Malas “Mikir” ala PLN dan Mentri BUMN


keliatan orang PLN hanya mau  main cepat dan dapet duit komisi doang (dari si penyedia dan main minyak solar). Bayangkan genset raksasa berbahan bakar minyak DIESEL..Pastinya punya depot diesel di laut yang gampang bocor..hehe (istilahnya kencing di laut )  Kapasitas genset 12o MW tapi dikontrak 60 MW.. kok mau ya ??  Pastinya dia mau kalau bisa bermain dengan solar subsidi dan bisa kencing di lautan

2)Sekarang sih dia bilang murah karena harga minyak dunia lari rontok.. tapi jika harga Minyak loncat lagi ke $100/barrel..gimana ??? Mati lampu lah kota Ambon dan kota kota lain yang mengandalkan genset .. Kalau kata  cak Lontong : MIKIR !!   Kenapa energi terbarukan yang sangat melimpah ruah tidak mau dimanfaatkan oleh perusahaan listrik negara ( PLN ) yang berlogo gledek..

3) Urusan (pembangkit )tenaga listrik, ganti rejim ganti kebijakan dan ganti aktor. Jaman Esbeye yang bermain adalah kroninya JK cs(2004-2009) dan kroni Dahlan Iskan cs (2009-2014). Nah sekarang rejim Joko yang bermain lincah mencari bancakan di PLN siapa lagi kalau bukan kroni si Bu Menteri Rini S.  Kalau terus terusan begini bagaimana dengan ketahanan energi Indonesia untuk generesi mendatang ?? Masih pake solar ???  MIKIR , DONG !
Kamis 23 Mar 2017, 18:31 WIB

Ada Kapal ‘Genset Raksasa’, Ongkos Produksi Listrik Lebih Murah

Ardan Adhi Chandra – detikFinance
Ada Kapal Genset Raksasa, Ongkos Produksi Listrik Lebih MurahFoto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance

Waai – PT PLN (Persero) mendatangkan Kapal Pembangkit Listrik atau Marine Vessel Power Plant (MVPP) berkapasitas 60 megawatt (MW) dari Turki. Dengan datangnya Kapal ‘Genset Raksasa’ ini, produksi listrik PLN pun bisa semakin murah.

Produksi listrik lewat Kapal ‘Genset Raksasa’ menggunakan bahan bakar minyak jenis Heavy Fuel Oil (HFO) yang harganya lebih murah dari solar industri. Harga HFO sekitar dua per tiga dari harga solar industri.

“Mesin pembangkit ini sendiri bahan bakarnya dua, satu BBM namanya HFO yang harganya dua per tiga dari solar. Harganya HFO Rp 4.500,” jelas Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua Haryanto WS di Waai, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (23/3/2017).

Dari segi konsumsi bahan bakar pun lebih irit. Kapal ‘Genset Raksasa’ hanya membutuhkan 0,22 liter HFO untuk memproduksi per kwh listrik.

“Kemudian mesinnya sendiri sangat efisien karena konsumsinya 0,22, artinya 1 kwh hanya perlu 0,22 liter BBM. Kalau mesin besar 0,3 liter,” tutur Haryanto.

Selain menggunakan HFO, bahan bakar produksi listrik di Kapal ‘Genset Raksasa’ ini bisa menggunakan gas. Terlebih lagi, pemerintah mendorong PLN untuk memanfaatkan gas sebagai sumber energi pembangkit khususnya Indonesia timur.

“Sekarang pemerintah berikan alokasi gas cukup banyak untuk pembangkit PLN termasuk di Indonesia timur. Di Tangguh ada gas sudah produksi dan kembangkan, kita harapkan bisa dapat gas dari sana,” ujar Haryanto.

Meski demikian, PLN mengaku tidak mengambil untung dari penjualan listrik di Ambon. Bahkan PLN harus menutup kerugian dari penjualan listrik di salah satu pulau timur Indonesia.

“Lebih tinggi biaya pokok produksi (daripada harga jual). Kebijakan korporasi kita listrik di Indonesia timur enggak mikir untung rugi, yang penting elektrifikasi,” kata Haryanto.

Tambah kapasitas

Kapal ‘Genset Raksasa’ ini memiliki kapasitas 120 megawatt (mw), namun PLN dalam perjanjian sewa kapal meneken 60 mw. Haryanto mengatakan, beban puncak listrik di Ambon sebesar 58 MW pada malam tahun baru 2016 lalu.

Saat ini, kapasitas listrik terpasang di Ambon sebesar 70 MW. Kehadiran Kapal ‘Genset Raksasa’ dari Turki ini sekaligus menggantikan peran pembangkit-pembangkit yang tidak optimal.

“Kedatangan mesin pembangkit ini sekaligue menambah kapasitas daya terpasang di Ambon. Juga menggantikan mesin-mesin yang sudah tua yang ada di sini,” terang Haryanto

Haryanto menambahkan, dengan datangya kapal ‘Genset Raksasa’ sekaligus menjawab tantangan listrik Ambon dalam beberapa tahun ke depan. Dengan asumsi pertumbuhan beban puncak listrik sebesar 10% per tahun di Ambon, maka kebutuhan listrik di Ambon akan bertambah menjadi 105 MW di 2020.

“Dengan datangnya kapal ini menjawab kebutuhan listrik di Ambon masa depan. Kalau pertumbuhan beban puncak di sini maksimum 10% oer tahun itu katakan sekarang tahun ini 77 MW maka di 2020 105 MW,” jelas Haryanto.

Dengan demikian, daya tarik investasi Ambon pun bisa meningkat dengan mencukupinya kebutuhan listrik.

“Bukan hanya memenuhi kebutuhan listrik as usual rumah tangga. Harapan kita akan datang investor ke Ambon buka bisnis di sini, buka lapangan kerja, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan perekonomian rakyat,” tutup Haryanto. (hns/hns)

Kamis 23 Mar 2017, 18:31 WIB

Ada Kapal ‘Genset Raksasa’, Ongkos Produksi Listrik Lebih Murah

Ardan Adhi Chandra – detikFinance
Ada Kapal Genset Raksasa, Ongkos Produksi Listrik Lebih MurahFoto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance

Waai – PT PLN (Persero) mendatangkan Kapal Pembangkit Listrik atau Marine Vessel Power Plant (MVPP) berkapasitas 60 megawatt (MW) dari Turki. Dengan datangnya Kapal ‘Genset Raksasa’ ini, produksi listrik PLN pun bisa semakin murah.

Produksi listrik lewat Kapal ‘Genset Raksasa’ menggunakan bahan bakar minyak jenis Heavy Fuel Oil (HFO) yang harganya lebih murah dari solar industri. Harga HFO sekitar dua per tiga dari harga solar industri.

“Mesin pembangkit ini sendiri bahan bakarnya dua, satu BBM namanya HFO yang harganya dua per tiga dari solar. Harganya HFO Rp 4.500,” jelas Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua Haryanto WS di Waai, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (23/3/2017).

Dari segi konsumsi bahan bakar pun lebih irit. Kapal ‘Genset Raksasa’ hanya membutuhkan 0,22 liter HFO untuk memproduksi per kwh listrik.

“Kemudian mesinnya sendiri sangat efisien karena konsumsinya 0,22, artinya 1 kwh hanya perlu 0,22 liter BBM. Kalau mesin besar 0,3 liter,” tutur Haryanto.

Selain menggunakan HFO, bahan bakar produksi listrik di Kapal ‘Genset Raksasa’ ini bisa menggunakan gas. Terlebih lagi, pemerintah mendorong PLN untuk memanfaatkan gas sebagai sumber energi pembangkit khususnya Indonesia timur.

“Sekarang pemerintah berikan alokasi gas cukup banyak untuk pembangkit PLN termasuk di Indonesia timur. Di Tangguh ada gas sudah produksi dan kembangkan, kita harapkan bisa dapat gas dari sana,” ujar Haryanto.

Meski demikian, PLN mengaku tidak mengambil untung dari penjualan listrik di Ambon. Bahkan PLN harus menutup kerugian dari penjualan listrik di salah satu pulau timur Indonesia.

“Lebih tinggi biaya pokok produksi (daripada harga jual). Kebijakan korporasi kita listrik di Indonesia timur enggak mikir untung rugi, yang penting elektrifikasi,” kata Haryanto.

Tambah kapasitas

Kapal ‘Genset Raksasa’ ini memiliki kapasitas 120 megawatt (mw), namun PLN dalam perjanjian sewa kapal meneken 60 mw. Haryanto mengatakan, beban puncak listrik di Ambon sebesar 58 MW pada malam tahun baru 2016 lalu.

Saat ini, kapasitas listrik terpasang di Ambon sebesar 70 MW. Kehadiran Kapal ‘Genset Raksasa’ dari Turki ini sekaligus menggantikan peran pembangkit-pembangkit yang tidak optimal.

“Kedatangan mesin pembangkit ini sekaligue menambah kapasitas daya terpasang di Ambon. Juga menggantikan mesin-mesin yang sudah tua yang ada di sini,” terang Haryanto

Haryanto menambahkan, dengan datangya kapal ‘Genset Raksasa’ sekaligus menjawab tantangan listrik Ambon dalam beberapa tahun ke depan. Dengan asumsi pertumbuhan beban puncak listrik sebesar 10% per tahun di Ambon, maka kebutuhan listrik di Ambon akan bertambah menjadi 105 MW di 2020.

“Dengan datangnya kapal ini menjawab kebutuhan listrik di Ambon masa depan. Kalau pertumbuhan beban puncak di sini maksimum 10% oer tahun itu katakan sekarang tahun ini 77 MW maka di 2020 105 MW,” jelas Haryanto.

Dengan demikian, daya tarik investasi Ambon pun bisa meningkat dengan mencukupinya kebutuhan listrik.

“Bukan hanya memenuhi kebutuhan listrik as usual rumah tangga. Harapan kita akan datang investor ke Ambon buka bisnis di sini, buka lapangan kerja, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan perekonomian rakyat,” tutup Haryanto. (hns/hns)

=

Jumat 24 Mar 2017, 08:13 WIB

Ini Deretan Kapal ‘Genset Raksasa’ yang Disewa PLN untuk Terangi RI

Ardan Adhi Chandra – detikFinance
Ini Deretan Kapal Genset Raksasa yang Disewa PLN untuk Terangi RIFoto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance

Ambon – PT PLN (Persero) baru saja melakukan uji coba kapal pembangkit listrik atau Marine Vessel Power Plant (MVPP) di Ambon. Kapal ‘Genset Raksasa’ ini memasok listrik Ambon sebesar 60 megawatt (MW).

Kapal ‘Genset Raksasa’ dari Turki ini sudah tiba di Waai, Ambon sejak Rabu (15/3/2017) lalu.

“Kedatangan mesin pembangkit ini sekaligus menambah kapasitas daya terpasang di Ambon,” jelas Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua, Haryanto WS, di Waai, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (23/3/2017).

Sebelumnya, PLN juga sudah mendatangkan Kapal ‘Genset Raksasa’ ke Amurang pada Desember 2015 lalu. Kapal ‘Genset Raksasa’ Amurang memiliki kapasitas 120 MW yang mengalirkan listrik untuk daerah Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.

Kapal Genset Untuk AmurangKapal Genset Untuk Amurang Foto: Dok. PLN

PLN juga sudah mendatangkan Kapal ‘Genset Raksasa’ ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kapal ‘Genset Raksasa’ ini memiliki kapasitas 60 MW yang juga sempat dikunjungi Presiden Joko Widodo (Jokowi) Desember 2016 lalu.

Kapal Genset Untuk KupangKapal Genset Untuk Kupang Foto: Dok. PLN

“Ada di Amurang 120 MW, Kupang 60 MW, dan Ambon 60 MW tadi diujicoba,” jelas Haryanto.

Haryanto menambahkan, ke depan PLN akan mendatangkan dua Kapal ‘Genset Raksasa’ lagi untuk memenuhi kebutuhan listrik di Lombok dan Belawan. Masing-masing kapal akan didatangkan dengan kapasitas sebesar 60 MW untuk Lombok dan 240 MW untuk Belawan. (wdl/wdl)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: