilik kos tersebut, saat diwawancara di lokasi, Minggu (11/12/2016).

Tomy menyebutkan bahwa pihak keluarga besar masih kebingungan untuk mengambil langkah selanjutnya.

“Masih pada bingung. Pusing kita semua gara-gara kejadian kemarin. Pokoknya masih kita rundingkan, apa nanti minta ganti rugi atau enggak,” tutupnya.

 

+++++

 

Terduga Teroris Baru 3 Hari Tinggal di Bintara Jaya Bekasi

SABTU, 10 DESEMBER 2016 | 19:35 WIB

TEMPO.CO, Jakarta – Ketua RW 10 Kelurahan Bintara Jaya, Bekasi, Muhammad Zaini, 50 tahun, mengatakan terduga teroris yang tengah diamankan merupakan penghuni baru di sekitar Bintara Jaya VIII RT 04 TW 09. “Baru tiga hari,” kata Zaini saat ditemui di lokasi, Sabtu, 10 Desember 2016.

Menurut Zaini, kepolisian telah membawa dua orang yang diduga teroris, sedangkan dua orang lainnya masih berada di dalam rumah. Zaini menuturkan, masyarakat setempat tidak pernah mengetahui keseharian pelaku lantaran sikapnya yang tidak terbuka.

“Salah satunya ada yang bercadar,” kata Zaini. Meski begitu, Zaini tidak bisa memastikan berapa orang yang tinggal di dalam kamar kos tersebut.

Baca: Gegana Temukan Bom di Perumahan Kota Bekasi

Zaini mengatakan polisi telah memantau sekitar lokasi sejak pukul 15.00 WIB, hari ini, 10 Desember. Informasi ia dapatkan dari salah satu petugas kepolisian setempat yang tengah mengamankan lokasi.

Keterangan Zaini juga dibenarkan oleh Budhi Setyawan, 51 tahun. Budhi yang tinggal di perbatasan Bintara I dan Bintara Jaya VIII mengatakan tidak mengenal tetangga barunya itu. “Saya orang lama di sini saja enggak jelas siapa dia. Saya tidak kenal,” ujar Budhi.

Sejak pukul 16.00 WIB, polisi telah memasang garis polisi. Petugas masih terus meminta warga untuk terus menjauhi lokasi hingga radius 500 meter. “Tolong mundur. Diperkirakan inihigh explosive. Kami tidak ingin ada korban,” kata petugas tim Gegana yang tengah berada di lokasi.

Tim Gegana atau penjinak bom sedang mengevakuasi bom dari dalam rumah kontrakan di Jalan Bintara Jaya 8, Kota Bekasi. Kepolisian maupun tim Gegana belum memberikan keterangan siapa pemilik bom tersebut. Saat ini, petugas fokus untuk menjinakkan bom. Mengingat bom tersebut berada di tengah permukiman warga, atau dalam perumahan.

LARISSA HUDA

Seperti Apa Sosok Wanita Calon Pengantin Bom Istana?

MINGGU, 11 DESEMBER 2016 | 09:19 WIB

Seperti Apa Sosok Wanita Calon Pengantin Bom Istana?  

Situasi rumah kos tiga lantai yang menjadi tempat persembunyian calon pengantin bom di Jalan Bintara Jaya VIII, Bekasi Barat, Kota Bekasi. Dari kamar 104 Densus menemukan bom dengan daya ledak tinggi. Tempo/Adi Warsono

TEMPO.CO, Bekasi – Seorang wanita bercadar ditangkap Detasemen Khusus 88 Antiteror Kepolisian RI di rumah kos di Jalan Bintara Jaya VIII, RT 4 RW 9, Kelurahan Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, pada Sabtu, 10 Desember 2016, sekitar pukul 15.50 WIB.

“Kami kaget, banyak polisi. Ternyata ada penangkapan teroris,” kata warga setempat, Dewi, 50 tahun, saat ditemui Tempo di lokasi, Sabtu malam, 10 Desember 2016. Dewi mengaku tak mengenal wanita yang ditangkap di rumah kos yang berada di kamar 104 tersebut.

Seingat dia, kamar tersebut dihuni sepasang suami-istri. “Mereka tinggal belum sampai seminggu,” ucap Dewi.

Menurut Dewi, warga baru itu tak pernah bersosialisasi dengan warga lain. Pedagang bubur ini mengaku sering melihat wanita tersebut pergi dari rumah kos pada pagi hari. Waktu pulang wanita itu tak tentu. “Kadang malam, kadang petang.”

Dewi menyebutkan wanita tersebut berperawakan sedang, kurus, dan memakai cadar. Bila diamati dari matanya, ujar dia, wanita tersebut masih tergolong muda. Sedangkan suami wanita itu, Dewi mengaku belum pernah melihat secara dekat. “Saya tahunya pagi saja, karena jualan bubur,” tuturnya.

Selain menangkap Dian, polisi menangkap dua laki-laki yang baru saja mengantarkan Dian ke rumah kos tersebut. Keduanya, Nur Solihin dan Agus Supriyadi, ditangkap di sekitar jembatan Kalimalang, Jalan KH Noer Alie, Kelurahan Bintara Jaya, setelah dibuntuti petugas.

Berdasarkan informasi kepolisian, Dian sudah membuat surat wasiat kepada orang tuanya di Cirebon, Jawa Barat. Surat tersebut berisi sebuah pesan bahwa dia hendak melakukan aksi amaliah atau bom bunuh diri di Istana Presiden bersamaan dengan kegiatan car-free day pada Ahad, 11 Desember 2016.

Surat wasiat itu dikirim melalui Kantor Pos Bintara Jaya, Bekasi Barat. Namun, seusai dari kantor pos tersebut, para terduga teroris itu ditangkap petugas tanpa perlawanan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Raden Argo Yuwono mengatakan tersangka berencana meledakkan bom pada Ahad, 11 Desember 2016. Adapun bom yang disiapkan mempunyai daya ledak tinggi, bahkan bisa menghancurkan hingga radius 300 meter. “Kecepatannya mencapai 4.000 kilometer per jam,” ujar Argo di lokasi.

ADI WARSONO

+++++

 

Densus Tangkap Seorang Terduga Teroris di Ngawi

MINGGU, 11 DESEMBER 2016 | 19:09 WIB

Densus Tangkap Seorang Terduga Teroris di Ngawi

Polisi wanita mengawal seorang perempuan berisial R beserta bayinya saat melakukan penggeledahan rumah terduga kelompok jaringan teroris di Kampung Griyan, Pajang, Laweyan, Solo, 11 Desember 2016. ANTARA/Maulana Surya

TEMPO.CO, Ngawi – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Markas Besar Kepolisian RI menangkap Khafid Fathoni, 22 tahun, warga Kabupaten Ngawi, Jawa Timur yang diduga masuk jaringan teroris, Ahad, 11 Desember 2016. Khafid disergap di rumahnya, Dusun Gebang, Desa Walikukun, Kecamatan Widodaren.

“Satu diamankan dari tempat tinggal orang tuanya di sini,” kata Wakil Kepala Kepolisian Resor Ngawi, Komisaris Suhono ditemui di lokasi penangkapan Khafid.

Berdasarkan informasi, ujar Suhono, penyergapan Khafid merupakan hasil pengembangan dari penangkapan empat tersangka terorisme di Bekasi, Sabtu, 10 Desember 2016. Karena itu, anak kedua dari pasangan Rifai dan Juwariah ini langsung dibawa ke Jakarta.

Meski demikian, penggeledahan di kediaman Khafid tetap dilakukan tim Densus 88 antiteror, Laboratorium Forensik dan penjinak bom Kepolisian Daerah Jawa Timur. Hingga Ahad malam, penggeledahan masih berlangsung.

Dalam hal ini, tutur Suhono,  Polres Ngawi bertugas mengamankan tempat kejadian perkara. Sebanyak 120 personel diterjunkan di lokasi penangkapan seorang terduga teroris ini. Selain itu, sebagian petugas juga memasang garis polisi di rumah orang tua Khafid. “Kami diperintahkan untuk ikut mengamankan TKP,” ujar Suhono.

Sementara itu, penggeledahan yang berlangsung menjadi tontonan warga sejak siang hari. Mereka memadati jalan desa di sekitar rumah bernomor 40 tersebut.

“Saya tidak menyangka kalau ada warga sini yang terlibat terorisme,” kata Atun, salah seorang warga Dusun Gebang, Desa Walikukun, Kecamatan Widodaren.

NOFIKA DIAN NUGROHO

 

++++

Jaringan Bahrum Naim Diduga Terlibat Temuan Bom di Bekasi

SABTU, 10 DESEMBER 2016 | 21:40 WIB

Jaringan Bahrum Naim Diduga Terlibat Temuan Bom di Bekasi

Ilustrasi. (Unay Sunardi/TEMPO)

TEMPO.CO, Jakarta – Kapolres Metro Bekasi Kota, Komisaris Besar Umar Surya Fana mengatakan bom yang ditemukan di Bintara Jaya, kota Bekasi diduga memiliki daya ledak tinggi. Sebab, bom memiliki ukuran cukup besar yakni mencapai tiga kilogram. Bom dirakit dalam sebuah wadah seperti tempat penanak nasi.

Apabila bom tersebut berhasil diledakkan oleh pelaku terduga teroris di ruang terbuka, kecepatan daya ledak bisa mencapai 4.000 kilometer per jam. Selain itu ledakan bisa menghancurkan bangunan hingga benda yang berada sekitar 300 meter.

Mengenai dugaan pelaku teror bom ini, Umar Saya menyebut jaringan Bahrum Naim dari Solo, Jawa Tengah. “Ini jaringan Bahrun Naim, Solo,” kata Umar.

Saat ledakan bom di kawasan Sarinah, jalan Thamrin, Jakarta, 14 Januari 2016, Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian mengatakan Bahrum Naim merupakan pemimpin ISIS asal Indonesia.

“Khusus di Asia Tenggara, ada satu tokoh, yaitu Bahrun Naim, yang ingin mendirikan Katiba Nusantara. Dia ingin menjadi leader untuk kelompok ISIS di Asia Tenggara,” katanya seusai rapat terbatas di kantor Presiden, Kamis, 14 Januari 2016.

Tito mengatakan Bahrun Naim melancarkan teror untuk menunjukkan dominasinya di Asia Tenggara. Polisi masih memburu tempat persembunyian Bahrum Naim.

Baca:
Bom Temuan di Bekasi Mau Diledakkan di Istana Presiden Besok
Terduga Teroris Baru 3 Hari Tinggal di Bintara Jaya Bekasi

Umar mengatakan bom tersebut telah dijinakkan oleh tim Gegana Polri dengan meledakkan di lokasi kejadian. Meski demikian, kata dia, pihaknya masih mengamankan lokasi kejadian untuk mensterilkan dari bom yang telah dijinakkan tersebut. “Tim masih melakukan olah tempat kejadian perkara,” kata dia.

Densus 88 Antiteror menangkap tiga orang terduga teroris di sebuah rumah kos di Jalan Bintara Jaya VIII, Kelurahan Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, pada Sabtu, 10 Desember 2016. Mereka ialah Nur Solihin, Agus Supriyandi, dan Dian Yulia Novi.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Argo mengatakan, terduga teroris hendak meledakkan sebuah bom di Istana Presiden ketika acara serah terima jaga Paspampres pada besok pagi, 11 Desember.

“Besok pagi diledakkan, polisi sudah mengamankan pelaku,” kata Argo di lokasi penangkapan di Bekasi, Sabtu, 10 Desember 2016.

Ketua RW 10 Kelurahan Bintara Jaya, Bekasi, Muhammad Zaini, 50 tahun, mengatakan terduga teroris yang tengah diamankan merupakan penghuni baru di sekitar Bintara Jaya VIII RT 04 TW 09. “Baru tiga hari,” kata Zaini saat ditemui di lokasi, Sabtu, 10 Desember 2016.

Menurut Zaini, kepolisian telah membawa dua orang yang diduga teroris, sedangkan dua orang lainnya masih berada di dalam rumah. Zaini menuturkan, masyarakat setempat tidak pernah mengetahui keseharian pelaku lantaran sikapnya yang tidak terbuka.

“Salah satunya ada yang bercadar,” kata Zaini. Meski begitu, Zaini tidak bisa memastikan berapa orang yang tinggal di dalam kamar kos tersebut.
ADI WARSONO | LARISSA HUDA

+++++

Densus 88 Sita Dokumen di Toko Milik NS di Sukoharjo

MINGGU, 11 DESEMBER 2016 | 17:06 WIB

Densus 88 Sita Dokumen di Toko Milik NS di Sukoharjo  

Polisi menyita sejumlah dokumen dari toko milik terduga teroris Nur Solihin di Sukoharjo, Jawa Tengah, 11 Desember 2016. Nur merupakan jaringan bom panci yang ditangkap di Bekasi. TEMPO/Ahmad Rafiq

TEMPO.CO, Sukorharjo – Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri menggeledah sebuah toko yang berada di Cemani, Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Ahad, 11 Desember 2016. Kegiatan tersebut merupakan lanjutan setelah mereka menggeledah kediaman Nur Solihin (NS) di Solo beberapa saat sebelumnya.

Penggeledahan tersebut berlangsung lebih dari dua jam. Petugas sempat menunggu kedatangan tukang kunci untuk membuka pintu toko berwarna cokelat itu.

Polisi menutup akses jalan di sekitar toko itu dengan cukup ketat. Para warga menyaksikan proses penggeledahan itu dari kejauhan. Akses jalan baru dibuka setelah penggeledahan usai.

Kepala Kepolisian Resor Sukoharjo Ajun Komisaris Besar Ruminio Ardano mengatakan bahwa toko itu memiliki kaitan dengan NS, terduga teroris yang ditangkap di Bekasi. “Yang bersangkutan menyewa toko ini dalam waktu setahun terakhir,” katanya.

Di toko tersebut, NS menjual air minum galon isi ulang. “Termasuk sembako,” katanya. Selain itu, Nur sering menggelar pengajian di toko tersebut.

Hanya, Ruminio enggan menjelaskan secara detail barang-barang yang disita dari toko tersebut. Menurut dia, polisi hanya membawa sejumlah dokumen serta spanduk. “Serta satu sepeda motor,” katanya.

Salah satu warga, Nuraini, mengaku tidak mengenal penyewa toko yang berada di Jalan Semenromo itu. “Sering sih beli air minum di toko itu,” katanya. Biasanya Nuraini hanya bertemu dengan karyawan toko.

AHMAD RAFIQ

+++++

Minggu 11 Dec 2016, 20:55 WIB

Ditangkap di Ngawi, Terduga Teroris KF Berstatus Mahasiswa di Solo

Idham Kholid – detikNews
Ditangkap di Ngawi, Terduga Teroris KF Berstatus Mahasiswa di SoloIrjen Pol Boy Rafli Amar (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
FOKUS BERITA:Bom Panci di Bekasi

Jakarta – Terduga teroris inisial KF alias T dibekuk Tim Densus 88 Antiteror di Ngawi, Jawa Timur. KF yang merupakan jaringan kelompok Bekasi itu berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Solo, Jawa Tengah.

“Mahasiswa di Solo,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar saat dikonfirmasikan detikcom, Minggu (11/12/2016).

KF alias T yang berusia 22 tahun itu merupakan pria asal Ngawi, Jatim. Di Solo, KF tinggal dengan menyewa kos-kosan.

Tim Densus masih memeriksa KF untuk pendalaman lebih jauh. “Malam ini akan dibawa ke Jakarta,” ungkap Boy.

Sebelumnya, Boy mengatakan, KF alias T ditangkap di Desa Walikukun, Widodaren, Ngawi, Jawa Timur, hari ini. KF berperan sebagai perakit bom yang ditemukan di Bekasi.

“Perannya salah satu yang ikut merakit bom,” ujarnya.

+++++++

Begini Cara Komunikasi Teroris Bekasi dengan Bahrun Na’im

MINGGU, 11 DESEMBER 2016 | 14:44 WIB

Begini Cara Komunikasi Teroris Bekasi dengan Bahrun Na'im  

Bentuk bom yang ditemukan di rumah kos di Jalan Bintara Jaya VIII, Kelurahan Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi. Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta – Kepala Bagian Mitra Biro Penerangan Masyarakat Markas Besar Kepolisian RI Komisaris Besar Awi Setiyono menyatakan empat teroris yang ditangkap di Bekasi, Sabtu, 10 Desember 2016, aktif berkomunikasi dengan teroris Bahrun Na’im. Mereka berkomunikasi via telegram.

“Mereka belajarnya (mempersiapkan aksi terornya) lewat telegram,” ucap Awi saat memberikan keterangan pers di kantor Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Minggu, 11 Desember 2016.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap empat terduga teroris itu, Sabtu kemarin. Mereka diduga akan melakukan serangan bom bunuh diri di depan Istana Kepresidenan pada Minggu, 11 Desember 2016. Empat orang yang telah dinyatakan sebagai tersangka itu berinisial MNS, S, AS, dan DYN.

Adapun bom yang rencananya akan mereka ledakkan di depan Istana Kepresidenan tersebut berjenis high explosive atau berdaya ledak tinggi. Pengaruh ledakannya bisa mencapai 300 meter dari pusat ledakan. Perakitannya dilakukan tersangka berinisial MNS dan dua orang yang saat ini berstatus buron.

Awi berujar, salah satu hal yang disampaikan via komunikasi telegram adalah teknik membuat bom berdaya ledak tinggi tersebut. Teknik perakitan bom perlu disampaikan via telegram karena keempat teroris yang ditangkap merupakan sel baru dari jaringan teroris Bahrun Na’im. Dengan kata lain, mereka belum menguasai teknik membuat bom.

Pada akhirnya, bom itu berhasil diamankan Densus 88 saat penangkapan teroris berinisial DYN di Bintara Jaya, Bekasi. Kala itu, bom sudah dalam kondisi jadi, dalam kemasan panci, dan siap dipakai untuk aksi bom bunuh diri.

Saat ini, menurut Awi, kepolisian masih menelusuri apa saja komunikasi yang dilakukan empat teroris itu dengan Bahrun Na’im. Apalagi, tutur dia, ada dugaan bahwa komunikasi via telegram tersebut juga berkaitan dengan pendanaan aksi teror. “Masih kami telusuri,” kata Awi.

ISTMAN M. P.

++++++++++++++++++

Ini Wajah 2 Terduga Teroris yang Antar Bom ke Calon ‘Pengantin’ Dian

Ray Jordan – detikNews
Ini Wajah 2 Terduga Teroris yang Antar Bom ke Calon Pengantin DianFoto: nur Solihin/ Terduga teroris yang ditangkap di Kalimalang/ ist

Jakarta – Polisi menangkap 4 terduga teroris di berbagai lokasi pada Sabtu (10/12) lalu. Mereka yang diciduk oleh tim Densus 88 berencana akan melakukan amaliyah di depan Istana Merdeka.

Empat terduga teroris itu adalah Dian Yulia Novi yang ditangkap di kosan daerah Bintara, Bekasi, Muhammad Nur Solihin dan Agus Supriyadi di Kalimalang, Jakarta Timur serta S alias Abu Izzah di Karanganyar, Jawa Tengah.

Ini Wajah 2 Terduga Teroris yang Antar Bom ke Calon 'Pengantin' DianFoto: Agus Terduga teroris yang ditangkap di Kalimalang/ ist

Polisi menduga, Nur Solihin dan Agus merupakan dua orang yang perannya cukup penting dalam jaringan ini. Nur Solihin adalah orang yang diutus Bahrun Naim untuk menerima dana dan merakit bom yang ditemukan di kosan Dian.

Dalam foto yang diterima detikcom, Senin (12/12), Nur Solihin tampak mengenakan jaket hitam dengan emblem bendera Palestina di lengan kirinya. Sedangkan di lengan kanannya ada emblem bendera Indonesia.

Sedangkan Agus dalam foto itu dia menggunakan kaos kerah dengan warna putih abu-abu. Saat ini keduanya masih menjalani pemeriksaan intensif oleh Densus 88.

Berikut peran 4 teroris yang ditangkap, yang dijabarkan Kabag Mitra Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Awi Setiyono , saat jumpa pers Minggu (11/12):

1. Muhammad Nur Solihin alias Ahu Huroh

– Membuat sel kecil.

– Membeli paku 3 Kg.

– Ikut merakit bom bersama dua orang DP.

– Menerima kiriman uang dari Bahrun Naim sebanyak dua kali.

– Mengantar bom panci dari Solo ke Jakarta bersama Agus Supriyadi untuk diserahkan kepada Dian Yulia Novi.

– Memperkenalkan pelaku lainnya kepada Dian.

– Mencarikan kontrakan di daerah Bintara, Bekasi untuk tersangka Dian

2. Agus Supriyadi

– Mengantar bom panci dari Solo ke Jakarta bersama Nur Solihin untuk diserahkan kepada Dian.

– Mengantar calon pengantin (Dian) untuk diturunkan di dekat objek vital nasional yang rencananya diledakkan pagi tadi.

– Menyewa mobil rental untuk ke Jakarta.

3. Dian Novi Yulia

– Berperan sebagai calon pengantin bom bunuh diri.

– Mencari kontrakan bersama Nur Solihin di Bintara, Bekasi.

– Membut surat wasiat yang berisi pamitan untuk melakukan amaliyah.

– Berkomunikasi intensif dengan Bahrun Naim.

– Menerima uang Rp 1 juta dari Bahrun Naim untuk kebutuhan sehari-hari di Jakarta.

4. S atau Abu Izzah:

– Membantu merakit bom yang dibawa oleh Nur Solihin dan Agus ke Jakarta.
(jor/rvk)

Khafid Fathoni Bertugas Sebagai Peracik Bahan Bom

SENIN, 12 DESEMBER 2016 | 18:16 WIB

Khafid Fathoni Bertugas Sebagai Peracik Bahan Bom

TEMPO/Machfoed Gembong

TEMPO.CO, Madiun – Khafid Fathoni, 22 tahun, terduga teroris yang ditangkap tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Markas Besar Kepolisian RI di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Ahad, 11 Desember 2016, berperan mencampur sejumlah bahan menjadi bom.

 

“Dia peracik bahan-bahan untuk dijadikan bahan peledak. Bukan perakit bom,’’ kata Kepala Detasemen C Pelopor Satuan Brigade Mobil Kepolisian Daerah Jawa Timur di Madiun, Ajun Komisaris Besar Ary Nyoto Setiawan, Senin, 12 Desember 2016.

 

Menurut Ary, dari kediaman Khafid di Desa Walikukun, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, yang digeledah pada Ahad siang hingga malam, disita sejumlah bahan yang bisa diracik menjadi bom. Sebanyak 1,3 kilogram di antaranya berjenis triaceton triperoxide (TATP) yang memiliki daya ledak tinggi.

 

Ary menjelaskan, jika bahan-bahan yang diracik Khafid dijadikan bom, maka tergolong bom High Exposives. Efek ledakannya sangat dahsyat dengan radius mencapai 300 meter.

 

Menurut Ary, TATP memiliki sifat labil sehingga rentan meledak apabila terkena suhu panas tinggi maupun gesekan. Itu sebabnya campuran bahan yang masih dalam proses pengendapan yang ditemuakndi rumah Khafid diledakkan di Markas Komando Detasemen C Pelopor Brimob Polda Jawa Timur di Jalan Setia Budi Kota Madiun. Proses peledakannya melibatkan tim penjinak bom.

 

Sedangkan bahan lain yang disita dari beberapa ruangan di kediaman Khafid dibawa tim Densus 88 Antiteror ke Jakarta. Barang bukti yang belum dicampur itu terdiri dari 24 jenis. Antara lain, pupuk urea, gula pasir, dan asam nitrat.

 

Penyergapan Khafid oleh tim Densus 88 Antiteror merupakan hasil pengembangan dari penangkapan empat tersangka terorisme di Bekasi, Sabtu, 10 Desember 2016. Dia diketahui sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Solo, Jawa Tengah.

 

salah seorang warga Desa Walikukun, Sugeng Hariyanto, mengatakan setiap kali liburan kuliah, Khafid senantiasa membantu usaha orang tuanya. “Dia bertani ke sawah dan membantu usaha konveksi yang ada di rumah orang tuanya,” ujar Sugeng.

 

NOFIKA DIAN NUGROHO

 

+++++

 

Selasa 13 Dec 2016, 00:53 WIB

Polisi Tangkap Pelaku yang Letakkan Benda Diduga Bom di Depan Gereja di Aceh

Agus Setyadi – detikNews
Polisi Tangkap Pelaku yang Letakkan Benda Diduga Bom di Depan Gereja di AcehFoto: Pria yang meletakkan benda diduga bom di depan gereja d Aceh/Istimewa

Banda Aceh – Seorang pelaku yang meletakkan benda diduga bom di depan pintu Gereja Metodis Ezen Haebert di Bireuen, Aceh ditangkap polisi. Pelaku bernama Irwan (38) itu dibekuk saat berada di warung kopi.

“Pelaku ditangkap siang tadi dan saat ini sudah diamankan di Mapolres Bireuen,” kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Goenawan dalam keterangannya kepada detikcom, Senin (12/12/2016) malam.

Irwan ditangkap tim Opsnal gabungan Reserse dan Intel Polres Bireuen. Tim mendapat informasi pelaku berada di Desa Meunasah Drang Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara.

“Pelaku ditemukan di salah satu warung kopi pinggir jalan Banda Aceh-Medan di Desa Meunasah Drang Kecamatan Muara Batu,” jelas Goenawan.

Menurutnya, Irwan merupakan pelaku yang meletakkan benda diduga bom di depan gereja di Bireuen pada Senin 7 November lalu. Namun setelah dijinakkan tim penjinak bom, benda mencurigakan tersebut ternyata berisi batu sungai, wayer dan antena.

Usai ditangkap, Irwan diboyong ke Mapolres Bireuen untuk proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Polisi belum mengetahui motif pelaku meletakkan benda yang sempat membuat panik warga di sekitar lokasi tersebut.

“Masih diperiksa,” jelas Goenawan.
(idh/idh)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: