Kemampuan MRO pesawat Militer Indonesia kemana ?


Sampai saat ini alutsista Indonesia eks Russia masih belum bisa dirawat secara menyeluruh di Indonesia. MRO  Militer  ( yang ada di Madiun  SKATEK 042 LANUD ISWHAJUDI ) hanya bisa merawat pesawat eks Blok Barat saja, itupun mungkin masih sebatas merawat dan belum bisa upgrade/overhaul total ( belum dapat ijin dari OEM ??), lihat saja pesawat Hercules C-130, harus diupgrade di Aussie US.dan Singapur (ST AERO), sama halnya dengan F 5 Tiger (SABCA Belgia), untuk perawatan besar dan upgrade harus dilakukan di Belgia.  Nah sekarang TNI akan lebih banyak beli pesawat dan peralatan tempur dari Blok Russia, tapi urusan merawatnya kok sepertinya masih sangat bergantung sekali. Padahal kemampuan ada dan mumpuni ! Kenapa Indonesia tidak mencontoh Singapore, Pakistan, Thailand  atau Turki yang sangat mandiri dalam merawat dan mengupgrade alutsistanya secara mandiri. Jika Indonesia mencontoh Singapore atau Turki, urusan perawatan pesawat tempur akan diserahkan ke PT DI atau PT GMF.   Jika hal ini terjadi bisa jadi kedua perusahaan BUMN ini bakal memiliki kemampuan mutakhir dalam hal perawatan pesawat tempur militer dan sipil (sudah mumpuni), dan  akan mendatangkan devisa buat Indonesia .

++++++++++

5 BUMN Kerjasama MRO BUMN Indonesia Service Hub

Adhitya Himawan
Senin, 06 Maret 2017 | 08:41 WIB
Penandatanganan MoU kerja sama strategis di bidang pengembangan Bisnis Maintenance, Repair & Overhaul oleh 5 BUMN. [Dok GMF]
Penandatanganan MoU kerja sama strategis di bidang pengembangan Bisnis Maintenance, Repair & Overhaul oleh 5 BUMN. [Dok GMF]

Dalam nota kesepahaman tersebut GMF dipercaya sebagai koordinator dalam pelaksanaan kerja sama ini.

  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Suara.com – PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF) anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk. yang bergerak dibidang perawatan pesawat terbang menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk kerja sama strategis di bidang pengembangan Bisnis Maintenance, Repair & Overhaul (MRO) dan modifikasi dengan lima BUMN dan anak usaha BUMN pada Kamis (2/3/2017), bertempat di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta.

Perusahaan yang turut menandatangani nota kesepahaman untuk membentuk “Indonesia Service Hub” tersebut adalah PT Nusantara Turbin & Propulsi (NTP), PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT Indopelita Aircraft Services (IAS) dan PT Merpati Maintenance Facility (MMF).

Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Direktur Utama GMF Juliandra, Direktur Utama NTP Dita Ardonni Jafri, General Manager SBU ACS PTDI Muhammad Fikri , Direktur Utama IAS Indar Atmoko dan Direktur Utama MMF Suharto. Kelima perusahaan BUMN serta anak usaha BUMN yang bergerak dibidang perawatan pesawat terbang ini menandatangani kerja sama untuk pengembangan bisnis Maintenance, Repair & Overhaul (MRO) dan juga komponen pesawat baik untuk penerbangan sipil maupun militer.

 

Dalam nota kesepahaman tersebut GMF dipercaya sebagai koordinator dalam pelaksanaan kerja sama ini. Direktur utama GMF, Juliandra mengatakan bahwa ditunjuknya GMF menjadi koordinator dalam kerja sama strategis ini menunjukkan kepercayaan dan dukungan pemerintah dan juga para pelaku industri MRO kepada GMF terus bertumbuh .

“Kerjasama strategis ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam membesarkan industri perawatan pesawat di Indonesia. Bagi GMF, kesempatan ini merupakan tantangan untuk terus mengembangkan perusahaan dengan scope kemampuan perawatan pesawat yang lebih besar lagi. Dengan sinergi ini kami berharap industri perawatan pesawat terbang dalam negeri dapat berkembang dan berinovasi bersama,” katanya.

Menteri BUMN, Rini M. Soemarno dalam sambutannya menyatakan harapannya kepada kelima perusahaan ini mampu memberikan service kepada pesawat-pesawat tidak hanya yang ada di Indonesia namun bisa menjangkau seluruh Asia bahkan sampai dengan Afrika mengingat letak geografis kita masih sangat memungkinkan untuk melakukan hal tersebut.

Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media (PSIM) Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno mengatakan bahwa Indonesia Service Hub merupakan salah satu bentuk sinergi BUMN dalam mengembangkan industri perawatan pesawat dalam negeri. “Kelima perusahaan ini memiliki potensi bisnis yang tinggi dengan kemampuannya masing-masing. Dengan bekerja sama tentu industri MRO dalam negeri akan menjadi lebih optimal baik dari segi pengembangan kapasitas dan kapabilitas maupun daya serap pasarnya,” kata Fajar.

Indonesia Service Hub sebagai sinergi antar bengkel pesawat BUMN dan anak usaha BUMN ini juga memberi nilai tambah bagi GMF, yaitu wujud nyata ekspansi bisnis yang menjadi salah satu pilar grand strategi GMF. Apalagi GMF sedang melakukan ekspansi bisnisnya ke arah general aviation dimana dibutuhkan kapabilitas dalam merawat pesawat khususnya berjenis turbo-prop untuk menggarap pasar perawatan pesawat tersebut di kawasan timur Indonesia.

Dalam usahanya tersebut, GMF telah membentuk Kerjasama Operasi (KSO) dengan MMF yang sudah mulai beroperasi Januari silam. KSO GMF – MMF saat ini juga telah menyepakati kerjasama dengan Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbang Banyuwangi (BP3B) dan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia dalam hal perawatan pesawat Cessna 172 yang bertujuan untuk pengembangan kapabilitas dan kapasitas meliputi airframe, engine & propeller, komponen serta special services.

Berbagai kerjasama strategis yang terus dilakukan GMF ini merupakan salah satu strategi in-organic dalam mewujudkan visinya menjadi Top 10 MRO di dunia pada tahun 2020 yang akan datang.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++

 

Dua Pesawat Sukhoi Su-30MK Menjalani Perawatan Berat

16 Maret 2017

Pesawat Antonov datang untuk mengambil pesawat Su-30 (photo : Sukhoi Indonesia)

Pesawat Antonov Kembali Ke Lanud Hnd Untuk Melaksanakan Misi Perawatan Berat

SIAGAINDONESIA.COM Pesawat Antonov dari Rusia kembali datang untuk melaksanakan misi perawatan berat pesawat tempur Sukhoi, Senin (13/3/17). Dua unit pesawat tempur Sukhoi TS-3001 dan TS-3002 melaksanakan perawatan berat di negara asalnya Rusia direncanakan diberangkatkan pada hari Rabu 15 Maret 2017.

Kepala Dinas Operasi Lanud Sultan Hasanuddin Kolonel Pnb Benny Arfan memerintahkan seluruh anggota Skadron Teknik 044 dan Skadron Udara 11 serta berkoordinasi dengan beberapa crew Antonov melakukan persiapan hingga loading pesawat Sukhoi siap untuk diberangkatkan.

Sementara untuk seluruh anggota yang bertugas diinstruksikan agar tetap memperhatikan keamanan dan selalu mengutamakan faktor safety, agar misi perawatan pesawat dapat berjalan dengan baik, aman dan lancar.

(Siaga Indonesia)

 

 

++++++++++++++++++

Helikopter Mi-35P TNI AD  Jalani Perawatan di Rusia

Perusahaan Helikopter Rusia mulai melaksanakan kewajiban untuk menservis helikopter Mi-35P milik Indonesia. Hal ini sebagaimana tertuang dalam kerangka kontrak yang ditandatangani pada September 2016. “Russian Helicopters” adalah bagian dari Rostec Corporation yang menjual helikopter Mi-35P Indonesia.

Perbaikan helikopter Mi-35P akan berlangsung di fasilitas produksi JSC “150 Aircraft Repair Plant” di Moskow Rusia. Pada 28 November 2016, bersama perwakilan dari perusahaan Indonesia telah memulai melakukan pembongkaran, loading helikopter dan komponen helikopter yang dibawa dari Indonesia dalam pesawat kargo.

“Di pasar Asia Tenggara, ada permintaan stabil untuk helikopter Rusia. Kami segera dan secepatnya akan memenuhi kewajiban kontrak untuk memperbaiki helikopter yang diproduksi di Rusia, serta menyediakan layanan,” kata Direktur Jenderal perusahaan induk ” Russian Helicopters “, Alexander Mikheyev.

Helikopter tempur pertama Mi-35P dikirim ke Indonesia pada September 2003. Dalam kerangka perjanjian antar pemerintah pada bulan September 2007, Indonesia memesan tiga unit Mi-35P, yang dikirim pada September 2010. Upacara penyerahan kepada Angkatan Darat Indonesia berlangsung di Pondok Chabe pada 20 Oktober di tahun yang sama.

Pengiriman Mi-35P untuk Nigeria. Photo: Tomas Vitek/planes.cz

Dalam forum “Army 2016”, perusahaan holding Rusia menandatangani kontrak untuk menyediakan peralatan untuk helikopter Angkatan Darat Indonesia. Kontrak dengan pihak Indonesia akan mencakup beberapa set baling-baling untuk memastikan pengoperasian helikopter Mi-35P. Sesuai dengan ketentuan kontrak, pengiriman dilakukan pada kuartal kedua 2017.

(sumber: russianhelicopter)

+++++++++++++++++++++

Indonesia Siap Berminat Beli Helikopter Dari Rusia

Saat ini Indonesia sedang dalam proses pembicaraan dengan Moskow untuk membeli delapan Sukhoi Su-35, proses tersebut baru pada tahap pembahasan pra proposal antar Duta besar di moskow.

Namun Duta besar Indonesia di Moskow Wahid Supriyadi menyatakan, bahwa selain Su-35 Indonesia juga sedang menjajaki untuk membeli helikopter buatan Rusia yang akan digunakan secara khusus di Provinsi Jawa Barat.

“Kami ingin membeli helikopter dari Rusia. Terdapat beberapa pulau di Jawa Barat, dan helikopter tersebut sangat dibutuhkan di sana,” kata Supriyadi dalam pertemuannya dengan Kepala Republik Rusia Bashkortostan Rustem Khamitov, pada kunjungan kerja sang dubes ke wilayah tersebut pada 4-5 Oktober lalu.

Selebihnya, menurut Supriyadi, Indonesia telah melakukan pembicaraan dengan Moskow untuk membeli delapan pesawat tempur modern Sukhoi Su-35 yang akan menggantikan pesawat Tiger F-5 buatan AS yang telah digunakan Angkatan Udara Indonesia sejak (tass.com)

Yang jadi masalah, dananya ada atau tidak? lha wong sekarang aja pembelian Sukhoi Su-35 baru sebatas ucapan lisan belum ada keseriusan. Bahkan saat Jokowi ke Rusia, blas sama sekali enggak menyinggung soal pembelian Sukhoi Su-35.

++++++++++++++++++

ST Aero to upgrade Indonesian C-130s

Singapore Technologies Aerospace is to upgrade four of the Indonesian air force’s grounded Lockheed Martin C-130Bs. Maintenance and modification work will begin immediately under the $51 million contract, and is expected to be completed within 30 months, the company says.

Indonesia currently has 19 C-130B/H and L-100 transports in its inventory, and plans to reactivate as many non-operational aircraft as possible.

The Singapore-based maintenance, repair and overhaul company won the competition to refurbish part of the fleet ahead of Malaysia’s Airod and France’s Sogerma. Indonesia previously had to outsource heavy maintenance work on the aircraft due to limited domestic capability, but this required most of the work to be done in collaboration with Indonesian Aerospace at Bandung.

The four Hercules aircraft covered by the deal with ST Aero could also receive structural upgrades and new avionics equipment using $15 million in parts that are being acquired via the US government. Another $13 million in Foreign Military Sales funding, frozen from 1994 until Washington lifted its partial arms embargo against Indonesia in 2005, may also be funnelled into acquiring C-130 parts.

Indonesia’s C-130Bs were first delivered in 1960 and 1961, according to Flight’s MiliCAS database.

+++++++++++++++++++

Indonesia: ASEAN Aerospace MRO Leader?

Earlier this month, several Indonesian state-owned aerospace companies inked a new agreement to cooperate in setting up a new holding company to provide aerospace maintenance, repair, and overhaul (MRO) services and help position the Southeast Asian state as a regional leader in this field.

A memorandum of understanding (MoU) to create the new company, the Indonesian Service Hub, was signed by the Ministry of State-Owned Enterprises and six Indonesian state-owned enterprises in the aerospace industries, namely GMF, PT Dirgantara Indonesia, PT Nusantara Turbine and Propulsion (NTP), Indopelita, and Meripati Maintenance Facility (MMF).

At a more basic level, the move to create of the new firm is in line with Indonesia’s effort to strengthen its domestic defense industry, which President Joko “Jokowi” Widodo had outlined as a priority for his government (See: “An Indonesian Defense Revolution Under Jokowi?”).

Enjoying this article? Click here to subscribe for full access. Just $5 a month.According to Indonesia’s Minister for State-Owned Enterprises Rini Soemarno, the hope is that combining the capabilities of these various state-owned firms will strengthen the competitiveness of the national aerospace industry when it comes to MROs. The company is expected to provide both commercial and military aerospace MRO services.

But Soemarno also explicitly said in her remarks that her broader goal was also help position the Southeast Asian state as a key regional leader in ASEAN and also Asia more generally in both the military and commercial aspects of MROS. According to the Indonesian national news agency Antara, she added that if Indonesia is able to leverage the geostrategic advantages it has as well as the combined capabilities of its industry, it could even grab some market share from other actors such as China.

Few details were provided on exactly how this would be achieved, and it is still early days to judge whether the new company will actually take off. But the stated goal for Indonesia is clear.

+++++++++++++++++++++++++++

DMG Pasok Mesin Untuk Sukhoi TNI AU

sumber : http://militermeter.com/dmg-pasok-mesin-untuk-sukhoi-tni-au/

Sukhoi adalah jet tempur yang perlu perawatan mahal, karena tiap 2000 jam harus overhaul. Bahkan dalam beberapa harus ganti mesin.

Karenanya TNI AU menggandeng DMG. DMG Technology Holdings adalah perusahaan yang berkembang pesat dan telah menandatangani kontrak eksklusif dengan Angkatan Udara Indonesia untuk akuisisi peralatan sistem.

Kontrak meliputi penyediaan peralatan untuk twin-engine tempur supermaneuverable pesawat SU-27 dan SU-30 yang dirancang oleh perusahaan Sukhoi JSC.

Bagian pertama dari perjanjian akan ditutup pada bulan Oktober 2016 dan akan berlanjut di 2017.

DMG Teknologi Holdings saat ini melayani jenis pesawat Sukhoi SU-27/30, MiG-29, Mil Mi-8/17/171.
Pada Januari 2015 DMG TH akan mulai memberikan layanan suku cadang untuk keluarga helikopter Mil Mi, dan memulai persiapan untuk pekerjaan pemeliharaan pada AN-32.

Dengan meningkatkan cakupan dan kualitas layanan yang diberikan, DMG Technology Holdings telah menciptakan dasar pemeliharaan yang kuat dan telah mendapat kepercayaan dari klien dari Amerika Selatan dan Asia Pasifik. Kamibangga bahwa Angkatan Udara Indonesia telah memilih kelompok DMG untuk perawatan pesawat mereka. (DMG)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: