Archive for ‘Industry Militer Budget TNI’

January 27, 2017

KSAU Minta Radar Perbatasan Beroperasi 24 Jam

menyedihkan… karena prioritas masih Angkatan Darat terus..

27 Januari 2017

Radar Kohanudnas (photo : Detik)

Bantul (ANTARA News) – Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meminta radar-radar atau alat untuk mendeteksi pesawat yang mengarah ke negara tetangga Indonesia agar beroperasi penuh selama 24 jam.

“Dalam rapim kemarin saya sampaikan bahwa radar-radar yang mengarah ke negara tetangga itu ada 15 radar, saya minta agar bisa beroperasi selama 24 jam,” kata KSAU usai berkunjung ke Monumen TNI AU Ngoto Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis.

Dengan radar yang beroperasi selama 24 jam maka menurut KSAU, TNI AU bisa mendeteksi dini apabila ada pesawat asing atau luar negeri yang melanggar wilayah udara Indonesia.

“Kalau selama ini yang dilaksanakan adalah 18 jam, tapi dengan sistem over lap, jadi dalam satu wilayah tidak ada radar yang mati, karena kalau ada yang masih nyala, yang sudah 18 jam di-off-kan. Namun nanti semuanya terpacu untuk on selama 24 jam,” katanya.

KSAU mengatakan upaya tersebut perlu dijalankan untuk mendukung program pemerintah RI yaitu sebagai negara poros maritim dunia.

“Poros maritim dunia harus kita amankan karena yang kita jaga mulai dari ZEE (Zona Ekonomi Ekslusif) sampai ke dalam kita amankan wilayah udara, atas permukaan laut dan bawah permukaan laut,” katanya.

KSAU juga menyinggung beberapa program yang menjadi prioritas untuk membangun kekuatan alat utama sistem persenjataan atau alutsista TNI AU, di antaranya dengan membangun sistem sistem pengadaan alutsista secara transparan agar bisa diikuti perkembangannya.

Kemudian tidak ada kecelakaan yang berulang, katanya, akan dibangun dan dilaksanakan sistem yang mengarah pada manajemen tentang pelatihan para penerbang.

“Sehingga dengan alutsista yang ada, kemudian radar yang terintegrasi dengan kekuatan udara yang siap, maka Insya Allah tidak ada negara-negara atau pihak yang ingin masuk secara ilegal ke wilayah kita,” katanya.

(Antara)

January 26, 2017

Anggaran TNI Angkatan Darat Naik Rp1 Trili

26 JANUARI 2017

26 Januari 2017

Nexter Caesar howitzer 155mm TNI AD (photo : defence.pk)

JAKARTA – Alokasi anggaran Mabes TNI Angkatan Darat (AD) 2017 naik sebesar Rp1 triliun menjadi Rp46 triliun dibandingkan tahun sebelumnya Rp45 triliun.

Anggaran sebesar itu akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan TNI AD. “Total anggaran kurang lebih sekitar Rp46 triliun sekian. Mengalami peningkatan Rp1 triliun dari 2016,” ujar Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono saat membuka Rapat Pimpinan TNI AD di Mabesad, Jakarta Pusat, Senin (23/01/2017).

Mulyono berharap anggaran sebesar itu bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan yang sudah menjadi skala prioritas seperti pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista).

“Kita harapkan dengan rapim ini kita evaluasi penggunaan anggaran itu,” ujarnya.

Mantan Pangkostrad ini menyebutkan, ada beberapa program prioritas dalam Rapim TNI AD 2017 di antaranya pengadaan alutsista, melakukan pembangunan di daerah pinggiran dan perbatasan.

“Kita programkan di 2017 mengacu kebijakan yang dijabarkan bapak Presiden terkait upaya membangun NKRI dari wilayah pinggiran. Tentunya untuk mewujudkan itu, kegiatan yang kita lakukan adalah mengantisipasi kegiatan di wilayah perbatasan termasuk pembangunan sarana prasarana militer yang dibutuhkan,” ujarnya.

Program prioritas lainnya adalah mewujudkan ketahanan pangan. Walaupun Presiden Jokowi mengatakan Indonesia sudah swasembada tetapi untuk lebih menyakinkan cadangan pangan pihaknya maka akan kembali melanjutkan program tersebut.

“Cetak sawah juga akan dilanjutkan, upaya tanam tumbuh akan lebih ditambah lagi, juga terkait jumlah sawah dan hasil tanam tumbuh akan lebih meningkat supaya menguatkan swasembada pangan,” ucapnya.

(SindoNews)

un

January 26, 2017

Dirgantara Indonesia targetkan pesawat terbaru N-245 terbang 2018

Model pesawat N-245 (photo : Defense Studies)

Jakarta (ANTARA News) – Pesawat terbaru buatan PT Dirgantara Indonesia (DI), yaitu tipe N-245 ditargetkan mulai terbang pada 2018 mendatang.

Direktur PT DI Budi Santoso saat ditemui di Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Jakarta, Selasa, mengatakan saat ini tengah masih dalam tahap desain.

“Masih dalam desain, jadi Insya Allah kita mulai karena ini pesawat derivatif (turunan) dari CN-235, jadi bukan pesawat baru 80 persen komponen sama dengan CN 235 dan 295. Jadi, kita targetkan 2018 sudah bisa terbang,” kata Budi.

Budi mengatakan target pembuatan pesawat tersebut bisa dikejar pada 2018 karena dinilai tidak seberat dalam pembuatan pesawat N 219.

“Kalau 219 itu buat semua baru, kalau 245 kita buat ekornya saja, jadi yang lain sama, sertifikasinya sama melanjutkan yang 235,” katanya.

Saat ini, ia mengatakan pihaknya tengah mengurus sertifikasi yang dibantu oleh perusahaan manufaktur pesawat yang bermarkasi di Toulouse, Prancis melalui kerja sama.

Budi menngatakan hal itu dilakukan untuk mempercepat proses sertifikasi pesawat di bawah tipe ATR 72 tersebut.

“Kalau kita ingin mensertifikasi produk, katakanlah ke EASA atau FAA (Federal Aviation Administration), kalau kita apply (mengajukan) langsung, maka dapat urututan paling buntut (akhir),” katanya.

Ia mengatakan Airbus mendukung proyek ini karena akan melengkapi seri sebelumnya, yaitu CN 235 dan CN 295.

“Insya Allah akan cepat prosesnya karena ini bukan pesawat baru, 80 persen komponennya sudah ada di kita,” katanya.

Meskipun dalam proses sertifikasi dibantu oleh Airbus, Budi menegaskan ide dan desain murni hasil karya anak negeri.

Dia mengatakan N-245 merupakan pesawat kecil untuk daerah komersil yang jika dikembangkan bisa berkapasitas bisa 30-50 penumpang seiring dengan perkembangan teknologi yang semula hanya 10-12 penumpang.

Saat ini, Budi menuturkan pesawat-pesawatnya sebagian besar dibeli untuk keperluan pemerintahan dibandingkan dengan swasta, porsinya masih 90:10 persen.

“Kalau untuk keperluan pemerintahan itu biasanya (mempertimbangkan) performance (kegunaan) paling penting, tapi kalau swasta itu harga paling penting,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, negara-negara yang paling banyak memesan pesawat-pesawat PT DI tersebut, yaitu dari Timur Tengah dan Afrika.

“Itu pasar-pasar baru karena bisa dibilang dulu Afrika belum bisa beli pesawat baru, sekarang sudah bisa. Timur Tengah juga kita harapkan enggak ada masalah,” katanya.

Budi mengatakan salah satu kelebihan dari pesawat yang diproduksinya, yaitu bisa dimodifikasi sesuai pesanan, terutama untuk VVIP.

“VVIP juga bisa dua versi, bisa dipakai penumpang biasa, bisa dipakai medical (medis), jadi satu pesawat dengan berbagai konfigurasi seperti ini, kalau pabrik besar kan sudah malas mengerjakannya,” katanya.

(Antara)

January 25, 2017

TNI Perkuat 2 Kodam Baru di Sulawesi Utara dan Papua Barat  

SENIN, 23 JANUARI 2017 | 10:28 WIB

TNI Perkuat 2 Kodam Baru di Sulawesi Utara dan Papua Barat  

KSAD Jenderal TNI Mulyono membalas hormat dari prajurit Kopassus saat defile pasukan memperingati Hari Juang Kartika atau Hari Angkatan Darat, di Lapangan Panglima Besar Jenderal Sudirman, Ambarawa, 15 Desember 2016. ANTARA/R. Rekotomo

TEMPO.CO, Jakarta – Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Mulyono mengatakan pihaknya terus memperkuat kelengkapan Komando Daerah Militer XIII/Merdeka di Sulawesi Utara dan Kodam XVIII/Kasuari di Papua Barat. Dua kodam tersebut baru diresmikan pada Desember 2016.

“Saya inginnya begitu (diperkuat). Satuan itu dibentuk dan harus dilengkapi selengkap mungkin,” ujar Mulyono di Aula Jenderal Besar Abdul Haris Nasution Mabes AD, Gambir, Jakarta Pusat, Senin, 23 Januari 2017.

Meskipun begitu, Mulyono berujar pembangunan kedua kodam baru mencapai 30 persen, dalam konteks pembangunan pangkalan dan pengisian personel. Menurut dia, dukungan untuk pembangunan AD masih terbatas.

“Baik itu pangkalan, maupun pengisian personelnya tetap tahap demi tahap. Setiap tahun anggaran kita akan tingkatkan,” tutur Mulyono.

Kata Mulyono, AD akan mengupayakan fasilitas-fasilitas yang mendesak untuk dua kodam tersebut pada 2017. “Seperti contohnya Kodam Kasuari, dia tak punya rumah sakit. Nah, ini kita utamakan membangun RS, termasuk pengisian personelnya secara berkesinambungan,” ujarnya.

Adapun markas Kodam Merdeka berada di Manado, sedangkan kodam Kasuari berada di Manokwari.

Kodam Merdeka sempat dibubarkan pada 1985 dan dilebur bersama Kodam XIV/Hasanuddin yang berubah nama menjadi Kodam VII/Wirabuana. Saat ini, pembangunan Kodam Merdeka kembali dipisah, dan kemudian diresmikan kembali bersama Kodam Kasuari.

YOHANES PASKALIS

January 24, 2017

TNI AD Akan Beli Tank Pandur Buatan Austria

Apa ada program TOT nya ke Pindad ?? Atau… sekedar bikin alutsista kita “gado gado” terus nih Pak..

Udah keuangan negara empot empotan gini kenapa nggak beli aja si Badak eks Pindad dan biayaain pengembangan Pindad untuk  buat panser 8×8  yach.. Saya hanya berharap uang pajak saya dipakai dengan baik oleh TNI nih pak..

 

 

23 Januari 2017
Pandur II 8×8 dengan kanon 105mm (photo : AreaMilitar)

Liputan6.com, Jakarta – Markas Besar TNI Angkatan Darat berencana membeli tank Pandur dari Austria guna memperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AD.

“Tank Pandur itu menjadi program yang kita bahas, karena ke depan juga akan menjadi pengganti alutsista kita yang sudah tua usianya. Itulah kira-kira yang jadi prioritas,” kata Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono di sela-sela pembukaan Rapat Pimpinan TNI AD 2017 di Mabesad, Jakarta Pusat, Senin (23/1/2017).

Mantan Pangkostrad itu, mengatakan ada dua pengadaan alutsista yang sudah dalam rencana strategi dan akan hadir di 2017. Tank Pandur merupakan pengembangan lanjut dari APC Pandur yang dikembangkan oleh Austria.

Pengadaan alutsista tersebut untuk mengganti alutsista TNI AD yang sudah usang. “Itulah kira-kira yang jadi prioritas kita,” kata Mulyono seperti dikutip dari Antara.

Namun demikian, kata Mulyono, pihaknya belum bisa memastikan untuk membeli berapa unit tank Pandur itu.

“Kita belum bicara unit. Tapi kita masih bicara tentang spek dan uji fungsi nanti untuk yang baru itu,” tambahnya.

Pandur II 8×8 dengan kanon 30mm (photo : wikiwand)

Kendaraan ini tersedia dalam dua konfigurasi 6×6 dan 8×8 meter. Versi dasar 6×6 dirancang untuk mengangkut tiga orang kru dan enam tentara dan dapat dipersenjatai dengan berbagai tipe senjata hingga kaliber 99 mm.

Sementara, untuk 8×8 dapat membawa sampai 12 orang tentara juga bisa dilengkapi dengan senjata hingga kaliber 105 mm. Kendaraan ini dapat terlindung dari senapan mesin Armor-piercing 7,62 mm dan proyektil armor-piercing 14,5 mm.

Rapim TNI AD 2017 yang dilaksanakan selama dua hari itu diikuti oleh 151 orang. Antara lain terdiri dan pejabat eselon, Kepala Badan Pelaksana Pusat TNI AD, seluruh Pangkotama (Pangdam) dan Danrem berpangkat Perwira Tinggi (Pati).

Kegiatan Rapim TNI AD merupakan tindak lanjut dari Rapim TNI yang dilaksanakan di Mabes TNI. Rapim itu dilaksanakan untuk mengevaluasi pelaksanaan program dan anggaran TA 2016 menyamakan persepsi, menyampaikan kebijakan dan garis besar Petunjuk Pelaksanaan Program dan Anggaran TA 2017 serta menyampaikan pokok-pokok kebijakan pimpinan TNI AD pada tahun 2017.

Rapim TNI AD tahun anggaran 2017 yang diikuti oleh seluruh unsur pimpinan yang ada di satuan jajaran Angkatan Darat kali ini mengusung tema “TNI AD Terlatih, Profesional, dan Manunggal Dengan Rakyat Siap Melaksanakan Tugas Pokok”.

Selama pelaksanaan Rapim TNI AD diisi dengan kegiatan evaluasi pelaksanaan program kerja dan anggaran TA 2016 yang akan disampaikan oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI M Erwin Syahfrtri, serta penjelasan berbagai hal menonjol oleh pejabat lnspektur Jenderal Angkatan Darat (lrjenad) dan para Asisten Kasad.

(Liputan6)

++++++++++++++++=

Korps Marinir Lakukan Uji Tembak BTR-4M

23 Januari 2017

BTR-4M dengan kubah senjata BM-7 Parus (photo : Angkasa)

Blamm! Dahsyatnya Uji Tembak BTR-4M Milik Marinir

Setelah menyelesaikan cek kondisi fisik dan kemampuan renang BTR-4 dengan hasil yang memuaskan di Tangerang, sekarang tiba saatnya fase yang paling dinanti-nanti, yaitu fase uji tembak. Maklum saja, fungsi asasi dari ranpur apalagi kalau bukan kemampuannya untuk menjagal ranpur lawan?

Untuk itulah, BTR-4M dipilih oleh Korps Marinir karena komplemen senjatanya yang sangat lengkap untuk menghadapi pertempuran multispektrum di berbagai sasaran di darat.

Untuk uji tembak, kelima BTR-4M anyar milik Korp Marinir harus berpindah lokasi karena pantai Tanjung Burung jelas tidak memungkinkan digunakan untuk pengujian kanon maupun senapan mesin berat. Tempat pilihan untuk melakukan uji tembak ini adalah suatu tempat di Bukit Hambalang, Sentul Jawa Barat. Lokasi yang dipilih memungkinkan untuk melakukan penembakkan ke jarak lebih dari 1 km, untuk menguji kemampuan kanon 30mm ZTM-1/ 2A72 sampai ke batas maksimum kemampuannya.

Sore hari 19 Januari 2017 kelima BTR-4M dimobilisasi untuk berpindah lokasi dari pantai ke bukit. Perpindahan dilakukan dengan kekuatan BTR-4M sendiri yang harus dipacu membelah kemacetan di jalan tol.

BTR-4M Korps Marinir TNI AL melakukan uji tembak  (photo : Angkasa)

Satu catatan penulis, sejak keberangkatan, uji renang, dan kemudian berpindah tempat ke Hambalang, belum sekalipun panser-panser ini diisi bahan bakarnya. Ini membuktikan ketangguhan ranpur Ukraina ini dalam menempuh jarak yang ekstra jauh. Dalam catatan penulis, sekali isi bahan bakar penuh BTR-4M memang bisa menempuh jarak 600-700 km, jadi konsumsi bahan bakarnya memang cukup hemat untuk sekelas panser 8×8.

Setibanya di Hambalang, kelima BTR-4M melalap medan offroad menuju lokasi penembakan, dengan tanah yang gembur karena hujan selama seminggu terakhir. Tim dari Korps Marinir menyiapkan satu tank amfibi PT-76 sebagai pendamping dan penarik apabila BTR-4M butuh bantuan. Beruntung, sampai di lokasi PT-76 tersebut tidak perlu digunakan.

BTR-4M mampu melibas medan dengan performa prima. Kelima BTR-4M dijajarkan di puncak bukit, dimana lesan didirikan di bukit di depan bukit tempat kami berdiri, dipisahkan oleh lembah yang cukup curam.

Untuk BTR-4M pesanan Indonesia, kubah senjata yang dipilih adalah adalah Parus RCWS (Remote Controlled Weapon System), yang menggabungkan 4 tipe senjata sekaligus. Keunggulan dari system Parus RCWS adalah bentuknya yang ringkas dan kompak.

BTR-4M Korps Marinir TNI AL melakukan uji tembak (photo : Angkasa)

Seluruh sistem elektronik yang dibutuhkan dan mekaniknya sudah dikemas dalam kotak di atas kendaraan, sehingga di sisi bawah tidak ada keranjang kubah yang makan tempat. Pasukan dapat duduk dengan nyaman, cukup disediakan satu kursi untuk juru tembak yang membidik menggunakan layar LCD.

Banyaknya kombinasi senjata yang tersedia juga menjadi alasan lain kenapa Parus RCWS yang dipilih. Daftarnya mulai dari kanon otomatis 30mm ZTM-1/ 2A72 seperti yang terpasang pada BMP-2/3, yang sudah terbukti andal untuk menggasak berbagai macam sasaran.

Kanon ini diberi pelindung berupa rangka baja yang memanjang dari pangkal sampai ujung laras agar tidak terbentur di medan tempur. Kanon ZTM-1 pun sudah distabilisasi pada kedua sumbu sehingga memungkinkannya untuk tetap stabil menembak pada kecepatan rendah.

Untuk antiinfantri, disediakan senapan mesin 7,62mm PKT dan pelontar granat 30 mm AGS-17. Paduan dari dua senjata ini mampu menyediakan cakupan sasaran tunggal ataupun area pada jarak di luar jangkauan senjata ringan. Semua senjata yang menempel di Parus RCWS dapat diisi ulang dari dalam kompartemen pasukan BTR-4 sehingga mengurangi resiko awak tertembak.

BTR-4M Korps Marinir TNI AL melakukan uji tembak (photo : Angkasa)

Fitur terbaik dari kubah Parus yang dipasang dari BTR-4M sebenarnya tidak cuma itu. Kubah ini dilengkapi dengan sistem hunter-killer dimana komandan dapat mengintip sasaran dari modul kamera yang dapat dinaikkan ke atas dan berputar independen dari putaran kubah.

Komandan yang duduk di kursi depan dapat mengatur arah gerak dan zoom kamera ke sektor yang diinginkan melalui layar LCD yang tersedia di dasbor komandan. Jika dibutuhkan, komandan dapat melakukan override dan mengendalikan sendiri putaran kubah dan kendali penembakan.

Fitur yang jamaknya hanya ada pada Main Battle Tank tersebut diadopsi pada BTR-4 untuk memaksimalkan daya gebuknya. Fungsi intai ini akan sangat berguna mengingat Korps Marinir membutuhkan fungsi intai untuk Resimen Kavalerinya.

Untuk pengujian, BTR-4M mengambil jarak lebih dari 1.500 m dari lesan sasaran standar NATO yang terpasang di bukit seberang. Satu ranging telescope diletakkan di samping kendaraan untuk melakukan koreksi dan verifikasi atas hasil penembakan BTR-4M.

Setelah persiapan selesai, semua yang terlibat pun mulai ambil posisi. Pintu belakang kendaraan dibuka sebagai protokol standar pengujian penembakkan. Juru tembak mengarahkan bidikan ke lesan yang dengan mata telanjang nyaris tidak terlihat saking jauhnya, namun nampak jelas di layar LCD. Hitungan mundur pun dilakukan. 3…2…1….Tembak!!!

Kubah BM-7 Parus (image : Siregraph)

Blammm!!! Tembakan pertama dilepaskan, dan sebagian besar yang hadir menutup telinga karena kerasnya bunyi ledakan amunisi 30 mm yang proyektilnya melesat kencang menghantam telak sasarannya.

Jantung berdegup keras, walaupun ini bukan penembakan kanon 30 mm pertama yang diikuti oleh penulis. Lidah api dahsyat nan cemerlang tampak menyembur dari mulut laras ZTM-1 mengikuti lesatan proyektil ke sasaran, sementara penembakan dilakukan pada kondisi siang hari.

Pengamat pun mengintip melalui teleskop untuk melihat perkenaan tembakan. Tidak puas dengan tembakan tunggal, tembakan berikutnya dilakukan dengan rentetan dua peluru, lalu tiga peluru.

Bau mesiu meruap memenuhi udara, dan diikuti ekspresi gembira ketika peluru berhasil menghantam lesan setelah diverifikasi melalui ranging telescope.

Berikutnya juga diuji coba senapan mesin 7,62 mm dari tiga unit BTR-4M yang dilengkapi dengan kubah mekanik, dan berhasil pula sama seperti dua BTR-4M yang menggunakan kubah Parus.

