Teroris dan keluarga


Teroris adalah mahluk paling nista  di Muka bumi !, mahluk paling egois yang hanya memikirkan dirinya sendiri, dia berharap dirinya bakalan masuk syurga dan langsung dikelilingi oleh bidadari.. hehehe.. Nggak bakalan ! Surga bukan tempat manusia tukang teror, tukang hasut, dan tukang menelantarkan anak .
Senin 26 Dec 2016, 21:51 WIB

Pesan Rizal Teroris Jatiluhur ke Istri: Jaga Anak-anak Jika Aku Tak Kembali

Idham Kholid – detikNews
Pesan Rizal Teroris Jatiluhur ke Istri: Jaga Anak-anak Jika Aku Tak KembaliMarkas Teroris di Kawasan Waduk Jatiluhur (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)
Jakarta – Rizal dan Ivan merupakan dua dari empat orang kelompok teroris Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, yang berhasil ditangkap tim Densus 88 Antiteror Polri. Rizal telah memberikan surat wasiat dan pesan kepada istrinya sebelum menjalankan rencana teror mereka.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, Abu Fais, Abu Sofi, Rijal, Ivan berkumpul di kontrakan Rijal di Ngamprah, Bandung Barat pada Sabtu (17/12). Saat itu, mereka belum pindah ke waduk Jatiluhur.

“Senin (19/12) Abu Fais, Rijal, Ivan, dan Aas (istri Rijal) menjemput dua orang istri dan anak Abu Fais di kontrakan Abu Fais di Padalarang untuk dibawa ke rumah Ivan di Tani Mulya,” kata Boy dalam keterangannya kepada detikcom, Senin (26/12/2016).

“Setibanya di kontrakan Ivan, Rijal memberikan surat wasiat kepada istrinya dan berpesan apabila Rijal tidak kembali, pulang tolong jaga anak-anak dengan baik. Abu Fais juga memberikan surat wasiat kepada kedua istrinya,” sambungnya.

Setelah itu, Abu Fais, Rijal, Ivan, dan Aas (istri Rijal) pergi mengantarkan dua orang Istri dan anak Abu Fais pulang kampung Yogyakarta, menggunakan Bus Budiman dari Terminal Cimahi.

“Dalam hal ini Abu Fais Cs tinggal di kontrakan Rijal di Ngamprah. Sedangkan istri Rijal tinggal bersama istri Ivan dirumah Ivan di daerah Tani Mulya,” ujarnya.

Kelompok ini merencanakan aksi teror di pos polisi Pasar Senen Jakarta Pusat sebagai sasaran utama. Rencananya, mereka akan beraksi pada malam tahun baru.

Rencana teror kelompok ini berhasil digagalkan Tim Densus. Mereka dibekuk di dua lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Rizal dan Ivan ditangkap dalam keadaaan hidup. Sementara Abu Faiz dan Abu Sofi tewas dalam penangkapan di Waduk Jatiluhur.
(idh/dnu)

++++
Selasa 27 Dec 2016, 03:27 WIB

Perjalanan Teroris Jatiluhur, Buang HP ke Waduk hingga Ditangkap Densus 88

Idham Kholid – detikNews
Perjalanan Teroris Jatiluhur, Buang HP ke Waduk hingga Ditangkap Densus 88Aparat mengamankan teroris (Foto: Mukhlis Dinillah/detikcom)
Jakarta – Tim Densus 88 Antiteror berhasil menggagalkan rencana aksi kelompok Jatiluhur yang akan menyerang pos polisi Pasar Senen, Jakarta Pusat, pada malam tahun baru. Rizal, tersangka yang dibekuk dalam keadaan hidup memberikan keterangan kepada polisi tentang perjalanan serta target sasaran utama mereka.

Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, Abu Fais, Abu Sofi, Rijal, Ivan berkumpul di kontrakan Rijal di Ngamprah, Bandung Barat, Sabtu, (17/12). Abu Fais meminta saran kepada yang lain bahwa saat situasi di bandung saat ini sedang tidak kondusif dan segera mencari tempat tinggal baru.

“Abu Sofi mengusulkan agar mereka bersembunyi di daerah waduk Jatiluhur, karena Abu Sofi pernah tinggal dan memiliki usaha keramba ikan di waduk Jatiluhur beberapa tahun yang lalu, namun sudah dijual,” kata Boy dalam keterangannya kepada detikcom, Senin (26/12/2016).

Abu Fais Cs sudah mengumpulkan uang sebanyak Rp 3 juta dalam pelariannya tersebut. Di kontrakan Rizal tersebut, mereka membahas rencana melakukan aksi teror di Pos Polisi Pasar Senen saat pergantian malam tahun baru 2017.

(Baca juga: Teroris Jatiluhur Juga Incar Pos Polisi Pasar Senen Jakarta)

Minggu (18/12/2016), Abu Fais memberikan uang Rp 500 ribu ke Rijal dan Ivan diberikan untuk membeli empat golok dan empat pisau di pasar atas Cimahi. Adapun jumlah golok yang dimiliki oleh Abu Fais Cs sebanyak tujuh buah yaitu empat golok dibeli di pasar atas Cimahi dan 3 golok milik Rijal, Ivan, dan Abu Sofi.

Lalu, Abu Fais, Rijal, Ivan, dan Aas (istri Rijal) menjemput dua orang istri dan anak Abu Fais di kontrakan Abu Fais di Padalarang untuk dibawa ke rumah Ivan di Tani Mulya, Senin (19/12). Abu Fais dan Rizal kemudian memberikan pesan dan surat wasiat kepada istri masing-masing.

(Baca juga: Pesan Rizal Teroris Jatiluhur ke Istri: Jaga Anak-anak Jika Aku Tak Kembali)

“Selasa, (20/12), Abu Fais Cs berangkat dari rumah Abu Fais dengan membawa perlengkapan masing-masing, pisau dan golok sebanyak tujuh buah menuju Purwakarta melewati jalur Cikalong, kemudian mampir di masjid Panglijeur untuk beristirahat dan membeli pulsa Rp 10 ribu,” ujarnya.

Mereka kemudian melanjutkan perjalanan sampai ke Waduk Jatiluhur. Rijal membuang ponsel genggamnya (hanphone/HP) di waduk Jatiluhur. Abu Fais Cs tidur di rakit di tengah waduk pada malam harinya.

Markas teroris di Waduk JatiluhurFoto: Tri Ispranoto/detikcom
Markas teroris di Waduk Jatiluhur

“Rabu (21/12) pagi hari Abu Fais Cs mencari makan di warteg sekitar dermaga Waduk Jatiluhur. Pada sore harinya kembali tidur di rakit di tengah waduk,” kata Boy.

Kamis (22/12) pagi, Abu Fais Cs mencari makan di dermaga. Rijal dan Abu Sofi pergi ke pasar Rebo, Purwakarta untuk membeli baju, alat pancing dan perlengkapan lainnya, sedangkan Abu Fais dan Ivan menunggu di dermaga.

“Dalam perjalanan pulang ke Waduk, Abu Sofi dan Rijal sempat mengamati pos polisi di Bunderan Jatiluhur kemudian kembali ke waduk,” terang Boy.

Keesokaannya, Jumat (23/12), Kelompok ini berangkat ke Pasar Senen, Jakarta Pusat. Mereka mengamati pos polisi yang ada di dekat stasiun Pasar Senen.

(Baca juga: Teroris Jatiluhur Sempat Sambangi Pospol Pasar Senen Jakarta)

Sabtu (24/12), Abu Fais Cs pulang ke dermaga waduk dan bertemu dengan Pak Oman. Saat itu, Pak Oman sedang membeli bensin dan menanyakan mereka mau pergi kemana.

“Abu Fais menjawab mau mancing. Pak Oman menawarkan akan mengantar ke tengah waduk karena pak Oman akan pergi ke rumah apung. Abu Fais bertanya apakah mereka bisa menyewa rumah apung. Pak Oman mempersilakan Abu Fais Cs untuk tinggal di rumah apung miliknya,” kata Boy.

Minggu (25/12/2016), Pak Oman mengantarkan sarapan pagi ke rumah apung untuk Abu Fais Cs. Pak Oman memudian mengajak Rijal dan Ivan ke rumahnya di Kampung Karang Layung, Kecamatan Jatiluhur, Purwakarta untuk mengambil kelapa muda untuk dibawa ke rumah apung.

“Hingga akhirnya terjadi penangkapan terhadap Rijal dan Ivan di rumah Pak Oman oleh Tim Densus 88 Antiteror Polri,” ujar Boy.

Sekitar satu jam setelah itu, Tim Densus mengepung rumah apung di waduk Jatiluhur. Abu Faiz dan Abu Sofi tewas dalam penangkapan tersebut. Keduanya menyerang petugas, namun berhasil dilumpuhkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: