Archive for May, 2018

May 27, 2018

Gaji Mega Lebih Tinggi dari Presiden, PKS: Memalukan

ini asli gemblung.. kok Menteri Keuangan kok santai aja ya urusan gaji para pejabat yang nggak karuan.. Kenapa tidak contoh Malaysia yang memotong gaji para pejabat tingginya untuk mengurangi hutang negara. Indonesia malah biasa untuk bayar gaji dengan hutang luar negeri. Gemblung super!
Minggu 27 Mei 2018, 21:16 WIB

Rina Atriana – detikNews
Gaji Mega Lebih Tinggi dari Presiden, PKS: MemalukanFoto: Mardani Ali Sera (Tsarina Maharani/detikcom)
Jakarta – PKS mengaku sedih soal gaji para pejabat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mendapatkan gaji di atas Rp 100 juta. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyebut itu hal memalukan.

“Sedih dengar Keppres ini. Memalukan. Saat negara sedang defisit dan hutang menumpuk kita malah menggaji yang di luar batas kemampuan,” kata Mardani dalam pesan singkat kepada detikcom, Minggu (27/5/2018).

“Malaysia malah mengurangi gaji para Menterinya kita malah menetapkan seenaknya. Kian jelas pemerintah tidak punya hati bagi rakyatnya. Jika terus spt ini maka #2019GantiPresiden,” tutur Mardani.

Gaji para pejabat BPIP ini juga dibandingkan gaji Presiden Joko Widodo masih jauh di atasnya. Presiden menerima penghasilan sebesar Rp 62.740.030, yang berasal dari gaji pokok dan tunjangan jabatan. Penghasilan itu didapat dari gaji pokok ditambah tunjangan jabatan, Rp 30.240.000 + 32.500.000, sebesar Rp 62.740.030.

Sedangkan Wakil Presiden JK setiap bulan mendapat Rp 42.160.000 dari gaji pokok plus tunjangan, Rp 20.160.000 + 22.000.000.

Gaji yang diterima Jokowi dan JK diberikan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1978 tentang Hak Keuangan/Administratif Presiden dan Wakil Presiden serta Bekas Presiden dan Wakil Presiden.

Berikut daftar hak keuangan sesuai dengan lampiran Perpres Nomor 42/2018:

Ketua Dewan Pengarah mendapat hak keuangan Rp 112.548.000
Anggota Dewan Pengarah mendapat hak keuangan Rp 100.811.000
Kepala BPIP mendapatkan hak keuangan Rp 76.500.000
Wakil Kepala BPIP mendapatkan hak keuangan Rp 63.750.000
Deputi BPIP mendapatkan hak keuangan Rp 51.000.000
Staf Khusus BPIP mendapatkan hak keuangan Rp 36.500.000
(rna/dnu)

Advertisements
May 27, 2018

Belarus Tawarkan Pemeliharaan Berat dan Rudal Pesawat Sukhoi  

kudu segera ditindak lanjuti dong. Masa perawatan pesawat harus mengandalkan luar negeri terus.. kalau terjadi perang bisa repot
26 Mei 2018

Pemeliharaan berat pesawat Sukhoi di 558 Aviation Repair Plant (photo : 558ARP)

Kasau Terima Kunjungan Kehormatan Dubes Belarus

Bisnis Metro, JAKARTA — Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M menerima kunjungan kehormatan Duta Besar (Dubes) Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Belarus untuk Indonesia H.E. Mr. Valery Kolesnik di Mabesau Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (25/5/2018).

Kasau sangat mengapresiasi kunjungan Dubes Belarus untuk Indonesia yang dimaksudkan untuk mempererat hubungan kedua negara yang telah terjalin baik selama ini dan menyampaikan ucapan terima kasih karena Belarus telah ikut ambil bagian dalam perawatan pesawat tempur Sukhoi milik TNI AU.

“Belarus merupakan negara sahabat yang juga sekaligus sebagai mitra TNI AU di bidang pertahanan, seperti pemeliharaan tingkat berat dan system upgrade pesawat tempur Sukhoi di fasilitas 558 Aviation Repair Plant,” kata Kasau.

Pada tahun 2017 telah dilaksanakan pemeliharaan 2 unit pesawat Sukhoi, dan saat ini sedang dilaksanakan pemeliharaan 2 unit pesawat Sukhoi Su-30MK yang akan selesai pada bulan September 2018.

TNI AU terus melengkapi persenjataan pesawat Sukhoi (photo : su-27 flanker)

Sementara itu, Dubes Kolesnik mengatakan, hubungan bilateral antara Indonesia dan Belarus semakin erat khususnya di bidang pertahanan yang dibuktikan dengan adanya kerja sama di bidang pemeliharaan pesawat tempur Sukhoi TNI AU di Belarus.  Ia juga menawarkan kerja sama di bidang pertukaran Taruna/Cadet Akademi Angkatan Udara kedua negara.

“Saat ini Belarus memiliki kemampuan yang luas di bidang industri pertahanan, bukan hanya di bidang pemeliharaan pesawat namun juga sudah mampu memproduksi berbagai alutsista diantaranya peluru kendali dari udara ke udara jarak menengah serta teknologi optik untuk penginderaan pasukan khusus,” ujar Dubes Kolesnik.

Menanggapi hal tersebut, Kasau menyambut baik tawaran pertukaran Taruna AAU dengan Taruna Akademi Angkatan Udara Belarus dan akan mengkaji lebih lanjut metode pertukaran yang akan digunakan.

Terkait produk peluru kendali udara ke udara jarak menengah di atas 20 km buatan Belarus, Kasau menyampaikan bahwa TNI AU saat ini dalam tahap pengembangan kekuatan dan perlu memiliki peluru kendali jarak menengah, khususnya untuk pesawat tempur Sukhoi.

Pada kesempatan tersebut, Kasau didampingi Aspam Kasau Marsda TNI Dwi Fajariyanto, Aslog Kasau Marsda TNI Eko Supriyanto, S.E., M.M., dan Kadispenau Marsma TNI Ir. Novyan Samyoga, M.M., Sedangkan Dubes Belarus didampingi staf Kedubes Belarus Mr. Glen Krykanov.

(Bisnis Metro)

May 26, 2018

UU Terorisme Diharap Bentengi Sekolah dari Radikalisme

Sudah darurat !! 10 tahun dibiarkan meraja lelo oleh siapa yaaa ??

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Jumat, 25/05/2018 23:59 WIB
UU Terorisme Diharap Bentengi Sekolah dari RadikalismeAkademisi dan cendekiawan Azyumardi Azra berharap fokus pencegahan radikalisme bukan cuma pelajar, tetapi juga tenaga pendidik. (Thinkstock/zabelin)

Jakarta, CNN Indonesia — Akademisi dan cendekiawan Azyumardi Azra menilai Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme baru saja disahkan oleh DPR RI masih punya celah. Dia menyoroti kelemahan itu adalah soal meredam laju penyebaran ideologi radikal di lembaga pendidikan.

“Untuk antisipasi paham radikal itu tidak bisa model UU itu, harus lebih awal. Mungkin tempat SMA, Perguruan Tinggi harus ada program itu,” ujar Azyumardi tersebut dalam sebuah diskusi di bilangan Menteng, Jumat (25/5).

Menurut Azyumardi, pencegahan yang ada di UU Terorisme hanya menindak dengan pendekatan keras. Misalnya penahanan terhadap militan yang baru pulang dari wilayah konflik seperti Suriah.

 

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), menurut Azyumardi, mempunyai peran penting dalam menangkal ideologi radikal di lembaga pendidikan. Salah satunya lewat program kebangsaan yang harus menyentuh tenaga pengajar ketimbang kaum pelajar.

Terkait di lingkungan kampus, mantan rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta itu mengusulkan BNPT menjalin komunikasi dengan kampus.

“BNPT harus kerja sama dengan pimpinan universitas dan lembaga kemahasiswaan untuk menangkal rekrutmen. Kalau BNPT sendiri tidak bisa karena ada banyak sekali universitas di Indonesia,” ujarnya.

Direktur Pencegahan BNPT Hamli mengakui berlakunya UU Terorisme hasil revisi tidak lantas membuat beban mereka lebih ringan. Menurut Hamli masih banyak motif yang dapat mendorong seseorang terjerumus ke dalam radikalisme dan menjurus ke arah terorisme.


“Ada motif ideologi, ekonomi, tapi yang paling besar itu berjihad untuk mati syahid, bertemu 72 bidadari, menganggap negara tidak syar’i atau motif ekonomi ingin mencari pekerjaan di luar,” kata Hamli.

Hamli mengakui selama ini lembaga pendidikan menjadi tempat yang rawan diincar oleh penyebar paham terorisme mulai dari SD hingga kampus.

“Yang rentan kena itu kan mulai dari anak-anak, ibu-ibu, PTN, SD, SMP, SMA. Dan satu lagi adalah barang-barang ini sudah masuk berbagai lini, baik di kementerian, lembaga pendidikan, itu sudah masuk,” ujarnya. (ayp)

May 20, 2018

Sebut Bom Surabaya Pengalihan Isu, Dosen USU Mengaku Terbawa Emosi

Dosen macam begini gimana mahasiswanya mau pinter ???? Univ Negeri kok banyak dosen “dungu” macam si Himma Lubis.. Duh Indonesia makin ketinggalan saja dengan negara tetangga!
Minggu 20 Mei 2018, 12:03 WIB

Idham Kholid – detikNews
Sebut Bom Surabaya Pengalihan Isu, Dosen USU Mengaku Terbawa EmosiFoto: Dosen USU Ditangkap Karena Sebar Hoax soal Bom Surabaya. (TribrataNews Polda Sumut)
Medan – Polisi masih memeriksa dosen Ilmu Perpustakaan di Universitas Sumatera Utara (USU) bernama Himma Dewiyana Lubis alias Himma yang menyebut aksi teror di Surabaya sebagai pengalihan isu. Himma mengaku menulis itu karena terbawa emosi.

“Ya dia menyesal, pada saat interogasi ya, terbawa emosi dan sebagainya,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Titan Dirsan saat dihubungi detikcom, Minggu (20/5/2018).

Himma ditangkap di rumahnya di Jalan Melinjo II Komp Johor Permai, Kota Medan, pada Sabtu (19/5) sekitar pukul 16.00 WIB kemarin. Penangkapan ini karena ada laporan warga terkait status Facebook Himma.

“Itu kan ada tulisan di Facebook beliau itu, menyampaikan pengalihan isu, bom Surabaya itu pengalihan isu, tetap fokus agar 2019 ganti presiden,” ujarnya.

Tulisan Himma soal pengalihan isu ini menimbulkan kemarahan warga. Apalagi, lanjut Titan, kejadian di Surabaya mengakibatkan korban jiwa.

“Dia yang jelas itu kalimatnya bom Surabaya itu pengalihan isu, itu yang dia ini kan, jadi bukan karena hastag, itu nggak ada masalah. Cuma saat dia mengatakan itu pengalihan isu, itu kan menimbulkan kemarahan, itu ada korban di Surabaya sana, bukan hanya polisi, masyarakat sipil juga banyak,” ucapnya.

Status Himma hingga kini masih terperiksa. Polisi masih merampungkan pemeriksaan 1×24 jam untuk menentukan status hukum Himma.

“Belum (tersangka) ya, masih dalam pemeriksaan ini, kan dalam 1×24 jam,” ujarnya.

Berani sebarkan hoax terkait teror bom? Bakal ditindak tegas! Tonton videonya:

May 19, 2018

TNI AL Target Punya 12 Kapal Selam Seperti Zaman Soekarno

diunduh dari :http://militermeter.com

Angkatan Laut (AL) Indonesia menambah satu lagi koleksi kapal selam, kerjasama Angkatan Laut bersama Menteri Pertahanan dengan Korea Selatan.

Kapal selam KRI Ardadedali 404 adalah kapal selam kedua pesanan Indonesia kepada Korea Selatan (korsel), setelah KRI Nagapasa 403 yang datang Senin (28/8/2017) lalu.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi SE MAP menjelaskan kehadiran kapal ke 2 ini, untuk memperkuat pertahanan laut Indonesia.

“Kami menunggu kapal selam ketiga. Saat ini proses duet produsen PT PAL dengan Korea Selatan di PT PAL. Kapal selam baru memang dibutuhkan untuk pengamanan laut karena kapal selam yang kita punya U 209 buatan tahun 1980an. Jadi sudah uzur karena usianya mencapai 37 tahun,” kata Kasal Ade Supandi, saat menyambut KRI Ardadedali 404 sandar di Dermaga Kapal Selam Koarmada II, Ujung, Surabaya, Kamis (17/5/2018).

Ade berharap kedatangan dua kapal, tipe baru buatan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) Korea selatan ini mampu memperkuat peperangan bawah air.
“Karena kebutuhan kapal untuk memenuhi peperangan bawah air. Kapal selam sampai saat ini menjadi senjata strategis dan menjadi penangkalan yang tinggi,” tambahnya.

Kasal Ade melanjutkan Angkatan Laut Indonesia sebenarnya butuh 12 kapal selam. Jumlah ini berhubungan dengan jumlah kapal selam yang dimiliki Indonesia pada tahun 1960 silam.

Salah satu kapal yang baru datang ini pun, Ardadedali 404 merupakan nama salah satu kapal selam yang dimiliki Indonesia tahun 60an itu.

Baca Juga:  200 Prajurit TNI Misi PBB di Afrika Tengah Peringati HUT Ke-72 TNI

Kerjasama kapal selam Indonesia dan Korea Selatan masib berlanjut pada pembuatan kapal selam ke tiga.

Kasal Ade menerangkan proses kapal selam ke tiga ini bertahap. Artinya modul kapal selam dibuat di Korea Selatan, kemudian digabung di Indonesia.

“Memang prosesnya tidak tiba-tiba di bawa ke sini. Karena terkait tools, ada beberapa alat yang kita gunakan khusus untuk membuat kapal ini,” katanya.

Kontrak kerjasama Indonesia dan Korea Selatan berlangsung untuk pembuatan 3 kapal selam. Harapannya melaui proses ini PT PAL mampu memproduksi kapal sendiri, khususnya untuk kebutuhan angkatan laut.

“Membuat kapal selam tidaklah mudah, karena dari sisi level kesulitan kapal selam ini diatas kapal kombatan (apung), terutama dari sisi platform. Kalau kapal di atas air jelas hanya ngapung. Tapi kalau kapal selam, khususnya tipe disel seperti ini dia harus mampu sampai 300 meter di dalam laut,”jelasnya.
Membuat kapal seperti ini menurut Kasal Ade tidak mudah. Untuk itu kerjasama dengan Korsel merupakan awal yang bagus untuk PT.PAL mempelajari teknologi yang digunakan. Rencananya kapal selam ketiga akan rampung sekitar bulan Juli – Agustus 2019.

May 19, 2018

TNI-AD Bakal Bangun Skadron Penerbad di Bandara Tebelian Sintang-Kalbar  

16 MEI 2018

16 Mei 2018

Skuadron heli Penerbad (photo : Republika)

SINTANG-Danrem 121/ABW Brigjen TNI, Bambang Ismawan membenarkan wacana Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) bakal membangun skadron Penerbangan TNI AD (Penerbad) di Bandara Tebelian Sintang. Realisasi pembangunan secepatnya jika persiapan sudah tuntas dan disetujui.

“Kalau sudah tuntas tahun ini (2018), maka 2019 sudah bisa dibangun,” kata Danrem kepada Pontianak Post.

Kedudukan Skadron Penerbad di bandara Tebelian ditujukan untuk kepentingan pertahanan dan keamanan. Seiring Sintang berbatasan langsung dengan Malaysia. Begitu juga dua kabupaten lain di timur Kalbar. Sanggau dan Kapuas Hulu. Keduanya secara geografis berbatasan dengan Malaysia. “Untuk menjaga perbatasan,” ungkap Bambang.

Menurut dia, skadron penerbad akan dibangun bersebelahan dengan Bandara Tebelian. Kajian maupun persiapan sedang berlangsung. Bila tuntas, maka pembangunannya bisa segera berjalan. Jika berjalan lancar, kata Danrem, pembangunan skadron penerbad pada 2019 mendatang sudah dapat dibangun.

Skadron penerbad di Bandara Tebelian sendiri akan dipimpin seorang perwira menengah. “Komandan skadron berpangkat kolonel,” ujarnya.

Bandara Tebelian sendiri sudah resmi dioperasionalkan terhitung 26 April lalu. Keberadaannya menggantikan bandara Susilo di jalan MT Haryono. Areal kawasan bandara Tebelian ditargetkan mencapai 300 hektar. Sebagian sudah disertifikatkan dan telah dihibahkan ke kementerian perhubungan oleh Pemkab Sintang.

Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan pemkab masih mengejar seluruh lahan bisa segera disertifikatkan. Alokasi lahan tidak hanya untuk kawasan bandara. Namun juga dibutuhkan bagi kepentingan pertanahan dan keamanan. Antara lain untuk pembangunan skadron TNI. Pemkab disebutnya intens berkoordinasi mengenai pembangunan tersebut.

Jarot menambahkan dengan areal luas, diharapkan bandara Tebelian menjadi mudah pengembangannya kedepan. Landasan pacu bandara juga menjadi sangat memungkinkan terus ditambah. Kini panjang landasan pacu bandara Tebelian 1.660 meter. Ditarget bisa menjadi 1800 meter pada 2018, dan proses pengerjaannya tengah berlangsung.

(PontianakPost)

May 19, 2018

2018, PT Dirgantara Indonesia Bidik Pertumbuhan Laba Dua Kali Lipat

19 Mei 2018

Pesawat NC-212 pesanan Angkatan Udara Vietnam (photo : Fahmun)

Bisnis.com, JAKARTA – PT Dirgantara Indonesia (Persero) memproyeksi pertumbuhan laba konsolidasi akan melonjak dua kali lipat atau menjadi US$12 juta pada 2018, dari sebelumnya US$5,4 juta pada 2017.

Presiden Direktur PT Dirgantara Indonesia (DI) Elfien Goentoro optimistis target tersebut dapat diraih karena perseroan mendapatkan kontrak pemesanan dari beberapa lembaga di Tanah Air pada tahun lalu.

“Ada hasil yang cukup signifikan yang kami peroleh pada November dan Desember 2017, antara lain pemesanan 9 pesawat jenis NC-212 dari Angkatan Udara,” ujarnya di Jakarta, Senin (29/1/2018).

Peningkatan target laba juga tidak lepas dari kontribusi dua anak perusahaan asal Bandung tersebut yang diprediksi ikut menyokong pundi-pundi perseroan, yaitu PT Nusantara Turbin dan Propulsi (NTP) dan IPTN North America Inc.

Pada 2018, NTP diyakini mampu meraih laba sebesar US$2,8 juta, dengan kontrak senilai US$34,9 juta dan penjualan sebesar US$32,7 juta. Sementara itu, anak usaha IPTN North America Inc. ditargetkan bisa meraih cuan US$1 juta dengan penjualan US$15 juta dan kontrak US$16 juta.

Adapun laba bersih PT DI sendiri diharapkan dapat menembus US$7,9 juta dari kontrak senilai US$592,4 juta dan penjualan US$455,4 juta. Perusahaan dirgantara nasional ini juga disebut membukukan investasi sebesar US$33,9 juta, serta dipatok target efisiensi material sebesar 5%.

“Ini artinya kami melakukan inovasi dan peningkatan penggunaan dalam produksi karena 70% dari biaya kami ada di material,” ungkap Elfien.

(Bisnis)