Archive for June, 2018

June 7, 2018

PT DI Paling Banyak Pasok Pesawat dan Helikopter untuk TNI

06 JUNI 2018

06 Juni 2018

EC-725 Cougar TNI AU (photo : Jeff Prananda)

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemesanan pesawat dan helikopter kepada PT Dirgantara Indonesia paling banyak oleh domestik. Direktur Utama PT DI Elfien Goentoro mengatakan, pihaknya paling banyak mendapat permintaan dari TNI untuk pengaaan pesawat.

“Paling banyak dri Angkatan Udara tentunya, juga Angkatan Laut. Untuk heli paling banyak Angkatan Darat,” ujar Elfien di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Rabu (6/6/2018).

Saat ini PTDI telah terikat kontrak dengan TNI untuk pengadaan 9 pesawat NC-212 dan 7 heli Cougar untuk Angkatan Udara serta 9 heli untuk Angkatan Darat. Elfien tidak bisa memastikan berapa pengadaan pesawat dan heli untuk TNI pertahunnya karena sistem kontrak multiyears.

“Untuk kontrak sekarang untuk pesawat NC-212 akan mulai deliver 2019 ada lima. 2020 akan deliver lagi empat. Karena leap time pembuatan sekitar 1 tahunan,” kata Elfien.

NC-212 TNI AU (photo : Fahmun)

Tak hanya di dalam negeri, PTDI juga kebanjiran pesanan dari luar negeri. Di awal tahun ini, PT DI telah mengekspor lima pesawat jenis NC-212 untuk Filipina dan Vietnam.

Rencananya PT DI akan mengirim lagi satu pesawat ke Senegal. Namun, belum dapat dipastikan apakah Desember 2018 bisa dikirim atau awal 2019. Elfien berharap negara-negara yang sudah pernah memesan pesawat ke PT DI akan kembali melakukan pesanan.

“Mudah-mudahan tahun ini ada target di Korea dan Malaysia kita dapat juga. Dan beberapa repeat order lagi,” kata Elfien.

Sejauh ini, Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Korea sudah beberapa kali memesan pesawat dan tenaga pemeliharaannya ke PTDI.

“Seperti Korea, mereka akan repeat order untuk CN-235. Mudah-mudahan dapat kontraknya tahun ini,” kata Elfien.

(Kompas)

Advertisements
June 6, 2018

Pemerintah Akan Beli Lima Pesawat Hercules Baru

selama Indonesia beli pesawatnya dalam jumlah ” ketengan” mana ada pabrikan pesawat mau transf technologi atau bekerja sama dalam perawatan pesawat. Yang ada beli putus terus, yang ujungnya Indonesia tergantung 100 % sama onderdil dan perawatan pesawat luar negeri.. Nggak heran di embargo sebentar saja pesawat kita pada rontok.  Coba bandingkan dengan Iran yang sudah diembargo lebih dari 30 thn pesawat terbang F14 dan H130 masih bisa mengudara lho.. Salah satu alasan adalah mereka dulu beli dalam jumlah yang banyak, sehingga cadangan onderdilnya juga banyak, dan ada komponen yang bisa diproduksi d dalam negeri.

Indonesi untuk urusan pertahanan setelah jaman Soekarno kenapa masih terus beli dalam jumlah yang sangat kecil “ketengan” alasan keuangan negara tidak mencukupi..(alasan basi) tapi buat bayar PNS dan Politikus Bego nan Korup mah anggaran selalu cukup dan ditambah terus!

 

05 JUNI 2018

05 Juni 2018

Pesawat angkut C-130J Hercules (photo : Sohu)

Jakarta – Pemerintah akan membeli lima pesawat Hercules baru. Kelima pesawat tersebut untuk menambah pesawat Hercules yang ada sekarang.

“Enggak banyak-banyak, lima biji aja,” kata Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (5/6).

‎Ia menjelaskan pesawat Hercules yang ada sekarang sudah tua-tua. Keberadaannya pun lebih banyak karena hibah dari negara lain. Dengan kondisi tersebut, pemerintah ingin membeli yang baru agar bisa bertahan lama.

Dia menegaskan pemerintah maunya membuat sendiri. Namun kemampuan untuk membuat sendiri belum sepenuhnya bisa dilakukan. Maka dalam membeli yang baru, pemerintah inginkan ada transfer teknologi sehingga kedepan, Indonesia sudah bisa membuat sendiri.

“Kalau bisa kita bisa buat, seperti panser dan tank kita buat sendiri. Tapi sembari membeli sambil meningkatkan persahabatan, terutama pertahanan dan alih teknologi,” tegas Ryamizard.

(CNN)