Archive for August, 2018

August 29, 2018

PT Pal Kejar Pendapatan dari Kapal Perang

28 Agustus 2018

LPD buatan PT PAL yang diekspor ke Filipina (photo : PAL)

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT PAL menargetkan pendapatan sebesar Rp 2,4 triliun pada 2018. Jumlah itu naik dua kali lipat dari angka pendapatan perusahaan pelat merah tersebut di 2017, Rp 1,2 triliun. Namun catatan Kontan.co.id, pendapatan PT Pal di semester I 2018 masih jauh dari target yakni masih 23%.

Sekretaris Perusahaan Pal Rariya Budi Harta menjelaskan saat ini Pal berfokus untuk mengerjakan kapal perang. Menurutnya permintaan kapal perang meningkat setelah sebelumnya pada 2016 Pal mengekspor dua kapal jenis strategic sealift vessel (SSV) ke Filipina.

“Masing-masing harganya kira US$ 45 juta sampai US$ 50 juta,” katanya kepada Kontan.co.id pada Sabtu (25/8).

Saat ini, kata Rariya, pihaknya juga kedatangan permintaan dari Benua Afrika yakni Senegal. Tak hanya itu, Pal juga sedang mengerjakan pesanan TNI AL untuk jenis kapal landing platform dock.

Selain mengerjakan pembangunan kapal, Pal juga menjadi tempat perbaikan kapal-kapal milik angkatan laut, termasuk untuk jenis kapal selam.

(Kontan)

August 19, 2018

Kasus parade 17 Agustus anak TK bercadar dan bersenjata ( ala pawai ISIS)

yang patut dicurigai adalah Komandan Dandim dan seluruh jajarannya bukan hanya kepala sekolah saja. saya sih curiga mereka ini sudah terkontaminasi ajaran sesat Wahabi . Minta maaf ?? jangan mudah dikibuli sama setan2 ini, periksa dulu . TNI juga harus memberi sanksi tegas sama si Dandim !

Acara 17 Agustusan bawa simbol kerajaan Saudi Arabian!!! udah mabok aba ini Dandim ???

Minggu 19 Agustus 2018, 20:44 WIB

Viral Pawai Anak TK Bercadar dan ‘Bersenjata’, Mendikbud Turun Tangan

M Rofiq – detikNews

Mendikbud mendengarkan penjelasan tentang pawai pelajar TK yang bercadar dan ‘bersenjata’ di Probolinggo. (Foto: M Rofiq)

Probolinggo – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy berkunjung ke Kota Probolinggo pasca viralnya pawai budaya pelajar TK bercadar dan menenteng replika senjata laras panjang baru-baru ini.

Mendikbud tiba di Kota Probolinggo sekitar pukul 15.45 WIB. Ia pun langsung merapat ke Mapolresta Probolinggo.

Kedatangan Mendikbud langsung disambut oleh Kapolresta Probolinggo, AKBP Alfian Nurrizal, Dandim 0820 Letkol Depro Rio Saransi serta jajaran Dinas Pendidikan Kota Probolinggo.

Baca juga: MUI Minta Polisi Usut Pawai Anak TK yang Bercadar dan ‘Bersenjata’

Di hadapan Mendikbud, Kapolresta Probolinggo kemudian memberikan paparan kronologi tentang barisan pawai siswa TK Kartika V-69 yang mengenakan jubah, cadar dan ‘bersenjata’.

Dari hasil penelusuran polisi, foto barisan pawai TK Kartika V-69 yang viral di media sosial adalah foto yang tidak utuh, sebab itu hanyalah foto di barisan belakang. Secara kebetulan di sini digambarkan barisan tersebut mengenakan jubah, bercadar hitam dan membawa replika senjata.

“Ini foto yang terpotong. Jika dilihat secara utuh, menampilkan barisan yang menunjukkan simbol-simbol Islam dan kerajaan Arab Saudi,” terangnya kepada Mendikbud, Minggu (19/8/2018).

Baca juga: Viralnya Pawai Anak TK yang Bercadar dan ‘Bersenjata’ di Probolinggo

Hal senada juga diutarakan Dandim 0820 Probolinggo yang menaungi TK Kartika V-69. Dandim lebih merinci keterangan tentang kostum yang dipakai para siswa TK Kartika V-69 saat menjadi peserta pawai kemerdekaan RI yang menuai kontroversi.

“Kostum yang digunakan untuk pawai kali ini sebetulnya pernah dipakai saat lomba drum band lalu. Jadi kostum tersebut sudah dua kali diketahui publik,” ujar Letkol Depri Rio Saransi.

Baca juga: Polisi Selidiki Penggunaan Cadar dan ‘Senjata’ di Karnaval HUT RI

Setelah mendengarkan penjelasan Kapolresta dan Dandim 0820 Probolinggo, Mendikbud pun sepakat jika foto tersebut tidak memperlihatkan adanya unsur penyebaran paham radikalisme ataupun terorisme.

“Jadi kalo dilihat dari video barisan siswa TK Kartika saat pawai, tak ada menunjukkan sesuatu hal yang membahayakan,” tandas Mendikbud.

Meski demikian Mendikbud tetap mengimbau semua pihak, utamanya para guru dan kepala sekolah, agar selektif memilih sesuatu untuk anak-anak atau siswanya.

“Tentunya kita harus cermat memberikan sesuatu kepada anak ataupun siswa. Dan yang pasti ini menjadi pembelajaran bagi kita semua,” tegasnya.

Baca juga: Video Karnaval TK Bercadar dan ‘Bersenjata’ di Probolinggo

Dalam kesempatan yang sama, Dandim 0820 kembali menyampaikan permintaan maaf lantaran kostum yang dikenakan sekolah binaannya menjadi kontroversi di tengah masyarakat.

“Sekali lagi saya sebagai pembina TK Kartika minta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat luas atas terjadinya keteledoran tersebut,” pungkasnya. (lll/lll)

Tags: , , ,
August 17, 2018

Jamin Perawatan, Rusia Akan Bangun Bengkel Su-35 di Indonesia

jangan sampai pesawat canggih ini mangkrak seperti Malaysia atau India.

Kasus susahnya perawatan pesawat buatan Rusia yang dialami oleh India san Malaysia turut diperhitungkan pemerintah dalam proses pembelian 11 pesawat Sukhoi Su-35.

Sebagai tindakan preventif, Rusia berkomitmen membangun fasilitas perawatan dan perbaikan (maintenance, repair and operating/MRO) pesawat tempur tersebut di Indonesia.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Oke Nurwan mengatakan, saat ini pemerintah Indonesia dan Rusia masih dalam tahap diskusi dalam menentukan komoditas apa yang akan dijadikan imbal beli tersebut.

“Indonesia dan Rusia sedang melakukan pembahasan melalui working grup, terkait komoditinya apa, mekanismenya, itu sedang dibahas dan sedang ada working grup utk menangani hal itu. Yang masih kita tawarkan adalah komoditi yang bernilai tambah, misalnya tekstil, CPO,” ujar dia di Kantor Kemendag, Jakarta, Senin (13/08).

Dia menjelaskan, nilai total 11 Sukhoi tersebut sebesar USD 1,14 miliar. Dari angka tersebut, 50 persennya atau USD 570 juta dalam bentuk komoditas yang akan dibeli oleh Rusia.

Kemudian, 35 persen yang Indonesia banyak akan diinvestasikan Rusia untuk membangun MRO dan 15 persen dibayarkan Indonesia secara tunai kepada negeri Beruang Merah tersebut.
“Dalam transaksi pembelian kita gunakan imbal beli. Artinya pihak kita membeli pesawat Sukhoi, dan dari pihak Rusia melakukan pembelian komoditas, sebagai perjanjian 50 persen dari yang disepakati pakai komoditas.‎ Juga akan dibangunkan fasilitas MRO sebesar 35 persen, sisanya cash,” ujar dia.

Baca Juga:  Persiapan Awak Kapal Selam Baru Menuju Korea Selatan

Oke menyatakan, tidak ada target khusus kapan proses pembelian pesawat Sukhoi ini selesai. Namun dia berharap Rusia segera menentukan komoditas apa yang akan dibeli dari Indonesia sehingga prosesnya semakin cepat selesai.

“Target secepatnya. Intinya semua berjalan pararel. Kita sudah cepat, kita sudah siap dengan komoditinya,” tutur dia.
Sumber : liputan6.com

August 1, 2018

Kronologi Pembekuan Korporasi Teroris

Rabu 01 Agustus 2018, 09:15 WIB

Zunita Amalia Putri – detikNews
Kronologi Pembekuan Korporasi TerorisPimpinan JAD, Zainal Anshori (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta – Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dibekukan. Organisasi ini dianggap telah mewadahi aksi terorisme. Lewat persidangan, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan membekukan organisasi ini.

Sidang perdana pembubaran JAD digelar Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Selasa (24/7/2018). Saat itu, personel kepolisian sudah bersiaga sejak pagi hari.

Sidang ini dipimpin Hakim Ketua Aris Bawono Langgeng dengan dua anggota lainnya, Ratmoho dan Suswanti. Pimpinan JAD Zainal Anshori dihadirkan. Jaksa Penuntut Umum Heri Jerman membacakan dakwaannya. JAD didakwa sebagai korporasi wadah terorisme yang telah menimbulkan korban jiwa.

Dalam dakwaannya, JAD dibentuk atas perintah Aman Abdurrahman pada Agustus 2014 dengan memanggil beberapa pengikutnya, yaitu Marwan alias Abu Musa dan Zainal Anshori, ke Lapas Nusakambangan dan menyampaikan beberapa hal. Aman kemudian membaiat Abu Musa dan Zainal Anshori dengan cara membaca salah satu doa dalam bahasa Arab yang artinya berbaiat kepada pemimpin ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi.

“Aman menyampaikan hal dalam pertemuan tersebut, yaitu sesama umat muslim wajib mendukung dan berbaiat kepada khilafah islamiyah dengan pimpinan Abu Bakar Al-Baghdadi dan perlunya ada wadah di Indonesia sebagai hukum islamiyah yang mewadahi dengan manhaz daulah islamiyah,” kata jaksa.

Zainal Anshori selaku pimpinan JAD yang dihadirkan memilih tidak mengajukan eksepsi. “Kami tidak akan ajukan keberatan,” ujarnya. Selanjutnya, Hakim Ketua Aris Bawono Langgeng melanjutkan persidangan dengan pemeriksaan lima saksi, yaitu anggota JAD Syaiful Mutakhit alias Abu Gar, Yadi Supriyadi alias Abu Akom, Joko Sugito, dan Iqbal Abdurrahman. Ditambah saksi ahli korporasi adalah Profesor Sutan Remi Sjahdieni.

Anggota JAD yang menjadi saksi, Joko Sugito, menyebut pendanaan korporasi JAD berasal dari infak atau sedekah dari masjid yang terjangkiti JAD. Joko sendiri merupakan pemimpin JAD Kalimantan dan sering mengisi kajian di masjid-masjid yang menghimpun infaknya. Jumlah infak yang disetor ke bendahara JAD tidak mengikat.

“Nggak mengikat. Tapi kisaran separuh dari infak yang didapat,” ungkap Joko. Dia mengaku pernah menyetor uang sebesar RP 1,5 juta ke bendahara JAD pusat.

Adapun ahli yang dihadirkan, yakni ahli hukum bisnis dari Universitas Indonesia, Profesor Sutan Remy Sjahdeni, mengatakan JAD sah sebagai korporasi meski tak berlandaskan hukum negara. Pembubaran JAD bisa dilakukan dengan cara tidak memberikan ruang gerak dan mematikan organisasi tersebut agar tidak terstruktur lagi.

“Pembubaran ibarat hukuman mati, kalau korporasi bukan badan hukum memang tidak perlu kemudian kalau punya harta kekayaan. Yang dibubarkan kan orang, artinya keputusannya segala macam itu nggak ada eksis. Dilarang melakukan kegiatan sebagai tujuan korporasi,” kata Remy.

Sidang selanjutnya mengagendakan sidang tuntutan pembubaran JAD. Sidang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis (26/7/2018). 100 Personel polisi mengamankan sidang ini.

Jaksa menuntut JAD untuk dibekukan dan didenda Rp 5 juta. Soalnya, JAD dinilai terbukti melanggar Pasal 17 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Terorisme.

“Menuntu majelis hakim menjatuhkan pidana denda terhadap terdakwa Jamaah Ansharud Daulah (JAD) yang diwakili pengurus atas nama Zainal Anshori alias Abu Fahry alias Qomarudin Bin M. Ali sebesar Rp 5 juta dan membekukan korporasi atau organisasl Jamaah Ansharud Daulah (JAD), organisasi lain yang beraliliasi dengan ISIS (Islamic State in lraq and Syria) atau DAESH (Al-Dawla Ill-Sham) atau ISIL (Islamic State of Iraq and levant) atau IS (Islamic State) dan menyatakan sebagai korporasi yang terlarang,” kata Jaksa Penuntut Umum, Jaya Siahaan, saat membacakan tuntutannya waktu itu.

Sidang selanjutnya, yakni pada Jumat (27/7/2018) mengagendakan pembacaan nota pembelaan (pleidoi) dari pengacara JAD. Dalam pembelaanya, pihak JAD mengatakan tindakan terorisme yang dilakukan anggotanya bukanlah atas nama JAD dan tanpa sepengetahuan JAD.

“Bahwa anggota dari terdakwa JAD yang melakukan tindak pidana terorisme tersebut dan telah divonis bersalah antara lain Syaiful Mutakhir alias Abu Gar, Yadi Supriyadi, Joko Sugito, dan Abdurrahman Hamidah dilakukan sendiri-sendiri tanpa melibatkan terdakwa secara struktural,” kata pengacara Jamaah Ansharut Daulah (JAD), Asrudin Hatjani.

Asrudin menyatakan JAD bukanlah organisasi teroris. Maka, tuntutan jaksa untuk membekukan JAD juga tidak tepat. Asrudin juga meminta agar hakim membebaskan JAD dari pembebanan biaya perkara.

“Membebaskan terdakwa dari segala dakwaan dan tuntutan melakukan tindak pidana terorisme dan menetapkan biaya perkara ditanggung negara,” kata Asrudin saat itu.

Terakhir, sidang vonis terhadap JAD digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa (31/7/2018). 200 Personel polisi mengamankan sidang putusan pembubaran JAD ini. Pengamanan terbagi hingga empat ring, mulai dari ruang sidang hingga pekarangan pengadilan.

Majelis hakim memutus pembekuan JAD dan membayar denda sebesear Rp 5 juta. Hakim Ketua Aris Bawono menyatakan JAD adalah korporasi yang mewadahi aksi terorisme.

“Menyatakan terdakwa Jamaah Ansharut Daulah atau JAD terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, menetapkan dan membekukan organisasi JAD berafiliasi dengan ISIS (Islamic State in lraq and Syria) atau DAESH (Al-Dawla Ill-Sham) atau ISIL (Islamic State of Iraq and levant) atau IS (Islamic State) dan menyatakan sebagai korporasi yang terlarang,” ujar hakim ketua Aris Bawono.

JAD dijerat dalam Pasal 17 ayat 1 dan ayat 2 Jo Pasal 6 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme sebagaimana telah ditetapkan menjadi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2003.

JAD berada di balik teror-teror bom dan mengakibatkan nyawa manusia melayang. Bom di Samarinda, bom bunuh diri di Jalan MH Thamrin Jakarta, bom Cicendo, hingga bom di Kampung Melayu disebut didalangi JAD. Meski pleidoi, pihak JAD membantah itu namun hakim tetap meyakini aksi teror tersebut ada hubungannya dengan JAD.

Pimpinan JAD Zainal Anshori tidak mengajukan banding atas putusan hakim, melainkan langsung mengacungkan jari telunjuk dan bertakbir, seketika hakim mengetuk palu vonis.

“Setelah dipertimbangkan, klien kami memutuskan tidak mengajukan banding,” kata pengacara JAD, Asludin Hatjani.