Archive for July, 2017

July 26, 2017

IPB Peringatkan Dosen-dosen yang Jadi Anggota HTI

Tanggung amat.. pecat aja .. mereka yang sudah merusak IPB jadi Institut Pundamentalis Bogor !!!
abu 26 Juli 2017, 13:57 WIB

Parastiti Kharisma Putri – detikNews
IPB Peringatkan Dosen-dosen yang Jadi Anggota HTIFoto: Ilustrasi: Andhika Akbaryansyah
Jakarta – Institut Pertanian Bogor (IPB) memberi peringatan kepada dosen-dosennya yang jadi anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Ada beberapa dosen IPB yang disebut-sebut jadi anggota HTI.

“Ya sejauh ini kita memantau apa mereka terlibat dalam kegiatan yang dikatakanlah mengarah pada ekstrem, kami terus pantau ke arah itu. Tapi pada umumnya tidak ada, tapi pada masa lalu di saat organisasi itu belum dibubarkan ya kita tahu juga ya ada yang involve lah orasi atau apa itu,” kata Rektor IPB Prof. Hermanto Siregar di gedung Kemenristek Dikti, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (26/7/2017).

Hermanto mengaku tidak bisa berbuat apa-apa saat HTI masih berbadan hukum. Namun, pihaknya kini akan menindak jika ada dosen yang masih melakukan aktivitas HTI.

“Cuma kita pantau terus jangan sampai setelah dilakukan pembubaran mereka masih melakukan hal yang sama. Karena tadi sudah sangat jelas dasar dasar hukum yang disampaikan pak menteri ya. Tentu kami juga akan tindak ya,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Hermanto, pihaknya baru sebatas menegur dosen-dosen tersebut.

“Kalau organisasinya belum dibubarkan ya kita nggak bisa tegur juga jelas nanti kita salah nanti dibilang kita melanggar HAM kan. Tapi begitu dia sudah dinyatakan dibubarkan ya nggak boleh dong dia melakukan kegiatan itu lagi,” ujarnya.
(idh/fdn)

Advertisements
July 19, 2017

Sebelum E-KTP, Setya Novanto Berbisnis Kartu-kartuan bersama Keluarga Cendana

sepandai pandainya MALING lolos dari jeratan hukum akhirnya masuk juga ke liang bui. Politikus busuk nomero 1 ini harus dikurung seumur hidup di bui dan dibuat jadi miskin !!!

BAMBANG PRIYO JATMIKO
Kompas.com – 18/07/2017, 09:56 WIB
Ketua DPR RI Setya Novanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/6/2017).
Ketua DPR RI Setya Novanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/6/2017).(KOMPAS.com/Nabilla Tashandra)

JAKARTA, KOMPAS.com – Bisnis kartu-kartuan sudah lekat denganSetya Novanto sejak jauh hari sebelum dia terlibat dalam proyek E- KTPKementerian Dalam negeri.

Ya, Setya Novanto merupakan salah satu politisi yang sekaligus pengusaha. Dia memiliki banyak bisnis yang terbentang di berbagai sektor.

Merujuk berbagai sumber, Setya Novanto sejak muda memang dekat dengan para petinggi Golkar.

Bahkan dia juga dekat dengan Keluarga Cendana. Karena kedekatannya itu, Setya Novanto mendapatkan berbagai kemudahan dalam berbisnis.

Pada tahun 1991, Siti Hardijanti Rukmana alias Mbak Tutut, menunjuk Setya Novanto memimpin PT Citra Permatasakti Persada, perusahaan jasa pengelolaan bisnis pembuatan surat izin mengemudi ( SIM).

Mengutip berita Harian Kompas tangal 2 Oktober 1992 yang berjudul Biaya SIM Model Baru Rp 52.500, ditulis bahwa Direktur Lalu Lintas saat itu Brigjen Sonny Harsono menjelaskan, Polri memutuskan untuk menggandeng swasta dalam proses komputerisasi pembuatan Surat Izin mengemudi (SIM).

Menurut Polri, untuk pelaksanaan komputerisasi SIM membutuhkan dana yang sangat besar. Karena itu, menggandeng swasta menjadi opsi yang bisa dilaksanakan.

Mitra kerja swasta yang terpilih untuk proses komputerisasi ini adalah PT Citra Permatasakti Persada (CPP). Perusahaan yang didirikan Tutut bersama Setya Novanto ini berhasil menyingkirkan 18 perusahaan lain yang mengajukan proposal.

Citra Permatasakti Persada menanam investasi senilai Rp 90 miliar. Peralatan komputerisasi itu disewapinjamkan selama 5 tahun.

Dalam skema kerja sama tersebut, dari setiap pembayaran yang masuk sebesar Rp 52.500 per kartu, sebesar Rp 48.500 menjadi jatah PT Citra Permatasakti Persada, sedangkan sisanya Rp 4.000 masuk kas negara. Setelah lima tahun, semua peralatan komputerisasi diserahkan ke Polri.

Komputerisasi KTP

Setahun setelahnya, yakni pada 1992, Setya Novanto kembali mendapatkan kepercayaan dari Keluarga Cendana. Kali ini adalah Elsye Sigit, istri Sigit Harjojudanto Soeharto, yang menggandengnya dalam bisnis komputerisasi kartu tanda penduduk melalui PT Solusindo Mitra Sejati (SMS).

Proyek komputerisasi KTP ini merupakan bagian dari sistem informasi manajemen kependudukan terpadu serta subsistem dari sistem informasi manajemen depdagri, dan pemda (SIMDAGRI/SIMDA).

Sentralisasi itu antara lain dimaksudkan seorang penduduk hanya dimungkinkan mempunyai satu KTP saja. Alasan pemerintah menggandeng Solusindo Mitra Sejati lantaran saat itu, meskipun pembuatan KTP sudah menggunakan komputer, namun baru sebatas “mesin tik” saja sehingga tidak jarang seseorang memiliki lebih dari satu KTP.

Mengutip Harian Kompas 16 April 1993, surat perjanjian kerja sama antara Depdagri dan PT SMS, menurut sebuah sumber, sudah ditandatangani tanggal 27 Februari 1993.

Namun demikian, perjanjian tersebut kemudian diributkan, karena banyak pihak di Depdagri yang mengaku tidak dilibatkan dalam proyek tersebut.

Bahkan, Dirjen Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah (PUOD) saat itu Warsito Rasman menyatakan, proyek tersebut akan diteliti kembali. Mendagri Moh Yogie SM kemudian memilih menunda sementara kerja sama tersebut.

Meski menimbulkan keributan, kerja sama dengan PT Solusindo nyatanya jalan terus. Mengutip berita Harian Kompas pada 25 November 1995 yang berjudul Biaya KTP Diusulkan Naik Menjadi Rp 3.000, biaya pembuatan KTP (kartu tanda penduduk), KK (kartu keluarga), surat keterangan lahir, meninggal, pindah, serta surat izin menetap bagi WNA, diusulkan naik antara 100 persen dan 350 persen.

Saat itu, KTP WNI akan naik dari Rp 1.000 menjadi Rp 3.000, KTP WNA dari Rp 2.000 menjadi Rp 5.000, sedang kartu keluarga WNI dari Rp 500 menjadi Rp 1.500 dan kartu keluarga WNA dari Rp 1.000 menjadi Rp 2.000.

Kenaikan retribusi pembuatan KTP, KK dan surat keterangan lahir, mati, pindah di wilayah DKI Jakarta, diusulkan naik antara 100 persen dan 350 persen setelah pihak swasta, PT Solusindo Mitra Sejati (SMS), konsultan departemen dalam negeri masuk menjadi pengelola sistem manajemen kependudukan (simduk) secara nasional.

July 17, 2017

Pulang Isi Bensin, Bocah Kelas 6 SD Tewas Tertabrak Truk

Anak singkong ( Sekolah Dasar) jaman sekarang sudah tidak main sepedah lagi tapi naik motor. Orang tua nya ngapain aja ? Pak Polisi sekarang juga cenderung membiarkan karena kalah wibawa.

Senin 17 Juli 2017, 21:49 WIB

Pulang Isi Bensin, Bocah Kelas 6 SD Tewas Tertabrak Truk

Ahmad Mustaqim – detikNews

Pulang Isi Bensin, Bocah Kelas 6 SD Tewas Tertabrak TrukSeorang bocah kelas 6 SD tewas terlindas truk usai isi bensin di Jakarta Utara (Foto: Ahmad Mustaqim/detikcom)

Jakarta – Seorang anak berusia 6 tahun tewas tertabrak truk ekspedisi. HM (10) menghembuskan nafas terakhirnya saat di bawa ke rumah sakit.

“Berdasarkan keterangan dokter korban telah meninggal saat sampai di rumah sakit,” kata anggota Unit Laka Lantas Polres Jakarta Utara, Brigadir Sarjono saat ditemui di rumah sakit Royal Progress, Sunter, Tanjung Priok, Senin (17/7/2017).

Sarjono menjelaskan pihaknya mendapatkan laporan dari warga pada pukul 16.30 WIB. Dia mengatakan HM (10) meninggal karena luka di dadanya.




Motor korban mengalami kerusakan yang cukup parah karena terlindas trukMotor korban mengalami kerusakan yang cukup parah karena terlindas truk (Foto: Ahmad Mustaqim/detikcom)

Kecelakaan bermula saat HM (10) dan G (15) pulang mengisi bensin menggunakan motor matic bernomor polisi B 3666 UMZ. Saat itu HM (10) berboncengan dengan temannya G (15).

“Diduga korban yang membawa motor,” ungkap Sarjono.

Sementara itu ditemui di lokasi yang sama, paman korban, Pardi menjelaskan mobil logistik B 9438 BM yang menabrak korban berjalan ugal-ugalan. 

“Jadi kontainer di sebelah kiri mepet ngebanting ke kiri ngehajar mobil Armas itu,” kata Pardi.

Korban terlindas dan alami luka di dadaKorban terlindas dan alami luka di dada (Foto: Ahmad Mustaqim/detikcom)

HM yang masih di bawah umur ini membawa motor secara diam-diam, tanpa sepengetahuan kedua orangtuanya. “Ya mungkin orang tuanya lalai juga naro kunci,” imbuhnya.

Akibat dari kecelakaan tersebut, motor korban juga mengalami kerusakan parah di bagian setang dan roda depan. Kedua korban sempat dibawa ke RS Royal Progress, Sunter, Jakut. HM (10) akan dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk dilakukan visum. (jbr/idh)

Share:

0 komentar

https://mood.detik.com/display/datalayer/mood.php#idkanal=605||idnews=3563569||title=Pulang%20Isi%20Bensin%2C%20Bocah%20Kelas%206%20SD%20Tewas%20Tertabrak%20Truk||article_url=https%3A%2F%2Fm.detik.com%2Fnews%2Fberita%2Fd-3563569%2Fpulang-isi-bensin-bocah-kelas-6-sd-tewas-tertabrak-truk||idsubkanal=10||idfokus=0||idmicrosite=0||appid=3||ismobile=0||date=17-07-2017

Berita Terkait

https://staticxx.facebook.com/connect/xd_arbiter/r/XBwzv5Yrm_1.js?version=42#channel=f31cb8ba3ac2fe4&origin=https%3A%2F%2Fm.detik.com

Baca Juga

News Feed

SELENGKAPNYA


By retailAds detikcom

NISIM Penumbuh rambut Herbal No.1 tanpa efek samping Garansi uang kembali

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com

Ke Atas · Berita Lainnya · Search

Navigasi detiknews

HomeBeritaDaerahJawa TimurInternasionalKolomWawancaraFokusLapsusFotoMost PopularPro KontraSuara PembacaOpini AndaInfografisVideoIndeks

Lihat Versi Desktop


Redaksi · Pedoman · Info Iklan · Privacy Policy


  

Copyright @ 2017 detikcom
All right reserved

Back To Top