Archive for ‘BUMN news’

June 29, 2015

Ini ide awal Dirut Pindad masuk bisnis alat berat

Dari Kontanonline

Oleh Benediktus Krisna Yogatama –

Bagus saja sih, asal bisa laku dipasaran. Apa bisa bersaing dengan United Tractor atau Trakindo yang jaringan pemasaran dan aftersales nya sudah menyebar di seluruh kawasan tambang dan perkebunan Indonesia ? Jangan sampai inisiatif ini hanya membebani PT PINDAD yang sudah berat berat membiayai “pemalakan” dari para Jendril.

Menurut sumber info dari orang dalam : Salah satu sumber INEFISIENSI di PT PINDAD adalah pembelian inventory yang sangat berlebihan yang berujung dengan seretnya cashflow perusahaan.. Nah kenapa tidak hal ini dulu diberesin wahai direktur PT PINDAD !

Ini ide awal Dirut Pindad masuk bisnis alat berat

JAKARTA. Perusahaan senjata nasional, PT Pindad (Persero) membikin excavator dengan kapasitas angkut hingga 20 ton. Silmy Karim, Direktur Utama PT Pindad, bercerita kepada KONTAN soal kronologis dan ide awal perusahaan pelat merah ini untuk bikin excavator.

Silmy mengatakan ide membuat excavator sudah tercetus sejak pertama dia menjadi direktur utama perseroan sekitar 6 bulan lalu. “Pertama saya masuk Pindad, saya tanya kepada tim, apakah teknologi kita bisa bikin excavator? Kita sudah bisa bikin hydraulic untuk kapal dan pelabuhan, mereka bilang excavator juga bisa, kalau bisa kenapa tidak? karena teknologi sudah kami kuasai,” ujar Silmy melalui telepon pada KONTAN, Minggu (28/6).

Kemudian tim Pindad bekerja membuat excavator tersebut. Silmy lalu bercerita kepada Menteri Perindustrian, Menteri Bappenas, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat. “Mereka mendukung,” ujar Silmy.

Pembuatan excavator terus dibuat dan pada akhir Mei prototype sudah selesai. “Saya kemudian lapor ke Bu Rini (Menteri BUMN), kemudian beliau tertarik, dan saya perlihatkan kemarin,” ujar Silmy.

Dengan Pindad mampu memproduksi excavator menandai perusahaan ini masuk ke bisnis alat berat. Sebelumnya perusahaan telah berkecimpung di lini usaha senjata, munisi, kendaraan Khusus (tank, panser), tempa dan cor, mesin Industri dan Jasa, serta bahan Peledak Komersial

Editor: Uji Agung Santosa
+++++

Produksi 700 Juta Butir Peluru, Pindad Butuh Banyak Modal

Minggu, 28 Juni 2015 | 17:39 WIB
ESTU SURYOWATI/Kompas.comMenteri BUMN Rini M Soemarno menembak di lapangan tembak PT Pindad (Persero), Bandung, Sabtu (27/6/2015). Saat ini produksi peluru Pindad mencapai 200 juta butir. Sedangkan, kebutuhan yang harus dipenuhi mencapai 700 juta butir.

Terkait


BANDUNG, KOMPAS.com – PT Pindad (Persero) benar-benar butuh tambahan modal dalam jumlah yang tidak sedikit untuk mengembangkan bisnis pertahanan dan non-alutsista. Dalam 5 tahun ke depan diperkirakan kebutuhan modal untuk itu mencapai Rp 4,9 triliun.

Direktur Utama Pindad Silmy Karim mengatakan, pada tahun ini BUMN initelah mendapatakan suntikan modal dari APBN sebesar Rp 700 miliar dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN). Adapun PMN untuk tahun 2016, kata Silmy, hanya direstui oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar Rp 707 miliar. Padahal, PMN yang diusulkan sebesar Rp 1,7 triliun.

“Total kebutuhannya untuk pengembangan alutsista dan non-alutsista sebesar Rp 4,9 triliun, dalam lima tahun,” ucap Silmy, Bandung, Sabtu (27/6/2015).

Silmy berharap sisa PMN yang sebesar Rp 3,6 triliun bisa dikucurkan dalam tiga tahun ke depan, yakni tahun anggaran 2017, 2018, dan 2019. Akan tetapi, perseroan juga mengantisipasi jika usulan PMN tersebut tidak seluruhnya dipenuhi seperti usulan untuk tahun anggaran 2016.

Silmy menuturkan, Pindad masih mengkaji kemungkinan obligasi yang akan dilakukan setelah lima tahun mendatang. “Kenapa saya tidak masuk bonds dulu, karena sekarang ada komitmen dari pemerintah dalam bentuk PMN,” imbuh Silmy.

Salah satu alutsista yang butuh banyak modal adalah amunisi (peluru). Silmy menyebut, ke depan kebutuhan peluru ditaksir mencapai 700 juta butir, tiga kali lipat lebih besar dari yang bisa diproduksi Pindad saat ini yang sebanyak 200 juta butir.

“Kenapa 700 juta butir? Tentara kita ada 450.000. Untuk latihan satu tahun perlu 1.500, dikalikan jadi 700 juta. Itu belum pasukan khusus yang bisa 30.000,” jelas Silmy.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Pindad pelu meningkatkan kapasitas produksinya dari satu shift menjadi tiga shift, di samping modernisasi alat-alat produksi. Silmy mengatakan, saat ini Pindad masih mengoperasikan mesin yang dibuat sejak zaman kolonial.

“Peralatan kita masih ada yang tahun 1930, zaman Belanda. Itu membuktikan Pindad bisa merawat sesepuh. Kalau tahun depan masih bekerja, siap-siap kuwalat,” seloroh Silmy.

June 27, 2015

2017, Soetta jadi bandara terbaik kedua di Asean?

Coba fokus di urusan taksi gelap, calo dan toilet yang masih jorok !
Daripada mimpi siang bolong ingin mengalakan Changi Airport hehe

Kontan online
Jumat, 26 Juni 2015 | 23:01 WIB

BERITA TERKAIT
Damri buka trayek Bandara Soetta-apartemen Pramuka
AP II gusur 20 toko di Bandara Soetta
Soal proyek PKJL Soetta, Komisi VI panggil AP II
Railink: Kereta Bandara Soetta beroperasi 2016
KAI raih kredit untuk proyek KA Bandara Soetta
80% penyelundupan narkoba di Soetta naik Air Asia
Stasiun kereta bandara Soetta siap dibangun
AP II dapat utang Rp 1,5 T untuk proyek Soetta
Pemerintah tolak pengembangan Soetta pakai APBN

JAKARTA. PT Angkasa Pura II menginginkan Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng menjadi bandara terbaik kedua se-ASEAN setelah Bandara Changi Singapura.

“Dua tahun lagi Insya Allah Bandara Soekarno-Hatta akan melampaui Kualanamu International Airport dan Suvarnabhumi Thailand,” kata Direktur Utama AP II Budi Karya Sumadi usai diskusi yang bertajuk “Saatnya Konsumen Bicara untuk Bandara yang Lebih Baik,” di Jakarta, Jumat (26/6).

Budi mengatakan untuk mencapai target tersebut, AP II saat ini melakukan perbaikan-perbaikan di bandara. Baik fasilitas maupun pelayanan. Perbaikan-perbaikan tersebut, meliputi pembangunan Terminal III Ultimate, revitalisasi Terminal I dan II dan lainnya.

“Kami ingin menjadi perusahaan publik dan jadi pelayanan masyarakat yang baik, berarti kami tidak berpangku tangan untuk cari uang karena selain ada target komersial, ada target pelayanan yang harus disempurnakan,” katanya.

Selain itu, ia juga berkeinginan untuk menciptakan bandara sebagai “smile airport” atau bandara yang memberikan senyuman dan keramahtamahan.

“‘Smile’ (senyuman) adalah satu akumulasi di mana satu konsumen kalau sudah selesai dari bandara kita, tersenyum tak hanya puas dengan pelayanan tapi pengalaman yang dikenang,” ujarnya.

Saat ini, AP II tengah menggenjot penyelesaian Terminal III Ultimate yang mana prosesnya sudah mencapai 75%, pembangunan moda stasiun kereta bandara serta moda penghubungan antarbandara dengan “integrated people mover system”. Selain itu, revitalisasi Terminal I dan II, “cargo village” dan akses jalan tol baru.

Dari sisi udara, AP II juga tengah memperluas apron Terminal III Ultimate, pembangunan “rapid exit taxiway” dan “extend taxiway serta perbaikan landasan pacu bagian Utara dan Selatan.

Hasil penelitian dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, dari sisi pelayanan Bandara Soetta masih minim. Begitu pun dari sisi fasilitas dinilai masih kurang baik sebagai bandara internasional.

Dalam satu bulan, YLKI menerima 245 pengaduan dari konsumen terkait pelayanan Bandara Soetta.

Koordinator Bidang Pengaduan dan Hukum YLKI Sularsi menyebutkan dari 246 aduan, pengelolaan transportasi darat dan parkir merupakan kasus yang paling banyak diadukan, masing-masing berjumlah 30 kasus dan 21 kasus.

Pengelolaan transportasi, di antaranya masih ditemukan taksi gelap (55%), kesulitan akses taksi resmi (14%) serta taksi tak berargo (7%).

Sedangkan, masalah parkir didominasi oleh antrean panjang dan keluar masuk parkir (38%), parkir liar (19%) dan parkir mahal (10%).

Untuk kategori sepuluh besar, kasus yang diadukan konsumen ke YLKI adalah pengelolaan transportasi (30 kasus), parkir (21), fasilitas troli (15), asap rokok di bandara (15), toilet (13), kursi tunggu (12), petugas tidak responsif (11), bagasi hilang atau rusak (10), porter nakal (sembilan) dan calo tiket (tujuh).

June 21, 2015

Mantap! BUMN Produsen Pesawat Ini Untung Rp 250 Miliar

  28/05/2015 17:51 WIB

Angga Aliya – detikFinanceJakarta – PT Dirgantara Indonesia (PTDI) meraup laba US$ 19,3 juta (Rp 250 miliar) di akhir 2014. Perusahaan pelat merah ini sudah meraih laba sejak 2012 lalu.Kinerja PTDI ini sudah cenderung membaik sejak mencatat rugi hingga triliun rupiah di 2007. Pada periode 2009 sampai dengan 2014, PTDI telah memperoleh kontrak Rp 18,95 triliun dan penjualan Rp 13,97 triliun, yang terdiri dari kontrak dengan Pemerintah Rp 13,21 triliun atau 70% dan Non Pemerintah/Luar negeri Rp 5,74 triliun atau 30%.Pada kurun waktu tersebut PTDI telah menyerahkan 58 unit yang terdiri 17 pesawat yaitu pesawat CN235, NC212-200 dan CN295 ke berbagai Negara dan Instansi.Selain itu perusahaan telah menyerahkan 36 helikopter berbagai jenis yang terdiri dari NAS332, NBELL412, Dauphin AS365N3 dan Fennec AS350. “Jadi secara umum PTDI telah sehat kembali, mampu berdiri tegak dan siap bersaing di dunia industri dirgantara serta kembali memegang peranan penting dalam pengembangan Industri Penerbangan di dunia,” Humas PTDI Sony Saleh Ibrahim dalam keterangan tertulis, Kamis (28/5/2015). PTDI merupakan perusahaan milik negara yang memproduksi pesawat terbang. Berdiri pada tahun 1976, PTDI yang pernah mengalami masa jaya pada 1976 sampai 1997.Perusahaan yang bermarkas di Bandung ini juga sempat divonis pailit oleh Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada bulan September 2007. Namun putusan ini akhirnya dibatalkan oleh kasasi Mahkamah Agung RI pada Oktober di tahun yang sama
PTDI sudah mengalami ujian berat, tidak hanya menghadapi permasalahan keuangan, tapi juga harus memperbaiki citra, baik di dalam maupun luar negeri. Pada 2007, PTDI masih mengalami kerugian akumulasi Rp 3,92 triliun dengan nilai ekuitas negatif Rp 14,67 miliar. Kerugian tersebut terus berlanjut sampai 2011, sehingga pada akhirnya pada 2011 Pemerintah menyuntikan tambahan modal non-cash melalui Peraturan Pemerintah nomor 73 tahun 2011 Rp 2,96 triliun dan pada tahun 2012 mendapatkan kembali tambahan modal tunai Rp 1,40 triliun agar industri dirgantara ini bangkit kembali.Melalui program restrukturisasi dan revitalisasi, secara umum kondisi PTDI tahun 2012-2014 mengalami perbaikan dan cendrung mengalami peningkatan. Hal tersebut dapat dilihat antara lain dari likuiditas yang mulai membaik dan dapat membiayai program-program terkontrak, struktur permodalan sehat/bankable, perolehan kontrak dan penjualan meningkat, kapasitas produksi meningkat, terjalinnya kerjasama melalui strategic alliance, dan telah mulai meraih keuntungan pada 2012.

June 21, 2015

Pertamina Dapat 70% Saham Blok Mahakam, Rini: Ini Lompatan Sejarah

Apa nya yg lompat Rini?  Ladang yg sudah dikuras habis baru diserahkan lagi ke pemerintah.

YANG. JUSTRU LOMPATAN LOGIKA dari Bu Rini adalah memviarkan PT TELKOM Membangun Pusat Datanya Di Singapur. TOLOL Bin Gendenk ya!

Jumat, 19/06/2015 13:21 WIB

Zulfi Suhendra – detikFinanceJakarta – Hari ini, pemerintah memutuskan memberikan 70% saham Blok Mahakam di Kalimantan Timur kepada PT Pertamina (Persero). Pertamina bakal menjadi pemegang saham mayoritas di ladang gas terbesar Indonesia itu.Pertamina akan membagi sahamnya dengan BUMD di Kalimantan Timur. Menurut Menteri BUMN, Rini Soemarno, keputusan pemerintah ini merupakan lompatan sejarah.”Ini lompatan sejarah. Pemerintah betul-betul menaruh kepercayaan yang sangat tinggi pada Pertamina. Dan tentunya menaruh harapan pada Pertamina dan seluruh anak bangsa untuk bisa mengelola blok Mahakam ini,” jelas Rini di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (19/6/2015). Rini juga mengapresiasi kepada Total E&P Indonesie dan Inpex, selaku operator Blok Mahakam sebelumnya, yang memberi dukungan dan mau bekerjasama dengan Pertamina untuk mengelola blok tersebut. Total dan Inpex mendapatkan jatah 30% saham di blok tersebut.”Saya memberikan dukungan sepenuh-penuhnya pada direksi Pertamina. Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Menteri ESDM, Dirjen Migas, dan SKK Migas,” jelasnya.Di tempat yang sama, Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, dalam 4-5 bulan ke depan, Total, Inpex, dan Pertamina akan mendiskusikan tahapan alih kelola blok tersebut.

+++–++++++-
Sabtu, 20/06/2015 09:39 WIB

Pertamina Kuasai 70% Blok Gas Terbesar di Mahakam, Berapa Produksinya?

Wahyu Daniel – detikFinanceJakarta – Pemerintah memutuskan untuk memberikan 70% saham di Blok Migas Mahakam, Kalimantan Timur kepada PT Pertamina (Persero), yang dibagi bersama Pemda Kaltim mulai 1 Januari 2108. Berapa produksi minyak dan gas di blok ini?Dalam keterangan Kementerian ESDM yang dikutip, Sabtu (19/6/2015), wilayah blok Mahakam memiliki luas 738,51 km persegi, dan terletak di provinsi Kalimantan Timur serta merupakan wilayah kerja onshore dan offshore.Blok ini mulai berproduksi pertama kali pada 1974. Rata-rata produksi tahunan Mahakam saat ini (status 16 Juni 2015) adalah gas sebesar 1.747,59 MMSCFD, serta minyak dan kondensat sebesar 69.186 barel per hari.Kontrak Kerja Sama (KKS) blok Mahakam ditandatangani pada 6 Oktober 1966 dan berakhir 30 Maret 1997. Kontrak tersebut telah diperpanjang pada 11 Januari 1997 dan akan berakhir 31 Desember 2017.Saat ini Blok Mahakam dipegang oleh Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation, hingga 2017. Kedua perusahaan ini tetap mendapatkan saham di Blok Mahakam sebesar 30%.Sebagaimana diketahui, Total E&P Indonesie telah mengajukan permohonan perpanjangan kontrak pengelolaan Blok Mahakan kepada Pemerintah Indonesia sejak 2008. Disusul Pertamina juga mengajukan minat untuk dapat mengelola blok tersebut setelah kontrak berakhir (pasca 2017). Adapun Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga menyampaikan minat untuk dapat turut serta dalam pengelolaan blok Mahakam melalui kepemilikan participating interest. Sejumlah perundingan yang dipimpin Pemerintah telah dilaksanakan, terakhir pada 10 Juni 2015 tercapai kesepakatan terkait kelanjutan pengelolaan blok mahakam yang hasil sebagaimana diuraikan di atas.

June 21, 2015

Rini klarifikasi pembangunan data center Singapura

  

Minggu, 21 Juni 2015 | 10:25 WIBOleh: RR Putri WerdiningsihDibaca: 23144

kaliJAKARTA. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soermarno akhirnya angkat bicara mengenai peresmian yang dilakukannya terhadap proyek pembangunan data center ketiga milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk di Singapura. Mantan Menteri Perindustrian itu mengaku kaget kepulangannya dari rangkaian lawatan ke luar negeri justru berbuah kabar miring.“Saya baru pulang dari RRT dan Prancis mendapatkan oleh-oleh tulisan mengenai Telkom dan Pelindo II,” ujar Rini Soemarno di rumah dinasnya, kemarin petang (20/6).Tak tanggung-tanggung demi menjelaskan duduk persoalan itu, Menteri Rini juga turut menghadirkan beberapa jajaran direksi PT Telkomunikasi Indonesia Tbk. Menurutnya hal ini perlu dilakukan untuk memberikan penjelasan ke masyarakat mengenai apa sebenarnya fungsi BUMN sehingga tidak terkecoh dengan berita yang meresahkan.Dalam kesempatan itu, Indra Utoyo, Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk pun menegaskan proyek data center ketiga yang dibangunnya pada 5 Juni kemarin bukan diperuntukkan untuk penyimpanan data milik negara. Sama seperti dua data centre yang sebelumnya, proyeknya kali ini juga membidik pangsa pasar perusahaan di Singapura. Kata dia, pembangunan data center tersebut sebenarnya merupakan proyek yang diperoleh anak usahanya Telin Singapura Pte Ltd melalui tender yang cukup ketat.“Yang jelas kalau data di Singapura bukan data dari Indonesia karena sudah ada permennya dari kominfo kalau data-data keuangan apalagi government itu harus di dalam negeri,” tegasnya.Menurutnya sejak beberapa tahun lalu, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk memang sudah mengembangkan sayap bisnisnya ke Singapura dengan membentuk anak usaha sendiri. Selama ini Telin Singapura Pte Ltd telah menjadi kontributor terbesar pendapatan internasional perseroan. Bahkan kini pendapatannya tercatat sudah mencapai angka Rp 1 triliun.Asal tahu saja, akibat peresmian yang dilakukannya Rini Soemarno telah dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri. Ia dilaporkan oleh elemen masyarakat yang menamanakan diri Indonesia Club dengan tuduhan telah menjual aset negara.Editor : Barratut Taqiyyah 

June 14, 2015

Fitra: BUMN Boros, Cuma Penerima Subsidi  

BUMN tidak ada yang jelas.. mereka menjalankan bisnis “rente” . Rente nya mereka bayar ke para politiku tikus Senayan.. Tidak heran BUMN Indonesia tidak ada yang maju.. Coba bandingkan dengan Singapore/ Malaysia/ Thailand.. Jauhhhhh kualitas BUMNnya..

MINGGU, 14 JUNI 2015 | 08:56 WIB

Gedung Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Medan Merdeka Selatan. Jakarta, 2 Oktober 2010. Dok.TEMPO/ JACKY RACHMANSYAH.

TEMPO.COJakarta – Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) mempertanyakan penambahan penyertaan modal negara (PMN) dan berkurangnya target dividen badan usaha milik negara dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan 2015. Koordinator Bidang Advokasi dan Investigasi Fitra, Apung Widadi, mengatakan uang negara banyak yang ditanamkan di BUMN, tapi setiap tahun menunggak dividen.

“Peran BUMN sebagai penopang ekonomi nasional dialihkan menjadi sekadar penerima subsidi tanpa balasan yang sesuai,” ucap Apung dalam siaran pers yang diterima Tempo, Sabtu, 13 Juni 2015.

Pernyataan Fitra ini menanggapi audit terbaru Badan Pemeriksa Keuangan dalam laporan kinerja pemerintah pusat 2014. Dalam LKPP tersebut ditemukan beberapa catatan terkait dengan pengelolaan BUMN yang belum maksimal, yakni:

Investasi BUMN

1. Jumlah investasi permanen PMN per 31 Desember 2014 dan 31 Desember 2013 masing-masing Rp 940 triliun lebih dan Rp 844 triliun lebih merupakan nilai PMN pada BUMN, non-BUMN, lembaga keuangan internasional, badan usaha lain.

2. Nilai PMN pada BUMN 31 Desember 2014 tersebut termasuk bantuan pemerintah yang belum ditetapkan statusnya pada 14 BUMN dengan nilai Rp 58 triliun lebih.

3. Pada APBNP 2015 ditambah PMN Rp 68 triliun.

Realisasi Penerimaan Negara

1. Realisasi bagian pemerintah atas laba BUMN tahun 2014 sebesar Rp 40 triliun lebih.

2. Piutang dari BUMN pada 2014 sebesar Rp 4 triliun lebih dan 2013 sebesar Rp 4,6 triliun lebih.

3. Hingga 2013, total penerimaan tak tertagih dividen sebesar Rp 500,9 triliun atau sepertiga APBN.

Menurut Apung, borosnya pengelolaan keuangan BUMN terkait dengan tiga jenis pimpinannya, yang terdiri atas politikus, praktisi, dan titipan pengusaha. Dia menuturkan hal tersebut dapat memperkuat bahwa selama ini BUMN belum dapat terlepas sebagai sapi perah politik dan bisnis.

“Bayangkan, jika BUMN maksimal, Indonesia tidak perlu lagi menambah utang dari asing senilai Rp 115 triliun per tahun untuk menutup defisit Rp 222 triliun pada APBNP 2015 ini,” ujarnya.

TRI ARTINING PUTRI

June 9, 2015

Djarot Kusumayakti Resmi Jadi Dirut Bulog  

SENIN, 08 JUNI 2015 | 16:47 WIB

Djarot Kusumayakti Resmi Jadi Dirut Bulog  

Beras Bulog. ANTARA/Asep Fathulrahman

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno resmi mengangkat Djarot Kusumayakti sebagai direktur utama baru Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) menggantikan Lenny Sugihat.

Pengangkatan Kusumayakti tertuang dalam Surat Keputusan Nomor S-87/MBU/06/2015 tanggal 8 Juni 2015, yang diserahkan langsung Deputi BUMN Bidang Usaha Primer Muhammad Zamkhani, di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin, 8 Juni 2015.

Seusai pengangkatannya, Kusumayakti tidak banyak berbicara kepada media.

Ia hanya menuturkan, sebagai orang nomor satu di BUMN logistik pangan itu ke depan akan lebih banyak di lapangan dibandingkan di balik meja.

“Ke lapangan itu penting untuk langsung melihat realiasi dan kondisi yang terjadi di lapangan,” ujarnya.

Selain Kusumayakti, Wahyu Suparyono juga diangkat menjadi direktur Bulog menggantikan Lely Soebekty.

Kusumayakti sebelumnya merupakan direktur UMKM PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk, sedangkan Suparyono sebelumnya direktur utama PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) Persero.

Kusumayakti memulai karier perbankan di BRI sejak 1983 dan telah menduduki sejumlah jabatan manajerial, seperti komisaris utama PT BTMU BRI Finance.

Kusumayakti juga pernah menjadi wakil pimpinan BRI wilayah Semarang, wilayah Padang, dan terakhir wakil pimpinan BRI wilayah Jakarta (2005). Serta menjabat kepala Divisi Analisis Risiko Kredit BRI (2005-2010).

ANTARA

June 5, 2015

PT PAL Lakukan First Steel Cutting SSV Ke-2 Pesanan Filipina

05 Juni 2015

Pekerja memotong pelat baja usai acara “Pemotongan Baja Pertama (1st Steel Cutting) Strategic Sealift Vessel (SSV) #2 dan Peletakan Lunas (Keel Laying) SSV #1″ di PT PAL Indonesia Surabaya, Jawa Timur, Jumat (5/6). PT PAL Indonesia mengerjakan dua kapal perang SSV 1 dan 2 yang merupakan pesanan Filipina. (photo : Antara)

PAL sudah 25% garap kapal perang Filipina

Surabaya (ANTARA News) – Proses pembuatan dua kapal perang oleh PT PAL Indonesia yang merupakan pesanan dari negara Filipina telah mencapai 25 % dari seluruh bentuk kapal jenis “Strategic Sealift Vessel” (SSV).

Direktur PT PAL Indonesia Firmansyah Arifin, Jumat mengatakan saat ini untuk kapal ke-1 memasuki tahap prosesi peletakan lunas atau “Keel Laying”, dan untuk kapal ke-2 memasuki proses pemotongan plat pertama “First Steel Cutting” yang dilakukan di Bengkel Assembly, Divisi Kapal Niaga PT PAL Indonesia.

“Apa yang kita kerjakan saat ini sudah mencapai 25%, dan untuk peralatan impor yang kita butuhkan sudah ada 80 %. InsyaAllah prosesnya akan tepat waktu dan November 2015 akan kita luncurkan,” ucapnya di Surabaya, Jatim.

Arifin optimistis pengerjaan kapal senilai 90 juta dolar AS itu akan tepat waktu, dan pada Mei 2016 sudah bisa diserahkan atau dikirim ke Filipina.

Kapal perang SSV merupakan produk alat utama sistem persenjataan (alutsista) pertama yang berhasil dieskpor ke luar negeri oleh Indonesia.

Kapal tersebut didesain dengan panjang 123 meter, lebar 21,8 meter dan mampu mengangkut 500 pasukan serta bobot hingga 10.300 ton, yang dapat melaju selama 30 hari dengan jarak 9.360 mill laut dengan kecepatan maksimal 16 knot.

Selain itu, kapal buatan anak negeri ini juga mampu membawa dua helikopter, dan mengangkut kapal “landing craft utility” (LCU), serta tank hingga truk militer.

(Antara)

May 26, 2015

Selasa, 26/05/2015 08:52 WIB

27 BUMN Rugi Rp 11,9 Triliun, Ini Daftarnya

Feby Dwi Sutianto – detikFinanceJakarta – Saat ini terdapat 119 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada di bawah pembinaan Kementerian BUMN. Dari 119 BUMN tersebut, ternyata tidak semuanya memiliki kinerja keuangan ‘kinclong’ alias mampu meraih laba bersih sepanjang tahun 2014.Tercatat, sebanyak 27 perusahaan pelat merah masih rugi. Total kerugian dari 27 BUMN tersebut ialah Rp 11,87 triliun. Meski masih ada perusahaan pelat merah yang rugi, tapi jumlah BUMN dan nominal kerugian pada tahun 2014 ternyata menurun bila dibandingkan tahun 2013. Tahun 2013, tercatat 30 BUMN mengalami rugi sebesar Rp 34,68 triliun, jadi ada penurunan 65,77%.”Secara umum kinerja BUMN membaik karena jumlah BUMN yang rugi berkurang. BUMN yang mengalami kerugian besar seperti Garuda, Antam dan Krakatau Steel,” kata Asdep Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian BUMN, Seger Budiarjo saat berbincang dengan detikFinance di Kementerian BUMN, Selasa (26/5/2015).Dari data tahun 2014, sebanyak 14 BUMN merupakan pemain lama alias tercatat mengalami kerugian dari tahun 2013 sedangkan sisanya sebanyak 13 BUMN sebagai pendatang baru.Dari 27 BUMN yang tercatat rugi, sebanyak 5 BUMN laporan keuangan dalam status anaudited sedangkan 1 BUMN memakai laporan keuangan (audited) tahun 2013 karena telah berhenti operasi.Berikut ini,
daftar 27 BUMN yang rugi sepanjang tahun 2014:
1. Perum Produksi Film Negara, rugi Rp 1 miliar
2. PT Energy Management Indonesia, rugi Rp 3 miliar (unaudited)
3. PT PDIP Batam Rugi, rugi Rp 5 miliar
4. PT INUKI, rugi Rp 6 miliar (unaudited)
5. PT Primissima, rugi Rp 7 miliar
6. PT Balai Pustaka, rugi Rp 8 miliar
7. PT Indra Karya, rugi Rp 9 miliar
8. PT Survai Udara Penas, rugi Rp 21 miliar
9. PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, rugi Rp 37 miliar
10. PT Berdikari, rugi Rp 48 miliar
11. PT Industri Sandang Nusantara, rugi Rp 68 miliar
12. PT Kertas Kraft Aceh, Rp 81 miliar (unaudited)
13. PT Dok & Perkapalan Surabaya, rugi Rp 90 miliar
14. PT Barata Indonesia, rugi 97 miliar
15. PT Iglas, rugi Rp 101 miliar
16. PT Pertani, rugi Rp 123 miliar (unaudited)
17. PT ASEI REI, rugi Rp 128 miliar
18. PT Dirgantara Indonesia, rugi Rp 158 miliar
19. PT Sang Hyang Seri, rugi Rp 160 miliar (unaudited)
20. PT Dok & Kodja Bahari, rugi Rp 176 miliar
21. PT INTI, rugi Rp 266 miliar
22. PT Rajawali Nusantara Indonesia, rugi Rp 281 miliar
23. Perum Bulog, rugi Rp 459 miliar
24. PT Antam Tbk, Rugi Rp 775 miliar
25. PT Merpati Nusantara Airlines, rugi Rp 1,57 triliun (audited 2013)
26. PT Krakatau Steel Tbk, rugi Rp 2,59 triliun
27. PT Garuda Indonesia Tbk, rugi Rp 4,62 triliun

Berikut ini, daftar 30 BUMN yang rugi sepanjang tahun 2013:
1. Perum Produksi Film Negara, rugi Rp 1 miliar
2. PTPN XIII, rugi Rp 1 miliar
3. PT Inhutani IV, rugi Rp 2 miliar
4. PT Dok dan Kodja Bahari, rugi Rp 3 miliar
5. Perum LKBN Antara, rugi Rp 4 miliar
6. PT INUKI, rugi Rp 5 miliar
7. PT Energy Management Indonesia, rugi Rp 5 miliar
8. PT Inhutani III, rugi Rp 8 miliar
9. PT Primissima, rugi Rp 10 miliar
10. PT Survai Udara Penas, rugi Rp 19 miliar
11. PT Boma Bisma Indra, rugi Rp 19 miliar
12. PT Industri Sandang Nusantara, rugi Rp 41 miliar
13. PT Hotel Indonesia Natour, rugi Rp 46 miliar
14. PT Indofarma, rugi Rp 54 miliar
15. PT Djakarta Lloyd, rugi Rp 57 miliar
16. PT Iglas, rugi Rp 71 miliar
17. PT Kertas Kraft Aceh, rugi Rp 90 miliar
18. PT INKA, rugi Rp 97 miliar
19. PTPN II, rugi Rp 101 miliar
20. PT Dok dan Perkapalan Surabaya, rugi Rp 102 miliar
21. PTPN XIV, rugi Rp 135 miliar
22. PT Kertas Leces, rugi Rp 151 miliar
23. PT Krakatau Steel Tbk, rugi Rp 194 miliar
24. PT Pertani, rugi Rp 278 miliar
25. Perum Bulog, rugi Rp 342 miliar
26. PT PAL, rugi Rp 382 miliar
27. PT PELNI, rugi Rp 634 miliar
28. PT Sang Hyang Seri, rugi Rp 712 miliar
29. PT Merpati Nusantara Airlines, rugi Rp 1,57 triliun
30. PT PLN, rugi Rp 29,56 triliun

May 7, 2015

Menteri BUMN Pecat Bos RNI, Ini Alasannya…

.
Ipotnews – Menteri BUMN, Rini M Soemarno, memberhentikan Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia, Ismed Hasan Putro, karena dinilai tidak mampu mengangkat kinerja usaha perseroan.

“Ya…yang bersangkutan mulai Selasa (5/5) sudah diberhentikan. Keputusan mengganti Pak Ismed juga berdasarkan rekomendasi dari Deputi Bidang Usaha Industri Argo dan Industri Strategis (Muhammad Zamkhani) dan Dewan Komisaris,” kata Rini di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, kemarin.

Menurut Rini, alasan kinerja buruk merupakan dasar pemberhentian Ismed meskipun masa tugasnya masih tersisa dua tahun lagi.

“Kinerjanya sangat jelek. Selama 2014 perusahaan menderita kerugian. Situasinya tidak kondusif, makanya diusulkan pergantian,” ucap Rini.

Untuk itu tambahnya, saat ini Kementerian BUMN selaku kuasa pemegang saham RNI sedang melakukan penjaringan calon dirut perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan dan distribusi ini.

Assesment (penilaian) calon dirut sudah berlangsung. Nama dirut baru RNI akan ditetapkan dua minggu lagi,” tutur dia.

Menurut catatan, Ismed ditunjuk sebagai nakhoda RNI sejak awal 2012 di masa kepemimpinan Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Saat Ismed masuk, perusahaan langsung membukukan laba sebesar Rp307 miliar pada 2012, setelah tahun sebelumnya 2011 menderita kerugian Rp22 miliar.

Meski demikian, memasuki 2013 dan 2014 kinerja keuangan perseroan kembali merosot, dipicu anjloknya harga komoditas perkebunan terutama sawit dan gula. (Ant/ef)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 93 other followers