Archive for February, 2017

February 28, 2017

Eks Napi Teroris Agus Marshal Pernah Bina Pelaku Bom Bandung

Monyet yang pernah ikut latihan miiliter teroris sudah selayaknya diberi timah panas..
Percuma  “dibina”  dan dideradikalisasi” monyet semacam ini sudah menjadi kriminil kambuhan yang bikin repot masyarakat dan kepolisian..  Di penjara  nggak bakalan sembuh.. lebih baik dikirim langsung ke neraka saja..
Selasa 28 Feb 2017, 10:25 WIB

Mukhlis Dinillah – detikNews
Eks Napi Teroris Agus Marshal Pernah Bina Pelaku Bom BandungFoto: Avitia Nurmatari/detikcom
Purwakarta – Mantan terpidana teroris kelompok Aceh, Agus Marshal menyebut Yayat Cahdiyat (YC) pelaku bom panci di Bandung merupakan bekas binaannya. Keduanya pernah terlibat pelatihan teror di Jantho, Aceh Besar.

“Dulu pernah saya bina. Jadi kasus Aceh kemarin, nah itu keluar nama itu termasuk Yayat. Bahwa Marshal pimpinannya, ya itu memang terjadi,” kata Agus Marshal saat dihubungi Selasa (28/2/2017).

Meski pernah membina, Marshal mengaku tidak mengenal dekat Yayat. Namun sepengetahuannya, Yayat merupakan orang Purwakarta.

“Tapi saya enggak dia (Yayat) tinggal di mana,” ujarnya. “Dulu kenal enggak lama. Setelah (penangkapan)itu enggak ada hubungan, kontak lagi,” imbuh Marshal.

Marshal pernah divonis 4 tahun penjara karena terbukti terlibat dalam perampokan yang dilakukan di kawasan SPBU Kali Asin, Cikampek, pada Maret 2010. Perampokan itu dilakukan membiayai pelatihan teror di Aceh.

YC pelaku bom Bandung tewas dalam perjalanan ke rumah sakit setelah tertembak di bagian dada dalam penyergapan polisi di kantor Kelurahan Arjuna, Cicendo, Senin (27/2). Sebelum bersembunyi di kantor kelurahan, YC meledakkan bom panci berdaya ledak rendah yang berisi paku.

Tidak ada korban akibat ledakan. Tapi YC sempat dikejar warga juga pelajar yang kebetulan berada di Taman Pendawa. Namun warga ‘balik badan’ setelah YC mengeluarkan senjata tajam. YC juga berteriak meminta rekannya yang ditahan Densus 88 dibebaskan.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut YC pernah masuk penjara karena divonis 3 tahun penjara terkait kasus terorisme. Saat ini masih diselidiki dugaan adanya satu pelaku lain yang mengantarkan YC ke Taman Pendawa sebelum meledakkan bom panci.

“Yang bersangkutan ini (YC) sudah diketahui identitasnya. Dia sudah di-profile pernah ikut latihan di Jantho, Aceh Besar, dan dulu saat itu saya pimpin operasinya tahun 2011. Saat itu tertangkap sekitar 70 orang di dalamnya, termasuk dia. Dulu masuk dalam jaringan JAD,” kata Tito di Surabaya, Senin (27/2).
(fdn/rvk)

Advertisements
February 27, 2017

Raja Arab Bakal Teken Kerja Sama Penanganan Radikalisme

Pendidikan Arab Saudi smp sekarang hanya menghasilkan lulusan yang siap menjadi …

 

SENIN, 27 FEBRUARI 2017 | 18:45 WIB

Raja Arab Bakal Teken Kerja Sama Penanganan Radikalisme  

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menghadiri peluncuran Ensklopedia pemuka agama Nusantara di Jakarta, 19 Desember 2016. Ensiklopedia ini bertujuan membangun karakter bangsa sebagai bagian dari gerakan revolusi mental. Tempo/Dian Triyuli Handoko

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan ada lima perjanjian yang telah disiapkan oleh pemerintah Republik Indonesia mejelang kedatangan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud. Dua di antaranya dengan Kementerian Agama.

Politikus Partai Persatuan Pembangunan ini menuturkan perjanjian tersebut menyangkut penyelenggaraan haji dan umroh serta peningkatan kerjasama kebudayaan di antar kedua negara. “Sudah mendapatkan persetujuan dengan pemerintahan Kerajaan Arab Saudi,” katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 27 Februari 2017.

Baca juga:Pengamanan Raja Arab,Kapolri Sebut Ketat,Rahasia,dan Waspada

Lukman menjelaskan, ada beberapa poin penting terkait kesepahaman di antara kedua negara terkait penyelenggaraan haji dan umroh. Menurut dia, kesepahaman ini akan ditindaklanjuti dengan program-program yang lebih rinci ke depannya. Sementara itu, kata Lukman, di bidang pendidikan dan kebudayaan, ada perjanjian kerjasama kedua negara tentang penanggulangan radikalisme.

Namun, Lukman enggan membeberkan lebih lanjut terkait poin kerjasama antara Indonesia dengan Arab Saudi. “Tentu saya tidak bisa mendahului. Pada waktunya akan saya jelaskan,” tutur dia.

Baca berita lain:Kronologi Bom Panci Bandung, Pelaku Dikejar Murid SMA

Lukman menambahkan, hal yang tidak boleh dilupakan  adalah soal kerja sama di bidang ekonomi. Sebab, Raja Salman datang dengan membawa investasi sekitar US$ 25 miliar. “Dan akan ditanamkan di sini,” ucapnya.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz direncanakan akan berkunjung ke Indonesia pada 1-9 Maret 2017. Dalam lawatannya kali ini, ia akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo, berpidato di depan anggota MPR, DPR dan DPD, berkunjung ke Masjid Istiqlal lalu berlibur ke Bali.

AHMAD FAIZ

MINGGU, 26 FEBRUARI 2017 | 10:29 WIB

Raja Arab Datang, Pengamat: Jokowi Dapat 'Durian Runtuh'  

Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) didampingi A.M. Fachir (kedua kanan) menerima kunjungan kehormatan Ketua Majelis Al-Syura Kerajaan Arab Saudi Abdullah Bin Mohammed Bin Ibrahim Al-Sheikh (kelima kiri) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (16/2/2017). Kunjungan kehormatan tersebut merupakan kunjungan pendahuluan sebelum Raja Arab Saudi melawat ke Indonesia pada awal Maret 2017. ANTARA FOTO

TEMPO.CO, Jakarta – Pengamat politik Adi Priyanto dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, mengatakan kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud ke Indonesia, Selasa, 28 Februari 2017, tentunya secara politik memiliki dampak sertaannya. “Kunjungan Raja Salman memiliki dampak politik yang cukup positif terhadap Presiden Joko Widodo,” katanya, kepada Tempo, Ahad, 26 Februari 2017.

Menurut Adi, bisa dikatakan, kunjungan ini adalah anugerah tak terhingga bagi Pemerintah Joko Widodo untuk membuka peluang invetasi di berbagai sektor strategis, terutama infrastruktur. “Bak dapat durian runtuh yang jatuh di siang bolong,” ujarnya, tertawa. Mengingat Indonesia merupakan salah satu negara berpenduduk muslim terbesar di dunia.

Baca juga: Pengamat: Raja Arab Datang, Momentum Alihkan Hegemoni Barat

 

Apalagi, kunjungan Raja Salman beserta 1.500 rombongannya ini, dilakukan setelah 47 tahun Raja Arab Saudi tak pernah datang ke Indonesia. “Padahal, Presiden Indonesia pasca-reformasi mulai dari Gus Dur hingga Jokowi hilir mudik berkunjung ke Arab Saudi. Jelas ini menjadi peluang yang baik buat Jokowi,” katanya. Tentu, menjadi catatan politik tersendiri dalam sejarah hubungan Indonesia-Arab Saudi.

Kunjungan Raja Arab ini merupakan momen penting untuk memperkuat hubungan diplomasi antar-kedua negara di sejumlah sektor strategis.  Menurut Adi, Meski Indonesia dan Arab Saudi memiliki kesamaan agama, namun hubungan bilateral kedua negara tak semesra yang dibayangkan banyak pihak.

Baca pula:
Raja Arab Bawa 1.500 Orang, Kementerian Luar Negeri: Bukan Urusan Bilateral
Raja Arab ke Indonesia, Para Pengeran Datang Lebih Awal

“Indonesia tak pernah menjadi mitra strategis Arab Saudi dalam banyak isu strategis seperti politik, ekonomi dan hukum. Isu yang paling dominan hanya terkait dengan kuota haji dan tenaga kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi,” katanya.

Adi menegaskan, momentum ini harusnya bisa dimanfaatkan Indonesia untuk mengurangi hegemoni Barat dalam kebijakan politik luar negeri Arab Saudi. Menurutnya, saat ini Arab Saudi sedang berada dalam dilema, kini ada upaya menjadikan Asia, melalui Indonesia, sebagai mitra altetnatif.

S. DIAN ANDRYANTO

February 27, 2017

Raja Arab Datang, ke Mana Partai Islam?

Nggak kemana mana.. karena Partai Islam kagak dapet duit dari si Raja Arab..khan

MINGGU, 26 FEBRUARI 2017 | 13:55 WIB

Raja Arab Datang, ke Mana Partai Islam?

Atribut bendera partai politik di kawasan Petamburan Tanah Abang, Jakarta, Minggu (8/3). Tempo/Arnold Simanjuntak

TEMPO.CO, Jakarta – Menjelang kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud ke Indonesia, Selasa, 28 Februari 2017, berbagai instansi dan tempat yang akan dikunjunginya sibuk berbenah, dari Istana hingga Bali, tempat liburan rombongan yang berjumlah 1.500 orang tersebut. Tak ketinggalan gedung Dewan Perwakilan Rakyat hingga pengamanan. Namun, beberapa hari belakangan, tak santer terdengar komentar partai Islam di negeri ini menyangkut kunjungan Raja Arab itu.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN), Jakarta, Adi Priyanto, berpendapat mengenai sambutan ’sepi-sepi’ saja dari partai Islam. Sejatinya, sebagai partai Islam, mereka juga menyiapkan ‘karpet merah’ bagi sang Raja negara Islam itu. “Tapi, sekali lagi, kehebohan itu tidak tampak, adem ayem, dan terkesan tak biasa-biasanya,” ujar Adi.

Baca juga: Raja Arab Datang, Pengamat: Jokowi Dapat ‘Durian Runtuh’

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah Fahri pun menjawab singkat, mengenai rencana kedatangan Raja Arab ke gedung DPR direncanakan pada 2 Maret 2017, sekitar pukul 13.00. “Kami jemput di sana (depan gedung Nusantara III) lalu masuk ke holding room,” katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis, 23 Februari 2017.

Saat berada di holding room, Ketua DPR Setya Novanto akan memberikan sambutan. Setelah pemberian kata sambutan, akan diputar film tentang hubungan antara Indonesia dan Arab Saudi. “Lalu selesai,” ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini singkat.

Baca pula: Pengamat: Raja Arab Datang, Tak Terkait Situasi Politik Kita

Ketidakantusiasan partai Islam menanggapi kedatangan Raja Salman itu, menurut Adi, bisa jadi kedatangannya hanya dianggap sebagai kunjungan bilateral dua negara. “Bukan dengan sejumlah partai politik maupun organisasi masyarakat tertentu. Jadi, protokolernya cukup jelas sesuai SOP dan protap kenegaraan,” katanya. Sebab itulah, nilai dan manfaatnya hanya milik negara, bukan milik partai Islam. “Makanya, partai-partai Islam itu tak ikutan heboh menyambung Raja Salman,” katanya.

Silakan baca: Pengamat: Raja Arab Datang, Momentum Alihkan Hegemoni Barat

Hal lain, pendapat Adi, hitung-hitungannya tak berdampak pada elektabilitas partai Islam. “Meski orang nomor satu di Arab Saudi itu datang ke Indonesia, namun partai-partai Islam menganggap tak memiliki korelasi positif bagi kenaikan suara partai-partai Islam di sini,” ujarnya. Apalagi di tengah pragmatisme partai, kunjungan yang memiliki arti konkret, jelas tak dihiraukan. “Siapa pun yang datang, partai-partai itu biasanya berbuat hanya untuk insentif elektoral,” katanya.

Baca: Korban Crane Minta Raja Arab Saudi Segera Penuhi Janjinya

Asumsi Adi lainnya, sepinya sambutan tersebut menegaskan bahwa partai Islam di Indonesia tak memiliki ikatan ideologis-historis apa pun dengan raja-raja Arab. “Sekalipun PKS yang kerap ditengarai sebagai partai tertutup hasil penetrasi ideologi Arab, wahabi, nyatanya tak beririsan dengan Raja Arab secara langsung,” katanya.

S. DIAN ANDRYANTO

February 26, 2017

Turnbull-Jokowi Sepakat Tingkatkan Kerjasama Cegah Terorisme

Aliran duit buat teroris bukan dari tanah Arab tapi dari Australia.. ! Aussie harus lebih serius menutup aliran dana buat gerombolan pelaku teror.
Minggu 26 Feb 2017, 15:27 WIB

Laporan Dari Sydney

Ray Jordan – detikNews
Turnbull-Jokowi Sepakat Tingkatkan Kerjasama Cegah TerorismeJokowi-Turnbull jalan pagi di Sydney/Foto: Biro pers setpres
Sydney – Pertemuan Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull juga membahas soal ancaman terorisme di kedua negara. Kedua belah pihak sepakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Turnbull mengatakan kedua negara akan meningkatkan kerjasama di bidang pencegahan terorisme dan radikalisme. Tujuannya untuk mengamankan wilayah kedua negara dari ancaman tersebut.

“Dengan berkembangnya ancaman terorisme kita juga akan meningkatkan lagi usaha kita untuk memerangi terorisme, termasuk ancaman oleh para laskar asing yang kembali dari wilayah konflik di Suriah dan Iraq,” kata Turnbull saat jumpa pers bersama Jokowi di Admiralty House, Sydney, Australia, Minggu (26/2/2017).

Turnbull juga mengatakan, Australia telah mendeklarasikan bantuan tahap kedua bagi Indonesia dalam upaya pencegahan terorisme.

“Dan menteri di negara kita berdua telah mendeklarasikan mengenai adanya 40 juta dollar Australia akan diberikan untuk tahap kedua dari kemitraan Indonesia-Australia untuk kehakiman,” kata Turnbull.

“Jadi hal ini akan mendukung kolaborasi dalam hal penindakan hukum dan keamanan,” tambahnya.

Selain terorisme, lanjut Turnbull, kedua negara juga sepakat bekerjasama dalam pemberantasan kejahatan penyelundupan dan perdagangan manusia.

“Kedua negara kita sedang bekerjasama dalam hal pemberantasan penyelundupan manusia dan perdagangan manusia di wilayah kami, baik melalui ketua bersama di Bali Proses. Tahun ini kita akan meluncurkan forum bisnis proses Bali yang akan mempertemukan antara pemerintah dengan pengusaha untuk bisa mengurangi perdagangan manusia,” katanya.

Jokowi dan Turnbull juga sepakat bahwa masing-masing negara memiliki kepentingan untuk menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah masing-masing.

“Dan kita berdua akan mendorong negara yang ada wilayah kita bersama untuk menyelesaikan sengketa dan masalah berdasarkan hukum internasional. Karena hukum internasional merupakan fondasi untuk stabilitas dan kemakmuran,” kata Turnbull.
(jor/ega)

February 26, 2017

Orasi Ilmiah Susi di Depan Akademisi: Percuma Sarjana Kalau Malas

Minggu 26 Feb 2017, 09:00 WIB

Maikel Jefriando – detikFinance
Orasi Ilmiah Susi di Depan Akademisi: Percuma Sarjana Kalau MalasFoto: Dok. KKP
Malang – Sebagai negara maritim, Indonesia harus mampu memprioritaskan pembangunan kelautan dan perikanan Indonesia. Untuk itu, diperlukan partisipasi aktif akademisi untuk memberikan sumbangsih nyata bagi pembangunan kelautan dan perikanan, yakni sebagai agen perubahan.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti saat memberikan orasi ilmiah pada wisuda ke 83 angkatan I tahun 2017 di Universitas Muhammadiyah Malang dengan tema “Prioritas Pembangunan Kelautan dan Perikanan Indonesia”.

“Saya meminta akademisi menjadi partisipan aktif, agen perubahan, yaitu mengubah bangsa kita menjadi bangsa yang tadinya agriculture menuju maritim”, ungkap Susi dalam siaran pers yang dikutip detikFinance, Minggu (26/2/2017)

Susi menilai, mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia bukanlah cita-cita ambisius, tapi juga memerlukan sikap dan cara berpikir realistis. “Poros maritim itu bukan hanya sekedar kegiatan di dalam negeri. Poros adalah sebuah titik tolak dari putaran kemana mana. Sebagai negara maritim kita harus menjaga laut kita, karena laut merupakan masa depan bangsa” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Susi menceritakan perjuangannya dalam melanjutkan hidup, dengan bermodalkan ijazah SMP. “Dengan ijazah SMP saya tidak bisa apa-apa, hanya jualan ikan. Saya pulang kampung ke Pangandaran. Dari jualan ikan 5 kilo, jadi 5 ton. Hingga lama-lama bisa ekspor”, kenangnya.

Menteri Susi pun berpesan kepada ratusan wisudawan yang hadir untuk tidak mudah pantang menyerah. “Dont give up! Karena percuma punya title sarjana namun malas dan mudah menyerah”, tandas Susi.

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan Universitas Muhammadiyah Malang, tentang pelaksanaan tridharma perguruan tinggi di bidang kelautan dan perikanan.

Selain itu, kesepakatan bersama juga ditandatangani dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang juga turut hadir dalam wisuda tersebut. Kerjasama yang disepakati terkait pengembangan sumber daya kelautan dan perikanan (KP) melalui pendidikan dan kebudayaan, yang mencakup fasilitasi pendukung penyelenggaraan pendidikan di bidang KP, peningkatan mutu dan kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan, peningkatan kapasitas SDM di bidang KP, pertukaran tenaga ahli, pemanfaatan data dan informasi serta pemanfaatan sarana dan prasarana.

Adapun kerjasama dengan UMM adalah mencakup aspek pendidikan (kuliah tamu, pelatihan, magang kerja di bidang KP serta pertukaran tenaga ahli/pakar), aspek penelitian (pendampingan penyusunan regulasi di bidang KP serta kerja sama di bidang pengembangan potensi sumber daya laut dan perikanan), aspek pengabdian masyarakat (penempatan mahasiswa kuliah kerja nyata di perbatasan dan daerah tertinggal serta kawasan pesisir), dan aspek pemanfaatan sarana dan prasarana milik kedua pihak dalam menunjang kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Pengembangan Kawasan Pesisir. (mkj/mkj)

February 25, 2017

KKIP : Jangan Batalkan Pembelian dari PT DI

Kritik dari bu Connie mungkin harus diklarifikasi , apa betul  PT DI sama sekali tidak membuat helicopter ? Dia menduga bahwa PT DI hanya merakit saja komponen dari Airbus Helicopter. Hal ini yang menyebabkan pesanan helicoper (16 biji) dari TNI AU tidak kunjung tiba.. Kalau memang k PT DI belum memiliki kemampuan untuk helicopter lebih baik diakui saja, tapi sebaliknya jika dugaan bu Connie itu salah dia harus meralat kritikannya..  Mungkin jawabannya ada di  soal  JUMLAH.. selama ini belanja alutsita TNI hanya kwantitasnya sangat sedikit, jadi untuk mendapatkan offset (produksi bersama), alih tekhnologi jadi tidak EKONOMIS dari produsen. Mungkin Indonesia harus belajar dari Turki deh, negara itu membeli alutsista ( panser, pesawat/helicopert, kapal perang, dan drone ) tidak tanggung  jumlahnya.. jadi sangat menarik untuk industri pertahanan untuk mendapatkan alih teknologi atau offset..  Kenapa Indonesia tidak bisa ?? Iya kalau kembali lagi mengeluh soal anggaran.. ya coba dirasionalkan saja anggaran pertahanan kita..  Bayangkan anggaran TNI kita lebih banyak untuk membayar  admistrasi dan gaji personel dibandingkan untuk belanja alutsista . Contoh angkatan darat yang menyerap paling banyak anggaran  (ini khan negara maritim.. errror khan) dan  miliki 500 an personil, padahal  yang  memiliki kemampuan tempur hanya KOSTRAD dan Kopassus yang jumlahnya cuman 40 rbuan personil saja.. Nah yang sisanya ngapaian saja ??? Dugaan saya sih mereka yang melakukan tugas teritorial (KODAM, KODIM smp BABINSA).. ini yang membuat sangat tambun dan berat diongkos..  Coba bandingkan dengan Angkatan perang Vietnam atau Singapura deh  komposisinya.. Coba kalau personilnya bisa jadi misal 200 rbuan tapi  bisa 200 rb juga yang punya kemampuan tempur..WOW  kekuatan TNI paling akan disegani di kawasan Asia Tenggara..

 

Kompas,25 Februari 2017
Defense studies blogspot

Helikopter tempur EC 725 Cougar buatan PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Jawa Barat, yang sudah lengkap dan siap diterbangkan (photo : Kompas)

Jangan Batalkan Pembelian dari PT DI

BANDUNG, KOMPAS — Polemik pembelian helikopter Agusta Westland 101 diharapkan tak membuat pemerintah membatalkan kontrak pembelian 16 helikopter EC 725 Cougar buatan PT Dirgantara Indonesia. Pembatalan akan merugikan dan mencoreng nama baik PT DI di dunia industri penerbangan internasional.

Permintaan ini mengemuka dalam kunjungan Tim Komite Kebijakan Industri Penerbangan (KKIP) ke PT DI di Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/2). Kunjungan tim KKIP itu ingin meninjau secara langsung kemampuan PT DI memproduksi EC 725 Cougar.

“Jangan sampai karena polemik AW101 ini mengganggu proses bisnis PT DI. PT DI sudah belanja untuk produksi hingga pemeliharaan, jangan sampai dibuat rugi,” kata Ketua Pelaksana KKIP Laksamana (Purn) Sumardjono.

Sebelumnya, pemerintah dan PT DI menyepakati pembelian 16 helikopter EC 725 Cougar. Dua unit sudah dikirim 25 November 2016. Empat unit lainnya sudah rampung meski belum ada keputusan kapan pengiriman akan dilakukan. Sementara 10 unit lagi masih dalam proses pembuatan.

Sumardjono berpendapat, heli EC 725 Cougar buatan PT DI sebenarnya punya kemampuan setara dengan AgustaWesland 101 (AW 101). Dengan demikian, apabila spesifikasi di antara kedua heli itu tidak terlalu jauh, sebaiknya TNI AU tidak membeli AW 101. “Kita perlu mendukung dan mengembangkan industri pertahanan dalam negeri,” ujar Sumardjono.

Kepala Bidang Transfer of Technology & Ofset KKIP Rachmad Lubis juga mengingatkan Kementerian Pertahanan bahwa pembelian 16 helikopter EC 725 Cougar itu sesuai dengan rencana strategis pertahanan.

Helikopter AW 101 TNI AU (photo : cliphistory)

EC 725 Cougar merupakan helikopter kapasitas dua mesin yang mampu mengangkut beban hingga 11 ton dengan kemampuan jelajah jarak jauh. Heli ini memiliki kapasitas ruang yang mampu mengakomodasi berbagai pengaturan tempat duduk hingga 29 anggota pasukan ditambah 2 orang sebagai pilot dan kopilot.

Kepala Divisi Rekayasa Manufaktur Direktorat Produksi PT DI Mukhamad Robiawan mengemukakan, EC 725 Cougar unggul dibandingkan AW101 dalam beberapa spesifikasi. Dalam hal pendaratan darurat di perairan, sistem pelampung Cougar dapat mengembang sebelum heli mendarat di air. Berbeda dengan AW 101 yang sistem pelampungnya baru akan terbuka setelah badan heli menghantam air.

“Selain itu, untuk kedap suara di dalam kabin, Cougar relatif lebih bagus,” lanjut Robiawan.

Sebelumnya, Direktur Niaga dan Restrukturisasi PT DI Budiman Saleh mengemukakan, harga jual EC 725 Cougar sekitar 30 juta euro atau lebih kurang Rp 420 miliar. Harga tersebut relatif lebih murah dibandingkan heli AW 101 yang diperkirakan seharga 55 juta dollar AS atau Rp 761 miliar (Kompas, 28/12/2016).

Sementara itu, Direktur Teknologi dan Pengembangan PT DI Andi Alisjahbana menyebutkan, apabila PT DI diminta untuk memproduksi helikopter AW 101, hal itu memerlukan investasi besar, mulai dari sarana produksi hingga kemampuan dasar manusia.

(Kompas)

February 25, 2017

Lima Pesawat F-16C/D Akan Datang Pertengahan Maret 2017  

Antara, 24 Februari 2017
Defense studies blogspot

F-16C/D TNI AU (photo : defence.pk)

Lanud Iswahjudi Magetan Tambah Satu Penerbang F-16

Magetan (Antara Jatim) – Pangkalan Udara (Lanud) Iswahjudi Magetan, Jawa Timur, menambah satu penerbang pesawat tempur F-16 yakni  Lettu Pnb Fulgentius Dio Prakoso untuk memperkuat pertahanan udara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Yang bersangkutan telah lulus Konversi ke-8 di Lanud Iswahjudi Magetan selama setahun. Diharapkan dengan bergabungan Lettu Pnb Dio Prakoso semakin memperkuat pertahanan udara di tubuh TNI AU Lanud Iswahjudi Magetan,” ujar Komandan Lanud Iswahjudi Magetan Marsekal Pertama TNI Andyawan MP kepada wartawan, Kamis.

Penerbang baru F-16 Lettu Pnb Fulgentius Dio Prakoso telah lulus menjalani pendidikan transisi (konversi) dari penerbang pesawat latih Charlie dan tempur T-50 Golden Eagle selama satu tahun.

Sesuai data yang ada, Lettu Pnb Fulgentius Dio Prakoso sebelumnya telah memiliki 127 jam terbang menjadi pilot di pesawat latih Charlie.

Selain itu, ia juga telah memiliki 240 jam terbang menjadi pilot pesawat tempur T-50 Golden Eagle dan 130 jam terbang dengan pesawat tempur F-16.

Dengan bertambahnya satu penerbang tersebut, kini Skadron Udara 3 TNI AU Lanud Iswahjudi Magetan telah memiliki 14 penerbang pesawat tempur F-16.

Sebelumnya, penerbang F-16 di lanud setempat hanya memiliki 13 penerbang. Dan selama setahun TNI AU hanya berhasil mencetak seorang penerbang F-16 tersebut.

Kedatangan Lima Pesawat F-16C/D

Selain ada penambahan penerbang baru untuk pesawat tempur F-16, rencananya pertengahan Maret mendatang, TNI AU Lanud Iswahjudi Magetan juga akan mendapat kekuatan baru dengan kedatangan lima unit pesawat tempur F-16 dari Amerika Serikat.

Lima unit pesawat tempur F-16 yang akan datang tersebut merupakan bagian dari program “Peace Bima Sena II” dalam kontrak FMS LOA ID-D-SAL yang dilakukan Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat dengan total pesawat tempur F-16 yang diberikan mencapai 30 unit.

Dengan kedatangan lima unit pesawat tempur F-16 tersebut nantinya akan semakin menambah kekuatan militer Indonesia khususnya alutsista TNI AU dalam melindungi dan mempertahankan NKRI.

(Antara)

February 24, 2017

PT DI Didorong Merancang Helikopter Sendiri

Kalau dapat penugasan yang buat helicopter.. pemerintah atau angkatan udara mau tidak membeli  ??  Nanti nasibnya macam panser badak atau anoa.. pemerintah hanya mampu membeli seadanya saja… Semoga pemerintahan sekarang sudah punya komitmen kuat untuk memajukan industri strategis dalam negeri !

 

 

Jumat, 24 Februari 2017 | 18:55 WIB
Adrian Pingstone/public domainIlustrasi helikopter

JAKARTA, KOMPAS.com – Deputi Bidang usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Fajar Harry Sampurno mengungkapkan, BUMN Kedirgantaraan yakni PT Dirgantara Indonesia (Persero) sampai saat ini belum bisa merancang atau menciptakan desain helikopter.

Memang sudah banyak helikopter yang terbang perdana dari pabrik PT DI di Bandung, namun helikopter tersebut adalah desain dari beberapa produsen helikopter seperti Bell dan Eurocopter. PT DI hanya merakitnya saja.

“Kita itu hanya manufacturing atau merakit kemudian menerbangkan,” ujar Harry di Jakarta, Jumat (24/2/2017).

Menurut Harry, memang tak mudah bagi PT DI untuk merancang atau menciptakan desain helikopter sendiri. Beragamnya varian serta kecanggihan peralatan dan sparepart membuat PT DI kesulitan untuk mendesain helikopter.

Hingga saat ini, PT DI masih bertindak sebagai perakit helikopter di markasnya yakni Bandung Jawa Barat. Besarnya permintaan helikopter dari pasar ASEAN menuntut PT DI untuk bisa merancang atau mendesain helikopter, bukan hanya merakit.

PT DI dinilai akan mampu mendesain helikopter. Pasalnya, hingga saat ini, PT DI telah menciptakan beberapa tipe pesawat yang telah digunakan beberapa negara di dunia.

Seperti CN 235 dan CN 295, kedua pesawat itu merupakan desain asli anak bangsa yang dalam produksinya bekerja sama dengan Airbus. Banhkan, saat ini PT DI tengah merancang jenis pesawat baru yaitu CN 245.

February 24, 2017

Soal Istibsyaroh-Presiden Israel, MUI: Tabayun Terkendala Jarak

MUI organisasi yang berisi orang yang mengaku ulama, tapi tabiatnya buruk… Lebih baik dibubarkan saja lembaga ini.
Jumat 24 Feb 2017, 08:47 WIB

Galang Aji Putro – detikNews
Soal Istibsyaroh-Presiden Israel, MUI: Tabayun Terkendala JarakPresiden Israel Rivlin bersama Ketua Komisi dari MUI Istibsyaroh (Foto: GPO/Mark Neiman)
Jakarta – Proses tabayun MUI untuk memeriksa Ketua Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga MUI Istibsyaroh belum berjalan lancar. Istibsyaroh akan diperiksa terkait pertemuannya dengan Presiden Israel Reuvlen Rivlin di Tel Aviv.

“Kemarin waktu rapat hari Selasa (21/2) mau dibahas, tapi di-pending karena waktunya nggak ngejar,” ucap Waketum MUI Zainut Tauhid kepada detikcom, Kamis (23/2/2017) malam.

Politisi PPP yang juga bertindak sebagai ketua tim tabayun itu mengatakan, penundaan dilakukan karena sepulang dari umroh, saat ini Istibsyaroh masih berada di Surabaya. Namun, Zainut mengungkap bahwa Istibsyaroh sudah memberikan surat pernyataan terkait permasalahan itu.

“Yang bersangkutan sudah memberi surat pernyataan. Tapi (surat) itu harus kami nilai dulu. Proses pemeriksaan sudah jalan, cuma beliau sekarang posisinya masih di Surabaya, jadi harus menyamakan waktunya dulu,” imbuhnya.

Zainut mengaku tidak begitu mengingat isi surat tersebut. Namun dia menuturkan, inti pernyataan itu adalah adanya unsur ketidaksengajaan Istibsyaroh bertemu dengan Reuvlan.

Wah lupa (isinya). Tapi, intinya itu yang pasti beliau tidak dalam posisi sengaja bertemu Presiden Israel. Beliau tidak tahu jika akan bertemu Presiden Israel waktu itu,” paparnya.

Sebelumnya, MUI menggelar rapat pimpinan untuk membahas sanksi bagi Istibsyaroh. Zainut menyatakan akan ada proses klarifikasi terlebih dahulu.

“Pasti kami ingin mendengarkan dahulu, proses tabayun yang dilakukan. Karena kami bentuk tim untuk klarifikasi ke beliau sehingga kami mendengarkan hasil klarifikasi itu, dari situlah kami bisa menilai tingkat kesalahannya, baru kami putuskan itu,” kata Zainut saat berbincang dengan detikcom, Senin (23/1).
(gla/dhn)

February 24, 2017

Suhardi: BNPT Terapkan Multistrategi Hadapi Teroris

RABU, 22 FEBRUARI 2017 | 13:41 WIB

Suhardi: BNPT Terapkan Multistrategi Hadapi Teroris

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komisaris Jenderal Suhardi Alius setelah rapat koordinasi gubernur di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis 24 November 2016. TEMPO/Arkhelaus W

TEMPO.CO, Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius mengatakan institusinya menerapkan multistrategi di dalam menghadapi terorisme.

“Tidak ada strategi tunggal karena kelompok teror selalu bergerak dinamis mengadaptasi perubahan lingkungan strategis, baik lokal, nasional, maupun global,” katanya saat membuka Rapat Kerja Nasional Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di Jakarta, Selasa malam, 21 Februari 2017.

Berita terkait: BNPT: Rekrutmen Calon Teroris Sasar Kampus dan Perkantoran


Serangan teror di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Januari 2016.

Salah satu strategi yang dipakai BNPT dalam menghadapi terorisme adalah melibatkan seluruh komponen bangsa, terutama tokoh dan kekuatan lokal di daerah-daerah melalui FKPT.

“FKPT merupakan bagian dari strategi kontraradikalisasi dalam membentengi masyarakat dari pengaruh paham radikal terorisme,” kata mantan Kabareskrim Polri itu.

Menurut dia penguatan nilai-nilai lokal efektif mencegah paham radikal. Nilai-nilai budaya dan kearifan lokal merupakan penguat solidaritas dan kohesivitas masyarakat. Karena itu, BNPT memberikan porsi besar pelibatan para tokoh tersebut sebagai garda depan dalam menyelesaikan persoalan lokal, termasuk persoalan radikalisme dan terorisme.

Simak pula: Ini Upaya Menanggulangi Ancaman Terorisme Versi Kepala BNPT

Dikatakannya, terorisme bukan persoalan pelaku, jaringan, sasaran, dan aksi brutalnya saja, melainkan persoalan ideologi, keyakinan, dan pemahaman yang keliru tentang cita-cita yang tidak sesuai dengan pandangan hidup bangsa, yakni Pancasila.

“Karena itulah, peluru tajam, penangkapan, dan penegakan hukum dirasa bukan jalan tunggal yang dapat memutus aktivitas terorisme di Indonesia,” kata mantan Sekretaris Utama Lemhannas ini.

Rakernas FKPT, menurut dia, merupakan momentum yang tepat untuk merekatkan kebersamaan dan solidaritas dalam melawan berbagai bentuk ancaman kekerasan yang dapat mengganggu kedamaian masyarakat dan kedaulatan negara.

Dikatakannya, seluruh pengurus FKPT harus dapat meningkatkan ketahanan diri dari pengaruh paham radikal terorisme seraya membangun deteksi dini melalui kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Lihat juga: Atasi Terorisme, BNPT dan Polri Intensifkan Kerja Sama

“Terorisme bisa terjadi di mana pun dan kapan pun secara tak terduga. Para pelaku juga merupakan bagian dari masyarakat yang setiap saat ada dan bisa jadi mendiami lingkungan sekitar kita,” katanya.

Ia berharap FKPT bisa menjadi kekuatan dan modal besar dalam membendung paham radikal yang dapat menjerumuskan masyarakat pada aksi kekerasan dan terorisme.

Rakernas FKPT digelar hingga Jumat, 24 Februari 2017, diikuti oleh 288 pengurus FKPT di 32 provinsi. Di acara tersebut Kepala BNPT memberikan penghargaan kepada beberapa FKPT yang menunjukkan kegiatan terbaiknya di masing-masing bidang selama tahun 2016.

ANTARA