Archive for ‘Lion Air’

October 10, 2016

TNI AU Tambah Kekuatan Satu Boeing 737-400 dari PT Lion Group

apa nggak sudah “capek ” itu pesawat ya…

 

 

10 Oktober 2016

Pesawat Boeing 737 seri 400 merupakan pesawat narrow body dengan mesin ganda jenis CFM56-3C1 dan kapasitas jarak tempuh short to medium range sehingga menjadikan pesawat pilihan maskapai penerbangan baik di dalam maupun di luar negeri. (photo : JituNews)

BATAM, JITUNEWS.COM – TNI Angkatan Udara menambah sat u kekuatan dengan diterimanya hibah pesawat Boeing 737-400 dari PT Lion Group yang diserahkan Cofaunder (CEO) Lion Group, Rusdi Kirana, kepada Kasau Marsekal TNI Agus Supriatna, di Hanggar PT. Batam Aero Technic, Bandara Hang Nadim, Batam, Sabtu (8/10) kemarin.

Serah terima pesawat Boeing 737-400 PK-LIW menjadi A-7308 ini ditandatangani Direktur Utama PT Lion Group, Edward Sirait, dengan Aslog Kasau Marsda TNI, M.Nurullah, dilanjutkan dengan pemecahan kendi di bawah roda pesawat A-7308 oleh Kasau Marsekal TNI Agus Supriatna didampingi CEO Lion Group, Rusdi Kirana.

PK-LIW dengan nomor seri 24684 merupakan pesawat Boeing 737 seri 400 buatan tahun 1990 pertama kali dioperasikan Lion Air pada 13 Juni tahun 2006. Pesawat ini digunakan untuk rute-rute domestic Lion Air dengan kapasitas tempat duduk 168 kursi.

Pesawat Boeing 737 seri 400 merupakan pesawat narrow body dengan mesin ganda jenis CFM56-3C1 dan kapasitas jarak tempuh short to medium range sehingga menjadikan pesawat pilihan maskapai penerbangan baik di dalam maupun di luar negeri.

Boeing 737-400 PK-LIW (photo : Jeff Gilbert)

Terkait dengan selesainya proses hibah pesawat B-737-400 dari PT. Lion Group, Kasau menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Direktur Utama PT. Lion Group beserta jajarannya, dengan melalui koordinasi dan penyelesaian secara administrasi maka proses hibah ini dapat berjalan baik dan lancar.

“Selaku instansi pengguna, maka TNI Angkatan Udara akan memelihara dan mengoperasikan alutsista udara secara maksimal dan terus mengupayakan agar alutsista yang ada mempunyai usia pakai yang panjang dan mempunyai nilai manfaat tinggi bagi terselenggaranya tugas TNI Angkatan Udara dimasa kini maupun di masa mendatang, termasuk Boeing 737-400 dari PT. Lion Group in,” tutur Kasau.

Sementara itu, CEO PT. Lion Air Group, Rusdi Kirana mengatakan bahwa PT. Lion Air Group dapat berkembang dan berkontribusi ke penerbangan Indonesia salah satunya adalah berkat dukungan dari TNI Angkatan Udara.

“Hibah ini bukanlah yang pertama dan terakhir, maka sumbangsih ini diharapkan dapat membantu TNI Angkatan Udara dalam menjaga dan mempertahankan keutuhan wilayah Indonesia,” jelas Rusdi.

Hadir pada kesempatan tersebut Irjenau, para Asisten Kasau, Pangkoopsau I, Kadispenau, Danlanud Tanjung Pinang Kolonel Pnb IGN Wahyu Anggono,SE.MM. para pejabat Lion Air Group dan Imigrasi Bandara serta Otoritas Bandara Hang Nadim, Batam.

(JituNews)

Advertisements
August 3, 2016

Asosiasi Pilot Siap Buka “Borok” Manajemen Lion Air

Tuesday, August 02, 2016       13:45 WIB
Ipotnews – Serikat Pekerja Asosiasi Pilot Lion Group menyuarakan permasalahan internal manajemen perusahaan angkutan udara tersebut yang dinilai harus disikapi serius.

“Terkait dengan insiden keterlambatan (delayed) beberapa penerbangan Lion Air yang memicu kemarahan calon penumpang, Minggu (31/7), kejadian tersebut sesungguhnya makin menegaskan adanya persoalan serius dan kronis dalam manajemen Lion Air,” kata Ketua Serikat Pekerja Asosiasi Pilot Lion Group (APLG) Eki Adriansjah, di Jakarta, Selasa (2/8).

Eki mengungkapkan insiden tersebut secara langsung maupun tidak langsung berkorelasi dengan permasalahan ketenagakerjaan yang sedang dihadapi pilot SP-APLG saat ini.

“SP-APLG berpandangan bahwa pengelolaan industri penerbangan, di mana Lion Air termasuk di dalamnya, seyogyanya mengikuti kaidah-kaidah tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance),” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, menaati seluruh regulasi dan perundangan yang berlaku, terlebih lagi karena industri ini sangat terkait dengan kepentingan dan keselamatan orang banyak.

“Namun pada kenyataannya, SP-APLG merasakan hal tersebut tidak tercermin dalam praktik manajemen Lion Air selama ini, khususnya dalam aspek ketenagakerjaan,” ungkap dia.

Untuk itu, Eki mewakili SP-APLG menyerukan kepada masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk dapat menyikapi persoalan tersebut secara serius.

Dia mengaku siap memaparkan secara terbuka berbagai permasalahan di Lion Air yang pada dasarnya tidak hanya merugikan pilot dan pekerjanya, tetapi juga merugikan publik sebagai pengguna jasa maskapai tersebut.

Eki mengatakan terkait dengan adanya perselisihan hubungan industrial antara SP-APLG dan manajemen Lion Air, saat ini tengah ditempuh upaya penyelesaian melalui mekanisme tripartit yang dimediasi oleh Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta.

“Upaya ini ditempuh setelah upaya penyelesaian bipartit yang ditawarkan oleh SP-APLG tidak mendapat respons positif dari pihak manajemen Lion Air,” tuturnya.

Eki mengatakan, Rabu (3/8), akan diadakan kembali pertemuan tripartit keempat di kantor Suku Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta.

Dia menambahkan SP-APLG juga sudah menyampaikan laporan ke Komisi IX DPR, dan sudah mendapatkan jadwal RDPU bersama manajemen Lion Air.

“Tetapi karena pihak manajemen tidak datang, maka Komisi IX DPR akan menjadwalkan ulang agenda RDPU setelah masa reses,” jelas Eki.

Dia mengaku SP-APLG akan terus memperjuangkan hak-haknya yang dirugikan akibat sikap dan tindakan manajemen Lion Air yang dinilai tidak transparan, sewenang-wenang dan intimidatif.

Eki menuturkan, beberapa di antaranya adalah indikasi manipulasi data penghasilan pilot yang dilaporkan pihak Lion Air kepada BPJS Ketenagakerjaan.

Tidak diberikannya jadwal terbang tanpa alasan yang jelas kepada 19 pilot sejak pertengahan Mei lalu hingga hari ini, pasca tindakan sebagian pilot SP-APLG yang menunda terbang pada 10 Mei 2016 karena terganggunya kondisi emosi dan psikis pilot akibat tidak dipenuhinya komitmen pihak manajemen terkait pembayaran transportasi serta akumulasi berbagai persoalan lain yang telah berlangsung selama ini.

“Tidak cukup sampai di situ, pihak manajemen juga melakukan upaya kriminalisasi terhadap para pilot melalui pengaduan ke Bareskrim Polri dengan tuduhan yang mengada-ada,” kata dia.

Eki menjelaskan apa yang sedang diperjuangkan oleh SP-APLG saat ini sejatinya bukan hanya untuk memperjuangkan kepentingan diri sendiri, tetapi juga demi kepentingan yang lebih luas, agar industri penerbangan nasional ke depan dapat lebih profesional dan dipercaya oleh publik dalam seluruh aspek pengelolaannya. (Ant/ef)

August 1, 2016

Delay Lion Air Rute Singapura-Jakarta, Penumpang Asing Ikut Kesal

Senin 01 Aug 2016, 22:44 WIB

Niken Purnamasari – detikNews

Delay Lion Air Rute Singapura-Jakarta, Penumpang Asing Ikut KesalFoto: Penumpang di Bandara Changi (Dok. David Tobing)

Jakarta – Delay maskapai penerbangan Lion Air juga terjadi untuk rute penerbangan internasional, Singapura-Jakarta. Banyak penumpang yang terlantar di Bandara Changi, Singapura lebih dari 4 jam.

Penumpang Lion Air rute Singapura-Jakarta, David Tobing mengungkapkan dirinya menunggu hingga 4 jam dari jadwal penerbangan semula 19.50 waktu Singapura. Tidak ada petugas Lion Air yang bertanggungjawab untuk memberikan kejelasan terkait kepastian penerbangan.

Ia juga mengatakan banyak Warga Negara Asing (WNA) yang kecewa akibat delay Lion Air tersebut.

“Saya harusnya berangkat pukul 19.50 (waktu Singapura) tapi kemudian ada pemberitahuan delay hingga pukul 23.20 (waktu Singapura). Bukan hanya WNI, banyak juga WNA yang mencak-mencak dengan kata-kata kasar akibat delay. Hanya petugas bandara yang memberitahu informasi,” ujar David saat dihubungi detikcom, Senin (1/8/2016) malam.

Penumpang yang sudah masuk pesawat (Dok. David Tobing)

Akibat delay, David juga mengatakan pihak Bandara Changi memberikan kupon makan kepada penumpang berupa Delay Card senilai Rp 80 ribu.

“Kita dapat voucher makan senilai Rp 80 ribuan. Ini treatment dari Bandara Changi yang namanya Delay Card khusus penumpang-penumpang delay,” ungkap anggota Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) itu.

Terkait kejadian delay parah ini, Menteri Perhubungan Budi Karya telah memanggil pihak Lion Air untuk dimintai penjelasan.

Baca juga: Lion Air Siap Penuhi Panggilan Menhub Soal Delay Parah

(nkn/miq)

Share:

15 komentar

https://polong.detik.com/api/datalayer/mood.php#idkanal=10||idnews=3266287||prefix=0||title=Delay%20Lion%20Air%20Rute%20Singapura-Jakarta%2C%20Penumpang%20Asing%20Ikut%20Kesal||article_url=http%3A%2F%2Fm.detik.com%2Fnews%2Fberita%2F3266287%2Fdelay-lion-air-rute-singapura-jakarta-penumpang-asing-ikut-kesal||ismobile=1

Baca Juga

News Feed

SELENGKAPNYA

http://staticxx.facebook.com/connect/xd_arbiter/r/bz-D0tzmBsw.js?version=42#channel=f22875af52512&origin=http%3A%2F%2Fm.detik.comhttps://staticxx.facebook.com/connect/xd_arbiter/r/bz-D0tzmBsw.js?version=42#channel=f22875af52512&origin=http%3A%2F%2Fm.detik.com


By retailAds detikcom+

http://channelbox.iklanbaris.detik.com/chanel_boxs/7/10/1

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com

Ke Atas · Berita Lainnya · Search

Navigasi detiknews

HomeBeritaDaerahInternasionalKolomWawancaraLapsusTokohFoto NewsMost PopularPro KontraSuara PembacaOpini AndaInfografisVideo

Indeks

Lihat Versi Desktop


Redaksi · Pedoman · Info Iklan · Privacy Policy


  

Copyright @ 2016 detikcom
All right reserved

Back To Top

June 16, 2016

Cilitink, Batik Air dan Lion Air Akhirnya Bisa Terbang ke Eropa

Rini Friastuti – detikNews

Foto: Thinkstock

Jakarta – Uni Eropa akhirnya mencabut pelarangan 3 maskapai milik Indonesia untuk terbang ke negara-negara di benua Eropa. Ketiga maskapai tersebut yakni Citilink, Lion Air dan Batik Air, yang diperbolehkan terbang ke Eropa setelah lolos uji standar keselamatan.

“Komisi Uni Eropa memutuskan untuk mencabut Batik Air, Citilink dan Lion Air dari daftar maskapai tak layak terbang ke Eropa,” demikian dalam siaran pers Uni Eropa, Kamis (16/6/2016).

Selain 3 maskapai dari Indonesia, dua maskapai dari negara lain juga dikeluarkan dari daftar hitam keamanan penerbangan Uni Eropa. Maskapai tersebut adalah Air Madagascar dan seluruh maskapai penerbangan bersertifikat dari Zambia. 

“Dengan tambahan hampir seluruh pesawat milik Iran Air diperbolehkan untuk melanjutkan  ke negara Uni Eropa,” jelas siaran pers tersebut.

Walaupun begitu masih ada 216 maskapai penerbangan yang berada dalam daftar hitam (blacklist) Uni Eropa. Pelarangan dikarenakan kurangnya pengawasan keamanan di negara masing-masing. Dalam 216 daftar tersebut juga masih tercantum beberapa maskapai asal Indonesia seperti Sriwijaya Air hingga Pelita Air, dikarenakan masih belum memenuhi standar keamanan penerbangan Uni Eropa.

Baca juga: Hanya 4 Maskapai RI yang Boleh Terbang ke Eropa, Ini Penjelasannya

Pada 2015 lalu, Komite Keselamatan Udara Uni Eropa baru mengeluarkan daftar maskapai dunia yang boleh terbang ke kawasan Uni Eropa. Dari audit tersebut, baru 4 maskapai penerbangan asal Indonesia yang boleh terbang ke Benua Eropa seperti Garuda Indonesia, Indonesia AirAsia, Airfast Indonesia, dan Premi Air. Sedangkan puluhan maskapai lainnya masih dilarang terbang ke wilayah udara Uni Eropa karena alasan keselamatan. 

Keempat maskapai yang lolos tersebut sebelumnya telah diajukan oleh Kemenhub ke otoritas Uni Eropa. Setelah menjalani proses audit, Otoritas Uni Eropa menyatakan keempat maskapai tersebut lolos standar keselamatan. Hasil audit Uni Eropa merujuk pada hasil audit International Civil Aviation Organization (ICAO).(rni/miq)

Share:

May 10, 2016

Tunjangan Pilot Belum Dibayar, Persoalan di Lion Air yang Bikin Penerbangan Delay

Selasa 10 May 2016, 13:34 WIB

Rachmadin Ismail – detikNews
Tunjangan Pilot Belum Dibayar, Persoalan di Lion Air yang Bikin Penerbangan DelayLion Air (Foto: Ari Saputra)
Jakarta – PT Angkasa Pura I menyebut ada aksi pilot Lion Air mogok sehingga membuat sejumlah penerbangan terganggu. Pihak Lion Air membantah ada aksi mogok dan menyebut hanya persoalan administrasi. Apa urusan administrasi yang dipersoalkan?

Andy M Saladin, Public Relations Manager Lion Air Group mengatakan, persoalan administrasi yang dimaksud adalah ada tunjangan yang belum dibayarkan. Namun dia memastikan, urusan itu sudah selesai.

“Masalah administrasi itu memang betul adanya tunjangan yang belum dibayarkan. Tetapi ini dikarenakan adanya long weekend kemarin sehingga proses pembayarannya memerlukan waktu yang lebih lama,” kata Andy saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (10/5/2016).

Sebelumnya, Direktur Umum Lion Group Edward Sirait mengatakan, beberapa awak Lion Air juga sedang sakit sehingga ada beberapa penerbangan yang mengalami keterlambatan.

Edward memastikan, persoalan administrasi tersebut sudah dapat diselesaikan dan operasional penerbangan sudah berjalan normal. Ke depan, Lion Air berjanji melakukan perbaikan terkait hal tersebut.

“Ke depannya masih akan terjadi beberapa penerbangan yang akan mengalami keterlambatan dan kami akan berusaha untuk mengurangi keterlambatan tersebut. Kami atas nama management Lion Air mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” tambahnya.
(mad/nrl)

May 2, 2016

Dua Pesawat Lion Air Senggolan Saat Hendak Terbang di Cengkareng

Senin 02 May 2016, 13:47 WIB

Rachmadin Ismail – detikNews
Dua Pesawat Lion Air Senggolan Saat Hendak Terbang di CengkarengPesawat Lion Air di Bandara Soekarno-Hatta (Foto: Dikhy Sasra)
Jakarta – Dua pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT026 dengan rute Cengkareng-Denpasar dan JT770 rute Cengkareng-Manado senggolan saat sedang push back, Minggu (1/5) malam. Pesawat mengalami kerusakan, namun tidak parah.

Andy M Saladin, Public Relations Manager Lion Air Group saat dikonfirmasi soal peristiwa ini menjelaskan, peristiwa terjadi pada kemarin malam sekitar pukul 22.30 WIB. Dua pesawat itu berisi penumpang dan hendak berangkat menuju tujuan masing-masing.

“Benar, ada senggolan tapi bukan senggolan parah. Antara pesawat Lion dan pesawat Lion,” kata Andy kepada detikcom, Senin (2/5/2016).

Kejadian ini berlangsung ketika dua pesawat itu selesai mundur dari apron untuk menuju taxi way untuk lepas landas di runway. Belum jelas apa pemicunya, terjadilah kemudian senggolan. Andy belum mau berspekulasi soal siapa yang salah. Dia menyerahkan semua kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Yang perlu ditekankan adalah semua pergerakan diarahkan dari ATC (Air Traffic Control). Kami hanya menjalankan apa yang sudah diperintahkan ATC,” tegasnya.

Andy tidak menyebut bagian mana dari pesawat yang mengalami kerusakan. Yang pasti, menurutnya, penumpang langsung dievakuasi lalu diterbangkan dengan pesawat pengganti, walau sempat terjadi delay.

“Ini kerusakannya masih bisa diperbaiki. Tapi pesawatnya belum dioperasikan karena masih menunggu investigasi KNKT,” paparnya.
(mad/nwk)

January 6, 2016

Porter Lion Air Kabur Setelah Sindikat Pencuri Bagasi Terungkap

saya mah ogah naik Lion Air lagi !   Apa yang bener dari Lion Air ???? Perusahaan Penerbangan ini bikin rusak nama Indonesia di dunia penerbangan ! Lion Air = MetroMini Air !  Kemarin BNN tangkep awak pesawat (pilot dan pramugarinya) yang sedang asik “nyabu”. Sekarang terungkap juga bahwa ground handling bagassi Lion Air ternyata diawaki oleh portir maling ! Buset deh Lion ya di darat dan di udara tidak aman dan nyaman. Lebih baik maskapai ini dibekukan dulu ijinnya sampai mereka melakukan perbaikan menyeluruh !

Pilot dan pramugari pada “nyabu”, barang tidak aman
Selasa, 5 Januari 2016 | 13:39 WIB

Andri Donnal Putera(Dokumentasi CCTV PT Angkasa Pura II) Rekaman CCTV milik PT Angkasa Pura II menampilkan oknum porter membuka koper penumpang dan mengambil barang berharga di area bagasi maskapai Lion Air, Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, bulan November 2015 lalu.

TANGERANG, KOMPAS.com – Setelah modus pencurian barang penumpang di bagasi pesawat Lion Air terungkap belum lama ini, banyak porter di maskapai tersebut mengundurkan diri.

“Porter di Lion Air itu sebagian besar sudah pada kabur. Terkait dengan penggelapan ini,” kata Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta Komisaris Aszhari Kurniawan kepadaKompas.com, Selasa (5/1/2016) siang.

Meski demikian, polisi sudah mengantongi sejumlah porter Lion Air yang masih dalam kelompok sindikat pencuri barang penumpang di bagasi pesawat.

Sampai saat ini, polisi masih mengejar pelaku ke beberapa daerah yang masih dalam cakupan Jabodetabek dan sekitarnya.

Hingga saat ini, baru ada empat tersangka yang merupakan porter dan security atau petugas keamanan maskapai Lion Air yang terekam CCTV milik PT Angkasa Pura II tengah mengambil barang di koper penumpang, tertanggal 16 November 2015.

Mereka adalah S (22), M (29), A (28), dan H (29). S dan M adalah porter Lion Air, sedangkan A dan H petugas keamanan Lion Air.

Dari pencurian yang mereka lakukan, didapati barang bukti berupa delapan telepon genggam dan uang tunai Rp 200.000.

Para tersangka mengaku sudah lama melakoni pencurian. Mereka dengan melibatkan porter dan petugas keamanan maskapai yang seharusnya bertugas mengawal dan memeriksa porter saat akan dan setelah memuat barang ke bagasi pesawat.

Para tersangka dikenakan Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pencurian dengan Pemberatan jo Penggelapan jo Pertolongan Jahat (Tadah) dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Porter dan Petugas Keamanan Diduga Mencuri Barang Penumpang, Ini Tanggapan Lion Air

Minggu, 3 Januari 2016 | 05:30 WIB

Andri Donnal Putera(Dokumentasi CCTV PT Angkasa Pura II) Rekaman CCTV milik PT Angkasa Pura II menampilkan oknum porter membuka koper penumpang dan mengambil barang berharga di area bagasi maskapai Lion Air, Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, bulan November 2015 lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com – Polisi tengah menyelidiki kasus pencurian barang-barang milik penumpang di bandara yang diduga melibatkan porter dan anggota keamanan Lion Air. Apa tanggapan maskapai penerbangan tersebut?

Saat dihubungi Kompas.com, Public Relation Lion Air Andy Saladin mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan pihak internal yang melakukan investigasi dan bekerja sama dengan petugas keamanan bandara serta polisi.

Porter Lion Air yang diduga melakukan kejahatan tersebut telah ditahan aparat kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut. Terkait dugaan keterlibatan oknum petugas keamanannya juga, Lion Air siap membantu aparat kepolisian.

“Kita investigasi sama-sama, Mas. Apabila memang ada security maskapai yang terlibat dan ada barang buktinya, akan diserahkan ke pihak kepolisian,” ujar Andy Saladin lewat pesan singkat.

Andy sempat mempertanyakan kabar pencurian barang penumpang karena pada peristiwa yang dilaporkan terjadi November 2015, tersangka pelakunya sudah ditangani polisi.

“Itu kejadian November atau baru? Kalau kejadian November, pelakunya sudah ditangkap juga kan, Mas,” kata Andy.

Namun, saat dijelaskan bahwa hasil penyelidikan polisi, selain porter, ada oknum petugas keamanan yang diduga juga terlibat, Andy mengatakan pihaknya akan membantu apart kepolisian menyelidiki lebih lanjut.

Dia kemudian menjawab, jika ada penumpang yang melaporkan kehilangan barang di bagasi pesawat, dipastikan akan ditindaklanjuti dengan baik.

Ketika ditanya apa jaminan keamanan bagi barang penumpang di bagasi pesawat Lion Air untuk mengantisipasi hal-hal serupa di masa mendatang, Andy belum menjawab.

Sebelumnya diberitakan, Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta bersama pihak bandara mengungkap pencurian barang penumpang oleh oknum porter Lion Air yang terekam CCTV milik PT Angkasa Pura II.

Dari rekaman tersebut, saat gambar diperbesar oleh operator, terlihat dengan jelas koper penumpang dibuka dengan paksa dan oknum porter mengambil sejumlah barang.

Rekaman itu tertanggal 16 November 2015 lalu. Dari bukti rekaman tersebut, Polres bersama manajemen bandara mengamankan empat oknum porter Lion Air dengan dua orang berinisial A, M, dan S.

Salah satu dari empat porter Lion Air yang diamankan Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta, S, mengakui ada petugas keamanan atau security Lion Air yang ikut mencuri barang di bagasi.

Polisi masih mengembangkan kasus ini dengan menyelidiki peran senior porter yang sebelumnya disebut menjadi otak dari pencurian barang penumpang.

+++++++++

Begini Awal Terungkapnya Sindikat Pembobol Bagasi Lion Air

KAMIS, 07 JANUARI 2016 | 08:31 WIB

Begini Awal Terungkapnya Sindikat Pembobol Bagasi Lion Air

Laptop memutar rekaman CCTV milik PT Angkasa Pura II yang menunjukkan oknum porter melakukan pembobolan tas penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 3 Januari 2016. Polisi menduga, ada lebih dari 20 orang anggota sindikat pencurian bagasi penumpang di Bandara Soekarno-Hatta yang tengah dikejar ke berbagai lokasi. ANTARA/Lucky R

TEMPO.COTangerang – Direktur Utama PT Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi mengungkapkan terbongkarnya sindikat pembobol tas di bagasi pesawat maskapai Lion Air merupakan hasil kerja sama semua pihak terkait dengan Bandara Soekarno-Hatta. Pihak-pihak itu antara lain operator bandara, maskapai penerbangan, dan pihak kepolisian.

“Ini tindak lanjut dari keresahan pengguna jasa bandara yang kehilangan barang di bagasi selama ini,” ujar Budi, Rabu, 6 Januari 2016. Menurut Budi, banyaknya keluhan penumpang yang kehilangan barang di dalam bagasi mendorong PT Angkasa Pura II menginvestigasi internal dengan melibatkan pihak kepolisian.

BACA: Maskapai Perketat Rekrutmen Porter dan Sekuriti

Awalnya, kata dia, aparat bandara kesulitan mendeteksi aksi para sindikat ini. “Sampai akhirnya kami berhasil memetakan beberapa titik di area make up bandara rawan kehilangan,” katanya. Pada pertengahan November 2015, kamera CCTV bandara berhasil merekam aksi pembobolan tas yang dilakukan porter Lion Air.

Korban mereka ketika itu adalah penumpang pesawat Batik Air di Terminal I C Bandara Soekarno-Hatta. Hasil rekaman itu kemudian diserahkan ke Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta. “Kami langsung menindaklanjutinya dengan melakukan penyelidikan,” kata Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Komisaris Besar Roycke Harry Langie.

BACA: Terungkap: 12 dari 20 Porter Lion Air Bobol Bagasi

Tak lama, polisi menangkap empat tersangka yang terdiri atas dua porter dan dua sekuriti maskapai Lion Air tersebut. Belakangan terungkap jika 12 dari 20 anggota regu porter Lion Air terlibat kasus pencurian dibantu dengan sekuriti maskapai. Polisi masih memburu belasan porter lainnya.

Direktur Operasional Lion Air Daniel Putut Adi Kuncoro mengatakan kasus pembobolan bagasi yang marak di maskapai itu membuat jengah perusahaan. Dalam kasus yang diungkap polisi saat ini, Daniel memposisikan Lion Air sebagai korban. “Kami adalah korban dari kelompok oknum yang melakukan pencurian,” katanya.

BACA: Minimnya CCTV, Penyebab Bagasi Penumpang Dicuri

Kondisi tersebut, kata Daniel, telah lama dikeluhkan penumpang Lion Air yang melapor sering kehilangan dan kerusakan tas. Selama 2014, kata Daniel, tercatat 28 kasus pembobolan tas di semua penerbangan Lion Air Group, meliputi Lion Air, Batik Air, dan Wings Air. “Sebanyak 18 kasus di antaranya kami ungkap sendiri,” katanya.

Pengungkapan kasus itu, kata Daniel, dilatarbelakangi banyaknya laporan dan kecurigaan terhadap petugas porter yang membawa sejumlah barang ketika selesai bertugas. “Ada yang membawa 5-6 handphone, setelah kami telusuri ternyata barang itu memang bukan milik mereka,” katanya.

BACA: Begini Cara Bandara Ngurah Rai Cegah Kasus Pembobolan Begasi

Adapun pada 2015, tercatat sedikitnya 15 kasus dugaan pembobolan tas yang terjadi di Lion Air Group. Karena itu, kata Daniel, maskapai meminta bantuan polisi untuk melakukan penyelidikan dan mengungkap kasus ini.

JONIANSYAH HARDJONO

December 29, 2015

Pilot Terancam 4 Tahun Penjara

Amit amit naik Lion air !  Penerbangan biasa saja suka bikin emosi, eh ternyata beberapa pilotnya doyan “nyabu” pula
Koran Tempo
SELASA, 29 DESEMBER 2015

JAKARTA – Sandi Haryadi, 34 tahun, pilot salah satu maskapai penerbangan yang tertangkap saat menggunakan narkotik jenis sabu, terancam hukuman 4 tahun kurungan. Sandi ditangkap bersama dua rekannya yang juga kru maskapai tersebut, yakni MT, 23 tahun, seorang pramugara, SR (20), pramugari, serta NM (33), seorang ibu rumah tangga, pada Sabtu dua pekan lalu.

Mereka ditangkap di sebuah apartemen, Jalan Marsekal Suryadarma, Tangerang, saat tengah berpesta sabu dan ganja. Berdasarkan hasil tes urine, Sandi positif mengkonsumsi ganja dan tiga lainnya memakai sabu.

Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional, Brigadir Jenderal Deddy Fauzi Elhakim, mengatakan keempat tersangka dijerat dengan Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika karena penyalahgunaan murni. Ancaman hukumannya 4 tahun kurungan. “Karena tertangkap basah, tetap diproses hukum,” kata Deddy di kantornya, kemarin.

Berkas perkara empat orang itu masih dilengkapi penyidik sebelum diserahkan ke pengadilan. “Setelah kami ajukan ke pengadilan, hakim yang akan menentukan dihukum (penjara) atau direhabilitasi,” ujarnya.

Menurut Deddy, Sandi bersama tiga rekannya tak dapat langsung direhabilitasi karena bukan pengguna yang melapor diri ke BNN. “Mereka ditangkap. Berbeda dengan yang melaporkan diri sendiri,” kata dia. Untuk itu, pilot bersama krunya harus menjalani proses hukum. “Ini juga untuk memberikan efek jera karena tidak cukup langsung direhabilitasi.”

Selepas penangkapan kru salah satu maskapai ini, Kepala BNN Komisaris Jenderal Budi Waseso menyatakan pilot bersama tiga rekannya tersebut bukan korban narkoba. “Mereka itu pelaku karena secara sengaja dan sadar menggunakan narkoba,” kata Budi. Karena itu, dia melanjutkan, mereka wajib menjalani hukuman penjara.

Penyidik BNN juga masih menyelidiki jaringan peredaran narkotik yang melibatkan kru maskapai ini. “Kami masih menyelidiki pemasok dan masing-masing peran tersangka, apakah ada yang terlibat di dalam peredaran narkoba,” ujar Budi. “Bisa jaringan pembeli, pemakai, atau pengedar. Karena ada pembeli, pasti ada penjual.” BNN pun menunggu hasil tes rambut dan darah para tersangka untuk memastikan sudah berapa lama mereka mengkonsumsi narkoba. AFRILIA SURYANIS


Awak Kabin ‘Melayang’

Bukan sekali ini kru pesawat tertangkap menggunakan narkoba. Sejumlah awak kabin pernah tertangkap basah memiliki dan mengkonsumsi barang haram ini, di luar lingkungan bandara. Berikut ini daftarnya:

2011

– Pilot dari maskapai penerbangan Lion Air, Muhammad Nasri, ditangkap bersama dua kopilotnya, Husni Thamrin dan Imron, saat sedang berpesta sabu di Apartemen The Colour Modernland, Kota Tangerang.

– Awak kabin maskapai Lion Air, Winnie Raditya, ditangkap petugas Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat di salah satu tempat rumah kos karena menyimpan sabu di pakaian dalamnya.

2012

– Pilot maskapai Lion Air, Hanum Adiyaksa, ditangkap saat sedang mengisap sabu di Makassar.

– Pilot maskapai Lion Air, Syaiful Salam, ditangkap saat tengah mengisap sabu di kamar Hotel Garden Palace Surabaya, Jawa Timur. Penyidik menyita 0,4 gram sabu siap pakai.

2013

– Kopilot Garuda Indonesia positif menggunakan narkotik saat Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan melakukan tes urine di Bandar Udara Internasional Hasanuddin, Makassar. AFRILIA SURYANIS

December 24, 2015

Soal Suhu Dingin di Kabin Lion Air, Ini Keterangan Kemenhub

Lion(g) Air sama Metro Mini.. beda beda tipis

Rabu, 23 Desember 2015 | 03:23 WIB
KOMPAS.com/YOGA SUKMANAPesawat Lion Air B737-800 terparkir di run way Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (19/8/2015)

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Perhubungan menyatakan, masalah teknis menjadi penyebab suhu di dalam kabin pesawat Lion Air tujuan Jakarta-Makassar sangat dingin hingga menyebabkan air di kabin pesawat membeku, dan pesawat didaratkan di Surabaya demi keselamatan penumpang.

“Hanya kesalahan teknis, sudah dibetulkan dan sudah laik terbang,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Suprasetyo saat ditemui di Jakarta, Selasa (23/12/2015).

Dia menilai, langkah pesawat Lion Air yang mendarat di Surabaya merupakan upaya untuk mengutamakan keselamatan agar kerusakan pendingin ruangan tersebut bisa segera diatasi.

Suprasetyo mengaku, inspektur telah mengecek kondisi pesawat secara teknis sebelum terbang.

“Pengecekan di darat sudah, kemungkinan saja ada pengaruh dari suhu sehingga velve tidak fleksibel, dan itu teknis, tapi itu tidak menyebabkan major damage,” katanya.

Pesawat Lion Air JT772 tujuan Jakarta-Makassar terpaksa mendarat di Surabaya karena temperatur udara di kabin mendingin hingga membuat air membeku.

Peristiwa itu terjadi setelah pesawat lepas landas sekitar pukul 21.00 WIB, Senin (21/12/2015), dari Jakarta menuju Makassar.

December 22, 2015

Ini Pilot yang Ditangkap BNN Saat Konsumsi Sabu

Pilot sabu sabu. Ngerii sekali.

Home / detikNews / BeritaSelasa 22 Dec 2015, 22:28 WIB

Edward Febriyatri Kusuma

– detikNewsFoto: IstimewaJakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap pilot dan kru pesawat maskapai Lion Air di sebuah apartemen di Tangerang Selatan. Sumber detikcom di BNN, Selasa (22/12/2015), menyebut ketiga orang yang ditangkap adalah Sandi Haryadi (35) bekerja sebagai pilot, pramugara bernama Muhamad Taufan (23) pramugara dan Syifa Ranida (20) pramugari.Mereka ditangkap di Apartemen Aero Polis pada sekitar pukul 14.00 WIB, Sabtu (19/12). Kepala BNN Komjen Budi Waseso mengatakan ketiga orang termasuk NN (33) ibu rumah tangga ditangkap saat sedang mengonsumsi sabu dan ganja.Operasi penggerebekan itu juga melibatkan POM TNI serta Polres Tangerang. Dalam penangkapan, petugas BNN juga menemukan kartu identitas Sandi Haryadi dengan nomor 142924 dan masa berlaku kartu pada Mei 2018.(Baca juga: Kuasa Hukum Lion Air: Pria yang Ditangkap BNN Calon Kopilot Lion Air)Manajemen maskapai Lion Air melalui Corporate Lawyer Lion Air Group Harris Arthur Heddar membantah pria yang ditangkap merupakan pilot. Harris mengatakan pria yang ditangkap adalah kopilot.”Dia masih training calon copilot di Lion Air, jadi dia bukan karyawan kita. Masih training, baru 3 atau 4 bulan,” ujar Harris Arthur kepada detikcom.Harris mengatakan, karena kasus ini, otomatis calon kopilot itu tidak akan diterima di Lion Air. Dia mengatakan, kasus ini adalah masalah pribadi dan tak ada sangkut pautnya dengan maskapai.”Dia sudah diberhentikan dari training kita. Enggak ada juga kita kasih-kasih bantuan hukum ke dia, itu urusan pribadi sama penegak hukum,” ungkapnya.Sedangkan Andy M Saladin Public Relations Manager Lion Air Group saat dihubungi terpisah menyebut belum ada kepastian soal penangkapan kru pesawatnya. Saat disebutkan ketiga nama orang yang ditangkap, Saladin mengatakan pihaknya harus melakukan kroscek terlebih dulu.”Ini harus dicek dulu,” kata Andy.Humas BNN Slamet Pribadi saat dikonfirmasi tidak membantah atau membenarkan identitas pilot dan dua kru pesawat. “Kita masih ada waktu pemeriksaan untuk proses penyelidikan. Sejauh ini status mereka masih belum ditentukan. Setelah proses pemeriksaan baru bisa ditentukan,” katanya. (fdn/fdn)