Jafar Hapsah Naik Mobil Mewah Hasil Duit e-KTP


Oleh : Indra Hendriana | Senin, 3 April 2017 | 12:55 WIB
Jafar Hapsah Naik Mobil Mewah Hasil Duit e-KTP

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat (PD) M. Nazaruddin – (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta – Mantan anggota DPR RI M. Nazaruddin membenarkan Jafar Hapsah sewaktu menjadi Ketua Fraksi Partai Demokrat ikut menikmati uang hasil korupsi e-KTP yang merugikan uang negara senilai Rp 2,3 triliun.

Menurut Nazar, Jafar menerima uang senilai USD 100 ribu. Uang itu diberikan oleh Anas melalui dirinya. Uang itu merupakan bagian dari sejumlah uang dari Andi Agustinus alias Andi Narogong dari e-KTP.
“Jadi, waktu itu Pak Jafar baru jadi Ketua Fraksi Demokrat. Waktu itu ada uang e-KTP dikasi Mas Anas untuk Pak Jafar,” kata Nazar untuk dua terdakwa Irman dan Sugihrato di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (3/4/2017).

Pemberian uang itu saat Jafar baru menjadi Ketua Fraksi Demokrat menggantikan Anas. Saat itu, menurut Nazar, Jafar meminta uang untuk membeli mobil.

“Ruangan saya sebelahan, waktu itu Bang Jafar bilang mau beli mobil. Kemudian, Mas Anas bilang kasi saja 100.000 dollar AS,” kata Nazar.

Dalam berkas dakwaan Irman dan Sugiharto Jafar disebut menerima uang senilai USD 100 ribu. Jafar menerima uang tersebut pada saat menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat. Uang itu diberikan oleh Anas Urbaningrum yang sumbernya dari hasil korupsi proyek e-KTP yang telah membuat negara merugi Rp 2,3 triliun.

Setelah menerima uang itu, Jafar Hapsah menggunakan untuk membeli mobil mewah bermerek Toyota Land Cruiser dengan nomor Polisi B 1 MJH.

“(Diberikan pada) Mohammad Jafar Hapsah selaku Ketua Fraksi Partai Demokrat sejumlah USD100.000 yang kemudian dibelikan satu unit mobil Toyota Land Cruiser Nomor Polisi B 1 MJH,” kata jaksa KPK Irene Putri saat membacakan surat dakwaan Irman dan Sugiharto di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (9/1/2017).

Menurut jaksa KPK adanya pemberian itu menindaklanjuti kesepakatan sekira bulan September- Oktober 2010 di ruang kerja Mustoko Weni di gedung DPR RI, Andi Agustinus alias Andi Narogong dengan maksud agar Komisi II dan Badan Anggaran DPR RI menyetujui anggaran untuk proyek pengadaan dan penerapan KTP berbasis NIK secara nasional (KTP Elektronik). [rok]

+++++++++++++++++++++++++

Senin 03 Apr 2017, 14:45 WIB

Sidang Korupsi E-KTP

Tawa Kecil Nazaruddin Saat Ditanya Jaksa Soal Yasonna Laoly

Rina Atriana – detikNews
Tawa Kecil Nazaruddin Saat Ditanya Jaksa Soal Yasonna LaolyM Nazaruddin/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta – Nama Menkum HAM Yasonna Laoly ikut disebut-sebut dalam dugaan bagi-bagi uang proyek e-KTP. Yasonna saat proyek tersebut dibahas di DPR masih berstatus sebagai anggota Komisi II.

Mantan Bendahara Fraksi Demokrat M Nazaruddin yang bersaksi di sidang e-KTP ini, hanya tertawa kecil saat jaksa Abdul Basir mengkonfirmasinya terkait keterlibatan Yasonna. Bahkan Nazaruddin mengaku tak kenal dengan Yasonna saat itu.

“Nggak tahu saya,” kata Nazaruddin saat bersaksi untuk terdakwa Irman dan Sugiharto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (3/4/2017).

“Saudara nggak tahu?” tanya jaksa lagi.

“Hehehe, nggak tahu,” jawab Nazar.

Jaksa kemudian mengingatkan Nazaruddin bahwa dirinya pernah menyebut Yasonna sebagai Ketua Kelompok Fraksi.

“Anda ada jelaskan di sini Kapoksi-nya Yasonna Laoly,” ujar jaksa.

“Nggak kenal semua,” jawab Nazaruddin.

Hakim John Halasan Butar-Butar kemudian meminta jaksa tak memaksa Nazaruddin jika memang dijawab tidak tahu. “Kalau tidak tahu jangan dipaksa,” tutur hakim John.

Nama Yasonna Laoly ikut terseret dalam pusaran kasus dugaan korupsi pengadaan proyek e-KTP. Yasonna disebut menerima uang USD 84 ribu hasil dari korupsi e-KTP.

“Perbuatan para terdakwa juga memperkaya orang lain, yaitu Yasonna Laoly sejumlah USD 84 ribu,” ucap jaksa KPK saat membacakan surat dakwaannya di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (9/3).

Baca juga: Kaget Disebut, Yasonna Laoly Siap Bersaksi di Sidang e-KTP

Yasonna mengaku terkejut ikut disebut-sebut. Yasonna menegaskan tak pernah menerima duit hasil kongkalikong anggaran e-KTP.

“Saya kaget mendengar nama saya dicatut dan dituduh menerima dana bancakan e-KTP. Saya tidak pernah menerima dana tersebut dan tidak pernah berhubungan dengan para terdakwa dalam proyek e-KTP kecuali dalam rapat-rapat DPR,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (9/3).
(rna/fdn)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: