TNI Gelar Patroli di Hutan Tesso Nilo Riau


Pembalak liar biasanya punya backing aparat ( militer atau polisi). Edan para pembalak liar telah menghacurkan lebih dari setengah kawasan Tesso Nillo .. Tidak ada yang ditangkap dan dihukum.. luar biasa !

TNI AD dari Komando Rayon Militer 04/Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, melaksanakan operasi patroli gabungan dalam upaya pengamanan Taman Nasional Tesso Nilo.

“Patroli gabungan akan dilakukan selama delapan hari dengan melibatkan dua tim berbeda,” kata Komandan Rayon Militer 0s/Pangkalan Kuras Kaptern Arh Diding Sukardi dalam keterangannya di Pekanbaru, Senin.

Diding menuturkan patroli gabungan yang terbagi dalam dua tim akan melaksanakan pengamanan secara bersama-sama. Hanya saja, kedua tim akan berpencar dan melalui patroli secara acak dari Desa Lubuk Kembang Bunga dan Desa Baserah.

Menurutnya, patroli yang juga melibatkan lintas sektoral tersebut penting dilakukan guna menjaga kawasan TNTN dari aksi pembalakan dan perambahan hutan.

“Selain itu, kami juga bertekad melindungi satwa liar serta melindungi kawasan TNTN dari perburuan,” jelasnya.

Selain TNI, operasi gabungan juga akan melibatkan personel Polri serta petugas dari balai TNTN sendiri.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Mahfuds menjelaskan program patroli terpadu itu akan terus dilakukan selama setahun mendatang.

Dengan patroli terpadu itu, ia berharap dapat menjaga kawasan hutan seluas 80.000 hektare tersebut bebas dari aksi pembalakan liar.

“Semua upaya yang memungkinkan untuk dilakukan menjaga TNTN akan terus kita lakukan,” ujarnya.

Selain melakukan patroli terpadu, Mahfuds juga berjanji akan terus menegakkan hukum. Tugas itu diemban oleh Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum (BPPH) Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah II Sumatera.

“Penegakan hukum jalan terus. Kemarin tim sudah memaparkan upaya penegakan hukum di Kementerian Polhukam,” ujarnya.

Selain itu, BBKSDA Riau juga mempertimbangkan konsep hutan sosial. Meski konsep itu belum sepenuhnya selesai, dia mengatakan upaya-upaya itu diharapkan dapat merevitalisasi kawasan TNTN yang sebagian besar di Rambah.

Supartono, kepala Balai TNTN menambahkan kawasan hutan yang tersisa saat ini hanya sekitar 25.000-30.000 hektare dari total luas awal 80.000 hetare.

TNTN menjadi salah satu dari sejumlah kawasan konservasi yang marak terjadi pembalakan, perambahan lahan. Akibatnya, setiap tahun kawasan hutan yang kaya akan flora dan fauna di Riau menjadi ajang berkumpulnya titik-titip api.

Sumber: harianriau.co

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: