6 Terduga Teroris Serang Polisi di Tuban, Polisi: Balas Dendam


Setip aja pak Polisi ! Percuma di penjara..
Sabtu 08 Apr 2017, 21:21 WIB

Ainur Rofiq – detikNews
6 Terduga Teroris Serang Polisi di Tuban, Polisi: Balas DendamFoto: Ainur Rofiq
Tuban – Penyerangan anggota polisi di Jenu, Tuban, Jawa Timur, oleh enam orang terduga teroris Jamaah Ansaru Daulah (JAD) sebagai aksi amaliyah atau balas dendam.

Polisi menyebut para pelaku yang tewas dalam baku tembak dengan Brimob dan Densus Antiteror 88 saat pengepungan itu melancarkan balas dendam karena rekannya ditangkap beberapa hari lalu.

Foto: Ainur Rofiq

“Yang jelas ada kaitannya teroris kelompok daripada JAD yang dua hari lalu ditangkap, ada 3 orang yang ditangkap di Lamongan masih dalam proses Densus 88 kemudian melakukan amaliyah, balas dendam,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin di Mapolres Tuban, Sabtu (8/4/2017) malam.

Machfud menjelaskan tiga terduga teroris yang diamankan di Lamongan pada Kamis (6/4) salah satunya adalah tokoh JAD.

Penyerangan Polisi di Tuban, Kapolda Jatim: Mereka Balas DendamFoto: Istimewa

“Dua hari lalu adalah tokoh JAD, ini dari kelompok JAD dan yang ini (6 orang) amaliyah melakukan balas dendam,” imbuh Machfud.

Keenam orang dengan menumpang mobil Daihatsu Terios nopol H 9037 BZ yag disewa dari Semarang melakukan penyerangan dengan menembaki anggota Sat Lantas Polres Tuban di wilayah Jenu pada pukul 09.00 WIB, Sabtu (8/4/2017).

Setelah dilakukan pengejaran dan penghadangan, Mobil Terios ditinggalkan pelaku di tepi jalan. Seluruh penumpang dan sopirnya kabur ke kebun di sekitar perkampungan Desa Beji, Kecamatan Jenu. Brimob dan Densus Antiteror 88 melakukan pengepungan dan menewaskan 6 orang.

Satu pelaku bisa diketahui karena polisi menemukan paspornya di dalam mobil yang ditinggalkan yaitu Satria Aditama, asal Semarang, Jawa Tengah.

(ze/ugik)

+++++++++++++++++++++++++++++
Sabtu 08 Apr 2017, 20:54 WIB

Baku Tembak Di Tuban

6 Terduga Teroris Tewas di Tuban, Salah Satunya Satria Aditama

Ainur Rofiq – detikNews
6 Terduga Teroris Tewas di Tuban, Salah Satunya Satria AditamaFoto: Istimewa
Tuban – Polisi berhasil mengidentifikasi satu dari 6 terduga teroris Jamaah Ansaru Daulah (JAD) yang tewas dalam baku tembak di Tuban, Jawa Timur. Identitas Satria Aditama asal Semarang yang terungkap dari paspor yang ditemukan.

“Dari enam hanya satu pelaku teridentifikasi bernama Satria Aditama yang kita pastikan dari paspor yang kita amankan,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin di Mapolres Tuban, Sabtu (7/4/2017) malam.

Enam Terduga Teroris Tewas di Tuban, Salah Satunya Satra AditamaFoto: Istimewa

5 identitas terduga teroris lainnya, Machfud mengaku masih akan melakukan identifikasi dengan membawa seluruh jenazah ke RS H.S Samsoeri Mertojoso Bhayangkara Polda Jatim.

“Lima orang tidak ada dokumen identitasnya, akan kita lakukan identifikasi,” imbuh dia.

Enam Terduga Teroris Tewas di Tuban, Salah Satunya Satra AditamaFoto: Istimewa

Selain buku paspor dan beberapa handphone milik terduga teroris, polisi juga mengamankan barang bukti lainnya yakni 6 pucuk senjata api rakitan jenis pistol, 6 pisau sangkur, 1 box berisi peluru tajam serta 2 buku saku tentang jihad dan 4 helm, jaket, tas ransel maupu tas selempang milik pelaku.

Keenam orang itu menumpang mobil Daihatsu Terios nopol H 9037 BZ melakukan penyerangan dengan menembaki anggota Sat Lantas Polres Tuban di wilayah Jenu pada pukul 09.00 WIB, Sabtu (8/4/2017).

Enam Terduga Teroris Tewas di Tuban, Salah Satunya Satra AditamaFoto: Istimewa

Setelah dilakukan pengejaran dan penghadangan, Mobil Terios ditinggalkan pelaku di tepi jalan. Seluruh penumpang dan sopirnya kabur ke kebun di sekitar perkampungan Desa Beji, Kecamatan Jenu. Brimob dan Densus Antiteror 88 melakukan pengepungan dan terjadi baku tembak. Aksi baku tembak itu menewaskan keenam terduga teroris.
(ze/ugik)

++++++++++++++++

Soal Teroris Lamongan, Polisi Bantah Ada Rencana Serang Jakarta

SABTU, 08 APRIL 2017 | 20:01 WIB

Soal Teroris Lamongan, Polisi Bantah Ada Rencana Serang Jakarta  

Ilustrasi penjahat bersenjata atau terorist. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta – Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian RI Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar membenarkan pihaknya masih mengejar pelaku lain yang dekat kaitannya dengan tiga terduga teroris di Paciran, Lamongan.

Boy membantah kabar mengenai adanya rencana tiga terduga teroris yang memiliki hubungan keluarga itu untuk menyerang Jakarta. “Tidak ada, belum ada. Hanya (soal pembelian) senjata saja,” ujar Boy saat ditanyai di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Sabtu, 8 April 2017.

Baca: Polri: 3 Terduga Teroris Lamongan Masuk Jaringan Jamaah Ansharut Daulah

Ditambahkannya, tiga orang tersebut merupakan bagian dari jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan ditangkap pada Jumat, 7 April 2017.

Menurut Boy, peran ketiga terduga teroris itu masih terkait dengan teror bom di Jalan M.H. Thamrin pada awal 2016. “Mereka merupakan pembeli senjata api, ya. Mereka beli dari Filipina Selatan,” ujarnya.

Meski tak terindikasi menyerang Ibu Kota, Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan ketiga tersangka berencana menyerang Kepolisian Sektor Brondong, Lamongan.

Simak: Palangkaraya Diusulkan Jadi Ibu Kota, Johan Budi: Saat Ini Belum Siap

Menurut Martinus, tiga terduga teroris yang ditangkap masing-masing bernama Zainal Anshori, Adi Bramadinata, dan Zainal Hasan.

“Untuk tersangka Zainal ini merupakan pimpinan JAD Indonesia yang ditunjuk oleh Oman Abdurahman,” ujar Martinus saat dihubungi Tempo, Sabtu, 8 April.

YOHANES PASKALIS

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: