Archive for June, 2017

June 22, 2017

Diduga Terkait ISIS, Ini Peran 3 Tersangka Teroris di Bima

 

Sumbawa emang jadi sarang teroris.. nggak heran karena daerah itu tidak pernah diurus dan punya wakil di Jakarta macam Fahri Hamzah dan Din Syamsuddin… bahlul semua.. akibatnya  daerah yang indah dan  kaya akan mineral ini rakyatnya miskin dan bodoh..

SENIN, 19 JUNI 2017 | 16:28 WIB

Diduga Terkait ISIS, Ini Peran 3 Tersangka Teroris di Bima

Wakil Kepala Polda NTB Komisaris Besar Imam Margono menggelar jumpa pers terkait penangkapan tiga tersangka teroris di Bima, Senin 19 Juni 2017. Polisi juga menggelar barang bukti saat penangkapan. Tempo/ABDUL LATIEF APRIAMAN

TEMPO.CO, Mataram – Densus 88 menangkap 3 orang tersangka teroris di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Sabtu 17 Juni 2017. Ketiganya diduga telah mempersiapkan aksi pengeboman di Markas Polsek Woha Bima. Mereka juga telah menyiapkan bom rakitan.

“Secara stuktural jaringannya dengan ISIS masih akan kita dalami di pemeriksaan lanjutan.” kata Wakil Kepala Polda NTB Komisaris Besar Imam Margono  dalam jumpa pers di Mapolda NTB, Senin 19 Juni 2017. Ada dugaan ketiga tersangka memiliki keterkaitan dengan aktivitas ISIS di Marawi, Filipina Selatan.

Baca: Teroris di Bima, Kapolri Tito: Belajar Bikin Bom dari Bahrun Naim

Para tersangka itu adalah, Kurniawan bin hamzah, (23) yang berperan sebagai pelaku utama perakit bom dan melakukan survey terhadap Mapolsek Woha, Bima. Kemudian, Nasrul hidayat alias Dayat (21) mahasiswa yang bertugas kurir beli H202 cair untuk bahan pembuatan bom. Adapun satu tersangka lainnya, Rasyid Ardisansyah, diketahui sebagai jaringan Penato’i Bima yang sempat bergabung dengan kelompok Mujahidin Indonesia Barat (MIB) melakukan perampokan di kantor Pos dan Giro Ciputat, Tangerang Selatan, Banten 2012.

Saat penangkapan di tubuh Kurniawan aparat mengamankan bom rakitan aktif, sementara dari penggeledahan di rumah Kurniawan diamankan 24 item barang bukti bahan-bahan merakit bom. “Dari pengakuan tersangka Kurniawan, dia mempelajari ilmu merakit bom dari internet yg dirilis ISIS melalui link group telegram Bahrun Naim.” kata Margono.

Baca: Terduga Teroris di Bima, Dua dari Tiga Orang Diduga Jaringan Poso  

Barang bukti itu antara lain dua botol air aki, satu tas plastik pupuk urea, satu bungkus amonium nitrat, alat solder, 85 bola lampu hias, tiga buah casing pipa, serta empat buah telepon genggam yang dimodifikasi menjadi switching bom rakitan. Seluruh bahan yang diamankan itu rencananya akan digunakan melakukan teror dalam Bulan Ramadhan ini.

Ketiga tersangka teroris barang bukti saat ini masih diamankan di Mako Brimob Polda NTB, sebelum nantinya akan dibawa ke Jakarta dalam waktu dekat.

ABDUL LATIEF APRIAMAN

Advertisements
June 21, 2017

Sejarah Panjang Tol Bocimi:

Bukaka dan Bakri  11 -12 bandar project infrastruktur ( mereka sendiri tidak memilik kemampuan finansial dan ekspertise ).. mereka hanya mengejar dapet lisensi terus jual ke BUMN..  Uang mereka bagi bagi ke para pejabat dan membiayai gaya hidup super wah.. Walhasil project infrastruktur jadi mangkrak  Begitulah kiranya prilaku konglomerat pribumi
Rabu 21 Jun 2017, 15:01 WIB

Ray Jordan – detikFinance
Sejarah Panjang Tol Bocimi: Mangkrak Hingga Gonta-ganti InvestorFoto: Ray Jordan
Bogor – Jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) terus dikebut pekerjaannya. Sebelum pekerjaan konstruksi dimulai, jalan tol sepanjang 54 km ini ternyata telah memiliki sejarah panjang, dari mangkrak, hingga gonta-ganti investor.

Mengutip data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Rabu (21/6/2017), diketahui, pemenang lelang investasi jalan tol yang diperkirakan bakal menelan biaya Rp 7,7 triliun ini telah ditetapkan sejak tahun 1997.

Namun, tanda tangan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) oleh Konsorsium Bukaka Teknik Utama baru dilakukan pada tahun 2007, atau berselang 10 tahun sejak penetapan pemenang.

Konsorsium saat itu memiliki komposisi PT Bukaka Teknik Utama sebesar 35%, PT Graha Multitama Sejahtera 32,5% dan PT Karya Perkasa Insani menguasai 32,5% saham PT Trans Jabar Tol, pengelola Jalan Tol Bocimi

Meski PPJT sudah diteken, namun pekerjaan konstruksi belum juga dikerjakan. Baru pada April 2011, pencanangan atau yang umum dikenal dengan istilah groundbreaking jalan tol Bocimi dilakukan. Namun pekerjaan konstruksi tak juga dimulai.

Pada tahun 2011, juga terjadi perubahan struktur pemegang saham. Grup Bakrie menjadi pemegang saham pengendali atas PT Trans Jabar Tol. Komposisi pemegang saham kala itu adalah Bakrie Toll Road 60%, PT Marga Sarana Jabar 25% dan PT Bukaka Teknik Utama 15%.

Dengan pemegang saham baru, groundbreaking kedua tol Bocimi dilakukan pada Desember 2011. Namun, hal ini tak memberi banyak perubahan. Konstruksi tol Bocimi tetap belum bisa dilakukan.

Tahun 2014, Grup MNC mengakuisisi PT Bakrie Toll Road yang merupakan anak usaha Grup Bakrie yang menguasai 5 ruas jalan tol termasuk Bocimi. Bakrie Toll Road pun berganti nama menjadi MNC Toll Road. Sejak saat itu, penguasaan tol Bocimi secara resmi berpindah tangan dari Grup Bakrie ke Grup MNC.

Pasca pengambilalihan, Grup MNC menargetkan groundberaking ketiga bisa dilakukan pada awal tahun 2015. Sayang, hal itu urung dilakukan hingga akhirnya terjadi perubahan pemegang saham lagi.

Tahun 2015, PT Waskita melalui anak usahanya Waskita Toll Road secara bertahap mengambil alih kepemilikan jalan tol-jalan tol yang dikuasai MNC Toll Road. Pengambil alihan dilakukan dengan cara membentuk perusahaan patungan antara MNC dan Waskita yang diberi nama MNC Trans Jawa Toll Road.

Terakhir, saham MNC Trans Jawa Toll Road diakuisisi sepenuhnya oleh Waskita Toll Road sehingga anak usaha BUMN ini menjadi pemlik utama sejumlah jalan tol yang di dalamnya terdapat jalan tol Bocimi.

Struktur pemegang saham PT Trans Jabar Tol pun berubah lagi menjadi, PT Waskita Toll Road sebesar 81%, PT Bukaka Mega Investama sebesar 10,14% dan PT Jasa Sarana menguasai 8,22%.

Tak berlama-lama, pada Februari 2015, groundbreaking dilakukan untuk konstruksi seksi I jalan tol Bocimi dengan rute Ciawi-Cigombong. Groundbreaking kali ini menjadi groundbreaking terakhir karena sejak saat itu, pekerjaan fisik jalan tol mulai benar-benar menunjukkan wujudnya.

Juni 2016, Jokowi menyambangi proyek jalan tol ini dan memerintahkan pembangunan jalan tol ini segera dikebut. Saat ini proses pembebeasan lahan sudah hampir 100% dan progres konstruksi sudah mendekati 50%. (dna/mkj)

June 3, 2017

BI Klaim Bank Penerbit Kartu Kredit Patuhi Penurunan Bunga

MUI dan gerombolan nya kok nggak ada yang protes ya praktek super riba (bunga berbunga) dari kartu kredit

Christine Novita Nababan , CNN Indonesia
Sabtu, 03/06/2017 19:50 WIB
BI Klaim Bank Penerbit Kartu Kredit Patuhi Penurunan BungaApabila bank dan penerbit kartu kredit melanggar aturan main penurunan bunga, BI meminta masyarakat melaporkan hal tersebut. (REUTERS/Beawiharta).
Jakarta, CNN Indonesia — Bank Indonesia (BI) menilai industri perbankan dan penerbit kartu kredit sudah mematuhi peraturan menurunkan batas maksimum bunga kartu kredit dari sebelumnya 2,95 persen per bulan menjadi 2,25 persen.

“Saya harap, ini dapat mencerminkan kondisi rill di pasar bunga kredit Indonesia,” kata Gubernur BI Agus Martowardojo, mengutip ANTARA, Jumat (2/6).

Penurunan bunga kartu kredit ini sesuai Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 18/33/DKSP dan efektif berlaku pada Jumat 2 Juni 2017. Aturan ini juga telah melalui masa transisi selama enam bulan sejak Desember 2016.

Bank sentral berharap seluruh bank dan penerbit kartu kredit dapat konsisten mengikuti ketentuan BI.

Agus juga mengingatkan, jika ada bank dan penerbit yang melanggar peraturan otoritas, masyarakat dapat melaporkan bank atau penerbit tersebut ke BI.

“Saya sangat harapkan ini disiplin, kalau ada yang menaikkan mohon dilaporkan ke bank terkait dan ke BI,” tutur Agus.

Menurut mantan Menteri Keuangan tersebut, tidak ada alasan bagi perbankan dan penerbit kartu kredit untuk tidak menurunkan batas maksimum bunga kartu kredit. Pasalnya, BI telah melakukan sosialisasi sejak sembilan bulan lalu terkait aturan tersebut.

“Sudah lama untuk diarahkan per bulan maksimal 2,25 persen. Jadi, semua harus sejalan dengan itu. Diharapkan, bisa efektif dan bawa manfaat ke masyarakat,” imbuhnya.

Dari data BI pada statistik alat pembayaran dengan menggunakan kartu (APMK), jumlah kartu kredit beredar per April 2017 tercatat sebanyak 17,66 juta kartu naik dibandingkan periode akhir 2016 17,4 juta kartu.

Adapun nominal transaksi kartu kredit hingga April 2017 adalah Rp 95,4 triliun. (bir)