Archive for ‘Creative industry’

December 18, 2015

Produser ‘The Raid’ Wujudkan Kerja Sama Indonesia-Hollywood

 

Keren nih !

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia
Senin, 14/12/2015 06:43 WIB
Produser 'The Raid' Wujudkan Kerja Sama Indonesia-HollywoodDari The Raid, Indonesia akan punya film laga fiksi ilmiah hasil kerja sama dengan Hollywood. (Dok. Rapid Eye Pictures dan East West Synergy)
Jakarta, CNN Indonesia — Kesuksesan The Raid bukan hanya membawa para selebritinya ke kancah internasional.  Produser yang menggawangi film laga garapan Gareth Evans itu juga ikut bersanding dengan produser kawakan setaraf Hollywood.

Ario Sagantoro, produser The Raid dan The Raid 2: Berandal, akan menjadi salah satu produser film baru berjudul Foxtrot Six. Itu merupakan film bergenre laga dan fiksi ilmiah, yang juga diproduseri Mario Kassar.

Kassar sudah berpengalaman memproduseri beberapa film laris Hollywood. Di antaranya: Rambo, Terminator, Basic Instinct, Stargate, Cliffhanger, dan Total Recall versi tahun 1990-an. Foxtrot Sixbukan film aksi fiksi ilmiah pertamanya.

Selain dengan Kassar, Toro juga akan bersanding dengan Guillaume Catala, produser berkewarganegaraan Perancis dan Australia. Mereka mewujudkan Foxtrot Six melalui kerja sama dua rumah produksi, Rapid Eye Pictures dan East West Synergy.

Foxtrot Six mungkin akan menjadi film laga fiksi ilmiah pertama Indonesia, apalagi yang bekerja sama dengan insan perfilman Hollywood. Film itu rencananya juga akan dibintangi aktor Hollywood, namun belum ada nama pasti yang diumumkan sejauh ini.

Pun belum diketahui siapa saja aktor Indonesia yang terlibat membintanginya. Mereka baru akan menjalani latihan intensif di kamp militer. Di sana, mereka dilatih koreografi dan menguasai persenjataan militer yang dirancang khusus para ahli.

Dalam poster yang baru dirilis, tokoh film memang digambarkan seperti sosok militer. Ia berbusana serba hitam yang penuh perlengkapan perang seperti robot, dan memegang senjata api mutakhir tiga moncong.

Toro pun telah menempatkan orang-orang terbaiknya sesuai bidang masing-masing. Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman, bintang The Raid 2: Berandal yang baru-baru ini terlibat dalam Star Wars: The Force Awakens, merancang adegan laga inovatif.

Efek khususnya, mengutip siaran pers yang diterima CNN Indonesia, digawangi ahli efek visual yang berpengalaman dalam Life of Pi, Sherlock Holmes, Guardians of the Galaxy, Man of Steel,dan serial TV Walking Dead.

Namun Toro tak lagi bersama Evans. Bertindak sebagai sutradara dan penulis skenario, adalah Randy Korompis. Ini merupakan film debutnya. Randy, yang seorang Indonesia, menyelesaikan pendidikan di Amerika Serikat dan 12 tahun bekerja di beberapa perusahaan besar Hollywood, seperti High Moon Studios dan Disney.

Diproduksi gabungan Indonesia dan Hollywood, Foxtrot Six akan menjangkau skala besar. Bahkan, akan ada ada unit sekunder dan unit pengambilan gambar dari udara. Keduanya dipisahkan. Meski begitu, anggaran kemungkinan dijaga tetap di bawah US$10 juta atau setara dengan Rp139 miliar.

Foxtrot Six baru akan diproduksi pada paruh pertama 2016, mengambil lokasi di Indonesia dan Amerika Serikat. Belum tahu di negara mana akan dirilis terlebih dahulu, yang jelas film itu direncanakan baru akan tayang secara global pada 2017 mendatang. (rsa)

Advertisements
August 13, 2015

Perantau Tetap Bisa Mengabdi pada Bangsa

JAKARTA, KOMPAS — Dalam konteks dunia global, nasionalisme tidak lagi hanya bergantung pada selembar kertas penanda status kewarganegaraan. Mereka yang pergi merantau ke luar negeri, baik tinggal menetap maupun sementara, tetap bisa menyumbangkan manfaat bagi Tanah Air.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan hal itu saat membuka Kongres Diaspora Indonesia III bertema “Diaspora Bakti Bangsa”, di Jakarta, Rabu (12/8). “Kalau dulu, orang yang memilih kewarganegaraan lain nasionalismenya dinilai turun. Kini, memilih kewarganegaraan lain bukan berarti nasionalismenya turun. Mereka yang memiliki paspor Indonesia tidak berarti lebih baik (nasionalismenya) dibandingkan dengan mereka yang tidak punya,” tuturnya.

Wapres mengatakan, warga negara Indonesia (WNI) ataupun keturunan Indonesia yang berdiaspora (menyebar) ke luar negeri tetap bisa mengabdi kepada bangsa Indonesia. Dukungan itu bisa diberikan mereka dalam bentuk pengalaman, jaringan, modal, dan akses ke pasar luar negeri.

“India memiliki keunikan karena warga mereka yang belajar di luar negeri kembali lagi ke negerinya untuk membangun. Kebahagiaan yang tertinggi adalah apabila kita masih dapat mengabdi kepada teman, saudara, keluarga, dan bangsa kita,” kata Kalla.

Kartu diaspora

Untuk merangkul diaspora Indonesia di luar negeri, Kementerian Luar Negeri akan menerbitkan kartu diaspora. Kartu ini menjadi basis data sekaligus sarana pemetaan potensi diaspora Indonesia di luar negeri. “Kami membentuk satu unit eselon III yang mengurus isu terkait diaspora. Ada juga eselon I, seorang staf ahli yang menangani masalah sosial budaya dan pemberdayaan masyarakat Indonesia di luar negeri serta menyupervisi kerja sama Pemerintah Indonesia dengan diaspora Indonesia,” kata Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi.

Kongres Diaspora Indonesia III kali ini dihadiri 74 jaringan dari 44 negara. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan Kongres I, tiga tahun lalu, yang dihadiri 56 jaringan dari 26 negara.

President Indonesian Diaspora Business Council (IDBC) Edward Wanandi mengatakan, sekarang ada sekitar 8 juta WNI dan mantan WNI di luar negeri. “Dari jumlah itu, 70 persen di antaranya masih berstatus WNI, sedangkan 30 persen sudah pindah kewarganegaraan. Meski sebagian sudah pindah kewarganegaraan, mereka tetap perhatian kepada Republik Indonesia,” katanya.

Guru Besar Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Indonesia Satya Arinanto mengungkapkan, hingga saat ini, ada 56 negara di dunia yang telah menyesuaikan kebijakan imigrasi dan kewarganegaraan untuk mengakomodasi diaspora. Setidaknya 44 negara telah menerapkan kebijakan dwikewarganegaraan, yang berarti seseorang tidak kehilangan kewarganegaraan negara asal apabila mengambil kewarganegaraan negara lain. Diaspora berpotensi memberikan remitansi serta membawa aset dalam berbagai bentuk yang diharapkan dapat memperkuat ekonomi nasional.

Dalam kesempatan ini, sejumlah wakil diaspora Indonesia berbagi pengalaman. Mereka adalah Shamsi Ali (Imam di Islamic Center of New York, Amerika Serikat), Fify Manan (pengusaha furnitur di Amerika Serikat), Heru Utomo (profesor peneliti di Louisiana State University), Livi Zheng (sutradara di Hollywood), dan Heru Utomo (peneliti farmasi di Berlin). Mereka menunjukkan cinta dan baktinya kepada negeri. (ABK/INU/LOK)

August 9, 2015

Ekonomi Kreatif Makin Strategis

Sudah tahu strategis tapi tidak buat kebijakan apapun untuk menggairahkan ekonomi kreatif  .. Yang ada pejabat /politikus makin kreatif “mengutil “uang dari masyarakat /pengusaha. Liputan kayak begini hanya lip service alias OMDO !

DEPOK, KOMPAS — Posisi sektor ekonomi kreatif akan semakin penting bagi masa depan perekonomian Indonesia. Ekonomi kreatif menjadi penting dan strategis karena tulang punggung perekonomian yang selama ini menjadi andalan tidak bisa diandalkan secara berkelanjutan.

Krisis global pada 2008-2009 merupakan akhir dari ekonomi berbasis komoditas. Sementara pendekatan industrialisasi dengan membangun sumber daya dari hulu sampai hilir sudah tidak memadai lagi.

“Ekonomi kreatif adalah kekuatan baru ekonomi yang tumbuh di Indonesia untuk menjawab tantangan globalisasi dan mencapai pembangunan berkelanjutan,” kata Mari Elka Pangestu pada pidato pengukuhan sebagai Guru Besar Tidak Tetap Bidang Ekonomi Internasional Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, di Depok, Jawa Barat, Sabtu (8/8).

Dalam pidato ilmiah berjudul “Globalisasi, Kekuatan Ekonomi Baru dan Pembangunan Berkelanjutan: Implikasi terhadap Indonesia”, Mari menyatakan, ekonomi kreatif akan berkembang dan berperan strategis karena daya saing suatu negara tidak lagi diukur dari biaya produksi, seperti upah tenaga kerja yang murah dan keberadaan bahan baku, tetapi juga sektor lain, seperti logistik yang efisien.

Oleh karena itu, Indonesia perlu melakukan diversifikasi sumber pertumbuhan ekonomi baru dan memupuk sumber daya saing. Saat ini, Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang berbasis sumber daya alam ataupun industri padat karya. Namun, itu belum cukup. Yang sangat penting untuk ditingkatkan adalah sumber daya manusia, teknologi, dan kreativitas. “Sumber daya yang utama adalah manusia yang harus ditingkatkan dengan pendidikan dan pemberian keterampilan,” kata Mari.

Mari mengatakan, pendekatan ekonomi terbaru tidak cukup hanya mengandalkan teknologi dan modal, tetapi juga kreativitas. Dengan demikian, pendekatan berbasis teknologi informasi dan pengetahuan bergeser menjadi berbasis kreativitas dan inovasi. Melalui ekonomi kreatif, pemilik ide kreatif dapat memperoleh manfaat ekonomi.

Di Indonesia, ekonomi kreatif sudah berkembang. Keanekaragaman budaya dan sosial menjadi unsur penting tumbuhnya ekonomi kreatif. Artinya, banyak kreativitas orang Indonesia yang bersumber pada kearifan budaya yang diwarisi secara turun-temurun. Misalnya, kerajinan dari bambu, batik, dan tenun. “Batik sudah diakui dunia sebagai kekayaan Indonesia,” kata Mari.

Mari menegaskan, ekonomi kreatif telah berperan signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Pada 2014, estimasi Badan Pusat Statistik menyebutkan, 15 subsektor ekonomi kreatif menyumbang 7,1 persen atau Rp 716,7 triliun dari produk domestik bruto. Terdapat 5,5 juta usaha kreatif atau 10,6 persen dari total usaha yang sebagian besar merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah. Ekonomi kreatif pun menyerap 12,3 juta orang dari 114,6 juta angkatan kerja.

Agar ekonomi kreatif semakin berkembang, kata Mari, pelaku kreatif mesti dilindungi ide hak intelektualnya. Jaminan untuk memperoleh manfaat ekonomi yang layak akan menjadi stimulus munculnya ide-ide baru. Dukungan pembiayaan juga dibutuhkan. Ketika pembiayaan dari perbankan masih sulit dijangkau pelaku ekonomi kreatif, pemerintah mesti membantu, misalnya menggalang dana hibah, modal ventura, atau insentif pajak.

Mari berharap potensi besar bangsa Indonesia untuk bersaing di kancah global melalui industri kreatif dapat diwujudkan. Pembentukan Badan Ekonomi Kreatif dapat mewujudkan rencana pemerintah mendorong tumbuhnya industri kreatif. Komitmen politis yang konsisten dari pemerintah sangat dibutuhkan bagi berkembangnya industri kreatif. “Korea Selatan butuh sekitar 20 tahun hingga industri kreatifnya jadi seperti sekarang. Kita punya orang-orang kreatif. Tinggal bagaimana mengembangkannya,” kata Mari.(NAD)

July 9, 2015

Film, Aplikasi, dan Musik Jadi Prioritas

Jakarta, KompasBadan Ekonomi Kreatif menjadikan subsektor ekonomi kreatif, yaitu film, aplikasi, dan musik, menjadi salah satu program prioritas. Upaya memajukan ketiga subsektor tersebut akan dilakukan lintas kementerian atau lembaga dan komunitas terkait.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf menyampaikan hal itu seusai konferensi pers “IDByte 2015 dan Bubu Awards Volume 9”, Rabu (8/7), di Jakarta. “Untuk aplikasi, kami menggandeng Bubu.com, perusahaan pengembangan laman dan internet yang telah berkecimpung di bisnis digital sejak 1996. Inkubasi harus mampu memberikan edukasi dan akses jaringan kepada mentor ataupun perusahaan teknologi informasi global, seperti di Silicon Valley, Amerika Serikat,” ujar Triawan.

Selama beberapa bulan terakhir, tambah Triawan, Badan Ekonomi Kreatif berdiskusi dengan kementerian atau lembaga teknis. Hasilnya, belum ada integrasi antar-regulasi yang mendukung bisnis setiap subsektor ekonomi kreatif.

Misalnya, di bidang musik, masih banyak pembajakan lagu belum banyak disadari sebagai pelanggaran norma. Hal ini disebabkan pembajakan hanya masuk kategori delik aduan di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Persoalan ini diatasi dengan penandatanganan kerja sama antara badan dan kementerian untuk integrasi regulasi.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyebutkan, pemerintah daerah harus mampu mengakomodasi produk-produk ekonomi kreatif. Dalam hal aplikasi, anak muda Bandung dikenal mampu menciptakan karya yang tidak kalah bersaing.

“Pemerintah Kota Bandung bahkan telah menggunakan 200 aplikasi buatan mereka untuk solusi kebutuhan masyarakat,” katanya. Ia mencontohkan, saat ini, proses mengurus perizinan dilakukan dalam jaringan. Cara itu juga meminimalkan potensi korupsi.

Pemerintah Bandung, kata Ridwan Kamil, sedang membangun kawasan Bandung Technopolis yang memungkinkan ekosistem digital berkembang.

Chief Executive Officer sekaligus Founder Bubu.com Shinta W Dhanuwardoyo menyebutkan, Sumber daya manusia Indonesia dinilai berpotensi. Akan tetapi, masih kerap terhambat dalam pemasaran. (MED)

July 2, 2015

Setelah Go-Busway, PT Go-Jek Akan Buat Go-Truk

Kamis, 2 Juli 2015 | 08:28 WIB
KOMPAS.com/Andri Donnal PuteraFounder dan CEO Go-Jek Nadiem Makarim

JAKARTA, KOMPAS.com — Pendiri sekaligus CEO PT Go-Jek Nadiem Makarim akan meresmikan aplikasi bernama Go-Truk dalam waktu dekat.

Ide untuk aplikasi Go-Truk muncul setelah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menantang Go-Jek membuat aplikasi untuk memantau muatan-muatan truk yang berada di sekitar Jakarta.

“Pak Ahok (sapaan Basuki) tantang kami bikin aplikasi buat truk, kami siap. Sebentar lagi akan kami launched, namanya Go-Truk,” kata Nadiem saat ditemui di Kemanggisan, Jakarta Barat, Rabu (1/7/2015) malam.

Aplikasi Go-Truk ini bertujuan untuk mendeteksi truk-truk di Jakarta yang membawa muatan dan yang kosong. Dari pantauan tersebut, nantinya setiap truk yang kosong bisa diarahkan untuk mengangkut barang dari tempat lain sehingga keberadaan truk di Jakarta bisa efektif.

Truk sendiri merupakan salah satu penyebab kemacetan terbesar di Jakarta dan sekitarnya. Menurut Wakil Ketua Komisi V DPR RI Yudi Widiana, sekitar 50 persen truk yang lalu lalang di Jakarta merupakan truk kosong.

Nadiem belum menjelaskan lebih lanjut terkait fitur dari aplikasi Go-Truk. Namun, yang pasti, aplikasi lain yang bernama Go-Busway akan dirilis sebelum aplikasi Go-Truk. [Baca: Go-Jek Akan Jadi Angkutan Pengumpan Bus TransJakarta]

“Kami ingin Go-Jek jadi feeder kami dan yang naik Go-Jek bisa baca lewat aplikasi itu. Warga juga bisa tahu letak transjakarta dan kelihatan transjakarta sampai jam berapa tiba di halte. Kalau dihitung-hitung, aplikasi ini seperti Waze,” kata Basuki tentang kerja sama dengan Go-Jek di Balai Kota, Rabu (27/6/2015).

June 22, 2015

Sanjungan Bagi Rio Haryanto dan Peluang ke Formula 1

Ikut bangga ! Mengobati buruknya prestasi olah raga nasional

Keberhasilan pebalap Rio Haryanto dalam ajang balap mobil Grand Prix Austria Formula GP2 di Sirkuit Red Bull Ring, Minggu (21/6), beroleh sanjungan besar dari khalayak. Betapa tidak, kemenangan sprint race pada hari kedua lomba setelah sehari sebelumnya di feature race merengkuh posisi ketujuh itu diraih dengan relatif sulit.

Pertarungannya dengan pebalap Artem Markelov dari tim Russian Time menjadi catatan khusus. Seperti dikutip dari harianKompas, mobil yang dikendarai Rio sempat bersenggolan dengan mobil Artem saat putaran ke-14.

Akibat hal tersebut, sayap depan mobil yang dikendarainya rusak dan membuat pebalap kelahiran Surakarta berusia 22 tahun itu relatif mengalami kesulitan melahap tikungan dengan kecepatan tinggi. Akan tetapi, dengan kemampuan, pengalaman, dan tekadnya, Rio berhasil mengatasi hambatan itu dan menjadi yang pertama.

Sebagian pengguna mencoba membandingkan prestasi Rio dengan hal-hal yang terjadi pada cabang olahraga lain. Ini, misalnya, dilakukan pengguna akun @chandra_ditya yang menulis: Rio Haryanto menang GP2 Austria kemarin. So, masih mau ngebanggain sepakbola? Itu dilakukannya sembari mengunggah tautan ke akun media sosial Path dengan foto kemenangan Rio di atas podium.


KOMPASTVPebalap Indonesia, Rio Haryanto, berhasil meraih podium teratas di Sprint Race GP1 Austria. Rio mengalahkan pemuncak klasemen sementara, Stoffell Vandoorne yang finish di urutan kedua. KOMPASTV

Sementara pengguna akun @dwitasaridwita mengatakan: Selamat Rio Haryanto telah memenangkan GP2 champion di Austria. Terima kasih sudah mengibarkan bendera Indonesia di kancah internasional.

Pura Krisnamurti yang memakai akun @rasjawa mengatakan: Kita harus bangga dengan Rio Haryanto. Tanpa banyak ribut2, tanpa banyak bicara, dia membuktikan kualitasnya. Hal itu dilakukannya sembari menautkan foto dari akun Twitter yang berisikan berita kemenangan Rio dari laman gp2series.com lengkap dengan foto Rio.

Peluang ke Formula 1

GP2 merupakan kelas balapan persis di bawah Formula 1. Jumlah peserta di GP2 sebanyak 26 pebalap. Dalam setiap Grand Prix, GP2 mementaskan dua kali lomba, pada Sabtu dan Minggu. Kesuksesan Rio kemarin memperbaiki penampilannya pada Sabtu yang menempati posisi ketujuh dan meraih enam poin.

Pada penyerahan piala di podium kemarin, Rio yang diapit Stoffel Vandoorne (Belgia) dan Nobuharu Masushita (Jepang) berkali-kali mengepalkan tangan dan tersenyum bangga.

“Ini balapan yang tidak mudah. Saya sangat gembira dengan hasil ini. Terima kasih atas dukungan tim dan masyarakat Indonesia,” kata Rio yang dihubungi dari Jakarta seusai balapan.

Musim ini Rio sudah dua kali menjadi juara dalam lomba GP2. Pebalap yang bernaung dalam tim Campos Racing dan didukung penuh oleh PT Pertamina itu sebelumnya naik podium utama dalam lomba hari kedua di GP Bahrain, 19 April.

Dengan hasil tersebut, Rio Haryanto untuk sementara mantap berada di posisi tiga besar klasemen pebalap musim ini. Rio mengoleksi 70 poin, berada di bawah Vandoorne yang telah mengumpulkan 155 poin dan Alexander Rossi, 78 poin.

GP Austria merupakan seri balapan yang keempat. Tahun ini balapan GP2 akan berlangsung dalam 10 seri. Setelah GP Austria, balapan selanjutnya digelar di GP Silverstone, Inggris, 3-5 Juli.

Bagi Rio, musim ini merupakan tahun keempatnya di ajang GP2. Putra mantan pebalap nasional Sinyo Haryanto ini telah menyerap banyak pelajaran dan pengalaman dari tiga musim sebelumnya.

Musim ini, pebalap berusia 22 tahun tersebut mulai berani menargetkan finis di posisi lima besar di klasemen akhir balapan. Dengan finis di posisi tersebut, peluang dan harapan Rio naik kelas ke balapan Formula 1 kian terbuka.

Pada balapan kemarin, Rio berhak start dari posisi kedua. Sebab, pada feature race, dia finis ketujuh. Dalam aturan GP2, penentuan posisi start balapan sprintditentukan hasil balapan feature. Namun, untuk posisi delapan terdepan, urutannya dibalik. Juara di feature race akan start di posisi kedelapan, demikian seterusnya.

Rio membuat start yang bagus. Melaju di lintasan dalam, dia bisa melewati pebalap di depannya dan menutup ruang untuk merebut posisi terdepan selepas tikungan pertama. Setelah itu, posisi Rio terus bertahan dengan kecepatan rata-rata 1 menit 16 detik dalam satu putaran.

Rio memang sudah mengincar podium pada ajang GP2 Seri Austria di Sirkuit Red Bull Ring pada Sabtu (20/6). Pada sesi latihan bebas, Jumat sebelumnya, Rio menempati posisi kedelapan dengan selisih 0,688 detik dari Sergey Sirotkin yang menempati posisi pertama.

“Saya sudah berlatih dengan simulator sampai 165 putaran untuk mengenal Sirkuit Red Bull Ring. Tahun lalu, saya belum mendapat hasil bagus di sini, tetapi kini saya bertekad mendapat podium. Dengan setelan mobil yang lebih bagus dan pengenalan lintasan yang lebih baik, saya yakin akan mendapat hasil yang lebih baik,” begitu keyakinan Rio saat itu.

Keberhasilan tersebut sontak memicu beragam komentar di media sosial, seperti Twitter. Layanan aplikasi Topsy pada Senin (22/6) pagi pukul 10.27 WIB mencatat bahwa dalam 13 jam terakhir terdapat 3.435 kali nama “Rio Haryanto” lalu lalang di linimasa.

  • 5
  • 0
  • 0
May 2, 2015

Mengapa Karya Sastra Indonesia Sulit Mendunia

tanpa sastra bangsa ini jadi “jongos ” seperti presidennya

Hiburan

Kamis, 30/04/2015 17:13
Reporter: Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia
Mengapa Karya Sastra Indonesia Sulit Mendunia Man Tiger merupakan salah satu buku Indonesia yang diterjemahkan ke bahasa asing. (Dok. Verso Books)

Jakarta, CNN Indonesia — Coba masuk ke toko-toko buku besar di luar negeri, seperti Barnes and Noble di Singapura dan Inggris. Hampir tidak ada buku karya penulis Indonesia yang terpajang di raknya. Sementara penulis Asia lain, seperti Haruki Murakami, sudah hampir pasti selalu ada.

“Pram (Pramoedya Ananta Toer) pun sudah susah,” kata penulis Leila S. Chudori saat ditemui di Galeri Nasional, Jakarta, Kamis (30/4). Karya-karya Pram memang tergolong lawas. Tapi buku baru seperti Amba (Laksmi Pamuntjak), Larung dan Saman (Ayu Utami), Ronggeng Dukuh Paruk(Ahmad Tohari), atau Lelaki Harimau (Eka Kurniawan) pun tak banyak.

Menurut Leila dan Ayu, itu karena tidak banyak buku penulis Indonesia yang diterjemahkan ke bahasa asing. John McGlynn, penerjemah bahasa Indonesia ke bahasa Inggris untuk penerbit Lontar setuju akan hal itu. Selama 28 tahun bergabung dengan Lontar, ia mengamati hanya ada 200 buku Indonesia yang diterjemahkan.

“Kebanyakan dari Lontar. Tahun 2012, hanya 23 buku sastra yang diterjemahkan ke bahasa asing, 20 oleh Lontar,” katanya pada CNN Indonesia saat ditemui di Galeri Nasional.

Jumlah penerjemah pun tidak banyak. Yang bonafide hanya sekitar 10 orang. Hampir semuanya orang asing. Kalau pun ada orang Indonesia, harus native speaker. Tidak banyak orang yang berminat jadi penerjemah.

Bayarannya hanya sekitar Rp 5 sampai 10 juta per buku. Padahal satu buku bisa digarap berbulan-bulan, apalagi yang bagus. Namun, masalahnya bukan hanya soal jumlah penerjemah.

Penerbit juga banyak yang enggan. Sebab, kata McGlynn, ia jadi tidak dapat apa-apa. “Dari harga jual buku, 60 persen masuk ke toko dan distributor. Ongkos produksi biasanya kira-kira 30 persen. Penerbitan dapat maksimal 10 persen. Kalau diterjemahkan ke bahasa asing, yang 10 persen itu hilang,” katanya.

Penerbit di Indonesia jadi tidak dapat apa-apa dari buku yang diterjemahkan. Karena itu, penerjemahan biasanya dilakukan hanya pada buku-buku yang diyakini penerbit bakal laku.

“Buku-bukunya sangat komersial, misalnya tentang hijab atau tren yang sesuai pasar. Kalau sastra, susah sekali,” ujar McGlynn.

Menerjemahkan karya sastra juga susah secara teknis. Penerjemah harus punya rasa bahasa. Jika tidak, buku akan dianggap remeh, padahal aslinya bagus. Saat Saman diterjemahkan ke bahasa Jerman, kata McGlynn, tidak banyak yang tertarik karena tata bahasanya jadi jelek.

Begitu pula Ronggeng Dukuh Paruk. “Hasil terjemahannya jelek sekali. Makanya setelah itu enggak ada yang mau,” kata McGlynn bercerita. Menerjemahkan yang bagus, butuh waktu panjang. Ia sendiri butuh 18 bulan untuk menerjemahkan Pulang karya Leila Chudori.

Frankfurt Book Fair 2015 merupakan salah satu gerbang bagi para penulis Indonesia untuk mencicipi angin segar luar negeri. Bukan hanya buku mereka dipampang di sana, apalagi Indonesia tahun ini menjadi tamu kehormatan.

Pada kesempatan itu, negara-negara lain juga bisa mengintip karya sastra Indonesia dan membeli hak untuk menerbitkannya. “Ini akan jual beli rights. Jadi butuh infrastruktur yang mendukung, bukan hanya untuk tahun ini saja. Harus institusional,” ujar Leila.

May 26, 2014

Peluang Tarik Turis Asing

Perbaiki sarana dan prasarana ! Lagi lagi infrastruktur masih kabrut ! Mulai urusan informasi untuk turis sampai WC (Kakus) yang bersih masih sangat kurang.. Jika hal tersebut dibenahi saya sih percaya Indonesia bisa menarik wisatawan asing lebih banyak lagi !

 

calendarSENIN, 26 MEI 2014

Saatnya Benahi Industri Wisata

JAKARTA, KOMPAS  Stabilitas politik dan keamanan merupakan harga mati bagi wisatawan. Ratusan ribu wisatawan, khususnya dari Tiongkok, membatalkan perjalanan wisata mereka ke Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Kondisi ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk menarik para wisatawan itu.Thailand, yang selama ini menjadi primadona tujuan wisata turis mancanegara, sedang mengalami ketidakstabilan politik antara kubu pemerintah dan oposisi. Perkembangan terakhir, militer Thailand melakukan kudeta dan menerapkan jam malam terutama di Bangkok. Tentara dengan senjata lengkap hadir di setiap sudut Bangkok.

Setelah kudeta militer 22 Mei, agen-agen perjalanan langsung berhenti menjual paket perjalanan ke Bangkok. Sudah 50 negara, termasuk Indonesia, mengeluarkan peringatan berupa travel warning kepada warga negaranya yang akan berkunjung ke Thailand.

Memburuknya hubungan Vietnam dan Tiongkok menyusul aksi penyerangan terhadap warga dan berbagai kepentingan Tiongkok di Vietnam membuat banyak perjalanan turis Tiongkok ke negara itu dibatalkan. Pemerintah Tiongkok mengeluarkan saran bagi warganya untuk tidak bepergian ke Vietnam. Pembatalan perjalanan ke Vietnam diperkirakan mencapai 100.000 orang.

”Padahal, Tiongkok selama ini pasar wisata terbesar bagi Vietnam,” ujar Mari Elka Pangestu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, kepada Kompas, di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24/5).

Ctrip dan China International Travel Service (CITS), yang merupakan biro perjalanan terbesar di Tiongkok, telah menarik kembali paket yang sudah mereka jual. Di Huai An, Jiangsu, perjalanan ke Vietnam turun 40 persen sejak awal tahun ini. Kondisi itu terus memburuk. Sementara biro perjalanan di Guangzhou terpaksa mengganti tur Vietnam ke destinasi lain.

Pembatalan perjalanan ke Malaysia dilakukan sejak hilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) bernomor penerbangan MH370 dari Kuala Lumpur ke Beijing, Tiongkok. Menurut data yang diolah dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, satu bulan sejak hilangnya pesawat MH370 pada awal Maret, industri pariwisata Malaysia mengestimasi pembatalan kunjungan dari Tiongkok sebesar 40.000 orang. Saat ini, pembatalan diperkirakan sudah 80.000 orang.

Pembatalan wisatawan asal Tiongkok diperkirakan sudah lebih dari 200.000 orang untuk kunjungan ke tiga negara anggota ASEAN itu. Belum lagi pembatalan wisatawan dari negara atau wilayah lain.

Mari menambahkan, pemerintah administratif Hongkong juga mengeluarkan peringatan kepada warganya untuk tidak berkunjung ke Vietnam seiring dengan serangan yang ditujukan kepada perusahaan-perusahaan Tiongkok di Vietnam. Periode 16-26 Mei 2014 saja sudah 1.000 warga Hongkong yang tergabung dalam 45 kelompok wisata membatalkan kunjungan ke Vietnam.

Peluang menguasai pasarMenurut Mari, kondisi ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk menguasai pasar wisata ASEAN. Pertumbuhan wisatawan asing ke Indonesia pada Januari-April 2014 sebesar 10 persen atau 2,2 juta orang dibandingkan dengan 2 juta orang pada periode yang sama tahun lalu.

Ia menargetkan kunjungan wisata pada 2014 sebanyak 9,3 juta- 9,5 juta orang dengan pertumbuhan 6-8 persen dibanding 8,8 juta orang pada 2013. ”Namun, dengan tren kenaikan 10 persen, target bisa terlampaui dan mencapai 9,7 juta orang,” ujarnya.

Pertumbuhan wisatawan Tiongkok pada Januari-April lalu naik 32,2 persen. Pihaknya optimistis kunjungan dari Tiongkok bisa mencapai lebih dari 1 juta orang sepanjang tahun ini, atau naik dari 750.000 orang pada 2013. Saat ini, Tiongkok merupakan pasar wisatawan asing terbesar di dunia. Pada 2013, lebih dari 90 juta kunjungan dari Tiongkok menghabiskan pengeluaran 106 miliar dollar AS ke banyak negara.

Sejauh ini, tercatat 10 juta turis asal Tiongkok yang berkunjung ke 10 negara ASEAN. Thailand menjadi tujuan utama mereka. Tercatat 3,6 juta warga Tiongkok berkunjung ke Thailand. Adapun 1,8 juta warga Tiongkok memilih ke Singapura dan 1,8 juta warga Tiongkok berkunjung ke Malaysia.

Turis Tiongkok ke Indonesia yang hanya 750.000 orang masih kalah dibandingkan 1,5 juta turis Tiongkok yang ke Vietnam. Indonesia hanya lebih baik daripada Filipina yang hanya dikunjungi 430.000 turis Tiongkok. Laos, Kamboja, Myanmar, dan Brunei hanya didatangi 250.000 turis Tiongkok.

Sebagian besar turis Tiongkok memilih Bali sebagai tempat wisata mereka di Indonesia. Dari data Dinas Pariwisata Bali, wisatawan asal Tiongkok tahun 2013 tercatat 387.533 orang, naik dari 2012 sebesar 310.904 orang. Wisatawan Tiongkok ke Bali menduduki peringkat kedua setelah Australia.

Melihat besarnya potensi itu, lanjut Mari, ini menjadi momentum bagi pemerintah serta pelaku dan masyarakat pariwisata untuk berbenah. Pihaknya sejak tahun lalu sepakat bekerja sama dengan Pemerintah Tiongkok untuk mendatangkan kunjungan 1 juta wisatawan.

Kerja sama itu telah ditindaklanjuti dengan mengemas paket- paket perjalanan, menambah kapasitas penerbangan dan hotel, serta dukungan pengembangan di daerah. Pihaknya juga menggelar promosi ke enam provinsi di Tiongkok dan memperkenalkan pariwisata Indonesia lewat situs berbahasa Mandarin.

Mari menambahkan, yang masih perlu dibenahi saat ini adalah layanan di lokasi-lokasi wisata. ”Kita masih kekurangan pemandu berbahasa Mandarin,” ujarnya, seraya menambahkan, upaya jangka pendek mengatasi masalah itu dengan mengajak siswa pariwisata di Tiongkok untuk magang di Indonesia.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Suryo Bambang Sulisto ketika dihubungi, Minggu, sependapat bahwa kondisi di beberapa negara ASEAN itu menjadi peluang bagi Indonesia. ”Kita harus siap dan tanggap untuk menerima limpahan potensi masuknya investasi sebagai dampak krisis di sana,” ujarnya.(Ays/ita/cas/nit)

 

 

May 2, 2014

Industri Kreatif Diminati: Pasar Kelas Menengah Menjadi Daya Tarik di AS

JUMAT, 2 MEI 2014

LOS ANGELES, KOMPAS — Sejumlah industri kreatif Amerika Serikat berminat berinvestasi dan mencari mitra lokal dari Indonesia. Selain merupakan pasar yang besar, pertumbuhan kelas menengah juga menjadi sumber daya pendukung. Mereka berharap Pemerintah Indonesia memberikan insentif.Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Mahendra Siregar, di Los Angeles, Amerika Serikat (AS), Selasa (29/4) waktu setempat atau Rabu waktu Indonesia, mengunjungi beberapa rumah produksi serta produsen permainan dan hiburan berbasis teknologi digital.

Pada saat itu, mereka mengajukan usulan jika Indonesia berminat untuk mengembangkan industri kreatif berbasis teknologi digital. Tempat yang dikunjungi antara lain Reel FX Entertainment, Flashpoint Entertainment, dan Immersive.

Deputi Bidang Promosi Investasi BKPM Himawan Hariyoga kepada Kompas menjelaskan, kedatangan BKPM ke AS untuk mempelajari industri kreatif yang sudah maju. Pihaknya juga bertanya hal-hal yang bisa dilakukan agar mereka mau berinvestasi di Indonesia. BKPM menginformasikan pula bahwa tenaga muda Indonesia di industri kreatif sudah banyak.

”Beberapa mengakui bahwa tenaga-tenaga berbakat asal Indonesia sudah berkomunikasi dengan mereka. Mereka mengenal tenaga berbakat itu. Mereka juga cukup puas dengan pekerjaan tenaga-tenaga muda kita,” kata Himawan.

Kelas menengah besarIa menyebutkan, dari pembicaraan dengan beberapa pemilik rumah produksi dan produsen hiburan berbasis digital, ternyata keberadaan studio bukan faktor utama yang menentukan mereka untuk berinvestasi di Indonesia. Mereka tertarik karena Indonesia memiliki kelas menengah yang besar dan generasi yang berfokus pada keluarga. Mereka merupakan pasar yang besar untuk industri hiburan modern.

”Dalam istilah mereka, kelas menengah Indonesia bisa menjadi pasar bagi apa yang disebut next generation theme park atau pasar bagi taman hiburan generasi masa depan. Taman hiburan ini menggunakan teknologi digital yang lain dari taman hiburan konvensional,” papar Himawan menjelaskan salah satu konsep yang mereka tawarkan. Salah satu industri kreatif itu telah berinvestasi di Brasil, Selandia Baru, Irlandia, dan Tiongkok.

Salah satu industri kreatif berbasis industri taman hiburan digital di AS tengah melirik mitra lokal di Indonesia. Mereka pernah membicarakan potensi untuk bekerja sama. Meski demikian, mereka berharap mitra dari Indonesia adalah mereka yang memiliki visi mengenai industri kreatif. Jika dalam waktu dekat pengusaha Indonesia berminat, pihaknya akan membatalkan rencana bisnis di sebuah negara Asia lain.

Himawan mengatakan, mereka juga mempertanyakan kesediaan Pemerintah Indonesia untuk memberikan insentif fiskal. Mereka mengakui, industri kreatif sangat sensitif terhadap kebijakan fiskal sebuah negara. Mereka akan melihat daya saing antarnegara sebelum menentukan untuk masuk berinvestasi. Insentif yang juga diharapkan adalah kemudahan perizinan.

”Mereka meyakinkan bahwa Indonesia bukan sebagai pasar. Namun, mereka juga akan melakukan kerja sama dengan mitra lokal. Mereka menawarkan agar dampak ikutan dirasakan oleh industri lain. Maka, bisa dilakukan produksi, semisal produksi serial televisi. Dengan cara ini, suatu tempat akan dikenal. Di sisi lain, mitra lokal juga bisa belajar membuat produksi dalam waktu yang lama,” tutur Himawan.

Menurut dia, melihat keinginan besar itu, Indonesia harus bersiap untuk meningkatkan kemampuan tenaga-tenaga muda dalam industri kreatif. Untuk itu, kualitas pendidikan yang terkait dengan industri kreatif harus segera ditingkatkan. Ia memperkirakan, peran industri kreatif dalam pertumbuhan ekonomi akan makin besar.(Mar)

 

February 4, 2014

Bravo Agnes Monica !

Artis ini bukan saja cantik dan sexy tapi juga cerdas dan sangat disiplin . Cerdas dan disiplin yang kadang tidak dimiliki oleh insan kreatif Indonesia. Lihat saja mereka hanya banyak menjiplak atau mengikuti trand. Dan soal disiplin : itu yang palin jarang dimiliki oleh orang Indonesia. Sudah merasa dirinya jagoan biasannya langsung bermalas malasan, tidak mau belajar dan bertindak seenaknya . Mungkin artis Indon yang paling parah soal disiplin adalah Reza A, sekarang dia hanya bisa mengisi acara di kota kecil saja..
 
 
 
SENIN, 03 FEBRUARI 2014 | 14:56 WIB

Agnes Monica Dikontrak Label Musik Internasional

Agnes Monica Dikontrak Label Musik Internasional

Foto Agnes Monica bersama penyanyi dan pembuat lagu, Robert Sylvester Kelly saat hadir di acara penghargaan Grammy Awards di Los Angeles, Amerika Serikat. twitter.com/agnezmo

  

TEMPO.COJakarta – Perjuangan Agnes Monica untuk go international kini berbuah manis. Agnes baru saja dikontrak oleh Sony Music Global, label musik internasional yang banyak menaungi musikus dunia.

Agnes membagi kabar bahagia ini lewat akun Twitter-nya. “IT’S OFFICIAL! Thanking all my fans! It’s all bcuz of u #signed to #SonyMusicGlobal #SonyUSA #TheCherryParty #RAL,” tulis Agnes.

Agnes lalu mengunggah fotonya bersama Timbaland, produser tekenal asal Virginia. “Thanks Jesus Christ, my Lord and Savior for guiding me all my life… You are my inspiration. I love You!” tulisnya lagi.

Pelantun Coke Bottle tersebut tidak menjelaskan detail mengenai kontraknya dengan label musik internasional itu. Ia hanya bisa bersyukur atas perjuangannya selama ini. “One thing I’m gonna cherish my whole life,” tulisnya lagi.(Baca: Go Internasional, AgnesMonica Masih Kerja Keras )

Sony Music Global merupakan label musik internasional yang menaungi sejumlah musikus kenamaan dunia, antara lain Miley Cyrus, Justin Timberlake, Britney Spears, Avril Lavigne, dan Celine Dion.

RINA ATMASARI