Dwi Soetjipto Kritik Program BBM Satu Harga Pertamina


Aulia Bintang Pratama , CNN Indonesia
Senin, 22/05/2017 15:15 WIB
Dwi Soetjipto Kritik Program BBM Satu Harga PertaminaMenurut mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) ini, melalui program BBM Satu Harga, subsidi dari pemerintah malah kembali ditambah. (CNN Indonesia/Diemas Kresna Duta)
Jakarta, CNN Indonesia — Rencana pemerintah memukul rata harga bahan bakar minyak (BBM) di seluruh wilayah Indonesia dianggap mantan Direktur Utama Pertamina Dwi Sucipto bertentangan dengan konsep yang seharusnya diterapkan.

Menurutnya, penyamarataan melalui program BBM Satu Harga tersebut sama saja membuat subsidi dari pemerintah kembali ditambah. Padahal seharusnya yang terjadi adalah sebaliknya, di mana subdisi semakin tahun harus semakin ditekan.

“Idealnya pemerintah itu setiap tambah tahun tambah menekan subsidi negara untuk BBM. Namun kini malah merencanakan tambah subsidi demi realisasikan satu harga BBM secara nasional,” kata Dwi saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, Senin (22/5).

Konsep awal dari pencanangan satu harga BBM itu, kata Dwi, sebenarnya ditujukan pada daerah-daerah terpencil yang tentunya konsumsi BBM-nya tak banyak. Namun dengan konsumsi yang sedikit itu pula lah sesungguhnya biaya distribusi ke daerah terluar juga masih dipikul oleh pemerintah.

Dengan konsep seperti itu, Dwi menganggap bahwa seharusnya subsidi tersendiri tak perlu dilakukan lantaran secara keseluruhan sudah ada dalam proses manajemen di Pertamina.

Hanya saja, Dwi mengatakan keputusan Presiden Joko Widodo yang ingin memukul rata tarif BBM di seluruh Indonesia pasti sudah melalui pertimbangan yang sangat matang.

Dia menilai Jokowi ingin membuat masyarakat lebih mandiri hingga akhirnya memberi subsidi tambahan tersebut.

“Rasanya arahan Pak Presiden begitu, yaitu agar masyarakat mandiri dan subsidi itu diarahkan pada pihak yang memang membutuhkan, bukan ke komunitas,” ujarnya.

Namun begitu, Dwi enggan menyatakan bahwa Pertamina akan mengalami kerugian jika satu harga BBM itu benar-benar terealisasi. Ia menilai ekspose terhadap kinerja harus dipelajari lebih jauh untuk menghitung apakah kerugiaan Pertamina akan bertambah atau tidak. (gir)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: