Suhardi: BNPT Terapkan Multistrategi Hadapi Teroris


RABU, 22 FEBRUARI 2017 | 13:41 WIB

Suhardi: BNPT Terapkan Multistrategi Hadapi Teroris

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komisaris Jenderal Suhardi Alius setelah rapat koordinasi gubernur di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis 24 November 2016. TEMPO/Arkhelaus W

TEMPO.CO, Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius mengatakan institusinya menerapkan multistrategi di dalam menghadapi terorisme.

“Tidak ada strategi tunggal karena kelompok teror selalu bergerak dinamis mengadaptasi perubahan lingkungan strategis, baik lokal, nasional, maupun global,” katanya saat membuka Rapat Kerja Nasional Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di Jakarta, Selasa malam, 21 Februari 2017.

Berita terkait: BNPT: Rekrutmen Calon Teroris Sasar Kampus dan Perkantoran


Serangan teror di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Januari 2016.

Salah satu strategi yang dipakai BNPT dalam menghadapi terorisme adalah melibatkan seluruh komponen bangsa, terutama tokoh dan kekuatan lokal di daerah-daerah melalui FKPT.

“FKPT merupakan bagian dari strategi kontraradikalisasi dalam membentengi masyarakat dari pengaruh paham radikal terorisme,” kata mantan Kabareskrim Polri itu.

Menurut dia penguatan nilai-nilai lokal efektif mencegah paham radikal. Nilai-nilai budaya dan kearifan lokal merupakan penguat solidaritas dan kohesivitas masyarakat. Karena itu, BNPT memberikan porsi besar pelibatan para tokoh tersebut sebagai garda depan dalam menyelesaikan persoalan lokal, termasuk persoalan radikalisme dan terorisme.

Simak pula: Ini Upaya Menanggulangi Ancaman Terorisme Versi Kepala BNPT

Dikatakannya, terorisme bukan persoalan pelaku, jaringan, sasaran, dan aksi brutalnya saja, melainkan persoalan ideologi, keyakinan, dan pemahaman yang keliru tentang cita-cita yang tidak sesuai dengan pandangan hidup bangsa, yakni Pancasila.

“Karena itulah, peluru tajam, penangkapan, dan penegakan hukum dirasa bukan jalan tunggal yang dapat memutus aktivitas terorisme di Indonesia,” kata mantan Sekretaris Utama Lemhannas ini.

Rakernas FKPT, menurut dia, merupakan momentum yang tepat untuk merekatkan kebersamaan dan solidaritas dalam melawan berbagai bentuk ancaman kekerasan yang dapat mengganggu kedamaian masyarakat dan kedaulatan negara.

Dikatakannya, seluruh pengurus FKPT harus dapat meningkatkan ketahanan diri dari pengaruh paham radikal terorisme seraya membangun deteksi dini melalui kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Lihat juga: Atasi Terorisme, BNPT dan Polri Intensifkan Kerja Sama

“Terorisme bisa terjadi di mana pun dan kapan pun secara tak terduga. Para pelaku juga merupakan bagian dari masyarakat yang setiap saat ada dan bisa jadi mendiami lingkungan sekitar kita,” katanya.

Ia berharap FKPT bisa menjadi kekuatan dan modal besar dalam membendung paham radikal yang dapat menjerumuskan masyarakat pada aksi kekerasan dan terorisme.

Rakernas FKPT digelar hingga Jumat, 24 Februari 2017, diikuti oleh 288 pengurus FKPT di 32 provinsi. Di acara tersebut Kepala BNPT memberikan penghargaan kepada beberapa FKPT yang menunjukkan kegiatan terbaiknya di masing-masing bidang selama tahun 2016.

ANTARA

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: