Sandiaga Uno Dilaporkan ke Polisi oleh Edward Soeryadjaya


Sandi Uno ternyata bukan pengusaha idealis, yang bermain bersih rupanya.. Dia meninggalkan banyak jejak kotor sebelum masuk dunia politik. Mungkin dia pikir jika jadi penguasa politik (gub, menteri atau presiden) bisa menghapus semua jejak kotornya dia..  Di Kasus Hambalang saja (PT Duta Graha TBK,yang empunya Sandi Uno),anehnya namanya hanya sedikit disebut. Walaupun dari pengakuan Nasaruddin,  mantan Bendum Demokrat sering dia sebut bahwa ketum Demokrat ketika itu juga minta bagian  kepada Sandi Uno untuk urusan pembangunan Hambalang. Aneh bin ajaib KPK tidak menelusuri lebih jauh jejak kotor  Sandi.. mungkin urusan PT Duta Graha berhenti hanya pada figur  Moh El Idris, (manajer pemasaran PT  Duta Graha Tbk, yang juga paman dari Sandiaga Uno). Ada kemungkinan besar di Kasus korupsi  PT Garuda Indonesia Tbk  , KPK bisa menjerat Sandi Uno, mungkin tergantung  dari kesaksian eks dirut Garuda Emirsyah Satar dan pengusaha Soetikno Soedaryo.

Track record selalu “tilep menilep ” urusan tanah.. Bayangkan kalau dia jadi wagub DKI.. bakalan banyak aset “ketilep” eeh..eeh nggak ok oc deh..

 

Senin, 13 Maret 2017 | 18:43 WIB
Kompas.com/Alsadad RudiCalon wakil gubernur DKI Jakarta nomor tiga Sandiaga Uno usai mengadakan pertemuan dengan Prabowo dan sejumlah petinggi Partai Gerindra di rumah Prabowo di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (10/3/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Dewan Direksi Ortus Holdings Edward S Soeryadjaya, melaporkan calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga Sandiaga Uno ke polisi terkait tuduhan tindak pidana penggelapan. Sandiaga dilaporkan bersama rekan bisnisnya, Andreas Tjahyadi.

Kuasa hukum Edward Soeryadjaya, Fransiska Kumalawati Susilo, mengatakan bahwa Andreas dan Sandiaga diduga melakukan penggelapan dalam penjualan sebidang tanah di Jalan Raya Curug, Tangerang Selatan, Banten, pada 2012.

“Penggelapan tanah kurang lebih satu hektar di Jalan Raya Curug,” kata Fransiska saat dikonfirmasi, Senin (13/3/2017).

Fransiska mengatakan, pihaknya berupaya menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan bersama Andreas Tjahyadi dan Sandiaga Uno sejak Januari 2016. Namun, Andreas dan Sandiaga tak menanggapi baik upaya penyelesaian itu.

“Terakhir saya coba hubungi Sandiaga lewat WhatsApp tapi tidak dibalas. Kalau Andreas saya sudah lama tidak komunikasi,” kata Fransiska.

Andreas Tjahyadi dan Sandiaga Uno dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Rabu (8/3/2017). Laporan tersebut diterima dengan nomor 1151/III/2017/PMJ/Dit.Reskrimum. Mereka dilaporkan melanggar Pasal 372 KUHP.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui ada tidaknya tindak pidana terkait laporan itu.

“Laporan kami terima dan akan kami tindak lanjuti,” kata Argo.

Penulis : Nibras Nada Nailufar
Editor : Egidius Patnistik
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: