101 Nyawa Melayang di Jabar, Faktor Kelaikan Kendaraan Menonjol


RABU, 03 MEI 2017 | 13:56 WIB

101 Nyawa Melayang di Jabar, Faktor Kelaikan Kendaraan Menonjol

Kepolisian Lalu Lintas Resor Bogor merazia puluhan bus dan truk yang hendak ke Puncak di KM 47, Cisarua, Kabupaten Bogot, 24 April 2017. Foto: M Sidik Permana

TEMPO.CO, Bandung – Selama bulan April 2017, tercatat 101 orang meninggal dunia dan puluhan mengalami luka berat akibat kecelakaan di sejumlah daerah di Jawa Barat. Angka tersebut didominasi oleh kecelakaan yang melibatkan sepeda motor dan kendaraan roda empat.

Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Barat Ajun Komisaris Besar Polisi Marthius mengatakan jumlah kecelakaan selama satu bulan di wilayah Jawa Barat itu didominasi oleh faktor kelalaian pengendara.

“Banyak kecelakaan yang diakibatkan pelangaran lalu lintas. Seperti pengendara yang belum memilki surat izin mengemudi dan kelaikan kendaraan,” ujar Marthius kepada Tempo, Selasa, 2 Mei 2017.
Baca :
Kasus 2 Kecelakaan di Puncak, Polisi Bakal Kenakan Pasal Pidana

Kecelakaan di Puncak, Polisi: Bos PO Bisa Terancam 18 Tahun Bui

Ia mengatakan, kecelakaan selama satu bulan di Jawa Barat berjumlah 214 kasus. Dengan rincian: 265 unit sepeda motor, 72 roda empat, 17 bus, dan 55 truk. “Dari rentang usia pengemudi didominasi usia 16-35 tahun,” ujar dia.

Dalam kurun waktu satu bulan tersebut, ada dua kasus kecelakaan yang cukup menyita perhatian publik. Dua kecelakaan tersebut melibatkan bus yang melewati jalur puncak. Dua kecelakaan maut itu hanya berselang satu pekan.

Yang pertama, terjadi di tanjakan Selarong, Puncak pada tanggal 22 April 2017. Satu pekan kemudian, kecelakaan hampir serupa terjadi di Jalur Puncak, kawasan Ciloto, Cianjur.
Simak juga : Korupsi Proyek Al-Quran, KPK: Bukti Fahd Terlihat Paling Jelas

Dari kedua kecelakaan maut tersebut polisi akan memidanakan pengelola bus. Polisi menduga dua kecelakaan tersebut dikarenakan faktor kelalaian pengelola dan supir bus.

“Untuk kecelakaan yang dicanjur kami akan kejar pengelola bus. Bisa jadi kami jadikan tersangka,” ujar Marthius.

Akibat rentetan kasus kecelakaan tersebut, Dinas Perhubungan Jawa Barat akan melakukan pengetatan pada uji kelaikan kendaraan umum. Selain itu, Dishub akan memberikan sanksi tegas kepada para pengelola bus yang kedapatan mengoperasikan kendaraanya dalam kondisi tak laik jalan.

IQBAL T. LAZUARDI S

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: