PLN Ambil Alih PLTU Terbengkalai di Maluku


Hasil karya 10 Tahun  rejim SBY

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia
Jumat, 10/02/2017 14:32 WIB
PLN Ambil Alih PLTU Terbengkalai di MalukuPLTU Waai di Maluku, berkapasitas 2×15 Mega watt (MW) telah dikerjakan sejak 2010 dan menghabiskan dana sekitar Rp800 miliar itu terhenti sejak 2014. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia — PT PLN (Persero) berencana mengambil alih pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Desa Waai, Maluku, yang terbengkalai sejak Februari 2014.

“Itu sudah ada keputusan, sedang dikerjakan dan (proyek) itu diambilalih oleh PLN,” kata Direktur Utama PLN Sofyan Basir usai menghadiri coffee morning di Kantor Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Jakarta, Jumat (10/2).

Sofyan menjelaskan, sebagian dari 34 proyek pembangkit yang mangkrak sudah dikaji dan selesai secara hukum dan finansial. Ia berharap, keputusan untuk memberhentikan dan melanjutkan 34 proyek pembangkit dapat dicapai pada akhir Februari.

“Sebagian besar sudah ada keputusannya mau diapakan, dimatikan atau dijalankan dan diganti pembangkit lain. Dominannya (proyek) akan dilanjutkan,” tutur dia.

PLTU Waai berkapasitas 2×15 Mega watt (MW) yang telah dikerjakan sejak 2010 dan menghabiskan dana sekitar Rp800 miliar itu terhenti sejak 2014. Padahal, megaproyek tersebut bertujuan mengatasi krisis listrik di Pulau dan Kota Ambon.

Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya, Kamis (9/2), pun sempat merasakan mati listrik selama beberapa jam. Ia tidak luput untuk meninjau PLTU Waai, setelah mendapat keluhan dari DPRD Maluku dan Kota Ambon terkait kurangnya kapasitas listrik.

Dalam kesempatan yang sama mendampingi Presiden, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengungkapkan, penyebab PLTU mangkrak karena tidak dikerjakan.

“Ya, karena tidak dikerjakan. Saya kira, sekarang sudah jadi masalah hukum. Ini mangkrak mulai 2014 lalu,” ucap Jonan.

Penyebab lainnya yang menghambat penyelesaian proyek yang dibangun di tanah seluas 22,8 hektare tersebut adalah sengketa lahan dengan warga meskipun pembebasan lahan sudah dilakukan. (bir/gen)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: