Archive for May, 2017

May 29, 2017

Auditor Ditangkap KPK, BPK Jamin Hasil Auditnya Masih Kredibel

BPK jadi lembaga stempel WTS saja.. sisanya duit yang mengatur… Lembaga ini dipimpin oleh politikus Golkar yang kredibilitasnya meragukan ( nyimpen duit di luar negeri entah hasil apa).. tidak heran anak buahnya juga sama busuknya..

 

Senin 29 May 2017, 12:25 WIB

Danang Sugianto – detikFinance
Auditor Ditangkap KPK, BPK Jamin Hasil Auditnya Masih KredibelFoto: Gedung BPK/Foto: Istimewa
Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan indikasi dugaan suap yang dilakukan oleh salah satu pejabat Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi kepada salah satu pejabat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Penyuapan tersebut diduga dalam rangka pemberian status atas laporan keuangan kementerian tersebut.

Meski begitu, Anggota BPK Agung Firman Sampurna menegaskan, bahwa pemeriksaan laporan keuangan yang dilakukan oleh BPK berdasarkan sistem yang melibatkan banyak pihak di tubuh lembaga tersebut. Sehingga dia menegaskan hasil pemeriksaan BPK terhadap seluruh Kementerian dan Lembaga (KL) kredibel.

“Sistem ini tidak bergantung pada 1 figur jabatan, apakah itu kepala sub auditorat, atau kepala auditorat, bahkan anggota BPK. Jadi yang terlibat begitu banyak. Tahapannya juga begitu panjang. Bahwasanya kemudian ada dugaan perilaku, kami serahkan sepenuhnya kepada proses hukum,” tuturnya di Auditorium Pusdiklat BPK, Jakarta, Senin (29/5/2017).

Agung juga menegaskan, bahwa BPK tidak akan melakukan audit ulang atas laporan keuangan dari kementerian yang bersangkutan ini. Seperti diketahui Pada laporan keuangan 2016 Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK. Di tahun sebelumnya kementerian itu mendapatkan predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

“Enggak akan ada (audit ulang), karena audit di BPK itu by system, tidak tergantung satu orang. Prosesnya panjang, mulai dari perencanaan, pengumpulan bukti, pengujian, klarifikasi, diskusi sampai dengan proses penyusunan KHP dan action plan. Di dalam proses tersebut dilakukan quality inssurance dan quality control. Beliau (terduga penerima suap) merupakan bagian dari sistem itu,” imbuhnya.

Dengan adanya sistem itu, Agung yakin seluruh opini maupun predikat yang diberikan BPK kepada laporan keuangan Kementerian dan Lembaga, Pemerintah Daerah, Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) sesuai dengan hasil yang ditemukan oleh BPK.

“Jadi kalau menyampaikan opini LKPP dapat predikat WTP itu benar-benar WTP,” tegasnya. (mkj/mkj)

Advertisements
May 26, 2017

Bom Kampung Melayu, Begini Kaitan JAD dengan ISIS

Benar orangnya ya itu itu saja.. para penyembah kematian dan  percaya “bumi datar”. MUI kok diem aja..ya Kelompok teroris ini beneran menistakan agama tapi MUI cs tenang tenang saja.. jangan jangan MUI emang sudah jadi sarang gerombolan “bumi datar”
Pemerintah harus lebih serius “sikat” gerombolan penyembah kematian dan “bumidatar” mulai dari Departemen Pendidikan dan universitas.  Banyak institusi pendidikan negeri ini sudah kena virus ajaran sesat.
Jumat 26 Mei 2017, 08:15 WIB

Kanavino Ahmad Rizqo – detikNews
Bom Kampung Melayu, Begini Kaitan JAD dengan ISISFoto: Rengga Sancaya
Jakarta – Jaringan Jamaah Anshar Daulah (JAD) diduga oleh polisi terlibat dalam insiden bom bunuh diri di Kampung Melayu, Jakarta Timur. Pola serangan yang dilakukan dalam aksi teror di Kampung Melayu itu disebut mirip dengan JAD.

Mantan kepala Badan Nasional Penanggulangan Teorisme (BNPT) Ansyaad Mbai mengatakan, apabila bom bunuh diri di Kampung Melayu itu berkaitan dengan bom panci yang terjadi di Bandung maka bisa dipastikan jaringan itu adalah JAD.

“Iya kalau benar ada kaitan dengan bom panci di Bandung yang lalu, maka ini sudah pasti dari jaringannya ya itu JAD, ada lagi yang baru juga, itu variabel dari JAD, nama meraka bisa macam-macam tapi orangnya itu-itu saja,” ujar Ansyaad saat berbincang dengan detikcom, Kamis (25/5/2017).

Ansyaad menjelaskan, pasca terungkapnya jaringan teror seperti Jemaah Islamiyah (JI), Jemaah Ansharut Tauhid (JAT) dan Negara Islam Indonesia (NII), munculah jaringan teror pecahan dari kelompok-kelompok tersebut. Mereka diketahui menggunakan nama baru untuk melancarkan aksi terornya.

Baca Juga: ISIS Klaim Tanggung Jawab Bom Kampung Melayu

“Ya iya jadi gini dulu kan sebelum ISIS kan kita tahu induknya ada JI, kemudian JAT, ada juga NII kemudian mereka sudah terungkap semua banyak yang tertangkap. Ya mereka banyak muncul sempalan-sempalan berbagai macam nama tetapi simpulnya tetap saja induknya ya JI, JAT NII,”jelasnya.

Saat mendengar adanya ISIS, kelompok-kelompok teror pecahan itu kemudian berbaiat kepada ISIS. Begitu pula JAD yang hari ini santer diberitakan terlibat dalam aksi bom di Kampung Melayu.

“Nah ini sempalan-sempalan ini dengan munculnya ISIS, itu mereka semua otomatis berbaiat ke ISIS,” tutur Ansyaad.

Pola perekrutan dalam gerakan teror ini pun semakin berkembang dengan menggunakan media sosial sebagai sarananya. Hal ini pula yang menjadikan polisi mudah dalam mengidentifikasi dan membongkar kelompok-kelompok tersebut.

“Pola perekerutan sederhana sekali, bisa lewat medsos itu, ya kalau dulu orang diajak berdasarkan jalur kekeluargaan atau pernah sama-sama dalam satu lembaga pendidikan, ya kalau sekarang tidak perlu. Itu mereka bisa dari lewat medsos, ada yang tertarik, ya otomatis dia ikut. Dia berbaiat ISIS, dia dilatih juga,” tutur Ansyaad.

Menurut Ansyaad, jaringan JAD di Indonesia ini bisa dikatakan sebagai kelompok kecil. Mereka berangkat dari pemahaman radikal dan penafsiran yang keliru terhadap doktrin-doktrin agama.

“Umumnya kelompok-kelompok kecil dan namanya itu tidak terlalu penting, yang penting mengusung pemahaman. Satu mindset yang bersumber dari paham-paham radikal. Sebetulnya sumbernya dari pemahaman yang dangkal, penafsiran keliru terhadap doktrin-doktrin agama,” tuturnya.

Jaringan teror ini pun, sambung Ansyaad, tak terlalu mempermasalahkan tempat dalam melancarkan aksinya. Mereka memilih secara acak asalkan ada keramaian dan bisa menimbulkan kekhawatiran kepada banyak orang.

“Kalau tempat tidak terlalu masalah. Ya dimana saja mereka mendapatkan kesempatan di situ mereka melihat dan mempunyai target, yang penting ada banyak orang, ada pejabat, target yang paling strategis sekali tapi itu tidak terlalu penting, yang paling penting buat mereka bisa melakukan serangan itu,” tutupnya.
(knv/nkn)

++++++++++++++++++++

ISIS Klaim Bertanggung Jawab atas Teror Bom Kampung Melayu

JUM’AT, 26 MEI 2017 | 07:36 WIB

ISIS Klaim Bertanggung Jawab atas Teror Bom Kampung Melayu  

Terminal dan halte Kampung Melayu Jakarta Timur belum beroperasi pasca-ledakan bom. MARIA FRANSISCA

TEMPO.CO, Kairo – Kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas teror bom Kampung Melayu yang menewaskan tiga personel kepolisian dan melukai 15 orang lain pada Rabu malam, 24 Mei 2017.

“Pelaku ledakan yang menyerang polisi Indonesia di Jakarta adalah milisi ISIS,” ujar ISIS dalam pernyataannya di Amaq, seperti dikutip dari Channel News Asia, Jumat, 26 Mei 2017.

Baca juga: Satu Terduga Pelaku Bom Kampung Melayu Punya Bisnis Obat Herbal  

Sebelumnya, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian RI Inspektur Jenderal Setyo Wasista mengatakan telah mulai melihat hubungan antara aksi teror di Kampung Melayu dan di Kota Manchester, Inggris, yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Aksi di Inggris juga didalangi ISIS.

“Kejadian di belahan dunia lain bisa memicu dan menginspirasi sel-sel yang tiarap. Setelah melihat, mereka terinspirasi melakukan serangan,” ucap Setyo, Kamis kemarin.

Baca juga: Begini Kronologi Ledakan Bom Kampung Melayu  

Teror bom Kampung Melayu merupakan serangan paling mematikan sejak teror pada 14 Januari 2016 di kawasan Sarinah, Jalan Thamrin, Jakarta. Dalam peristiwa di Sarinah, delapan orang tewas, empat di antaranya pelaku ledakan.

Adapun tiga anggota Polri yang gugur akibat teror bom Kampung Melayu adalah Bripda Imam Gilang asal Klaten, Bripda Ridho Setiawan dari Lampung, dan Bripda Taufan asal Bekasi.

CHANNEL NEWS ASIA | REUTERS | EGI ADYATAMA

May 25, 2017

Kunjungi Indonesia, Raja Swedia Pastikan Pembelian Pesawat Tempur Gripen ?

Sebagai warganegara RI dan pembayar pajak saya sih setuju banget kerjasama dengan negara Skadinavia : Finland Swedia Norwegia dan Denmark..  Transfer of technology  bisa lebih baik dari mereka dan juga kwalitas produk mereka SANGAT mumpuni.. Coba bandingkan dengan produk dari RRT China… ampun deh ( Norinco cs) , itu sih sama saja  cari celaka.

 

 

 

dari  http://militermeter.com/kunjungi-indonesia-raja-swedia-pastikan-pembelian-pesawat-tempur-gripen/

Kunjungan Raja Swedia Carl XVI Gustaf ke Indonesia pada Senin 22 Mei 2017 bertujuan meningkatkan hubungan ekonomi dan bisnis, termasuk kerja sama bidang pertahanan.

Indonesia dan Swedia berencana melakukan kerja sama di bidang militer termasuk pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan pesawat tempur JAS 39 Gripen.

Hal ini sebagai tindak lanjut hasil pertemuan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dengan Menteri Pertahanan Swedia Carl Anders Peter Hultqvist di Stockholm, Swedia, awal Mei 2017.

Pembelian sistem teknologi militer jet tempur JAS 39 Gripen yang diproduksi SAAB sebagai bagian dari peremajaan alutsista yang sudah tua.

“Kementerian Pertahanan memang sedang membicarakan masalah pembelian alutsista dari Swedia. Mengenai berapa jumlahnya dan mekanismenya, sedang dalam pembicaraan,” kata Kepala Pusat Komunikasi Kementerian Pertahanan, Kolonel (Arm) Totok Sugiarto, Selasa (23/5/2017).

Pembelian alutsista dari negara Skandinavia itu juga berlandaskan UU Pertahanan Negara, yakni harus ada kesediaan memberikan produksi offset, koordinasi secara sistem government to government (G to G), dan transfer teknologi yang melibatkan industri pertahanan lokal dari BUMN.

Menurut Totok, pembelian tersebut sebagai wujud dari pembangunan kekuatan pokok minimum (Minimum Essential Force/ MEF). Sejauh ini, kata lelaki kelahiran Madiun itu, kekuatan alutsista Indonesia di atas Israel.

“Saat ini keberadaan alutsista Indonesia di atas Israel, dari segi jumlah dan teknologi. Jadi kita harus bangga. Namun masih di bawah Pakistan,” terangnya.

Dengan pembelian serta produksi dari industri pertahanan dalam negeri, kata dia, hal itu akan meningkatkan kekuatan pertahanan Indonesia dalam menghadapi ancaman potensial dan ancaman faktual.

Selain dari Swedia, Kemhan juga akan membeli alutsista dari Rusia dengan sistem imbal dagang.

Sumber: sindonews.com

May 22, 2017

Dwi Soetjipto Kritik Program BBM Satu Harga Pertamina

Aulia Bintang Pratama , CNN Indonesia
Senin, 22/05/2017 15:15 WIB
Dwi Soetjipto Kritik Program BBM Satu Harga PertaminaMenurut mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) ini, melalui program BBM Satu Harga, subsidi dari pemerintah malah kembali ditambah. (CNN Indonesia/Diemas Kresna Duta)
Jakarta, CNN Indonesia — Rencana pemerintah memukul rata harga bahan bakar minyak (BBM) di seluruh wilayah Indonesia dianggap mantan Direktur Utama Pertamina Dwi Sucipto bertentangan dengan konsep yang seharusnya diterapkan.

Menurutnya, penyamarataan melalui program BBM Satu Harga tersebut sama saja membuat subsidi dari pemerintah kembali ditambah. Padahal seharusnya yang terjadi adalah sebaliknya, di mana subdisi semakin tahun harus semakin ditekan.

“Idealnya pemerintah itu setiap tambah tahun tambah menekan subsidi negara untuk BBM. Namun kini malah merencanakan tambah subsidi demi realisasikan satu harga BBM secara nasional,” kata Dwi saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, Senin (22/5).

Konsep awal dari pencanangan satu harga BBM itu, kata Dwi, sebenarnya ditujukan pada daerah-daerah terpencil yang tentunya konsumsi BBM-nya tak banyak. Namun dengan konsumsi yang sedikit itu pula lah sesungguhnya biaya distribusi ke daerah terluar juga masih dipikul oleh pemerintah.

Dengan konsep seperti itu, Dwi menganggap bahwa seharusnya subsidi tersendiri tak perlu dilakukan lantaran secara keseluruhan sudah ada dalam proses manajemen di Pertamina.

Hanya saja, Dwi mengatakan keputusan Presiden Joko Widodo yang ingin memukul rata tarif BBM di seluruh Indonesia pasti sudah melalui pertimbangan yang sangat matang.

Dia menilai Jokowi ingin membuat masyarakat lebih mandiri hingga akhirnya memberi subsidi tambahan tersebut.

“Rasanya arahan Pak Presiden begitu, yaitu agar masyarakat mandiri dan subsidi itu diarahkan pada pihak yang memang membutuhkan, bukan ke komunitas,” ujarnya.

Namun begitu, Dwi enggan menyatakan bahwa Pertamina akan mengalami kerugian jika satu harga BBM itu benar-benar terealisasi. Ia menilai ekspose terhadap kinerja harus dipelajari lebih jauh untuk menghitung apakah kerugiaan Pertamina akan bertambah atau tidak. (gir)

May 22, 2017

Daftar 125 Nama Pejabat ‘Kongkalikong’ Jadi Komisaris BUMN

Menterinya harus dicopot !!

Tim CNN Indonesia , CNN Indonesia
Senin, 22/05/2017 13:14 WIB
Daftar 125 Nama Pejabat 'Kongkalikong' Jadi Komisaris BUMNSedikitnya 125 pejabat publik diketahui merangkap jabatan sebagai komisaris BUMN sehingga rawan penyelewengan, salah satunya tindak pidana korupsi. (CNN Indonesia/Adhi wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia — Sembilan tahun lalu, Menteri Keuangan ketika itu, Sri Mulyani Indrawati pernah melarang anak buahnya merangkap jabatan.

Sri Mulyani gerah. Sejumlah pejabat Kementerian Keuangan duduk di kursi komisaris Perusahaan Milik Negara atau BUMN. Padahal, reformasi birokrasi tengah digalakkan.

Tapi, larangan Sri Mulyani hanya angin lalu. Bahkan hingga sekarang. Kini, jumlah pejabat yang duduk di kursi komisaris BUMN justru bertambah banyak jumlahnya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Ombdusman Republik Indonesia (ORI) dan diverifikasi CNN Indonesia.com, ditemukan ratusan abdi negara memiliki jabatan ganda yakni sebagai komisaris BUMN. Tercatat, sedikitnya 125 pejabat dari sejumlah instansi yang menduduki posisi Komisaris BUMN.

Para pejabat yang memiliki jabatan rangkap itu, berasal dari berbagai instansi.

Mulai dari kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,Kementerian Perindustrian, Sekretariat Kabinet, TNI/Polri, Kementerian Pariwisata, serta dari kalangan akademisi sejumlah Perguruan Tinggi Negeri.

Selain itu, ada juga pejabat daerah seperti sekretaris daerah, kepala dinas yang menjabat sebagai komisaris perusahaan negara.

Kementerian BUMN relatif banyak menempatkan pejabatnya di kursi komisaris. Ada sekitar 20-an orang pejabatnya, yang memiliki jabatan ganda.

Bahkan, ada seorang pejabat yang menjadi komisaris di dua perusahaan. Ony Suprihartono, yang kini menjabat Kepala Biro Perencanaan, SDM, dan Organisasi Kementerian BUMN merangkap menjadi Komisaris PT Pupuk Indonesia dan PT Jamkrindo.

Hampir semua pejabat Eselon I dan II Kementerian BUMN menduduki posisi dewan pengawas Perusahaan pelat merah. Di jajaran pejabat Eselon I, ada nama Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi, Wahyu Kuncoro dan Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Gatot Trihargo yang menjabat Komisaris Bank BNI.

Lihat daftar lengkap ratusan pejabat publik yang merangkap komisaris BUMN  di sini

Daftar 125 Nama Pejabat 'Dapat Untung' Jadi Komisaris BUMNSejumlah pejabat Kementerian BUMN memiliki rangkap jabatan di sejumlah BUMN. (ANTARA/Wahyu Putro A)

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Aloysius Kiik Ro yang menjabat Komisaris PT PLN; Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis
Hambra di dewan komisaris PT Semen Indonesia; Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Edwin Hidayat Abdullah di PT Pertamina. Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama Bank Mandiri.

Petinggi TNI-Polri, juga tercatat sebagai Komisaris BUMN. Kepala Staf tiga matra TNI, Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara merangkap sebagai komisaris.

KSAD Jenderal Mulyono duduk sebagai Komisaris PT Pindad, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di PT Dirgantara Indonesia, dan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi sebagai Komisaris di PT PAL Indonesia (Persero). Lainnya Wakapolri Komjen Syafruddin di PT Pindad.

Dari sejumlah nama dan instansi yang diklarifikasi, menyatakan, rangkap jabatan komisaris merupakan hal yang wajar.

Angkatan Laut, misalnya, melalui juru bicaranya, menyatakan bahwa jabatan Komisaris PT PAL melekat pada KSAL. Dan, kewenangan Komisaris Utama PT PAL tidak menyangkut operasional. Hanya fungsi pengawasan PT PAL.

Jumlah pejabat rangkap jabatan yang ditemukan CNNINdonesia ini hanyalah sebagian. Ombudsman RI mengklaim telah menemukan 222 jabatan komisaris di BUMN yang diisi oleh pejabat publik.

Jumlah itu belum termasuk komisaris di BUMD yang juga dirangkap oleh pejabat daerah.

Dalam diskusi Membedah Rangkap Jabatan Pejabat Pemerintah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (4/5), Komisioner Ombudsman A. Alamsyah Saragih mengatakan, ratusan komisaris itu menjabat di 144 BUMN berbagai sektor dari 541 perusahan pelat merah.

KPK dan Ombudsman menyatakan sejumlah aturan yang melarang rangkap jabatan itu di antaranya adalah UU Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara. Pada Pasal 23, misalnya melarang rangkap jabatan menteri sebagai pejabat negara lainnya, komisaris atau direksi perusahaan negara atau swasta, dan pimpinan organisasi yang sebagian atau seluruhnya dibiayai dari APBN dan/atau APBD.

Lainnya, Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 28 melarang rangkap jabatan sebagai pejabat negara lainnya dan sebagai anggota DPRD.

Demikian juga larangan bagi anggota DPRD sebagai pejabat negara lainnya menjadi hakim pada badan peradilan dan sebagai pegawai negeri sipil, menjadi anggota TNI/Polri,serta pegawai badan usaha milik negara dan daerah yang sebagian atau seluruh anggarannya dibiayai negara.

Daftar 125 Nama Pejabat 'Dapat Untung' Jadi Komisaris BUMNOmbudsman menemukan ratusan pejabat publik memiliki rangkap jabatan sebagai komisaris di 144 BUMN. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)


Rawan Konflik Kepentingan

Wakil Ketua Komisi VI DPR Inas Nasrullah Zubir berpendapat, jabatan ganda komisaris rawan konflik kepentingan. “Pejabat publik tersebut bisa kongkalingkong dan bahkan juga main mata dengan direksi,” kata Inas kepada CNNIndonesia.com.

Padahal, menurutnya Undang-Undang Nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik melarang rangkap jabatan.

Pasal 17 UU Nomor 25 tahun 2009 menyebutkan: Pelaksana Pelayanan Publik dilarang merangkap sebagai komisaris atau pengurus organisasi usaha bagi pelaksana yang berasal dari lingkungan instansi pemerintah, badan usaha milik negara, dan badan usaha milik daerah.

Pelaksana pelayanan publik sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 17, adalah pejabat, pegawai, petugas, dan setiap orang yang bekerja di dalam organisasi penyelenggara yang bertugas melaksanakan tindakan atau serangkaian tindakan pelayanan publik.

Inas mengatakan, DPR berupaya mengatur persoalan rangkap jabatan dalam revisi Undang-Undang BUMN.

Kepada CNNIndonesia.com, Minggu (21/5) Sekjen Federasi Serikat Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Tri Sasono mengatakan praktik rangkap jabatan oleh para pelayan negara akan memengaruhi kinerja BUMN.

“Mereka selaku wakil dari pemerintah di BUMN tidak bisa bekerja dengan fokus dalam pengawasan BUMN,” katanya.

Kata dia, diperlukan aturan yang tegas untuk melarang para pejabat merangkap jabatan. Namun, dia pesimistis aturan tersebut akan terwujud. (asa)

May 19, 2017

S&P Naikkan Rating, Sri Mulyani Targetkan Outlook Jadi Positif

Akhirnya.. ada kabar positif.. capek urusan pilkadal dan demo nomer togel (411,311,dll)

JUM’AT, 19 MEI 2017 | 18:58 WIB

S&P Naikkan Rating, Sri Mulyani Targetkan Outlook Jadi Positif

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan sambutan pada acara LPDP EduFair 2017 di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, 31 Januari 2017. Tempo/Destrianita

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyambut baik dinaikkannya peringkat Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional, Standard & Poor’s (S&P).

Hari ini, S&P menaikkan status Indonesia pada level investment grade (rating investasi) dengan peringkat BBB- atau stable outlook. “Kami akan jaga agar tetap dalam kondisi yang positif. Kami ingin outlook dari S&P berubah dari stable menjadi positive. Hasil ini menjadi pemicu bagi kami untuk bekerja lebih baik lagi,” kata Sri Mulyani di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat, 19 Mei 2017.

Baca: S&P Dinilai Tak Punya Alasan Tak Naikkan Peringkat Indonesia

Menurut Sri Mulyani, S&P menaikkan peringkat Indonesia karena kinerja APBN mengalami perbaikan yang signifikan. “Dari sisi belanja fokus pada belanja prioritas yang produktif. Dari sisi penerimaan melalui reformasi pajak memberikan dampak pada kepercayaan yang semakin baik.”

Sri Mulyani berujar, perbaikan tersebut menyebabkan terwujudnya stabilitas pengelolaan keuangan negara, bahkan dalam situasi di mana negara-negara di dunia mengalami tekanan yang berasal dari harga komoditas yang menyebabkan pelemahan ekspor-impor.

S&P, menurut Sri Mulyani, juga menghargai pengelolaan utang Indonesia dan upaya pemerintah mengurangi defisit APBN. Hal itu memberikan kepercayaan pasar terhadap APBN. “Mereka juga melihat bagaimana pemerintah memperbaiki penerimaan perpajakan,” tuturnya.

Baca: Dongkrak Peringkat Kemudahan Investasi, Ini Strategi Darmin  

Selain itu, Sri Mulyani menuturkan, S&P juga menilai bahwa desain APBN lebih realistis. Menurut dia, hal tersebut sesuai dengan upaya pemerintah selama ini untuk membuat APBN sebagai instrumen yang kredibel, efektif, dan realistis. “Seluruhnya konsisten dengan yang kami lakukan.”

Untuk tahun ini, S&P memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,3 persen dengan inflasi 4,7 persen. Penerimaan pun naik 14 persen dan rasio utang mencapai 28,2 persen terhadap PDB. Menurut Sri Mulyani, perkiraan S&P itu sesuai dengan target pemerintah.

ANGELINA ANJAR SAWITRI

May 19, 2017

Malfungsi senjata eks China (Norinco)

Sudah saatnya TNI melakukan moratorium pembelian alutsista dari China ( RRC/T). Setelah roket C705  yang gagal meluncur sekarang meriam anti pesawat terbang Giant Bow ngadat dan menewaskan tentara dan perwira  TNI..  Usut siapa yang memberikan rekomendasi pembelian alutsista eks China ?? Periksa,  tangkap dan adili !  Tangkap oknum petinggi TNI /  Dephan sudah menerima dan menikmati “angpaw “dari Norinco /Chang Chong atau terima angpau dari broker senjata Norinco di Indonesia.

 

Mau tunggu apa lagi ? Kebayang TNI membali JF 17 Pesawat buatan Pakistan-China.. apa jadinya kekuatan TNI AU ??? Sebelum pergi berperang sudah mencelakan awaknya di darat ..

Diunduh dari situs http://militermeter.com/

Spesifikasi Meriam Giant Bow Yang Menewaskan 4 Prajurit TNI di Natuna

4 Prajurit TNI gugur dan 8 lainya dilaporkan mengalami luka-luka dalam gladi bersih latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI di Natuna, Kepulauan Riau.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Alfret Denny Tuejeh mengatakan, jenazah empat orang prajurit TNI AD yang menjadi korban dalam insiden kecelakaan latihan di Natuna telah diberangkatkan menuju ke daerah asal masing-masing.

“Jenazah almarhum Pratu Marwan dibawa ke Pekanbaru, jenazah almarhum Kapt Arh Heru Bahyu ke Padang, jenazah almarhum Pratu Ibnu Hidayat ke Semarang, dan jenazah almarhum Praka Edi ke Palopo,” kata Alfret dalam keterangan resmi, Kamis (18/5/2017).

Para prajurit menjadi korban malfungsi meriam kanon 23mm/Giant Bow II buatan China. Menurut Alfret, meriam pertahanan udara tersebut dalam kondisi baik dan dipelihara dengan baik di satuan Yonarhanud-1/K.

Namun saat digunakan, diduga sistem mekanisnya macet. Sehingga arah tembakan yang seharusnya ke atas malah ke samping menembaki personel TNI di sekelilingnya.

Tim dari TNI AD tengah melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab insiden tersebut “Hasil investigasi yang dilakukan oleh tim dari TNI AD nantinya akan dilaporkan kepada Panglima TNI,” ucap Alfret.

Spesifikasi Kanon Giant Bow Buatan China.

Meriam ZU-23 atau kanon Giant Bow merupakan senjata penangkis serangan udara jarak sedang, buatan negara China yang diproduksi tahun 2000.

Perangkat ini terdiri dari meriam 23 mm/Giant Bow dan kendaraan BCV (Battery Command Vehicle). Meriam 23 mm/Giant Bow adalah kategori twin gun dengan kaliber ganda, ukuran peluru 23milimeter.

Alutsista ini merupakan senjata efektif untuk melawan sasaran di udara yang terbang rendah serta memberikan aplikasi pengoperasian pertahanan udara dengan mobilitas tinggi. Saat ini kanon Giant Bow digunakan Arhanud TNI AD sebagai pertahanan titik. Konon, TNI memiliki belasan unit yang tersebar di satuan Arhanud TNI AD.

Meriam ini dapat dioperasikan dalam tiga mode yakni Mode otomatis penuh (dikendalikan secara penuh dan otomatis melalui BCV). Yang kedua adalah mode semi otomatis (Di kendalikan dengan dukungan tenaga listrik dari baterai yang di miliki meriam itu sendiri).

Ketiga adalah mode manual yaitu di kendalikan oleh awak meriam. Kendaraan BCV bukan hanya sebagai sistem komando namun merupakan FCS (Firing Control System) dari senjata meriam 23 mm/Giant Bow.

Pabrikan senjata Norinco milik negara China ini, mengembangkan Giant Bow dari senjata yang sama atau jiplakan buatan Soviet yang benama Zu-23- 2 Sergey. Di Indonesia senjata pertahanan udara sejenis Giant Bow ini juga sudah digunakan sebelumnya yaitu turunan dari Zu-23-2 yang modern yakni Zur-23-2KG Gun/ Misille.

Meriam Buatan China Salah Sasaran, 4 Prajurit TNI Gugur Saat Latihan di Natuna

4 Prajutit TNI dilaporkan meninggal dunia menjadi korban akibat meledaknya meriam kanon Type 80 Giant Bow kaliber 23mm sedangkan 12 lainya menderita luka-luka dalam gladi bersih latihan tempur Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di Tanjung Datuk, Natuna, Kepri, Rabu (17/5/2017) sekitar pukul 11.21 WIB.

Kejadian itu bermula saat gladi bersih latihan PPRC dan gladi bersih pengamanan RI 1 di Aula Kartika dan Tanjung Datuk Teluk Buton. Gladi dimulai pukul 10.00 WIB dan dihadiri oleh Panglima TNI.

Pada saat latihan dimulai pukul 10.21 WIB, sebuah drone melintas di atas meriam pertahanan udara kanon Type 80 Giant Bow kaliber 23mm Stelling. Masing-masing penembak yang siap di belakang kanon mulai melakukan penembakan ke arah drone sebagai bentuk latihan menembak ancaman dari udara.

Namun, pucuk 8 diduga mengalami los kendali pada penyekat kiri yang mengakibatkan penembak tidak dapat mengendalikan pucuknya.

Meriam Giant Bow kaliber 23mm

Diduga, moncong meriam tidak terkendali dan arah tembakan membabat ke arah sekitarnya. Dari kejadian tersebut mengakibatkan 12 korban jiwa, 4 meninggal dunia, 6 luka berat, dan 2 orang luka ringan. Korban kecelakaan berasal dari Satuan Yon Arhanud I Kostrad.

Nama-nama korban:
1. Danrai Kapten Arh Heru Bayu (meninggal dunia)
2. Pratu Ibnu Hidayat (meninggal dunia)
3. Pratu Marwan (meninggal dunia)
4. Praka Edy (meninggal dunia)
5. Pratu Bayu Agung (Luka Berat)
6. Serda Alpredo Siahaan (Luka Berat)
7. Prada Danar (Luka Berat)
8. Sertu B Stuaji (Luka Berat)
9. Serda Afril (Luka Berat)
10. Sertu Blego Switage (Luka Berat)
11. Pratu Ridai (Luka Ringan)
12. Pratu Didi Hardianto (Luka Ringan)

Hingga saat ini korban meninggal dunia dan luka berat telah dibawa ke RSUD Natuna dan akan dievakuasi ke rumah sakit di Kalimantan Barat. Untuk korban luka ringan dirawat di tenda pengungsian dan Rumah Sakit Sementara.

Penampakan meriam Giant Bow II 23mm

Sumber: batamnews.co.id

 

++++++++++++++++

 

TNI-AD Tarik Seluruh Meriam Giant Bow

20 Mei 2017

Meriam Giant Bow II 2x23mm Kostrad TNI AD (photo : kostrad)

NATUNA – Investigasi insiden yang mengakibatkan empat prajurit Batalyon Artileri Pertahanan Udara Ringan 1/Divisi Infanteri 1 Kostrad berlanjut. Polisi Militer TNI-AD (Pomad) masih menggali data mengenai insiden tersebut. Berdasar laporan terakhir, meriam Giant Bow yang mengalami gangguan berada dalam kondisi baik.

Insiden itu terjadi ketika latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI di Tanjung Datuk, Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) Rabu lalu (17/5)

Berdasar informasi di lokasi kejadian, sejumlah perubahan dilakukan pasca kejadian. TNIAD tak hanya mengerahkan petugas untuk mengidentifikasi insiden tersebut. Tapi juga menarik mundur seluruh meriam Giant Bow yang semula turut serta dalam latihan.

Total ada sembilan Giant Bow yang ditarik. Selain Giant Bow yang mengalami gangguan, delapan lainnya turut ditarik mundur. Meski demikian, Mabes TNI-AD memastikan bahwa alutsista tersebut tetap siap siaga. ” Yang diidentifikasi hanya satu,” terang Kadispen AD Brigjen TNI Alfret Denny Tuejeh kemarin. Dia menekankan kembali bahwa alutsista itu berada dalam kondisi baik. Sebab, Yon Arhanud 1/ Divisi Infanteri 1 memeriksa peralatan tersebut sebelum dibawa ke Natuna.

”Dipelihara dengan baik di satuan Yon Arhanud 1/Divisi Infanteri 1 Kostrad,” ungkap dia kepada Jawa Pos kemarin (18/5). Namun, Denny belum bisa memastikan insiden tersebut bersumber dari malfungsi alutsista atau kesalahan prajurit. Berkaitan dengan hal itu, POM TNI-AD mendapat tugas untuk menginvestigasi insiden tersebut. ”Tim dari TNI-AD masih, sedang, dan terus melakukan investigasi untuk mengetahui penyebabnya,” terangnya. Hasil investigasi tersebut bakal dihimpun dan dilaporkan langsung kepada Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai pemegang komando PPRC TNI.

Meriam Giant Bow II 2x23mm diatas truk Isuzu Elf NPS 4×4 milik Batalyon Arhanud Ringan 1 Kostrad TNI AD (photo : vidio)

Denny memastikan, setiap korban yang terdampak insiden di lokasi latihan PPRC TNI diurus dengan baik. Itu merupakan bentuk tanggung jawab TNI-AD terhadap para korban peristiwa tersebut. Jenazah empat prajurit yang gugur dalam latihan yang puncaknya diselenggarakan hari ini (19/5) tersebut sudah berada di tengah keluarga masing-masing. ”Rabu malam (17/5) jenazah empat prajurit TNI-AD telah diberangkatkan menuju daerah asal masing-masing,” ujarnya.

Jenazah Danrai Kapten Arh Heru Bayu dibawa ke keluarganya di Padang, Sumatera Barat. Jenazah Pratu Marwan dibawa ke Pekanbaru, Riau. Lalu, jenazah Praka Edy ke Palopo dan jenazah Pratu Ibnu Hidayat ke Semarang. Seluruhnya dimakamkan secara militer sebagai bentuk penghormatan dari TNI-AD kepada prajurit.

Sementara itu, kondisi delapan korban luka terus dipantau. Laporan terakhir menyebutkan, kondisi empat korban luka ringan membaik. Mereka adalah Pratu Ridai, Pratu Didik, Praka Edi Sugianto, dan Pelda Dawid. ”Mereka berobat jalan,” kata Denny. Bahkan, Pelda Dawid yang berasal dari Pusat Penerangan (Puspen) TNI sudah keluar dari rumah sakit. Empat korban lainnya, Serda Alfredo Siahaan, Sertu Blego, Prada Wahyu Danar, serta Pratu Bayu Agung, masih dirawat secara intensif di RS Kartika Husada Pontianak. Mereka mengalami luka berat.

Meski insiden di Natuna merenggut empat nyawa prajurit TNI-AD, puncak latihan PPRC hari ini dilaksanakan sesuai dengan agenda. Kemarin seluruh prajurit TNI yang terlibat memang sudah tidak berlatih. Namun, persiapan dilakukan dengan matang. Sebab, bukan hanya panglima TNI dan kepala staf masing-masing angkatan yang dijadwalkan hadir. Presiden Joko Widodo pun turut menyaksikan langsung agenda tersebut. Bersama Gatot, Presiden Jokowi akan memimpin seremoni pembaretan gubernur-gubernur yang turut hadir.

(Jawa Pos)

+++++++++++++++++

 

May192017

 

Jakarta – TNI didesak untuk menginvestigasi secara komprehensif dan memberikan keterangan secara resmi apa sebenarnya terjadi di lapangan terkait meledaknya meriam “Giant Bow” saat digunakan oleh tim Pasukan Pemukul Reaksi Cepat.

Meriam “Giant Bow bermasalah saat gladi bersih di Tanjung Datuk, Natuna pada (17/5/2017), ujar anggota Komisi I DPR Sukamta.

“Apapun hasil investigasinya, evaluasi dan peningkatan kualitas prajurit dan alutsista menjadi suatu keharusan dan keniscayaan,” ujar Sukamta di Jakarta, 18/5/2017.

Dia mengatakan, Indonesia harus meningkatkan kemampuan, kedisiplinan dan kesejahteraan prajurit TNI.

Hal itu disebabkan semua senjata yang digunakan prajurit TNI berbahaya seperti meriam ‘giant bow’ yang memiliki kecepatan proyektil 970 meter per detik.

“Maka harus dioperasikan dengan skill dan mental yang tidak main-main,” ujarnya.

Sukamta menilai setidaknya ada dua kemungkinan penyebab peristiwa itu, bisa karena kerusakan teknis senjatanya yaitu ‘Giant Bow’ bermerek Chang Chong.

Selain itu, dia menilai, bisa disebebkan kesalahan teknis prajurit yang mengoperasikannya atau bisa jadi karena kombinasi keduanya, kesalahan teknis senjata yang ditambah “human error” karena panik.

“Kecelakaan yang menimpa TNI sudah beberapa kali terjadi, pesawat jatuh, helikopter jatuh. Bisa jadi faktor penyebabnya karena human error atau memang alutsistanya dan belakangan juga terjadi rudal C705 terlambat meledak saat uji coba di KRI Banjarmasin September 2016,” ujarnya.

Politisi PKS itu juga menilai pengadaan Alat Utama Sistem Senjata (alutsista) harus diperketat pengontrolan kualitasnya dan juga terus mendorong peningkatan alutsista TNI, tidak hanya kuantitasnya namun aspek kualitas juga harus diprioritaskan.

Menurut dia, lebih baik memiliki jumlah alutsista tidak banyak tapi berkualitas dari pada punya alutsista banyak tapi tidak berkualitas, karena alutsista yang tidak berkualitas membahayakan kita sendiri.

Sebelumnya, sebuah meriam yang digunakan gladi bersih oleh tim PPRC di Tanjung Datuk, Natuna mengalami masalah pada Rabu (17/5). Moncong meriam yang seharusnya mengarah ke atas justru berbalik arah.

Antara

+++++++++++++++++

Sep062015

 

MLRS 122mm Norinco

Indonesia telah menandatangani kontrak pembeian MLRS 122mm Norinco China, pada bulan Agustus 2015. Di awal bulan Agustus 2015, pihak Kementerian Pertahanan Indonesia telah diundang oleh Norinco China ke pabrik mereka.

MLRS 122mm Norinco

Undangan ini untuk menyaksikan langsung kemampuan MLRS 122mm, seperti SR2. Kerja sama alutssita ini akan terus ditingkakan oleh kedua lembaga.

AA Gun with FCS Air Defense System, Norinco

Dari Norinco, Indonesia juga membeli alutsista AA Gun with FCS Air Defense System. Kontrak pembelian itu efektif berlaku pada awal tahun ini. Norinco akan terus meningkatkan kerjasama bidang militer dengan Indonesia, khususnya di bidang pertahanan udara. Termasuk up grade AA Gun manual bersama PT Pindad. Norinco dan Indonesia juga sedang membuat konstruksi baru dari missile gun integrated air defense network.

by Semar Mendem

+++++++++++++++++++++++++++

Indonesia Mendapatkan Lisensi Produksi 3 Jenis Senjata dari China

13 Maret 2015

Peluncur roket laras banyak Type 90B MLRS (photo : Militaryphotos)

(Kien Thuc) – Indonesia akan mendapatkan teknologi produksi tiga senjata dari China termasuk Type 90B, meriam otomatis 30mm dan RCWS jenis UW-1.

Jurnal Kanwa (Kanada) melaporkan bahwa China North Industries Corporation (Norinco) telah memberikan lisensi produksi atas teknologi tiga senjata China kepada IndoMesin dari Indonesia, termasuk peluncur roket berlaras 40 dengan kaliber 122 mm Type 90B, sistem senjata remote control weapon station UW-1 dan meriam laut (naval gun) kaliber 30mm.

Senjata-senjata ini akan diproduksi di Indonesia dan akan melengkapi Angkatan Darat dan Angkatan Laut. Dalam tahap awal Indonesia hanya bertanggung jawab untuk perakitan, sedangkan semua komponen dipasok oleh Norinco, di waktu kemudian Indonesia akan memproduksi sendiri. Namun senjata ini hanya diperbolehkan untuk digunakan oleh militer Indonesia, dan tidak diperbolehkan untuk ekspor.

UW-1 Remote Control Weapon Station (RCWS) buatan Norinco (photo : China Defense Mashup)

Dalam beberapa tahun terakhir, kerjasama militer – kerjasama teknis antara Indonesia dan China semakin menguat. Indonesia bukan hanya membeli sistem persenjataan China namun juga membeli teknologi produksi. Contohnya adalah dalam hal pengadaan rudal jelajah anti-kapal C-705, Indonesia membeli 18 set rudal dari China dan kemudian meminta lisensi produksi.

Peluncur roket Type 90B dirancang dari peluncur roket Type 81 yang telah ditingkatkan kemampuannya, berasal dari duplikasi China atas peluncur roket BM-21 Grad buatan Uni Soviet. Tipe 90B ditempatkan pada platform chasis kendaraan 6×6 roda ban jenis Beifang Benchi 2629. Roket dengan 40 laras ukuran 122 mm ini dapat mencapai jarak pada kisaran 20-40 km tergantung pada jenis roketnya.

Meriam 6 barrel 30mm jenis NG-18 buatan Norinco (photo : Kaskus Militer)

Perbedaan utama antara Tipe 90B dibandingkan dengan peluncur roket generasi sebelumnya terletak pada tambahan kendaraan pengintai artileri (artillery reconnaissance vehicles) yang secara signifikan meningkatkan ketepatan daya tembak MLRS ini.

Sedangkan UW-1 Remote Control Weapon Station (RCWS) dapatdiintegrasikan dengan senjata mesin ringan otomatis kaliber 14,5 mm atau 12,7 mm yang dilengkapi dengan peralatan surveilance modern termasuk kamera CCD warna dan alat bidik berpemandu inframerah.

Nama meriam otomatis 30 mm masih belum diketahui, namun menurut pejabat Indonesia senjata ini dapat menembak dengan kecepatan 320 putaran/menit, jangkauan maksimum 4.000 meter, dan dipasang pada kapal patroli kecil. Selain itu, informasi ini juga menyebutkan bahwa Indonesia sedang melakukan negosiasi untuk membeli teknologi meriam 76 mm dari China.

(Kien Thuc)

May 11, 2017

Bangun Industri Smelter, RI Kejar Produksi Nikel 4 Juta Ton di 2020

aturannya dulu beresin deh..
Kamis 11 May 2017, 12:08 WIB

Ardan Adhi Chandra – detikFinance
Bangun Industri Smelter, RI Kejar Produksi Nikel 4 Juta Ton di 2020Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta – Kawasan Indonesia Timur menjadi basis industri smelter. Saat ini di kawasan Indonesia Timur, tengah difokuskan pengembangan industri berbasis smelter khususnya bijih nikel dan stainless steel.

Lewat industri smelter ini, ditargetkan mampu memproduksi nikel sebanyak 4 juta ton pada tahun 2020 atau berkontribusi sebesar 10 persen untuk memenuhi kebutuhan dunia sebanyak 40 juta ton per tahun.

“Kami optimistis, karena Indonesia memiliki 32 titik proyek pemurnian dan pengolahan nikel yang tersebar di beberapa kawasan industri, antara lain di Konawe, Kolaka, Pulau Obi, Halmahera dan Morowali,” ujar Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan, dalam keterangan tertulis Kamis (11/5/2017).

Baca juga: Industri Smelter di Sulawesi Serap 1.200 Tenaga Kerja Lokal

Salah satunya pengembangan industri smelter itu berada di Kawasan Industri Morowali, Sulawesi Tengah. Kawasan seluas 2.000 hektar yang ditargetkan akan menarik investasi sebesar US$ 6 miliar atau setara Rp78 triliun, serta menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 20 ribu orang dan tidak langsung sekitar 80 ribu orang.

Kemudian, Kawasan Industri Bantaeng memiliki luas 3.000 hektare yang diperkirakan akan menarik investasi sebesar USD 5 miliar atau setara Rp 55 triliun, dengan Harbour Group bertindak sebagai investor.

Sedangkan, untuk Kawasan Industri Konawe, diprediksi akan menarik investasi sebanyak Rp 28 triliun. Bertindak sebagai anchor industry di kawasan ini adalah Virtue Dragon Nickel Industry, dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 18 ribu orang.

“Berkembangnya industri smelter di dalam negeri, selain mampu mendorong perekonomian nasional, diharapkan juga dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat sekitar,” tutur Putu.

Untuk itu, diperlukan kemitraan strategis di antara pemangku kepentingan guna membawa kemajuan bersama.

“Interaksi ini mulai dari para pelaku industri, tenaga kerja hingga pemerintah,” imbuhnya.

Menurut Putu, langkah hilirisasi juga merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 3 tahun 2014 tentang Perindustrian, yang pelaksanaannya diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 2015 tentang Sumber Daya Industri. Dalam peraturan tersebut, diatur mengenai pemanfaatan sumber daya alam secara efisien,ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Selanjutnya, pelarangan atau pembatasan ekspor sumber daya alam dalam rangka peningkatan nilai tambah Industri guna pendalaman dan penguatan struktur Industri dalam negeri, serta jaminan ketersediaan dan penyaluran sumber daya alam untuk Industri dalam negeri. (hns/hns)

May 11, 2017

PAL-Filipina Bahas SSV 3 dan SSV 4 dengan Tipe yang Berbeda

10 Mei 2017

Desain awal kapal rumah sakit Angkatan Laut Filipina (photo : Navy Recognition)

PT PAL Akan Buat Kapal Angkut untuk Militer Filipina

Liputan6.com, Jakarta Indonesia melalui BUMN, yaitu PT PAL Indonesia (Persero) telah mengirim kapal perang jenis Strategic Sealift Vessel (SSV) kedua ke angkatan militer Filipina. Kapal itu dinamakan BRP Davao Del Sur LD 602.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan,‎ Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengungkapkan, pesanan kapal dari Filipina tidak berhenti di situ. Harry mengaku Indonesia masih memproses pembuatan kapal pesanan Filipina ke 3 dan ke 4 dengan tipe yang berbeda.

“Sudah ada pembicaraan dengan Filipina, rencana ada SSV 3 dan SSV 4,” tegas Harry saat berbincang dengan wartawan di kantornya, Selasa (9/5/2017).

‎Dijelaskannya, meski dua kapal yang dipesan itu memiliki tipe yang sama, namun Militer Filipina menginginkan memiliki fungsi khusus. Satu sebagai kapal yang berfungsi sebagai rumah sakit, dan satu sebagai markas pasukan.

Dalam kapal rumah sakit ini, nantinya dijadikan cover kesehatan bagi para pasukannya yang tengah melakukan operasi di daerah-daerah pertempuran.‎ Di dalamnya akan ada laboratorium hingga ruang perawatan.

Sementara untuk kapal markas pasukan, nantinya akan digunakan militer Filipina dalam memberantas perompak-perompak di perairannya.

“‎Nanti juga dilengkapi dengan senjata. ‎Filipina ini negara kepulauan seperti Indonesia, sehingga pemberontak-pemberontak akan dimasukkan ke kapal, sehingga tidak perlu turun ke darat. Nah SSV ini cocok,” papar Harry.

(Liputan6)

May 10, 2017

Wow Keren, Tank Modern FNSS – Pindad

May102017

 

Setelah ditunggu tunggu sejak Indo Defence November 2016 di Jakarta, prototype tank Medium FNSS-Pindad akhirnya muncul juga di pemeran IDEF 2017, Istanbul Turki. Bahkan pada tank medium ini telah terpasang gambar bendera Turki – Indonesia.

Tank Medium KAPLAN membawa sebuah nafas baru ke medan perang dengan kemampuan tembakan langsung yang akurat, berbagai pilihan amunisi mulai dari dukungan tembakan (close fire support) hingga amunisi anti-tank. Tank ini juga memiliki mobilitas taktis dan strategi yang superior.

Tank Medium KAPLAN didukung oleh power pack di bagian belakang kendaraan, yang memberikan rasio power-to-weight sekitar 20 HP / ton. Mesin memindahkan tenaga ini ke sistem penggerak, yang memiliki sistem suspensi anti-shock enam roda dengan tuas ganda yang dipasang pada torsi. Daya tembak tank disediakan oleh CMI Cockerill 3105 turret, terintegrasi dengan senapan tekanan tinggi 105mm Cockerill dan autoloader tingkat lanjut. Berkat turret ini, tank medium KAPLAN memiliki kekuatan senjata yang tinggi meski bobotnya relatif rendah.

FNSS menyebut tank ini KAPLAN Modern Medium Weight Tank yang dipamerkan kepada pengunjung di IDEF 2017 dengan prototipe siap uji.

Bagian dalam kendaraan direkayasa dengan hati-hati dengan mempertimbangkan ergonomi awak kapal dan kondisi taktis dan medan perang yang berbeda, termasuk pengemudi, penembak dan amunisi bongkar muat. Tipe khusus kursi pengemudi memungkinkan operator memiliki bidang pandang yang memadai, dan untuk mengakses semua peralatan kabin. Tank Medium KAPLAN juga dilengkapi dengan sistem manajemen medan perang dan sistem peringatan laser yang memberikan kesadaran taktis kepada komandan kendaraan.

“Tank Medium KAPLAN adalah kendaraan yang sangat spesial. Pada tahap selanjutnya, saat kami akan menunjukkan kinerja kendaraan di lapangan, keefektifan desain ini akan ditunjukkan dengan lebih jelas”, ujar K. Nail Kurt, General Manager dan CEO FNSS.

 

K. Nail Kurt, melanjutkan :” Kami sangat senang bisa mengembangkan kendaraan ini bersama dengan mitra kami di Indonesia. FNSS telah berhasil menerapkan model kerjasama yang berbeda selama bertahun-tahun. Di Malaysia, kami sedang melakukan proyek AV8 dengan mitra bisnis kami DEFTECH. Di Arab Saudi, kami mengoperasikan pabrik milik negara melalui perusahaan patungan kami, FNSS ME. Di Indonesia, kita menerapkan model yang berbeda dimana kita bersama-sama mengembangkan produk. Dengan teknologinya dan pengalamannya, FNSS siap untuk bekerja sama dengan negara-negara yang bersahabat dan bersekutu dengan model kerjasama yang berbeda”.

Belum diketahui jelas apakah tank medium Pindad akan sama persis dengan tampilan medium tank Kaplan yang dimunculkan FNSS di IDEF Turki, atau Pindad akan mengeluarkan prototype dengan varian yang berbeda.

Monch.com