Bebek Selundupan Masuk Pasar Tradisional


Para penyelundup yang mengganggu ketahanan pangan negeri ini mesti dihukum berat.. mungkin dihukum mati layaknya bandar narkoba

 

 Koran Tempo RABU, 21 DESEMBER 2016

JAKARTA – Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita, membantah dugaan importir daging (karkas) bebek melanggar aturan dengan memasarkan produknya ke pasar tradisional. Jika ada daging bebek impor yang merembes ke pasar tradisional, kata Ketut, besar kemungkinan pelakunya bukan importir legal alias penyelundup. “Pasti mereka bukan importir yang mendapat izin,” kata dia kepada Tempo, kemarin.

Dugaan merembesnya daging ke pasar tradisional dicetuskan oleh Ketua Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli), Ade Zulkarnaen, pekan lalu. Dia mengatakan, indikasi masuknya bebek impor ke pasar tradisional kian kuat setelah Balai Karantina Pertanian Bakauheni menggagalkan penyelundupan 2.100 ekor bebek Peking asal Malaysia. Bebek yang akan dikirim ke Jawa tersebut diduga milik satu dari tujuh importir resmi.

Namun, menurut Ketut, daging bebek selundupan itu tidak didatangkan oleh importir resmi yang mendapat rekomendasi, kuota, dan izin. Tindakan Badan Karantina Pertanian mencegah penyelundupan merupakan indikasi adanya barang ilegal yang masuk.

Ketut pun menegaskan akan menghukum importir yang terbukti memasarkan daging bebek ke pasar tradisional. “Pelakunya akan kami serahkan ke polisi untuk ditindak.” Sesuai aturan, daging bebek impor hanya boleh dijual ke hotel, restoran, industri, dan katering, dan pasar modern.

Pada Selasa petang, Ketut menggelar rapat koordinasi antar-instansi untuk membahas pengendalian peredaran daging bebek. Selain dihadiri wakil dari Direktorat Jenderal Peternakan, rapat tertutup selama tiga jam itu dihadiri perwakilan Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan; Badan Karantina Pertanian; Ditjen Bea-Cukai Kementerian Keuangan; Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan DKI Jakarta; serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Utara.

Rapat tersebut menyimpulkan importir resmi tidak mungkin memasukkan daging bebek ke pasar tradisional, karena realisasi karkas impor tidak melebihi kuota penugasannya.

Kepala Badan Karantina Pertanian Banun Harpini mengatakan harus dila-kukan pengecekan ulang untuk memas-tikan apakah daging bebek impor yang dijual di pasar tradisional resmi atau ilegal. Menurut data Pusat Karantina Hewan, realisasi impor karkas bebek mencapai 3.028 ton sejak 1 Januari hingga 19 Desember 2016. VINDRY FLORENTIN | AKBAR TRI KURNIAWAN

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: