Archive for ‘Energy’

March 24, 2015

Indonesia Butuh 150 Juta Ton Batu Bara per Tahun

HomeBisnisBisnis
SENIN, 16 MARET 2015 | 08:17 WIB

Mesin penggali batubara terlihat sedang menggali batu bara, Borodinsky merupakan wilayah tambang batu bara yang setiap tahunnya menghasilkan 20 juta ton batu bara. 9 Desember 2014. REUTERS/Ilya Naymushin.

TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan, sampai lima tahun ke depan, kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik mencapai 150 juta ton per tahun. Batu bara disebut bisa mengimbangi pertumbuhan keperluan listrik dalam jangka pendek.

“Cuma sekarang kita harus mengamankan batu bara,” kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jarman, di Jakarta, Ahad, 15 Maret 2015.

Batu bara, kata Jarman, bisa mengimbangi kebutuhan listrik seiring pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Adapun untuk menyediakan pembangkit listrik dengan energi baru terbarukan, kata Jarman, perlu waktu lama. “Namun batu bara masih bisa dipasok,” kata Jarman.

Berdasarkan data Kementerian ESDM dan PT PLN (Persero), pembangkit listrik batu bara merupakan pembangkit listrik terbesar di Indonesia yang mencapai 51,50 persen atau 74.269 Gwh.

Gas alam merupakan bahan baku pembangkit listrik terbesar kedua dengan porsi 28,61 persen atau 41.254 Gwh, disusul tenaga air 9,02 persen atau 13.010 Gwh, minyak 7,84 persen atau 11.307 Gwh, dan panas bumi sebesar 3,01 persen atau 4.345 Gwh.

KHAIRUL ANAM

Berita Terkait
Kadar Biofuel Solar Ditambah, Impor Minyak Turun 15 Persen
50 Persen Proyek Pembangkit 35 Ribu MW Sudah Berjalan
Perusahaan Tambang Diputus Kontrak, Warga Bancakan Lahan
Ketua Komisi Energi Tolak Pelabuhan Cilamaya
Kementerian Energi Jaring Tiga Nama untuk Eselon I

Berita Terpopuler
Jokowi Ngamuk Soal Harga Beras, Begini Cerita JK
Ahok Bakal Bikin Aturan Baru di Car Free Day
Menjalin Cinta dengan Pemuda, Wanita Tua Ini Jadi Langsing
Di-bully Soal Persib, Ini Kata Ridwan Kamil
Hore…Gaji TKI di Malaysia Rp 27,6 juta
Begini Cara JK Melobi Prabowo dan Ical
Rata-rata Mahasiswa Inggris Bercinta dengan 8 Orang Berbeda
Soal Kisruh Golkar, JK: Yang Benar Selalu Belakang
Penyerang Baru Persib, Spasojevic, Tampil Perdana Hari Ini
Ikut Rapat Golkar Agung Laksono, Jatuh Langsung Meninggal

BISNIS BOLA GAYA! DUNIA METRO POLITIK OLAHRAGA OTOMOTIF SELEB! TEKNO TRAVEL FOTO INFOGRAFIS VIDEO FOKUS! JEDA
ENGLISH EDITION MAJALAH TEMPO KORAN TEMPO TRAVELOUNGE TEMPO STORE INDONESIANA FORUM LELANG
CAPING OPINI KOLOM CARI ANGIN INFORIAL :: TEMPO MOBILE APPS MOBILE SITE IPAD IPHONE BLACKBERRY ANDROID
TENTANG KAMI TERM OF USE KODE ETIK KARIR COPYRIGHT © 2011TEMPO MEDIA GROUP

March 22, 2015

RI tergolong negara miskin dalam infratruktur ketenaga listrikan

Pembangunan energi selama 30 tahun terakhir terbukti hanya memperkaya segelintir pejabat ESDM, PLN,Politikus dan pengusaha kroni . Terbukti dengan infrastruktur ketenagalistrikan hanya mampu memasok 210 watt perkapita JAUH dari standar minimal 800 watt per kapita 

Sumber : harian bisnis 20 maret 2015 



 

March 9, 2015

Pertamina Diyakini Mampu Operasi Blok Mahakam Harus Terus Berjalan

urusan ini nggak beres beres.. pasti banyak politikus bermain

JAKARTA, KOMPASPemerintah yakin PT Pertamina (Persero) mampu mengelola atau menjadi operator Blok Mahakam menggantikan Total Exploration & Production Indonesie. Pertamina telah menyiapkan investasi 25,2 miliar dollar AS untuk mengelola blok tersebut.

Pertamina juga meyakinkan pemerintah untuk menjaga besaran upah atau gaji sumber daya manusia jika terjadi pengalihan SDM dari Total ke Pertamina.

“Dari presentasi proposal Pertamina, pemerintah yakin Pertamina siap menjadi operator Blok Mahakam menggantikan Total,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said di Jakarta, Minggu (8/3). Sebelumnya, Pertamina mempresentasikan proposal terkait hak kelola Blok Mahakam.

Menurut Sudirman, pemerintah dan Pertamina berkepentingan agar operasi Blok Mahakam terus berjalan dan produksinya tidak turun. Pemerintah yakin Pertamina bisa mengelolanya sebagai operator utama.

“Namun, apakah Pertamina menjadi operator sepenuhnya atau akan menggandeng Total, kami serahkan kepada Pertamina. Kalau menggandeng yang lain, akan mulai lagi dari nol,” katanya.

Sudirman menambahkan, Pertamina diharapkan membicarakan hal itu dengan Total dalam dua minggu hingga sebulan mendatang, termasuk soal transfer SDM dan teknologi.

“Saya berharap kesepakatan itu, termasuk proses transisi, sudah ada paling lambat April. Artinya, setelah ada kesepakatan, Pertamina bisa dilibatkan dalam proses eksplorasi, eksploitasi, dan pencarian cadangan-cadangan baru. Jangan sampai nantinya produksi ditunda sehingga turun,” kata Sudirman.

Siap sepenuhnya

Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam mengemukakan, secara teknis, Pertamina bisa mengelola Blok Mahakam sepenuhnya. “Kami siap bermitra dengan siapa saja. Tidak ada persoalan dalam proses peralihannya, termasuk soal teknologi,” ujarnya saat ditanya kemungkinan bermitra dengan Total.

content

Ketua Komisi VII DPR Kardaya Warnika berpendapat, jika serius menunjuk Pertamina sebagai pengelola Blok Mahakam, pemerintah harus memprioritaskan Pertamina. Dengan demikian, Pertamina bisa segera memikirkan aspek bisnis blok itu.

(HEN/APO/MED)

March 9, 2015

Elpiji 3 Kg Langka, Warga Beralih ke Minyak Tanah

Elpiji 3 Kg Langka, Warga Beralih ke Minyak Tanah

Petugas menurunkan gas 3 kg dari truk saat Operasi pasar (OP) gas elpiji 3 kg di Cimahi, Jawa Barat, 5 Maret 2015. Langkanya gas elpiji 3 kg menyebabkan harga melonjak di pasaran, warga pun menyerbu Operasi pasar (OP) gas elpiji 3 kg yang disebar di tiap kelurahan di Kota Cimahi. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

TEMPO.CO , Makassar: Warga Kelurahan Manggala terpaksa beralih ke minyak tanah untuk melakukan aktifitas memasak. Pasalnya, elpiji 3 kilogram di sejumlah toko pengecer sulit didapatkan.

“Kami tidak tahu alasan kenapa elpiji 3 kilogram langka,” kata Rahmatiwi pengecer elpiji 3 kilogram kepada Tempo Ahad, 8 Maret 2015.

Rahmatiwi mengatakan, kelangkaan terjadi hampir tiga hari belakangan ini. Akibatnya, warga yang gasnya habis terpaksa membeli minyak tanah. “Beruntung saya masih menjual minyak tanah,” ujar Rahmatiwi.

Menurut Rahmatiwi, minyak tanah yang dijual didapatkan dari distributor yang dijual dengan harga Rp 10 ribu per liter. Pemakaiannya paling lama 2 sampai 3 hari. Berbeda dengan gas 3 kilogram dengan harga Rp 17 ribu per tabung, bisa digunakan sampai 3 minggu. Tapi warga akhirnya tetap membeli minyak tanah karena tidak ada pilihan lain. Sebab, kalau harus menunggu gas, pasti tidak bisa masak.

Rahmatiwi menambahkan, banyaknya konsumsi gas melon kemungkinan disebabkan oleh banyaknya warga yang beralih dari gas 12 kilogram ke gas ukuran 3 kilogram yang disubsidi pemerintah. Karena harga gas 12 kilogram saat ini sangat memberatkan.

“Banyak wajah baru yang datang ke toko saya menanyakan ketersediaan gas 3 kilogram. Mereka mau membeli dengan harga mahal tapi memang barangnya tida ada,” katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Makassar Ismail Tallu Rahim mengatakan kelangkaan elpiji 3 kilogram di Kelurahan Manggala kemungkinan hanya faktor distribusi. Karena secara umum, di Kota Makassar pasokan elpiji 3 kilogram terpantau lancar.

“Karena Makassar adalah pusat pengisian elpiji 3 kilogram. Saya kira itu hanya kasus di beberapa toko saja. Biasanya karena masalah distribusi di pengecer, bukan di tingkat agen elpiji,” kata Ismail.

Ismail menambahkan, Pemerintah Kota Makassar sampai saat ini belum berencana melakukan operasi pasar elpiji 3 kilogram. Sebab, harga dan ketersediaan elpiji 3 kilogram masih normal.

MUHAMMAD YUNUS

March 6, 2015

Ketahanan Energi Indonesia Merosot

Cetak | 6 Maret 2015 1 komentar 129 dibaca
JAKARTA, KOMPAS — Posisi ketahanan energi Indonesia semakin merosot dalam beberapa tahun terakhir. Penyebabnya, ketidakseimbangan laju ketersediaan energi dengan kebutuhan.

Berdasarkan data yang dirilis Dewan Energi Dunia, Indonesia berada di peringkat ke-69 dari 129 negara pada 2014. Ketahanan energi meliputi tiga aspek, yakni ketersediaan sumber energi, keterjangkauan pasokan energi, dan kelanjutan pengembangan energi baru terbarukan.

Peringkat itu melorot dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada 2010, Indonesia ada di peringkat ke-29 dan pada 2011 turun ke peringkat ke-47.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Rinaldy Dalimi, mengatakan, posisi Indonesia dalam peringkat ketahanan energi itu disebabkan ketidakseimbangan laju ketersediaan energi dengan kebutuhan energi di masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, produksi minyak dalam negeri terus merosot, sedangkan permintaan selalu meningkat.

“Ketahanan energi kita terbilang rendah karena tidak seimbangnya laju ketersediaan dengan laju kebutuhan energi,” kata Rinaldy. Indonesia pun terlalu bertumpu pada minyak bumi sebagai sumber energi, tidak mengembangkan energi lain.

Energi bersih

Pengamat ekonomi Darmawan Prasodjo menekankan pentingnya menyelaraskan pertumbuhan ekonomi dengan ketersediaan energi dan kebutuhan energi. Hal ini berkaitan dengan penyediaan energi yang murah, tetapi tetap memperhatikan kondisi lingkungan melalui penggunaan energi bersih.

Titik keseimbangan energi harus dipilih. “Pilihan ini berhubungan dengan ketahanan dan keamanan energi nasional,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Pertambangan dan Energi periode 1978-1988 Subroto, saat berkunjung ke harian Kompas, mengkritik minimnya upaya dalam mencari energi alternatif dan menghemat energi. Kondisi itu akibat belum adanya kemauan politik dari pemerintah. Bahkan, rencana strategis mengenai ketahanan energi nasional juga belum jelas (Kompas, 5/3).

Seiring dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat, kebutuhan energi juga semakin besar, misalnya untuk transportasi dan kebutuhan rumah tangga, seperti penyejuk ruangan.

Dari sisi suplai, ada beragam pilihan energi untuk memenuhinya. Batubara sejauh ini merupakan energi yang ongkosnya murah, Rp 400-Rp 500 per kilowatt jam (kWh). Akan tetapi, emisi gas buangnya 1.000 gram per kWh.

Energi panas bumi dan tenaga surya beremisi rendah, tetapi ongkosnya masih tinggi, yakni Rp 2.000 per kWh untuk tenaga surya dan Rp 1.100-Rp 1.200 per kWh untuk panas bumi. Adapun gas alam menghasilkan emisi 600 gram per Kwh, ongkosnya Rp 600-Rp 700 per kWh.

Cadangan minyak Indonesia yang sekitar 3,7 miliar barrel cukup untuk 11-12 tahun ke depan. Perhitungan ini dengan asumsi produksi 700.000-800.000 barrel per hari. Konsumsi minyak Indonesia saat ini sekitar 1,5 juta barrel per hari.

Dengan asumsi pertumbuhan konsumsi minyak 6 persen per tahun, pada 2025 kebutuhan minyak menjadi 2,7 juta barrel per hari. Pertumbuhan konsumsi dipengaruhi pertumbuhan ekonomi dan pertambahan populasi atau jumlah penduduk di Indonesia.

Energi terbarukan

Perihal energi baru terbarukan, Rinaldy berpendapat, pemerintah sudah memberikan perhatian terhadap pengembangan energi baru terbarukan. Namun, belum padunya antar-kementerian yang terlibat dalam pengembangan energi baru terbarukan menyebabkan program tersebut tersendat.

“Misalnya, pengembangan panas bumi di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral terganjal aturan larangan pengembangan di kawasan konservasi yang diatur undang-undang di bawah Kementerian Kehutanan. Akibatnya, pengembangannya pun terhambat,” tutur Rinaldy.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional yang dirumuskan DEN, peran energi baru terbarukan dalam bauran energi pada 2025 sedikitnya sebesar 23 persen. Pada 2050, porsinya meningkat menjadi sedikitnya 31 persen.

“Tugas kami dari DEN adalah menciptakan sinergi antar-pemangku kepentingan. Tujuannya, agar semua program pemerintah terkait pengembangan energi baru terbarukan menjadi tercapai,” ujar Rinaldy.

Secara terpisah, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Rida Mulyana mengatakan, prioritas pemerintah untuk mengembangkan energi baru terbarukan adalah dari panas bumi, hidro, dan bioenergi (biomassa). Alasannya, potensi di Indonesia besar.

Berdasarkan data DEN, potensi panas bumi di Indonesia 28.910 megawatt, potensi tenaga hidro 75.000 megawatt, dan potensi biomassa 32.654 megawatt.

Alternatif

Kementerian Perindustrian menawarkan pemikiran alternatif pemenuhan kebutuhan energi menggunakan torium sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Torium yang tersedia di Indonesia dinilai dapat dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan energi secara mandiri dalam jangka panjang.

“Sumber daya torium ada di Bangka Belitung sebesar 170.000 ton,” kata Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian Harjanto.

Torium sebanyak itu diperkirakan cukup untuk mengoperasikan 170 pembangkit listrik berdaya 1.000 megawatt selama 1.000 tahun. (APO/CAS/IDR)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 6 Maret 2015, di halaman 1 dengan judul “Ketahanan Energi Indonesia Merosot”.

March 4, 2015

Dari Rugi Rp 26 T Jadi Untung Rp 11,7 T, PLN Ingin Bertahan di Fortune 500

Semoga bukan sulap akutansi

Rabu, 04/03/2015 18:17 WIB

Rista Rama Dhany – detikFinance
Jakarta – PT PLN (Persero) berhasil membukukan laba bersih Rp 11,7 triliun di 2014 lalu. Laba ini naik 145% dari 2013 yang merugi Rp 26,2 triliun. Kenaikan ini didorong oleh pendapatan usaha dan kenaikan laba selisih kurs.

Dalam keterangan resmi PLN, Rabu (4/3/2015), pada 2014 lalu, pendapatan usaha PLN mencapai RP 292,7 triliun, naik 11,8% dibanding 2013 yang sebesar Rp 261,8 triliun.

Meningkatnya pendapatan usaha tersebut berasal dari kenaikan volume penjualan kWh tenaga listrik menjadi 198,6 Terra Watt hour (TWh), naik 5,9% dibanding dengan periode yang sama di 2013 sebesar 187,5 TWh. 

Jumlah pelanggan yang dilayani perusahaan pada akhir tahun mencapai 57,49 juta pelanggan, atau naik 6,5% dari tahun sebelumnya.

Meski begitu, beban usaha PLN di 2014 juga naik 11,8% menjadi Rp 246,9 triliun. Kenaikan beban usaha disebabkan konsumsi bahan bakar, terutama gas dan batu bara seiring dengan peningkatan permintaan tenaga listrik pelanggan. 

Biaya pemakaian batu bara dan gas di 2014 masing-masing Rp 44,8 triliun dan Rp 47,7 triliun. Naik sebesar 20,55% dan 26,14 % dari 2013. 

Dalam keterangannya, PLN mengaku terus melakukan efisiensi dan pengendalian terhadap pengeluaran untuk beban usaha, terutama dengan mengalihkan biaya energi primer dari BBM ke non BBM serta efisiensi biaya yang merupakan controllable cost bagi perseroan.

Dari hasil itu, laba usaha PLN di 2014 mencapai Rp 45,8 triliun, naik Rp 4,9 triliun atau 11,9 % dibanding 2013 sebesar Rp 40,9 triliun. Laba bersih PLN di 2014 adalah Rp 11,7 triliun, naik 145% dari rugi Rp 26,2 triliun di 2013.

Kenaikan laba bersih ini, di samping disebabkan kenaikan laba usaha, juga karena peningkatan laba selisih kurs. PLN di 2014 mencatatkan laba selisih kurs Rp 1,3 triliun, lebih baik dibandingkan 2013 yang mengalami rugi selisih kurs Rp 48,1 triliun.

EBITDA Perseroan mengalami peningkatan 8,6% menjadi Rp 70,8 triliun di 2014, dibandingkan 2013 sebesar Rp 65,2 triliun. Peningkatan EBITDA menunjukkan bahwa, likuiditas keuangan perusahaan semakin bagus dan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan perusahaan dalam menyediakan dana untuk memenuhi kewajiban pokok dan bunga utang serta untuk tambahan investasi.

Total aset PLN pada akhir 2014 adalah Rp 603,7 triliun, atau naik 2,3% dibanding 2013 sebesar Rp 590,2 triliun. 

Terkait dengan masuknya PLN dalam Fortune Global 500 pada tahun 2014 atas kinerja Laporan Keuangan 2013, maka pencapaian di Laporan Keuangan Tahun 2014 memberikan harapan PLN dapat tetap mempertahankan posisinya sebagai salah satu dari 500 perusahaan dengan pendapatan terbesar di dunia.


 



Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Untuk akses lebih cepat install detikcom untuk iPhone

Ads by Iklanbaris« Back

    March 3, 2015

    Pertamina pastikan stok elpiji 3 kg melimpah

    ELPIJI 3 KG

    Dari kontan-online

    Telah dibaca sebanyak 197 kali
    Pertamina pastikan stok elpiji 3 kg melimpah

    JAKARTA. PT Pertamina (Persero) menyatakan, bahwa tidak ada kenaikan harga gas elpiji 3 kilogram (kg). Pertamina juga menjamin bahwa stok gas melon tersebut masih melimpah. “Masyarakat tidak perlu panik,” himbau Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang, Selasa (3/3).

    Dia menyarankan, jika sulit mendapatkan gas elpiji 3 kg atau harganya tinggi, masyarakat bisa langsung membeli ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terdekat. Seluruh SPBU sudah ditugaskan Pertamina untuk menyediakan elpiji 3 kg dengan harga eceran tertingi (HET).

    “Silahkan cari di SPBU terdekat. Jika kosong, laporkan ke call center di no 021 500.000 bebas pulsa atau call center setempat agar segera dilakukan operasi pasar,” terangnya.

    Bambang juga meminta masyarakat segera melaporkan jika ada pangkalan yg menaikkan harga melebihi HET yg ditetapkan pemerintah daerah (Pemda). Juga, jika ada penyalahgunaan maupun pengoplosan elpiji 3 kg. “Segera laporkan kepada kami, mohon dipahami, bahwa elpiji 3 Kg ini hanya untuk rakyat tidak mampu,” tandasnya

    February 27, 2015

    Kilang Minyak RI Tidak Efisien, Haruskah Ditutup Saja?

    Kamis, 26/02/2015 17:44 WIB

    Rista Rama Dhany – detikFinance
    Jakarta – Enam kilang minyak yang dikelola PT Pertamina (Persero) berusia tua, sehingga tidak efisien. Hasil produksinya BBM-nya lebih mahal dari BBM impor. Haruskah kilangnya ditutup saja?

    “Pertamina saat ini memang sedang mengkaji untuk menutup beberapa kilang minyak dari 6 kilang minyak yang ada. Salah satu alasannya karena tidak efisien, hasil produksinya lebih mahal daripada impor BBM dari luar negeri. Mana yang ditutup masih kita akan kaji lagi lebih dalam,” ujar Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang ditemui di Kantor Pusat Pertamina, Kamis (26/2/2015).

    Bambang mengungkapkan, tidak mudah memutuskan menutup salah satu kilang minyak Pertamina saat ini, walaupun operasionalnya rugi. Pasalnya, efek yang ditimbulkan bisa jauh lebih besar.

    “Kita coba analisis satu per satu, karena begini, ini misal, kilang Plaju, memang kilangnya tidak efisien, tapi kilang Plaju selama ini mengola minyak dari Jambi yang diproduksi Pertamina EP, kalau kilangnya tutup, siapa yang memasak minyak ini? Lalu di Lampung pasokan BBM-nya dari mana? Selama ini kan dipasok dari Kilang Plaju. Paling dimungkinkan Kilang Kasim di Papua, tapi risikonya nanti rakyat Papua marah. Kita bisa saja tetap gaji pegawai walau kilangnya tutup, tapi efek berantainya ini panjang,” jelasnya.

    Bambang mengakui, bila saat ini pasokan BBM mengandalkan sebagian besar dari impor BBM, maka harga BBM di Indonesia bisa sampai dengan di Malaysia dan Singapura.

    “Tapi, kita tidak punya ketahanan energi sama sekali, kilang minyak itu cerminan ketahanan energi suatu negara. Kalau impor semua apa kita mau harga BBM dikendalikan negara lain, negara lain bisa saja seenaknya menentukan harga BBM yang kita beli, karena suka tidak suka kita butuh,” tutup Bambang.



    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Media Partner: promosi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com

    Untuk akses lebih cepat install detikcom untuk iPhone

    Ads by Iklanbaris« Back

      February 26, 2015

      Pasokan Batubara di Setop, PLN Damprat Kideco Jaya

      Ini hasil dari jor joran memberikan konsesi ke perusahan tambang asing. Konyol eli bangsa ini.

      Ekonomi

      Kamis, 26/02/2015 17:49
      Agung

      Reporter: Giras Pasopati, CNN IndonesiaIlustrasi batubara. (Jakarta, CNN Indonesia — PT PLN (Persero) menyatakan telah memprotes kebijakan perusahaan tambang batubara asal Korea Selatan PT Kideco Jaya Agung yang berencana menghentikan pasokan komoditas tersebut ke beberapa pembangkit listrik setelah kontrak habis.“Saya bilang pada mereka, ini batubara berasal dari negara siapa? Kok bisa-bisanya mereka seenaknya berbuat tanpa menghiraukan negara kita?” ujar Kepala Divisi Batubara PLN Helmi Najamuddin di Jakarta, Kamis (26/2).Dia menjelaskan, ada dua kontrak yang terkesan dibuat ‘main-main’ oleh Kideco. Yang pertama adalah kontrak pengadaan batubara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Cilacap sebesar 500 ribu ton per tahun yang berakhir pada Desember 2015.“Yang kedua kontrak pasokan untuk PLTU Paiton sebanyak 2 juta ton sampai Desember 2016. Setelah negosiasi, mereka cuma mau menambah setahun saja. Lah, terus habis itu mati PLTU-nya kan? Ya enggak bisa seperti itu lah,” ungkapnya. PLTU Cilacap sendiri selama ini memasok listrik sebanyak 2×300 megawatt (MW) dan Paiton sebesar 2×600 MW untuk kebutuhan listrik di Pulau Jawa, Madura, dan Bali.“Mereka (Kideco) beralasan terhambat kontrak ekspor. Jadi rencana mereka mau diekspor ke ‘majikan’ di Korea,” ungkapnya.Menurut Helmi, kontrak dengan Kideco tersebut sebelumnya telah berjalan selama 10 tahun. Namun, Helmi menginginkan ada kelanjutan kontrak hingga PLTU tersebut tidak bisa digunakan lagi.“PLTU itu masanya 30 tahun. Tapi kalau dipelihara dengan baik bisa sampai 50 tahun. Ya kami maunya sampai masanya habis. Seharusnya, perpanjangan kontrak bisa dilakukan dengan opsi dari pemilik PLTU, yaitu PLN,” ujarnya.Pilihan Redaksi

      HARGA BATUBARA DIPERKIRAKAN MERANGKAK NAIK KE US$ 70 PER TON

      BATUBARA ANDALAN PENERIMAAN NEGARA

      PEMBANGKIT BERBAHAN BATUBARA CAIR DITARGETKAN RAMPUNG 2015

      Mengutip data dari Kideco, sejak pertama kali beroperasi di Indonesia pada 1993 lalu, perusahaan yang dipimpin oleh Chief Executive Officer Lee Chang-hoon tersebut selalu menorehkan peningkatan produksi.Selama 21 tahun beroperasi di Kalimantan, Kideco tercatat telah memproduksi batubara sebanyak 250,1 juta ton. Berikut data produksi batubara Kideco selama lima tahun terakhir:2014 – 40 juta ton2013 – 37 juta ton2012 – 34 juta ton2011 – 31,5 juta ton2010 – 29 juta ton

      February 26, 2015

      Elpiji 3 Kg Langka, Pertamina: Ini Ada Permainan Agen

      Penyakit urusan distribusi Pertamina yang belum pernah beres…

      Rista Rama Dhany – detikfinance
      Kamis, 26/02/2015 11:54 WIB
      Elpiji 3 Kg Langka, Pertamina: Ini Ada Permainan Agen
      Jakarta -PT Pertamina (Persero) menduga ada permainan dari pihak pangkalan elpiji yang menahan stok elpiji 3 kg. Hal tersebut bertujuan agar seolah elpiji melon ini langka, sehingga harganya dinaikkan.

      “Ini pasti ada permainan, baik dari pihak pangkalan, agen, dan warung penjual elpiji 3 kg,” ujar Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang, di Kantor Pusat Pertamina, Medan Merdeka Timur No 1 A, Jakarta Pusat, Kamis (26/2/2015).

      Bambang mengatakan, para agen-agen dan pangkalan yang nakal ini sengaja menahan penjualan elpiji 3 kg, sehingga terkesan langka. Isu kelangkaan ini membuat agen nakal bisa leluasa menaikkan harga seenaknya.

      “Harusnya dia cuma untung Rp 1.000/tabung, tapi kalau ada isu langka seperti ini mereka bisa menaikkan harga sesukanya, bisa untung Rp 4.000/tabung,” ungkapnya.

      Kemudian, masyarakat kesulitan mendapatkan elpiji 3 kg karena stoknya ditahan. Akibatnya terjadi panic buying, dan ada pembelian berlebihan.

      “Kita juga sudah mengetahui agen-agen dan pangkalan yang nakal, di Bogor kita PHU (Pemutusan Hubungan Usaha) dan ini akan bertambah lagi, agen nakal kita sikat, nggak ada ampun lagi, daripada mereka buat masyarakat resah,” tegasnya.

      Bambang menambahkan lagi, dugaan permainan agen dan pangkalan ini nyata adanya, karena setelah dilakukan pengecekan di lapangan, ternyata stok elpiji banyak di pangkalan dan agen elpiji.

      “Bahkan operasi pasar yang kita lakukan, gelontorkan sebanyak mungkin elpiji 3 kg, ternyata yang beli hanya 10 tabung, 20 tabung, intinya nggak laku,” tutupnya.

      (rrd/dnl)