Archive for ‘BUMN news’

July 28, 2015

PT KAI Akhirnya Dapat Duit untuk Perawatan Infrastruktur  

SENIN, 27 JULI 2015 | 20:05 WIB

PT KAI Akhirnya Dapat Duit untuk Perawatan Infrastruktur  

Sejumlah pekerja bekerja sama melakukan perawatan rel kereta api di kawasan Manggarai, Jakarta, Minggu 4 Januari 2015. Kereta api menjadi tulang punggung dari sarana transportasi masyarakat Jakarta. M IQBAL ICHSAN/ TEMPO

TEMPO.COJakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) akhirnya mendapat kucuran duit perawatan dan operasional infrastruktur (infrastructure maintenance and operation/ IMO) kereta api dari pemerintah senilai Rp 1,5 triliun untuk periode 26 Maret-31 Desember 2015.

Kepastian itu diperoleh setelah KAI menandatangani kontrak IMO dengan Kementerian Perhubungan di Jakarta, Senin, 27 Juli 2015.

“IMO ini lebih jelas. Dulu, IMO diasumsikan sama dengan biaya penggunaan prasarana (track access charge/ TAC),” kata Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro di Jakarta, kemarin.


Biaya perawatan dan operasional prasarana yang seharusnya ditanggung pemerintah sebelumnya selalu ditalangi KAI. Tahun lalu, KAI mengeluarkan Rp 1,8 triliun untuk melakukan perawatan dan kegiatan operasional prasarana. Di sisi lain, KAI tak pernah membayar penerimaan negara bukan pajak dari penggunaan prasarana atau TAC. Gara-gara kondisi ini, muncul asumsi KAI tak perlu membayar TAC ke Kementerian Perhubungan karena IMO telah dibiayai KAI.

“Secara teori, kontrak IMO ini lebih bagus. Karena TAC tak pernah lebih tinggi daripada IMO,” ujar Edi.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengakui penandatanganan kontrak IMO antara KAI dan Kementerian Perhubungan sebagai langkah besar buat perkeretaapian. Walaupun kewajiban pemerintah membiayai IMO sudah tertuang dalam Undang-Undang Perkeretaapian yang keluar pada 2007 dan harus dimulai pada 2011, duit IMO itu belum kunjung cair.

Pelaksanaan IMO sempat dikebut gara-gara tabrakan kereta api Argo Bromo Anggrek dengan Senja Utama Semarang yang menewaskan 36 orang pada Oktober 2010 silam.

“IMO ini sudah telat 4 tahun 3 bulan. Kalau enggak ada kecelakaan itu, entah kapan jadinya,” ujar Jonan. 



KHAIRUL ANAM

+++++++++++++

Proyek Rel Double-double Track Manggarai-Cikarang Digenjot

SELASA, 28 JULI 2015 | 05:24 WIB

Proyek Rel Double-double Track Manggarai-Cikarang Digenjot  

Pekerja bongkar muat bantalan beton untuk double-double track (DDT) di perlintasan rel Cipinang, Jakarta, 15 Januari 2015. PT KAI menyebutkan, jalur rel ganda atau double-double track (DDT) akan dilakukan hingga ke Cikarang. Pelaksanaan eksekusi terhadap pemukiman di pinggiran rel pun telah selesai. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO , Jakarta: Pemerintah memulai lagi pembangunan double-double track kereta api dari Manggarai, Jakarta Selatan-Cikarang, Bekasi.

Pembangunan itu ditandai dengan penandatangan kontrak proyek paket A double-double trackManggarai-Jatinegara antara Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dengan empat pemenang lelang, yaitu PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan Len Railway Systems dengan pagu senilai Rp 2,304 triliun selama 27 Juli 2015-31 Desember 2017. 



“Proyek double-double track ini proyek lama. Terakhir dengan loan JICA hanya satu paket yang bisa dilaksanakan (elektrifikasi jalur Bekasi-Cikarang),” ujar Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hermanto Dwiatmoko di Jakarta, Senin, 27 Juli 2015.

Konsorsium PT Hutama Karya (Persero) mendapat paket pekerjaan sipil senilai Rp 1,019 triliun. Berturut-turut, Wijaya Karya mendapat paket pekerjaan rel senilai Rp 363,266 miliar (Rp 373,266 miliar dalam LPSE Kementererian Perhubungan), konsorsium Adhi Karya mendapat paket pekerjaan bangunan gedung senilai Rp 493,690 miliar, LRS kebagian paket pekerjaan fasilitas operasi senilai Rp 382,910 miliar, dan supervisi digarap konsorsium PT Dardela Yasa Guna senilai Rp 46,086 miliar.

“Dua paket double-double track Manggarai-Cikarang lainnya segera kami dorong lagi, yaitu paket B21 (Depo Cipinang) dan B22 (double-double track Jatinegara-Bekasi),” ujar Hermanto. 


Menurut Hermanto, proyek Paket A double-double track Manggarai-Jatinegara meliputi pembangunan Stasiun Manggarai dan Stasiun Jatinegara, persinyalan jalur Bekasi-Jatinegara dan Jatinegara-Manggarai, dan pembangunan jalur ganda termasuk trek layang Manggarai-Jatinegara. Pengoperasian DDT diharapkan bisa mengurai hambatan headway atau waktu antara KRL dan kereta jarak jauh dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.


”Ini pendanaannya dari skema sukuk dalam negeri,” ujar Hermanto.

Direktur Utama PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) M. Fadhil mengatakan gara-gara molornya pembangunan double-double track Manggarai-Cikarang, waktu antara atau headway KRL rute Manggarai-Bekasi mencapai 15 menit sekali.

Headway itu jauh sekali dibandingkan waktu antara KRL relasi Bogor-Depok yang cuma 5 menit sekali. “Kalau double-double track ini sudah beroperasi, logikanya kapasitas KRL bisa naik dua kali lipat. Tapi paling moderat satu setengah kali,” ujar Fadhil.

Menurut Fadhil, potensi penumpang relasi Bekasi cukup besar. Namun itu terkendala oleh double-double track yang telat dibangun. Double-double track awalnya mulai dibangun pada 2003 silam tapi baru elektrifikasi Bekasi-Tanah Abang yang tergarap. 



KHAIRUL ANAM

July 23, 2015

BUMN Sambut Baik Amanat Presiden

Terobosan apaan ??? Kalau hanya minta hutangan dari China sih namanya bukan terobosan.. tapi buat cilaka

JAKARTA, KOMPAS — Sejumlah badan usaha milik negara menyambut baik pernyataan Presiden Joko Widodo agar tidak memidanakan pelaku usaha atau BUMN yang melakukan terobosan guna kepentingan perusahaan. Pasalnya, selama ini ada kekhawatiran dari pelaku usaha untuk melakukan terobosan karena terancam akan dipidanakan penegak hukum.

Proyek pengembangan  Terminal 3 Ultimate di Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang dikelola PT Angkasa Pura II di Cengkareng, Banten, Selasa (23/6). Sejumlah badan usaha milik negara menyambut baik pernyataan Presiden Joko Widodo agar tidak memidanakan pelaku usaha atau BUMN yang melakukan terobosan guna kepentingan perusahaan.
KOMPAS/AGUS SUSANTOProyek pengembangan Terminal 3 Ultimate di Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang dikelola PT Angkasa Pura II di Cengkareng, Banten, Selasa (23/6). Sejumlah badan usaha milik negara menyambut baik pernyataan Presiden Joko Widodo agar tidak memidanakan pelaku usaha atau BUMN yang melakukan terobosan guna kepentingan perusahaan.

“Kami menyambut baik imbauan itu. Selama ini memang ada ketakutan di internal perusahaan untuk melakukan sesuatu yang di luar kebiasaan. Padahal, sesuatu itu dibutuhkan untuk pengembangan proyek pembangunan perusahaan,” demikian dikatakan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Budi Karya Sumadi, di Jakarta, Kamis (23/7).

Menurut Budi, imbauan ini sangat melegakan dan membuat dirinya serta anak buah merasa tenang dan percaya diri dalam melaksanakan proyek-proyek pemerintah.

Pendampingan

Sementara itu Direktur Utama Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau Airnav Indonesia Bambang Tjahjono mengatakan, pihaknya tidak merasa khawatir selama mengikuti peraturan dan ketentuan yang berlaku. “Kalau memang ada keraguan, kami bisa meminta pendapat hukum dari jaksa muda perdata dan tata usaha negara (jamdatun) selaku pengacara negara. Kami juga minta pendampingan dari BPKP,” tutur Bambang.

Menurut Bambang, proyek-proyek yang dimintakan pendapat dan pendampingan hanyalah apabila ada keraguan. Jika tidak ada keraguan dan aturannya sudah jelas, Bambang mengatakan jalan terus.

Senada dengan Bambang, AP II juga selalu meminta pendampingan dari BPKP saat proses tender dan kepada Jamdatun atau Kejaksaan Tinggi di beberapa hal. “Jadi, kami selalu meminta persetujuan kepada banyak pihak untuk melaksanakan proyek pemerintah. Memang hal ini akhirnya membuat lambat proses pembangunan,” kata Budi.

Namun, kelambatan ini hanyalah memakan waktu satu-dua bulan. Dari opini yang diberikan jamdatun dan BPKP, AP II akan melihat mana saja pekerjaan yang salah dan mana yang benar. Yang salah diperbaiki dan yang benar dilanjutkan. “Proses itu membuat proyek selesai lebih lama. Akan tetapi, lebih lama satu-dua bulan jauh lebih baik daripada urusannya menjadi panjang dan memakan waktu lebih lama,” ungkap Budi.

SMS ancaman

Yang patut dicermati, kata Budi, adalah opini-opini yang disebarkan lembaga swadaya masyarakat yang tidak bertanggung jawab yang menyatakan dirinya sebagai LSM anti korupsi atau LSM pemerhati BUMN. LSM ini sering kali menggunakan media daring (online) dan menyebarkan berita-berita yang tidak benar. “Saya berharap penegak hukum tidak terpancing dengan berita-berita yang tidak benar seperti ini. Apa yang mereka lakukan seperti ini yang justru membuat proyek pembangunan lebih lama selesainya,” ujar Budi menegaskan.

Budi mengaku, hampir setiap hari dirinya mendapatkan pesan singkat atau e-mail yang berisi ancaman dari LSM yang tidak bertanggung jawab seperti ini. “Selama kami merasa benar, kami tetap jalan terus. Itulah makanya kami minta pendampingan dari jamdatun dan Kejaksaan Tinggi,” ujarnya.

  • 0
  • 0
  • 0
July 13, 2015

Garuda Indonesia Datangkan 24 Pesawat Baru Senilai 1,85 Miliar Dollar AS

ZERO Local content  0% kandungan lokal 100 % import

SIAPA YANG Untung : BOING dan AIRBUS, broker pesawat, perusahaan leasing dan pejabat Garuda..

Yang Buntung : PT Dirgantara Indonesia..

YANG Manyun : Publik pengguna angkutan udara ( nggak akan pernah  sanggup naik Garuda karena Mahal) dan buat mata uang loyo.

Senin, 13 Juli 2015 | 05:17 WIB
ShutterstockSalah satu pesawat yang digunakan Garuda Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com – Maskapai pelat merah Garuda Indonesia tengah menyiapkan kedatangan armada barunya. Jika sesuai jadwal, mulai Juni 2015 hingga Desember 2017 ini Garuda akan menerima sebanyak 24 armada baru. Demi mendatangkan pesawat tersebut, Garuda sudah menyiapkan dana pembiayaan hingga 1,85 miliar dollar AS.

“Pokoknya sampai Desember 2017, total dana yang dibutuhkan untuk mendatangkan pesawat baru mencapai 1,85 miliar dollar AS,” ujar I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra, Direktur Keuangan PT Garuda Indonesia Tbk, Minggu (12/7/2015).

Tanpa merinci bagaimana cara memenuhi kebutuhan tersebut, menurutnya Garuda akan tetap mempertahankan komposisi pendanaan pembelian armada dengan skema 80 persen operating lease. Sedangkan 20 persen sisanya merupakan financial lease.

Hanya saja, kata Askhara kepastian tersebut masih akan diputuskan dengan mempertimbangkan kondisi finansial perusahaan dalam tiga tahun mendatang.

Adapun 24 pesawat yang akan didatangkan tersebut berjenis 11 unit Airbuss 330, 9 pesawat jenis ATR, 3 unit pesawat 777-300 dan 1 unit Boeing 737-Max. (RR Putri Werdiningsih)

July 5, 2015

Kebakaran Di Bandara Cengkareng

Sprinkler tidak berfungsi, apalagi CCTV.. Bandara Internasional ini  makin lama keadaannya mirip stanplaz bus kota antar provinsii., belum lagi soal taksi gelap, calo, petugas korup /tukang peres, pejabat sok kuasa ( parkir sembarangan) dan wc yang jorok..
Bandara ini layaknya diganti dari bandara Internasional jadi bandara Nasional , namanya lebih pas dan tidak memalukan Indonesia.
Minggu 05 Jul 2015, 20:48 WIB

Sprinkler di Terminal 2E Harusnya Menyala dengan Baik

Rini Friastuti – detikNews
Sprinkler di Terminal 2E Harusnya Menyala dengan Baik
Tangerang – Kebakaran yang terjadi di terminal 2E Bandara Soekarno-Hatta menimbulkan kerugian materil yang tak sedikit bagi pihak maskapai dan pengelola bandara. Asap tebal tampak membumbung tinggi di terminal keberangkatan internasional tersebut pada saat terjadinya kebakaran.

Beredar dugaan bahwa sprinkler yang terpasang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Namun pihak Angkasa Pura II membantah hal tersebut.

“Sprinkler harusnya nyala, karena diaudit setiap tahun dan dites, karena itu merupakan sebuah sub check list keselamatan dan kemanan,” ujar Senior General Manager PT Angkasa Pura II, Zulfahmi kepada wartawan dalam jumpa pers di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (5/7/2015).

Menurutnya, pengecekan rutin bagian bandara seperti sprinkler dan lainnya merupakan bagian dari prosedur keamanan yang tak terpisahkan. “Itu tidak bisa dipisahkan dari audit bagian keamanan bandara. Jadi itu (sprinkler) berfungsi dengan baik,” kata dia.

“Tadi kami periksa, tidak ada permasalahan dengan sprinkler, jadi seharusnya berfungsi ya,” jelas Zulfahmi.
(rii/rna)

June 29, 2015

Ini ide awal Dirut Pindad masuk bisnis alat berat

Dari Kontanonline

Oleh Benediktus Krisna Yogatama –

Bagus saja sih, asal bisa laku dipasaran. Apa bisa bersaing dengan United Tractor atau Trakindo yang jaringan pemasaran dan aftersales nya sudah menyebar di seluruh kawasan tambang dan perkebunan Indonesia ? Jangan sampai inisiatif ini hanya membebani PT PINDAD yang sudah berat berat membiayai “pemalakan” dari para Jendril.

Menurut sumber info dari orang dalam : Salah satu sumber INEFISIENSI di PT PINDAD adalah pembelian inventory yang sangat berlebihan yang berujung dengan seretnya cashflow perusahaan.. Nah kenapa tidak hal ini dulu diberesin wahai direktur PT PINDAD !

Ini ide awal Dirut Pindad masuk bisnis alat berat

JAKARTA. Perusahaan senjata nasional, PT Pindad (Persero) membikin excavator dengan kapasitas angkut hingga 20 ton. Silmy Karim, Direktur Utama PT Pindad, bercerita kepada KONTAN soal kronologis dan ide awal perusahaan pelat merah ini untuk bikin excavator.

Silmy mengatakan ide membuat excavator sudah tercetus sejak pertama dia menjadi direktur utama perseroan sekitar 6 bulan lalu. “Pertama saya masuk Pindad, saya tanya kepada tim, apakah teknologi kita bisa bikin excavator? Kita sudah bisa bikin hydraulic untuk kapal dan pelabuhan, mereka bilang excavator juga bisa, kalau bisa kenapa tidak? karena teknologi sudah kami kuasai,” ujar Silmy melalui telepon pada KONTAN, Minggu (28/6).

Kemudian tim Pindad bekerja membuat excavator tersebut. Silmy lalu bercerita kepada Menteri Perindustrian, Menteri Bappenas, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat. “Mereka mendukung,” ujar Silmy.

Pembuatan excavator terus dibuat dan pada akhir Mei prototype sudah selesai. “Saya kemudian lapor ke Bu Rini (Menteri BUMN), kemudian beliau tertarik, dan saya perlihatkan kemarin,” ujar Silmy.

Dengan Pindad mampu memproduksi excavator menandai perusahaan ini masuk ke bisnis alat berat. Sebelumnya perusahaan telah berkecimpung di lini usaha senjata, munisi, kendaraan Khusus (tank, panser), tempa dan cor, mesin Industri dan Jasa, serta bahan Peledak Komersial

Editor: Uji Agung Santosa
+++++

Produksi 700 Juta Butir Peluru, Pindad Butuh Banyak Modal

Minggu, 28 Juni 2015 | 17:39 WIB
ESTU SURYOWATI/Kompas.comMenteri BUMN Rini M Soemarno menembak di lapangan tembak PT Pindad (Persero), Bandung, Sabtu (27/6/2015). Saat ini produksi peluru Pindad mencapai 200 juta butir. Sedangkan, kebutuhan yang harus dipenuhi mencapai 700 juta butir.

Terkait


BANDUNG, KOMPAS.com – PT Pindad (Persero) benar-benar butuh tambahan modal dalam jumlah yang tidak sedikit untuk mengembangkan bisnis pertahanan dan non-alutsista. Dalam 5 tahun ke depan diperkirakan kebutuhan modal untuk itu mencapai Rp 4,9 triliun.

Direktur Utama Pindad Silmy Karim mengatakan, pada tahun ini BUMN initelah mendapatakan suntikan modal dari APBN sebesar Rp 700 miliar dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN). Adapun PMN untuk tahun 2016, kata Silmy, hanya direstui oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar Rp 707 miliar. Padahal, PMN yang diusulkan sebesar Rp 1,7 triliun.

“Total kebutuhannya untuk pengembangan alutsista dan non-alutsista sebesar Rp 4,9 triliun, dalam lima tahun,” ucap Silmy, Bandung, Sabtu (27/6/2015).

Silmy berharap sisa PMN yang sebesar Rp 3,6 triliun bisa dikucurkan dalam tiga tahun ke depan, yakni tahun anggaran 2017, 2018, dan 2019. Akan tetapi, perseroan juga mengantisipasi jika usulan PMN tersebut tidak seluruhnya dipenuhi seperti usulan untuk tahun anggaran 2016.

Silmy menuturkan, Pindad masih mengkaji kemungkinan obligasi yang akan dilakukan setelah lima tahun mendatang. “Kenapa saya tidak masuk bonds dulu, karena sekarang ada komitmen dari pemerintah dalam bentuk PMN,” imbuh Silmy.

Salah satu alutsista yang butuh banyak modal adalah amunisi (peluru). Silmy menyebut, ke depan kebutuhan peluru ditaksir mencapai 700 juta butir, tiga kali lipat lebih besar dari yang bisa diproduksi Pindad saat ini yang sebanyak 200 juta butir.

“Kenapa 700 juta butir? Tentara kita ada 450.000. Untuk latihan satu tahun perlu 1.500, dikalikan jadi 700 juta. Itu belum pasukan khusus yang bisa 30.000,” jelas Silmy.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Pindad pelu meningkatkan kapasitas produksinya dari satu shift menjadi tiga shift, di samping modernisasi alat-alat produksi. Silmy mengatakan, saat ini Pindad masih mengoperasikan mesin yang dibuat sejak zaman kolonial.

“Peralatan kita masih ada yang tahun 1930, zaman Belanda. Itu membuktikan Pindad bisa merawat sesepuh. Kalau tahun depan masih bekerja, siap-siap kuwalat,” seloroh Silmy.

June 27, 2015

2017, Soetta jadi bandara terbaik kedua di Asean?

Coba fokus di urusan taksi gelap, calo dan toilet yang masih jorok !
Daripada mimpi siang bolong ingin mengalakan Changi Airport hehe

Kontan online
Jumat, 26 Juni 2015 | 23:01 WIB

BERITA TERKAIT
Damri buka trayek Bandara Soetta-apartemen Pramuka
AP II gusur 20 toko di Bandara Soetta
Soal proyek PKJL Soetta, Komisi VI panggil AP II
Railink: Kereta Bandara Soetta beroperasi 2016
KAI raih kredit untuk proyek KA Bandara Soetta
80% penyelundupan narkoba di Soetta naik Air Asia
Stasiun kereta bandara Soetta siap dibangun
AP II dapat utang Rp 1,5 T untuk proyek Soetta
Pemerintah tolak pengembangan Soetta pakai APBN

JAKARTA. PT Angkasa Pura II menginginkan Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng menjadi bandara terbaik kedua se-ASEAN setelah Bandara Changi Singapura.

“Dua tahun lagi Insya Allah Bandara Soekarno-Hatta akan melampaui Kualanamu International Airport dan Suvarnabhumi Thailand,” kata Direktur Utama AP II Budi Karya Sumadi usai diskusi yang bertajuk “Saatnya Konsumen Bicara untuk Bandara yang Lebih Baik,” di Jakarta, Jumat (26/6).

Budi mengatakan untuk mencapai target tersebut, AP II saat ini melakukan perbaikan-perbaikan di bandara. Baik fasilitas maupun pelayanan. Perbaikan-perbaikan tersebut, meliputi pembangunan Terminal III Ultimate, revitalisasi Terminal I dan II dan lainnya.

“Kami ingin menjadi perusahaan publik dan jadi pelayanan masyarakat yang baik, berarti kami tidak berpangku tangan untuk cari uang karena selain ada target komersial, ada target pelayanan yang harus disempurnakan,” katanya.

Selain itu, ia juga berkeinginan untuk menciptakan bandara sebagai “smile airport” atau bandara yang memberikan senyuman dan keramahtamahan.

“‘Smile’ (senyuman) adalah satu akumulasi di mana satu konsumen kalau sudah selesai dari bandara kita, tersenyum tak hanya puas dengan pelayanan tapi pengalaman yang dikenang,” ujarnya.

Saat ini, AP II tengah menggenjot penyelesaian Terminal III Ultimate yang mana prosesnya sudah mencapai 75%, pembangunan moda stasiun kereta bandara serta moda penghubungan antarbandara dengan “integrated people mover system”. Selain itu, revitalisasi Terminal I dan II, “cargo village” dan akses jalan tol baru.

Dari sisi udara, AP II juga tengah memperluas apron Terminal III Ultimate, pembangunan “rapid exit taxiway” dan “extend taxiway serta perbaikan landasan pacu bagian Utara dan Selatan.

Hasil penelitian dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, dari sisi pelayanan Bandara Soetta masih minim. Begitu pun dari sisi fasilitas dinilai masih kurang baik sebagai bandara internasional.

Dalam satu bulan, YLKI menerima 245 pengaduan dari konsumen terkait pelayanan Bandara Soetta.

Koordinator Bidang Pengaduan dan Hukum YLKI Sularsi menyebutkan dari 246 aduan, pengelolaan transportasi darat dan parkir merupakan kasus yang paling banyak diadukan, masing-masing berjumlah 30 kasus dan 21 kasus.

Pengelolaan transportasi, di antaranya masih ditemukan taksi gelap (55%), kesulitan akses taksi resmi (14%) serta taksi tak berargo (7%).

Sedangkan, masalah parkir didominasi oleh antrean panjang dan keluar masuk parkir (38%), parkir liar (19%) dan parkir mahal (10%).

Untuk kategori sepuluh besar, kasus yang diadukan konsumen ke YLKI adalah pengelolaan transportasi (30 kasus), parkir (21), fasilitas troli (15), asap rokok di bandara (15), toilet (13), kursi tunggu (12), petugas tidak responsif (11), bagasi hilang atau rusak (10), porter nakal (sembilan) dan calo tiket (tujuh).

June 21, 2015

Mantap! BUMN Produsen Pesawat Ini Untung Rp 250 Miliar

  28/05/2015 17:51 WIB

Angga Aliya – detikFinanceJakarta – PT Dirgantara Indonesia (PTDI) meraup laba US$ 19,3 juta (Rp 250 miliar) di akhir 2014. Perusahaan pelat merah ini sudah meraih laba sejak 2012 lalu.Kinerja PTDI ini sudah cenderung membaik sejak mencatat rugi hingga triliun rupiah di 2007. Pada periode 2009 sampai dengan 2014, PTDI telah memperoleh kontrak Rp 18,95 triliun dan penjualan Rp 13,97 triliun, yang terdiri dari kontrak dengan Pemerintah Rp 13,21 triliun atau 70% dan Non Pemerintah/Luar negeri Rp 5,74 triliun atau 30%.Pada kurun waktu tersebut PTDI telah menyerahkan 58 unit yang terdiri 17 pesawat yaitu pesawat CN235, NC212-200 dan CN295 ke berbagai Negara dan Instansi.Selain itu perusahaan telah menyerahkan 36 helikopter berbagai jenis yang terdiri dari NAS332, NBELL412, Dauphin AS365N3 dan Fennec AS350. “Jadi secara umum PTDI telah sehat kembali, mampu berdiri tegak dan siap bersaing di dunia industri dirgantara serta kembali memegang peranan penting dalam pengembangan Industri Penerbangan di dunia,” Humas PTDI Sony Saleh Ibrahim dalam keterangan tertulis, Kamis (28/5/2015). PTDI merupakan perusahaan milik negara yang memproduksi pesawat terbang. Berdiri pada tahun 1976, PTDI yang pernah mengalami masa jaya pada 1976 sampai 1997.Perusahaan yang bermarkas di Bandung ini juga sempat divonis pailit oleh Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada bulan September 2007. Namun putusan ini akhirnya dibatalkan oleh kasasi Mahkamah Agung RI pada Oktober di tahun yang sama
PTDI sudah mengalami ujian berat, tidak hanya menghadapi permasalahan keuangan, tapi juga harus memperbaiki citra, baik di dalam maupun luar negeri. Pada 2007, PTDI masih mengalami kerugian akumulasi Rp 3,92 triliun dengan nilai ekuitas negatif Rp 14,67 miliar. Kerugian tersebut terus berlanjut sampai 2011, sehingga pada akhirnya pada 2011 Pemerintah menyuntikan tambahan modal non-cash melalui Peraturan Pemerintah nomor 73 tahun 2011 Rp 2,96 triliun dan pada tahun 2012 mendapatkan kembali tambahan modal tunai Rp 1,40 triliun agar industri dirgantara ini bangkit kembali.Melalui program restrukturisasi dan revitalisasi, secara umum kondisi PTDI tahun 2012-2014 mengalami perbaikan dan cendrung mengalami peningkatan. Hal tersebut dapat dilihat antara lain dari likuiditas yang mulai membaik dan dapat membiayai program-program terkontrak, struktur permodalan sehat/bankable, perolehan kontrak dan penjualan meningkat, kapasitas produksi meningkat, terjalinnya kerjasama melalui strategic alliance, dan telah mulai meraih keuntungan pada 2012.

June 21, 2015

Pertamina Dapat 70% Saham Blok Mahakam, Rini: Ini Lompatan Sejarah

Apa nya yg lompat Rini?  Ladang yg sudah dikuras habis baru diserahkan lagi ke pemerintah.

YANG. JUSTRU LOMPATAN LOGIKA dari Bu Rini adalah memviarkan PT TELKOM Membangun Pusat Datanya Di Singapur. TOLOL Bin Gendenk ya!

Jumat, 19/06/2015 13:21 WIB

Zulfi Suhendra – detikFinanceJakarta – Hari ini, pemerintah memutuskan memberikan 70% saham Blok Mahakam di Kalimantan Timur kepada PT Pertamina (Persero). Pertamina bakal menjadi pemegang saham mayoritas di ladang gas terbesar Indonesia itu.Pertamina akan membagi sahamnya dengan BUMD di Kalimantan Timur. Menurut Menteri BUMN, Rini Soemarno, keputusan pemerintah ini merupakan lompatan sejarah.”Ini lompatan sejarah. Pemerintah betul-betul menaruh kepercayaan yang sangat tinggi pada Pertamina. Dan tentunya menaruh harapan pada Pertamina dan seluruh anak bangsa untuk bisa mengelola blok Mahakam ini,” jelas Rini di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (19/6/2015). Rini juga mengapresiasi kepada Total E&P Indonesie dan Inpex, selaku operator Blok Mahakam sebelumnya, yang memberi dukungan dan mau bekerjasama dengan Pertamina untuk mengelola blok tersebut. Total dan Inpex mendapatkan jatah 30% saham di blok tersebut.”Saya memberikan dukungan sepenuh-penuhnya pada direksi Pertamina. Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Menteri ESDM, Dirjen Migas, dan SKK Migas,” jelasnya.Di tempat yang sama, Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, dalam 4-5 bulan ke depan, Total, Inpex, dan Pertamina akan mendiskusikan tahapan alih kelola blok tersebut.

+++–++++++-
Sabtu, 20/06/2015 09:39 WIB

Pertamina Kuasai 70% Blok Gas Terbesar di Mahakam, Berapa Produksinya?

Wahyu Daniel – detikFinanceJakarta – Pemerintah memutuskan untuk memberikan 70% saham di Blok Migas Mahakam, Kalimantan Timur kepada PT Pertamina (Persero), yang dibagi bersama Pemda Kaltim mulai 1 Januari 2108. Berapa produksi minyak dan gas di blok ini?Dalam keterangan Kementerian ESDM yang dikutip, Sabtu (19/6/2015), wilayah blok Mahakam memiliki luas 738,51 km persegi, dan terletak di provinsi Kalimantan Timur serta merupakan wilayah kerja onshore dan offshore.Blok ini mulai berproduksi pertama kali pada 1974. Rata-rata produksi tahunan Mahakam saat ini (status 16 Juni 2015) adalah gas sebesar 1.747,59 MMSCFD, serta minyak dan kondensat sebesar 69.186 barel per hari.Kontrak Kerja Sama (KKS) blok Mahakam ditandatangani pada 6 Oktober 1966 dan berakhir 30 Maret 1997. Kontrak tersebut telah diperpanjang pada 11 Januari 1997 dan akan berakhir 31 Desember 2017.Saat ini Blok Mahakam dipegang oleh Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation, hingga 2017. Kedua perusahaan ini tetap mendapatkan saham di Blok Mahakam sebesar 30%.Sebagaimana diketahui, Total E&P Indonesie telah mengajukan permohonan perpanjangan kontrak pengelolaan Blok Mahakan kepada Pemerintah Indonesia sejak 2008. Disusul Pertamina juga mengajukan minat untuk dapat mengelola blok tersebut setelah kontrak berakhir (pasca 2017). Adapun Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga menyampaikan minat untuk dapat turut serta dalam pengelolaan blok Mahakam melalui kepemilikan participating interest. Sejumlah perundingan yang dipimpin Pemerintah telah dilaksanakan, terakhir pada 10 Juni 2015 tercapai kesepakatan terkait kelanjutan pengelolaan blok mahakam yang hasil sebagaimana diuraikan di atas.

June 21, 2015

Rini klarifikasi pembangunan data center Singapura

  

Minggu, 21 Juni 2015 | 10:25 WIBOleh: RR Putri WerdiningsihDibaca: 23144

kaliJAKARTA. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soermarno akhirnya angkat bicara mengenai peresmian yang dilakukannya terhadap proyek pembangunan data center ketiga milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk di Singapura. Mantan Menteri Perindustrian itu mengaku kaget kepulangannya dari rangkaian lawatan ke luar negeri justru berbuah kabar miring.“Saya baru pulang dari RRT dan Prancis mendapatkan oleh-oleh tulisan mengenai Telkom dan Pelindo II,” ujar Rini Soemarno di rumah dinasnya, kemarin petang (20/6).Tak tanggung-tanggung demi menjelaskan duduk persoalan itu, Menteri Rini juga turut menghadirkan beberapa jajaran direksi PT Telkomunikasi Indonesia Tbk. Menurutnya hal ini perlu dilakukan untuk memberikan penjelasan ke masyarakat mengenai apa sebenarnya fungsi BUMN sehingga tidak terkecoh dengan berita yang meresahkan.Dalam kesempatan itu, Indra Utoyo, Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk pun menegaskan proyek data center ketiga yang dibangunnya pada 5 Juni kemarin bukan diperuntukkan untuk penyimpanan data milik negara. Sama seperti dua data centre yang sebelumnya, proyeknya kali ini juga membidik pangsa pasar perusahaan di Singapura. Kata dia, pembangunan data center tersebut sebenarnya merupakan proyek yang diperoleh anak usahanya Telin Singapura Pte Ltd melalui tender yang cukup ketat.“Yang jelas kalau data di Singapura bukan data dari Indonesia karena sudah ada permennya dari kominfo kalau data-data keuangan apalagi government itu harus di dalam negeri,” tegasnya.Menurutnya sejak beberapa tahun lalu, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk memang sudah mengembangkan sayap bisnisnya ke Singapura dengan membentuk anak usaha sendiri. Selama ini Telin Singapura Pte Ltd telah menjadi kontributor terbesar pendapatan internasional perseroan. Bahkan kini pendapatannya tercatat sudah mencapai angka Rp 1 triliun.Asal tahu saja, akibat peresmian yang dilakukannya Rini Soemarno telah dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri. Ia dilaporkan oleh elemen masyarakat yang menamanakan diri Indonesia Club dengan tuduhan telah menjual aset negara.Editor : Barratut Taqiyyah 

June 14, 2015

Fitra: BUMN Boros, Cuma Penerima Subsidi  

BUMN tidak ada yang jelas.. mereka menjalankan bisnis “rente” . Rente nya mereka bayar ke para politiku tikus Senayan.. Tidak heran BUMN Indonesia tidak ada yang maju.. Coba bandingkan dengan Singapore/ Malaysia/ Thailand.. Jauhhhhh kualitas BUMNnya..

MINGGU, 14 JUNI 2015 | 08:56 WIB

Gedung Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Medan Merdeka Selatan. Jakarta, 2 Oktober 2010. Dok.TEMPO/ JACKY RACHMANSYAH.

TEMPO.COJakarta – Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) mempertanyakan penambahan penyertaan modal negara (PMN) dan berkurangnya target dividen badan usaha milik negara dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan 2015. Koordinator Bidang Advokasi dan Investigasi Fitra, Apung Widadi, mengatakan uang negara banyak yang ditanamkan di BUMN, tapi setiap tahun menunggak dividen.

“Peran BUMN sebagai penopang ekonomi nasional dialihkan menjadi sekadar penerima subsidi tanpa balasan yang sesuai,” ucap Apung dalam siaran pers yang diterima Tempo, Sabtu, 13 Juni 2015.

Pernyataan Fitra ini menanggapi audit terbaru Badan Pemeriksa Keuangan dalam laporan kinerja pemerintah pusat 2014. Dalam LKPP tersebut ditemukan beberapa catatan terkait dengan pengelolaan BUMN yang belum maksimal, yakni:

Investasi BUMN

1. Jumlah investasi permanen PMN per 31 Desember 2014 dan 31 Desember 2013 masing-masing Rp 940 triliun lebih dan Rp 844 triliun lebih merupakan nilai PMN pada BUMN, non-BUMN, lembaga keuangan internasional, badan usaha lain.

2. Nilai PMN pada BUMN 31 Desember 2014 tersebut termasuk bantuan pemerintah yang belum ditetapkan statusnya pada 14 BUMN dengan nilai Rp 58 triliun lebih.

3. Pada APBNP 2015 ditambah PMN Rp 68 triliun.

Realisasi Penerimaan Negara

1. Realisasi bagian pemerintah atas laba BUMN tahun 2014 sebesar Rp 40 triliun lebih.

2. Piutang dari BUMN pada 2014 sebesar Rp 4 triliun lebih dan 2013 sebesar Rp 4,6 triliun lebih.

3. Hingga 2013, total penerimaan tak tertagih dividen sebesar Rp 500,9 triliun atau sepertiga APBN.

Menurut Apung, borosnya pengelolaan keuangan BUMN terkait dengan tiga jenis pimpinannya, yang terdiri atas politikus, praktisi, dan titipan pengusaha. Dia menuturkan hal tersebut dapat memperkuat bahwa selama ini BUMN belum dapat terlepas sebagai sapi perah politik dan bisnis.

“Bayangkan, jika BUMN maksimal, Indonesia tidak perlu lagi menambah utang dari asing senilai Rp 115 triliun per tahun untuk menutup defisit Rp 222 triliun pada APBNP 2015 ini,” ujarnya.

TRI ARTINING PUTRI

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 94 other followers