Archive for March, 2018

March 26, 2018

Observatorium Kupang, Harapan Baru Astronomi Indonesia

Reporter:

Anwar Siswadi (Kontributor)

Editor:

Amri Mahbub

Minggu, 25 Maret 2018 11:45 WIB

  • Arial
    Roboto
    Times
    Verdana
Dosen astronomi di Institut Teknologi Bandung (ITB), Premana W. Premadi saat berkunjung ke Tempo, Jakarta, 2 Januari 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah
Dosen astronomi di Institut Teknologi Bandung (ITB), Premana W. Premadi saat berkunjung ke Tempo, Jakarta, 2 Januari 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Bandung – Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) sedang menyiapkan pembangunan observatorium Kupang yang akan dibangun di Gunung Timau, Kupang, Nusa Tenggara Timur. Observatorium yang ditargetkan rampung pada 2020 ini akan dibangun dengan menggandeng Institut Teknologi Bandung dan Universitas Cendana Kupang (Uncen).

Rencananya, observatorium ini akan menggunakan teropong 3,8 meter, terbesar di Asia Tenggara. Bagaimana kabarnya? Tempo sempat mewawancarai Direktur Observatorium Bosscha, Premana Wardayanti Premadi, selaku salah satu ilmuwan yang juga menyiapkan Observatorium kupang.

“Tak hanya bangunan fisik, dengan adanya observatorium itu wacana riset astronomi yang lebih maju juga akan dirumuskan,” kata astrofisikawan ITB ini saat ditemui di kantornya di ITB, Bandung, Selasa, 20 Maret 2018. Berikut petikan wawancaranya:

Baca juga: Observatorium Bosscha Kini Buka Malam Hari

Ilustrasi peta observatorium antariksa Bosscha di Kupang. Dok. Tim ITB dari Dir.Obs Bosscha Mahasena Putra.

Sebetulnya di mana posisi observatorium Kupang nanti di antara observatorium lainnya di dunia?
Target kami adalah membuat observatorium yang skalanya tidak terlalu jauh dari yang sudah ada di dunia. Disesuaikan dengan sumber daya manusia dan lokasi kita di ekuator temasuk kondisi keuangan negara. Kita nggak bikin observatorium yang superbesar. Karena mahalnya minta ampun. Untuk teleskop 10 meter saja konsorsium beberapa negara.

Observatorium Kupang tidak konsorsium internasional? Asia Tenggara?
Tidak. Dananya masuk lewat Lapan. Ini proyek yang sangat besar sekali, belum pernah kita dapat dana sebesar itu. Belum pernah kita bekerjasama besar-besaran begitu dalam jangka panjang. Biasanya ‘kan pengadaan hanya setahun. Belum lagi izin, perancangan detail.

Patokan instrumennya ke Observatorium dunia atau yang di Bosscha?
Dua-duanya. Kita pilih di mana kita tepat mengejar untuk unggul.

Dana totalnya sekarang berapa?
Anggarannya mencapai Rp 400 miliar. Kalau dapat dana segitu, harusnya jumlah publikasi ilmiah meningkat. Publikasi itu kan sesuatu yang baru. Standar alatnya ya internasional.

Kalau untuk rencana di Kupang, ukuran teleskopnya lebih besar dari yang di Thailand atau New Mexico. Itu pun mereka sudah sanggup menghasilkan data jutaan galaksi. Ukuran diameternya di Kupang 3,8 meter. Yang di Bosscha terbesar 60 sentimeter.

Baca juga: Observatorium Bosscha Lakukan Ini untuk Mengejar Bintang

Ilustrasi observatorium antariksa Bosscha di Kupang. Dok. Tim ITB dari Dir.Obs Bosscha Mahasena Putra.

Arah riset Observatorium Kupang akan ke mana?
Bisa ke peristiwa besar, seperti Supernova–ledakan bintang. Itu kan pengamatannya butuh waktu panjang sekali. Observatorium di Kupang bisa masuk ke situ, mengejar data yang belum terpenuhi. Penemuannya pasti berita besar. Nantinya, observatorium Kupang bisa melakukan riset follow uptentang temuan besar di luar negeri.

Artinya nanti astronomo dunia bakal antre untuk menggunakan observatorium Kupang?
Harapannya begitu. Syaratnya operasionalnya membuat orang nyaman.

Pakai alatnya nanti astronom harus bayar?
Ada beberapa skema, mulai dari grant orang mengajukan proposal. Ada juga yang bayar, sesuai aturan finansial pemilik teleskop. Untuk yang di Kupang nanti belum tahu sama sekali.

Baca juga: Wisata Lampung Berbenah, Ingin Teropong Bintang Melebihi Bosscha

Ilustrasi lokasi observatorium antariksa Bosscha di Kupang. Dok. Tim ITB dari Dir.Obs Bosscha Mahasena Putra.

Apa proyeksi riset yang diharapkan dari observatorium baru ini?
Kita harus advance, seperti eksoplanet (planet di luar tata surya). Keppler sudah menemukan banyak, tapi follow up-nya belum. Misalnya, mempelajari karakter bintang yang menjadi kepala rumah tangga sistem planet itu. Banyak sekali yang bisa digali.

Prioritas risetnya seperti apa?
Kita belum tahu. Nanti rencananya bulan November kita mau berembuk, ada seminar di antara astronom Indonesia. Perlu ada roadmap riset astronomi Indonesia mau dibawa ke arah mana.

Riset astronomi mutakhir Indonesia apa?
Ada di sini (Astronomi ITB) misalnya yang meneliti obyek apa yang memancarkan sinar X-Ray dengan sangat luar biasa intensitasnya. Apakah dari blackhole atau yang lain, sejauh ini masih diteliti.

Advertisements
March 18, 2018

Wakil Ketua PPP Jombang Tewas, Istri: Dia Baik dan Rajin Ibadah

Manusia Indonesia memang juara urusan munafik (lagaknya sok agamis tapi urusan “birahi” kagak bisa jaga) dan korupsi pulak, apalagi para wakil rakyatnya baik yang bercokol di Senayan dan daerah

 

ini ada contoh lagi

Minggu 18 Maret 2018, 11:57 WIB

Wakil Ketua PPP Jombang Tewas, Istri: Dia Baik dan Rajin Ibadah

Enggran Eko Budianto – detikNews
Wakil Ketua PPP Jombang Tewas, Istri: Dia Baik dan Rajin IbadahIsmiati, istri Wakil Ketua DPC PPP Jombang Syafii Has (Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom)
Jombang – Wakil Ketua DPC PPP Jombang Syafii Has (58), ditemukan tewas telanjang di kebun tebu Desa Mlirip, Jetis, Mojokerto. Polisi menyebut korban diduga mengencani waria. Istri, Ismiati (51), tak percaya.

Penilaian itu, bukan tanpa alasan. Menurut Ismiati, Syafii sosok yang religius dan baik dengan tetangga.

“Di mata keluarga suami saya tak ada tandingannya, orangnya ikhlasan, enakan. Kegiatannya ke masjid, kalau nggak percaya tanya orang-orang sini,” ungkap Ismiati kepada wartawan di rumah duka, Desa Jombok, Kesamben, Minggu (18/3/2018).

Syafii ditemukan tewas dengan posisi telanjang di kebun tebu tepi Sungai Brantas, Desa Mlirip, Jetis, Jumat (16/3) sekitar pukul 09.00 WIB. Hanya celana dalam hitam yang melekat di tubuhnya. Celana dalam itu tak menutupi kemaluan politisi asal Desa Jombok, Kesamben, Jombang tersebut.

“Ada indikasi tidak beres,” duga Ismiati.

Pakaian milik Syafii tertindih tubuh. Dompet dan ponselnya masih ada di celana. Selain itu, terdapat sejumlah kondom bekas pakai di sekitar mayat. Sepeda motor korban Honda Vario nopol S 5869 OD ditemukan di seberang jalan dari lokasi penemuan mayat.

Dari hasil pemeriksaan luar terhadap jasad korban, ditemukan luka di kepala belakang korban. Keluar darah dari kedua telinga korban.

Politisi PPP ini berada di lokasi diduga berkencan dengan waria. Waria berinisial V diamankan polisi.
(trw/trw)

March 7, 2018

Minta Tahanan Rumah, Pengacara Ba’asyir Singgung Ahok Tak di Lapas

Pengacara teroris ya beginilah cara beragumentasinya.. Woi
Rabu 07 Maret 2018, 16:55 WIB

Kanavino Ahmad Rizqo – detikNews
Minta Tahanan Rumah, Pengacara Baasyir Singgung Ahok Tak di LapasFoto: Abu Bakar Ba’asyir tiba di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk menjalani pemeriksaan kesehatan, Kamis (1/3/2018). (Grandyos Zafna-detikcom)
Jakarta – Pengacara terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir, Achmad Michdan, menegaskan kliennya tak menginginkan pemindahan Lembaga Pemasyarakatan (LP) melainkan berharap menjadi tahanan rumah. Michdan pun menyinggung beberapa terpidana kasus lain yang tak ditahan di LP.

“Namun demikian mekanisme (tahanan rumah) nggak ada dalam perundang-undangan tetapi pernah dilakukan pada masa Xanana Gusmao, Ahok itu terpidana tapi dia tidak menjalani di LP, dia di Mako (Brimob),” kata Michdan di Jalan RS Fatmawati, Cipete Selatan, Jakarta Selatan, Rabu (7/3/2018).

Berdasarkan saran dokter, Michdan mengatakan kondisi Ba’asyir akan semakin baik bila dekat bersama keluarga. Alasan kesehatan itu lah, kata Michdan, yang membuat pihaknya berharap Ba’asyir dapat menjalani sisa pemidanaan di rumah.

“Ustaz dalam kondisi sakit inikan lebih baik dan tingkat penyembuhannya tinggi kalau bersama keluarga. Itu kita support,” ujar dia.

Kendati demikian, Michdan menegaskan kliennya tak akan mengajukan grasi. Pasalnya, Ba’asyir sampai saat ini tidak mengaku salah dan yakin apa yang dilakukannya adalah bagian dari ibadah.

“Kalau berkaitan apakah itu harus ada dengan permohonan grasi, ustaz sudah jelas, beliau tidak mau, karena berkeyakinan apa yang dia lakukan bukan sesuatu perbuatan pidana, itu perbuatan menurut beliau amalan yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah,” imbuhnya.

Pemerintah sebelumnya berencana memindahkan penahanan Ba’asyir dari Gunung Sindur ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) di Jawa Tengah. Pihak pengacara Ba’asyir menegaskan kliennya keberatan dengan rencana tersebut.

“Ustaz keberatan kalau cuma pindah LP,” ujar pengacara Abu Bakar Ba’asyri, Achmad Michdan, kepada detikcom, Selasa (6/3/).