Jokowi Heran Banyak Pejabat Ditangkap, tetapi Korupsi Terus Ada


 

Pak,

1.hukuman sangat ringan terus di penjara di Sukamiskin …hmm (cek aja di sukamiskin itu segala kebutuhan bisa terpenuhi). Saya sendiri pernah bezuk ke penjara Sukamiskin sampai kagum lihat suasana di dalam penjara, sangat “kondusif” dan super nyaman bagi para terpidana korupsi.

2. tidak ada sanksi sosial bagi para pelaku korupsi. Lihat aja mereka masih pada cengar cengir dan keluarga biasanya masih pada belagu menikmati hasil korupsi. Di birokrasi juga sama tidak ada sanksi, malah yang pernah kasus bisa dapat promosi (lihat saja kasus  si Tin Zuraida (yang pernah membuang duit 1,7 M ke toilet, eh malah dapat promosi jadi staf ahli menteri PAN.,harusnya presiden tegur si Menteri )

3. Janji untuk dimiskinkan hanya sekedar janji.. prakteknya ribet. yang disita negara minimal. Lihat saja nanti kasus E ktp apa bisa negara menyita 4 kapling rumah Setnov di Pondok Indah ?? Saya sih sanksi untuk hal itu.

4. Karena tiga hal (hukuman sangat ringan, tidak ada sanksi sosial dan sulit dimiskinkan ) tidak heran banyak pejabat dan poli(tikus) berani berkorupsi sambil berjamaah..  Tidak heran negeri Negeri yang kaya raya dan agamis pula, biasanya jadi juara urusan korupsi . Karena yang berani melawan korupsi akhirnya akan kena sanksi oleh jamaah penikmat duit korupsi.

 

IHSANUDDIN
Kompas.com – 11/12/2017, 12:29 WIB
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Ketua KPK Agus Rahardjo (ketiga kanan), Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro (kanan), dan Mensesneg Pratikno (keempat kanan) menghadiri Pembukaan Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi ke-12, sekaligus Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia Tahun 2017 serta Peluncuran Aplikasi e-LHKPN, di Jakarta,  Senin (11/12). Dalam kesempatan tersebut presiden memerintahkan pembenahan sistem pemerintahan, pelayanan dan administrasi serta peningkatan kesadaran masyarakat untuk ikut mencegah dan memberantas korupsi.
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Ketua KPK Agus Rahardjo (ketiga kanan), Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro (kanan), dan Mensesneg Pratikno (keempat kanan) menghadiri Pembukaan Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi ke-12, sekaligus Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia Tahun 2017 serta Peluncuran Aplikasi e-LHKPN, di Jakarta, Senin (11/12). Dalam kesempatan tersebut presiden memerintahkan pembenahan sistem pemerintahan, pelayanan dan administrasi serta peningkatan kesadaran masyarakat untuk ikut mencegah dan memberantas korupsi.(ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI)

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo mengatakan, Indonesia adalah salah satu negara yang paling aktif dalam kasus korupsi.

Sejak 2004 sampai tahun ini, kata Jokowi, setidaknya ada 12 gubernur dan 64 bupati/wali kota yang terjerat kasus korupsi.

Angka tersebut belum termasuk yang ada di DPR, DPRD, ataupun kementerian dan lembaga. Mayoritas kasus yang menjerat para pejabat itu adalah kasus penyuapan.

“Tetapi, yang mengherankan, dari waktu ke waktu, pejabat yang ditangkap dan dipenjarakan karena kasus korupsi masih terus ada,” kata Jokowi saat membuka acara Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia Tahun 2017, Senin (11/12/2017).

Berdasarkan kondisi tersebut, lanjut Jokowi, tidak bisa disangkal lagi bahwa upaya pencegahan korupsi harus dilakukan lebih serius.

Sistem pemerintahan dan pelayanan harus dibenahi, termasuk pengetahuan dan kesadaran masyarakat harus terus ditingkatkan.

Salah satu strategi pencegahan korupsi yang ditekankan pemerintah, lanjut Jokowi, adalah melakukan deregulasi terhadap aturan-aturan di dunia usaha.

Jokowi mengatakan, setiap regulasi layaknya pisau bermata dua. Setiap aturan, setiap izin, dan setiap persyaratan punya potensi menjadi obyek transaksi, obyek korupsi

“Perizinan sekarang potensial jadi alat pemerasan alat untuk transaksi, saya kira cara-cara seperti ini tidak boleh kita teruskan,” ujar Kepala Negara.

Selain deregulasi, Jokowi juga mengaku saat ini tengah menyiapkan peraturan presiden terkait penerapan e-budgeting, e-planning, dan e-procurement yang terintegrasi.

Jokowi menyakini perpres ini memperkecil ruang korupsi bagi pejabat negara.

++++++++++++++

Senin 11 Desember 2017, 19:47 WIB

MA Nilai Istri Nurhadi Pantas Jadi Staf Ahli Menteri

Denita Br Matondang – detikNews
MA Nilai Istri Nurhadi Pantas Jadi Staf Ahli MenteriTin Zuraida (Foto: dok. MA)
Jakarta – Istri mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi, Tin Zuraida, kini menjadi staf ahli MenPAN-RB. Sebelum bertugas di KemenPAN, Tin, yang kerap diperiksa KPK, merupakan pejabat karier di MA.

Kabiro Hukum dan Humas Mahkamah Agung Abdullah mengatakan, selama berkarier di MA, Tin memiliki kinerja yang bagus. Tin terakhir bekerja sebagai Kepala Pusdiklat MA dan di bawah Tin, Pusiklat MA berhasil meraih ISO.

“Jadi, selama kepemimpinan beliau, Pusdiklat dapat ISO. Untuk standar ISO, beliau yang mendapatkan. Kinerjanya bagus, dia perempuan luar biasa menurut saya. Karena kerja di MA itu tidak ada batas waktu. Jam kerja tidak ada, rela meninggalkan keluarga itu adalah hal luar biasa,” ucap Abdullah di gedung MA, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (11/12/2017).

Abdullah mengatakan wajar saja Tin dipromosikan naik jabatan dan pangkat. Hal itu karena kinerja Tin di MA sangat bagus.

“Kinerjanya bagus, prestasinya bagus, bahkan dia memotori untuk mendapatkan ISO Pusdiklat,” ujarnya.

Abdullah menjelaskan, saat ini Tin sudah bekerja di KemenPAN-RB. Tin juga sudah dilantik menjadi staf ahli.

“Saya, seingat saya, setahu saya, ia sudah dilantik di KemenPAN-RB kalau tidak salah,” ucap Abdullah.

Tin merupakan saksi KPK dalam perkara suap panitera PN Jakpus, Edy Nasution. Saat rumahnya digeledah, Tin diduga membuang uang ke toilet. Namun dalam kasus ini, Tin hanya berperan sebagai saksi.
(rvk/asp)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: