Archive for January, 2017

January 31, 2017

Inilah Daftar 34 Proyek Pembangkit Listrik Mangkrak Era Pemerintahan SBY

REDAKSIINDONESIA-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut adanya 34 proyek pembangkit listrik yang mangkrak, beberapa di antaranya sudah mangkrak sejak 2007 lalu. Total kapasitas 34 pembangkit itu mencapai 627,8 Megawatt (MW).

Sebagian besar proyek-proyek yang mangkrak ini berada di daerah terpencil yang sulit dijangkau. Pembangkit-pembangkit mangkrak ini adalah bagian dari Fast Tracking Project pada kurun waktu 2007-2011.

Dari 34 proyek yang mangkrak ini terdapat 17 proyek yang telah dilanjutkan dan sudah ada jalan keluarnya, 6 proyek diputus kontraknya lalu diambil alih oleh PLN untuk dilanjutkan, dan 11 proyek diterminasi alias dibatalkan.

“Pemenuhan akan listrik untuk masyarakat adalah yang paling penting bagi kami, karena itu solusi tercepat untuk menggantikan proyek-proyek terminasi ini juga telah kami pikirkan dengan matang, misalnya PLTU Bengkalis 2 x 10 MW yang prosesnya masih nol, kini telah digantikan dengan PLTMG Bengkalis 20 MW yang rencananya akan masuk ke sistem kelistrikan pada awal 2018,” kata Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka, dalam konferensi pers di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Rabu (23/11/2016).

Berikut daftar 34 proyek mangkrak yang disebut Jokowi sebagaimana dikutip dari data PLN:

Proyek-proyek yang dilanjutkan oleh kontraktor lama:

Sumatera
PLTU Tembilahan (EPC) 2 x 7 MW

Kalimantan
PLTU Malinau 2 x 3 MW
PLTU Parit Baru 2 x 50 MW
PLTU Bengkayang 2 x 27,5 MW
PLTU Tanjung Redep 2 x 7 MW
PLTU Tanjung Selor 2 x 7 MW

Sulawesi dan Nusa Tenggara
PLTU Jempana 2 x 9 MW
PLTU Buleleng 2 x 0,6 MW
PLTU Kendari Ekspansi 1 x 10 MW
PLTU Lapal 2 2 x 3 MW
PLTU Talaud 2 x 3 MW
PLTU Alor 2 x 3 MW
PLTU Rote Ndao 2 x 3 MW
PLTU Sumbawa Barat 2 x 7 MW

Maluku dan Papua
PLTU Sofifi 2 x 3 MW
PLTU Timika 2 x 15 MW
PLTU Ambon 4 x 7 MW

Proyek-proyek yang diterminasi untuk dilanjutkan oleh PLN:

Kalimantan
PLTU Sampit 2 x 25 MW
PLTU Kotabaru 2 x 7 MW

Sulawesi dan Nusa Tenggara
PLTU Gorontalo 2 x 25 MW
PLTU NTB Bima 2 x 10 MW
PLTU Atambua 4 x 6 MW

Maluku dan Papua
PLTM Kalibumi 2 x 1,3 MW

Proyek-proyek yang diterminasi:

Sumatera
PLTU Kuala Tungkal 2 x 7 MW
PLTU Bengkulu 2 x 10 MW
PLTU Ipuh Seblat 2 x 3 MW
PLTU Tembilahan (IPP) 2 x 5,5 MW

Kalimantan
PLTU Buntok 2 x 7 MW
PlTU Kuala Pambuang 2 x 3 MW
PLTU Tarakan 2 x 7 MW

Sulawesi dan Nusa Tenggara
PLTU Bau Bau 2 x 7 MW
PLTU Raha 2 x 3 MW
PLTU Wangi Wangi 2 x 3 MW

Maluku dan Papua
PLTU Jayapura 2 x 15 MW

Total kapasitas 17 proyek yang dilanjutkan adalah 320,2 MW, 6 proyek yang diterminasi dan diambil alih PLN 160,6 MW, 11 proyek yang diterminasi 147 MW(detik.com) **


 

Advertisements
January 27, 2017

Temui Gus Mus, MUI Dapat Wejangan Soal Kelompok Radikal

MUI disusupin kelompok radikal dajal, dan kelompok doyan duit (ingat bendahara MUI, PT GTIS, Kanjeng Taat).. Walhasil MUI rusak total.  Nah kalau sudah rusak gini baru mereka mencari ulama yang benar!

 

Jumat 27 Jan 2017, 17:24 WIB

Rina Atriana – detikNews
Temui Gus Mus, MUI Dapat Wejangan Soal Kelompok RadikalSuasana pertemuan MUI dan Gus Mus (Foto: Dok. MUI)
Rembang – Tujuh pejabat MUI menemui KH Mustofa Bisri atau biasa disapa Gus Mus di Rembang, Jawa Tengah. MUI diberi pesan oleh Gus Mus untuk serius mengurus organisasi agar tak ditumpangi kelompok radikal.

“Maksud kedatangan Pengurus MUI tak lain untuk bersilaturahmi karena memang telah lama direncanakan. Sambil menerima sejumlah tamu lain yang datang dari berbagai pelosok daerah,” kata Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (27/1/2017).

“Gus Mus memberi pesan agar Pengurus MUI lebih serius dan aktif mengurus organisasi, agar MUI tak mudah ditumpangi oleh kelompok radikal yang merusak citra Islam dan MUI sendiri,” lanjutnya.

Selain Zainut, enam pejabat lain yang menemui Gus Mus antara lain Ketua MUI Pusat Masduki Baidlowi, Wakil Sekjen MUI Pusat Salahuddin Al Aiyubi, Ketua Umum MUI Jateng Ahmad Daroji, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Jateng Ali Mufiz, Sekretaris Umum MUI Jateng, dan Sekretaris MUI Jateng Agus Fathuddin.

Pertemuan bertempat di Pesantren Roudhotut Tholibin, Leteh, Rembang, Jateng, Jumat (27/1) pagi.

Zainut menambahkan, Gus Mus juga berpesan MUI agar benar-benar menjaga predikat dan kompetensi keulamaan yang menjadi bagian dari tugas yang melekat pada MUI. Serta pesan agar jika MUI hendak menetapkan fatwa banyaklah mempertimbangkan kondisi strategis bangsa, tepat konteks dan zaman serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

MUI menanggapi bahwa selama ini MUI aktif dalam kegiatan penanggulangan bahaya narkoba, menangkal paham radikalisme, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan membangun kerukunan hidup dalam berbangsa dan bernegara.

“Silaturahmi seperti ini sangat penting untuk dilanjutkan khususnya dengan ulama ulama berpengaruh serta tokoh tokoh masyarakat lainnya,” tutur Zainut.

“Tujuannya untuk membangun kesepahaman untuk meningkatkan dukungan kepada MUI dalam ikhtiarnya melaksanakan tugas tugas keumatan dan kebangsaan. Ini akan menjadi energi positif untuk langkah ke depan yang lebih baik,” pungkasnya.
(rna/fjp)

January 27, 2017

KSAU Minta Radar Perbatasan Beroperasi 24 Jam

menyedihkan… karena prioritas masih Angkatan Darat terus..

27 Januari 2017

Radar Kohanudnas (photo : Detik)

Bantul (ANTARA News) – Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meminta radar-radar atau alat untuk mendeteksi pesawat yang mengarah ke negara tetangga Indonesia agar beroperasi penuh selama 24 jam.

“Dalam rapim kemarin saya sampaikan bahwa radar-radar yang mengarah ke negara tetangga itu ada 15 radar, saya minta agar bisa beroperasi selama 24 jam,” kata KSAU usai berkunjung ke Monumen TNI AU Ngoto Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis.

Dengan radar yang beroperasi selama 24 jam maka menurut KSAU, TNI AU bisa mendeteksi dini apabila ada pesawat asing atau luar negeri yang melanggar wilayah udara Indonesia.

“Kalau selama ini yang dilaksanakan adalah 18 jam, tapi dengan sistem over lap, jadi dalam satu wilayah tidak ada radar yang mati, karena kalau ada yang masih nyala, yang sudah 18 jam di-off-kan. Namun nanti semuanya terpacu untuk on selama 24 jam,” katanya.

KSAU mengatakan upaya tersebut perlu dijalankan untuk mendukung program pemerintah RI yaitu sebagai negara poros maritim dunia.

“Poros maritim dunia harus kita amankan karena yang kita jaga mulai dari ZEE (Zona Ekonomi Ekslusif) sampai ke dalam kita amankan wilayah udara, atas permukaan laut dan bawah permukaan laut,” katanya.

KSAU juga menyinggung beberapa program yang menjadi prioritas untuk membangun kekuatan alat utama sistem persenjataan atau alutsista TNI AU, di antaranya dengan membangun sistem sistem pengadaan alutsista secara transparan agar bisa diikuti perkembangannya.

Kemudian tidak ada kecelakaan yang berulang, katanya, akan dibangun dan dilaksanakan sistem yang mengarah pada manajemen tentang pelatihan para penerbang.

“Sehingga dengan alutsista yang ada, kemudian radar yang terintegrasi dengan kekuatan udara yang siap, maka Insya Allah tidak ada negara-negara atau pihak yang ingin masuk secara ilegal ke wilayah kita,” katanya.

(Antara)

January 27, 2017

Mau Gabung ISIS, Eks Pejabat Kemenkeu Diusir dari Turki

Tidak terlalu mengherankan Departemen Keuangan dan Direktorat Pajak paling banyak taliban berkeliaran.. Jidat item dan celana cingkrang..  Proses rekrutmen PNS Depkeu dan Pajak harus ditinjau ulang, jika tidak departemen itu bukan saja diisi taliban tapi oleh ISIS .. ngerikan.. uang pajak kita “dikelola” oleh sosok “sok alim” dan agamis tapi ujung ujungnya simpatisan gerombolan teroris ISIS.

 

JUM’AT, 27 JANUARI 2017 | 09:13 WIB

Mau Gabung ISIS, Eks Pejabat Kemenkeu Diusir dari Turki

Tentara Irak memegang bendera ISIS setelah berhasil memukul mundur pasukan ISIS di Shirqat, Irak, 22 September 2016. Pasukan Irak yang didukung serangan udara koalisi pimpinan Amerika Serikat, berhasil merebut pusat kota Shirqat. REUTERS/Stringer

TEMPO.COKuala Lumpur – Eks pejabat di Kementerian Keuangan RI dan keluarganya diusir dari Turki setelah ketahuan berusaha masuk ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

Eks pejabat lulusan master kebijakan publik dari Universitas Flinders, Adelaide, Australia, itu dipulangkan ke Indonesia beberapa hari setelah 17 warga Indonesia diusir oleh pejabat Turki.

Berita terkait:
Diduga Akan Gabung ISIS, 17 WNI Dideportasi dari Turki
Selidiki ISIS, Densus 88 Periksa 17 WNI yang Dideportasi dari Turki
Polri: Sekitar 220 WNI Dideportasi Saat Akan Gabung ISIS

“Pria ini punya posisi bagus di Kementerian Keuangan,” kata seorang pejabat senior keamanan Indonesia kepada Channel News Asia, 26 Januari 2017.

Eks pejabat Kementerian Keuangan ini bersama istri dan tiga anaknya berusia 12 tahun dan 3 tahun tiba di Bali dengan pesawat Emirates, yang berangkat dari Istanbul pada Selasa, 24 Januari. Begitu mendarat, mereka ditangkap aparat kepolisian.

Pria ini disebut hidup berkecukupan di Indonesia, memiliki pekerjaan yang bagus. Ia kemudian menjual rumahnya untuk bisa berangkat ke Suriah dan ingin hidup dalam pemerintahan kalifah ISIS.

Pria tersebut bersama keluarganya meninggalkan Indonesia pada 15 Agustus 2016. Mereka berangkat dari Thailand untuk menghindari kecurigaan aparat. Tiga hari kemudian, mereka terbang ke Istanbul.

Di Istanbul, keluarga ini bertemu dengan seorang laki-laki warga Indonesia berinisial I yang membawa mereka ke rumah aman. Selama di Istanbul, mereka beberapa kali berpindah tempat.

“Mereka ditangkap oleh aparat militer Turki dalam penggerebekan tanggal 16 Januari, kemudian mereka dibawa ke kantor polisi dan ditahan selama sepekan sebelum dikirim kembali pulang ke Indonesia,” ujar pejabat itu.

Berdasarkan informasi dari pejabat badan antiteror Indonesia, ada sekitar 700-1.000 warga Indonesia yang bermukim di Suriah.

CHANNEL NEWS ASIA | MARIA RITA

January 26, 2017

Anggaran TNI Angkatan Darat Naik Rp1 Trili

26 JANUARI 2017

26 Januari 2017

Nexter Caesar howitzer 155mm TNI AD (photo : defence.pk)

JAKARTA – Alokasi anggaran Mabes TNI Angkatan Darat (AD) 2017 naik sebesar Rp1 triliun menjadi Rp46 triliun dibandingkan tahun sebelumnya Rp45 triliun.

Anggaran sebesar itu akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan TNI AD. “Total anggaran kurang lebih sekitar Rp46 triliun sekian. Mengalami peningkatan Rp1 triliun dari 2016,” ujar Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono saat membuka Rapat Pimpinan TNI AD di Mabesad, Jakarta Pusat, Senin (23/01/2017).

Mulyono berharap anggaran sebesar itu bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan yang sudah menjadi skala prioritas seperti pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista).

“Kita harapkan dengan rapim ini kita evaluasi penggunaan anggaran itu,” ujarnya.

Mantan Pangkostrad ini menyebutkan, ada beberapa program prioritas dalam Rapim TNI AD 2017 di antaranya pengadaan alutsista, melakukan pembangunan di daerah pinggiran dan perbatasan.

“Kita programkan di 2017 mengacu kebijakan yang dijabarkan bapak Presiden terkait upaya membangun NKRI dari wilayah pinggiran. Tentunya untuk mewujudkan itu, kegiatan yang kita lakukan adalah mengantisipasi kegiatan di wilayah perbatasan termasuk pembangunan sarana prasarana militer yang dibutuhkan,” ujarnya.

Program prioritas lainnya adalah mewujudkan ketahanan pangan. Walaupun Presiden Jokowi mengatakan Indonesia sudah swasembada tetapi untuk lebih menyakinkan cadangan pangan pihaknya maka akan kembali melanjutkan program tersebut.

“Cetak sawah juga akan dilanjutkan, upaya tanam tumbuh akan lebih ditambah lagi, juga terkait jumlah sawah dan hasil tanam tumbuh akan lebih meningkat supaya menguatkan swasembada pangan,” ucapnya.

(SindoNews)

un

January 26, 2017

Dirgantara Indonesia targetkan pesawat terbaru N-245 terbang 2018

Model pesawat N-245 (photo : Defense Studies)

Jakarta (ANTARA News) – Pesawat terbaru buatan PT Dirgantara Indonesia (DI), yaitu tipe N-245 ditargetkan mulai terbang pada 2018 mendatang.

Direktur PT DI Budi Santoso saat ditemui di Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Jakarta, Selasa, mengatakan saat ini tengah masih dalam tahap desain.

“Masih dalam desain, jadi Insya Allah kita mulai karena ini pesawat derivatif (turunan) dari CN-235, jadi bukan pesawat baru 80 persen komponen sama dengan CN 235 dan 295. Jadi, kita targetkan 2018 sudah bisa terbang,” kata Budi.

Budi mengatakan target pembuatan pesawat tersebut bisa dikejar pada 2018 karena dinilai tidak seberat dalam pembuatan pesawat N 219.

“Kalau 219 itu buat semua baru, kalau 245 kita buat ekornya saja, jadi yang lain sama, sertifikasinya sama melanjutkan yang 235,” katanya.

Saat ini, ia mengatakan pihaknya tengah mengurus sertifikasi yang dibantu oleh perusahaan manufaktur pesawat yang bermarkasi di Toulouse, Prancis melalui kerja sama.

Budi menngatakan hal itu dilakukan untuk mempercepat proses sertifikasi pesawat di bawah tipe ATR 72 tersebut.

“Kalau kita ingin mensertifikasi produk, katakanlah ke EASA atau FAA (Federal Aviation Administration), kalau kita apply (mengajukan) langsung, maka dapat urututan paling buntut (akhir),” katanya.

Ia mengatakan Airbus mendukung proyek ini karena akan melengkapi seri sebelumnya, yaitu CN 235 dan CN 295.

“Insya Allah akan cepat prosesnya karena ini bukan pesawat baru, 80 persen komponennya sudah ada di kita,” katanya.

Meskipun dalam proses sertifikasi dibantu oleh Airbus, Budi menegaskan ide dan desain murni hasil karya anak negeri.

Dia mengatakan N-245 merupakan pesawat kecil untuk daerah komersil yang jika dikembangkan bisa berkapasitas bisa 30-50 penumpang seiring dengan perkembangan teknologi yang semula hanya 10-12 penumpang.

Saat ini, Budi menuturkan pesawat-pesawatnya sebagian besar dibeli untuk keperluan pemerintahan dibandingkan dengan swasta, porsinya masih 90:10 persen.

“Kalau untuk keperluan pemerintahan itu biasanya (mempertimbangkan) performance (kegunaan) paling penting, tapi kalau swasta itu harga paling penting,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, negara-negara yang paling banyak memesan pesawat-pesawat PT DI tersebut, yaitu dari Timur Tengah dan Afrika.

“Itu pasar-pasar baru karena bisa dibilang dulu Afrika belum bisa beli pesawat baru, sekarang sudah bisa. Timur Tengah juga kita harapkan enggak ada masalah,” katanya.

Budi mengatakan salah satu kelebihan dari pesawat yang diproduksinya, yaitu bisa dimodifikasi sesuai pesanan, terutama untuk VVIP.

“VVIP juga bisa dua versi, bisa dipakai penumpang biasa, bisa dipakai medical (medis), jadi satu pesawat dengan berbagai konfigurasi seperti ini, kalau pabrik besar kan sudah malas mengerjakannya,” katanya.

(Antara)

January 26, 2017

Indeks Naik 1 Poin, Tapi Peringkat Korupsi Indonesia Turun

Minim..kemajuannya ya.. bayangkan posisi Indonesia masih kalah sama Rwanda dari segi transparansi dan kemudahan berbisnis, padahal negara mungil Afrika itu thn 94 kena musibah genosida.. Indonesia maju pelan karena direcokin oleh gerombolan fundamentalis radikal dan elit politik korup ..

 

Wednesday, January 25, 2017       19:44 WIB
Ipotnews – Indeks Persepsi Korupsi (CPI) Indonesia naik tipis pada 2016 dari level 36 pada 2015 menjadi 37, namun dari sisi peringkat global mengalami penurunan dari peringkat 88 menjadi 90 dari 176 negara.

Hal tersebut berdasarkan survei dan penilaian pakar yang dilakukan Transparency International rlin, yang dipublikasikan Rabu (25/1). Tahun lalu, survei dilakukan atas 176 negara dengan skala 0 hingga 100, di mana semakin besar indeks semakin tinggi peringkatnya.

Sekjen Transparency International Indonesia, Dadang Trisasangko mengungkapkan bahwa Indonesia telah membuat peningkatkan lima poin pada tahun lalu, meski masih menunjukkan kelemahan pada ketidakefektivan upaya menangkal korupsi. Semula, Indonesia diharapkan bisa mencapai ranking 50 pada 2016, namun gagal.

“Kemajuan lambat karena upaya pemberantansan hanya fokus pada sektor birokrasi,” kata Dadang. “Strategi ini tak signifikan mencegah korupsi di politik, hukum, dan sektor swasta.”

Transparency International menunjuk heboh Panama Papers – yakni bocornya data dari sebuah firma hukum di Panama yang mengatur investasi badan atau orang kaya global yang ingin menghindari pajak – sebagai pengingat bagi negara untuk mendorong transparansi di sektor swasta.

Secara global, Denmark dan Selandia Baru berada di peringkat teratas dengan indeks CPI 90, disusul Finlandia dengan skor 89 dan Swedia 88. Secara regional, Indonesia berada di peringkat keempat di belakang Singapura (85), Brunei (58), dan Malaysia (49).

Adapun indeks rata-rata global di level 43.(ha)

January 25, 2017

TNI Perkuat 2 Kodam Baru di Sulawesi Utara dan Papua Barat  

SENIN, 23 JANUARI 2017 | 10:28 WIB

TNI Perkuat 2 Kodam Baru di Sulawesi Utara dan Papua Barat  

KSAD Jenderal TNI Mulyono membalas hormat dari prajurit Kopassus saat defile pasukan memperingati Hari Juang Kartika atau Hari Angkatan Darat, di Lapangan Panglima Besar Jenderal Sudirman, Ambarawa, 15 Desember 2016. ANTARA/R. Rekotomo

TEMPO.CO, Jakarta – Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Mulyono mengatakan pihaknya terus memperkuat kelengkapan Komando Daerah Militer XIII/Merdeka di Sulawesi Utara dan Kodam XVIII/Kasuari di Papua Barat. Dua kodam tersebut baru diresmikan pada Desember 2016.

“Saya inginnya begitu (diperkuat). Satuan itu dibentuk dan harus dilengkapi selengkap mungkin,” ujar Mulyono di Aula Jenderal Besar Abdul Haris Nasution Mabes AD, Gambir, Jakarta Pusat, Senin, 23 Januari 2017.

Meskipun begitu, Mulyono berujar pembangunan kedua kodam baru mencapai 30 persen, dalam konteks pembangunan pangkalan dan pengisian personel. Menurut dia, dukungan untuk pembangunan AD masih terbatas.

“Baik itu pangkalan, maupun pengisian personelnya tetap tahap demi tahap. Setiap tahun anggaran kita akan tingkatkan,” tutur Mulyono.

Kata Mulyono, AD akan mengupayakan fasilitas-fasilitas yang mendesak untuk dua kodam tersebut pada 2017. “Seperti contohnya Kodam Kasuari, dia tak punya rumah sakit. Nah, ini kita utamakan membangun RS, termasuk pengisian personelnya secara berkesinambungan,” ujarnya.

Adapun markas Kodam Merdeka berada di Manado, sedangkan kodam Kasuari berada di Manokwari.

Kodam Merdeka sempat dibubarkan pada 1985 dan dilebur bersama Kodam XIV/Hasanuddin yang berubah nama menjadi Kodam VII/Wirabuana. Saat ini, pembangunan Kodam Merdeka kembali dipisah, dan kemudian diresmikan kembali bersama Kodam Kasuari.

YOHANES PASKALIS

January 24, 2017

TNI AD Akan Beli Tank Pandur Buatan Austria

Apa ada program TOT nya ke Pindad ?? Atau… sekedar bikin alutsista kita “gado gado” terus nih Pak..

Udah keuangan negara empot empotan gini kenapa nggak beli aja si Badak eks Pindad dan biayaain pengembangan Pindad untuk  buat panser 8×8  yach.. Saya hanya berharap uang pajak saya dipakai dengan baik oleh TNI nih pak..

 

 

23 Januari 2017
Pandur II 8×8 dengan kanon 105mm (photo : AreaMilitar)

Liputan6.com, Jakarta – Markas Besar TNI Angkatan Darat berencana membeli tank Pandur dari Austria guna memperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AD.

“Tank Pandur itu menjadi program yang kita bahas, karena ke depan juga akan menjadi pengganti alutsista kita yang sudah tua usianya. Itulah kira-kira yang jadi prioritas,” kata Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono di sela-sela pembukaan Rapat Pimpinan TNI AD 2017 di Mabesad, Jakarta Pusat, Senin (23/1/2017).

Mantan Pangkostrad itu, mengatakan ada dua pengadaan alutsista yang sudah dalam rencana strategi dan akan hadir di 2017. Tank Pandur merupakan pengembangan lanjut dari APC Pandur yang dikembangkan oleh Austria.

Pengadaan alutsista tersebut untuk mengganti alutsista TNI AD yang sudah usang. “Itulah kira-kira yang jadi prioritas kita,” kata Mulyono seperti dikutip dari Antara.

Namun demikian, kata Mulyono, pihaknya belum bisa memastikan untuk membeli berapa unit tank Pandur itu.

“Kita belum bicara unit. Tapi kita masih bicara tentang spek dan uji fungsi nanti untuk yang baru itu,” tambahnya.

Pandur II 8×8 dengan kanon 30mm (photo : wikiwand)

Kendaraan ini tersedia dalam dua konfigurasi 6×6 dan 8×8 meter. Versi dasar 6×6 dirancang untuk mengangkut tiga orang kru dan enam tentara dan dapat dipersenjatai dengan berbagai tipe senjata hingga kaliber 99 mm.

Sementara, untuk 8×8 dapat membawa sampai 12 orang tentara juga bisa dilengkapi dengan senjata hingga kaliber 105 mm. Kendaraan ini dapat terlindung dari senapan mesin Armor-piercing 7,62 mm dan proyektil armor-piercing 14,5 mm.

Rapim TNI AD 2017 yang dilaksanakan selama dua hari itu diikuti oleh 151 orang. Antara lain terdiri dan pejabat eselon, Kepala Badan Pelaksana Pusat TNI AD, seluruh Pangkotama (Pangdam) dan Danrem berpangkat Perwira Tinggi (Pati).

Kegiatan Rapim TNI AD merupakan tindak lanjut dari Rapim TNI yang dilaksanakan di Mabes TNI. Rapim itu dilaksanakan untuk mengevaluasi pelaksanaan program dan anggaran TA 2016 menyamakan persepsi, menyampaikan kebijakan dan garis besar Petunjuk Pelaksanaan Program dan Anggaran TA 2017 serta menyampaikan pokok-pokok kebijakan pimpinan TNI AD pada tahun 2017.

Rapim TNI AD tahun anggaran 2017 yang diikuti oleh seluruh unsur pimpinan yang ada di satuan jajaran Angkatan Darat kali ini mengusung tema “TNI AD Terlatih, Profesional, dan Manunggal Dengan Rakyat Siap Melaksanakan Tugas Pokok”.

Selama pelaksanaan Rapim TNI AD diisi dengan kegiatan evaluasi pelaksanaan program kerja dan anggaran TA 2016 yang akan disampaikan oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI M Erwin Syahfrtri, serta penjelasan berbagai hal menonjol oleh pejabat lnspektur Jenderal Angkatan Darat (lrjenad) dan para Asisten Kasad.

(Liputan6)

++++++++++++++++=

Korps Marinir Lakukan Uji Tembak BTR-4M

23 Januari 2017

BTR-4M dengan kubah senjata BM-7 Parus (photo : Angkasa)

Blamm! Dahsyatnya Uji Tembak BTR-4M Milik Marinir

Setelah menyelesaikan cek kondisi fisik dan kemampuan renang BTR-4 dengan hasil yang memuaskan di Tangerang, sekarang tiba saatnya fase yang paling dinanti-nanti, yaitu fase uji tembak. Maklum saja, fungsi asasi dari ranpur apalagi kalau bukan kemampuannya untuk menjagal ranpur lawan?

Untuk itulah, BTR-4M dipilih oleh Korps Marinir karena komplemen senjatanya yang sangat lengkap untuk menghadapi pertempuran multispektrum di berbagai sasaran di darat.

Untuk uji tembak, kelima BTR-4M anyar milik Korp Marinir harus berpindah lokasi karena pantai Tanjung Burung jelas tidak memungkinkan digunakan untuk pengujian kanon maupun senapan mesin berat. Tempat pilihan untuk melakukan uji tembak ini adalah suatu tempat di Bukit Hambalang, Sentul Jawa Barat. Lokasi yang dipilih memungkinkan untuk melakukan penembakkan ke jarak lebih dari 1 km, untuk menguji kemampuan kanon 30mm ZTM-1/ 2A72 sampai ke batas maksimum kemampuannya.

Sore hari 19 Januari 2017 kelima BTR-4M dimobilisasi untuk berpindah lokasi dari pantai ke bukit. Perpindahan dilakukan dengan kekuatan BTR-4M sendiri yang harus dipacu membelah kemacetan di jalan tol.

