Archive for ‘1001’

October 23, 2016

ISIS Bunuh Ratusan Anak dan Enam Pria di Duma, Suriah  

 

Kelompok Iblis Setan ini.. kok bisa ada yang masih bela ya.. macam Front Pembela Isis (FPI)

SABTU, 22 OKTOBER 2016 | 22:07 WIB

ISIS Bunuh Ratusan Anak dan Enam Pria di Duma, Suriah  

Dua anak pengungsi Irak saling bercanda di kamp pengungsian Hasaka, di perbatasan Irak-Suriah, 20 Oktober 2016. REUTERS/Rodi Said

TEMPO.CO, Jakarta -Milisi ISIS membunuh secara keji  ratusan anak di kota Duma, Suriah. Dilansir dari express.co.uk Sabtu, 22 Oktober 2016, Alice Assaf dari badan advokasi amal Road to Charity bercerita pada Yvette Isaac terkait pembantaian tersebut.

“Umm Issa, mereka (ISIS) membawa banyak gadis, sekitar 300 gadis. Mereka dibawa ke Duma. Banyak di antara gadis-gadis itu adalah Kristen dan beberapa Alawit,” kata Assaf.

Menurut dia, di sebuah toko roti, anggota ISIS juga membunuh enam pria dengan membakar mereka hidup-hidup di dalam oven. Baru setelah itu mereka membunuh sekitar 250 anak-anak. “Yang tertua di antara anak-anak itu baru berumur empat tahun,” ujar Assaf.

Baca:
ISIS Tembak Mati 284 Pria dan Bocah di Mosul, Irak
Milisi Bersenjata Menyusup di Antara Pengungsi Aleppo
Peduli Aleppo, Gereja Seluruh Dunia Bunyikan Lonceng

Sejak didatangi ISIS, Duma menjadi kota yang dipenuhi oleh pertumpahan darah dan kekerasan. Kota itu menjadi jantung dari perang sipil di Suriah.

Menanggapi hal ini,  anggota parlemen Inggris, Fina Bruce  mengatakan Yvette Isaac telah menunjukan padanya video pernyataan Assaf saat berbicara pada para ibu dari anak-anak itu.

“Ketika anggota ISIS masuk, mereka menendang pintu depan dan menyuruh seluruh anggota keluarga keluar. Si ibu sempat memohon untuk membawa anak-anaknya. Namun mereka menyuruhnya pergi,” kata Bruce.

Pembunuhan brutal ini merupakan langkah ISIS membersihkan Timur Tengah dari umat Kristiani. Mereka menargetkan para pemeluk Kristiani di Irak dan Suriah.

Berdasarkan laoran dari lembaga amal Open Doors UK, umat Kristiani di sana telah disandera, pemimpin gereja dibunuh, rumah dan tempat bisnis dihancurkan, perempuannya diperkosa dan dipaksa menjadi budak seksual.

Para anggota ISIS juga menyadera kota Kristen Al-Qarytain, Suriah pada Agustus 2015 lalu. Mereka menyandera 300 umat Kristiani, dan membunuh 20 di antaranya saat mencoba untuk melarikan diri.

EXPRESS.CO.UK | EGI ADYATAMA

March 18, 2016

PBB: Di Bawah Jokowi, Indonesia Kian Jadi Negara Yang Tidak Membahagiakan Untuk Ditinggali

Dari Eramuslim.com… Lucu juga ini artikel.Niatnya mau menyerang Jokowi eh malah buat malu diri sendiri.. Coba ada nggak negara Muslim  atau negara ISLAM (Pakistan Sudan dan Iran) yang bisa rakyatnya bahagia .. KAGAK ADA !  NADA ! NOL BESAR !

Pengungsi dari daerah konflik di Timur Tengah lari bukan negara muslim tapi mereka justru berbondong bondong ke negri Kafir  Eropa!  coba pikirkan kenapa ?

 

2

Redaksi – Jumat, 18 Maret 2016 17:00 WIB

jokowi-china-puppet

Eramuslim.com –  Indonesia kerap kali berada di peringkat yang cukup tinggi dalam survey Negara Paling Bahagia Sedunia yang biasa digelar lembaga internasional. Namun, hal tersebut tampaknya tidak berlaku dalam laporan yang dirilis oleh PBB baru-baru ini.

Dalam survei indeks kebahagiaan 2016 milik PBB, Indonesia turun lima peringkat dari 2015 lalu. Tahun ini, Indonesia berada di posisi 79 dunia.
Posisi ini jauh lebih rendah daripada negara-negara tetangga. Berdasarkan survei tersebut diketahui jika Singapura berada di peringkat 22, Thailand di posisi 33 sedangkan Malaysia di urutan 49.
Bahkan peringkat Indonesia itu, lebih rendah daripada negara Somalia yang berada di urutan ke 76. Poin dalam survei tersebut, antara lain adalah pendapatan per kapita, jaminan sosial, kualitas kesehatan, kebebasan berpendapat dan tingkat korupsi.
Di posisi lima besar survei Negara Paling Bahagia Sedunia diduduki oleh Denmark, Swiss, Islandia, Norwegia dan Kanada. Sejumlah negara lain yang juga berada di posisi atas adalah Bhutan, Comoros dan Belanda.
Sementara itu, negara adidaya seperti Amerika Serikat berada di posisi ke 13. Sedangkan negara-negara yang paling tidak bahagia di dalam daftar tersebut adalah Burundi, Suriah, Togo dan Afghanistan.(ts/jppn)
March 13, 2016

How Barack Obama turned his back on Saudi Arabia and its Sunni allies

 

Setuju biang kebatilan dunia adalah Saudi Arabia dan AS selalu tutup mata.   Peristiwa 9/11 pelakunya  asal Saudi tapi yang diserbu adalah Afganistan dan Irak.. Geblek.

Si Obama yang pernah besar di Indonesia, rupanya menyadari hal ini, dia mengambil jarak terhadap kepentingan si Saudi Arab. Dan kesadaran itu dia dapati ketika dia hidup di Indonesia, yang pada waktu itu sangat toleran..

” Mr Obama is highly informed about the origins of al-Qa’ida and Isis, describing how Islam in Indonesia, where he spent part of his childhood, had become more intolerant and exclusive. Asked why this had occurred, Mr Obama is quoted as replying: “The Saudis and other Gulf Arabs have funnelled money, and large numbers of imams and teachers, into the country. In the 1990s, the Saudis heavily funded Wahhabist madrassas, seminaries that teach the fundamentalist version of Islam favoured by the Saudi ruling family.” The same shift towards the “Wahhabisation” of mainstream Sunni Islam is affecting the great majority of the 1.6 billion Muslims in the world who are Sunnis. “

 

World View: A striking feature of the President’s foreign policy is that he learns from failures and mistakes

Commentators have missed the significance of President Barack Obama’s acerbic criticism of Saudi Arabia and Sunni states long allied to the US for fomenting sectarian hatred and seeking to lure the US into fighting regional wars on their behalf. In a series of lengthy interviews with Jeffrey Goldberg published in The Atlanticmagazine, Mr Obama explains why it is not in the US’s interests to continue the tradition of the US foreign policy establishment, whose views he privately disdains, by giving automatic support to the Saudis and their allies.

Mr Obama’s arguments are important because they are not off-the-cuff remarks, but are detailed, wide ranging, carefully considered and leading to new departures in US policy. The crucial turning point came on 30 August 2013 when Mr Obama refused to launch air strikes in Syria. This would, in effect, have started military action by the US to force regime change in Damascus, a course of action proposed by much of Mr Obama’s cabinet as well by US foreign policy specialists.

Saudi Arabia, Turkey and the Gulf monarchies were briefly convinced that they would get their wish and the US was striking feature of Mr Obama’s foreign policy is that he learns from failures and mistakes. This is in sharp contrast to Britains going to do their work for them by overthrowing President Bashar al-Assad. They claimed this would be easy to do, though this would have happened only if there had been a full-scale American intervention and it would have produced a power vacuum that would have been filled by fundamentalist Islamic movements as in Iraq, Afghanistan and Libya. Mr Goldberg says that by refusing to bomb Syria, Mr Obama “broke with what he calls, derisively, ‘the Washington Playbook’. This was his liberation day”.

The US has been notoriously averse since 9/11 to put any blame on Saudi Arabia for creating salafi-jihadism, at the core of which is Sunni sectarian hatred for the Shia and other variants of Islam in addition to repressive social mores, including the reduction of women to servile status.

Mr Obama is highly informed about the origins of al-Qa’ida and Isis, describing how Islam in Indonesia, where he spent part of his childhood, had become more intolerant and exclusive. Asked why this had occurred, Mr Obama is quoted as replying: “The Saudis and other Gulf Arabs have funnelled money, and large numbers of imams and teachers, into the country. In the 1990s, the Saudis heavily funded Wahhabist madrassas, seminaries that teach the fundamentalist version of Islam favoured by the Saudi ruling family.” The same shift towards the “Wahhabisation” of mainstream Sunni Islam is affecting the great majority of the 1.6 billion Muslims in the world who are Sunnis. 

Arab oil states spread their power by many means in addition to religious proselytism, including the simple purchase of people and institutions which they see as influential. Academic institutions of previously high reputation in Washington have shown themselves to be as shamelessly greedy for subsidies from the Gulf and elsewhere as are predatory warlords and corrupt party leaders in Iraq, Syria, Lebanon and beyond.

Mr Goldberg, who has had extraordinary access to Mr Obama and his staff over an extended period, reports: “A widely held sentiment inside the White House is that many of the most prominent foreign-policy think tanks in Washington are doing the bidding of their Arab and pro-Israel funders. I’ve heard one administration official refer to Massachusetts Avenue, the home of many of these think tanks, as ‘Arab-occupied territory’.” Television and newspapers happily quote supposed experts from such think tanks as if they were non-partisan academics of unblemished objectivity.

It will be important to know after the US election if the new US president will continue to rebalance US foreign policy away from reliance on Sunni powers seeking to use American military and political “muscle” in their own interests. Past US leaders have closed their eyes to this with disastrous consequences in Afghanistan, Iraq, Libya and Syria. Mr Goldberg says that Mr Obama “questioned, often harshly, the role that America’s Sunni Arab allies play in fomenting anti-American terrorism. He is clearly irritated that foreign policy orthodoxy compels him to treat Saudi Arabia as an ally”.

What is truly strange about the new departures in US foreign policy is that they have taken so long to occur. Within days of 9/11, it was known that 15 out 19 of the hijackers were Saudi, as was Osama bin Laden and the donors who financed the operation. Moreover, the US went on treating Saudi Arabia, Turkey, Pakistan and the Gulf monarchies as if they were great powers, when all the evidence was that their real strength and loyalty to the West were limited.

Play
0:00
/
1:17
Fullscreen
Mute

Though it was obvious that the US would be unable to defeat the Taliban so long as it was supported and given sanctuary by Pakistan, the Americans never confronted Pakistan on the issue. According to Mr Goldberg, Mr Obama “privately questions why Pakistan, which he believes is a disastrously dysfunctional country, should be considered an ally of the US at all”. As regards Turkey, the US President had hopes of its President Recep Tayyip Erdogan, but has since come to see him as an authoritarian ruler whose policies have failed.

A striking feature of Mr Obama’s foreign policy is that he learns from failures and mistakes. This is in sharp contrast to Britain where David Cameron still claims he did the right thing by supporting the armed opposition that replaced Muammar Gaddafi in Libya, while George Osborne laments Parliament’s refusal to vote for the bombing of Syria in 2013.

29-bashar-al-assad-afpget.jpg
Syrian children living in Greece take part in a demonstration against President Bashar al-Assad in Athens in 2012, to mark the first anniversary of the anti-regime revolt (AFP/Getty)

Not surprisingly, Mr Obama sounds almost contemptuous of Mr Cameron and Nicolas Sarkozy, the French president who played a leading role in demanding the Nato air campaign in Libya. The US went along with Mr Sarkozy’s bragging as the price of French support, though Mr Obama says that “we [the US] had wiped out all the air defences and essentially set up the entire infrastructure” for the intervention. Despite all the US efforts not to make the same mistakes it made in Iraq in 2003, Mr Obama concedes that “Libya is a mess” and privately calls it a “s*** show”, something that he blames on the passivity of US allies and Libyan tribal divisions.

Three years later, the collapse of Libya into anarchy and warlord rule served as warning to Mr Obama against military intervention in Syria where he rightly calculated that the Libya disaster would be repeated. The calamitous Libyan precedent has had no such impact on Mr Cameron or the Foreign Secretary, Phil Hammond, who continue to advocate armed action using arguments which Mr Obama has abandoned as discredited by events and as well as being a self-serving attempt by others to piggy-back on American power.

It will become clearer after the US presidential election how far Mr Obama’s realistic take on Saudi Arabia, Turkey, Pakistan and other US allies and scepticism about the US foreign policy establishment will be shared by the next administration. The omens are not very good since Hillary Clinton supported the invasion of Iraq in 2003, intervention in Libya in 2011 and bombing Syria in 2013. If she wins the White House, then the Saudis and US foreign policy establishment will breathe more easily.

Chaos and Caliphate: Jihadis and the West in the Struggle for the Middle East (OR Books) by Patrick Cockburn is published this month

January 27, 2016

Sabu 100 Kg yang Ditemukan BNN di Jepara Dikendalikan Sindikat Pakistan

Indonesia memang syurga buat Paki dan Arab Bahlul. Monyet monyet ini bisa leluasa jualan AGAMA sembari jualan NARKOBA. NGGAK salah juga agama disebut sebagai heroin (oleh si opa Karl Marx) bagi masyarakat. Oleh agama masyarakat jadi gampang dininak bobokan. 

Kamis 28 Jan 2016, 06:14 WIB

Ikhwanul Khabibi – detikNewsFoto: Dok. IstimewaJakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) telah berhasil mengungkap penyelundupan 100 Kg sabu yang disembunyikan dalam mesin genset di sebuah gudang milik CV Jepara Raya Internasional (JRI) di Dukuh Sorogen, Kecamatan Batealit, Jepara, Jawa Tengah. Sabu yang baru sampai ke Jepara ini dikendalikan oleh sindikat narkoba jaringan Pakistan.Informasi yang diperoleh, Kamis (28/1/2016), 8 orang ditangkap dalam penggerebekan yang berlangsung kemarin, Rabu (27/1). Salah satu yang ditangkap adalah seorang pria berkebangsaan Pakistan.Pria berkebangsaan Pakistan ini diduga sebagai anggota sindikat narkoba di Pakistan. Seluruh proses penyelundupan sabu yang dimasukkan dalam genset itu dikendalikan dari Karachi, Pakistan.”Petugas gabungan menemukan barang kiriman itu diduga berisi narkotika jenis sabu hampir mencapai 100 kg,” kata Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Direktorat Jenderal Bea Cukai Haryo Limanseto.”Turut diamankan tersangka inisial MR asal Pakistan. Kasus ini merupakan tangkapan terbesar aparat Bea Cukai di tahun 2016,” ujarnya.BNN memang menggandeng pihak bea cukai dalam pengungkapan kasus besar ini. Awal mula operasi itu ketika pihak DEA (BNN Amerika Serikat) menyampaikan informasi kepada Bea Cukai dan BNN, terkait dugaan pengiriman berupa bahan berbahaya seperti narkotika, psikotropika dan perkusor.Selanjutnya petugas gabungan menindaklanjuti informasi itu. Petugas BNN berkoordinasi dengan Subdirektorat Narkotika P2KP Ditjen Bea Cukai guna memeriksa pengiriman barang berupa mesin genset dari Tiongkok menuju Pelabuhan Tanjung Emas Jawa Tengah.Genset Tempat Menyimpan Sabu (Foto/Istimewa)Berikut rangkaian kegiatan penggerebekan gudang sabu di Jepara menurut pihak Bea Cukai:1. Sekitar akhir bulan Desember 2015, pihak DEA memberikan informasi kepada BNN bahwa akan terjadi pengiriman NPP yang diduga disembunyikan di dalam barang impor dengan kemungkinan berupa gasoline engine, agriculture machinery atau diesel engine dari China ke Indonesia dengan pelabuhan bongkar Tanjung Emas, Semarang. Berdasarkan informasi tersebut pihak BNN berkoordinasi dengan Subdit Narkotika Dit. P2 KP DJBC2. Tanggal 04-01-2016 tim dari Subdit Narkotika Dit. P2 KP DJBC dan BNN datang ke KPPBC TMP Tanjung Emas untuk melakukan asistensi dan analisis penelusuran atas importasi barang dengan suspect barang yang diduga terdapat NPP di dalamnya dengan bahan/data yang didapat dari pihak DEA3. Tanggal 14-01-2016 berdasarkan pada hasil analisa dan pengembangan informasi didapat suspect party barang impor dengan indikasi kuat sesuai dengan informasi yang dicurigai untuk selanjutnya dilakukan pemantauan atas proses penyelesaian formalitas kepabeanannya:a. Tanggal 15-01-2016 Pukul 09.35 WIB submit data PIB dengan nomor aju 060100-000875-20160113-003948, diterima di Sistem Komputer Pelayanan KPPBC TMP Tanjung Emas, mendapat nomor pendaftaran 003011 tanggal 15 Januari 2016 dan Jalur Merah;b. Tanggal 15-01-2016 Pukul 14.50 WIB, berkas PIB dan lampiran diterima;c. Tanggal 19-01-2016 Pukul 10.11 WIB, pemeriksaan barang dinyatakan siap dilakukan;d. Tanggal 19-01-2016 Pukul 11.03 WIB s.d 17.41 WIB, pemeriksaan fisik barang s.d selesai pengisian LHP;e. Tanggal 20-01-2016 Pukul 09.00 WIB, dilakukan pelimpahan perkara dan serah terima barang impor kepada pihak BNN dengan dibuatkan Berita Acara Serah Terima;f. Tanggal 20-01-2016 Pukul 09.22 WIB diterbitkan SPPB;4. Tanggal 20-01-2016 Pukul 13.30 WIB dilakukan pengeluaran barang dari kawasan pabean TPKS dan dibongkar di gudang MSA Cargo dengan alamat Komplek Industri Citra Blok 9 Jl. Arteri Tanjung Emas, Semarang5. Tanggal 26-01-2016 Pukul 11.00 WIB s.d. pk. 14.00 WIB, dilakukan pengeluaran barang dengan menggunakan 2 truk dari gudang MSA Kargo yang kemudian dibongkar di sebuah gudang furniture/meubel di daerah Jepara;6. Tanggal 27-01-2016 pukul 13.00 WIB dilakukan penindakan oleh BNN di TKP gudang CV Jepara Raya Internasional dengan alamat Dukuh Sorogenen RT.04/RW.03 Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara

December 27, 2015

ISIS Diduga Jarah Organ Tubuh Sandera

kelompok teroris ini menjijikan . ISIS ak

 

SABTU, 26 DESEMBER 2015

ISIS Diduga Jarah Organ Tubuh Sandera

 ISIS Diduga Jarah Organ Tubuh Sandera

BAGDAD – Kelompok militan Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) diketahui menjarah organ-organ dalam manusia, hal yang sebelumnya belum pernah diungkap oleh alim ulama mereka. Hal itu meningkatkan kecemasan bahwa kekerasan kelompok ekstrem ini diduga memperdagangkan organ-organ tubuh.

Putusan tersebut, yang terkandung dalam sebuah dokumen pada 31 Januari lalu yang didapatkan Reuters, menyatakan organ-organ dari seorang sandera yang digunakan untuk menyelamatkan hidup seorang muslim, walaupun berakibat fatal bagi si tawanan, dibolehkan.

Reuters hingga kemarin belum bisa memperoleh konfirmasi autentisitas dokumen itu secara independen. Para pejabat Amerika Serikat mengatakan temuan itu berasal dari data dan informasi lainnya yang disita oleh satuan pasukan khusus AS dalam sebuah penggerebekan di Suriah bagian utara pada Mei lalu.

“Hidup dan organ-organ dari orang murtad tidak usah dihormati dan dapat diambil dengan impunitas,” demikian tertera dalam dokumen itu dalam bentuk sebuah fatwa dari Komite Fatwa dan Riset ISIS. “Organ tubuh dari tawanan yang ditangkap hidup-hidup, saat sakaratul maut, jika diambil, pengambilan tipe seperti itu juga tidak dilarang,” demikian isi Fatwa Nomor 68.

Dokumen itu belum merujuk pada bukti bahwa ISIS terlibat perdagangan organ. Sebelumnya, Irak menuduh ISIS memanen organ tubuh manusia dan memperdagangkannya untuk meraup untung.

Seperti dilansir Reuters dan CNBC kemarin, dokumen tak mendefinisikan “murtad”, meskipun ISIS telah mengeksekusi atau menahan orang-orang non-Islam, seperti orang Kristen, Islam Syiah, serta Islam Sunni yang tidak menuruti pandangan ekstrem mereka.

Para pejabat Amerika mengatakan catatan-catatan yang telah disita mendorong Washington melihat lebih dalam bagaimana ISIS mengelola kekuasaannya, mengumpulkan dana, dan membentuk aturan hukum bagi para pengikutnya.

Duta Besar Irak untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Mohamed Ali Alhakim, kepada Reuters, menyebutkan dokumen-dokumen itu harus dieksaminasi oleh Dewan Keamanan PBB sebagai bukti ISIS diduga memperdagangkan organ tubuh untuk meraup keuntungan.

Menurut Utusan Khusus Presiden Amerika Serikat untuk Koalisi Global Mengatasi ISIS, Brett McGurk, penggerebekan pada Mei lalu di Suriah itu berujung tewasnya pejabat tinggi keuangan ISIS bernama Abu Sayyaf dan penangkapan istrinya, termasuk penyitaan data jaringan 7 terabita dalam hard drive, aneka CD, DVD, dan banyak dokumen. Abu Sayyaf adalah milisi asal Tunisia yang bernama asli Fathi bin Jildi Murad al-Tunisi.

Dari Nairobi, Washington Post melaporkan berjarak 2.000 mil dari Suriah, ISIS ternyata mencoba meluaskan pengaruhnya dengan membentuk sebuah cabang yang oleh para penempurnya dinamakan “emirat kecil” di negeri yang dilanda kecamuk perang, Somalia.

Sejauh ini, ISIS telah melebarkan sayap dengan “merekrut” anggota di Afganistan, Libya, Yaman, dan Nigeria dengan janji bergabung ke dalam “khalifah”.

Oktober lalu, seorang ulama berpengaruh, Abdiqadir Mumin, mengumumkan bahwa dia telah bergabung dengan ISIS dan membawa sedikitnya 20 orang loyalisnya.

Memang, kelompok itu belum mengirim petempur atau sumber daya masuk ke Somalia. Tapi citra ISIS kian harum di mata kalangan militan negeri itu. “Kini, itulah mesin propaganda terbaik,” kata Matt Bryden, pakar Somalia dan Direktur Riset Sahan, kelompok pemikir ysng berbasis di Nairobi, kepada Washington Post, kemarin. REUTERS | CNBC | NEWS.COM.AU | WASHINGTON POST

December 5, 2015

Pangeran Saudi bawa 2 Ton Narkotik dengan Pesawat Pribbadi

Luar biasa.. tunggu saja kasus ini bakal menghilang karena “bom duit ” Saudi

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia
Selasa, 27/10/2015 10:20 WIB
Pangeran Saudi Bawa 2 Ton Narkotik dengan Pesawat PribadiIlustrasi pil. (Pixabay/stevepb)
Jakarta, CNN Indonesia — Pangeran Arab Saudi, Abd al-Muhsen bin Walid bin Abd al-Aziz Al Saud, dan empat orang lainnya ditahan di Bandar Udara Internasional Rafik Hariri di Beirut, Libanon, lantaran mencoba menyelundupkan dua ton narkotik di dalam pesawat pribadinya pada Senin (26/10).

Setelah proses interogasi, otoritas memutuskan bahwa Al Saud akan menjalani proses peradilan.

“Operasi penyelundupan ini adalah yang terbesar yang pernah digagalkan di Bandara Internasional Beirut,” demikian laporan dari kantor berita Libanon, NNA.

Menurut NNA, pihak otoritas bandara menemukan 40 paket pil Captagon dalam pesawat yang rencananya akan lepas landas menuju Arab Saudi tersebut.

Seperti dilansir The Independent, Captagon adalah merek pil amphetamine phenethylline, obat-obatan terlarang yang biasanya dikonsumsi di Timur Tengah dan kerap digunakan oleh militan di Suriah.

Pil tersebut sangat terkenal di Libanon dan medan perang Suriah. Kedua negara ini merupakan jalur utama penyelundupan Captagon menuju Timur Tengah dan negara-negara Teluk.

Kantor Obat-obatan dan Kejahatan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2014 melaporkan bahwa pasar amphetamine tersebut memang sedang berkembang di Timur Tengah. (stu/stu)

October 17, 2015

Anak Imam Samudera Tewas dalam Pertempuran ISIS

Boro boro masuk surga..Bapak dan anak ini  bersua di Neraka !

SABTU, 17 OKTOBER 2015

SURIAH – Sebuah situs yang mendukung Negara Islam Irak dan Al-Sham (ISIS) melaporkan bahwa putra pelaku bom bunuh diri Bali, Imam Samudera, tewas dalam sebuah pertempuran di Kota Deir ez-Zur, Suriah, pada Rabu lalu.

Kematian Umar Jundullhaq, 19 tahun, ini disampaikan Sydney Jones, peneliti terorisme di Asia Tenggara, kepada Tempo kemarin. “Dia menjadi satu dari 50 warga Indonesia yang tewas bertempur di Suriah sejak Maret lalu,” ujar Jones, yang juga Direktur Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC).

Jones belum mengetahui nasib istri Umar yang juga dibawa ke Suriah. Berdasarkan catatan Jones, terdapat 250-300 warga Indonesia yang pergi ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS. “Namun saya belum mengetahui berapa jumlah mereka yang bertempur untuk ISIS. Jumlah ini terdiri atas pria, perempuan, dan anak-anak karena mereka bepergian dalam satu keluarga.”

Sementara itu, kepolisian Malaysia mengumumkan telah menangkap dan menahan seorang pria atas tuduhan meretas sistem komputer data keamanan Amerika Serikat pada Kamis malam. Data itu berisi rincian 1.351 personel pegawai federal dan militer AS dan kemudian disetorkan kepada kelompok ISIS di Suriah.

Ardit Ferizi, 20 tahun, tinggal di Kuala Lumpur sebagai mahasiswa ilmu komputer dan forensik di sebuah kampus swasta sejak Agustus 2014. Pihak keamanan meyakini Ferizi merupakan pemimpin kelompok peretas Kosovar Hackers Security (KHS).

Pemilik identitas Th3Dir3ctorY yang ditangkap pada 15 September lalu itu akan segera diekstradisi ke Amerika dan menghadapi ancaman hukuman hingga 35 tahun penjara. “Penyelidikan awal menemukan tersangka berkomunikasi dengan salah satu tangan kanan kelompok teroris ISIS di Suriah, untuk meretas beberapa server berisi informasi dan rincian tim dan personel keamanan AS,” kata Kepala Kepolisian Malaysia, Khalid Abu Bakar.

Tokoh ISIS yang dimaksudkan adalah Junaid Hussein, pria asal Inggris yang tewas dalam serangan udara di Kota Raqqa, Suriah, pada September lalu. Antara Juni dan Agustus 2015, Ferizi diduga memberikan daftar ini kepada Hussein dan kemudian beredar di posting Twitter dengan judul “NEW: U.S. Military AND Government HACKED by the Islamic State Hacking Division!”. REUTERS | YAHOO NEWS | SITA PLANASARI AQUADINI

July 28, 2015

Raja Saudi liburan di Perancis

Orang kito  liburan ibadah ke Saudi, raja Saudi liburan ke pantai Perancis sambil liat cewek pakai bikini… ehem.. Kenapa nggak ke Puncak Jawa Barat saja yaaa??
Selasa 28 Jul 2015, 10:32 WIB

Keriuhan Liburan Mewah Raja Salman di Prancis

BBC Magazine – detikNews
Jakarta -Raja Salman dari Arab Saudi telah tiba di selatan Prancis untuk liburan tiga minggunya namun dia bukan seperti wisatawan pada umumnya.

Warga setempat kesal setelah sebuah pantai umum ditutup agar dia bisa beristirahat tanpa diganggu, dan wilayah dalam radius 300 meter di sekitar villa-nya pun dibuat ekslusif.

Namun banyak kalangan bisnis senang memenuhi keinginannya. Mereka mengatakan para bangsawan Arab itu membawa keuntungan yang dibutuhkan kawasan itu.

Jadi apa saja yang menjadi tuntutan dalam liburan sang Raja?

Sebuah kamar dengan pemandangan

Sebagai kepala salah satu keluarga kerajaan terkaya di dunia, tidak aneh Raja Salman gemar menginap di tempat-tempat mewah.

Villanya di Vallauris terletak di antara bebatuan Riviera Prancis dan membentang beberapa ratus meter di sisi pesisir yang indah itu.

Dibangun pada 1932 oleh arsitek Barry Dierks, Chateau de lHorizon namanya dulu telah menjadi tempat singgah tamu-tamu terkenal, termasuk Winston Churchill, Rita Hayworth dan Marilyn Monroe.

Keamanan tingkat tinggi diberlakukan di sekitar villa di Vallauris

Selama tiga minggu ke depan, tempat itu menjadi rumah bagi keluarga dan kerabat Raja Salman.

Persiapan sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu, dengan penduduk setempat melaporkan melihat kesibukan dan aktivitas di sekitar area itu.

Jendela-jendela baru telah dipasang, tamannya ditanami dengan bunga-bunga segar dan digosipkan sebuah singgasana ditempatkan di balkon agar sang Raja bisa duduk memandang lahan yang indah itu.

Beberapa ratus warga Arab lainnya menemani liburan sang Raja itu akan kami jelaskan nanti.

Jaringan transportasi yang sangat baik

Raja Salman dan rombongannya tiba di bandara Nice pada Sabtu menggunakan dua pesawat pribadi yang dioperasikan Saudi Arabian Airlines.

Iring-iringan mobil datang menyambut raja yang berusia 79 tahun itu dan tamu-tamunya, sebelum kemudian mengantar mereka ke kediaman pribadi sang Raja.

Sekitar 400 mobil mewah dengan jendela gelap telah mereka sewa, menurut pengemudi lokal.

Mobil-mobil itu akan digunakan untuk mengantar keluarga dan kerabat Raja Salman ke tempat-tempat turis dan pantai-pantai disana.

“Mereka meminta kami mengajak mereka ke restoran, atau minta diantarkan ke Saint Tropez, Monaco, Nice atau villa di sekitar sini, karena mereka ingin belanja properti,” kata seorang pengemudi kepada AFP.

Keluarga besar dan kerabat

Liburan musim panas ideal digunakan untuk menghabiskan waktu dengan keluarga dan teman-teman namun mengundang 1.000 kerabat dekat mungkin tampak keterlaluan.

Rombongan keluarga, staf dan pejabat militer dibawa Raja Salman untuk berlibur dengannya di pesisir Prancis itu.

Sementara hanya orang-orang terdekatnya saja akan dibawa ke vila pribadinya, sekitar 700 orang lainnya ditempatkan di hotel-hotel mewah di Cannes.

Kedatangan pengunjung dari negara kaya minyak itu mendorong perlunya peningkatan keamanan di sekitar sana.

Mobil-mobil van polisi terlihat di pagar depan tempat tinggal raja, sementara tim petugas keamanan juga ditempatkan di sana.

Beberapa penduduk setempat tidak suka dengan perhatian khusus yang diberikan kepada keluarga kerajaan itu, sementara beberapa lainnya senang dapat mengakomodasi mereka.

“Dampak ekonomi yang dibawanya bagi kami, dan juga bagi restoran, supir-supir pribadi, dan semua staf di vilanya itu, sangat nyata,” kata Sergi Reinhard, direktur Hotel Montaigne, dimana setengah kamar-kamarnya disewa oleh tamu-tamu Arab.

Pantai-pantai pribadi

Ini mungkin tuntutan terbesar sang Raja.

Pantai berpasir di La Mirandole dekat vila Vallauris itu biasanya dipenuhi wisatawan yang datang berlibur dan berjemur.

Pantai di pesisir Perancis itu biasa dipenuhi pengunjung yang datang untuk beristirahat dan berjemur

Namun pantai itu sekarang ditutup untuk umum agar Raja Salman bisa menggunakannya tanpa diganggu. Warga umum juga dilarang masuk 300 meter di sekitar villanya.

Hal itu sangat memancing amarah penduduk lokal. Lebih dari 100.000 orang telah menandatangani petisi menentang penutupan itu, menegaskan pantai itu adalah wilayah umum yang harus “terbuka bagi semua”.

Perahu-perahu polisi berpatroli di pesisir untuk memantau penyusup.

Walikota Vallauris juga telah menyurati Presiden Francois Hollande untuk protes mengenai proyek pembangunan tanpa izin yang dilakukan di pesisir pantai.

Sebuah tiang beton dituangkan langsung ke pasir untuk memasang lift temporer untuk memudahkan akses bagi Raja Salman.

“Kami mengerti kebutuhan keamanan dan keuntungan yang dibawa mereka bagi negara,” tulis walikota Michelle Salucki. “Namun tidak ada yang bisa membebaskan diri dari peraturan di tanah ini.”

(nwk/nwk)

June 19, 2015

SAUDI SEGERA BANGUN KEDUTAAN DI TEL AVIV

kapan Indonesia?

Salafynews.com – Kantor berita al-Alam News Agency menukil dari surat kabar Zionis Maariv, menulis Arab Saudi berusaha membangun kemitraan strategi dengan Zionis Israel, karena mereka memiliki musuh yang sama Iran.

Alalam melaporkan, koran terbitan Israel itu mengutip bahwa sejumlah pangeran Saudi meminta pihak kerajaan untuk segera membuka kedutaan Arab Saudi di Tel Aviv.

Sementara itu, Riyadh dan Tel Aviv dalam konteks mempersiapkan opini publik untuk menerima hubungan diplomatik antar kedua negara. Pemerintah Saudi secara tidak resmi telah mulai melakukan beberapa kegiatan propaganda untuk membangun opini publik atas hubungan diplomatik ini.

Seorang wartawan terkenal Arab Saudi, Dahham al-Enazi yang memiliki hubungan dekat dengan keluarga kerajaan, menyambut baik rencana Saudi yang ingin membuka kedutaan di Tel Aviv.

Saudi_Segera_Bangun_Kedutaan_Di_Tel_Aviv
Saudi_Segera_Bangun_Kedutaan_Di_Tel_Aviv

Dahham al-Enazi dalam akun twitternya menulis, “Saya pribadi menyambut baik atas rencana Saudi yang ingin membuka kedutaan di Tel Aviv, dan saya berharap Anwar Ishqi menjadi diplomat pertama Saudi untuk Israel, serta saya berharap menjadi orang yang akan menemaninya bekerja”.

Anwar Ishqi sebelumnya juga dikabarkan telah melakukan pertemuan dengan Gould yang menjabat sebagai kepala Pusat urusan kenegaraan Yerusalem di Washington.

Ia juga menulis dalam akun twitternya, “Kami menyambut baik pembukaan kedutaan Israel di Riyadh, yang akan menggantikan kompleks kedutaan Iran, kemudian memulai perang bersama melawan Iran dan menghancurkan pembangkit listrik tenaga nuklirnya, kemudian setelah (Israel) menarik diri dari perbatasan pada tahun 1967, kami memasukkan israel menjadi anggota Liga Arab, “kata Al Enazi di akun tweeter-nya.”

13940326000465_PhotoJ
Kami menyambut baik pembukaan kedutaan Israel di Riyadh, yang akan menggantikan kompleks kedutaan Iran, kemudian memulai perang bersama melawan Iran dan menghancurkan pembangkit listrik tenaga nuklirnya, kemudian setelah (Israel) menarik diri dari perbatasan pada tahun 1967, kami memasukkan israel menjadi anggota Liga Arab, “kata Al Enazi di akun tweeter-nya.

Pada April 2015, dalam wawancaranya di Doha dengan koran Yedioth Ahronoth, menegaskan “Jika Israel menerima kesepakatan damai dengan negara-negara Arab, maka Saudi akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel”.

Sementara itu Menlu Israel, Avigdor Lieberman mengomentarinya dengan mengatakan bahwa Tel Aviv telah melakukan pembicaraan rahasia dengan beberapa Negara Arab termasuk Saudi Arabia dan Kuwait dalam rangka membentuk hubungan diplomasi.

“Ada komunikasi yang sudah sangat dekat sampai dengan tahap realisasi, dalam kurun satu tahun ke depan atau delapan belas bulan lagi, hal ini tidak akan menjadi rahasia lagi, semuanya akan dilakukan secara terbuka” ungkap Liebermen sebagaimana dikutip koran  Yedioth Ahronoth. [SFA] 

May 11, 2015

Urusan “esek esek” Indonesia memang juaranya

Indonesia selalu juara untuk urusan bisnis yang satu inim dikala laba dunia usaha lagi turun bisnis esek esek berlendir ini justru tumbuh eksponensial !   Kalau tanya kenapa mungkin alasannya adalah nilai budaya bawaan kita yang doyan kosmetik atau munafik. Tubuh manusia Indonesia dibalut oleh kosmetik , sangking tebalnya tuh kosmetik  manusia Indonesia sampai tidak tahu lagi yang asli dalemannya. Lihat saja beragama hanya untuk mendapat status duniawi  mungkin hanya hal itu yang dianggap penting. Soal korupsi ya sudahlah selama yang bersangkutan rajin beribadah dan menyumbang untuk rumah ibadah.  Perkembangan teknologi modern di bidang IT /telematika membuat budaya permisif kosmetik ini makin menjadi jadi.. Lihat saja media sosial media seperti Twitter/ Facebook dll dimanfaatkan untuk hal yang sama sekali tidak pernah terpikirkan oleh penciptanya hehe.. Di Afrika saja, contoh negara sperti Rwanda (yang hancur karena genosida)  media sperti internet/ twitter dsb dimanfaatkan secara sangat serius oleh pemerintah dan warganya untuk meningkatan  pengetahuan warganya. meningkatkan akses informasi untuk monitor harga produk pertanian, teknologi pertanian, ilmu pengetahuan, bahasa dll.  Coba bandingkan deh dengan bangsa yang besar ini. Infrastruktur internet saja masih membleh.. kalah dengan negara Afrika macam Rwanda dan pemanfaatnya mentok diurusan esek esek.. dan konsumtif saja..

Sekarang liat panutan warga Indonesia :

Para petinggi politik di negeri ini hanya bisa koar koar anti pornografi, tapi doyan mengakses situs porno (ingat kejadian si Arifinto https://indonesiacompanynews.wordpress.com/2011/04/09/sidang-paripurna-sidang-pari-porno/)

Mulai dari politikusnya yang gemar mengakses situs porno (juara 3 di dunia lho ttps://indonesiacompanynews.wordpress.com/2013/04/09/konten-pornografi-masih-mendominasi/, sampai mengkoleksi “pushtun”.  Virus apa yang menempel di jidat kepala laki laki Indonesia yaa. Yang paling konyol  di Aceh ( kalau masih mau dianggap bagian dari Indonesia hehe) manekin saja bisa dianggap mengundang birahi lihat http://www.tempo.co/read/news/2015/05/09/058664824/Ketika-Manekin-Telanjang-Dianggap-Undang-Birahi-di-Aceh

Ditangkapnya mucikari Abbas dan PSK artis AA membuka tabir baru urusan esek esek di Indonesia. Hal ini seakan mengkonfirmasi gosip atau rahasia publik bahwa banyak dari artis bintang film layar lebar dan TV ternyata menyambi profesi sebagai PSK  papan atas yang bertarif jutaan sekali berkencan.  Saya sendiri suka penasaran siapa sih lelaki hidung belang yang mau menghamburkan uang jutaan rupiah untuk kencan hanya 1-2 jam dengan artis.  Dahulu ketika harga batu bara booming, yang berani royal membayar mahal  untuk kencan dengan artis adalah  juragan tambang atau preman tambang Kalimantan Selatan/Timur dan petinggi politik negeri ini  . Sekarang keadaan ekonomi lagi melambat kelihatannya yang masih berani jor joran belanja selangkangan artis hanya dari kalangan petinggi politik/pemerintahan saja.. entah duit dari mana atau cukung nya siapa.. (ingat kasus si Fatonah dan bos partai PKS )

++++

Terlibat Prostitusi, Artis Seksi Ditangkap

Oleh : Ray Muhammad | Sabtu, 9 Mei 2015 | 14:14 WIB

INILAHCOM, Jakarta – Jajaran Polres Jakarta Selatan mengamankan seorang artis wanita yang diduga terlibat dalam bisnis prostitusi melalui jejaring sosial.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Audie Latuheru membenarkan pihaknya telah menangkap artis berinisial AA yang kerap muncul di televisi. “Iya benar. Karena diduga terlibat prostitusi online,” ujarnya, Sabtu (9/5/2015).

Menurutnya, AA diamankan di sebuah hotel bintang 5 di kawasan Jakarta. Saat ini pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap AA, untuk dilakukan pengembangan tersangka lainnya.

Selain AA, polisi juga mengamankan seorang pria yang diduga sebagai mucikari. Berdasarkan pemeriksaan sementara, artis AA dijajakan melalui BlackBerry Messenger

“Yang diamankan dua,” tambahnya. [ton]

– See more at: http://metropolitan.inilah.com/read/detail/2202949/terlibat-prostitusi-artis-seksi-ditangkap#sthash.9NstzKDL.dpuf

+++++

Senin, 11/05/2015 18:53 WIB

Mucikari Robbi: Mereka Para Artis yang Menawarkan Jasa PSK, Nggak Ada Paksaan

Rini Friastuti – detikNews

Jakarta – Tersangka mucikari Robbi Abbas bicara soal para artis yang menjadi anak asuhnya. Robbi menyampaikan kalau para artis itu menjadi PSK bukan karena terpaksa. Mereka malah yang menawarkan diri.

“Mereka dengan sendirinya menawarkan diri. Kita connect dari teman ke teman. Tanpa ada paksaan,” jelas Robbi di Mapolres Jaksel, Jl Wijaya, Jakarta, Senin (11/5/2015).

Robbi memasang tarif tinggi untuk anak asuhnya. Dari list nama artis yang didapat detikcom, artis tertinggi berharga Rp 150 juga dan paling murah Rp 30 juta untuk short time.

Robbi mengaku dia hanya ‘menjajakan’ artis perempuan saja. Tidak ada artis pria yang dia jual.

“Saya cukup wanita saja,” tegas dia.

++++

Video Penangkapan Artis AA Beredar di YouTube

Video Penangkapan Artis AA Beredar di YouTube

Video penangkapan wanita penghibur kelas atas sekaligus artis, AA, beredar di YouTube, sejak Senin 11 Mei 2015.

TEMPO.CO, Jakarta – Video penangkapan AA beredar di YouTube. Video ini menggambarkan dua polisi, seorang polisi laki-laki-laki berpakaian preman dan seorang polisi yang memakai jilbab, menggiring perempuan cantik mirip Amel Alvi ke markas Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Jakarta Selatan.

Sebelumnya, Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Jakarta Selatan menangkap perempuan dengan inisial AA itu pada Jumat malam, 8 Mei 2015. Dia ditangkap bersama germonya, Robby Abbas, 32 tahun. Polisi tidak menyebutkan bahwa artis papan atas itu adalah Amel Alvi, model majalah hiburan pria. Polisi beralasan AA, 22 tahun, masih ditetapkan sebagai saksi.

Dalam video yang diunggah pada 10 Mei 2015, tampak AA dengan gaun khasnya, warna silver tipis dan pendek di atas lutut, berjalan gontai. Dia memakai jaket hitam untuk menutupi kepala dan wajahnya. Dalam video yang diambil dari kamera ponsel itu, AA berupaya menyembunyikan wajahnya dengan menunduk dan menggandeng tangan polisi berjilbab. Namun tetap saja wajahnya yang dikenal banyak orang itu tetap muncul di video yang berdurasi 2 menit 47 detik itu. Video itu diunggah oleh Rima Channel.

Amel Alvi berulang kali membantah berita tersebut lewat akun Instagramnya. Kali ini Amel kembali mem-posting foto di Instagram miliknya. “Pada salah sangka semua. Artis AA kan banyak. Bukan aku. Aku ada di apartemen, nih. Bukan Amel aku kali. Ini buktinya aku bisa pegang HP,” katanya.

“Aku baik-baik aja. Bukan aku inisial AA itu,” ujarnya. Amel memasang foto selfie di akun Instagram-nya @amelalvi28 pada Sabtu sore. Amel terlihat berfoto sambil tiduran. Ia memakai baju dengan motif kulit macan tutul. Sabtu sore polisi telah melepas artis AA.

Polisi masih tutup mulut soal siapa AA dan mengapa perempuan bertarif Rp 80 juta sekali kencan itu dilepas.

“Terkait dengan profesi, siapa, dan sebagainya, karena itu (AA) adalah saksi, kami belum bisa merilisnya. Itu menyangkut pemberkasan,” kata Kepala Kepolisian Resor Jakarta Selatan Komisaris Besar Wahyu Adiningrat di kantornya, Polres Jakarta Selatan, Sabtu, 9 Mei 2015. (Baca:Bisnis Wah Germo: Tawarkan Wanita dari Jakarta hingga Boston)

Kendati perempuan ditangkap bersama Abbas Jumat malam tadi belum dipastikan sebagai Amel,netizen ramai membincangkannya. Sejumlah netizen di forum dan linimasa Twitter menyebut perempuan itu Amel, model yang sempat nongol di majalah Popular dan FHM, yang kini kerap manggung sebagai disc jockey.

Ini bukan kali pertama namanya diperbincangkan di obrolan forum-forum cyber. Pada September 2013, Amel sudah disebut sebagai wanita penghibur. Tarifnya disebut mulai melonjak sejak jadi model majalah hiburan pria. Netizen menyebut saat itu tarif Amel Rp 25 juta. (Baca pula: Bisnis Wah Germo: Aneka Modus Tawarkan Pelacur Papan Atas)

Manajer Amel untuk tawaran menyanyi dan DJ, Omar, enggan menanggapi bahwa AA yang ditangkap Polres Jakarta Selatan itu adalah kliennya. Menurut Omar, kabar ditangkapnya AA sebagai wanita penghibur belum jelas. “Aku enggak bisa ngomong soal itu,” kata Omar saat dihubungi Tempo.

Lewat akun Twitter-nya, @amelalvi28, Amel membantah bahwa perempuan berinisial AA yang ditangkap Polres Jakarta Selatan itu adalah dirinya. Menurut Amel, banyak artis yang berinisial AA dan bukan dirinya saja. “Semuanya, inisial AA itu bukan aku. Mungkin artis lain. Kan banyak yang inisialnya AA. Aku baik-baik saja,” cuit Amel. (Baca: Polisi Tangkap AA, Model Dewasa Bertarif Rp 80-200 Juta)

Namun, hingga kini belum dapat dipastikan apakah akun Twitter @amelalvi28 merupakan akun Twitter asli milik Amel. Namun nomor telepon seluler milik Omar yang disebut dan mengaku sebagai manajer Amel terpajang di biografi akun tersebut.

Sebelumnya, polisi menangkap Robby Abbas, 32 tahun, di sebuah hotel mewah di Jakarta Selatan, Jumat, 8 Mei 2015 malam. Robby kini ditetapkan sebagai tersangka germo AA. Robby ditangkap saat bertransaksi dengan polisi yang menyamar sebagai pelanggan wanita binaannya. (Simak juga: Tak Cuma 200 Pelacur Wanita, Robby Juga Tawarkan Pria)

Robby Abbas Bicara Soal Inisial Nama Artis yang Bisa Dibayar

Robby Abbas Bicara Soal Inisial Nama Artis yang Bisa Dibayar

Petugas kepolisian mengamankan RA sebagai mucikari terkait dengan kegiatan prostitusi di Polres Jakarta Selatan, 9 Mei 2015. Salam sehari RA bisa mendapatkan beberapa pelanggan. Tempo/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Jakarta – Robbie Abbas alias RA, tersangka muncikari pelacuran kelas atas, mengaku sudah mendengar informasi soal beredarnya inisial nama-nama artis yang diduga bagian jaringannya. Tapi Robby tak secara tegas menjawab kebenaran informasi tersebut.

“Itu bukan dari saya (beredarnya inisial nama-nama artis), tapi kisarannya begitu,” kata Robbie saat ditemui di Markas Polres Jakarta Selatan, Senin, 11 Mei 2015. (Baca: Video Penangkapan Artis AA Beredar di YouTube)

Polisi menangkap Robby, 32 tahun, bersama seorang model sekaligus pemain sinetron berinisial AA di sebuah hotel bintang lima di Jakarta Selatan, Jumat, 8 Mei 2015. Robby berperan sebagai germo, sedangkan AA adalah artis yang dijajakan kepada pelanggan kelas atas. Polisi pun menetapkan Robby sebagai tersangka, sedangkan AA dibebaskan dan statusnya cuma sebagai saksi.

Belakangan, inisial nama-nama yang diduga menjadi anak buah Robbie beredar di dunia maya. Peredaran inisial nama-nama itu dilengkapi kisaran tarif yang ditulis dalam tanda kurung. Namun informasi itu belum dipastikan kebenarannya.

Kepala Kepolisian Resor Jakarta Selatan Komisaris Besar Wahyu Hadiningrat menolak berkomentar soal beredarnya inisial nama-nama artis yang diduga menjadi anak buah Robbie. Dia menyatakan beredarnya inisial nama-nama tersebut bukan termasuk materi penyelidikan. “Saya hanya mau menjawab hal-hal yang substansial saja,” ucapnya di kantornya, Senin, 11 Mei 2015. (Baca: Polisi Bantah Sebar Video Penangkapan Artis AA)

Wahyu menuturkan substansi perkara yang menjerat Robbie adalah muncikari. Karena itu, polisi akan lebih menelisik lebih dalam soal kasus tersebut. Dia pun menyebut polisi tidak mendalami pekerjaan seseorang yang menjadi pekerja seks komersial. “Sedangkan yang soal inisial nama-nama itu kami belum klarifikasi,” katanya.

DIMAS SIREGAR

+++++

Artis dan Model Jadi Pelacur, Inilah Deretan Penyokongnya

TEMPO.CO, Jakarta – Kriminolog dari Universitas Indonesia, Josias Simon, mengatakan keberadaan prostitusi di DKI Jakarta memang merupakan bisnis yang menjanjikan. Ia mengatakan bisnis prostitusi tersebut pun dapat tumbuh dan berkembang karena dukungan yang besar.

“Bisnis ini tumbuh karena ketersediaan faktor pendukungnya dan kondisi wilayah yang memudahkannya,” kata Josian Simon, ketika dihubungi, Ahad, 10 Mei 2015. Ia mengatakan ketersediaan penyokong seperti wanita pekerja seksual, muncikari pengatur bisnis, dan pembelinya, membuat bisnis ini selalu tumbuh dan berkembang.

Juga menurutnya, kondisi wilayah DKI Jakarta, menjadi penyokong, membuat bisnis ini mudah dijalankan dan “aman” dilakukan, karena pengawasan dan pengaturannya yang sulit. Josias mengatakan bisnis prostitusi kelas tinggi ini memang paling sulit dilacak karena dilakukan dengan sangat rapi.

“Jakarta sendiri sudah jadi rahasia umum, beberapa tempat terkenal dengan bisnis seperti ini,” kata dia. Ia mengatakan tempat hiburan maupun hotel sangat identik dengan keberadaan bisnis prostitusi tersebut.

Menurutnya pemilihan tempat-tempat hiburan maupun hotel membuat bisnis prostitusi sulit ditembus dan susah ditangani karena kurangnya laporan mengenai keberadaan mereka secara resmi.

Ia mengatakan keberadaan prostitusi di DKI Jakarta menyebar rata di lima wilayah kota Administratif. “Tapi paling rawan di Jakarta Pusat, karena di sini semua level identitas ada dan kemudian sulit dideteksi,” kata dia.

Josias bahkan mengaku tidak terkejut dengan penangkapan yang dilakukan kepolisian beberapa waktu terakhir yang diduga melibatkan model dan artis. Hal ini menurutnya pernah terjadi juga pada 2-3 tahun lalu, di mana terjadi pengungkapan prostitusi level atas.

Meski begitu, Josias mengaku cukup bersyukur dengan pengungkapan yang dilakukan kepolisian akhir-akhir ini. Menurutnya pengungkapan yang dilakukan mengandung unsur positif karena terjadi penggeledahan pada tempat-tempat yang diduga melakukan prostitusi. “Terutama karena prostitusi level atas itu lebih sulit dan harus ditindak.”

MAYA NAWANGWULAN

+++++

Deretan Nama Pelacur Papan Atas Itu Dikenal Publik

TEMPO.CO, Jakarta – Polisi akan meminta keterangan dari para pekerja seks kelas atas yang diorganisasi Robby Abbas, 32 tahun, pekan ini. Lelaki yang diketahui sebagai muncikari tersebut ditangkap petugas saat berpura-pura bertransaksi di sebuah hotel di Jakarta Selatan pada Jumat malam pekan lalu.

“Pemeriksaannya Rabu atau Kamis besok,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Audie Latuheru, 10 Mei 2015. (Baca: Video Penangkapan Artis Mirip Amel Alvi)

Dia menjelaskan, ada 200 nama perempuan yang diduga bekerja sebagai penjaja seks yang tersimpan di dalam grup BlackBerry Messenger pada telepon seluler Robby. Kepala Unit Kriminal Umum Polres Jakarta Selatan Ajun Komisaris Joynaldo mengatakan anak buah Robby adalah sosok yang sudah diketahui publik, dari artis, model, sampai mahasiswa. “Pasti kenal kalau melihat fotonya,” ujarnya.

Meski demikian, Joynaldo enggan membeberkan siapa saja anak buah Robby. Penyidik baru memeriksa AA, perempuan berumur 22 tahun yang disiapkan Robby untuk polisi yang menyamar tadi. Selain itu, petugas masih mendalami keterlibatan para pekerja seks kelas atas dengan cara mencocokkan nama dan foto mereka.

Audie menjelaskan, Robby dijerat dengan Pasal 296 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang mengatur tentang permuncikarian. Sebab, mereka yang menjadi alat prostitusi dianggap sebagai korban dan berstatus saksi. Adapun Robby terancam hukuman 1 tahun 4 bulan.

Robby yang telah bergelut selama tiga tahun di bisnis pemuas syahwat ini selalu tiba di lokasi pertemuan klien dengan anak buahnya, dua jam sebelum transaksi. Dalam sehari, Robby bisa menjual jasa kepada dua atau tiga lelaki hidung belang. Untuk satu kali pertemuan, dia mendapat bagian 30 persen dari tarif Rp 80-100 juta.

Sebelumnya, Kepala Polres Jakarta Selatan Komisaris Besar Wahyu Adiningrat mengatakan Robby juga melayani tawaran wanita panggilan untuk dibawa ke luar Indonesia. Adapun pemakaian jasa wanita panggilan dalam negeri banyak dilakukan di Bali, Jakarta, dan Surabaya. “Ada 200 orang wanita panggilan yang dia tawarkan,” kata Wahyu. Untuk tarif puluhan hingga ratusan juta itu, para pemakai jasa layanan memperoleh durasi waktu tiga jam.

DIMAS SIREGAR | MAYA NAWANGWULAN | RINI KUSTIANI

+++++++++++++++++++++++++++++++

Kabareskrim Akan Ungkap Pejabat Negara Pelanggan Artis AA

Bayu Adi Wicaksono, Bayu NugrahaSenin, 11 Mei 2015, 16:20 WIB

VIVA.co.id – Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri, Komjen Pol Budi Waseso berjanji akan mengungkap pejabat negara yang pernah menjadi pelanggan artis AA dan wanita lain yang terlibat dalam jaringan mucikari RA.

“Masih kita dalami, siapapun yang terlibat pasti kita dalami apakah mengarah ke sana,” kata Budi Waseso, Senin 11 Mei 2015.

Namun, menurut Budi untuk membongkar praktik prostitusi kelas kakap dengan dugaan banyak pejabat dan pengusaha yang terlibat bukan perkara mudah.

Penyidik juga membutuhkan alat bukti yang kuat untuk mengungkapnya. “Kalau ada fakta baru pasti kita tindak, lihat perkembangan nanti,” jelasnya.

Sebelumnya, mucikari RA sempat keceplosan mengatakan kepada wartawan bahwa ada anggota DPR RI yang sempat mendapatkan pelayanan artis koleksi RA.

RA juga mengatakan, selama ini yang menggunakan jasa kencan wanita yang ditawarkannya hanyalah dari kalangan pejabat dan pengusaha yang memiliki tingkat kehidupan ekonomi menengah ke atas.

RA adalah mucikari yang telah mempromosikan artis AA untuk dikencani dengan tarif mulai dari Rp.80 juta hingga Rp.200 juta.

Ia ditangkap polisi bersama artis AA di salah satu hotel berbintang lima di Jakarta Selatan, Jumat malam, 8 Mei 2015.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++

Rabu, 13/05/2015 13:23 WIB

Siapa Pemberi Izin Premium Call Esek-esek? Ini Penjelasan Kemenkominfo

Ahmad Toriq – detikNews

Siapa Pemberi Izin Premium Call Esek-esek? Ini Penjelasan Kemenkominfo

Jakarta – SMS cabul yang jamak diterima pengguna handphone mengarahkan penerimanya ke premium call dengan nomor 0809xxxxxxxx. Bagaimana bisa penyedia jasa telepon cabul ini mendapat izin menggunakan premium call tersebut?

“Izinnya itu ke Telkom. Itu namanya layanan jasa nilai tambah,” kata Kepala Humas dan Pusat Informasi Kemenkominfo Ismail Chawidu saat dihubungi, Rabu (13/5/2015).

Ismail menjelaskan nomor 0809xxxxxxxx adalah mitra Telkom. Nah, soal urusan izin nomor premium ini, Telkom dulu pernah ditegur oleh Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) karena nomor-nomor tersebut banyak diadukan masyarakat.

“Aduannya macam-macam, ya banyaklah,” ujar Ismail.

Di tengah kembali ramainya sorotan terhadap nomor-nomor tersebut sekarang ini, Kemenkominfo sedang mengumpulkan bukti bahwa nomor-nomor tersebut disalahgunakan. Jika bukti sudah cukup, Kemenkominfo akan mengambil tindakan terhadap Telkom.

Nomor 0809xxxxxxxxx digunakan untuk menyediakan jasa telepon esek-esek yang bahkan mengarah ke prostitusi online. Nomor-nomor premium itu disebar oleh nomor-nomor seluler yang disediakan oleh berbagai operator. Penyebarannya tentu diwarnai rayuan yang tak jarang memancing birahi.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan dari pihak Telkom.