Setya Diduga berperan penting


Koran Tempo
SENIN, 19 DESEMBER 2016

JAKARTA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto diduga memiliki peran penting dalam kasus dugaan korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP. Pekan lalu, Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa Setya.

Walau tak menyebut nama Setya, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan pihaknya mengendus dugaan duit proyek e-KTP mengalir ke sejumlah anggota Dewan. “Saya pribadi melihat itu, indikasi uang kepada anggota Dewan,” ujarnya. Saat pembahasan proyek e-KTP di Senayan, Setya menjabat Ketua Fraksi dan bertugas di Komisi Hukum.

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, menuding Setya sebagai pengatur proyek dan penentu besaran fee bagi anggota di parlemen. “Yang mengkoordinasikan pembagian uang adalah Setya Novanto,” ujar Nazaruddin di KPK beberapa bulan lalu. Setya juga diduga mengatur konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia sebagai pemenang tender.

Setya membantah bahwa ia terlibat, apalagi menerima duit proyek. “Saya klarifikasi semua,” ujar dia pekan lalu. “Biarlah penyidik bekerja.”

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Irman serta pejabat pembuat komitmen proyek e-KTP Sugiharto sebagai tersangka. Penyidikan kasus ini tampaknya akan memasuki babak baru. Irman dan Sugiharto menyatakan bersedia membantu KPK membongkar aliran dana proyek e-KTP. “Kami mengajukan permohonan justice collaborator,” kata kuasa hukum keduanya, Soesilo Ariwibowo. FRANSISCO ROSARIANS | MAJALAH TEMPO


Politikus dengan Sejumlah Kasus

Cessie Bank Bali (1999)

Kerugian Negara Rp 904,64 miliar. PT Era Giat Prima, perusahaan penerima dana cessie, diduga milik Setya. Kejaksaan menghentikan penyidikan kasus itu pada Juni 2003.

Impor Beras Vietnam (2003)

Setya diduga memindahkan 60 ribu ton beras impor asal Vietnam dari gudang pabean ke gudang nonpabean. Negara rugi Rp 112,5 miliar. Kejaksaan memeriksa Setya pada Juli 2006.

Proyek PON di Riau (2012)

Setya diduga mengatur proses pembahasan anggaran proyek tersebut di Komisi Olahraga. Namun Setya membantah.

“Papa Minta Saham” (2015)

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said melaporkan Setya ke Majelis Kehormatan Dewan karena mencatut nama Presiden dalam upaya renegosiasi kontrak PT Freeport. Sebelum MKD mengeluarkan putusan, Setya mundur sebagai ketua DPR. PDAT | FRANSISCO ROSARIANS | SNL


1. Februari 2011

Tender proyek KTP elektronik dibuka. Nilainya Rp 5,8 triliun.

2. Juni 2011

Konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PT Percetakan Negara RI, PT Sucofindo, PT Sandipala Arthaputra, dan PT Quadra Solution) menjadi pemenang proyek.

3. November 2012

Komisi Pengawas Persaingan Usaha menyatakan adanya persekongkolan tender e-KTP.

4. Agustus 2013

M. Nazaruddin menuding Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi ikut menerima fee proyek e-KTP melalui sekretaris jenderalnya.

5. September 2013

Nazaruddin menyatakan Setya Novanto ikut berkomplot merekayasa proyek e-KTP.

6. April 2014

Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan pejabat pembuat komitmen proyek e-KTP Sugiharto sebagai tersangka.

7. September 2016

KPK menetapkan Irman, mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Kementerian Dalam Negeri, sebagai tersangka.

8. Desember 2016

KPK memeriksa sejumlah anggota dan mantan anggota DPR, termasuk Setya Novanto.

Tak Kunjung Rampung

Selama bertahun-tahun kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP elektronik yang merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun tidak kunjung tuntas. AGUNG SEDAYU

ARSIP
SebelumnyaSelanjutnya

Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember

2006
2007
2008
2009
2010
2011
2012
2013
2014
2015
2016
2017
2018
2019
2020
2021
2022
2023
2024
2025
2026

Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu
1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31
EDISI SEBELUMNYA

Edisi Sebelumnya

SABTU, 17 DESEMBER 2016

Saatnya Juara

Di Stadion Rajamangala Bangkok nanti malam Indonesia bertekad memutus rekor buruk selalu kalah dalam empat laga final Modal kali ini

Selamat Datang, otto pratama Profil
LAPORAN UTAMA
SENIN, 19 DESEMBER 2016

Setya Diduga berperan penting

JAKARTA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto diduga memiliki peran penting dalam kasus dugaan korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP. Pekan lalu, Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa Setya.

Walau tak menyebut nama Setya, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan pihaknya mengendus dugaan duit proyek e-KTP mengalir ke sejumlah anggota Dewan. “Saya pribadi melihat itu, indikasi uang kepada anggota Dewan,” ujarnya. Saat pembahasan proyek e-KTP di Senayan, Setya menjabat Ketua Fraksi dan bertugas di Komisi Hukum.

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, menuding Setya sebagai pengatur proyek dan penentu besaran fee bagi anggota di parlemen. “Yang mengkoordinasikan pembagian uang adalah Setya Novanto,” ujar Nazaruddin di KPK beberapa bulan lalu. Setya juga diduga mengatur konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia sebagai pemenang tender.

Setya membantah bahwa ia terlibat, apalagi menerima duit proyek. “Saya klarifikasi semua,” ujar dia pekan lalu. “Biarlah penyidik bekerja.”

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Irman serta pejabat pembuat komitmen proyek e-KTP Sugiharto sebagai tersangka. Penyidikan kasus ini tampaknya akan memasuki babak baru. Irman dan Sugiharto menyatakan bersedia membantu KPK membongkar aliran dana proyek e-KTP. “Kami mengajukan permohonan justice collaborator,” kata kuasa hukum keduanya, Soesilo Ariwibowo. FRANSISCO ROSARIANS | MAJALAH TEMPO


Politikus dengan Sejumlah Kasus

Cessie Bank Bali (1999)

Kerugian Negara Rp 904,64 miliar. PT Era Giat Prima, perusahaan penerima dana cessie, diduga milik Setya. Kejaksaan menghentikan penyidikan kasus itu pada Juni 2003.

Impor Beras Vietnam (2003)

Setya diduga memindahkan 60 ribu ton beras impor asal Vietnam dari gudang pabean ke gudang nonpabean. Negara rugi Rp 112,5 miliar. Kejaksaan memeriksa Setya pada Juli 2006.

Proyek PON di Riau (2012)

Setya diduga mengatur proses pembahasan anggaran proyek tersebut di Komisi Olahraga. Namun Setya membantah.

“Papa Minta Saham” (2015)

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said melaporkan Setya ke Majelis Kehormatan Dewan karena mencatut nama Presiden dalam upaya renegosiasi kontrak PT Freeport. Sebelum MKD mengeluarkan putusan, Setya mundur sebagai ketua DPR. PDAT | FRANSISCO ROSARIANS | SNL


1. Februari 2011

Tender proyek KTP elektronik dibuka. Nilainya Rp 5,8 triliun.

2. Juni 2011

Konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PT Percetakan Negara RI, PT Sucofindo, PT Sandipala Arthaputra, dan PT Quadra Solution) menjadi pemenang proyek.

3. November 2012

Komisi Pengawas Persaingan Usaha menyatakan adanya persekongkolan tender e-KTP.

4. Agustus 2013

M. Nazaruddin menuding Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi ikut menerima fee proyek e-KTP melalui sekretaris jenderalnya.

5. September 2013

Nazaruddin menyatakan Setya Novanto ikut berkomplot merekayasa proyek e-KTP.

6. April 2014

Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan pejabat pembuat komitmen proyek e-KTP Sugiharto sebagai tersangka.

7. September 2016

KPK menetapkan Irman, mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Kementerian Dalam Negeri, sebagai tersangka.

8. Desember 2016

KPK memeriksa sejumlah anggota dan mantan anggota DPR, termasuk Setya Novanto.

Tak Kunjung Rampung

Selama bertahun-tahun kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP elektronik yang merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun tidak kunjung tuntas. AGUNG SEDAYU

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: