Archive for ‘Industry Militer Budget TNI’

January 17, 2017

Pussenkav TNI AD Upgrade Tank Scorpion

Mantab!

17 JANUARI 2017

17 Januari 2017

Tank Scorpion 90 TNI AD hasil upgrade (photo : Angkasa)

Pussenkav TNI AD Upgrade Tank Scorpion, Ini Hasilnya

Selain Anoa amfibi yang dijajal langsung oleh Presiden Joko Widodo, gelaran Rapat Pimpinan TNI di Mabes TNI Cilangkap juga diramaikan dengan pameran statik alutsista hasil pengembangan atau modifikasi yang dilakukan oleh TNI bekerjasama dengan perusahaan rekanan. Salah satu yang Angkasa temui dan belum pernah dipamerkan sebelumnya adalah modifikasi atau upgrade terhadap tank ringan FV101 Scorpion milik Kavaleri TNI AD.

Seperti diketahui, TNI AD  memiliki sejumlah tank ringan Scorpion 90 yang dibeli pada masa Orde Baru dan terdiri dari varian FV101 Scorpion dengan meriam atau kanon 90mm low pressure Cockerill MK3M-A1, kendaraan angkut pasukan FV103 Spartan, kendaraan evakuasi/ recovery FV106 Samson, versi ambulan FV104 Samaritan, serta varian logistik dan pembawa jembatan, berikut truk Bedford pengangkutnya.

Nah, saat ini TNI AD  telah memiliki jajaran MBT Leopard 2A4, tetapi bukan berarti Scorpion 90 kemudian dipensiunkan. Justru sebaliknya, Scorpion 90 yang dimiliki TNI AD  ditingkatkan kemampuannya agar masih sesuai dengan tingkatan dan ancaman yang dihadapi oleh TNI.

Nah, Scorpion 90 hasil modifikasi itu dipamerkan pada Rapimnas TNI tahun 2017 ini. Jika melihat sosok ‘aksesoris’ yang terpasang di tubuhnya, ketahuan bahwa fokus upgrade yang dicangkokkan pada Scorpion 90 berkutat pada daya gerak dan daya hancurnya.

Modifikasi daya gerak tersebut terlihat pada penggantian sistem rantai Scorpion 90, dari yang tadinya menggunakan track link atau konektor antar segmen rantai model single pin menjadi double pin. Penggantian ini memudahkan perawatan, karena desain rantai orisinil Scorpion membuatnya sukar dirawat dan diganti pad shoenya. Dengan penggantian ke sistem double pin, maka penggantian pad shoe atau tapak/ sepatu karet bisa dilakukan dengan mudah, sehingga tidak meninggalkan jejak pada aspal dan awak lebih nyaman saat berkendara.

Tank Scorpion 90 TNI AD hasil upgrade (photo : Angkasa)

Sementara modifikasi ekstensif dilakukan pada sistem penginderaan dan solusi penembakan. Scorpion 90 versi asli dilengkapi dengan sistem kendali penembakan Avimo dan sistem bidik yang distabilisasi. Namun keterbatasannya terletak pada kemampuan bidik dalam kondisi cahaya minim atau pada malam hari. Teleskop bidik pada Scorpion 90 memang sudah dilengkapi dengan sistem night vision, tetapi masih menggunakan sistem generasi kedua yang kurang sensitif untuk menemukan sasaran yang jaraknya jauh, dan mudah silau apabila terkena sumber cahaya terang seperti kilat petir.

Nah, pada Scorpion 90 hasil upgrade ini dipasang sistem kamera termal generasi terbaru, dimana danran memiliki opsi kamera termal dengan lensa 100mm dan 25mm, sementara juru tembak menerima kamera termal 100mm. Pengemudi pun menerima kamera termal 19mm untuk membantu mengemudi di malam hari. Boks sistem kamera ini disediakan pada dudukan yang dipasang di atas pangkal meriam untuk juru tembak, dan dipasang pada turret kecil di antara blok teleskop bidik untuk komandan. Versi milik komandan dapat berputar 360o untuk memampukannya memburu sasaran. Sementara untuk pengemudi, dipasang satu rumah optik di sisi kiri glacis tepat di depan palka untuk keluar masuk pengemudi.

Sementara untuk ubahan yang paling gahar adalah sistem komputer balistik baru untuk Scorpion 90, yang mampu menghitung lintasan balistik peluru yang lebih banyak dibanding sebelumnya. Komputer bidik pun bisa menjejak lima sasaran secara simultan yang tertangkap di layar komputer, dan mengunci satu di antaranya. Gerak laras dan kubah bisa diatur untuk terus mengikuti sasaran, sampai dengan penyediaan solusi penembakan untuk menghajar sasaran. Kita harapkan agar hasil riset ini dapat diteruskan untuk modifikasi seluruh Scorpion 90 milik TNI AD.

(Angkasa)

January 16, 2017

Hadiri Rapim TNI, Jokowi Naik Anoa Amphibi Melintasi Danau

Iya segera order buat TNI AL Marinir dong pak.. dalam jumlah yang signifikan banyak tentunya.. Panser Badak saja baru diorder 50 biji.. dikit banget ya..
Senin 16 Jan 2017, 08:51 WIB

Ray Jordan – detikNews
Hadiri Rapim TNI, Jokowi Naik Anoa Amphibi Melintasi DanauIlustrasi Panser Anoa Amphibi buatan PT Pindad (Foto: Ardan Adhi Chandra/detikcom)
Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) TNI 2017 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur. Dalam kesempatan ini, Jokowi akan menaiki kendaraan tempur jenis Amphibi melintasi danau.

“Hari pertama diawali dengan pengarahan Presiden RI Joko Widodo kepada seluruh peserta Rapim TNI,” kata Kabid Penum Puspen TNI Kolonel Inf Bedali Harefa dalam keterangan tertulis, Senin (16/1/2017).

Hadiri Rapim TNI, Jokowi Naik Anoa Amphibi Melintasi DanauPresiden Jokowi naik Anoa (Foto: Elza Astari/detikcom)

Rapim tersebut akan dibuka secara resmi oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di Aula Gatot Subroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur. Kegiatan ini berlangsung mulai hari ini hingga 19 Januari 2017.

Bedali juga mengatakan Rapim TNI ini merupakan sarana bertukar informasi para pimpinan TNI agar tercapai satu tujuan, tindakan, serta evaluasi program kerja dan kinerja TNI.

“Rapim ini juga diarahkan untuk membangun kesatuan persepsi para pimpinan TNI, sehingga pelaksanaan tugas TNI tahun 2017 dapat berjalan sesuai arah kebijakan pimpinan dan dapat mencapai hasil yang optimal,” jelas Bedali.

Hadiri Rapim TNI, Jokowi Naik Anoa Amphibi Melintasi DanauPresiden Jokowi naik Anoa (Foto: Elza Astari/detikcom)

Tema yang diangkat dalam Rapim TNI 2017 kali ini adalah ‘TNI Kuat, Hebat, Profesional dan Dicintai Rakyat Siap Melaksanakan Tugas Pokok’. Rapim TNI ini diikuti oleh 184 peserta, yang terdiri dari pimpinan TNI, 49 Pejabat Mabes TNI, 52 pejabat TNI AD, 41 pejabat TNI AL, 26 pejabat TNI AU, 12 peninjau (pati-perwira tinggi yang menduduki jabatan di luar struktur TNI), serta 57 pati Polri.

“Kedatangan Presiden RI di Mabes TNI disambut dengan jajar kehormatan di Pintu Utama (Delta I). Selanjutnya Presiden RI didampingi Panglima TNI mengendarai panser Anoa Amphibi, yang diproduksi PT Pindad hasil karya anak bangsa,” ucap Bedali.

“Panser Anoa Amphibi dikendarai oleh dua prajurit wanita TNI AD atas nama Serda (K) Lutfiah (Pussenif Kodiklat TNI AD) dan Serda (K) Melysa Situmorang (Pusdikif TNI AD) dengan rute dari gerbang utama Delta II menuju danau Mabes TNI. Panser Anoa Amphibi selanjutnya melintasi danau Mabes TNI menuju Gedung Aula Gatot Subroto, tempat dilaksanakan Rapim TNI Tahun 2017,” imbuh Bedali.
(jor/dhn)

January 13, 2017

Presiden Ingin Penempatan TNI Lebih Merata

Setuju !

Bangun kekuatan TNI AL pak.. ! TNI AL sekarang masih selalu di nomor 2 kan.. lihat saja dari anggaran pertahanan..  Nah hal ini harus di ubah, karena negara maritim yang harus diutamakan adalah kekuatan angkatan laut + marinir dan angkatan udara. Angkatan Darat adalah penopang untuk kedua angkatan tersebut.

12 Januari 2017

KOnsep penggelaran skuadron pesawat TNI AU (image : Analisis Militer)

Jokowi: Penempatan TNI jangan lagi Jawa sentris

JAKARTA. Presiden Joko Widodo menyatakan, saat ini penataan pasukan TNI belum merata. Berdasar hasil evaluasi yang dilakukannya, ada beberapa daerah di Indonesia yang penempatan anggota TNI masih kurang.

Daerah tersebut, umumnya berada di wilayah terluar yang strategis dan memiliki potensi ekonomi besar, seperti Natuna, Miangas, Biak, Merauke dan Pulau Rote.

“Penempatan pasukan TNI di titik utara sebelah timur, utara sebelah barat, selatan bagian timur, selatan bagian barat masih sangat kurang,” katanya dalam pembukaan Rapat Terbatas tentang Sinkronisasi Gelar TNI dengan Pembangunan di Kantor Presiden , Kamis (12/1).

Atas masalah itulah, Jokowi memerintahkan kepada jajarannya, khususnya Kementerian Politik Hukum dan Keamanan maupun TNI untuk segera memperbaiki permasalahan tersebut. Dia memerintahkan agar paradigma penempatan pasukan TNI yang selama ini banyak terpusat di Jawa diratakan ke seluruh Indonesia.

“Jangan lagi Jawa sentris, tapi Indonesia sentris, apalagi dalam dua tahun terakhir, pemerintah fokus percepat pembangunan di kawasan pinggiran, Indonesia timur, perbatasan dan pulau terdepan,” katanya.

(Kontan)

+++++++++++++++++++++
Jumat 13 Jan 2017, 06:20 WIB

KSAU Baru Diharap Bisa Modernisasi Alutsista TNI AU

Audrey Santoso – detikNews
KSAU Baru Diharap Bisa Modernisasi Alutsista TNI AUFoto: Hasan Alhabshy
Jakarta – Januari 2017 menjadi bulan terakhir Marsekal Agus Supriatna menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU). Pengamat militer Al Araf berpesan agar Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Presiden Joko Widodo memilih perwira tinggi yang kompeten dan teruji integritasnya dalam menentukan pengganti Agus.

“Yang paling penting dalam pergantian kepala staf, mereka punya kompetensi dan integritas yang baik,” kata pria yang menjabat sebagai Direktur Eksekutif Imparsial ini di kantor Center for Strategic and International Studies (CSIS), Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (12/1/2017).

Pesan selanjutnya, KSAU yang baru diharapkan mampu menciptakan iklim transparansi dan dan akuntabilitas di tubuh TNI. “Lalu penghormatan terhadap hukum dan HAM,” ujar Al Araf.

Terakhir, Al Araf berharap siapapun yang terpilih menjadi pemimpin tertinggi TNI AU, bisa melanjutkan komitmen Agus untuk memodernisasi alat utama sistem pertahanan (alutsista). Ia menilai kondisi alutsista TNI AU dari rezim Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga Presiden Joko Widodo, cukup memprihatinkan.

“Maka penting memasukkan modernisasi alutsista TNI AU untuk pembelian barang-barang baru. Nggak boleh bekas. Oleh karenanya KSAU yang baru harus melanjutkan kebijakan KSAU yang lama, kan KSAU yang lama berkomitmen pembelian alutsista AU harus baru,” ungkap Al Araf.

Seperti diketahui, Marsekal Agus Supriatna akan memasuki masa pensiunnya pada akhir bulan nanti. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sudah memberikan tiga nama marsekal bintang tiga kepada presiden untuk dipilih menjadi KSAU yang baru.

Adapun para perwira tinggi bintang tiga TNI AU yang diajukan adalah Marsdya Hadi Tjahjanto, yang kini menjabat Irjen Kementerian Pertahanan, Wakil KSAU Marsdya Hadiyan Sumintaatmadja, dan Marsdya Bagus Puruhito, yang kini mengemban tugas sebagai Wagub Lemhanas.

“Saya tidak memberikan (siapa yang paling) potensi (dipilih), itu hak prerogatif presiden. Saya hanya mengajukan, silakan beliau yang memilih,” tutur Jenderal Gatot, Rabu (11/1).

Presiden Jokowi sendiri belum mengumumkan siapa yang akan dipilihnya menjadi KSAU. Belum ada tanda-tanda kapan pelantikan pengganti Agus dilakukan.

January 4, 2017

Indonesia Segera Hentikan Kerja Sama Militer dengan Australia

Karena kasus Hercules (hibah) yang jatuh di Papua ??
Rabu 04 Jan 2017, 11:25 WIB

Australia Plus ABC – detikNews
Indonesia Segera Hentikan Kerja Sama Militer dengan Australia
Jakarta -Indonesia memutuskan menghentikan seluruh kerjasama militer dengan Australia yang berlaku segera, karena adanya bahan yang dianggap menghina yang dipajang di markas pasukan komando Australia di Perth.

Juru bicara TNI Mayor Jenderal Wuryanto mengatakan kepada ABC bahwa kerjasama militer antara TNI dengan Angkatan Bersenjata Australia dihentikan segera.

Menurut laporan yang diperoleh ABC, pasukan komando Indonesia, Kopassus sedang berlatih dengan pasukan komando Australia (Special Air Service) di salah satu unit mereka di Perth (Australia Barat).

Mayjen Wuryanto menolak memberikan pengukuhan mengenai alasan penghentian kerja sama, dengan mengatakan ini adalah masalah teknis, dan selalu ada ‘pasang surut dalam setiap kerja sama antar militer kedua negara.”

Namun koran Indonesia, Kompas melaporkan bahwa seorang instruktur Kopassus tersinggung dengan materi yang dipajang di fasilitas latihan tersebut.

“Material yang dilaminasi” tersebut menurut Kompas menghina dasar negara Pancasila.

Masih belum jelas berapa lama penghentian kerja sama akan terjadi, dan apakah penghentian ini akan mempengaruhi latihan bersama di masa depan antara Indonesia dan Australia.

Sebelum munculnya insiden ini, hubungan militer antar kedua negara sudah mengalami peningkatan.

Diterjemahkan pukul 14:50 AEST 4/1/2017 oleh Sastra Wijaya dan simak beritanya dalam bahasa Inggris di sini

++++

 

Rabu 04 Jan 2017, 12:48 WIB

TNI Setop Kerja Sama dengan Australia karena Hal Teknis, Apa?

Fajar Pratama – detikNews
TNI Setop Kerja Sama dengan Australia karena Hal Teknis, Apa?Momen latihan TNI (Foto: Dispen Kormar)
Jakarta – TNI memutuskan menghentikan sementara kerja sama militer dengan Australia. Penghentian itu dipicu hal teknis. Apa?

“Dihentikan sementara sebetulnya. Meliputi semua bentuk kerja sama antara TNI dan angkatan bersenjata Australia,” ujar Kapuspen TNI Mayjen Wuryanto dalam perbincangan, Rabu (4/1/2017).

Wuryanto mengatakan permintaan penghentian kerja sama itu sudah dilayangkan TNI kepada pihak militer Australia pada pertengahan Desember 2016. Mulai saat itulah penghentian kerja sama sementara berlaku.

“Ya karena ada hal teknis,” katanya.

Namun Wuryanto enggan mengungkap apa hal teknis yang sampai membuat kerja sama dua negara ini dihentikan. Kabarnya, hal itu terkait dengan adanya ‘materi mengganggu’ yang muncul di pelatihan bersama kedua pihak di Perth.

“Iya, salah satunya soal itu. Tapi saya tidak bisa menjelaskan rinci. Terkait persoalan teknis, begitu saja,” kata Wuryanto.

Jenderal bintang dua ini mengatakan penghentian kerja sama meliputi sejumlah aspek. Mulai latihan bersama sampai tukar-menukar perwira.

“Semua bidang ya, antara lain latihan bersama, pendidikan, tukar-menukar perwira, dan kunjungan. Cukup banyak saya kira,” Wuryanto.

Baca Juga: Indonesia Hentikan Kerja Sama Militer dengan Australia

December 25, 2016

TNI AD Incar SIDAM 25 Arhanud GS

Duh alutsista kita masih gado gado gini ya.. Apakah ini strategis ?

 

24 Desember 2016

SIDAM 25 Arhanud Gerak Sendiri (photo : 3bp)

Selain Arisgator, TNI AD Juga Incar Varian M113 ini

Setelah beberapa bulan lampau terungkap bahwa TNI AD sedang menjajaki varian amfibi dari M113 yakni Arisgator dari Italia, ternyata pada saat yang bersamaan ada satu varian M113 asal negara Pizza tersebut yang juga sedang ditimang-timang.

Varian M113 yang sedang dijajaki tersebut adalah SIDAM 25 atau Sistema Italiano Difesa Area Mobile, 25 Milimetre. SIDAM 25 masuk kategori sistem artileri antipesawat udara swagerak atau yang populer dikenal dengan SPAAG (Self Propelled Anti Aircraft Gun). TNI AD sendiri memang belum memiliki SPAAG dan jelas membutuhkannya untuk melindungi gerak infantri mekanis.

SIDAM 25 dikembangkan secara khusus untuk AD Italia dan tidak dibeli oleh negara lain. OTO Melara melakukan pengembangan SIDAM 25 dengan dana internal perusahaan pada 1983 dan masuk pengujian pada 1985-1987. AD Italia memesan SIDAM 25 pada Juni 1987 dan unit pertama yang mengoperasikan adalah Brigade Garibaldi pada tahun 1989. Kontrak SIDAM 25 awalnya menyasar 340 unit, tetapi akhirnya dikurangi hingga hanya 280 unit.

Kanon Oerlikon KBA 4x25mm pada SIDAM 25 (photo : Tanks Encyclopedia)

Konsep dasarnya adalah menggabungkan antara sasis M113A2 dengan sistem kanon antipesawat. Sistem ini mirip dengan konsep M113 Vulcan PIVADS yang dikembangkan oleh AD AS untuk mengisi kebutuhan pertahanan udara di tahun 1970-an hingga 1980-an.

M113A2 yang digunakan tidak banyak mengalami perubahan di sektor otomotif. Kendaraan ini masih menggunakan mesin diesel 6V-53 yang dipadu dengan girboks Allison TX 100-1 karena dianggap masih cukup mumpuni.

Ubahan dilakukan pada hull dengan penambahan pintu akses yang memotong sisi kiri M113A2 untuk memudahkan awak yang terdiri dari komandan, juru tembak, dan pengemudi keluar dari kendaraan. Pada bagian atas dibuat perkuatan sehingga kubah yang berisi sistem elektro optik, catu daya, dan kanon tembak cepat 25 mm bisa didudukkan ke atap M113A2.

Awak kendaraan tempur M113 SIDAM 25 (image : Tanks Encyclopedia)

Kubah alumunium seberat 3 ton ini memiliki palka untuk satu orang juru tembak. Kubah SIDAM 25 sendiri terdiri dari empat kanon tembak cepat Oerlikon Italiana KBA-25 dengan konfigurasi 2×2 atau 2 laras kanon di setiap sisi. Satu kanon di tiap sisi dilengkapi dengan sistem pasokan ganda sehingga bisa mengganti tipe amunisi yang digunakan secara seketika.

Tiap kanon  mampu menyemburkan timah panas dengan kecepatan 570 peluru/menit. Kemampuan ini cukup untuk merusak tirai logam sasaran yang terbang dengan kecepatan 50-300 m/detik. Moda penembakan biasanya diatur dalam beberapa kali rentetan pendek dengan tembakan tunggal, 15 peluru sekali tekan tombol, 25 butir peluru per semburan, atau tembakan otomatis terus menerus. Kapasitas pelurunya mencapai 600 peluru HE-FRAG (High Explosive-Fragmentation) dan 30 butir peluru APDS (Armor Piercing Discarding Sabot).

Untuk sistem bidiknya, SIDAM 25 belum dilengkapi dengan radar pencari ataupun penjejak sehingga kemampuannya terbatas pada kondisi cuaca yang cerah (clear weather system). Juru tembak dibekali dengan sistem bidik elektro-optik (Optronik) OG14 yang distabilisasi sehingga tidak terganggu getaran saat penembakan, dan memungkinkan penembakan sambil bergerak karena tiap laras kanonnya pun distabilisasi.

Operator meriam arhanud SIDAM 25 (photo : Tanks Encyclopedia)

Dalam kondisi minim cahaya disediakan sistem kamera LLTV (Low Light Television) untuk menemukan sasaran. Tetapi tentu tidak seoptimal saat menggunakan radar, terutama bila terjadi badai pada malam hari. Jarak ke sasaran ditentukan berdasarkan bacaan dari LRF (Laser Range Finder) yang merupakan sistem bawaan SIDAM 25. Sistem penjejakan elektronik yang terhubung ke alat bidik optronik menyediakan sudut penjejakan terhadap sasaran.

Untuk mengenali sasaran, SIDAM 25 sudah dilengkapi dengan pembaca transponder IFF (Identification Friend or Foe) buatan ITALTEL sehingga meminimalkan kemungkinan insiden blue on blue. SIDAM 25 sendiri dapat dioperasikan secara mandiri, atau dihubungkan ke pos komando membentuk baterai.

Varian SIDAM 25 dilengkapi dengan rudal (image : pedagne mod)

Saat dihubungkan ke posko, data tangkapan dari posko dapat disalurkan ke TADS (Target Alert Display Set) yang dapat menampilkan vektor, arah, dan juga perintah penentuan prioritas ancaman sehingga awak di dalam SIDAM 25 bisa memfokuskan bidikan pada sasaran yang dianggap paling mengancam.

SIDAM 25 pernah pula diuji untuk diintegrasikan dengan sistem rudal Mistral buatan MBDA pada tahun 1994. Dua kotak peluncur yang masing-masing berisi tiga rudal dipasang di atas setiap sisi rumah laras untuk menambah daya pukul SIDAM 25 terutama saat menghadapi pesawat tempur yang melesat cepat.

(Angkasa)

December 22, 2016

Indonesia Jajaki Kapal Selam dari Swedia  

siapa tahu bisa kerja sama dengan PT PAL
 Dari defense studies blogspot
Tempo 21 Desember 2016

 

Kapal-kapal selam buatan Swedia sebagai turunan kapal selam Jerman sewaktu Kockums masih jadi bagian dari TKMS, sekarang Kockums telah diambil alih oleh SAAB (all images : TKMS)

Indonesia Jajaki Pengadaan Kapal Selam Terbaik dari Swedia

TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan Kementerian Pertahanan Swedia menjajaki kemungkinan memperluas kerja sama mereka di bidang alutsista. Dari yang awalnya hanya kerja sama dalam hal pengadaan meriam dan amunisi, kali ini keduanya mempertimbangkan kerja sama pengadaan kapal selam.

Hal itu terungkap setelah penandatangan MOU antara Indonesia dan Swedia. “Kapal selam (Swedia) ditawarkan selain pesawat tempur,” ujar Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu setelah penandatangan nota kesepahaman di kantornya, Selasa, 20 Desember 2016.

Sebelumnya, Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) menyampaikan bahwa ada tujuh program prioritas dalam road map peningkatan industri pertahanan nasional. Ketujuh program prioritas itu di antaranya adalah produksi propelan, rudal, medium tank, radar, pesawat tempur, dan kapal selam.

Kapal selam Swedia disebut-sebut salah satu yang terbaik di dunia. Salah satunya adalah HMS Gotland yang dalam uji coba di Amerika tahun 2005 disebut mampu mengalahkan kapal-kapal selam Amerika dan bahkan menembus zona berbahaya.

Ryamizard menyampaikan bahwa belum ada keputusan apa pun terkait pengadaan kapal selam tersebut. Ryamizard berkata dia diundang oleh Kemnterian Pertahanan Swedia untuk mengecek langsung teknologi kapal selam di militer mereka.

“Kalau nanti kami membeli, imbal dagang dan offset pasti akan ada juga,” ujar Ryamizard mengakhiri.

December 22, 2016

Afrika, Prioritas Penjualan Produk Industri Strategis 2017

Semoga beberapa tahun lagi di udara Afrika seliweran pesawat buatan PT DI ! Di laut Afrika berlayar kapal buatan PT PAL, PT DPS, PT PAL Marine dll… Ayoo…!

22 Desember 2016

Negara-negara Afrika merupakan pasar potensial untuk pesawat angkut (photo : Indoflyer)

TEMPO.CO, Jakarta – Pemerintah dan dunia usaha menilai negara-negara di kawasan Afrika memiliki potensi sebagai prioritas penjualan produk industri strategis nasional pada tahun depan.

Pelaksana harian (Plh) Direktur Afrika Ditjen Aspasaf Kementerian Luar Negeri Irwan Iding mengatakan pemerintah dan dunia usaha nasional perlu terus memperkuat konsolidasi dan sinergi dalam menggarap peluang kerja sama dengan Afrika.

Pada 15-16 Desember telah diselenggarakan Forum Koordinasi Penguatan Diplomasi RI ke Afrika di Tangerang Selatan. Forum yang dihadiri sekitar 40 peserta dari kalangan pemerintah dan pengusaha nasional tersebut membahas rencana kegiatan 2017 ke Afrika dan permasalahan yang dihadapi bersama.

Dalam forum tersebut dibahas produk industri strategis Indonesia yang memiliki potensi untuk dipromosikan ke Afrika dan menetapkan negara-negara Afrika sebagai prioritas penjualan produk industri strategis.

Misalnya, saat ini akan diserahterimakan sebuah pesawat CN-235 untuk Senegal dan sebuah pesawat lagi dalam tahap pembuatan yang dipesan Pemerintah Ghana. Sementara pemesanan pesawat dalam tahap perundingan akhir adalah dari Pemerintah Nigeria.
Demikian juga dengan produk dari PT Pindad yang masih dalam perundingan dengan Pemerintah Madagascar, Mozambik, dan Nigeria.

“Forum menyepakati kerja sama di bidang pertanian, khususnya pelatihan, merupakan program kerja sama yang berhasil dikembangkan di Afrika,” tulis laman Kementerian Luar Negeri, Selasa, 20 Desember 2016.

Adapun dua Pusat Pertanian Pedesaan dibangun di Tanzania dan Gambia. Sebanyak 286 orang yang diberikan pelatihan oleh Pemerintah Indonesia di samping 50 bantuan hibah traktor ke negara-negara Afrika.

Pemberian bantuan traktor tersebut sekaligus memperkenalkan produk Indonesia kepada petani Afrika. Pada tahun depan, Kementerian Pertanian menempatkan prioritas kerja sama pertanian dengan negara-negara Afrika.

Sementara di bidang perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menawarkan fasilitas Center of Excellence Penangkaran Ikan di Indonesia untuk kerja sama pelatihan.

Fluktuasi Mata Uang

Di bidang ekonomi, forum mengangkat isu-isu permasalahan perdagangan, seperti fluktuasi mata uang lokal dan kredibilitas mitra lokal. Hal ini dapat ditangani dengan mengajukan asuransi gagal bayar dan meneliti mitra dengan lebih cermat yang dapat dibantu KBRI dan ITPC di negara akreditasi.

Ketua Komite Tetap Kadin Mintardjo Halim mengusulkan perlunya pendirian zona ekonomi khusus Indonesia di Djibouti untuk mempermudah akses masuk produk Indonesia ke Afrika Timur.

“Pendirian zona ekonomi khusus tersebut diharapkan dapat memotong biaya logistik ke Afrika dan menjadi hub distribusi barang-barang Indonesia ke negara-negara sekitar, seperti Etiopia, Sudan, dan lain-lain,” katanya.

Adapun Afrika merupakan salah satu pasar non-tradisional Indonesia dengan nilai perdagangan antara RI-Afrika pada 2015 mencapai US$ 8,2 miliar. Beberapa produk Indonesia, seperti mi, kertas, sabun, dan minyak goreng, telah mudah ditemui di berbagai negara di Afrika.

(Tempo)

December 21, 2016

AW101 Helicopter for Indonesia

Jadi juga beli heli mahal ini ???

dari defense studies 

20 Desember 2016

AW101 for Indonesian Air Force (photo: Rich Pittman)

The Leonardo AW101 is a medium-lift helicopter used by both military and civil operators Worldwide. It was developed in the 1980s, a joint venture between Westland Helicopter UK and Agusta, Italy in response to National requirements for a modern naval utility helicopter. The AW101 has developed into a milti role platform.

Prior to 2007, the aircraft had been marketed under designation EH101. The original designation was EH101 but a transcription error of a handwritten note  changed this to EH101 and the designation stuck.

In 2000, Westland Helicpters and Agusta merged to form AgustaWestland leading to the type’s re designation as AW101. The AW101 first flew in 1987, and entered into service in 1999. Since the AW101’s introduction, it has replaced several older helicopter types, such as the Sikorsky S-61 performing roles such as medium-sized transport, anti Submarine Warfare, and ship-based utility operating.

AW101 for Indonesian Air Force (photo : Rotorblur)

The AW 101 continues to adapt and develop. The latest upgrade being to HC4 standard for the Royal Navy. This include a folding tail rotor and should enter service by 2018.

AW101 for Indonesia

C/N 50248 ZR343 for Indonesia, 1st flight with Westland 07 at the controls. Part of the Indian complement that fell through, then converted to AW101 VVIP for In house work with Westland.

(Rotorblur)

December 20, 2016

Kodam XIII/Merdeka Kembali Diresmikan

Bukannya bentuk KODAM/KODIM membuat anggaran TNI besar dan boros ya.. Kenapa tidak memperkuat saja angkatan laut di sana atau bangun prasarana KOSTRAD atau Marinir. KODAM/KODIM tidak ada kekuatan penangkal thd invasi dari luar, tapi lebih untuk mengawasi wargannya sendiri. Mungkin itu yang sekarang yang menurut pertimbangan mereka yang sangat dibutuhkan ya.

 

Selasa, 20 Desember 2016 | 15:33 WIB
KOMPAS.com/RONNY ADOLOF BUOLKepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono memeriksa pasukan dalam acara peresmian Komando Militer XIII/Merdeka dan pelantikan Panglima Kodam XIII/Merdeka di Lapangan Upacara Markas Kodam XIII/Merdeka di Manado, Selasa (20/12/2016).

MANADO, KOMPAS.com – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono memimpin acara peresmian Komando Militer XIII/Merdeka dan pelantikan Panglima Kodam XIII/Merdeka di Lapangan Upacara Markas Kodam XIII/Merdeka di Manado, Selasa (20/12/2016).

Setelah acara peresmian, dilaksanakan pula alih komando pengendalian wilayah Kodam VII/Wirabuana menjadi Kodam XIII/Merdeka.

Mulyono bersyukur bahwa TNI Angkatan Darat sudah bisa mewujudkan satu lagi penambahan kodam.

“Dengan digelarnya Kodam XIII/Merdeka ini tentu menambah kelengkapan dan kekuatan gelar angkatan darat terkait kodam-kodam yang ada di wilayah NKRI,” kata Mulyono.

Ia mengatakan, gelar ini dibutuhkan karena dilihat dari wilayah strategis, Kodam XIII/Merdeka berada di wilayah yang berbatasan dengan negara-negara lain. Selain itu, banyak pulau kecil dan terluar sehingga memerlukan pengawasan dan pengendalian efektif.

“Dengan gelar ini diharapkan bisa menangkal dan bisa mewujudkan kondusivitas wilayah-wilayah di Indonesia umumnya dan Sulut khususnya,” ujar Mulyono.

Dengan adanya Kodam XIII/Merdeka, situasi dan kondisi di wilayah teritorial Kodam XIII/Merdeka diharapkan akan lebih baik lagi dan lebih kondusif.

Kodam XIII/Merdeka dipimpin oleh Mayor Jendral TNI Ganip Warsito mencakup wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah.

Kodam XIII/Merdeka sebelumnya sudah pernah berdiri tahun 1957 dan ditutup pada 1985.

Menurut Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, pengaktifan kembali Kodam XIII/Merdeka tentu sudah melalui pertimbangan yang sangat matang dari berbagai sudut serta kebutuhan pembangunan bangsa.

“Kehadiran Kodam ini akan semakin memantapkan langkah pemerintah daerah dalam upaya pencapaian visi jangka panjang daerah yaitu mewujudkan Sulut sebagai pintu gerbang di kawasan Indonesia Timur,” ucap Dondokambey saat memberikan sambutan di acara tersebut.

Menurut Dondokambey, sangat disadari bahwa kehadiran Kodam yang diikuti dengan distribusi personel dan peningkatan kualitas serta kuantitas sarana dan prasana termasuk alutsista akan semakin menumbuhkan stabilitas keamanan daerah.

Ia berharap agar Kodam XIII/Merdeka dapat bersinergi dan berkoordinasi dengan pemerintah Provinsi Sulut demi tercapainya pembangunan yang semakin progresif dari waktu ke waktu.

Penulis : Kontributor Manado, Ronny Adolof Buol
Editor : Laksono Hari Wiwoho
December 19, 2016

Hercules yang Jatuh Dinyatakan Layak Terbang

18 Desember 2016

Pesawat C-130H Hercules dengan kode A-1334 (photo : fidaperkasa)

JAKARTA (TEROPONSENAYAN) – Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Madya TNI Hadiyan Sumintaatmadja mengatakan pesawat Hercules C-130 HS yang jatuh di Papua masih layak terbang.

“Secara kelaikan pesawat ini layak terbang, sisa jam terbang 9.000 jam terbang, semua kondisi layak terbang,” katanya saat jumpa pers di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (18/12/2016).

Ia menjelaskan bahwa pesawat Hercules itu terbang dalam misi latihan peningkatan kemampuan penerbang.

Dalam latihan terbang itu, penerbang yang saat ini berstatus kopilot diuji untuk bisa menjadi Kapten Pilot.

“Dan misi di Papua ini adalah tes. Uji coba salah satu latihan bahwa nantinya para penerbang ini mampu mengoperasikan di manapun berada,” ujar Hadiyan.

Hadiyan mengatakan pesawat itu mungkin jatuh karena faktor cuaca. Ia lantas menjelaskan bahwa ada lima faktor yang harus diselidiki dan dianalisis dalam kecelakaan penerbangan, yakni manusia, material, media, misi dan manajemen.

“Jadi, jangan terburu-buru menyimpulkan, karena perlu analisa. Kita sudah kirim tim investigasi. Pangkoopsau II akan memimpin langsung proses evakuasi di Wamena,” katanya.

Pesawat Hercules bernomor A-1334 itu berangkat dari Timika pukul 05.35 WIT dan dijadwalkan mendarat di Wamena pukul 06.13 WIT, namun hilang kontak pukul 06.09 WIT.

Pesawat itu diawaki 12 orang. Pilotnya Mayor Pnb Marlon A Kawer. Bersama mereka ada satu orang penumpang.

“Satu penumpang terusan dari Abdurrahman Saleh bernama Kapt Rino dari Satuan Radar 242 Tanjung Warari, Biak juga menjadi korban,” kata Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara.

Ia menambahkan pesawat itu membawa Semen dengan berat sekitar 12 ton.

“Pengangkutan Semen tersebut resmi permintaan dari Pemprov Papua. Kegiatan pengangkutan dengan menggunakan pesawat TNI AU untuk membantu pembangunan di daerah,” katanya. (Teropong)

Pesawat C-130H Hercules dengan kode A-1334 (photo : cupra1)

Enam Peristiwa Lainnya Pesawat Hercules Jatuh di Indonesia

INILAHCOM, Jakarta – Pesawat Hercules C-130 merupakan pesawat terbang bermesin empat mesin turbo.

Pesawat itu biasa digunakan sebagai pengangkat udara taktikal utama untuk pasukan militer di banyak bagian dunia. Hercules mampu mendarat dan lepas landas dari runway yang pendek atau tidak disiapkan.

Sebelumnya pesawat itu digunakan untuk mengangkut tentara dan pesawat kargo. Selain itu juga digunakan untuk berbagai kegunaan seperti infantri airbone, pengamatan cuaca, pengisian bahan bakar di udara, pemadam kebakaran udara, dan ambulance udara.

Beberapa kali pesawat itu mengalami kecelakaan di Indonesia. Berikut rangkumannya:

20 November 1985 (A-1322)

Pesawat Hercules C-130-MP milik TNI AU jatuh setelah menabrak dinding pegunungan Sibayak. menewaskan 10 awak pesawat.

5 Oktober 1991 (A-1324)

Pesawat Hercules C-130 jatuh di Condet, Jakarta Timur. 135 orang menjadi korban dari kecelakaan ini. Korban terdiri dari 12 orang awak dan 121 lainnya adalah anggota Paskhas AU, serta dua satpam Balai Latihan Kerja Departemen Tenaga Kerja.

20 Desember 2001(A-1329)

Jatuh sekitar pukul 09.45 WIB di Bandara Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh Utara. Pesawat ini mengangkut penumpang dan amunisi terjatuh karena kegagalan pendaratan sehingga mengalami total loss.

Mengangkut 90 penumpang, diantaranya 70 perwira TNI, 27 perwira Kostrad, dan delapan perwira Kopassus.

11 Mei 2009 (A-1302)

Pesawat Hercules C-130 milik TNI AU terjatuh di Bandara Wamena, Papua. Penyebabnya adalah pesawat ini mengalami copot ban saat mendarat. Roda pesawat yang copot menghantam satu warga.

20 Mei 2009 (A-1325)

Pesawat Hercules C-130 jenis Long Body terjatuh di Desa Geplak, Karas, Magetan Jawa Timur. Saat jatuh pesawat pesawat dengan nomor registrasi A1325 mengangkut 120 orang. Jatuh sekitar pukul 06.25 WIB.

Kecelakaan menelan cukup banyak korban, 101 orang tewas dan 11 luka. Menimpa dua rumah warga lalu terbakar dan menyusup di pohon bambu. Sebelum jatuh terdengar dua suara ledakan.

30 Juni 2015 (A-1310)

Hercules C-130 milik TNI AU terjatuh di Jalan Jamin Ginting Kota Medan Sumatera Utara sekitar pukul 12.14 WIB. Pesawat ini jatuh tak lama setelah lepas landas dari Lanud Soewondo (eks. Bandara Polonia). (Inilah)