Top memang bu Susi!


Menteri Susi Pimpin Penenggelaman 81 Kapal Illegal Fishing

SABTU, 01 APRIL 2017 | 17:34 WIB

Menteri Susi Pimpin Penenggelaman 81 Kapal Illegal Fishing  

Menteri Kelautan dan Perikanan selaku Komandan Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal (Satgas 115) Susi Pudjiastuti (kiri) didampingi Wakil KSAL Laksdya TNI Achmad Taufiqoerrochman memantau proses penenggelaman kapal pelaku pencurian ikan KM SINO 26 dan KM SINO 35 di perairan Desa Morela, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, 1 April 2017. ANTARAFOTO

TEMPO.CO, Ambon – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pujiastuti memimpin penenggelaman 81 kapal pelaku ilegal fishing serentak pada 12 lokasi di Indonesia. 81 kapal tersebut merupakan kapal perikanan berbendera asing diantaranya, 46 buah kapal asal vietnam, 18 buah kapal asal Filipina, 11 buah kapal asal Malaysia serta 6 buah kapal berasal dari Indonesia.

Penenggelaman dilakukan lantaran 81 kapal itu terbukti melanggar hukum berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 tahun 2004 jo, serta Undang-Undang Nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan melakukan operasi penangkapan ikan di wilayah pengelolaan perikanan Indonesia tanpa memiliki dokumen perizinan, serta menggunakan alat penangkapan ikan yang dapat merusak ekosistem laut.
Baca : Sempat Tertunda, 70 Kapal Ikan Asing Ilegal Ditenggelamkan April

“Selama 2 tahun kita mengikuti proses hukum kapal-kapal tersebut, hal ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi bahwa Pemerintah Indonesia tetap berdautlat dengan memusnahkan kapal. Intinya Indonesia tidak boleh kalah oleh mafia ilegal fishing, “ kata Menteri Kelautan dan perikanan, Susi Pujiastuti, Sabtu, 1 April, 2017 di Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah.

Susi mengatakan, dari 12 lokasi ilegal fishing di Indonesia perairan Indonesia Timur belum aman dari paraktek ilegal fishing. Menurutnya, perairan Maluku merupakan daerah paling rawan terjadinya pencurian ikan secara ilegal.

Kementrian Kelautan dan Perikanan mencatat terdapat 10 buah kapal tengah diproses secara hukum, kesepuluh kapal tersebut tiga kapal berkekuatan hukum tetap atau inchraht, sedangkan tujuh kapal lainnya tengah menunggu inchraht P21. “ dari dulu Maluku merupakan lokasi ilegal fishing paling banyak, tapi dari proses hukum yang kita dapatkan ada 10 buah kapal, ” ungkap Susi.

Penenggelaman kapal dikomandoi Susi secara serentak melalui video streaming yang terhubung dengan 11 lokasi lainnya di Indonesia, yakni, Aceh, Bali, Belawan, Tarempa, Natuna, Tarakan, Bitung, Ternate, Merauke, Sorong dan Pontianak.

RERE_KHAIRIYAH

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: