Ini Dia Dirut Baru PT PAL


Apr032017

 

Jakarta – Menteri BUMN Rini Soemarno menunjuk Budiman Saleh sebagai Direktur Utama PT PAL Indonesia menggantikan Firmansyah Arifin yang sebelumnya diberhentikan terkait dugaan tindak pidana korupsi.

Firmansyah terduga menerima suap pembayaran “fee agency” atas penjualan kapal perang “Strategic Sealift Vessel” (SSV) antara PT PAL dengan pemerintah Filipina. Sementara itu, Budiman Saleh sebelumnya adalah Direktur Niaga dan Restrukturisasi PT Dirgantara Indonesia (PT DI).

Penyerahan salinan surat keputusan pengangkatan Budiman Saleh diserahkan Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, 3/4/2017.

Penetapan Budiman Saleh dilakukan berdasarkan SK-64/MBU/04/2017 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT PAL Indonesia.

Penyerahan SK Penangkatan Budiman Saleh menjadi orang nomor satu di perusahaan pembuatan kapal dan galangan ini juga disaksikan Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan PT PAL Indonesia beserta Pejabat Pimpinan Tinggi Kementerian BUMN.

Pada kesempatan itu, Kementerian BUMN memberhentikan dengan hormat Etty Soewardani sebagai Direktur SDM dan Umum PAL Indonesia, namun kemudian diangkat kembali untuk masa jabatan periode berikutnya.

Menurut Harry, proses pergantian manajemen di tubuh PAL Indonesia sudah cukup lama, namun sebagaimana diketahui untuk menentukannya harus terlebih dahulu melewati Tim Penilai Akhir (TPA).

“Kami berharap Dewan Komisaris dapat meningkatkan pengawasan secara korporasi dan kemudian ke depan Direksi PT PAL Indonesia beserta jajaran agar terus semangat, semakin solid dan kompak dalam menjalankan perusahaan dengan baik,” ujar Harry.

Antara

++++++++++++++++

  • Minggu, 2 April 2017 | 17:47 WIB
  • Dirut PT PAL Tersangka Korupsi, TNI Kaji Ulang Kerja Sama

  • Oleh
    • Eko Priliawito,
    • Fajar Ginanjar Mukti
Dirut PT PAL Tersangka Korupsi, TNI Kaji Ulang Kerja Sama

Photo :

  • Puspen TNI.
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

VIVA.co.id – Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, akan mengevaluasi kemitraan institusinya dengan PT PAL Indonesia. Evaluasi dilakukan terkait ditetapkannya sejumlah petinggi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu sebagai tersangka dalam kasus suap penjualan kapal laut ke Filipina.

Menurut Gatot, TNI hanya bermitra dengan perusahaan yang memiliki rekam jejak yang bersih. Terlibatnya petinggi perusahaan itu dalam kasus korupsi menjadi bahan pertimbangan TNI Angkatan Laut (AL) untuk tak lagi melakukan pengadaan kapal laut dari perusahaan yang berbasis di Surabaya, Jawa Timur itu.
“Kalau ada yang tertangkap (Operasi Tangkap Tangan/OTT), itu lebih bagus. Jadi evaluasi supaya tidak dipakai lagi,” ujar Gatot di sela-sela menyaksikan latihan Persatuan Sepak Bola (PS) TNI di Lapangan Atang Sanjaya, Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Minggu 2 April 2017.
Pada kesempatan yang sama, Gatot menegaskan TNI tidak memiliki sangkut paut dengan korupsi yang dilakukan petinggi PT PAL. PAL, yang memiliki kepanjangan ‘Penataran Angkatan Laut’, adalah perusahaan rekanan TNI. Namun perusahaan itu tidak memiliki sangkut paut kelembagaan dengan TNI.
“PT PAL itu BUMN, bukan kepunyaan TNI,” lanjut Gatot. (ren)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: