Archive for ‘BUMN news’

April 25, 2015

Antam Batalkan Proyek Smelter Grade Alumina di Mempawah

BUMN culun.. Bertahun tahun hanya bisa eksport bahan mentah doang..

AKARTA, KOMPAS.com – PT Antam (Persero) Tbk, mengubah rencana proyek yang akan didanai dari suntikan negara, dari sebelumnya tiga proyek menjadi dua proyek. Satu proyek yang terpaksa dicoret dari daftar, yakni Smelter Grade Alumina (SGA) Mempawah, seiring dengan Penyertaan Modal Negara (PMN) yang hanya disepakati Rp 3,5 triliun dari usulan awal Rp 7 triliun.Direktur Utama Antam, Tedy Badrujaman menuturkan terjadi perubahan rencana Antam, dari yang tadinya diperkirakan mendapat PMN sebesar Rp 7 triliun, pada akhirnya hanya diperoleh Rp 3,5 triliun.Proyek Feronikel Halmahera Timur (FHT) yang pada mulanya dianggarkan Rp 8 triliun, dipangkas menjadi Rp 5,19 trilliun. Adapun, proyek anoda slime di Jawa Timur yang tadinya dianggarkan Rp 500 miliar dipangkas menjadi Rp 200 miliar. Sementara itu, proyek SGA Mempawah senilai Rp 2,28 triliun dicoret.“Kebutuhan ekuitas Rp 5,39 triliun itu tanpa proyek (SGA) Mempawah,” kata Tedy dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR-RI, di Jakarta, Jumat (24/4/2015).Tedy menargetkan, kebutuhan ekuitas Rp 5,39 triliun tersebut akan dicukupi dari PNM sebesar Rp 3,5 triliun serta dana publik melalui penerbitan saham terbatas sebesar Rp 1,89 triliun. “Untuk jadwal PMN yang sudah dikerjakan saat ini masih dalam tahap RPP terbitnya PMN. Jadwal right issue, saat ini dalam proses pengadaan lembaga profesi penunjang,” imbuh Tedy.Rencananya, perdagangan HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu) akan dimulai pada 22 Juli 2015, dan perdagangan berakhir pada 28 Juli 2015.Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno berharap, dana dari publik bisa masuk ke Antam pada awal Q3-2015. Dari bahan rapat yang diedarkan dua proyek yang akan didanai dari PMN dan right issue itu adalah proyek FHT dan anoda slime di Jawa Timur.Proyek FHT merupakan proyek pengolahan bijih nikel menjadi feronikel, dengan estimasi nilai proyek kurang lebih Rp 20 triliun, termasuk pembangkit listriknya. Kapasitas FHT sebesar 40.000 Tni per tahun dimana pada tahap-I ditargetkan 27.000 Tni. Proyek yang diharapkan rampung apda Q3-2018 tersebut akan didanai dari ekuitas (35 persen) dan selebihnya utang. Adapun proyek anoda slime di Jawa Timur diperkirakan nilainya sebesar Rp 500 miliar. Kapasitas pengolahan ditargetkan 2.000 ton anoda slime per tahun, dan pada tahap-I ditargetkan mampu mengolah 500 anoda slime per tahun, dan tahap-II sebesar 1.500 anoda slime per tahun.Proyek tersebut 100 persen akan didanai dari ekuitas perseroan, dan ditargetkan selesai pada Q2-2017.

Penulis: Estu Suryowati

April 23, 2015

Menteri Rini: Para CEO Swasta Tak Minat Masuk BUMN

Feby Dwi Sutianto – detikFinance
ilustrasi
Jakarta – Di depan para anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyebutkan banyak profesional swasta enggan atau malas diangkat menjadi direksi atau direktur utama (dirut) di BUMN.

Alasannya karena para profesional takut terkena kriminalisasi saat memimpin BUMN. Bila salah mengambil kebijakan, seorang dirut BUMN bisa masuk bui.

“Saya Banyak bicara dengan profesional, mereka takut dipidanakan sehingga banyak para CEO (chief executive officer) nggak minat masuk BUMN,” kata Rini saat raker di Komisi VI, DPR Senayan, Jakarta, Kamis (23/4/2015).

Rini berniat merevisi regulasi untuk melindungi profesional BUMN dari ancaman kriminalisasi atau kasus-kasus yang terkait kebijakan namun berujung pada kasus hukum.

“Dengan Undang-undang BUMN yang baru. Kita beri masukan dalam draft UU yang baru,” jelasnya.

Selain persoalan kriminalisasi, Rini menjelaskan perihal bisnis BUMN seperti kepemilikan rumah sakit dan hotel. Ia menyebutkan banyak BUMN memiliki lini usaha hotel dan rumah sakit. Kementerian BUMN, kata Rini, akan menata kembali usaha tersebut.

“Kita sinergikan. Ini kita harus perbaiki. Ini harus sinergi. Kami akan detailkan road map-nya,” tuturnya.

April 22, 2015

Pendapatan Pertamina US$ 11 Miliar, Laba Cuma US$ 28 Juta

Pendapatan Pertamina US$ 11 Miliar, Laba Cuma US$ 28 Juta

Seorang pekerja mengamati bagian kapal VLGC Pertamina 2 saat bersandar di perairan Tanjung Priok, Jakarta, 7 Februari 2015. Kapal ini bersiap berlayar menuju Ruwais, Uni Emirat Arab untuk mengangkut LPG impor sebanyak 44.000 MT. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta – PT Pertamina (Persero) mencatatkan laba bersih sebesar US$ 28 juta (sekitar Rp 358,4 miliar) sepanjang kuartal pertama 2015. Angka tersebut jauh di bawah target laba bersih kuartal pertama 2015 yang dipatok sebesar US$ 427 juta.

“Total pendapatan yang diperoleh perseroan mencapai US$ 10,675 miliar,” kata Direktur Utama PT Pertamina Dwi Soetjipto dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta, Rabu, 22 April 2015.

Kondisi ini berkebalikan dengan kinerja perusahaan pelat merah itu sepanjang Januari-Februari 2015 yang masih mencatatkan rugi US$ 212 juta. Kerugian itu terdiri atas rugi Januari sebesar US$ 107 juta dan rugi Februari US$105 juta.

Dalam rapat dengar pendapat itu, Dwi juga memaparkan beban pokok penjualan sebesar US$ 9,675 miliar; beban usaha US$449 juta; laba usaha US$550 juta; dan EBITDA (laba sebelum pajak dan lain-lain) sebesar US$ 932 juta.

April 17, 2015

Rendah, Daya Saing Kontraktor

Kontraktor kita hanya doyan duit gampang lewat jalur lobby politik. Lihat deh kasus pembangunan fasilitas olah raga Hambalang yang melibatkan mantan ketum Demokrat Anas Urbaningrum dan PT Adhi Karya Tbk.. . tidak heran tidak mempunyai daya saing kebiasaan kongkow dan arisan projek

Pasar Sangat Besar

JAKARTA, KOMPAS — Daya saing pemangku kepentingan jasa konstruksi dalam negeri mutlak ditingkatkan agar mampu optimal menggarap pasar yang besar. Peran pemerintah, perguruan tinggi, lembaga penelitian dan pengembangan, serta pelaku usaha dibutuhkan untuk turut mempertinggi daya saing tersebut.

“Sebagai gambaran, pasar konstruksi di Indonesia besar, mencapai 278 miliar dollar AS,” kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Hediyanto W Husaini pada pembukaan sebuah seminar di Jakarta, Kamis (16/4).

Menurut Hediyanto, pasar konstruksi besar yang dimiliki Indonesia tersebut seharusnya dapat dikuasai pelaksana jasa konstruksi dalam negeri. Berbagai program strategis pada periode tahun 2015-2019 pun akan memacu pasar konstruksi lebih besar lagi di kemudian hari.

“Kami akan membangun 65 waduk dalam lima tahun. Sebanyak 16 waduk sudah dibangun dan 49 waduk lainnya akan dibangun. Selain itu juga 1 juta hektar jaringan irigasi baru dan tiga juta hektar rehabilitasi jaringan irigasi yang akan dibangun. Ini semua karena kita ingin menguasai ketahanan pangan nasional,” kata Hediyanto.

Hediyanto menuturkan, di bidang bina marga ada 1.000 kilometer jalan tol yang harus diselesaikan. Pada bulan depan, ruas tol sepanjang 116 kilometer antara Cikampek-Palimanan akan selesai. “Tender di Cikampek-Palimanan itu dimenangi kontraktor Malaysia, tetapi subkontraktor dari kita. Mengapa tidak kita yang bisa memenangi tender itu?” katanya.

Isu penting penyelenggaraan konstruksi antara lain menyangkut kualitas dan produktivitas, serta keselamatan dan kesehatan konstruksi. Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional Tri Widjajanto menuturkan, efektivitas penyelenggaraan konstruksi merupakan persoalan mendasar di Indonesia.

“Apalagi ketika banyak proyek konstruksi untuk menghasilkan infrastruktur atau properti mengalami keterlambatan, pembengkakan biaya, kualitas tidak terpenuhi, serta terjadi banyak kecelakaan konstruksi,” kata Tri.

Tri antara lain mencontohkan peristiwa robohnya proyek hanggar di Bandara Internasional Hasanuddin dan proyek jembatan TIM di Jakarta. Selain itu juga kecelakaan konstruksi di proyek rumah toko Samarinda dan proyek GOR di Koja, Jakarta.

Deputi Menteri Bidang Jaringan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Agus R Hoetman saat membacakan sambutan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menuturkan, kemandirian teknologi harus menjadi kata kunci terutama dalam aplikasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah III yang menetapkan target pembangunan infrastruktur luar biasa.

Trans Jawa

Tol Trans Jawa bisa segera diselesaikan. Untuk mewujudkannya, pemerintah harus menerapkan dengan baik Undang- Undang Nomor 2 Tahun 2012 berikut peraturan di bawahnya. Penerapan produk hukum haru diikuti dengan mengaktifkan fungsi lembaga yang bertugas menjalankan UU tersebut.

Dengan diterapkannya UU No 2/2012 tentang Pembebasan Lahan untuk Pembangunan Kepentingan Umum, ditambah Perpres No 30/2015, maka pembebasan lahan ada batas waktunya, yakni sekitar 200 hari.

“Saat ini Tol Trans Jawa di sisi utara yang belum bebas lahannya hanya ruas Pemalang-Batang dan Batang-Semarang. Jika UU ini diterapkan, maka dalam waktu 1,5 tahun kedua ruas itu selesai dibangun,” demikian dikatakan Ketua Asosiasi Tol Indonesia Faturrochman di Jakarta, Kamis (16/4).

Direktur Utama PT Marga Mandalasakti Wiwiek D Santoso mengatakan, selesainya pembangunan Tol Trans Jawa akan mendukung pertumbuhan ekonomi di sepanjang tol. “Terbukti dengan adanya Jalan Tol Tangerang-Merak, pertumbuhan ekonomi di kawasan sekitarnya sangat cepat. Saat ini kawasan industri dan perumahan tumbuh pesat di dekat tol kami,” kata Wiwiek.

Sementara Direktur Utama PT Jasa Marga Adityawarman menegaskan, pihaknya akan mempercepat pembangunan Jalan Tol Solo-Ngawi-Kertosono.

“Saat ini tol itu sudah kami ambil alih bersama dengan Waskita. Pembebasan lahannya sudah 80 persen sehingga bisa langsung konstruksi,” kata Adityawarman. (CAS/ARN/LAS)

April 17, 2015

Telkom Rombak Komisaris, Ada Mantan Dirut Hingga Politisi

Ekonom Hendri Saparini dikasih kursi KOMUT Telkom.. sekarang langsung diem dan adem ayem walaupun keadaan ekonomi nggak jelas mau kemana.. Gimana BUMN kita mau seperti BUMN Singapura ya.. kalau kursi komisarisnya tetap jadi bancakan untuk politikus dan aktifis politik ,

Dewi Rachmat Kusuma – detikfinance
Jumat, 17/04/2015 18:41 WIB
Telkom Rombak Komisaris, Ada Mantan Dirut Hingga Politisi
Jakarta -PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) merombak jajaran komisaris. Tiga komisaris lama diberhentikan dan diganti baru.

Perombakan ini direstui rapat umum pemegang saham (RUPS) Telkom yang digelar hari ini di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng Selatan, Jakarta, Jumat (17/4/2014).

Tiga komisaris yang diberhentikan adalah Komisaris Independen Virano Gazi Nasution, Komisaris Independen Johnny Swandi Sjam, dan Komisaris Imam Apriyanto Putro.

Penggantinya adalah Rinaldi Firmansyah (mantan Dirut Telkom), Margiyono Darsa Sumarja, dan Pamiati Pamela Johanna (Politisi Partai Nasdem).

Berikut ini jajaran komisaris baru Telkom

  • Komisaris Utama Hendri Saparini
  • Komisaris Dolfie Othniel Fredric Palit
  • Komisaris Hadiyanto
  • Komisaris Rinaldi Firmansyah
  • Komisaris Independen Pamiati Pamela Johanna
  • Komisaris Independen Parikesit Suprapto
  • Komisaris Independen Margiyono Darsa Sumarja

Susunan Dewan Komisaris lama Telkom

  • Komisaris Utama Hendri Saparini
  • Komisaris Dolfie Othniel Fredric Palit
  • Komisaris Hadiyanto
  • Komisaris Imam Apriyanto Putro
  • Komisaris Independen Virano Gazi Nasution
  • Komisaris Independen Parikesit Suprapto
  • Komisaris Independen Johnny Swandi Sjam

Susunan Dewan Direksi Telkom tidak berubah

  • Direktur Utama Alex Janangkih Sinaga
  • Direktur Keuangan Heri Sunaryadi
  • Direktur Innovation and Strategic Portofolio Indra Utoyo
  • Direktur Enterprise and Business Service Muhammad Awaluddin
  • Direktur Wholesale and International Service Honesti Basyir
  • Direktur Human Capital Management Herdy Rosadi Harman
  • Direktur Network, Information Technologi and Solution Abdus Somad Arief
  • Direktur Consumer Service Dian Rachmawan

(ang/hds)

April 8, 2015

Teddy Wibisana Jadi Komisaris Independen Indofarma

Dewi Rachmat Kusuma – detikfinance
Rabu, 08/04/2015 12:48 WIB
Teddy Wibisana Jadi Komisaris Independen IndofarmaFoto: RUPS Indofarma (Dewi-detikFinance)
Jakarta -Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Indofarma Tbk (INAF) menyetujui pengangkatan Teddy Wibisana sebagai Komisaris Independen perseroan menggantikan Fajar Rahmat Zulkarnaen.

“Menetapkan untuk memberhentikan Fajar Rahmat Zulkarnaen sebagai Komisaris Independen, dan mengangkat Teddy Wibisana sebagai Komisaris Independen,” ujar Direktur Utama INAF Arief Budiman, dalam RUPST di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (8/4/2015).

Sementara jajaran dewan direksi tetap alias tidak berubah.

Teddy Wibisana pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Komisaris di PT Media Lintas Utama atau kantor berita radio KBR68H, dan pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan di TV Tempo.

Berikut Susunan Dewan Komisaris yang baru:

  • Komisaris Utama: Akmal Taher
  • Komisaris: Rina Moreta.
  • Komisaris Independen: Teddy Wibisana

Susunan Dewan Direksi yang baru:

  • Direktur Utama: Arief Budiman
  • Direktur: Muhammad Umar
  • Direktur: Syamsul Hadi

Dalam RUPS tersebut, pemegang saham menyepakati, tidak ada pembagian dividen atas laba bersih Indofarma di 2014, yang jumlahnya Rp 1,164 miliar. Naik dari tahun sebelumnya yang rugi Rp 54,22 miliar.

“Menetapkan seluruh laba perseroan tahun 2014 digunakan untuk memperkuat kinerja perseroan dan sebagai dana cadangan,” ujar Arief.

(drk/dnl)

April 7, 2015

Begini Target GIAA Setelah Menggaet Jaringan Accor

Tuesday, April 07, 2015       13:21 WIB

(Daylife)

Ipotnews – PT Garuda Indonesia Tbk dan Accor Group kembali melanjutkan kerjasama strategis. Melalui kerjasama tersebut, kedua perusahaan menargetkan peningkatan pelayanan bagi masing-masing customer mereka.

Direktur utama PT Garuda Indonesia Tbk Arif Wibowo mengatakan, jaringan hotel Accor saat ini terdapat sebanyak 3600 hotel yang tersebar di seluruh dunia. Hal itu merupakan hal yang potensial bagi emiten nerkode [GIAA 496 5 (+1,0%)] itu untuk mempromosikan penerbangan Garuda, baik di tingkat domestik maupun internasional. Terlebih dari sisi financial, kerjasama dengan Accor yang terdahulu telah memberikan kontribusi pendapatan hingga US$ juta pertahun.

“Sebenarnya sudah lama kita punya kerjasama dengan Accor. Harapan kita di tahun ini kita akan meningkat, karena jaringan kita juga meningkat
Garuda kan sudah 5 star (Bintang lima), Harapan kedepannya Garuda akan jadi global trend. Pertumbuhan kita sekitar saat 12 persen, kita memang menargetkan semua lini bisnis kita akan meningkat paling tidak 10 persen. Jadi yang tadinya US$10 juta bisa jadi US$12 juta,` kata Arif di Jakarta, Selasa (7/4).

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Chief Operating Officer Accor untuk Indonesia, Malaysia dan Singapura, Gerrard Guillouet menuturkan, dari sisi Accor, keuntungan yang didapat dengan adanya kerjasama dengan Garuda yakni lebih berorientasi kepada peningkatan pelayanan pada customer.

“Keuntungan bagi kami akan lebih kepada customer. Kerjasama ini bukan hanya memberikan nilai komersial saja namun juga dari sisi pelayanan kepada customer akan meningkat,` ujarnya.

Adapun bentuk kerjasama kemitraan strategis tersebut antara lain yakni program penawaran harga khusus di hotel-hotel Accor dengan menggunakan boarding pass Garuda melalui program boarding pass true value, program potongan harga minimum 10m persen untuk promosi-promosi khusus hotel Accor, program Garuda miles redemption dan earning mileage serta manfaat-manfaat lainnya.

“Accor senantiasa akan menempatkan Garuda Indonesia sebagai mitra strategis untuk saling mendukung pengembangan bisnis kedua pihak, khususnya dalam situasi pasar yang semakin kompetitif,” tukas dia.

(Sigit)

April 7, 2015

Dukung Maritim, BNI Banyak Salurkan Kredit Galangan Kapal

Tuesday, April 07, 2015       18:19 WIB

JAKARTA– PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI). sampai akhir tahun lalu, telah menyalurkan kredit sekitar Rp 13 triliun.

Tetapi, Direktur Bisnis Banking II BNI Sutanto di Jakarta, Senin (6/4), mengakui, BNI masih lebih banyak memberikan kredit untuk galangan kapal. Untuk itu, ke depan, perseroan fokus meningkatkan penyaluran kredit di subsektor yang lebih kecil.

“Sampai Desember 2014, NPL kredit maritim di korporasi dan menengah seperti galangan kapal sebesar 0,9%, sedangkan untuk nelayan dan koperasi 4,5%. Dari sekitar Rp 13 triliun yang kami kucurkan, ada sekitar Rp 1,2 triliun atau 15% untuk sektor maritim yang kecil. Untuk mitigasi risiko NPL, kami akan bekerja sama dengan perusahaan asuransi,” ungkap dia.

Tahun ini, BNI berencana meningkatkan penyaluran kredit maritime sejalan dengan arahan OJK, yaitu 50%. Daerah yang akan disasar untuk penyaluran kredit ini antara lain Sulawesi Selatan, pesisir pantai utara (pantura) Jawa, serta beberapa daerah di Maluku, Kalimantan, dan Sumatera.

Pada kesempatan yang sama, SVP Micro Banking Group Bank Mandiri Maswar Purnama memaparkan, portofolio penyaluran kredit maritim segmen mikro perseroan sudah mencapai Rp 1,7 triliun atau setara dengan 61 ribu rekening. Namun, ia mengatakan, penyaluran kredit ke segmen komersial dan korporasi maritime belum termasuk dalam perhitungan portofolio tersebut.

Maswar mengungkapkan, dari total portofolio Rp 1,7 triliun untuk kredit maritim, segmen mikro hanya sekitar 8-10% yang diberikan kepada nelayan yang melaut. Sedangkan NPL Bank Mandiri untuk sektor mikro sebesar 2,9% dan khusus maritim sekitar 4%.

“Untuk menekan NPL, kami akan menyalurkan pembiayaan ke sektor maritim yang menurut kami lebih prospektif. Kedua, perseroan juga menyiapkan SDM khusus perikanan yang lebih baik. Terakhir, kami selalu menerapkan manajemen risiko yang lebih komprehensif,” papar dia.

Sedangkan EVP Head Office Program Business and Partnership Division BRI Teten Djaka Triana mengungkapkan NPL gross perseroan di sektor perikanan dan kelautan masih cukup baik, yaitu sebesar 2,7%. Saat ini, BRI memiliki divisi khusus terkait pangan dan nonpangan.

“Tahun ini, kami menargetkan dapat menyalurkan kredit sekitar Rp 2,3-3 triliun. Itu sudah termasuk untuk kredit pangan dan maritim. Porsi maritime sekitar 20%,” ungkap dia. (ID/gor)

http://id.beritasatu.com/home/dukung-maritim-bni-banyak-salurkan-kredit-galangan-kapal/112653

April 7, 2015

Kredit Macet Tinggi dan Laba Merosot, BTN Ditegur DPR

Pantes Sunardi Rinakit ogah ditawari jadi komisaris BTN

Dewi Rachmat Kusuma – detikfinance
Selasa, 07/04/2015 19:11 WIB
Halaman 1 dari 2
Kredit Macet Tinggi dan Laba Merosot, BTN Ditegur DPR
Jakarta -Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menegur direksi PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) terkait kinerja tahun lalu. Beberapa hal yang disinggung antara lain soal tingginya angka kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) dan merosotnya laba bersih.

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Marwan Cik Asan mengatakan, angka kredit macet BTN saat ini sudah cukup tinggi rata-rata di level 3%. Selain itu, beban bunga di tahun 2014 juga melonjak tajam mencapai 42%. Hal ini perlu menjadi perhatian serius bagi bank berkode BBTN itu untuk memperbaiki kinerjanya.

Laba BTN sepanjang tahun 2014 tercatat merosot sebesar 10,22% menjadi hanya Rp 1,1 triliun.

“NPL 3% cukup tinggi, beban bunga juga naik 42%, gede banget. Laba juga kenapa turun, yang lain Mandiri, BNI, BRI naik?” ujar dia saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XI, di Gedung DPR/MPR RI Senayan, Jakarta, Selasa (7/4/2015).

Pertanyaan serupa dilontarkan anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Gerindra Gus Irawan. Dia mempertanyakan apa penyebab tingginya angka kredit macet dan beban bunga BTN.

“NPL tinggi. Beban bunga naik 42%, biaya dana naik 10,6%, ini agak janggal,” katanya.

Hal serupa diungkapkan anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Demokrat Rudi H. Hartono. Menurutnya, BTN perlu waspada terhadap tingginya angka kredit macet

“Inovasi pembiayaannya bagaimana? Kredit macet nya sampai Rp 1,3 triliun,” ucap dia.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut langsung ditanggapi Direktur Utama BTN Maryono. Maryono menjelaskan, penurunan laba disebabkan karena komposisi bisnis bank pelat merah dari pendapatan kredit banyak membiayai kredit subsidi sebesar 43% dan 57% kredit non subsidi.

“Yang 43% ini kredit yang bunganya enggak bisa dinaikkan sampai 15-20 tahun. Kalau yang non subsidi, bisa naik tapi nggak bisa sebesar yang lain. Biaya dananya naik karena kita sebagai follower, maka harus ikuti bunga di pasar, ini makanya 2014 baru bisa kecilkan bunga dana di kuartal IV dari bunga mahal kita putuskan dan kita masuk ke bunga murah,” jelas dia.

Terkait kredit macet, Maryono menyebutkan, hal tersebut karena masih banyak Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang lama yang bunganya tinggi. Namun, untuk KPR baru, tingkat kredit macet cukup minim.

“Memang banyak KPR-KPR lama, ada angsuran yang pertama kecil lama-lama tinggi. Tapi kalau kredit BTN 2 tahun terkahir NPL kecil 0,8%,” katanya.

Maryono berjanji, secara keseluruhan pihaknya akan menekan angka kredit macet rata-rata di bawah 3% tahun ini.

“Kita komitmen untuk bisa nurunkan NPL menjadi di bawah 3% persen,” pungkasnya.

Halaman 1
April 2, 2015

BUMN Ini Bangun Pabrik Semen Pertama di Papua Rp 2 Triliun

Angga Aliya – detikfinance
Kamis, 02/04/2015 20:13 WIB
Halaman 1 dari 2
BUMN Ini Bangun Pabrik Semen Pertama di Papua Rp 2 Triliun
Jakarta -PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dan Pemerintah Kabupaten Jayapura, melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), sepakat untuk bekerjasama membangun pabrik semen pertama di Kabupaten Jayapura, yang juga akan menjadi pabrik semen pertama di Papua.

Rencana pemancangan tiang pertama pabrik dengan kapasitas 1 juta ton semen/tahun ini ditargetkan bulan Januari 2016. Investasi sekitar US$ 150 juta atau sekitar Rp 2 triliun. Pabrik semen ini rencananya akan diselesaikan dalam waktu sekitar tiga tahun ke depan.

Pembangunan dan pembiayaan akan disiapkan oleh BUMN industri semen ini, sedangkan Pemerintah Kabupaten Jayapura membantu dalam sosialisasi serta pembicaraan dengan masyarakat setempat yang lokasinya akan digunakan untuk pengembangan industri semen.

“Ini seperti jodoh antara Jayapura dengan Semen Indonesia. Mereka punya keahlian dan keinginan untuk mengembangkan industri semen di Papua karena prospek konsumsi semen yang menjanjikan serta peluang ekspor ke Papua New Guinea (PNG),” kata Bupati Jayapura Mathius Awoitauw dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/4/2015)

Menurut Mathius, penduduk Jayapura ingin industri strategis yang membutuhkan semen bisa dikembangkan di wilayahnya supaya ekonomi Jayapura dapat berkembang lebih pesat.

“Jadi sudah bersinergi dan sekarang kita kawinkan. Sebab bila industrinya dibangun, ekonominya bisa makin kuat, dan kualitas kehidupan rakyat di sini bisa makin meningkat. Inilah Jayapura baru yang ingin dicapai,” katanya.

Kerjasama dengan Pemerintahan Kabupaten Jayapura menjadi sangat penting terutama karena pengadaan lahan, terlebih tanah di Papua yang sifatnya ulayat, sosialiasi dan dialog dengan para masyarakat adat di tempat itu memerlukan pendekatan lokal yang kuat bila ingin berhasil.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 88 other followers