Archive for March, 2017

March 30, 2017

Apple Bangun Pusat Inovasi di BSD Rp 580 Miliar

Mantab… semoga terealisasi…
Kamis 30 Mar 2017, 16:09 WIB

Hendra Kusuma – detikFinance
Apple Bangun Pusat Inovasi di BSD Rp 580 MiliarIlustrasi Foto: detikINET/afr
Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan Apple akan membangun pusat penelitian dan pengembangan di Indonesia yang diberi nama Apple Innovation Center.

Menteri Perindustrian Arilangga Hartarto mengatakan, investasi yang disiapkan Apple dalam membangun Apple Innovation Center sebesar US$ 44 juta atau sekitar Rp 585 miliar (kurs Rp 13.300/dolar AS).

“Total investasinya US$ 44 juta,” kata Airlangga di Komplek Istana, Jakarta, Kamis (30/3/2017).

Airlangga menambahkan, pembangunan pusat penelitian dan pengembangan Apple di Indonesia juga dalam rangka meningkatkan komponen dalam negeri pada produk Apple.

“Apple Inovation Center sedang berjalan. Mudah-mudahan bulan Mei ini, tadi Apple ketemu saya mudah-mudahan Apple ini sudah bisa, class-nya sudah bisa dimulai,” tambahnya.

Apple Innovation Center telah dibangun di Bumi Serpon Damai (BSD), Kota Tangerang Selatan, Banten. Dia menambahkan, pada September pusat inovasi ini akan mulai merekrut sekitar 400 orang yang nantinya akan bekerja untuk Apple.

Adapun, kata Airlangga, pada pusat inovasi milik Apple ini juga nantinya akan mengembangkan aplikasi dari Apple itu sendiri.

“Jadi aplikasinya untuk Apple Inforentment tapi biasanya aplikasi ini bisa juga untuk yang non consumer base industry. Bisa juga aplikasi sesudahnya untuk enterprise aplikasi. Tetapi dengan masuknya Apple mendorong bahwa kebijakan yang dilakukan mengenai local content, inovasi, investasi yang baru di-introduce enam bulan yang lalu memang membuahkan hasil,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Airlangga mengungkapkan, pembangunan pusat inovasi Apple juga akan dilakukan di beberapa lokasi, hanya saja untuk tahap pertama di BSD.

“Sesudah satu cycle ini. Mereka membutuhkan trainer of trainer. Membutuhkan guru. Tahap pertama mereka bekerja sama dengan Binus. Bulan Mei ini sudah mulai untuk class yang lebih kecil. Tapi bulan Mei ini sudah merekrut untuk kampusnya. Lagi fitting,” tandasnya. (ang/ang)

March 29, 2017

TNI Gelar Patroli di Hutan Tesso Nilo Riau

Pembalak liar biasanya punya backing aparat ( militer atau polisi). Edan para pembalak liar telah menghacurkan lebih dari setengah kawasan Tesso Nillo .. Tidak ada yang ditangkap dan dihukum.. luar biasa !

TNI AD dari Komando Rayon Militer 04/Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, melaksanakan operasi patroli gabungan dalam upaya pengamanan Taman Nasional Tesso Nilo.

“Patroli gabungan akan dilakukan selama delapan hari dengan melibatkan dua tim berbeda,” kata Komandan Rayon Militer 0s/Pangkalan Kuras Kaptern Arh Diding Sukardi dalam keterangannya di Pekanbaru, Senin.

Diding menuturkan patroli gabungan yang terbagi dalam dua tim akan melaksanakan pengamanan secara bersama-sama. Hanya saja, kedua tim akan berpencar dan melalui patroli secara acak dari Desa Lubuk Kembang Bunga dan Desa Baserah.

Menurutnya, patroli yang juga melibatkan lintas sektoral tersebut penting dilakukan guna menjaga kawasan TNTN dari aksi pembalakan dan perambahan hutan.

“Selain itu, kami juga bertekad melindungi satwa liar serta melindungi kawasan TNTN dari perburuan,” jelasnya.

Selain TNI, operasi gabungan juga akan melibatkan personel Polri serta petugas dari balai TNTN sendiri.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Mahfuds menjelaskan program patroli terpadu itu akan terus dilakukan selama setahun mendatang.

Dengan patroli terpadu itu, ia berharap dapat menjaga kawasan hutan seluas 80.000 hektare tersebut bebas dari aksi pembalakan liar.

“Semua upaya yang memungkinkan untuk dilakukan menjaga TNTN akan terus kita lakukan,” ujarnya.

Selain melakukan patroli terpadu, Mahfuds juga berjanji akan terus menegakkan hukum. Tugas itu diemban oleh Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum (BPPH) Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah II Sumatera.

“Penegakan hukum jalan terus. Kemarin tim sudah memaparkan upaya penegakan hukum di Kementerian Polhukam,” ujarnya.

Selain itu, BBKSDA Riau juga mempertimbangkan konsep hutan sosial. Meski konsep itu belum sepenuhnya selesai, dia mengatakan upaya-upaya itu diharapkan dapat merevitalisasi kawasan TNTN yang sebagian besar di Rambah.

Supartono, kepala Balai TNTN menambahkan kawasan hutan yang tersisa saat ini hanya sekitar 25.000-30.000 hektare dari total luas awal 80.000 hetare.

TNTN menjadi salah satu dari sejumlah kawasan konservasi yang marak terjadi pembalakan, perambahan lahan. Akibatnya, setiap tahun kawasan hutan yang kaya akan flora dan fauna di Riau menjadi ajang berkumpulnya titik-titip api.

Sumber: harianriau.co

March 29, 2017

Keindahan Bawah Laut Minahasa Tenggara Rusak Akibat Bom Ikan

nelayan (pelaku), penyalur dinamit dan penadahnya harus diringkus dan dijadikan rumpon.

Konon para penyalur dinamit (bom ikan) ini banyak pengusaha ikan dari luar negeri ( dari Hongkong).. Pemerintah  daerah jangan hanya berpangku tangan saja.. harus sigap dan bertindak tegas.

 

++++

RABU, 29 MARET 2017 | 12:54 WIB

Keindahan Bawah Laut Minahasa Tenggara Rusak Akibat Bom Ikan

Wisatawan melakukan snorkling di sekitar pantai Lakban, Teluk Buyat, Kecamatan Ratatotok, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, 1 Desember 2015. Pemandangan bawah laut di kawasan tersebut juga tidak kalah dengan Bunaken. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

TEMPO.CO, Minahasa Tenggara – Penggunaan bom ikan oleh sejumlah nelayan di Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara dapat mengancam sektor pariwisata di daerah tersebut. Hal ini disampaikan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gemma Mitra Viddy Ngantung.

“Aksi pengeboman ikan di sekitara perairan di Minahasa Tenggara mempuyai dampak buruk bagi sektor pariwisata di daerah ini,” kata Viddy Ngantung di Ratahan, Selasa, 28 Maret 2017.

Viddy mengungkapkan wilayah perairan Minahasa Tenggara tak hanya menjadi objek wisata andalan daerah, melainkan menjadi salah satu destinasi para wisatawan di Provinsi Sulawesi Utara.

“Sangat disayangkan jika keindahan bawah laut perairan di Minahasa Tenggara dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan menggunakan bom ikan,” katanya.

Dia pun berharap aksi tersebut segera mendapatkan perhatian dari pemerintah dan aparat hukum untuk melakukan penindakan kepada para pelaku.

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara Franky Wowor mengaku prihatin dengan masih adanya aksi pengeboman ikan. “Kami menyayangkan aksi-aksi para nelayan yang menggunakan bom untuk menangkap ikan di sekitar perairan Minahasa Tenggara, karena hal tersebut sangat merusak,” katanya.

Pemkab, kata dia, akan bekerja sama dengan aparat hukum terkait untuk mencegah aksi pengeboman ikan di wilayah perairan setempat. Mereka juga akan terus mensosialisasikan dampak buruk penggunaan bom ikan. “Kami akan bekerja sama dengan aparat hukum untuk melakukan penindakan terhadap aksi-aksi yang merusak tersebut,” katanya.

Franky pun mengimbau masyarakat untuk melaporkan kepada pemerintah desa atau kepada aparat hukum jika mendapati aksi pengeboman ikan di sekitar perairan Minahasa Tenggara.

 

BISNIS.COM

March 28, 2017

Boeing Defence Space Tawarkan Pesawat Kebutuhan TNI AU

Hmm.. mulai main lagi para broker.. bukanya pembelian langsung dengan vendor melalui jalur G to G.. Kok bisa ada lagi broker ” senjata Melayu”  antara Boeing dan TNI AU.. Harus ada klarifikasi nih..

Boeing konon memakai   PT Auvia Gaya Perkasa lihat situsnya  http://auvia.co.id/product

 

dari situs Jakartagreater.com

Mar282017

 


Kepala Staf Angkatan Udata (Kasau) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menerima kunjungan dari Wakil Direktur Global Sales and Marketing Boeing Defence Space (BDS) Mr. Yeong Tae Pak di Mabesau Cilangkap, Jumat (24/3).

Dalam pertemuan Yeong Tae Pak yang didampingi Emilia S. Widowati sebagai Dirut PT Auvia Gaya Perkasa, menyampaikan penawaran pesawat sebagai kebutuhan TNI Angkatan Udara serta jumlah kebutuhan yang diperlukan untuk operasionalnya.

Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa TNI Angkatan Udara mengapresiasi dan tertarik dengan yang disampaikan. Namun menurutnya, semua kebutuhan TNI Angkatan Udara diserahkan kepada Kementerian Pertahanan dan pemerintah.

Sumber: tni-au.mil.id

March 28, 2017

Terrorists use the Dark Web to hide

14 1LINKEDINCOMMENTMORE

SAN FRANCISCO —  Terrorists are increasingly using the hidden parts of the Internet to avoid surveillance, relying on the open web for recruiting but then moving to encryption and the Dark Web for more nefarious interactions, experts said in interviews Monday.

This is one reason United Kingdom Home Secretary Amber Rudd said Sunday that government agencies need access to such encrypted services to protect the public, reigniting a more than 20-year debate over the competing needs of security and privacy.

“We need to make sure that organizations like WhatsApp — and there are plenty of others like that — don’t provide a secret place for terrorists to communicate with each other,” she said on the BBC.

Related:

London terror suspect Khalid Masood sent a WhatsApp message to an unknown person just before Sunday’s attack that killed four people and injured dozens. The message’s contents — and its intended recipient — can’t be accessed by police because the popular, Facebook-owned messaging service encoded them.

It is the burgeoning of these secret, unaccessible corners of the Internet that worries law enforcement agencies, which have been talking for several years about the dangers posed by criminals and terrorists who can now “go dark” by using strong encryption.

“That is a shadow falling across our work,” he said. The darkness is spreading through the whole room, FBI Director James Comey said last week at a security conference at the University of Texas at Austin.

Privacy advocates and online pragmatists believe it’s impossible to provide access just to law enforcement without endangering the privacy of the public and making their data more vulnerable to criminals.

“The minute you have a mechanism in place to overcome the encryption, that opens it up for any hacker to get at it, which becomes a major issue,” said Joel Reidenberg, a cybersecurity and privacy law professor at Fordham Law School.

A surprising amount of what terrorist groups such as ISIS do happens on the open web. It’s the communication that leads to violent acts that is often inaccessible.

“Like any organization that has a message and an outreach objective, they use multimedia formats and a wide variety of spaces. They have printed magazines, websites and Twitter feeds,” said Kate Coyer. She leads research at a center for research in violent online political extremism at the University of Central Europe in Budapest, Hungary.

This can range from beautifully designed magazines with articles on how to use cars as weapons to Twitter accounts that proselytize the glories of jihad, said Rabbi Abraham Cooper, head of the Wiesenthal Center’s Digital Terrorism and Hate project in Los Angeles.

When they find a likely recruit, they increase the interactions, then when the discussions become more pointed “they absolutely will look for encrypted chat groups so they can have those conversations privately,” Cooper said.

In the last 18 months, the Wiesenthal Center has seen a new mantra on the part of terrorist groups and those who recruit to terrorist ideologies. “They say, ‘just as you wouldn’t go forward without your Koran, you should not communicate with anybody without being encrypted,’” Cooper said.

“Mere ‘fans’ prefer more mainstream outlets to spread news, propaganda, videos etc. They often chatter among each other on best practices and spreading of how-to manuals. Once someone gets serious about taking action on their rhetoric, the conversations go private,” said Veryan Khan, editorial director at the Terrorism Research and Analysis Consortium, a private firm that collects information on terrorism.

Even deeper and harder to get at is what’s know as the Dark Web, the hidden portion of the Internet that’s only available through specialized browsers. It’s not really a single entity but instead thousands of sites, most encrypted and all available only to those with information about how to find them and how to access them.

“It’s a place where all sorts of illicit activities can happen. It’s the sort of place where you would go if you wanted to buy weapons,” said Herb Lin, a senior research scholar for cyber policy at the Hoover Institution at Stanford University.

The dark web also plays a key role in terrorists’ overall communication strategy.

“One of the things they do is they train each other on how to run all the traffic on their Android mobile phones through the dark web so all their Internet and voice traffic is sent through encrypted channels and so unreadable by law enforcement,” said Aaron Brantly, a professor of cyber studies at the U.S. Military Academy.

The debate over the threat encryption poses to government-intelligence gathering efforts is not new. It dates back to the 1990s when the National Security Agency proposed requiring that all new telephones and digital devices include what was known as the Clipper chip, which would have given the government back door access to encrypted communications.

That attempt and others going forward have all been thwarted by U.S. courts upholding the right to privacy.

The legal situation in the United Kingdom is different because the U.K. does not have a First Amendment but does have the Regulation of Investigative Powers Act, passed last year, which gives the executive branch there very broad powers to issue surveillance orders without having to go through the courts to get a warrant as would be required in the United States, Reidenberg said.

Even if law enforcement were able to gain access to keys to unlock encrypted message, it’s not clear how long it would help, said Khan of the Terrorism Research and Analysis Consortium.

Al-Qaeda and ISIS supporters are highly adaptive and once a new communication tool becomes less secure they simply move on. “It is my opinion that closing one area simply makes them harder for us to monitor potential new threats,” she said.

March 28, 2017

Tiga Tahun Diperbaiki, Casa A-2108 Skadron Udara 4 Lanud Abdurahman Saleh Diserahkan

3 tahun perbaikan ??

dari defense studies.blogspot.com

 

28 Maret 2017

Pesawat angkut ringan Casa 212 No Register A-2108 milik Skadron Udara 4 Lanud Abd Saleh, Malang (photo : TNI AU)

MALANG | duta.co – Setelah hampir tiga tahun mengalami pemeliharaan mayor Servicing di Sathar 32 Depohar 30 Lanud Abd Saleh Malang, pesawat angkut ringan Casa 212 No Register  A-2108  milik Skadron Udara 4 Lanud Abd Saleh diserahkan kembali ke home basenya bertempat di lapangan apel Sathar 32 Depohar 30.

Casa 212 TNI AU dalam skema warna angkut serbaguna (photo : sindo)

Penyerahan pesawat yang di Komandan Depohar 30 Kolonel Tek Edy Supriyono S.E  kepada Komandan Skadron udara 4 Letkol Pnb Agung Perwira disaksikan oleh Komandan Sathar 32 Letkol Tek Dody Kurniadi  dan para pejabat Depohar 30 beserta anggotanya.

“Setelah hampir tiga tahun tepatnya tanggal 27 Maret 2017 diserahkan ke Skadron Udara 4. Sathar 32 telah berhasil melakukan pengerjaan major servicing (servis berat) pesawat Angkut Ringan Casa 212 dibawah komando Komandan Sathar 32 Letkol Tek Dody Kurniadi, dan telah dilaksanakan test flight beberapa kali dengan hasil baik.” ungkap Komandan Depohar 30 Kolonel Tek Edy Supriyono S.E melalui Kepala Penerangan pangkalan TNI-AU Abd. Saleh, Pakis, Kabupaten Malang, Mayor Hamdi Londong Allo, S.S pada Duta. Co.id ( Sabtu, 27/3).

