Archive for ‘BUMN news’

April 13, 2017

Jadi Dirut Garuda yang Baru, Ini Riwayat Pahala Mansury

RABU, 12 APRIL 2017 | 20:30 WIB

Jadi Dirut Garuda yang Baru, Ini Riwayat Pahala Mansury

Direktur Keuangan Bank Mandiri,Pahala N. Mansury(kanan) dan Corporate Secretary Sukoriyanto Saputro. TEMPO/Seto Wardhana

TEMPO.CO, Jakarta – Rapat umum pemegang saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) pada hari ini Rabu petang, 12 April 2017 memutuskan untuk mengangkat Pahala Mansury, mantan Direktur PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebagai direktur utama yang baru maskapai pelat merah tersebut.

Pahala menggantikan Arif Wibowo yang telah menahkodai Garuda sejak Desember 2014. Arif sebelumnya menggantikan posisi Emirsyah Satar yang mengundurkan diri pada 8 Desember 2014.

Lahir pada 1971, Pahala adalah lulusan sarjana akuntansi pada Universitas Indonesia dan MBA program studi Finance pada Stern School of Business, New York University, Amerika Serikat.

Baca: Garuda Indonesia Masuk 10 Besar Maskapai Terbaik

Pahala memulai karirnya sebaga konsultan manajemen pada Andersen Consulting, di Jakarta hingga 1997. Pada 1998, dia bekerja secara paruh waktu di perusahaan sekuritas yang berbasis di New York. Kemudian pada 1999, Pahala bergabung dengan Booz Allen & Hamilton sebagai konsultan senior selama 1 tahun.

Pada tahun yang sama, dia bergabung dengan The Boston Consulting Group dan kemudian dipromosikan sebagai pimpinan proyek terutama terkait perbankan hingga 2003.

Simak: Garuda Indonesia Segera Buka Rute Lombok-Guangzhou

Pahala kemudian bergabung di Bank Mandiri pada 2003. Di sini Pahala pernah menjabat sebagai Kepala Pengembangan Korporasi, Perubahan Manajemen Kantor dan Riset Ekonomi hingga 2006.

Setelah itu dia didapuk menjadi Wakil Presiden Senior Strategi dan Koordinator Keuangan serta Direktur Keuangan. Hingga pada Mei 2010, Pahala ditunjuk menjadi Direktur Pelaksana Bidang Keuangan dan Strategi atau jabatannya terakhir sebelumnya hingga akhirnya ditunjuk menjadi bos Garuda Indonesia.

ABDUL MALIK

++++++++++++++++++++

Garuda Indonesia Masuk 10 Besar Maskapai Penerbangan Terbaik

RABU, 12 APRIL 2017 | 16:29 WIB

Garuda Indonesia Masuk 10 Besar Maskapai Penerbangan Terbaik

TEMPO/Arie Basuki

TEMPO.CO, Jakarta – Garuda Indonesia menjadi salah satu dari 10 besar maskapai penerbangan terbaik di dunia versi, situs travel TripAdvisor yang diumumkan beberapa waktu lalu.

“Kami bangga mengumumkan penghargaan Choice yang Travellers perdana kategori penerbangan, untuk membantu wisatawan memutuskan perjalanan udara paling baik, berdasarkan pengalaman para pengguna TripAdvisor,” ujar General Manager TripAdvisor Flights, Bryan Saltzburg.

Dalam jajaran 10 besar itu, Emirates berada di urutan teratas. Maskapai penerbangan yang berpusat di Uni Emirat Arab itu tak hanya menyabet gelar maskapai penerbangan terbaik di dunia, tetapi juga berada di urutan pertama untuk kategori kelas pertama dan ekonomi.

Baca juga: Garuda Indonesia tunjuk pimpinan baru Citilink

Singapore Airlines berada di urutan kedua, disusul Brasil Azul’s Airline menempati urutan ketiga. Lalu, JetBlue dari Amerika Serikat dan Air New Zealand pada urutan keempat dan kelima.

Di tempat berikutnya, ada maskapai asal Korea Selatan, Korean Air, Japan Airlines (Jepang), Thai Smile (Thailand), Alaska Airlines (Amerika Serikat) dan Garuda Indonesia di urutan terakhir.

Penghargaan yang diberikan TripAdvisor berdasarkan kuantitas dan kualitas hasil ulasan wisatawan di seluruh dunia selama 12 bulan terakhir.

Baca juga: Garuda Indonesia persiapkan rute Manado-Cina

“Industri penerbangan menginvestasikan miliaran dolar untuk penambahan pesawat dan layanan baru untuk memberikan pengalaman berbeda bagi penggunanya. Penghargaan yang diberikan mempertimbangkan pengalaman terbaik yang dirasakan pengguna,” kata Saltzburg seperti dilansir news.com.au.

ANTARA

April 11, 2017

Begini Cara BUMN Ambil 51% Saham Freeport

Selasa 11 Apr 2017, 15:50 WIB

Hendra Kusuma – detikFinance
Begini Cara BUMN Ambil 51% Saham FreeportFoto: Grandyos Zafna
Jakarta – Pemerintah minta PT Freeport Indonesia melepas 51% sahamnya ke pihak Indonesia. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) punya acara untuk menyerap saham perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) ini.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Harry Fajar Sampurno, menyatakan pemerintah sedang menggodok pembentukan induk usaha alias holding BUMN pertambangan.

Nantinya di dalam holding ini ada 4 BUMN tambang, antara lain PT Antam (Persero) Tbk, PT Bukit Asam (Persero) Tbk, PT Timah (Persero) Tbk, dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) sebagai induk.

“Jadi pertanyaannya, mampu enggak BUMN? Bu Rini (Soemarno, Menteri BUMN) bilang mampu. Kita (BUMN Indonesia) punya aset Rp 5.600 triliun,” kata Harry, saat berbincang santai di Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (11/4/2017).

Sampai saat ini belum ada nilai pasti berapa harga 51% saham Freeport. Namun Harry memastikan, holding BUMN Tambang tidak akan kehabisan dana untuk itu.

Sebab, kemampuan holding BUMN Tambang meminjam ke bank akan semakin besar setelah aset-aset perusahaan pelat merah itu digabung. Selain itu ada opsi juga untuk menerbitkan obligasi setelah holding terbentuk.

Leverage holding, kondolidasi, pinjaman bank, obligasi. Bukan nasionalisasi, ini murni business to business. Enggak ada ambil nasionalisasi. Kita pernah nasionalisasi 600 perusahaan Belanda kita ambil, cuma gudangnya saja, perusahaannya tetap di Belanda,” jelasnya. (ang/ang)

April 3, 2017

Ini Dia Dirut Baru PT PAL

Apr032017

 

Jakarta – Menteri BUMN Rini Soemarno menunjuk Budiman Saleh sebagai Direktur Utama PT PAL Indonesia menggantikan Firmansyah Arifin yang sebelumnya diberhentikan terkait dugaan tindak pidana korupsi.

Firmansyah terduga menerima suap pembayaran “fee agency” atas penjualan kapal perang “Strategic Sealift Vessel” (SSV) antara PT PAL dengan pemerintah Filipina. Sementara itu, Budiman Saleh sebelumnya adalah Direktur Niaga dan Restrukturisasi PT Dirgantara Indonesia (PT DI).

Penyerahan salinan surat keputusan pengangkatan Budiman Saleh diserahkan Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, 3/4/2017.

Penetapan Budiman Saleh dilakukan berdasarkan SK-64/MBU/04/2017 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT PAL Indonesia.

Penyerahan SK Penangkatan Budiman Saleh menjadi orang nomor satu di perusahaan pembuatan kapal dan galangan ini juga disaksikan Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan PT PAL Indonesia beserta Pejabat Pimpinan Tinggi Kementerian BUMN.

Pada kesempatan itu, Kementerian BUMN memberhentikan dengan hormat Etty Soewardani sebagai Direktur SDM dan Umum PAL Indonesia, namun kemudian diangkat kembali untuk masa jabatan periode berikutnya.

Menurut Harry, proses pergantian manajemen di tubuh PAL Indonesia sudah cukup lama, namun sebagaimana diketahui untuk menentukannya harus terlebih dahulu melewati Tim Penilai Akhir (TPA).

“Kami berharap Dewan Komisaris dapat meningkatkan pengawasan secara korporasi dan kemudian ke depan Direksi PT PAL Indonesia beserta jajaran agar terus semangat, semakin solid dan kompak dalam menjalankan perusahaan dengan baik,” ujar Harry.

Antara

++++++++++++++++

  • Minggu, 2 April 2017 | 17:47 WIB
  • Dirut PT PAL Tersangka Korupsi, TNI Kaji Ulang Kerja Sama

  • Oleh
    • Eko Priliawito,
    • Fajar Ginanjar Mukti
Dirut PT PAL Tersangka Korupsi, TNI Kaji Ulang Kerja Sama

Photo :

  • Puspen TNI.
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

VIVA.co.id – Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, akan mengevaluasi kemitraan institusinya dengan PT PAL Indonesia. Evaluasi dilakukan terkait ditetapkannya sejumlah petinggi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu sebagai tersangka dalam kasus suap penjualan kapal laut ke Filipina.

Menurut Gatot, TNI hanya bermitra dengan perusahaan yang memiliki rekam jejak yang bersih. Terlibatnya petinggi perusahaan itu dalam kasus korupsi menjadi bahan pertimbangan TNI Angkatan Laut (AL) untuk tak lagi melakukan pengadaan kapal laut dari perusahaan yang berbasis di Surabaya, Jawa Timur itu.
“Kalau ada yang tertangkap (Operasi Tangkap Tangan/OTT), itu lebih bagus. Jadi evaluasi supaya tidak dipakai lagi,” ujar Gatot di sela-sela menyaksikan latihan Persatuan Sepak Bola (PS) TNI di Lapangan Atang Sanjaya, Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Minggu 2 April 2017.
Pada kesempatan yang sama, Gatot menegaskan TNI tidak memiliki sangkut paut dengan korupsi yang dilakukan petinggi PT PAL. PAL, yang memiliki kepanjangan ‘Penataran Angkatan Laut’, adalah perusahaan rekanan TNI. Namun perusahaan itu tidak memiliki sangkut paut kelembagaan dengan TNI.
“PT PAL itu BUMN, bukan kepunyaan TNI,” lanjut Gatot. (ren)
April 1, 2017

Menyedihkan ! Suap Dirut PT PAL

kORUPSI DI BUMN masih tetap berlanjut.. Sekarang pembangunan infrastruktur dan penguatan sektor pertahanan sedang digalakan jika tidak diawasi secara ketat bisa jadi ladang korupsi berjamaah !

Karir 4 tahun  M Firmansyah membesarkan PT PAL hancur gara gara duit sogokan dari Filipina..   Terlalu !

Tersangka Suap Kapal, Aksi Diam Dirut PT PAL M Firmansyah Arifin

SABTU, 01 APRIL 2017 | 06:30 WIB

Tersangka Suap Kapal, Aksi Diam Dirut PT PAL M Firmansyah Arifin

Dirut PT PAL Firmansyah Arfin (kiri) berbincang dengan Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Ade Supandi (kanan) saat pelepasan ekspor perdana kapal perang buatan PT PAL Indonesia ke Filipina di Dermaga Divisi Kapal Niaga, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, 8 Mei 2016. ANTARA FOTO

TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Utama  PT PAL M Firmansyah Arifin keluar dari gedung KPK. Arifin telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait penjualan dua unit kapal SSV oleh PT PAL.

Berdasarkan pantauan Tempo, di gedung KPK, Jakarta, Jumat 31 Maret 2017, Arifin keluar sekitar pukul 23.30 sudah mengenakan rompi oranye. Dengan menutupi wajahnya menggunakan tangan kanannya, Arifin langsung menuju mobil tahanan KPK.

Baca juga:
OTT Perkapalan, KPK Tetapkan Dirut PT PAL Jadi Tersangka

Arifin sama sekali tidak memberikan jawaban atas pertanyaan wartawan perihal kasusnya. Selain Arifin, KPK telah menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka.

Sebelumnya, Firmansyah dan petinggi PT PAL lain diduga menerima 1,25 persen dari total penjualan dua SSV senilai 86,96 juta dolar AS atau 1,087 dolar yaitu sekitar Rp 14,476 miliar.

“KPK juga menetapkan AC (Arief Cahyana) sebagai General Marketing Treasury PT PAL, SAR (Saiful Anwar) selaku Direktur Keuangan PT PAL dan AN (Agus Nugroho) sebagai swasta selaku perantara dari AS (Ashanti Sales Inc),” kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan.

Firmansyah, Arief dan Agus sudah ditahan dalam operasi tangkap tangan KPK yang dilakukan di Jakarta dan Surabaya. Dalam OTT itu, penyidik KPK menyita uang sebesar 25 ribu dolar AS.

Basaria juga menjelaskan kesepakatan pembagian suap terhadap para petinggi PT PAL tersebut. “Pada 2014, PT PAL menjual dua unit kapal perang SSV kepada instansi pemerintah Filipina senilai 86,96 juta dolar AS. Perusahan yang bertindak sebagai agen penjualan kapal SSV itu AS Incorporation. Dari nilai kontrak tersebut, AS Incorporation mendapatkan 4,75 persen atau sekitar 4,1 juta dolar AS yang diduga sebagai ‘fee agency’,” kata Basaria.

Dari persentase tersebut, sebagian untuk pejabat PT PAL. “Dari jumlah tersebut terdapat alokasi untuk pejabat PT PAL sebesar 1,25 persen sedangkan sisanya 3,5 persen untuk AS Incorporation. Fee dibayar dengan tiga tahap pembayaran, tahap pertama terjadi Desember 2016 sejumlah 163 ribu dolar AS dan selanjutnya ada penyerahan 25 ribu dolar AS dalam OTT kemarin,” kata Basaria.

Firmansyah, Arif dan Saiful disangkakan dengan Pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara itu, Agus disangkakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau pasal 5 ayat 1 huruf b atau pasal 13 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

GRANDY AJI  I  S. DIAN ANDRYANTO

March 31, 2017

KPK Tetapkan Dirut PT PAL dan 2 Anak Buahnya Jadi Tersangka

Waduuh… memalukan …
Jumat 31 Mar 2017, 19:48 WIB

Dewi Irmasari – detikNews
KPK Tetapkan Dirut PT PAL dan 2 Anak Buahnya Jadi TersangkaFoto: dok detikcom
Jakarta – KPK menetapkan Direktur Utama PT PAL Indonesia M Firmansyah Arifin sebagai tersangka. Firmansyah diduga menerima suap terkait pengadaan kapal ke Filipina.

“Setelah pemeriksaan 1 x 24 jam, KPK menaikkan status empat orang,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (31/3/2017).

Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka adalah M Firmansyah Arifin selaku Direktur Utama PT PAL Indonesia, Saiful Anwar selaku Direktur Keuangan dan Teknologi PT PAL Indonesia, dan Arief Cahyana selaku GM Treasury PT PAL Indonesia.

Selain itu, KPK menetapkan seorang perantara suap yang diinisialkan sebagai AN.

Suap itu berkaitan dengan ekspor kapal perang Strategic Sealift Vessel (SSV) ke Filipina. Kapal BRP TARLAC (LD-601) tersebut merupakan pesanan The Department of National Defence Armed Forces of The Philippines.
(dhn/fdn)

March 30, 2017

PTDI Gandeng Airbus Helicopters Untuk Perawatan dan Pengembangan

PTDI mengggandeng Airbus Helicopters  untuk memberikan dukungan terhadap helikopter milik pemerintah Indonesia. Kerjasama ini akan menjadikan PTDI sebagai pusat servis dan perawatan helikopter produksi Airbus di kawasan Asia Pasifik.

“PTDI akan diakui sebagai services centre dan pusat layanan penyelesaian yang disetujui oleh Airbus Helicopters, setelah berhasil melewati kualitas dan keamanan audit,” demikian rilis press Airbus.
“PTDI akan memulai perjalanan baru ini dengan Airbus Helicopters, dengan kerjasama ini kami bisa menawarkan value lebih lengkap kepada pemerintah Indonesia dan untuk Angkatan Bersenjata Republik Indonesia,” kata Budi Santoso, kepala eksekutif dan presiden PTDI, seperti dilansir FlightGlobal (29/03).

“Kami juga akan menjadi bagian dari aliansi industri aviasi yang kuat, yang akan membantu mengembangkan kompetensi teknis Indonesia di bidang pemeliharaan helikopter.”

Perjanjian ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang ditandatangani dua tahun lalu. Ini berfokus pada helikopter Airbus.

“Selama dua tahun ini, PTDI telah menerapkan re-organisasi yang kuat, yang merupakan proses mereka untuk mengkonsolidasikan semua kegiatan dukungan dan layanan di bawah satu atap,” kata pejabat Airbus Helicopters.
PTDI memiliki hanggar (workshare) konstruksi untuk 11 jenis helikopter Airbus.

Editor : (D.E.S)

March 24, 2017

  PTDI Siapkan Pesawat ‘Bandel’ untuk Penerbangan Perintis

Jumat 24 Mar 2017, 10:15 WIB

Baban Gandapurnama – detikFinance
PTDI Siapkan Pesawat Bandel untuk Penerbangan PerintisFoto: Dok. PTDI
Pekanbaru – PT Dirgantara Indonesia (PTDI) gencar menyasar pasar angkutan udara perintis. Ada dua jenis pesawat karya perusahaan pelat merah bermarkas di Kota Bandung, Jawa Barat, tersebut yang disiapkan khusus terbang menjelajah wilayah terpencil dan pedalaman nusantara.

Supervisor Pengembangan Bisnis Pesawat Terbang PTDI M. Umar Saripudin menegaskan pihaknya jauh-jauh hari membidik target market pesawat kecil. Penetrasi digulirkan PTDI sejak dua tahun terakhir dengan ‘mendekati’ sejumlah operator dalam negeri.

“PTDI punya dua pesawat yang nanti bisa mengisi rute penerbangan perintis. Yaitu pesawat NC212i dan N219,” ucap Umar kepada detikfinance di sela-sela kegiatan media trip di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Kota Pekanbaru, Riau, Kamis petang (23/3/2017) kemarin.

NC212i ialah pesawat multiguna generasi terbaru dari NC212 dengan daya angkut 28 penumpang, memiliki ramp door, sistem navigasi dan komunikasi yang lebih moderen. N219 bobotnya ringan, berkapasitas 19 orang, serta dilengkapi teknologi avionik moderen.

Dua pesawat tersebut, sambung Umar, mumpuni di kelasnya. Tipe 212 kiprahnya dikenal sebagai pesawat militer dari dalam dan luar negeri. Untuk N219, kini tengah tahap sertifikasi oleh Kementerian Perhubungan, diproyeksikan PTDI menjadi pesawat perintis.

“Ini pesawat kuat dan ‘bandel’. Karakteristik NC212i dan N219 dapat mendarat di landasan rumput, pasir dan berbatu. Jadi, dua pesawat yang khusus didesain oleh PTDI ini bisa dioperasikan di rute perintis,” ujar Umar.

NC212i dan N219, menurut Umar, cocok untuk pesawat penumpang dan kargo di jalur perintis.

“Untuk daerah ekstrem dengan landasan sangat tinggi dan pendek, kami mengembangkan 219. Nantinya dapat diperuntukkan di daerah seperti Papua. Untuk daerah-daerah pantai serta landai, seperti di Indonesia bagian barat, tengah, dan sebagian timur, pesawat 212 enggak masalah,” tutur Umar.

Sekadar diketahui, Kementerian Perhubungan menyediakan anggaran Angkutan Udara Perintis tahun 2017 sebesar Rp 499 miliar yang melayani 193 rute di lebih dari 100 bandara yang dikelola 26 Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

Hal itu berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara bernomor : KP. 353 tahun 2016 tentang Rute dan Penyelenggara Subsidi Angkutan Udara Perintis serta Penyelenggara Subsidi Angkutan Bahan Bakar Minyak (BBM) Tahun Anggaran 2017.

Angkutan udara perintis ini memiliki peran penting dalam mengakomodir rute penerbangan jarak pendek. Selain itu, tujuannya menjangkau masyarakat serta membentuk konektifitas rute wilayah pedalaman dan tertinggal atau daerah yang belum terlayani moda transportasi lain.

Umar menyatakan, PTDI siap memproduksi dan memasarkan angkutan udara perintis. Tentu saja, semangat mencintai hasil produk dalam negeri terus digaungkan PTDI kepada para calon pembeli pesawat.

Strategi pemasaran yang diusung perusahaan ini yaitu mengikuti acara-acara pameran, penetrasi pasar ke mitra strategis, serta menjalin komunikasi bersama operator dalam negeri. PTDI terus menggali keinginan pasar dengan mendatangi langsung para operator.

“Dulu PTDI selalu lebih banyak menjual produk untuk militer, sekarang kami mulai masuk pasar sipil atau penumpang. Sudah ada pesawat N219 yang diminati operator dalam negeri. Animonya memang tinggi,” kata Umar.(bbn/ang)

March 24, 2017

Wakapolri Ditunjuk Jadi Komisaris Pindad untuk Bantu Pengawasan

Kamis 23 Mar 2017, 14:13 WIB

Ahmad Mustaqim – detikNews
Wakapolri Ditunjuk Jadi Komisaris Pindad untuk Bantu PengawasanIrjen Boy Rafli Amar (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta – Wakapolri Komisaris Jenderal Syafruddin diangkat menjadi Komisaris PT Pindad oleh Menteri BUMN Rini Soemarno. Kadiv Humas Irjen Boy Rafli Amar mengatakan penunjukan itu untuk membantu pengawasan di PT Pindad.

“Karena Pindad kan industri strategis, Polri juga punya kaitan dengan penggunaan produk-produk Pindad,” ujar Boy di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/3/2017).

Boy mengatakan penugasan ini masih sesuai dengan konteks. Menurutnya, Wakapolri ditugaskan sebagai pengawas proses manajemennya.

“Jadi ada tugas negara kepada Pak Syafruddin untuk ikut membantu pengawasan karena komisaris fungsinya melakukan pengawasan terhadap apakah proses dari kegiatan manajemen, termasuk bagaimana Polri nantinya,” ucapnya.

Penugasan ini, menurut Boy, sudah disetujui oleh Kapolri. Dia mengatakan hal ini sudah menjadi tugasnya mendorong industri strategis dalam negeri.

“Karena kita memang diprioritaskan untuk memaksimalkan industri strategis di dalam negeri,” tuturnya.

Baca juga: Rini Angkat Wakapolri Jadi Komisaris Pindad

Dalam keterangan yang diterima detikFinance, pemberhentian dan pengangkatan anggota Dewan Komisaris Pindad dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Selasa (21/3).

Pemberhentian dan pengangkatan anggota Dewan Komisaris PT Pindad (Persero) dilakukan melalui Surat Keputusan Menteri Negara BUMN Nomor: SK-59/MBU/03/2017 tertanggal 21 Maret 2017.

Komjen Syafruddin dilantik sebagai anggota Dewan Komisaris. Sebagaimana diketahui, Komjen Syafruddin saat ini masih menjabat Wakapolri.
(rvk/fjp)

March 23, 2017

Malas “Mikir” ala PLN dan Mentri BUMN

keliatan orang PLN hanya mau  main cepat dan dapet duit komisi doang (dari si penyedia dan main minyak solar). Bayangkan genset raksasa berbahan bakar minyak DIESEL..Pastinya punya depot diesel di laut yang gampang bocor..hehe (istilahnya kencing di laut )  Kapasitas genset 12o MW tapi dikontrak 60 MW.. kok mau ya ??  Pastinya dia mau kalau bisa bermain dengan solar subsidi dan bisa kencing di lautan

2)Sekarang sih dia bilang murah karena harga minyak dunia lari rontok.. tapi jika harga Minyak loncat lagi ke $100/barrel..gimana ??? Mati lampu lah kota Ambon dan kota kota lain yang mengandalkan genset .. Kalau kata  cak Lontong : MIKIR !!   Kenapa energi terbarukan yang sangat melimpah ruah tidak mau dimanfaatkan oleh perusahaan listrik negara ( PLN ) yang berlogo gledek..

3) Urusan (pembangkit )tenaga listrik, ganti rejim ganti kebijakan dan ganti aktor. Jaman Esbeye yang bermain adalah kroninya JK cs(2004-2009) dan kroni Dahlan Iskan cs (2009-2014). Nah sekarang rejim Joko yang bermain lincah mencari bancakan di PLN siapa lagi kalau bukan kroni si Bu Menteri Rini S.  Kalau terus terusan begini bagaimana dengan ketahanan energi Indonesia untuk generesi mendatang ?? Masih pake solar ???  MIKIR , DONG !
Kamis 23 Mar 2017, 18:31 WIB

Ada Kapal ‘Genset Raksasa’, Ongkos Produksi Listrik Lebih Murah

Ardan Adhi Chandra – detikFinance
Ada Kapal Genset Raksasa, Ongkos Produksi Listrik Lebih MurahFoto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance

Waai – PT PLN (Persero) mendatangkan Kapal Pembangkit Listrik atau Marine Vessel Power Plant (MVPP) berkapasitas 60 megawatt (MW) dari Turki. Dengan datangnya Kapal ‘Genset Raksasa’ ini, produksi listrik PLN pun bisa semakin murah.

Produksi listrik lewat Kapal ‘Genset Raksasa’ menggunakan bahan bakar minyak jenis Heavy Fuel Oil (HFO) yang harganya lebih murah dari solar industri. Harga HFO sekitar dua per tiga dari harga solar industri.

“Mesin pembangkit ini sendiri bahan bakarnya dua, satu BBM namanya HFO yang harganya dua per tiga dari solar. Harganya HFO Rp 4.500,” jelas Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua Haryanto WS di Waai, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (23/3/2017).

Dari segi konsumsi bahan bakar pun lebih irit. Kapal ‘Genset Raksasa’ hanya membutuhkan 0,22 liter HFO untuk memproduksi per kwh listrik.

“Kemudian mesinnya sendiri sangat efisien karena konsumsinya 0,22, artinya 1 kwh hanya perlu 0,22 liter BBM. Kalau mesin besar 0,3 liter,” tutur Haryanto.

Selain menggunakan HFO, bahan bakar produksi listrik di Kapal ‘Genset Raksasa’ ini bisa menggunakan gas. Terlebih lagi, pemerintah mendorong PLN untuk memanfaatkan gas sebagai sumber energi pembangkit khususnya Indonesia timur.

“Sekarang pemerintah berikan alokasi gas cukup banyak untuk pembangkit PLN termasuk di Indonesia timur. Di Tangguh ada gas sudah produksi dan kembangkan, kita harapkan bisa dapat gas dari sana,” ujar Haryanto.

Meski demikian, PLN mengaku tidak mengambil untung dari penjualan listrik di Ambon. Bahkan PLN harus menutup kerugian dari penjualan listrik di salah satu pulau timur Indonesia.

“Lebih tinggi biaya pokok produksi (daripada harga jual). Kebijakan korporasi kita listrik di Indonesia timur enggak mikir untung rugi, yang penting elektrifikasi,” kata Haryanto.

Tambah kapasitas

Kapal ‘Genset Raksasa’ ini memiliki kapasitas 120 megawatt (mw), namun PLN dalam perjanjian sewa kapal meneken 60 mw. Haryanto mengatakan, beban puncak listrik di Ambon sebesar 58 MW pada malam tahun baru 2016 lalu.

Saat ini, kapasitas listrik terpasang di Ambon sebesar 70 MW. Kehadiran Kapal ‘Genset Raksasa’ dari Turki ini sekaligus menggantikan peran pembangkit-pembangkit yang tidak optimal.

“Kedatangan mesin pembangkit ini sekaligue menambah kapasitas daya terpasang di Ambon. Juga menggantikan mesin-mesin yang sudah tua yang ada di sini,” terang Haryanto

Haryanto menambahkan, dengan datangya kapal ‘Genset Raksasa’ sekaligus menjawab tantangan listrik Ambon dalam beberapa tahun ke depan. Dengan asumsi pertumbuhan beban puncak listrik sebesar 10% per tahun di Ambon, maka kebutuhan listrik di Ambon akan bertambah menjadi 105 MW di 2020.

“Dengan datangnya kapal ini menjawab kebutuhan listrik di Ambon masa depan. Kalau pertumbuhan beban puncak di sini maksimum 10% oer tahun itu katakan sekarang tahun ini 77 MW maka di 2020 105 MW,” jelas Haryanto.

Dengan demikian, daya tarik investasi Ambon pun bisa meningkat dengan mencukupinya kebutuhan listrik.

“Bukan hanya memenuhi kebutuhan listrik as usual rumah tangga. Harapan kita akan datang investor ke Ambon buka bisnis di sini, buka lapangan kerja, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan perekonomian rakyat,” tutup Haryanto. (hns/hns)

Kamis 23 Mar 2017, 18:31 WIB

Ada Kapal ‘Genset Raksasa’, Ongkos Produksi Listrik Lebih Murah

Ardan Adhi Chandra – detikFinance
Ada Kapal Genset Raksasa, Ongkos Produksi Listrik Lebih MurahFoto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance

Waai – PT PLN (Persero) mendatangkan Kapal Pembangkit Listrik atau Marine Vessel Power Plant (MVPP) berkapasitas 60 megawatt (MW) dari Turki. Dengan datangnya Kapal ‘Genset Raksasa’ ini, produksi listrik PLN pun bisa semakin murah.

Produksi listrik lewat Kapal ‘Genset Raksasa’ menggunakan bahan bakar minyak jenis Heavy Fuel Oil (HFO) yang harganya lebih murah dari solar industri. Harga HFO sekitar dua per tiga dari harga solar industri.

“Mesin pembangkit ini sendiri bahan bakarnya dua, satu BBM namanya HFO yang harganya dua per tiga dari solar. Harganya HFO Rp 4.500,” jelas Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua Haryanto WS di Waai, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (23/3/2017).

Dari segi konsumsi bahan bakar pun lebih irit. Kapal ‘Genset Raksasa’ hanya membutuhkan 0,22 liter HFO untuk memproduksi per kwh listrik.

“Kemudian mesinnya sendiri sangat efisien karena konsumsinya 0,22, artinya 1 kwh hanya perlu 0,22 liter BBM. Kalau mesin besar 0,3 liter,” tutur Haryanto.

Selain menggunakan HFO, bahan bakar produksi listrik di Kapal ‘Genset Raksasa’ ini bisa menggunakan gas. Terlebih lagi, pemerintah mendorong PLN untuk memanfaatkan gas sebagai sumber energi pembangkit khususnya Indonesia timur.

“Sekarang pemerintah berikan alokasi gas cukup banyak untuk pembangkit PLN termasuk di Indonesia timur. Di Tangguh ada gas sudah produksi dan kembangkan, kita harapkan bisa dapat gas dari sana,” ujar Haryanto.

Meski demikian, PLN mengaku tidak mengambil untung dari penjualan listrik di Ambon. Bahkan PLN harus menutup kerugian dari penjualan listrik di salah satu pulau timur Indonesia.

“Lebih tinggi biaya pokok produksi (daripada harga jual). Kebijakan korporasi kita listrik di Indonesia timur enggak mikir untung rugi, yang penting elektrifikasi,” kata Haryanto.

Tambah kapasitas

Kapal ‘Genset Raksasa’ ini memiliki kapasitas 120 megawatt (mw), namun PLN dalam perjanjian sewa kapal meneken 60 mw. Haryanto mengatakan, beban puncak listrik di Ambon sebesar 58 MW pada malam tahun baru 2016 lalu.

Saat ini, kapasitas listrik terpasang di Ambon sebesar 70 MW. Kehadiran Kapal ‘Genset Raksasa’ dari Turki ini sekaligus menggantikan peran pembangkit-pembangkit yang tidak optimal.

“Kedatangan mesin pembangkit ini sekaligue menambah kapasitas daya terpasang di Ambon. Juga menggantikan mesin-mesin yang sudah tua yang ada di sini,” terang Haryanto

Haryanto menambahkan, dengan datangya kapal ‘Genset Raksasa’ sekaligus menjawab tantangan listrik Ambon dalam beberapa tahun ke depan. Dengan asumsi pertumbuhan beban puncak listrik sebesar 10% per tahun di Ambon, maka kebutuhan listrik di Ambon akan bertambah menjadi 105 MW di 2020.

“Dengan datangnya kapal ini menjawab kebutuhan listrik di Ambon masa depan. Kalau pertumbuhan beban puncak di sini maksimum 10% oer tahun itu katakan sekarang tahun ini 77 MW maka di 2020 105 MW,” jelas Haryanto.

Dengan demikian, daya tarik investasi Ambon pun bisa meningkat dengan mencukupinya kebutuhan listrik.

“Bukan hanya memenuhi kebutuhan listrik as usual rumah tangga. Harapan kita akan datang investor ke Ambon buka bisnis di sini, buka lapangan kerja, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan perekonomian rakyat,” tutup Haryanto. (hns/hns)

=

Jumat 24 Mar 2017, 08:13 WIB

Ini Deretan Kapal ‘Genset Raksasa’ yang Disewa PLN untuk Terangi RI

Ardan Adhi Chandra – detikFinance
Ini Deretan Kapal Genset Raksasa yang Disewa PLN untuk Terangi RIFoto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance

Ambon – PT PLN (Persero) baru saja melakukan uji coba kapal pembangkit listrik atau Marine Vessel Power Plant (MVPP) di Ambon. Kapal ‘Genset Raksasa’ ini memasok listrik Ambon sebesar 60 megawatt (MW).

Kapal ‘Genset Raksasa’ dari Turki ini sudah tiba di Waai, Ambon sejak Rabu (15/3/2017) lalu.

“Kedatangan mesin pembangkit ini sekaligus menambah kapasitas daya terpasang di Ambon,” jelas Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua, Haryanto WS, di Waai, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (23/3/2017).

Sebelumnya, PLN juga sudah mendatangkan Kapal ‘Genset Raksasa’ ke Amurang pada Desember 2015 lalu. Kapal ‘Genset Raksasa’ Amurang memiliki kapasitas 120 MW yang mengalirkan listrik untuk daerah Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.

Kapal Genset Untuk AmurangKapal Genset Untuk Amurang Foto: Dok. PLN

PLN juga sudah mendatangkan Kapal ‘Genset Raksasa’ ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kapal ‘Genset Raksasa’ ini memiliki kapasitas 60 MW yang juga sempat dikunjungi Presiden Joko Widodo (Jokowi) Desember 2016 lalu.

Kapal Genset Untuk KupangKapal Genset Untuk Kupang Foto: Dok. PLN

“Ada di Amurang 120 MW, Kupang 60 MW, dan Ambon 60 MW tadi diujicoba,” jelas Haryanto.

Haryanto menambahkan, ke depan PLN akan mendatangkan dua Kapal ‘Genset Raksasa’ lagi untuk memenuhi kebutuhan listrik di Lombok dan Belawan. Masing-masing kapal akan didatangkan dengan kapasitas sebesar 60 MW untuk Lombok dan 240 MW untuk Belawan. (wdl/wdl)

March 23, 2017

Honeywell Teken Kontrak 34 Mesin Pesawat dengan PTDI

Mar232017

 

Honeywell Aerospace telah dipilih oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI) untuk memasok 34 mesin turboprop TPE331 untuk pesawat NC212i selama empat tahun ke depan.

Honeywell diharapkan memberikan enam mesin pertama pada tahun 2017, dan sisa akan disampaikan hingga tahun 2020.

Honeywell juga akan memberikan pelatihan mesin TPE331 gratis kepada enam insinyur PTDI untuk mendapatkan keterampilan pemeliharaan dan transfer pengetahuan teknis untuk PTDI.

“Pesawat generasi baru PTDI NC212i adalah pesawat luar biasa yang sesuai dengan kebutuhan di Asia Tenggara untuk berbagai misi, termasuk pengawasan maritim & patroli penjaga pantai, angkut penumpang, angkut pasukan, transportasi kargo, pencarian dan penyelamatan, dan evakuasi medis. Wilayah dengan pertumbuhan yang pesat ini, merupakan kunci untuk Honeywell, kami berkomitmen untuk mendukung operator pesawat dan produsen seperti PTDI yang memperluas kemampuan mereka di seluruh wilayah,” ujar Mark Burgess, wakil presiden, APAC, Defense and Space, Honeywell Aerospace.

“Kami sangat senang dan percaya diri untuk melihat mesin TPE331 Honeywell memberikan respon throttle yang lebih cepat dan efisiensi bahan bakar yang meningkat, Untuk kinerja maksimum”, tambahnya.

Asiatraveltips.com