Archive for ‘Corporate spotlight’

March 30, 2017

Apple Bangun Pusat Inovasi di BSD Rp 580 Miliar

Mantab… semoga terealisasi…
Kamis 30 Mar 2017, 16:09 WIB

Hendra Kusuma – detikFinance
Apple Bangun Pusat Inovasi di BSD Rp 580 MiliarIlustrasi Foto: detikINET/afr
Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan Apple akan membangun pusat penelitian dan pengembangan di Indonesia yang diberi nama Apple Innovation Center.

Menteri Perindustrian Arilangga Hartarto mengatakan, investasi yang disiapkan Apple dalam membangun Apple Innovation Center sebesar US$ 44 juta atau sekitar Rp 585 miliar (kurs Rp 13.300/dolar AS).

“Total investasinya US$ 44 juta,” kata Airlangga di Komplek Istana, Jakarta, Kamis (30/3/2017).

Airlangga menambahkan, pembangunan pusat penelitian dan pengembangan Apple di Indonesia juga dalam rangka meningkatkan komponen dalam negeri pada produk Apple.

“Apple Inovation Center sedang berjalan. Mudah-mudahan bulan Mei ini, tadi Apple ketemu saya mudah-mudahan Apple ini sudah bisa, class-nya sudah bisa dimulai,” tambahnya.

Apple Innovation Center telah dibangun di Bumi Serpon Damai (BSD), Kota Tangerang Selatan, Banten. Dia menambahkan, pada September pusat inovasi ini akan mulai merekrut sekitar 400 orang yang nantinya akan bekerja untuk Apple.

Adapun, kata Airlangga, pada pusat inovasi milik Apple ini juga nantinya akan mengembangkan aplikasi dari Apple itu sendiri.

“Jadi aplikasinya untuk Apple Inforentment tapi biasanya aplikasi ini bisa juga untuk yang non consumer base industry. Bisa juga aplikasi sesudahnya untuk enterprise aplikasi. Tetapi dengan masuknya Apple mendorong bahwa kebijakan yang dilakukan mengenai local content, inovasi, investasi yang baru di-introduce enam bulan yang lalu memang membuahkan hasil,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Airlangga mengungkapkan, pembangunan pusat inovasi Apple juga akan dilakukan di beberapa lokasi, hanya saja untuk tahap pertama di BSD.

“Sesudah satu cycle ini. Mereka membutuhkan trainer of trainer. Membutuhkan guru. Tahap pertama mereka bekerja sama dengan Binus. Bulan Mei ini sudah mulai untuk class yang lebih kecil. Tapi bulan Mei ini sudah merekrut untuk kampusnya. Lagi fitting,” tandasnya. (ang/ang)

February 13, 2017

GMF AeroAsia Dinilai Layak Go Public

Kamis, 26 Januari 2017 – 14:26 wib

\GMF AeroAsia Dinilai Layak Go Public

Ilustrasi pasar modal. (Foto: Okezone)

Agregasi

  • Share on Facebook
  • Share on Twitter
  • Share on Google
  • Share on linkedin
  • Share on Path
A A A
  • Share on Facebook
  • Share on Twitter
  • Share on Google
  • Share on linkedin
  • Share on Path

JAKARTA – Sempat tertunda, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) kembali mewacanakan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) anak usaha.

Adalah PT GMF AeroAsia yang dinilai Direktur Utama Garuda Indonesia, Arif Wibowo, sudah layak untuk mencatatkan saham IPOnya di pasar modal. “Secara administrasi dan kinerja, GMF AeroAsia sudah layak jual,” kata Arif di Jakarta.

Kendati demikian, IPO dapat direalisasikan jika sudah mendapatkan persetujuan dari Kementerian BUMN. Saat ini, pemegang saham mayoritas GMF tengah melakukan kajian. Oleh sebab itu, pihaknya ikuti arahan pemegang saham mayoritas saja sebab secara hak di mana IPO adalah domain pemegang saham.

Menurut dia, total aset GMF saat ini berkisar USD400-500 juta. Namun, jumlah kontribusi anak usaha ini ke perseroan enggan diungkapkannya. Rencana penjualan saham GMF telah diwacanakan sejak kepemimpinan Emirsyah Satar. Ketika itu, manajemen menargetkan aksi korporasi dapat terealisasi pada semester I 2013, tetapi terus mundur hingga saat ini.

Saham anak usaha Garuda yang bergerak dalam bidang pemeliharaan pesawat tersebut akan dilepas lebih dari 20%. Dengan demikian, target dana yang dihimpun oleh GMF sebesar USD100 juta.

Pada tahun ini, Garuda menargetkan pertumbuhan jumlah penumpang sekitar 8,7% menyusul meningkatnya penerbangan dari Timur Tengah dan Cina sekitar ‘double digit’ dan wilayah Indonesia Timur sekitar 11%.”Kita juga harapkan trafik Grup Garuda Indonesia bisa tembus mendekati 40 juta penumpang. Kalau tembus, maka angka ini akan menjadi indikasi positif bagi kita,”kata Arif.

Sebagai informasi, GMF AeroAsia berencana IPO di kuartal pertama tahun 2014. Namun karena valuasi sahamnya masih rendah, ditunda untuk listing di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pihak perseroan mengungkapkan, penundanaan IPO GMF AeroAsia dimaksudkan untuk memperkuat bisnis dengan menambah lini usaha agar kapitalisasi pasarnya sesuai dengan yang diinginkan.

(mrt)

January 23, 2017

Ini 5 Kasus Garuda Lain yang Diduga Libatkan Emirsyah Satar

menyedihkan !

Pantes walaupun kelihatan Garuda kinclong, masih banyak sekali inefisiensi di sana. Sekarang jelas inefisiensi itu adalah akibat permainan sang Dirut cs..   Tidak mengherankan pangsa pasar Garuda tiap tahun digerus oleh Lion Air..

 

 

SENIN, 23 JANUARI 2017 | 09:05 WIB

Ini 5 Kasus Garuda Lain yang Diduga Libatkan Emirsyah Satar

Direktur Utama PT. Garuda Indonesia Tbk, Emirsyah Satar (tengah) didampingi Direktur Keuangan Garuda, Handrito Harjono (kiri), dan Direktur Layanan Garuda, Faik Fahmi saat jumpa pers usai paparan kinerja kuartal III di Jakarta, Kamis (25/10). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jakarta – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Saut Situmorang mengatakan lembaganya pernah menerima beberapa aduan kasus yang berkaitan dengan bekas Diretktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Emirsyah Satar. Suap pembelian mesin pesawat Rolls-Royce dari Inggris periode 2009-2012 itu ditengarai hanya satu dari beberapa kasus yang melibatkan Emir, panggilan akrab Emirsyah.

Menurut Saut, kasus suap pembelian mesin pesawat Rolls-Royce tersebut akan menjadi pintu masuk ke kasus yang lain. “Ini jadi pintu masuk mengusut yang lain,” ujarnya, Sabtu, 21 Januari 2017.

Baca: Kasus Emirsyah Satar, KPK Sita Dokumen Terkait

Aduan lain tersebut merujuk pada lima laporan Serikat Karyawan Garuda sejak 2006 tentang indikasi korupsi dan pengelolaan uang yang tak sesuai di perusahaan milik negara itu. Berikut kasus-kasus yang dilaporkan itu.

1. Pengalihan penjualan tiket domestik dari biro perjalanan ke satu bank pada 2001.

2. Penyimpangan dana restrukturisasi kredit Garuda Indonesia pada 2001 senilai Rp 270 miliar.

3. Indikasi penyimpangan biaya promosi dan periklanan yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah.

4. Indikasi penyimpangan pengelolaan infrastruktur teknologi informatika pada 2005.

5. Dugaan penjualan aset perusahaan ketika kantor Garuda Indonesia dipindahkan dari Jalan Merdeka Selatan ke Cengkareng pada 2007.

INDRI MAULIDAR | PDAT

November 21, 2016

Chappy Hakim Jadi Presdir Freeport

Koran Tempo

SENIN, 21 NOVEMBER 2016

JAKARTA – Freeport-McMoRan Inc menunjuk bekas Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal (Purn.) Chappy Hakim sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia. Chappy akan menggantikan posisi Maroef Sjamsoeddin yang mengundurkan diri sejak Januari lalu.

Vice President Corporate Communications Freeport Indonesia, Riza Pratama, memberikan konfirmasi ihwal hal tersebut. “Pak Chappy Hakim akan ditunjuk sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia,” kata dia, kemarin.

Riza menyatakan penunjukan tersebut dilakukan setelah Freeport berkonsultasi dengan pemerintah Indonesia. “Saat ini sedang dalam proses untuk memperoleh persetujuan resmi dari pemegang saham,” katanya.

Informasi pemilihan Chappy bermula dari beredarnya interoffice memorandum dari President and Chief Executive Officer Freeport-McMoRan, Richard C. Adkerson. Dalam memo bertanggal 19 November 2016 itu, ia menyatakan, “Dengan gembira saya mengumumkan bahwa Chappy Hakim akan ditunjuk sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia.”

Chappy bukan orang baru di Freeport. Alumnus Akabri Udara 1971 itu telah diangkat sebagai penasihat senior Freeport Indonesia sejak Agustus 2016. Adkerson juga menyebutkan berbagai prestasi Chappy, sehingga layak menduduki posisi direktur utama perusahaan tambang tembaga dan emas di Papua itu. Di antaranya sebagai Ketua Tim Nasional Evaluasi Keselamatan dan Keamanan Transportasi serta staf ahli Menteri Perhubungan. “Lebih dari 15 buku tentang penerbangan dan pertahanan telah dihasilkannya,” kata Adkerson.

Namun, dalam bisnis pertambangan, Chappy dinilai masih minim pengalaman. Pengamat energi dari Institute for Essential Service Reform (IESR), Fabby Tumiwa, mengatakan, “Chappy tidak punya pengalaman di bisnis Freeport. Kontaknya juga terbatas. Bagaimana ia menangani isu Freeport terkait dengan divestasi, pembangunan smelter, ekspor konsentrat, dan lain-lain?”

Chappy belum memberi tanggapan atas penunjukan dirinya tersebut. Dia tidak merespons panggilan telepon atau membalas pesan pendek yang dikirimkan. PINGIT ARIA

October 29, 2016

GMF Resmi Menjadi Pusat Logistik Berikat

Kapan ya perusahaan ini IPO.. GMF mungkin lebih menarik daripada sang induknya..

beritasatu.com

Jakarta – PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia berpartisipasi dalam acara Jakarta International Logistics Summit and Expo (JILSE) 2016 di Kemayoran, Jakarta Pusat. Acara yang berlangsung selama 3 hari (19-21 Oktober 2016) tersebut juga merupakan peresmian Pusat Logistik Berikat (PLB) tahap II di mana GMF AeroAsia menerima fasilitas tersebut dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

GMF merupakan penerima fasilitas PLB dalam bidang aviasi satu-satunya di Indonesia. Di hari pertama keikutsertaan GMF dalam pameran logistik dan supply chain ini, selain diresmikan sebagai Pusat Logistik Berikat, GMF juga menyepakati kerjasama dengan beberapa strategic partner diantaranya Airbus untuk managed inventory, DB Schenker untuk supply aircraft material dan Alliance 21 untuk aktivitas shipment dalam rangka mendukung kecepatan perawatan pesawat.

Direktur Utama GMF AeroAsia Juliandra Nurtjahjo mengatakan bahwa GMF telah melewati beberapa proses administrasi dan teknis yang menjadi prasyarat dari Ditjen Bea dan Cukai.

“Tentunya dengan pemberian fasilitas ini kami berharap GMF dapat menjadi hub lalu lintas logistik komponen pesawat di Indonesia,” kata Juliandra melalui siaran pers, Rabu (19/10).

Bermacam fasilitas yang ditawarkan oleh PLB GMF AeroAsia adalah dengan melayani kebutuhan produksi dan membuka kesempatan yang besar untuk area trading logistik dalam industri aviasi. Just in Time project menjadi mudah dan proses dwelling time dapat ditekan menjadi 24 jam maksimal sehingga kebutuhan komponen pesawat dapat tersedia dengan cepat.

Juliandra menambahkan, fasilitas ini menguntungkan bagi maskapai yang melakukan maintenance karena kecepatan distribusi material menjadi fokus utama dari pelaku bisnis MRO (maintenance, repair, and overhaul). Keberadaan PLB bagi GMF AeroAsia memiliki beberapa keuntungan bagi pelaku industri aviasi, diantarannya dengan fleksibilitas dapat dimiliki oleh GMF, pemasok dan importir komponen material.

Fleksibilitas yang dimaksud di sini adalah kemudahan kegiatan penimbunan barang menjadi lebih sederhana di dalam industri PLB serta para pelaku industri aviasi di sini akan mendapatkan penangguhan bea masuk dan pajak apabila transaksi dilakukan di dalam Pusat Logistik Berikat. Selain itu, keuntungan bagi GMF selaku penerima fasilitas PLB disini adalah meminimalisir Turn Around Time untuk pengerjaan perawatan pesawat terbang.

“GMF berharap dapat berkontribusi dalam memastikan kelaikan pesawat terbang,” tegas Juliandra.

Sebagai perusahaan MRO terbesar di Indonesia yang memiliki visi menjadi Top 10 MROs in the world di tahun 2020, GMF AeroAsia terus berkembang sesuai dengan target yang ditetapkan. Fasilitas PLB merupakan nilai tambah tersendiri bagi GMF, karena dengan berbagai macam kemudahan fasilitas yang ditawarkan nantinya para maskapai customer GMF akan menjadikan GMF sebagai strategic partner dalam hal perawatan pesawat terbang.

“GMF diharapkan akan mampu untuk bersaing masuk ke dalam 10 besar dunia di tahun 2020 setelah saat ini di tahun 2016 menempati posisi 17 besar dunia,” tutup Juliandra.

Investor Daily

Thresa Sandra Desfika/YUD

June 3, 2016

Ini Perusahaan RI yang Masuk 2.000 Terbesar Dunia

Kalau Pertamina jadi perusahaan tbk.. bisa juara dia..

Wahyu Daniel – detikfinance
Selasa, 31/05/2016 08:03 WIB
Ini Perusahaan RI yang Masuk 2.000 Terbesar DuniaFoto: Rachman Haryanto
Jakarta -Ada 6 perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar 2.000 perusahaan publik terbesar di dunia. Perusahaan yang masuk ke daftar ini adalah perusahaan yang tercatat di pasar modal.

Dari 6 perusahaan tersebut, 4 perusahaan merupakan perbankan. Dan dari jumlah itu, sebanyak 3 bank berstatus BUMN.

Siapa saja perusahaan Indonesia yang masuk daftar 2.000 perusahaan publik terbesar di dunia versi Forbesberdasarkan omzet, laba, aset, dan kapitalisasi pasar? Berikut daftarnya, seperti dilansir, Selasa (31/5/2016).

1. Bank Rakyat Indonesia (BRI)

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menjadi perusahaan publik terbesar di Indonesia. Bank yang didirikan pada 1895 ini, berada di posisi 429 dari 2.000 perusahaan publik terbesar dunia.

Bank yang saat ini dipimpin oleh Asmawi Syam ini, disebut memiliki nilai kapitalisasi pasar US$ 20,4 miliar. Omzet BRI dalam catatan Forbes adalah US$ 7,13 miliar, dengan jumlah pegawai 54.829 orang.

Seperti diketahui, BRI merupakan bank yang fokusnya adalah di sektor pembiayaan UMKM.

2. Bank Mandiri

PT Bank Mandiri Tbk menduduki posisi nomor 2 perusahaan terbesar Indonesia versi Forbes. Dari 2.000 perusahaan publik terbesar dunia, Bank Mandiri menempati posisi nomor 462.

Berdiri pada 1998, perusahaan ini memiliki kapitalisasi pasar US$ 17,6 miliar, dengan omzet US$ 7,51 miliar. Jumlah pegawai Bank Mandiri adalah 36.737 orang.

Bank yang dipimpin oleh Kartika Wiroatmodjo ini bergerak di bidang pelayanan jasa umum perbankan.

3. Bank Central Asia (BCA)

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) didirikan pada 1955. Dari 2.000 perusahaan publik terbesar dunia, BCA menempati posisi nomor 620.

Nilai kapitalisasi pasar BCA adalah US$ 24,5 miliar, dengan omzet US$ 4,41 miliar. Jumlah pegawai bank ini adalah 24.814 orang. Bank yang dipimpin Jahja Setiaatmadja ini kuat di bisnis tabungan dan transaction banking.

4. Telekomunikasi Indonesia (Telkom)

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) didirikan pada 1884. BUMN telekomunikasi ini memiliki kapitalisasi pasar US$ 27,4 miliar.

Telkom menduduki peringkat 659 dari 2.000 perusahaan publik terbesar dunia versi Forbes. Perusahaan yang dipimpin Alex Sinaga ini memiliki omzet US$ 7,84 miliar dengan jumlah pegawai tercatat 24.785 orang.

5. Bank Negara Indonesia (BNI)

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) didirikan pada 1946, dengan nilai kapitalisasi pasar US$ 6,9 miliar.

Menurut catatan Forbes, bank ini mencatat omzet US$ 3,63 miliar, dengan jumlah pegawai US$ 26.875. Dari 2.000 perusahaan publik terbesar di dunia, BNI menempati posisi 1.063.

6. Gudang Garam

PT Gudang Garam Tbk berdiri sejak 1971. Saat ini nilai kapitalisasi pasar Gudang Garam adalah US$ 9,8 miliar.

Forbes mencatat, omzet perusahaan rokok ini adalah US$ 5,25 miliar, dengan jumlah pegawai mencapai 36,995 orang. Dari 2.000 perusahaan publik terbesar dunia, Gudang Garam menduduki posisi 1.387.

(wdl/wdl)

February 16, 2016

Tekan Operasional, Garuda Indonesia Akhirnya Cetak Laba 2015

Tuesday, February 16, 2016 19:45 WIB

Ipotnews – PT Garuda Indonesia Tbk membukukan laba tahun lalu, berkat langkah pengurangan biaya operasional di tengah penurunan pendapatan.

Menurut pernyataan manajemen Garuda Indonesia [GIAA 460 15 (+3,4%)] yang dilansir Selasa (16/2), perseroan meraih laba sebesar USD77,97 juta pada 2015, berbanding rugi sebesar USD368,91 juta pada tahun sebelumnya.

Disebutkan, perseroan terus mencoba meningkatkan penerimaan dengan merestrukturisasi penerbangan dengan memangkas rute yang tak menguntungkan, termasuk ke Brisbane, Taipei, dan Narita. Sebaliknya, seperti diberitakan thejakartaglobe.com, perseroan mengembangkan rute baru ke China dan Timur Tengah melalui penerbangan tak terjadwal dan layanan carter.

Pendapatan operasional Garuda Indonesia anjlok 3,01 persen menjadi USD3,81 miliar sepanjang 2015, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan dari layanan tak terjadwal ternyata meningkat 28,4 persen menjadi UD261,9 juta.

Penurunan biaya operasional juga membantu perseroan mencetak laba. Tercatat, biaya operasional turun 13,06 persen menjadi USD3,73 miliar pada 2015, dari tahun sebelumnya sebesar UD4,29 miliar.(ha)

copyright 2011 IPOTNEWS.com [Full Site]

January 27, 2016

Tempo Media Beli Saham Bintang Indonesia

Lama juga nggak ada corporate action dari Tempo group. Semoga sukses !
Koran Tempo
SELASA, 26 JANUARI 2016

 Tempo Media Beli Saham Bintang Indonesia

JAKARTA – PT Temprint, anak usaha PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO), mengumumkan kemitraan dengan PT Sedaya Citra Media. Kedua perusahaan sepakat berkolaborasi memegang masing-masing 50 persen saham PT Mediabintang Indonesia, penerbit tabloid mingguan Bintang Indonesia.