Casa 212 TNI AU dalam skema warna angkut penumpang (photo : adi cahyadi)

Pesawat Casa 212 merupakan pesawat Angkut ringan buatan PT Dirgantara  Indonesia (DI) dengan nomor Type Engine TPE 331-10R-512C dan nomor Registrasi A-2108 masuk ke Sathar (Satuan Pemeliharaan) untuk pemeliharaan Major Servicing pada tanggal 24 Desemberr 2014 dan  melaksanakan Test Flight 15 Maret s/d 20 maret 2017 pesawat tersebut telah dinyatakan Test Flight dengan baik, tambahnya.

Satuan Pemeliharaan 32 (Sathar 32), satuan pelaksana dibawah Depo Pemeliharaan 30 (Depohar 30) Lanud Abdulrachman Saleh Malang mempunyai tugas melaksanakan pembuatan/perbaikan tingkat berat  beragam pesawat tempur dan Angkut Ringan dari jenis Casa C-212, Su-27/30, Super Tucano EMB 314 dan Hawk 100/200.

(Duta)

March 27, 2017

Indonesia Pelajari Opsi Lisensi Produksi Amunisi Dan Komponen BMP-3F

mantab kalau bisa terlaksana. Mungkin harus buat perusahaan baru lagi..atau anak perusahaan Pindad dan PAL. khusus utk maintenance dan produksi kompenen alutsista eks Rusia. Siapa tahu bisa menghasilkan devisa juga. Ada Baiknya contoh Singapore  ST Kinetics atau ST  Engineering .

dari Militermeter.com

Indonesia sedang mempelajari opsi untuk memulai lisensi produksi amunisi dan komponen untuk BMP-3F, ungkap Wakil Kepala Russia’s Federal Service for Military and Technical Cooperation, Mikhail Petukhov.

Dilansir dari armyrecognition (24/03), Petukhov membuat pernyataan ini di pameran senjata internasional LIMA 2017. “Indonesia saat ini sedang mempelajari penawaran mengenai lisensi produksi amunisasi dan komponen terpisah BMP-3F yang sebelumnya juga telah dikirim,” kata wakil kepala. Menurut dia, Rusia siap untuk bekerja sama dengan pelanggan asing potensial di bidang produksi berlisensi.

“Kami siap untuk kerjasama semacam ini seperti pemanfaatan, parameter dan prospek harus dipertimbangkan dalam setiap kasus tertentu,” kata wakil kepala. Hari ini, Angkatan Bersenjata Indonesia memiliki armada BMP-3F. Seperti dilaporkan sebelumnya, Indonesia menerima 17 unit BMP-3F pada tahun 2010. Kemudian, eksportir senjata Rosoboronexport Rusia menyampaikan batch kedua sejumlah 37 unit BMP-3F kepada Indonesia.

BMP-3F adalah versi dasar dari kendaraan yang dirancang untuk Korps Marinir. Kendaraan dapat digunakan untuk unit pertahanan dan penjaga perbatasan di wilayah pesisir.

Kendaraan ini dirancang untuk pertempuran di wilayah pesisir dan pantai untuk pendaratan amfibi. Kendaraan ini dipersenjatai dengan senjata utama meriam 100mm, koaksial gun 30mm, rudal anti-tank dan senapan mesin 7.62mm. BMP-3F memiliki tiga awak dan dapat membawa tujuh prajurit marinir.

sumber: armyrecognition.com

March 26, 2017

Tiga Helikopter Apache Guardian akan Diterima November

membeli lebih mudah daripada merawat .. inilah titik lemah yang harus segera dibenahi

dari Defense studies blogspot

Suara Merdeka 26 Maret 2017

Boeing AH-64E Apache Guardian (photo : conpaper)

Delapan Apache Siap Perkuat Skadron 11 Penerbad

SEMARANG, suaramerdeka.com – Delapan Heli Apache akan segera diterima Skadron 11 Penerbad Semarang. Pengiriman pesawat canggih buatan Amerika tersebut akan dilakukan dua tahap, dengan tahap pertama sebanyak tiga unit akan diterima November, sedang lima unit sisanya pada tahun 2018. Hal tersebut diungkapkan Wadanpuspenerbad Brigjen TNI Eko Susetyo usai menerima kunjungan kerja Komisi I DPR RI di Skadron 11/ Serbu, Penerbad Semarang, Jumat (24/3).

“Heli Apache akan kita terima sebanyak delapan unit yang akan dikirim bertahap. Ini menjadi alutsista penerbad dengan teknologi tercanggih dan terbaru. Untuk itu kita telah melakukan persiapan, baik untuk kemampuan pilot menerbangkannya maupun dalam perawatannya. Sejumlah personil pilot sudah kami kirim untuk mengikuti training di Amerika. Apache ini akan menjadi kekuatan baru yang menunjang tugas Penerbad yang bisa digunakan dalam tugas heli serang, patrol perbatasan atau dilibatkan dalam  pengamanan laut maupun ilegal fishing,”jelasnya.

91 Helikopter Penerbad

Dalam menerima Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari bersama rombongan, Wadanpuspenerbad berharap masalah anggaran pemeliharaan alutsista Penerbad harus diperhatikan.  Menurutnya sebagai satuan yang memiliki kekuatan 91 heli berupa heli latih, serang, serbu dan angkut. Penerbad membutuhkan anggaran sangat besar untuk perawatan serta menjaga profesionalisme personil yang di sekolahkan/ training untuk menambah keilmuannya dalam bidangnya masing-masing.

Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari mengatakan dalam kunjungannya Komisi I DPR RI ingin melihat lebih dekat seperti kondisi alutsista di Penerbad dan seberapa banyak kendala yang dihadapi.

“Ternyata Penerbad ada 91 heli yang butuh maintenance yang sangat besar. Mereka melakukan perawatan sendiri karena kalau dilakukan pihak outsourcing akan terlalu mahal biayanya. Kita akan dorong anggaran untuk mendukung tugas penerbad dalam rangka meningkatkan profesionalisme SDM dan maintenance alutsista.”

“Kami juga mendukung pembaharuan alutsista untuk menunjang tugas Penerbad . Ini sangat penting diperjuangkan karena sebagai Negara kepulauan, kehadiran satuan penerbad sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan seperti pergeseran patok wilayah, illegal fishing, mengantisipasi penyelundupan melalui patrol udara,” tandasnya.

March 26, 2017

MRSS Indonesia Jadi Pilihan TLDM

Dari Defense- studies.blogspot
26 Maret 2017

Tjahjono Yudo menunjukkan replika kapal laut MRSS keluaran Indonesia. (photo : Utusan)

LANGKAWI – Bukan lagi rahsia betapa Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) sangat berkehendakkan kapal sokongan pelbagai peranan (MRSS) sebagai salah satu daripada elemen transformasi 15 to 5 yang dianggap sebagai langkah efisien dalam me­ngukuhkan ketumbukan pasukan menjaga perairan negara.

Setelah beberapa negara termasuk Amerika Syarikat (AS) dan China dikhabarkan cuba melobi Malaysia untuk membeli kapal mereka sebelum ini, kebelakang­an ini, terdengar khabar mengatakan MRSS dihasilkan syarikat negara jiran, PT PAL Indonesia (Persero) yang menjadi pilihan.

Pengarah Urusan Perancangan Strategik Korporat Persero, Ir. Tjahjono Yudo ketika ditemui mengakui pihaknya sudah pun menjalinkan kerjasama bersama Boustead Naval Shipyard bagi meneliti spesifikasi kapal yang sesuai ditawarkan kepada TLDM.

Kapal MRSS pengajuan dari China (photo : Navy Recognition)

“Setakat ini saya belum boleh memberi maklumat penuh me­ngenai spesifikasi kapal yang ditawarkan. Namun secara umumnya MRSS yang kami tawarkan adalah kapal versi terkini yang diba­ngunkan daripada kapal pendarat (LPD), sama seperti kapal perang Republik Indonesia (KRI) Banjamasin dan KRI Banda Aceh.

“Tentera Laut Filipina membuat dua tempahan kapal ini daripada kami dengan satu daripadanya sudah diserahkan pada Mei 2016 dan satu lagi bakal diselesaikan tahun ini. Saya percaya selaku negara berjiran yang mempunyai keadaan hampir sama, Malaysia juga sesuai memiliki kapal ini,” katanya kepada Utusan Malaysia di sini hari ini.

Sementara itu, sumber dalaman TLDM memaklumkan, pasukan itu sememangnya berhasrat mendapatkan kapal tersebut namun belum ada sebarang keputusan dibuat mengenainya.

“Sejak KD Inderapura terbakar pada 2009, tugas-tugas logistik kebanyakannya diambil alih dua lagi kapal dalam kelas Multi Purpose Command Support Ship (MPCSS) iaitu KD Mahawangsa dan KD Sri Indera Sakti.

Kapal MRSS pengajuan dari Belanda (photo : Navy Recognition)

“Kedua-dua kapal itu tidak sebesar KD Inderapura dan bebanan tugas berlebihan juga menyebabkan kos penyelenggaraan serta baik pulih meningkat. Jadi, langkah untuk mendapatkan MRSS adalah pilihan terbaik,” katanya.

Selain itu, katanya, kapal tersebut sekiranya dimiliki mampu memberi imej lebih mesra kepada negara ini dalam menjalankan misi-misi kemanusiaan.

“Adakalanya dalam menjalankan misi kemanusiaan, kita terpaksa menggunakan kapal-kapal perang. Jadi kalau kita menggunakan kapal pengangkut seperti ini, keadaannya akan menjadi lebih ‘molek’ dan mesra,” katanya.

(Utusan)

March 25, 2017

Geledah Rumah Terduga Teroris Pamulang, Polisi Sita Laptop

kenapa tidak di dor saja.. percuma lah di penjara, uang pajak dipakai untuk membiayai hidup sampah masyrakat.   teroris macam begini tidak akan tobat sampai kiamat !

SABTU, 25 MARET 2017 | 09:03 WIB

Geledah Rumah Terduga Teroris Pamulang, Polisi Sita Laptop

Sejumlah petugas kepolisian berjaga di depan rumah terduga teroris Bambang Eko Prasetyo di Pamulang usai di grebek Densus 88. TEMPO/Marifka Wahyu

TEMPO.CO, Jakarta – Kepolisian RI menyita sejumlah barang bukti dari penggeledahan yang dilakukan di rumah kontrakan salah satu tersangka teror atas nama BEP (Bambang Eko Prasetyo) di Pamulang, Tangerang Selatan, pada Jumat, 24 Maret 2017.

“Penggeledahan ini untuk mencari barang bukti terkait aksi teroris yang bersangkutan,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Komisaris Besar Martinus Sitompul, Jumat, 24 Maret 2017.

Baca: Polisi Periksa Rumah Terduga Teroris di Pamulang, Siapa Bambang?

Dalam penggeledahan itu, kata dia, polisi menemukan beberapa bukti seperti beberapa laptop dan dokumen. Barang itu lalu disita untuk melengkapi pemeriksaan terhadap Bambang.

Bambang, 37 tahun, ditangkap pukul 11.10 di bengkel yang berlokasi di Ciputat, Kamis, 23 Maret 2017. Dia diduga terlibat atau turut serta dalam jaringan kelompok Suryadi Masud. Dia juga disangka turut serta dalam pelatihan militer bersama kelompok teroris di Filipina Selatan.

Sahrir Sidiq menuturkan bahwa tetangganya, sejak Bambang tinggal di Kedaung, Pamulang, tahun 2012, tidak menunjukkan gerak-gerik mencurigakan. “Hanya saja setahun belakangan ada yang berubah dalam dirinya,” ujar Sahrir, Jumat, 24 Maret 2017.

Baca juga: Nanang Kosim Simpul Teror Thamrin, Bom Samarinda, dan Halmahera  

Menurut Sahrir, selama setahun belakangan Bambang tidak membolehkan anaknya bersekolah, sedangkan pekerjaan sehari-hari membuka warnet. “Terakhir beberapa hari yang lalu kami sempat sama-sama menjenguk tetangga yang sedang sakit di rumah sakit,” ujarnya.

Sahrir menambahkan, di lingkungan tersebut Bambang sering bersosialisasi serta bersifat ramah dengan tetangga. “Beliau juga salah satu pengurus RT di sini, beliau menjadi sekretaris RT dan sering mengatur pembukuan uang kas RT di sini,” kata Sahrir.

Selain menangkap Bambang, pada hari yang sama, tim Detasemen Khusus Mabes Polri juga menangkap empat terduga teroris di wilayah Cilegon.

REZKI ALVIONITASARI | MUHAMMAD KURNIANTO