BTR-4M Korps Marinir TNI AL melakukan uji tembak  (photo : Angkasa)

Satu catatan penulis, sejak keberangkatan, uji renang, dan kemudian berpindah tempat ke Hambalang, belum sekalipun panser-panser ini diisi bahan bakarnya. Ini membuktikan ketangguhan ranpur Ukraina ini dalam menempuh jarak yang ekstra jauh. Dalam catatan penulis, sekali isi bahan bakar penuh BTR-4M memang bisa menempuh jarak 600-700 km, jadi konsumsi bahan bakarnya memang cukup hemat untuk sekelas panser 8×8.

Setibanya di Hambalang, kelima BTR-4M melalap medan offroad menuju lokasi penembakan, dengan tanah yang gembur karena hujan selama seminggu terakhir. Tim dari Korps Marinir menyiapkan satu tank amfibi PT-76 sebagai pendamping dan penarik apabila BTR-4M butuh bantuan. Beruntung, sampai di lokasi PT-76 tersebut tidak perlu digunakan.

BTR-4M mampu melibas medan dengan performa prima. Kelima BTR-4M dijajarkan di puncak bukit, dimana lesan didirikan di bukit di depan bukit tempat kami berdiri, dipisahkan oleh lembah yang cukup curam.

Untuk BTR-4M pesanan Indonesia, kubah senjata yang dipilih adalah adalah Parus RCWS (Remote Controlled Weapon System), yang menggabungkan 4 tipe senjata sekaligus. Keunggulan dari system Parus RCWS adalah bentuknya yang ringkas dan kompak.

BTR-4M Korps Marinir TNI AL melakukan uji tembak (photo : Angkasa)

Seluruh sistem elektronik yang dibutuhkan dan mekaniknya sudah dikemas dalam kotak di atas kendaraan, sehingga di sisi bawah tidak ada keranjang kubah yang makan tempat. Pasukan dapat duduk dengan nyaman, cukup disediakan satu kursi untuk juru tembak yang membidik menggunakan layar LCD.

Banyaknya kombinasi senjata yang tersedia juga menjadi alasan lain kenapa Parus RCWS yang dipilih. Daftarnya mulai dari kanon otomatis 30mm ZTM-1/ 2A72 seperti yang terpasang pada BMP-2/3, yang sudah terbukti andal untuk menggasak berbagai macam sasaran.

Kanon ini diberi pelindung berupa rangka baja yang memanjang dari pangkal sampai ujung laras agar tidak terbentur di medan tempur. Kanon ZTM-1 pun sudah distabilisasi pada kedua sumbu sehingga memungkinkannya untuk tetap stabil menembak pada kecepatan rendah.

Untuk antiinfantri, disediakan senapan mesin 7,62mm PKT dan pelontar granat 30 mm AGS-17. Paduan dari dua senjata ini mampu menyediakan cakupan sasaran tunggal ataupun area pada jarak di luar jangkauan senjata ringan. Semua senjata yang menempel di Parus RCWS dapat diisi ulang dari dalam kompartemen pasukan BTR-4 sehingga mengurangi resiko awak tertembak.

BTR-4M Korps Marinir TNI AL melakukan uji tembak (photo : Angkasa)

Fitur terbaik dari kubah Parus yang dipasang dari BTR-4M sebenarnya tidak cuma itu. Kubah ini dilengkapi dengan sistem hunter-killer dimana komandan dapat mengintip sasaran dari modul kamera yang dapat dinaikkan ke atas dan berputar independen dari putaran kubah.

Komandan yang duduk di kursi depan dapat mengatur arah gerak dan zoom kamera ke sektor yang diinginkan melalui layar LCD yang tersedia di dasbor komandan. Jika dibutuhkan, komandan dapat melakukan override dan mengendalikan sendiri putaran kubah dan kendali penembakan.

Fitur yang jamaknya hanya ada pada Main Battle Tank tersebut diadopsi pada BTR-4 untuk memaksimalkan daya gebuknya. Fungsi intai ini akan sangat berguna mengingat Korps Marinir membutuhkan fungsi intai untuk Resimen Kavalerinya.

Untuk pengujian, BTR-4M mengambil jarak lebih dari 1.500 m dari lesan sasaran standar NATO yang terpasang di bukit seberang. Satu ranging telescope diletakkan di samping kendaraan untuk melakukan koreksi dan verifikasi atas hasil penembakan BTR-4M.

Setelah persiapan selesai, semua yang terlibat pun mulai ambil posisi. Pintu belakang kendaraan dibuka sebagai protokol standar pengujian penembakkan. Juru tembak mengarahkan bidikan ke lesan yang dengan mata telanjang nyaris tidak terlihat saking jauhnya, namun nampak jelas di layar LCD. Hitungan mundur pun dilakukan. 3…2…1….Tembak!!!

Kubah BM-7 Parus (image : Siregraph)

Blammm!!! Tembakan pertama dilepaskan, dan sebagian besar yang hadir menutup telinga karena kerasnya bunyi ledakan amunisi 30 mm yang proyektilnya melesat kencang menghantam telak sasarannya.

Jantung berdegup keras, walaupun ini bukan penembakan kanon 30 mm pertama yang diikuti oleh penulis. Lidah api dahsyat nan cemerlang tampak menyembur dari mulut laras ZTM-1 mengikuti lesatan proyektil ke sasaran, sementara penembakan dilakukan pada kondisi siang hari.

Pengamat pun mengintip melalui teleskop untuk melihat perkenaan tembakan. Tidak puas dengan tembakan tunggal, tembakan berikutnya dilakukan dengan rentetan dua peluru, lalu tiga peluru.

Bau mesiu meruap memenuhi udara, dan diikuti ekspresi gembira ketika peluru berhasil menghantam lesan setelah diverifikasi melalui ranging telescope.

Berikutnya juga diuji coba senapan mesin 7,62 mm dari tiga unit BTR-4M yang dilengkapi dengan kubah mekanik, dan berhasil pula sama seperti dua BTR-4M yang menggunakan kubah Parus.

(Angkasa)

January 23, 2017

TNI AD Gelar Rapim, Bahas Pangkalan hingga Penambahan Personel

Senin 23 Jan 2017, 09:41 WIB

Cici Marlina Rahayu – detikNews
TNI AD Gelar Rapim, Bahas Pangkalan hingga Penambahan PersonelTNI AD menggelar rapim tahun angguran 2017. (Cici Marlina Rahayu/detikcom)
Jakarta – TNI AD menggelar rapat pimpinan (rapim) tahun anggaran 2017 yang dilaksanakan selama dua hari sejak hari ini. KSAD Jenderal Mulyono mengatakan rapim ini menindaklanjuti rapim sebelumnya.

“Jadi dalam kegiatan rapim ini akan disampaikan hasil evaluasi program tahun 2016, kemudian akan menyampaikan penjabaran-penjabaran atau penekanan dari program kerja 2016, kemudian akan menyampaikan pokok-pokok kegiatan atau menyamakan kegiatan yang menjadi penekanan dasar dalam program kerja 2017,” ujarnya di lokasi rapim, Mabes TNI AD, Jalan Veteran No 5, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (23/1/2017).

Ketika ditanya mengenai pembangunan pangkalan dan penambahan jumlah personel, Mulyono mengungkapkan keinginannya untuk satuan dibentuk selengkap mungkin. Ia menjelaskan adanya pembatasan terkait dengan bantuan yang diberikan kepada Angkatan Darat.

“Terkait bantuan yang diberikan pada Angkatan Darat itu kita baru bisa mencapai 30 persen, baik itu pangkalan ataupun pengisian personel,” tambahnya.

Mulyono juga mengatakan akan meningkatkan operasional tahap demi tahap pada setiap anggaran tahunan. Menurutnya, pencapaian pembangunan pangkalan dan penambahan personel sudah mencapai 30 persen.

“Sudah mencapai 30 persen mau itu pembangunan pangkalan maupun personel, 2017 kita tambah lagi fasilitas yang sangat dibutuhkan, misal Kodam Kasuari dia tidak punya rumah sakit ya kita berikan, kita membangun rumah sakit,” ujar jenderal bintang empat itu.

“Harapannya, kita dengan ini, kita samakan persepsi, kali ini harapan kita di tahun 2017 kita akan mendapatkan capaian-capaian yang optimal dari apa yang kita lakukan di 2016,” sambung Mulyono.

Rapim yang mengangkat tema ‘TNI AD Terlatih, Profesional, dan Manunggal Dengan Rakyat Siap Melaksanakan Tugas Pokok’ itu dihadiri 151 peserta. Beberapa poin yang jadi prioritas terkait dengan kebijakan presiden dan TNI.

“Dengan upaya membangun wilayah NKRI dan wilayah pinggiran, jadi untuk membangun itu harus terwujud situasi yang aman,” ucapnya.

Dijelaskannya, ada empat sasaran yang akan dicapai dalam rapim kali ini. Pertama, mewujudkan kesamaan persepsi dalam melaksanakan program kerja dan anggaran tahun 2017. Kedua, tercapainya pembinaan kekuatan, kemampuan, dan gelar TNI AD tahun 2017.

“Ketiga, terwujudnya kesiapan dan kesiapsiagaan satuan TNI AD; dan keempat, dipahaminya arah kebijakan Kepala Staf Angkatan Darat tahun anggaran 2017,” tuturnya.
(idh/elz)