Direktur Utama Mediabintang Herry Hernawan mengatakan, penggabungan kedua perusahaan diharapkan bisa meningkatkan kinerja pada 2016. “Bagi kedua pihak akan ada keuntungan. Salah satunya dalam hal distribusi dan percetakan,” ucapnya saat ditemui di Gedung Tempo, kemarin.

Herry, yang juga menjabat Direktur Produksi Tempo Inti Media ini, menambahkan proses percetakan tabloid Bintang akan diambil alih oleh Temprint. Mediabintang akan mendapatkan potongan harga percetakan sebesar 10 persen.

Dia menuturkan, pilihan bersinergi dengan Mediabintang tidak lepas dari potensi pasar yang bagus di segmen hiburan. Selain itu, redaksi Bintang mempunyai keunggulan dari sisi konten dan foto. “Potensi Mediabintang bagus,” ucapnya.

Kendati industri media cetak tengah tertekan, Herry optimistis sinergi antara kedua perusahaan akan memberikan nilai tambah. Ia tak menampik kenyataan banyaknya media cetak yang berguguran. Namun ada sisi baiknya, kata Herry, yaitu berkurangnya kompetitor.

“Selama media mampu menyajikan berita dan informasi yang dibutuhkan pembaca, potensi untuk bertahan dan tumbuh tetap ada.”

Selain tabloid Bintang, Mediabintang juga menerbitkan majalah Homeliving, tabloid Bintang Home, Aura online, Teenonline, dan situs http://www.tabloidbintang.com. Sedangkan Tempo Media menghasilkan produk antara lain majalah Tempo, Tempo English, Koran Tempo, dan Tempo.co.

Agar bisa bersaing, tim manajemen Tempo Media akan melakukan penyegaran dari sisi desain, tata letak, kualitas tulisan, dan foto tanpa mengubah karakter utama dari Mediabintang. “Perubahan tentunya akan berjalan hati-hati,” ucap Herry.

Kedua perusahaan, ujar dia, tidak akan sepenuhnya bergantung pada format cetak. Saat ini, baik Tempo Media maupun Mediabintang sudah mengembangkan media online. Dengan adanya kesepakatan ini, konten dari kedua media bisa saling bertukar selama temanya masih relevan.

Ihwal komposisi saham yang sama besar, Herry menyatakan hal itu merupakan kesepakatan kedua belah pihak. Dengan komposisi saham yang sama, masing-masing pihak berada pada posisi yang setara. Jika ada masalah, jalan keluarnya akan dicari dengan cara kompromi. ADITYA BUDIMAN | EFRI RITONGA

January 26, 2016

Ford Indonesia Tutup, Ini Penjelasan Direksi

abis Chevrolet sekarang Ford  . Pasar mobil Indonesia dikangkangi oleh produsen Jepang. Sulit bagi pemain lain selain keluaran Jepang mencicipi gurihnya pasar otomotif Indonesia.  Yang mengherankan dari Ford, kenapa dia tidak menggunakan Ford Jepang untuk main di Indonesia ?

 

Senin, 25 Januari 2016 | 18:58 WIB
Stanly/OtomaniaPeluncuran Ford Everest di pameran nasional
Jakarta, Otomania – PT Ford Motor Indonesia (FMI) mengumumkan penutupan kegiatan di Indonesia, Senin (25/1/2016). Tak hanya proses penjualan, semua aktivitas diler juga dihentikan.

Lea Kartika Indra, Direktur Komunikasi FMI menjelaskan alasan di balik keputusan berat ini. Menurut Lea, ditutupnya operasi Ford Indonesia adalah keputusan Ford pusat.

“Ford Motor Global berkomitmen melayani pasar global dan restrukturisasi bisnis di berbagai kawasan, termasuk Indonesia. Negara-negara dengan dinamika seperti Indonesia dianggap tidak dapat bersaing secara efektif,” ucap Lea sepertk dikutipKompasOtomotif.

Menurut Lea, selama ini, FMI yang juga menjadi bagian dari Ford Motor Global sudah mempelajari berbagai opsi secara saksama. Namun, akhirnya opsi pamungkas dan terburuklah yang diambil.

“Kami tidak melihat jalur keuntungan berkesinambungan. Tidak adanya fasilitas produksi lokal, ditambah tidak adanya kendaraan di segmen utama, membuat Ford sulit bersaing secara bisnis di Indonesia,” ujar Lea.

Tahun lalu, mobil Ford terjual 6.013 unit (ritel). Angka itu hanya mencicipi 0,6 pangsa pasar mobil di Indonesia. Melihat hal ini, Ford Motor Global menilai bahwa FMI tidak cukup dikatakan sebagai perusahaan yang menguntungkan, dan membulatkan keputusan untuk menutup usaha di Indonesia.

January 24, 2016

Belanja Kapal, Humpuss Siapkan 100 Juta Dollar AS

Bangkit lagi nih perusahaan si pangeran Cendana

Jumat, 22 Januari 2016 | 11:33 WIB
Thinkstock/Getty Images/Stewart SuttonIlustrasi Kapal tanker
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure sebesar 100 juta dollar AS. Perusahaan jasa pengangkutan itu akan memakai belanja modal untuk belanja tiga kapal.

Perinciannya, satu kapal minyak dengan kapasitas di atas 100.000 deadweight tonnage (DWT). Lantas, satu kapal gas dengan volume di atas 100.000 DWT dan satu kapal petrokimia dengan volume sekitar 20.000 DWT.

Humpuss Intermoda akan memanfaatkan tiga kapal baru untuk memaksimalkan pelayanan ke tiga klien besar. Ketiganya yakni PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Di samping menjalankan bisnis pengangkutan yang sudah berjalan, Humpuss Intermoda juga mengincar bisnis jasa transportasi bahan bakar ke pembangkit listrik yang berada di luar Pulau Jawa. Sebut saja batubara, diesel dan gas. Mereka menilai peluang bisnis tersebut besar, seiring dengan proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt (MW).

Salah satu proyek yang sudah mereka menangi yakni Mini LNG di Bali pada tahun lalu. Humpuss Intermoda telah menyediakan kapal mini liquefied natural gas (LNG) untuk kebutuhan itu.

Namun Theo Lekatompessy, Presiden Direktur PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk agak khawatir dengan tren harga minyak dunia yang semakin tiarap. Dia memprediksi, pemerintah akan menunda realisasi proyek Mini LNG tadi.

Kekhawatiran Humpuss Intermoda akan dampak penurunan harga minyak bumi juga tercermin pada rencana akuisisi perusahaan distribusi gas. Perusahaan tersebut urung merealisasikan rencana dalam waktu dekat.

Meskipun, Humpuss Intermoda masih menjadwalkan rencana akuisisi perusahaan distribusi gas pada tahun ini. “Tapi mungkin kami akan scaledown,” tutur Theo kepada Kontan Rabu (20/1/2016).

Untuk menepis kekhawatiran tadi, Humpus Intermoda pun menggeber dua diversifikasi bisnis. Pertama, masuk ke proyek tol laut dengan mengincar jasa pendukung seperti kapal pengerukan pasir di pelabuhan.

Humpuss Intermoda kini mengadakan sejumlah negosiasi kontrak jasa pengerukan pasir ini. Hanya, Humpuss Intermoda belum bisa menyebutkan detail kontrak yang dimaksud.

“Tapi artinya dengan kondisi seperti ini harus bisa bertahan, salah satunya masuk ke proyek tol maritim yang di-support pemerintah dan memiliki keuntungan gemuk,” beber Theo.

Kedua, memperluas mitra luar negeri. Perusahaan itu akan melanjutkan jalinan bisnis dengan mitra bisnis dari Eropa yang telah mereka jalin sejak tahun lalu. Sebut saja kontrak pengangkutan LNG dengan mitra asal Belgia.

Ada pula kontrak bisnis menggunakan kapal tunda dengan mitra asal Belanda. Jalinan bisnis dengan mitra dari Eropa tersebut tak lantas menghentikan jalinan bisnis dengan mitra Jepang. Informasi saja, Humpuss Intermoda lebih dahulu bermitra dengan mitra dari Jepang. (Febrina Ratna Iskana)