Bom Kampung Melayu, Begini Kaitan JAD dengan ISIS


Benar orangnya ya itu itu saja.. para penyembah kematian dan  percaya “bumi datar”. MUI kok diem aja..ya Kelompok teroris ini beneran menistakan agama tapi MUI cs tenang tenang saja.. jangan jangan MUI emang sudah jadi sarang gerombolan “bumi datar”
Pemerintah harus lebih serius “sikat” gerombolan penyembah kematian dan “bumidatar” mulai dari Departemen Pendidikan dan universitas.  Banyak institusi pendidikan negeri ini sudah kena virus ajaran sesat.
Jumat 26 Mei 2017, 08:15 WIB

Kanavino Ahmad Rizqo – detikNews
Bom Kampung Melayu, Begini Kaitan JAD dengan ISISFoto: Rengga Sancaya
Jakarta – Jaringan Jamaah Anshar Daulah (JAD) diduga oleh polisi terlibat dalam insiden bom bunuh diri di Kampung Melayu, Jakarta Timur. Pola serangan yang dilakukan dalam aksi teror di Kampung Melayu itu disebut mirip dengan JAD.

Mantan kepala Badan Nasional Penanggulangan Teorisme (BNPT) Ansyaad Mbai mengatakan, apabila bom bunuh diri di Kampung Melayu itu berkaitan dengan bom panci yang terjadi di Bandung maka bisa dipastikan jaringan itu adalah JAD.

“Iya kalau benar ada kaitan dengan bom panci di Bandung yang lalu, maka ini sudah pasti dari jaringannya ya itu JAD, ada lagi yang baru juga, itu variabel dari JAD, nama meraka bisa macam-macam tapi orangnya itu-itu saja,” ujar Ansyaad saat berbincang dengan detikcom, Kamis (25/5/2017).

Ansyaad menjelaskan, pasca terungkapnya jaringan teror seperti Jemaah Islamiyah (JI), Jemaah Ansharut Tauhid (JAT) dan Negara Islam Indonesia (NII), munculah jaringan teror pecahan dari kelompok-kelompok tersebut. Mereka diketahui menggunakan nama baru untuk melancarkan aksi terornya.

Baca Juga: ISIS Klaim Tanggung Jawab Bom Kampung Melayu

“Ya iya jadi gini dulu kan sebelum ISIS kan kita tahu induknya ada JI, kemudian JAT, ada juga NII kemudian mereka sudah terungkap semua banyak yang tertangkap. Ya mereka banyak muncul sempalan-sempalan berbagai macam nama tetapi simpulnya tetap saja induknya ya JI, JAT NII,”jelasnya.

Saat mendengar adanya ISIS, kelompok-kelompok teror pecahan itu kemudian berbaiat kepada ISIS. Begitu pula JAD yang hari ini santer diberitakan terlibat dalam aksi bom di Kampung Melayu.

“Nah ini sempalan-sempalan ini dengan munculnya ISIS, itu mereka semua otomatis berbaiat ke ISIS,” tutur Ansyaad.

Pola perekrutan dalam gerakan teror ini pun semakin berkembang dengan menggunakan media sosial sebagai sarananya. Hal ini pula yang menjadikan polisi mudah dalam mengidentifikasi dan membongkar kelompok-kelompok tersebut.

“Pola perekerutan sederhana sekali, bisa lewat medsos itu, ya kalau dulu orang diajak berdasarkan jalur kekeluargaan atau pernah sama-sama dalam satu lembaga pendidikan, ya kalau sekarang tidak perlu. Itu mereka bisa dari lewat medsos, ada yang tertarik, ya otomatis dia ikut. Dia berbaiat ISIS, dia dilatih juga,” tutur Ansyaad.

Menurut Ansyaad, jaringan JAD di Indonesia ini bisa dikatakan sebagai kelompok kecil. Mereka berangkat dari pemahaman radikal dan penafsiran yang keliru terhadap doktrin-doktrin agama.

“Umumnya kelompok-kelompok kecil dan namanya itu tidak terlalu penting, yang penting mengusung pemahaman. Satu mindset yang bersumber dari paham-paham radikal. Sebetulnya sumbernya dari pemahaman yang dangkal, penafsiran keliru terhadap doktrin-doktrin agama,” tuturnya.

Jaringan teror ini pun, sambung Ansyaad, tak terlalu mempermasalahkan tempat dalam melancarkan aksinya. Mereka memilih secara acak asalkan ada keramaian dan bisa menimbulkan kekhawatiran kepada banyak orang.

“Kalau tempat tidak terlalu masalah. Ya dimana saja mereka mendapatkan kesempatan di situ mereka melihat dan mempunyai target, yang penting ada banyak orang, ada pejabat, target yang paling strategis sekali tapi itu tidak terlalu penting, yang paling penting buat mereka bisa melakukan serangan itu,” tutupnya.
(knv/nkn)

++++++++++++++++++++

ISIS Klaim Bertanggung Jawab atas Teror Bom Kampung Melayu

JUM’AT, 26 MEI 2017 | 07:36 WIB

ISIS Klaim Bertanggung Jawab atas Teror Bom Kampung Melayu  

Terminal dan halte Kampung Melayu Jakarta Timur belum beroperasi pasca-ledakan bom. MARIA FRANSISCA

TEMPO.CO, Kairo – Kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas teror bom Kampung Melayu yang menewaskan tiga personel kepolisian dan melukai 15 orang lain pada Rabu malam, 24 Mei 2017.

“Pelaku ledakan yang menyerang polisi Indonesia di Jakarta adalah milisi ISIS,” ujar ISIS dalam pernyataannya di Amaq, seperti dikutip dari Channel News Asia, Jumat, 26 Mei 2017.

Baca juga: Satu Terduga Pelaku Bom Kampung Melayu Punya Bisnis Obat Herbal  

Sebelumnya, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian RI Inspektur Jenderal Setyo Wasista mengatakan telah mulai melihat hubungan antara aksi teror di Kampung Melayu dan di Kota Manchester, Inggris, yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Aksi di Inggris juga didalangi ISIS.

“Kejadian di belahan dunia lain bisa memicu dan menginspirasi sel-sel yang tiarap. Setelah melihat, mereka terinspirasi melakukan serangan,” ucap Setyo, Kamis kemarin.

Baca juga: Begini Kronologi Ledakan Bom Kampung Melayu  

Teror bom Kampung Melayu merupakan serangan paling mematikan sejak teror pada 14 Januari 2016 di kawasan Sarinah, Jalan Thamrin, Jakarta. Dalam peristiwa di Sarinah, delapan orang tewas, empat di antaranya pelaku ledakan.

Adapun tiga anggota Polri yang gugur akibat teror bom Kampung Melayu adalah Bripda Imam Gilang asal Klaten, Bripda Ridho Setiawan dari Lampung, dan Bripda Taufan asal Bekasi.

CHANNEL NEWS ASIA | REUTERS | EGI ADYATAMA

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: