Archive for ‘BUMN news’

February 24, 2017

PT DI Didorong Merancang Helikopter Sendiri

Kalau dapat penugasan yang buat helicopter.. pemerintah atau angkatan udara mau tidak membeli  ??  Nanti nasibnya macam panser badak atau anoa.. pemerintah hanya mampu membeli seadanya saja… Semoga pemerintahan sekarang sudah punya komitmen kuat untuk memajukan industri strategis dalam negeri !

 

 

Jumat, 24 Februari 2017 | 18:55 WIB
Adrian Pingstone/public domainIlustrasi helikopter

JAKARTA, KOMPAS.com – Deputi Bidang usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Fajar Harry Sampurno mengungkapkan, BUMN Kedirgantaraan yakni PT Dirgantara Indonesia (Persero) sampai saat ini belum bisa merancang atau menciptakan desain helikopter.

Memang sudah banyak helikopter yang terbang perdana dari pabrik PT DI di Bandung, namun helikopter tersebut adalah desain dari beberapa produsen helikopter seperti Bell dan Eurocopter. PT DI hanya merakitnya saja.

“Kita itu hanya manufacturing atau merakit kemudian menerbangkan,” ujar Harry di Jakarta, Jumat (24/2/2017).

Menurut Harry, memang tak mudah bagi PT DI untuk merancang atau menciptakan desain helikopter sendiri. Beragamnya varian serta kecanggihan peralatan dan sparepart membuat PT DI kesulitan untuk mendesain helikopter.

Hingga saat ini, PT DI masih bertindak sebagai perakit helikopter di markasnya yakni Bandung Jawa Barat. Besarnya permintaan helikopter dari pasar ASEAN menuntut PT DI untuk bisa merancang atau mendesain helikopter, bukan hanya merakit.

PT DI dinilai akan mampu mendesain helikopter. Pasalnya, hingga saat ini, PT DI telah menciptakan beberapa tipe pesawat yang telah digunakan beberapa negara di dunia.

Seperti CN 235 dan CN 295, kedua pesawat itu merupakan desain asli anak bangsa yang dalam produksinya bekerja sama dengan Airbus. Banhkan, saat ini PT DI tengah merancang jenis pesawat baru yaitu CN 245.

February 21, 2017

PT PAL Akan Kolaborasi dengan Abu Dhabi Ship Building

SELASA, 21 FEBRUARI 2017 | 09:30 WIB

PT PAL Akan Kolaborasi dengan Abu Dhabi Ship Building

Kapal perang Indonesia jenis Perusak Kawal Rudal (PKR) 10514 KRI I Gusti Bgurah Rai 332 sedang dibangun di PT PAL Indonesia, Surabaya, Jawa Timur, 8 November 2016. KRI 332 merupakan kapal PKR kedua yang dipesan TNI dari PT PAL. ANTARA/Irfan Anshori

TEMPO.CO, Jakarta – PT PAL Indonesia, perusahaan galangan kapal terkemuka Indonesia, menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Abu Dhabi Ship Building (ADSB), perusahaan penyedia konstruksi dan layanan perbaikan untuk kapal angkatan laut, militer, dan komersial di Timur Tengah.

MoU itu ditandatangani kedua perusahaan disela Naval Defence Exhibition and Conference (NAVDEX) 2017, bagian dari International Defence Exhibition and Conference (IDEX) yang diadakan di Abu Dhabi pada 19 – 23 Februari 2017.

Kedua perusahaan akan berkolaborasi dan menggabungkan kemampuan dan sumber daya untuk menciptakan peluang dalam bisnis galangan kapal, pemeliharaan, perbaikan, dan pemeriksaan armada laut untuk Indonesia dan Uni Emirat Arab pada produk unggulan seperti Fast Patrol Boat, Strategic Sealift Vessel dan Light Frigate, demikian keterangan KBRI Abu Dhabi yang diterima Antara London, Selasa, 21 Februari 2017.

Baca:
Putusan KPPU, Yamaha: Majelis Kesampingkan Fakta Persidangan
Singkawang Groundbreaking Landas Pacu Pesawat Tahun Ini

 

CEO dari Abu Dhabi Ship Building, Dr Khaled Al Mazrouei mengatakan Abu Dhabi merasa bangga mampu berperan pada penataan jaringan global dari mitra strategis dari berbagai negara.

“Kemitraan kami dengan PT PAL merupakan salah satu pilihan yang cermat atas keahlian, pengetahuan dan reputasi mereka pada kapal angkatan laut, militer dan komersial. Kami berharap kerjasama ini dapat terus berlanjut untuk pelayanan yang lebih baik pada pelanggan kami dimasa depan dan untuk kemajuan hubungan bilateral antara UEA dan Indonesia, ” ujar Dr Khaled Al Mazrouei.

Simak:
Kemenhub Dukung Target 15 Juta Wisman Tahun Ini
Sebanyak 80 Persen Kredit Perbankan Jatim untuk UMKM

 

Sementara itu Direktur Utama PT PAL Indonesia Muhammad Firmansyah Arifin mengatakan bahwa hal ini merupakan strategi perusahaan untuk memperluas pengembangan bisnis di pasar internasional. Oleh karena itu, penting untuk memperkuat jaringan global dan memperluas sinergi dengan mitra strategis global.

“Dengan adanya kesamaan dalam portofolio bisnis di bidang industri pertahanan, kemitraan dengan Abu Dhabi Ship Building diyakini akan menciptakan nilai bagi para pemangku kepentingan di kedua belah pihak,” ujarnya.

Dubes RI Husin Bagis mengatakan sesuai dengan misi KBRI untuk meningkatkan nilai dagang antara Indonesia dan UEA, ekspor produk-produk teknologi pertahanan yang sudah ternama di dunia, kompetitif dan unggul adalah salah satu cara untuk mencapai hal tersebut.

“Selain itu, saya merasa hubungan yang semakin erat antara Jakarta dan Abu Dhabi jelas terlihat dari perdagangan produk-produk teknologi pertahanan,” lanjut Duta Besar RI Husin Bagis.

Sebelumnya, PT PAL Indonesia dan IGG-PEA menandatangani joint agreement di bidang pemasaran global. Sebagai implementasi dari strategi untuk meningkatkan jaringan global, PT PAL Indonesia ingin membangun kemitraan dan menjadi bagian dari IGG, penyedia sistem pertahanan dan keamanan yang unggul untuk lebih dari 80 negara, termasuk Amerika Serikat.

ANTARA

February 13, 2017

Daya Jelajah 1.100 Km, Pesawat N245 Mampu Terbangi Rute-rute Ini

Senin 13 Feb 2017, 13:37 WIB

Ardan Adhi Chandra – detikFinance
Daya Jelajah 1.100 Km, Pesawat N245 Mampu Terbangi Rute-rute IniFoto: Dok. PT Dirgantara Indonesia (PT DI)
Jakarta – PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) akan memproduksi pesawat N245 di tahun ini seiring sudah masuknya pengembangan pesawat ini ke Proyek Strategis Nasional (PSN). Pesawat ini nantinya memiliki kecepatan 270 knot atau sekitar 500 kilometer (km) per jam dengan daya jelajah 1.100 km.

Pesawat yang ditujukan untuk transportasi antar kota ini dikembangkan sesuai dengan amanat Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meningkatkan konektivitas antar daerah.

Baca juga: Pesawat N245 Mampu Melesat Hingga 500 Km/Jam

“Kita ikuti amanat Presiden RI kita mesti menaikkan konektivitas melalui udara. Itu mau kita sambungkan kota-kota yang hari ini belum tersedia pesawat,” kata Direktur Produksi PTDI Arie Wibowo saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Senin (13/2/2017).

Ia pun mencontohkan beberapa kota yang bisa dijangkau dengan adanya pesawat N245 nanti di 2020. Mulai dari kota-kota di Jawa, Sumatera, hingga Kalimantan.

“Jember-Surabaya, Jember-Malang ada daerah-daerah seperti Tanjung Bara-Balikpapan, kemudian Bali-Lombok, dan Kuching-Pontianak,” ujar Arie.

Baca juga: Masuk Proyek Strategis Nasional, Pesawat N245 Diproduksi Tahun Ini

Pengembangan N245 memakan biaya hingga US$ 200 juta. Dalam tahap awal, PTDI akan membuat 3 prototipe pesawat N245.

“Itu kan ada pengembangan engineering kemudian pengadaan material dan peralatan infrastruktur untuk pembuatan dan itu kita produce 2-3 prototipe,” tutup Arie. (hns/hns)

February 13, 2017

Garuda Belanja 9 Unit Pesawat Baru Tahun Ini

SENIN, 13 FEBRUARI 2017 | 14:12 WIB

Garuda Belanja 9 Unit Pesawat Baru Tahun Ini

Dirut Garuda Indonesia, M. Arief Wibowo dan Emirsyah Satar berfoto bersama dalam RUPSLB di Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten, 12 Desember 2014. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

TEMPO.CO, Jakarta – PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) akan menambah sembilan unit pesawat baru tahun ini. Pembelian pesawat dilakukan dengan skema operating lease.

Direktur Utama Garuda, Arief Wibowo, mengatakan lima unit pesawat baru yang didatangkan berjenis Airbus 320. Pesawat tersebut akan digunakan oleh Citilink. “Untuk melanjutkan pengembangan Citilink terutama dalam dominasi di pasar domestik,” kata dia di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 13 Februari 2017.

Baca Juga: Garuda Indonesia Segera Buka Rute Lombok-Guangzhou  

Satu pesawat yang akan didatangkan berjenis Boeing 737 Max. Arief mengatakan produk terbaru Boeing itu akan dikirim pada semester III atau IV tahun ini dan menjadi yang pertama yang dikirim ke Indonesia.

Tiga unit lainnya merupakan pesawat ATR. Pesawat tersebut akan dioperasikan di wilayah timur Indonesia. Arief mengatakan basisnya akan terletak di Maluku dan Papua. “Nantinya itu akan menjadi feeder kami di timur,” kata dia.

Simak: Diresmikan, PT AJB Lanjutkan Kerja Bumiputera 

Selain ekspansi di domestik, Arief mengatakan Garuda juga akan ekspansi di internasional. Menurut dia, ekspansi akan lebih dominan dilakukan di pasar Cina dan Timur Tengah.

VINDRY FLORENTIN

February 13, 2017

GMF AeroAsia Dinilai Layak Go Public

Kamis, 26 Januari 2017 – 14:26 wib

\GMF AeroAsia Dinilai Layak Go Public

Ilustrasi pasar modal. (Foto: Okezone)

Agregasi

  • Share on Facebook
  • Share on Twitter
  • Share on Google
  • Share on linkedin
  • Share on Path
A A A
  • Share on Facebook
  • Share on Twitter
  • Share on Google
  • Share on linkedin
  • Share on Path

JAKARTA – Sempat tertunda, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) kembali mewacanakan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) anak usaha.

Adalah PT GMF AeroAsia yang dinilai Direktur Utama Garuda Indonesia, Arif Wibowo, sudah layak untuk mencatatkan saham IPOnya di pasar modal. “Secara administrasi dan kinerja, GMF AeroAsia sudah layak jual,” kata Arif di Jakarta.

Kendati demikian, IPO dapat direalisasikan jika sudah mendapatkan persetujuan dari Kementerian BUMN. Saat ini, pemegang saham mayoritas GMF tengah melakukan kajian. Oleh sebab itu, pihaknya ikuti arahan pemegang saham mayoritas saja sebab secara hak di mana IPO adalah domain pemegang saham.

Menurut dia, total aset GMF saat ini berkisar USD400-500 juta. Namun, jumlah kontribusi anak usaha ini ke perseroan enggan diungkapkannya. Rencana penjualan saham GMF telah diwacanakan sejak kepemimpinan Emirsyah Satar. Ketika itu, manajemen menargetkan aksi korporasi dapat terealisasi pada semester I 2013, tetapi terus mundur hingga saat ini.

Saham anak usaha Garuda yang bergerak dalam bidang pemeliharaan pesawat tersebut akan dilepas lebih dari 20%. Dengan demikian, target dana yang dihimpun oleh GMF sebesar USD100 juta.

Pada tahun ini, Garuda menargetkan pertumbuhan jumlah penumpang sekitar 8,7% menyusul meningkatnya penerbangan dari Timur Tengah dan Cina sekitar ‘double digit’ dan wilayah Indonesia Timur sekitar 11%.”Kita juga harapkan trafik Grup Garuda Indonesia bisa tembus mendekati 40 juta penumpang. Kalau tembus, maka angka ini akan menjadi indikasi positif bagi kita,”kata Arif.

Sebagai informasi, GMF AeroAsia berencana IPO di kuartal pertama tahun 2014. Namun karena valuasi sahamnya masih rendah, ditunda untuk listing di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pihak perseroan mengungkapkan, penundanaan IPO GMF AeroAsia dimaksudkan untuk memperkuat bisnis dengan menambah lini usaha agar kapitalisasi pasarnya sesuai dengan yang diinginkan.

(mrt)

February 10, 2017

Pelindo II Dinilai Salah Strategi dalam Mengembangkan Bisnis

Siapa yang suruh  menempatkan mantan banker jadi bos pelabuhan ?????

Gentur Putro Jati, CNN Indonesia
Jumat, 10/02/2017 19:03 WIB
Pelindo II Dinilai Salah Strategi dalam Mengembangkan BisnisStrategi membangun sejumlah pelabuhan baru, dinilai tidak tepat dilakukan saat kegiatan ekspor-impor sedang lesu seperti saat ini. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan).
Jakarta, CNN Indonesia — Manajemen PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo) dinilai keliru dalam merencanakan pengembangan bisnis pelabuhannya ke depan. Strategi membangun sejumlah pelabuhan baru, dinilai tidak tepat dilakukan saat ini.

Presiden Indonesia Port Watch (IPW) Syaiful Hasan menilai ada pemahaman yang keliru dari Direktur Utama Pelindo II Elvyn G. Masassya soal konsep pengembangan bisnis perusahaan pengelola pelabuhan pelat merah yang dipimpinnya.

Elvyn sebelumnya mengungkapkan rencana Pelindo II yang akan membangun beberapa pelabuhan baru guna meningkatkan pendapatan.

“Menurut saya itu cara berpikir yang keliru. Saya mau kasih data beberapa proyek Pelindo II yang mandek. Pertama perpanjangan JICT dan kedua global bond. Apa ini jalan? Kan tidak,” kata Syaiful, Jumat (10/2).

Tak hanya itu, kata Syaiful, sejumlah proyek pengembangan Pelindo II juga tidak realistis. Contohnya pembangunan kanal Cikarang-Bekasi-Laut dan Pelabuhan Sorong.

Syaiful menyatakan pembangunan kanal tersebut belum dikaji secara tuntas. Apalagi ingin membangun pelabuhan Sorong dan Kijing, sementara banyak yang harus dibenahi di 12 cabang Pelindo II.

“Bangun pelabuhan Kalibaru tahap 1 saja delay sampai dua tahun. Apalagi konsepnya sudah melenceng. Bagaimana mau bersaing dengan Singapura? Investor dan operatornya saja dari Port of Singapore Authority (PSA),” tutur dia.

Selain itu, hal yang perlu dikritisi dalam rencana bisnis Pelindo II, di antaranya mengenai waktu tunggu bongkar muat atau dwelling time.

“Direksi Pelindo II sebaiknya fokus menata dwelling time dan kualitas pelayanan pelabuhan. Dwelling time di JICT dan TPK koja masih diatas 3,5 hari. Itu kelas pelabuhan standar internasional dan jadi parameter. Bagaimana bisa klaim sudah 2,7 hari? Kasihan Presiden kalau begini,” ujar Syaiful.

Sebelumnya, Elvyn menuturkan perusahaannya menyiapkan investasi Rp25 triliun untuk membiayai belanja modal 2017. Dana itu akan digunakan untuk pengembangan pelabuhan yang sudah ada, pembangunan pelabuhan baru, juga pembangunan kanal.

“Uang untuk belanja modal itu bersumber dari kas perseroan,” katanya, di Jakarta, Selasa (13/12) tahun lalu.

Elvyn mengatakan salah satu proyek pembangunan pelabuhan yang akan dikerjakan adalah Pelabuhan Kijing di Pontianak, Kalimantan Barat dan Pelabuhan Sorong, Papua dan ditargetkan selesai 2019 mendatang.

Selanjutnya, Elvyn berujar pihaknya tengah menyiapkan pula pembangunan kanal interland waterways untuk mengatasi masalah kemacetan dalam rute Pelabuhan Tanjung Priok-Cikarang Dry Port pada 2017.

“Dengan adanya kanal itu kami berharap distribusi barang ke daerah industri Cikarang bisa lebih cepat dan murah,” kata dia.

Menurut Elvyn, pembangunan kanal itu akan menggunakan jalur-jalur sungai yang ada. “Jadi ongkos lebih murah dan cost logistik juga bisa lebih rendah,” tegasnya. (gen)

January 26, 2017

Dirgantara Indonesia targetkan pesawat terbaru N-245 terbang 2018

Model pesawat N-245 (photo : Defense Studies)

Jakarta (ANTARA News) – Pesawat terbaru buatan PT Dirgantara Indonesia (DI), yaitu tipe N-245 ditargetkan mulai terbang pada 2018 mendatang.

Direktur PT DI Budi Santoso saat ditemui di Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Jakarta, Selasa, mengatakan saat ini tengah masih dalam tahap desain.

“Masih dalam desain, jadi Insya Allah kita mulai karena ini pesawat derivatif (turunan) dari CN-235, jadi bukan pesawat baru 80 persen komponen sama dengan CN 235 dan 295. Jadi, kita targetkan 2018 sudah bisa terbang,” kata Budi.

Budi mengatakan target pembuatan pesawat tersebut bisa dikejar pada 2018 karena dinilai tidak seberat dalam pembuatan pesawat N 219.

“Kalau 219 itu buat semua baru, kalau 245 kita buat ekornya saja, jadi yang lain sama, sertifikasinya sama melanjutkan yang 235,” katanya.

Saat ini, ia mengatakan pihaknya tengah mengurus sertifikasi yang dibantu oleh perusahaan manufaktur pesawat yang bermarkasi di Toulouse, Prancis melalui kerja sama.

Budi menngatakan hal itu dilakukan untuk mempercepat proses sertifikasi pesawat di bawah tipe ATR 72 tersebut.

“Kalau kita ingin mensertifikasi produk, katakanlah ke EASA atau FAA (Federal Aviation Administration), kalau kita apply (mengajukan) langsung, maka dapat urututan paling buntut (akhir),” katanya.

Ia mengatakan Airbus mendukung proyek ini karena akan melengkapi seri sebelumnya, yaitu CN 235 dan CN 295.

“Insya Allah akan cepat prosesnya karena ini bukan pesawat baru, 80 persen komponennya sudah ada di kita,” katanya.

Meskipun dalam proses sertifikasi dibantu oleh Airbus, Budi menegaskan ide dan desain murni hasil karya anak negeri.

Dia mengatakan N-245 merupakan pesawat kecil untuk daerah komersil yang jika dikembangkan bisa berkapasitas bisa 30-50 penumpang seiring dengan perkembangan teknologi yang semula hanya 10-12 penumpang.

Saat ini, Budi menuturkan pesawat-pesawatnya sebagian besar dibeli untuk keperluan pemerintahan dibandingkan dengan swasta, porsinya masih 90:10 persen.

“Kalau untuk keperluan pemerintahan itu biasanya (mempertimbangkan) performance (kegunaan) paling penting, tapi kalau swasta itu harga paling penting,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, negara-negara yang paling banyak memesan pesawat-pesawat PT DI tersebut, yaitu dari Timur Tengah dan Afrika.

“Itu pasar-pasar baru karena bisa dibilang dulu Afrika belum bisa beli pesawat baru, sekarang sudah bisa. Timur Tengah juga kita harapkan enggak ada masalah,” katanya.

Budi mengatakan salah satu kelebihan dari pesawat yang diproduksinya, yaitu bisa dimodifikasi sesuai pesanan, terutama untuk VVIP.

“VVIP juga bisa dua versi, bisa dipakai penumpang biasa, bisa dipakai medical (medis), jadi satu pesawat dengan berbagai konfigurasi seperti ini, kalau pabrik besar kan sudah malas mengerjakannya,” katanya.

(Antara)

January 23, 2017

Ini 5 Kasus Garuda Lain yang Diduga Libatkan Emirsyah Satar

menyedihkan !

Pantes walaupun kelihatan Garuda kinclong, masih banyak sekali inefisiensi di sana. Sekarang jelas inefisiensi itu adalah akibat permainan sang Dirut cs..   Tidak mengherankan pangsa pasar Garuda tiap tahun digerus oleh Lion Air..

 

 

SENIN, 23 JANUARI 2017 | 09:05 WIB

Ini 5 Kasus Garuda Lain yang Diduga Libatkan Emirsyah Satar

Direktur Utama PT. Garuda Indonesia Tbk, Emirsyah Satar (tengah) didampingi Direktur Keuangan Garuda, Handrito Harjono (kiri), dan Direktur Layanan Garuda, Faik Fahmi saat jumpa pers usai paparan kinerja kuartal III di Jakarta, Kamis (25/10). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jakarta – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Saut Situmorang mengatakan lembaganya pernah menerima beberapa aduan kasus yang berkaitan dengan bekas Diretktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Emirsyah Satar. Suap pembelian mesin pesawat Rolls-Royce dari Inggris periode 2009-2012 itu ditengarai hanya satu dari beberapa kasus yang melibatkan Emir, panggilan akrab Emirsyah.

Menurut Saut, kasus suap pembelian mesin pesawat Rolls-Royce tersebut akan menjadi pintu masuk ke kasus yang lain. “Ini jadi pintu masuk mengusut yang lain,” ujarnya, Sabtu, 21 Januari 2017.

Baca: Kasus Emirsyah Satar, KPK Sita Dokumen Terkait

Aduan lain tersebut merujuk pada lima laporan Serikat Karyawan Garuda sejak 2006 tentang indikasi korupsi dan pengelolaan uang yang tak sesuai di perusahaan milik negara itu. Berikut kasus-kasus yang dilaporkan itu.

1. Pengalihan penjualan tiket domestik dari biro perjalanan ke satu bank pada 2001.

2. Penyimpangan dana restrukturisasi kredit Garuda Indonesia pada 2001 senilai Rp 270 miliar.

3. Indikasi penyimpangan biaya promosi dan periklanan yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah.

4. Indikasi penyimpangan pengelolaan infrastruktur teknologi informatika pada 2005.

5. Dugaan penjualan aset perusahaan ketika kantor Garuda Indonesia dipindahkan dari Jalan Merdeka Selatan ke Cengkareng pada 2007.

INDRI MAULIDAR | PDAT

January 18, 2017

Bersama Pindad, Tata Motors Siap Produksi Kendaraan Militer

KOMPAS.Com / GARRY ANDREW LOTULUNGTank Buatan pindad dalam pameran Indo Defence 2016 Expo & Forum di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (2/11/2016). Perhelatan pameran alat pertahanan dari dalam dan luar negeri kali ini diikuti 174 delegasi resmi dari negara sahabat dan 6 Menteri Pertahanan.

Jakarta, KompasOtomotif — Perlahan tetapi pasti, jalinan kerja sama PT Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI) dengan PT Pindad (Persero) sudah bergulir. Kedua pihak, baik TMDI maupun Pindad, sudah resmi menandatangani memorandum of understanding (MoU).

Langkah ini menjadi titik terang bagi produsen asal India dalam menegaskan komitmen eksistensinya di Indonesia. Presiden Direktur TMDI Biswadev Sengupta mengatakan, kerja sama ini memiliki tujuan untuk memproduksi truk militer.

“Kami sudah menandatangani MoU dengan Pindad. Melalui MoU ini, kami ingin mengeksplorasi kemungkinan memproduksi truk militer Tata bersama fasilitas yang dimiliki Pindad di Bandung,” ucap Biswadev di Jakarta, Selasa (17/1/2017).

Pindad, lanjut Biswadev, memiliki kualifikasi yang cukup baik dalam sisi teknis. Kolaborasi ini diharapkan ke depan akan menciptakan produk yang tidak hanya untuk konsumsi kebutuhan lokal, tetapi juga ekspor.

KompasOtomotif-Donny AprilianandaTata Motors pelan tapi pasti menapak jalan terjal di Indonesia.

Untuk produksi awal, Biswadev belum mau berbicara banyak. Namun, ia memastikan, dalam waktu 10 bulan ke depan, jalinan kerja sama ini akan mulai berjalan.

“Ini bukan hal simpel seperti membuat mobil atau truk biasa, ini kendaraan militer. Semuanya masih kami siapkan, termasuk diskusi mengenai model serta kebutuhan komponen untuk membangunnya. Dalam 10 bulan ke depan, kami harapkan sudah bisa teralisasi agar bisa membangun suatu produk,” kata Biswadev.

December 29, 2016

PTDI Kirim Pesawat CN235 Pesanan Angkatan Udara Senegal

PTDI Kirim Pesawat CN235 Pesanan Angkatan Udara Senegal

Selasa, 27 Desember 2016 | 17:28 WIB
Dokumen PT Dirgantara IndonesiaPeta penjualan pesawat CN235 dan NC212 oleh PT Dirgantara Indonesia.

Bandung, KOMPAS.com – PT Dirgantara Indonesia (PTDI) kembali melakukan kegiatan kirim terbang (ferry flight) satu unit pesawat terbang tipe CN235-220M Multi Purpose yang dibeli oleh AD Trade Belgia untuk Angkatan Udara Senegal di Hanggar Final Assy Fixed Wing PTDI, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Selasa (27/12/2016).

Kegiatan kirim terbang tersebut dihadiri oleh Kepala Staf Angkatan Udara Senegal Jenderal Birame Diop dan Wakil Direktur Jenderal AD Trade Belgia Max Abitbul datang serta didampingi Direktur Utama PTDI Budi Santoso dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

“Pesawat CN235-220 produk PTDI sudah dikenal luas di berbagai negara sebagai pesawat multiguna yang efektif dan efisien dan dapat beroperasi dari landasan dengan kondisi terbatas,” kata Dirut PTDI Budi Santoso dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa siang.

Baca juga: PTDI Kirim Pesawat CN235-220M Pesanan Polisi Thailand

Budi menambahkan, AD Trade Belgia sebelumnya juga telah membeli tiga unit CN235 dari PTDI. Dua unit telah digunakan oleh Pemerintah Burkina Faso dan satu unit dipakai Pemerintah Venezuela.

Budi menjelaskan, pesawat CN235-220M Multi Purpose Aircraft untuk Angkatan Udara Senegal ini memiliki konfigurasi yang dapat diubah dengan cepat (quick change configurations) seperti paratroop, medical evacuation, VIP transport dan passanger transport sehingga mampu menjawab kebutuhan di negara-negara Asia dan Afrika.

“Ini adalah bukti kemampuan bangsa Indonesia dalam menguasai teknologi tinggi,” jelasnya.

CN235-220M Multi Purpose Aircraft diterbangkan dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung menuju Dakar, Senegal, dengan rute Bandung-Medan-Kolombo-Maladewa-Pakistan-Riyadh-Khartoum-Chad-Burkina Faso hingga Dakar.

Penulis : Kontributor Bandung, Putra Prima Perdana
Editor : Farid Assifa