Archive for ‘Corporate spotlight’

September 9, 2014

Selain dengan Korea, Krakatau Steel Juga Gandeng Jepang Bangun Pabrik Baja

Senin, 08/09/2014 18:30 WIB

Zulfi Suhendra – detikFinanceJakarta – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KS) menjalin kerja sama pembentukan usaha patungan bernama PT Krakatau Osaka Steel (PT KOS), dengan produsen besi baja asal Jepang, Osaka Steel Co Ltd. Beberapa tahun sebelumnya KS juga menggandeng Posco asal Korea Selatan membentuk anak usaha bernama Krakatau Posco dan membangun pabrik baja baru di Cilegon.Perjanjian definitif pembentukan usaha patungan PT KOS ditandatangani oleh Presiden Direktur PTKS Irvan K Hakim bersama Presiden Direktur Osaka Steel Co Ltd Junji Uchida, di Jakarta, Selasa, pekan lalu.PT KOS didirikan pada Desember 2012 untuk memproduksi dan memasarkan produk baja profil, flat bar, dan plat tulang baja di Indonesia, dengan kemitraan yang kuat. Sejak itu, Osaka Steel Co Ltd bersama PT Krakatau Steel Tbk mendiskusikan detail perjanjian (term and condition) yang menguntungkan kedua pihak.Irvan mengatakan, kerja sama usaha patungan ini didasari keyakinan bahwa pasar baja di Indonesia diproyeksikan terus bertumbuh dalam jangka menengah dan panjang. “Tujuan dari usaha patungan ini adalah untuk memenuhi permintaan terhadap produk baja sebagai hasil dari pembangunan proyek-proyek konstruksi,” kata Irvan dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/9/2014).Pabrik PT KOS berlokasi di Kawasan Industri Krakatau Cilegon, menempati luas area 21,6 hektare (ha), dengan modal disetor sebesar US$ 70 juta. Osaka Steel Co Ltd memiliki 80% saham PT KOS dan 20% dimiliki oleh PTKS. PT KOS dengan nilai investasi sebesar US$ 200 juta ini dijadwalkan mulai beroperasi pada 2016, dengan target penjualan sebanyak 500 ribu ton/tahun, dan akan menyerap tenaga kerja kurang lebih 170 orang.Bagi Osaka Steel Co, pembentukan usaha patungan dengan PTKS merupakan ekspansi bisnis luar negeri pertama dan salah satu inti bisnis dari rencana pengembangan konsolidasi jangka menengah, dengan memperkuat kehadirannya di pasar domestik.

August 29, 2014

Telkom Kerjakan Proyek US$ 1 Miliar

Friday, August 29, 2014       10:47 WIB

Kurangi ketergantungan dengan Singapore !!

 

 

JAKARTA – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) [2,695 -25 (-0,9%)], melalui anak usahanya, PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin) bakal menggarap tiga proyek infrastruktur telekomunikasi internasional senilai total US$ 1 miliar.

Dari nilai tersebut, Telkom akan menanamkan investasi sekitar US$ 400 juta sampai tahun 2016, atau 40% dari total proyek.

Ketiga proyek infrastruktur jaringan telekomunikasi tersebut adalah mega proyek sistem kabel laut luar negeri dengan jalur South East Asia-Middle East-Western Europe 5 (SEA-ME-WE5), sistem kabel laut jalur South East Asia- United States (SEA-US), dan jaringan Indonesia Global Gateway (IGG).

Direktur Utama Telkom Arief Yahya mengatakan, perseroan akan mengandalkan pedanaan kas internal dan eksternal sebagai sumber pendanaan tiga proyek tersebut.  Perseroan belum menentukan porsi dari eksternal.

“Namun, Kalau dari internal kami masih punya kas yang kuat,” jelas dia saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (28/8).

Setiap tiga proyek Infrastuktur memiliki bentuk model pengembangan tersendiri. Pada Maret 2014, Telin menggandeng 12 perusahaan telekomunikasi di Asia dan 2 perusahaan Eropa yang tergabung dalam konsorsium SEA-ME-WE 5. Proyek ini memiliki panjang sekitar 20.000 KM yang terbentang dari Asia Tenggara ke Eropa, Perancis, dan Italia. Mega proyek ini nantinya akan menghubungkan 17 negara yang dilaluinya.

Sementara proyek kedua SEA-US merupakan sistem label laut yang memiliki panjang 15.000 km. Kabel laut tersebut menghubungkan lima area dan teritori yaitu Manado (Indonesia), Davao (Philipines), Piti (Guam), Oahu (Hawaii) dan Los Angeles.

Arief menjelaskan, proyek kedua ini perseroan menggandeng 6perusahaan telekomunikasi global dengan Telin sebagai pemimpin proyek. Ketujuh perusahaan tersebut adalah Globe Telecom, RAM Telecom internasional, Hawaiian Telecom, Teleguam Holdings (GTA), GTI Corporation, dan Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telkom USA).

Arief menjelaskan, investasi jalur infrastruktur SEA-US senilai US$ 250 juta. Dari nilai tersebut, Telkom memiliki porsi 28,5% atau setara US$ 71,25 juta. Jalur tersebut diperkirakan bisa beroperasi pada tahun 2016. Pihaknya memperkirakan, perseroan bisa mengalami balik modal atau break even poin (BEP) dalam waktu lima sampai tujuh tahun ke depan.

Dia menambahkan, pihaknya akan menjajaki dua perusahaan telekomunikasi di dua negara yaitu Australia dan Papua Nugini untuk bergabung dengan konsorsium SEA-US.

“Operator lain biasanya membuat jalur kabel laut dengan rute Utara ke Barat. Kami memilih jalur lain, dengan Indonesia sebagai penghubung. Ini satu-satunya jalur yang menghubungkan jalur kabel laut dari Indonesia ke Amerika Serikat,” jelas dia.

Pada tahun depan, lanjut Arief, Telkom Grup akan memulai proyek ketiga, yaitu jaringan Indonesia Global Gateaway (IGG). Proyek ini dilakukan tanpa konsorsium dengan total nilai US$ 253. Secara teknis, IGG adalah jaringan yang membentang dari Medan sampai Menado. Infrastruktur tersebut menghubungkan jalur SEA ME-WE 5 ke arah barat hingga Eropa dan jalur SEA-US ke arah timur hingga Amerika Serikat. (rid)

 

++++

 

Telkom Bangun Kabel Laut Manado-Los Angeles  

Telkom Bangun Kabel Laut Manado-Los Angeles   

TEMPO/Dimas Aryo

TEMPO.CO, Jakarta – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) melalui PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) melakukan penandatanganan proyek kabel laut South East Asia-United State (SEA-US) dengan perwakilan konsorsium. Penandatanganan dilakukan oleh Presiden Direktur Telin Syarif Syarial Ahmad bersama dengan perwakilan konsorsium di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis, 28 Agustus 2014.

Direktur Utama Telkom Arief Yahya mengatakan dengan proyek ini Indonesia siap menghadirkan Indonesia Global Networks yang menghubungkan jalur komunikasi global melalui pembangunan SEA-ME-WE 5 dan SEA-US. “Ini adalah momen bersejarah bagi Indonesia,” ujarnya kepada wartawan.

Menurut Arief, proyek SEA-US ini adalah kabel laut pertama yang menghubungkan Indonesia bagian timur ke Amerika Serikat.

Arif mengklaim sistem kabel laut ini mampu menyediakan latency yang paling rendah dari Indonesia ke Amerika Serikat dibandingkan dengan sistem kabel laut internasional lain yang sudah ada. (Baca:Telkom Bidik 1 Juta Pelaku UMKM Melek Internet)

Submarine Cable System SEA-US merupakan sistem kabel bawah laut yang mempunyai panjang sekitar 15 ribu kilometer serta membentang dari Indonesia ke Amerika Serikat. Kabel laut SEA US menghubungkan lima area dan teritori, yaitu Manado (Indonesia), Davao (Filipina), Piti (Guam), Oahu (Hawaii, US), dan Los Angeles (California, US).

Menurut Arief, kabel laut SEA-US tidak berada di kawasan gunung berapi dan patahan bumi sehingga kemungkinan terkena bencana alam seperti gempa cenderung kecil. Selain itu, keunggulan laut SEA-US di antaranya seperti hambatan yang relatif kecil meski di saat trafic yang padat (lowest latency).

Kabel laut SEA-US akan beroperasi di tahun 2016. Sistem kabel laut SEA-US ini juga terkoneksi dengan kabel laut Indonesia Global Gateway (Manado-Dumai) yang terintegrasi dengan sistem kabel laut yang telah dimiliki Telin sebelumnya yaitu SEA-ME-WE 5, Asia America Gateway (AAG), South East Asia Japan Cable System (SJC), Batam Singapore Cable System (BSCS), Dumai Malaka Cable System (DMSC), Thailand-Indonesia-Singapore (TIS). Total investasi keseluruhan mencapai US$ 1 miliar dengan Telkom memegang bagian sebesar 40 persen.

Menurut Arief, inilah yang disebut dengan Indonesia Global Networks, yaitu ketika mampu terhubung dengan sistem kabel domestik lainnya yang akan menciptakan konfigurasi jaringan komperehensif yang menghubungkan Asia, Eropa, USA, dan Indonesia.

Sistem komunikasi kabel laut ini disebut mempunyai konektivitas yang stabil dan menjadi satu-satunya sistem kabel laut yang menghubungkan Asia Tenggara dan USA dengan rute yang menghindari wilayah rawan gempa di Asia Timur.

Investasi proyek SEA-US ini sebesar USD 250 juta atau sekitar Rp 3 triliun dengan menyediakan tambahan kapasitas sebesar 20Tb/detik dan menghubungkan Indonesia dan Filipina ke Amerika Serikat menggunakan teknologi 100G.

Dengan kapasitas sebesar ini, diharapkan mampu menampung permintaan bandwitch antara kedua benua tersebut. Menurut Arief, Telkom mempunyai andil investasi 30 persen atau sebesar Rp 800 miliar di konsorsium pembangunan kabel laut SEA-US. Untuk mencapai balik modal dengan nilai investasi, Arief memperkirakan butuh lima sampai tujuh tahun. Arief sendiri saat ini sedang menjajaki kemungkinan Australia untuk ikut bergabung. “Indonesia sebagai leader dalam konsorsium ini,” ujar Arif.

Konsorsium SEA-US terdiri dari tujuh perusahaan telekomunikasi global yaitu PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), Globe Telecom, RAM Telecom International (RTI), Hawaiian Telcom, Teleguam Holdings (GTA), Gti corporation, and Telekomunikasi Indonesia International, Inc. (Telkom USA).

Pengamat telekomunikasi, Ruby Alamsyah menilai proyek kabel laut Manado-Los Angeles ini akan menambah jalur baru dengan kualitas yang bertambah baik. “Bandwitch menjadi bertambah danbakcbone lebih variatif (jalur berbeda) ” ujar Ruby ketika dihubungi Kamis, 28 Agustus 2014.

Ruby menilai apabila bandwitch bertambah, maka biaya yang dikeluarkan pelanggan akan lebih murah nantinya. “Stok bandwitch banyak, jadi lebih murah.” (Baca:Solusi Jaringan Konektivitas untuk Indonesia)

Menurut Ruby, pembangunan kabel laut di luar jalur bencana bercermin pada gempa Taiwan beberapa waktu lalu. “(Maka) dibuat di jalur anti gempa,” ujar dia.

Apabila proyek ini telah rampung, kata Ruby, koneksi Internet yang akan disediakan Telkom menjadi lebih cepat.

Dari segi bisnis, Ruby memperkirakan Telkom akan membuat tampilan pemasaran baru yang akan menarik pelanggan. “Tergantung respon pasar, nanti akan diubah packaging-nya,” ujarnya.

Menurut Ruby, dengan dibangun di wilayah Indonesia timur, maka koneksi Internet wilayah Indonesia timur harusnya menjadi lebih murah. “Tidak perlu memakai link-link yang ada di Jakarta,” katanya.

PRIO HARI KRISTANTO

August 28, 2014

Foxconn Berwacana, MS Hidayat Lirik Samsung

HomeBisnisBisnis
KAMIS, 28 AGUSTUS 2014 | 06:15 WIB

digitaltrends.com

Berita Terkait
Indonesia Tolak Proposal Investasi Amerika Serikat
Samsung Incar Kawasan Industri Jababeka
Maju-Mundur Investasi Foxconn di Indonesia
Foxconn Jangan Sampai Batal ke Indonesia
Foxconn Indonesia Berlokasi di Marunda
Topik
#Investasi | Penanaman Modal Asing | PMA
#Foxconn Technology Group | Foxconn
Besar Kecil Normal
TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Perindustrian Mohamad Suleman Hidayat mengaku tidak tertarik lagi terhadap rencana investasi Foxconn di Indonesia yang sudah dia ikuti sejak dua tahun lalu. “Yang saya harapkan tidak sebesar dulu lagi, harapannya menipis karena saya lihat banyak potensi lain. Yang sudah serius dan lebih baik, saya konsentrasi ke sana seperti Samsung,” katanya saat ditemui di Kompleks Kementerian Perindustrian, Rabu, 27 Agustus 2014.

Hidayat mengatakan tidak menutup kemungkinan perusahaan asing datang ke Indonesia dan berbicara tentang perundingan investasi hanya untuk pencintraan. Pencitraan ini, kata dia, untuk memperlihatkan perusahaan asing tersebut memiliki aktivitas ekspansi serius agar saham mereka naik di pasar modal. “Tapi saya tidak bilang itu Foxconn,” katanya sambil tersenyum.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membatalkan lokasi rencana pembangunan pabrik di Marunda. Sebagai gantinya Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mempertimbangkan memindahkan lokasi pembangunan ke Jakarta Industrial Estate, Pulogadung, Jakarta Timur.

Hidayat menilai permasalahan lokasi pembangunan pabrik bukan hal penting dibanding dengan realisasi investasi Foxconn di Indonesia. Pasalnya, selama berada di kawasan Industri, investor sendiri yang akan memutuskan lokasi pabrik. “Menurut saya isunya bukan lokasi, karena banyak pilihan, di luar Jakarta atau Jawa Barat pun tidak masalah. Isunya adalah perhitungan dia untuk melakukan investasi di Indonesia,” katanya.

Setelah perhitungan investasi telah dikonfirmasi, kata dia, pemerintah dapat membicarakan hal teknis seperti lokasi pembangunan pabrik. Hingga saat ini, pemerintah masih menunggu kesungguhan janji Foxconn untuk menanamkan investasinya di Indonesia.

Kendati demikian, pemerintah siap membantu dengan memberi kemudahan usaha seperti insentif ke Foxconn. Alasannya Foxconn adalah industri komponen elektronik yang merupakan salah satu industri prioritas yang ingin dikembangkan bagi pemerintah.

Dia mengatakan pemerintah belum membicarakan hal detail seperti pemberian insentif kepada Foxconn. Menurut dia, investor biasanya menemui Kementerian Perindustrian dan Kementerian Keuangan untuk mendapatkan keringanan pajak setelah menyerahkan proposal investasi.

ALI HIDAYAT

August 23, 2014

Foxconn Jangan Sampai Batal ke Indonesia

 

Foxconn Jangan Sampai Batal ke Indonesia  

Buruh perakit produk Apple di pabrik Foxconn, Cina. inthesetimes.com

 

TEMPO.CO, Jakarta – Pengamat ekonomi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Agus Eko Nugroho, mengatakan Indonesia akan kehilangan kesempatan untuk menekan nilai impor elektronik jika Foxconn batal berinvestasi di Indonesia. Alasannya, Foxconn merupakan perusahan manufaktur teknologi tinggi.

Menurut Agus, walaupun lokasi pembangunan Foxconn batal di Kawasan Berikat Nusantara Marunda, Jakarta Utara, semestinya perusahaan tersebut tetap jadi berinvestasi. “Ini cikal bakal untuk mengembangkan produk-produk elektronik canggih dari Indonesia,” kata dia saat dihubungi Tempo, Jumat, 22 Agustus 2014.

Agus mengatakan Indonesia merupakan merupakan target pasar yang besar di ASEAN. Selama ini, Indonesia masih dimanfaatkan sebagai pasar dari produk elektornik asing. Agus mencontohkan hampir setiap barang elektronik yang dipakai oleh masyarakat Indonesia merupakan produk import. “Handphone, laptop, headset,” kata dia.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membatalkan lokasi pembangunan pabrik perusahaan Hon Hai Precision Industry Co Lt–atau yang dikenal dengan nama dagang Foxconn–di Marunda. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan mengatakan Foxconn meminta lahan yang terlalu luas dari total 200 hektare yang disediakan di Kawasan Berikat Nusantara Marunda, Jakarta Utara.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Budi Karya Sumadi mengatakan sudah bertemu dengan perwakilan Foxconn guna membahas rencana kerja sama tersebut pekan lalu. Foxconn membutuhkan lahan sekitar seluas 5.000 meter persegi.

Meski begitu, Budi berujar kedua perusahaan belum mencapai kesepakatan. Foxconn hanya menyampaikan model bisnisnya, sedangkan Jakpro masih mempelajari keuntungan yang akan didapat Pemprov dan perusahaan. “Belum ada deal,” kata Budi.

HUSSEIN ABRI YUSUF l LINDA HAIRANI

August 23, 2014

Foxconn Jangan Sampai Batal ke Indonesia

 

Foxconn Jangan Sampai Batal ke Indonesia  

Buruh perakit produk Apple di pabrik Foxconn, Cina. inthesetimes.com

 

TEMPO.CO, Jakarta – Pengamat ekonomi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Agus Eko Nugroho, mengatakan Indonesia akan kehilangan kesempatan untuk menekan nilai impor elektronik jika Foxconn batal berinvestasi di Indonesia. Alasannya, Foxconn merupakan perusahan manufaktur teknologi tinggi.

Menurut Agus, walaupun lokasi pembangunan Foxconn batal di Kawasan Berikat Nusantara Marunda, Jakarta Utara, semestinya perusahaan tersebut tetap jadi berinvestasi. “Ini cikal bakal untuk mengembangkan produk-produk elektronik canggih dari Indonesia,” kata dia saat dihubungi Tempo, Jumat, 22 Agustus 2014.

Agus mengatakan Indonesia merupakan merupakan target pasar yang besar di ASEAN. Selama ini, Indonesia masih dimanfaatkan sebagai pasar dari produk elektornik asing. Agus mencontohkan hampir setiap barang elektronik yang dipakai oleh masyarakat Indonesia merupakan produk import. “Handphone, laptop, headset,” kata dia.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membatalkan lokasi pembangunan pabrik perusahaan Hon Hai Precision Industry Co Lt–atau yang dikenal dengan nama dagang Foxconn–di Marunda. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan mengatakan Foxconn meminta lahan yang terlalu luas dari total 200 hektare yang disediakan di Kawasan Berikat Nusantara Marunda, Jakarta Utara.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Budi Karya Sumadi mengatakan sudah bertemu dengan perwakilan Foxconn guna membahas rencana kerja sama tersebut pekan lalu. Foxconn membutuhkan lahan sekitar seluas 5.000 meter persegi.

Meski begitu, Budi berujar kedua perusahaan belum mencapai kesepakatan. Foxconn hanya menyampaikan model bisnisnya, sedangkan Jakpro masih mempelajari keuntungan yang akan didapat Pemprov dan perusahaan. “Belum ada deal,” kata Budi.

HUSSEIN ABRI YUSUF l LINDA HAIRANI

August 23, 2014

Foxconn Jangan Sampai Batal ke Indonesia

 

Foxconn Jangan Sampai Batal ke Indonesia  

Buruh perakit produk Apple di pabrik Foxconn, Cina. inthesetimes.com

 

TEMPO.CO, Jakarta – Pengamat ekonomi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Agus Eko Nugroho, mengatakan Indonesia akan kehilangan kesempatan untuk menekan nilai impor elektronik jika Foxconn batal berinvestasi di Indonesia. Alasannya, Foxconn merupakan perusahan manufaktur teknologi tinggi.

Menurut Agus, walaupun lokasi pembangunan Foxconn batal di Kawasan Berikat Nusantara Marunda, Jakarta Utara, semestinya perusahaan tersebut tetap jadi berinvestasi. “Ini cikal bakal untuk mengembangkan produk-produk elektronik canggih dari Indonesia,” kata dia saat dihubungi Tempo, Jumat, 22 Agustus 2014.

Agus mengatakan Indonesia merupakan merupakan target pasar yang besar di ASEAN. Selama ini, Indonesia masih dimanfaatkan sebagai pasar dari produk elektornik asing. Agus mencontohkan hampir setiap barang elektronik yang dipakai oleh masyarakat Indonesia merupakan produk import. “Handphone, laptop, headset,” kata dia.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membatalkan lokasi pembangunan pabrik perusahaan Hon Hai Precision Industry Co Lt–atau yang dikenal dengan nama dagang Foxconn–di Marunda. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan mengatakan Foxconn meminta lahan yang terlalu luas dari total 200 hektare yang disediakan di Kawasan Berikat Nusantara Marunda, Jakarta Utara.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Budi Karya Sumadi mengatakan sudah bertemu dengan perwakilan Foxconn guna membahas rencana kerja sama tersebut pekan lalu. Foxconn membutuhkan lahan sekitar seluas 5.000 meter persegi.

Meski begitu, Budi berujar kedua perusahaan belum mencapai kesepakatan. Foxconn hanya menyampaikan model bisnisnya, sedangkan Jakpro masih mempelajari keuntungan yang akan didapat Pemprov dan perusahaan. “Belum ada deal,” kata Budi.

HUSSEIN ABRI YUSUF l LINDA HAIRANI

August 23, 2014

Foxconn Jangan Sampai Batal ke Indonesia

 

Foxconn Jangan Sampai Batal ke Indonesia  

Buruh perakit produk Apple di pabrik Foxconn, Cina. inthesetimes.com

 

TEMPO.CO, Jakarta – Pengamat ekonomi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Agus Eko Nugroho, mengatakan Indonesia akan kehilangan kesempatan untuk menekan nilai impor elektronik jika Foxconn batal berinvestasi di Indonesia. Alasannya, Foxconn merupakan perusahan manufaktur teknologi tinggi.

Menurut Agus, walaupun lokasi pembangunan Foxconn batal di Kawasan Berikat Nusantara Marunda, Jakarta Utara, semestinya perusahaan tersebut tetap jadi berinvestasi. “Ini cikal bakal untuk mengembangkan produk-produk elektronik canggih dari Indonesia,” kata dia saat dihubungi Tempo, Jumat, 22 Agustus 2014.

Agus mengatakan Indonesia merupakan merupakan target pasar yang besar di ASEAN. Selama ini, Indonesia masih dimanfaatkan sebagai pasar dari produk elektornik asing. Agus mencontohkan hampir setiap barang elektronik yang dipakai oleh masyarakat Indonesia merupakan produk import. “Handphone, laptop, headset,” kata dia.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membatalkan lokasi pembangunan pabrik perusahaan Hon Hai Precision Industry Co Lt–atau yang dikenal dengan nama dagang Foxconn–di Marunda. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan mengatakan Foxconn meminta lahan yang terlalu luas dari total 200 hektare yang disediakan di Kawasan Berikat Nusantara Marunda, Jakarta Utara.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Budi Karya Sumadi mengatakan sudah bertemu dengan perwakilan Foxconn guna membahas rencana kerja sama tersebut pekan lalu. Foxconn membutuhkan lahan sekitar seluas 5.000 meter persegi.

Meski begitu, Budi berujar kedua perusahaan belum mencapai kesepakatan. Foxconn hanya menyampaikan model bisnisnya, sedangkan Jakpro masih mempelajari keuntungan yang akan didapat Pemprov dan perusahaan. “Belum ada deal,” kata Budi.

HUSSEIN ABRI YUSUF l LINDA HAIRANI

August 22, 2014

Konsolidasi BUMN Akan Dilanjutkan

Walau masih banyak kekurangan selama 10 tahun pemerintah SBY telah berhasil memperbaiki performa BUMN. Menteri Dahlan Iskan dalam waktu yang relatif singkat juga berhasil menanamkan “merit” sistem bagi para direksi BUMN. Sekarang direksi BUMN lebih sigap dan cekatan dalam mengkap peluang bisnis untuk perusahaan yang mereka pimpin. Jaman dahulu direksi juga sigap tapi untuk kepentingan non perusahaan ( pribadi atau politik )

Semoga di Era Jokowi bisa lebih baik dari Sby walaupun bisa sangat berat mengingat partai nya (PDIP ) juara korupsi dan wapres JK juga terkenal dengan praktek SDM ( semua dari Makkasar )
JUMAT, 22 AGUSTUS 2014

KORPORASI

0 KOMENTAR FACEBOOKTWITTER

JAKARTA, KOMPAS — Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menegaskan pentingnya proses konsolidasi yang berkelanjutan dalam upaya pengurangan perusahaan-perusahaan milik negara. Hal itu terkait dengan potensi terus membaiknya perusahaan milik negara sehingga bisa menjadi tumpuan pembangunan.
”Kami memiliki lebih dari 100 perusahaan milik negara. Akan tetapi, kami masih memikirkan jalan keluar yang lebih tepat agar memberikan kontribusi yang lebih besar,” kata Dahlan dalam acara BUMN Marketing Award 2014, Kamis (21/8), di Jakarta.

Menurut Dahlan, memiliki ratusan perusahaan bukan sebuah tolok ukur keberhasilan. Apalagi, jika perusahaan tersebut tidak menjadi salah satu dari tiga poin utama, yaitu mesin pertumbuhan ekonomi, kebanggaan nasional, dan alat ketahanan nasional.

Saat ini, total ada 138 BUMN yang terdiri dari 20 BUMN terdaftar di bursa, 104 BUMN biasa, dan 14 perusahaan umum (perum). Pemerintah baru-baru ini menginisiasikan terbentuknya dua perusahaan induk baru dari beberapa perusahaan BUMN. Dua perusahaan tersebut adalah induk BUMN perkebunan dan induk BUMN kehutanan.

Juru bicara BUMN Marketeers Club, Hadi M Djuraid, mengharapkan pengurangan atau penggabungan BUMN tidak berhenti pada dua induk saja. Hal itu harus dilanjutkan pemerintah baru dengan kemauan politik yang kuat.

”Hal tersebut bisa dilakukan dengan tiga strategi, yaitu pembuatan induk perusahaan, merger, dan akuisisi. Dengan pengurangan ataupun penggabungan BUMN, akan membuat struktur yang lebih efisien dan efektif. Sebab, BUMN adalah ujung tombak pemerintah dalam menjalankan agenda pembangunan,” kata Hadi.

Hadi mencontohkan, 80 persen dari Rp 3.500 triliun aset total dimiliki oleh 30 BUMN. BUMN tersebut juga menyumbangkan laba bersih 80 persen dari total laba.

Sekretaris Jenderal Marketeers Club Hermawan Kartajaya menitikberatkan pada adanya mandat yang lebih jelas dan terukur kepada BUMN ke depan. Selama ini BUMN sulit bersinergi karena tidak jelasnya aturan antara perusahaan yang satu dan yang lain.

Penggantian dirut

Salah satu hal yang juga menjadi perhatian Marketeers Club adalah belum setaranya ruang gerak antara BUMN dan dunia usaha swasta serta masih tingginya intervensi nonkorporasi terhadap BUMN. Intervensi ini dilakukan oleh berbagai pihak, seperti LSM, swasta, dan legislatif.

Menurut Hermawan, hal ini juga perlu menjadi perhatian pemerintah ke depan sehingga tak ada lagi direktur utama yang mundur karena adanya intervensi.

Saat disinggung mengenai pengunduran diri Karen Agustiawan sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Dahlan belum mau menyebut nama pengganti dari tiga nama yang telah diusulkan sebelumnya.

”Belum bisa disebutkan sekarang. Namun, hari ini ada keputusan Mahkamah Konstitusi terkait presiden terpilih. Saya berharap, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan koordinasi dengan presiden terpilih terkait hal ini,” kata Dahlan.

Menurut dia, hal itu memang menjadi perhatian Presiden SBY karena menginstruksikan untuk tidak mengambil kebijakan penting saat masa transisi. Hal yang sama juga berlaku untuk nama yang akan diusulkan menjadi Direktur Utama PT Garuda Indonesia.

Sebelumnya, Dahlan menyerahkan penghargaan Chief Marketing Officer BUMN Terbaik kepada Septika Noegraheni Widyasrini, Chief Executive Officer Telin Singapura, anak perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. Penghargaan yang sama juga diberikan kepada Bambang Eko Martono, Managing Director of Commerce PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan Firman Taufick, Kepala Divisi Marketing Communication BRI. (A10)

August 20, 2014

Coca-Cola Amatil Flags Full-Year Earnings Drop Amid Rising Costs in Indonesia

 

Masyarakat Indonesia sudah sadar akan bahaya mengkonsumsi Coca Cola

 

By David Fickling on 11:49 am Aug 20, 2014

Coca-Cola Bottling Indonesia's operations in West Java are shown here. It is a subsidiary of Sydney-based soft drink producer Coca-Cola Amatil. (JG Photo/Safir Makki)

Coca-Cola Amatil flagged a second consecutive drop in full-year earnings amid weak consumer confidence and rising costs in Indonesia. Its shares fell the most in four months.

Earnings before interest and tax fell 12 percent from a year earlier to A$317 million ($295 million) in the six months ended June 30, Australia’s largest beverage company said in a regulatory statement on Wednesday. Net income fell 16 percent to its lowest first-half level in three years.

Declining profits add to pressure on new managing director Alison Watkins, who’s reviewing the company’s businesses and considering new products. She faces domestic price competition as Asahi Group Holdings sells Pepsi as much as 33 percent cheaper than Coke. Annual net income last year hit a 21-year low due to a A$404 million writedown at its packaged-foods unit.

“Amatil needs to make considerable price investments,” to cut its differential over Pepsi, Michael Simotas, an analyst at Deutsche Bank in Sydney, wrote in an Aug. 6 note to clients. “The increasing negativity towards sugar and the resultant reduction in consumption remains a key concern.”

The shares declined 4.8 percent to A$9.27 at 10:23 a.m. in Sydney, the most since April 14.

Full-year earnings will be “materially below” those during the 12 months ended December, with revenue falling in its alcoholic drinks unit and competition and costs hitting its Indonesian business.

The company is trying to cut A$100 million of costs over the next three years, it said on Wednesday.

Low-calorie drinks

Sydney-based Coca-Cola Amatil will offer more low and no- calorie drinks in future as a result of a strategic review announced after Watkins took over its top job.

“As a business we have been slow to adapt to these changes in market conditions and shifting consumer trends,” she said in on Wednesday’s statement.

Amatil shares closed at A$9.74 in Sydney on Tuesday, marking a 19 percent fall so far this year that’s trailed the 5 percent improvement in the S&P/ASX 200 index.

Net income in the period was A$182 million, compared to the A$173 million average of three analyst estimates.

Bloomberg

August 11, 2014

Perusahaan group Bakrie makin tertekan

Monday, August 11, 2014       17:53 WIB
Investor Makin Khawatir, Saham BUMI Anjlok 5,2 Persen
Ipotnews – Saham PT Bumi Resources Tbk anjlok 5,2 persen pada perdagangan hari ini, Senin (11/8), setelah perusahaan tambang batubara terbesar Indonesia itu menyatakan tidak dapat melunasi secara tunai obligasi senilai USD375 juta yang jatuh tempo pada 5 Agustus karena harga batubara yang lemah.

Saham Bumi Resources [BUMI 182 -11 (-5,7%)] turun ke posisi Rp183 per saham, terendah sejak 25 Juli, meski IHSG mengalami kenaikan kurang lebih 1 persen.

Pada Jumat pekan lalu, perusahaan yang dikontrol keluarga Bakrie ini menyatakan akan mengadakan pertemuan dengan para pemegang obligasi pada 22 Agustus, untuk mendapatkan persetujuan perpanjangan jatuh tempo, sekaligus besaran kupon dan harga konversi.

Sebelumnya, BUMI menyatakan memiliki waktu hingga 12 Agustus untuk mencapai kesepakatan dengan para pemegang obligasi.

Tak pelak, penundaan tersebut memicu kekhawatiran baru para investor terhadap kemungkinan BUMI mengalami gagal bayar. “Pasar masih sensitif terhadap BUMI dan utang grup (Bakrie) yang bakal jatuh tempo dalam beberapa bulan ke depan, khususnya terkait harga batubara saat ini,” ujar seorang broker yang berbasis di Jakarta.

Pekan lalu, Moody`s Investors Service menyatakan bahwa BUMI menghadapi tagihan oblihasi jatuh tempo lebih dari USD1 miliar dalam 12 bulan ke depan dan perseroan tak memiliki kapasitas internal untuk memenuhi kewajibannya.(ha/Reuters)

Monday, August 04, 2014       13:25 WIB
Kas Kian Tertekan, Peringkat BUMI Paling Rentan

Ipotnews – PT Bumi Resources Tbk tidak memiliki cukup uang untuk memenuhi kewajiban lebih dari USD1 miliar dalam 18 bulan mendatang. Karena itu, lembaga pemeringkat utang Moody Investors Service menempatkan perusahaan milik keluarga Bakrie tersebut di kategori “paling rentan” dari empat perusahaan batubara teratas di Indonesia.

Dalam laporan yang dirilis 1 Agustus, Moody`s menyatakan Bumi Resources [BUMI 182 -11 (-5,7%)]saat ini dalam posisi sangat lemah, dengan kewajiban obligasi konversi yang jatuh tempo besok (Selasa, 5/8), senilai USD375 juta dan kewajiban pembayaran semi-tahunan pertama senilai USD150 juta kepada China Development Bank Corp pada hari berikutnya. “BUMI paling rentan dengan pelemahan metrik leverage, sementara arus kas menyusut, sehingga perusahaan berisiko terkena (pemangkasan peringkat) ke negatif,” ujar analis yang berbasis di Singapura, Brian Grieser, seperti diberitakan Bloomberg, Senin (4/8).

Menurut Grieser, BUMI tak memiliki kapasitas internal untuk mendanai kewajiban-kewajiban yang jatuh tempo dalam waktu dekat. “Dengan tidak adanya kemungkinan dana segar, kami percaya BUMI akan ditinggalkan dengan dua pilihan. Kembali menjual saham di dua perusahaan tambang batubara utama, atau mengupayakan perubahan persyaratan dari pemberi pinjaman atau memperpanjang jatuh tempo,” tegas Grieser.

BUMI, bagian dari kelompok usaha keluarga Bakrie, diketahui tengah dalam pembicaraan dengan pemegang obligasi dan kreditur untuk membantu kewajiban jangka pendek senilai USD4,2 miliar.

Proposal BUMI kepada para pemegang saham dan pemberi pinjaman gagal dibahas pada pertemuan pemegang obligasi di Singapura 20 Juni lalu karena pertemuan itu tidak mencapai kuorum. Jika Bumi tidak membayar besok, ia memiliki masa tenggang lima hari untuk meminta pemegang obligasi untuk menunda pembayaran, dan mengatur pertemuan kedua.

Menurut Bloomberg, dua perusahaan lain yang terkait Bakrie gagal memenuhi kewajiban obligasi dalam dolar senilai USD535 juta sejak Maret 2013.

Likuiditas Terkuat

Sementara itu, menurut Moody`s, PT Adaro Indonesia Tbk [ADRO 1,265 10 (+0,8%)] memiliki posisi likuiditas terkuat di antara empat perusahaan batubara terbesar Indonesia, oleh karena pengeluaran dan perencanaan modal yang minim, sementara saldo kas sehat dan profil utang jatuh tempo masih terkelola.

Adapun PT Indika Energy [INDY 710 5 (+0,7%)] dinilai masih memiliki penyangga likuiditas yang cukup untuk memenuhi kewajiban utang dan bunga selama dua tahun ke depan. “Namun kami memperkirakan kas perusahaan akan terkuras cukup besar dalam pada periode 2014-2015 sehingga saldo kas bisa anjlok hanya sedikit di atas USSD200 juta pada akhir 2015, dari USD311 juta per Maret 2014,” papar Grieser.

Sedangkan PT Berau Coal Energy Tbk [BRAU 109 -5 (-4,4%)] yang kini menjadi milik sepenuhnya Asia Mineral Resources (ARMS) yang berbasis di London, baru-baru ini mengumumkan rencana untuk melakukan refinancing utang senilai USD450 juta dengan kupon 12,5 persen yang jatuh tempo pada Juli 2015. Jika rencana refinancing ini gagal, perusahaan terancam diturunkan ratingnya.(ha)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 99 other followers