(Angkasa)

January 23, 2017

TNI AD Gelar Rapim, Bahas Pangkalan hingga Penambahan Personel

Senin 23 Jan 2017, 09:41 WIB

Cici Marlina Rahayu – detikNews
TNI AD Gelar Rapim, Bahas Pangkalan hingga Penambahan PersonelTNI AD menggelar rapim tahun angguran 2017. (Cici Marlina Rahayu/detikcom)
Jakarta – TNI AD menggelar rapat pimpinan (rapim) tahun anggaran 2017 yang dilaksanakan selama dua hari sejak hari ini. KSAD Jenderal Mulyono mengatakan rapim ini menindaklanjuti rapim sebelumnya.

“Jadi dalam kegiatan rapim ini akan disampaikan hasil evaluasi program tahun 2016, kemudian akan menyampaikan penjabaran-penjabaran atau penekanan dari program kerja 2016, kemudian akan menyampaikan pokok-pokok kegiatan atau menyamakan kegiatan yang menjadi penekanan dasar dalam program kerja 2017,” ujarnya di lokasi rapim, Mabes TNI AD, Jalan Veteran No 5, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (23/1/2017).

Ketika ditanya mengenai pembangunan pangkalan dan penambahan jumlah personel, Mulyono mengungkapkan keinginannya untuk satuan dibentuk selengkap mungkin. Ia menjelaskan adanya pembatasan terkait dengan bantuan yang diberikan kepada Angkatan Darat.

“Terkait bantuan yang diberikan pada Angkatan Darat itu kita baru bisa mencapai 30 persen, baik itu pangkalan ataupun pengisian personel,” tambahnya.

Mulyono juga mengatakan akan meningkatkan operasional tahap demi tahap pada setiap anggaran tahunan. Menurutnya, pencapaian pembangunan pangkalan dan penambahan personel sudah mencapai 30 persen.

“Sudah mencapai 30 persen mau itu pembangunan pangkalan maupun personel, 2017 kita tambah lagi fasilitas yang sangat dibutuhkan, misal Kodam Kasuari dia tidak punya rumah sakit ya kita berikan, kita membangun rumah sakit,” ujar jenderal bintang empat itu.

“Harapannya, kita dengan ini, kita samakan persepsi, kali ini harapan kita di tahun 2017 kita akan mendapatkan capaian-capaian yang optimal dari apa yang kita lakukan di 2016,” sambung Mulyono.

Rapim yang mengangkat tema ‘TNI AD Terlatih, Profesional, dan Manunggal Dengan Rakyat Siap Melaksanakan Tugas Pokok’ itu dihadiri 151 peserta. Beberapa poin yang jadi prioritas terkait dengan kebijakan presiden dan TNI.

“Dengan upaya membangun wilayah NKRI dan wilayah pinggiran, jadi untuk membangun itu harus terwujud situasi yang aman,” ucapnya.

Dijelaskannya, ada empat sasaran yang akan dicapai dalam rapim kali ini. Pertama, mewujudkan kesamaan persepsi dalam melaksanakan program kerja dan anggaran tahun 2017. Kedua, tercapainya pembinaan kekuatan, kemampuan, dan gelar TNI AD tahun 2017.

“Ketiga, terwujudnya kesiapan dan kesiapsiagaan satuan TNI AD; dan keempat, dipahaminya arah kebijakan Kepala Staf Angkatan Darat tahun anggaran 2017,” tuturnya.
(idh/elz)

January 21, 2017

TNI Dijanjikan Tambahan Anggaran 100% Jika Target Pajak Tercapai

 Semoga uang pajak saya dipakai untuk memperkuat TNI AL dan TNI AU

20 Januari 2017

Jika pada tahun 2017 anggaran pertahanan Rp 108 triliun, maka tahun 2018 dapat naik menjadi Rp 216 triliun (photo : Kaskus Militer)

Jakarta – TNI akan membantu mengawal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengamakan penerimaan pajak. Jika target tercapai, TNI dijanjikan akan mendapat peningkatan anggaran belanja sebesar dua kali lipat tahun depan.

Bantuan TNI kepada Kemenkeu ini terkait dengan pengamanan penerimaan negara tertuang dalam nota kesepahaman yang baru saja diteken. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yakin pihaknya dapat memenuhi harapan Kemenkeu.

“Kemarin dilakukan MoU untuk meningkatkan perolehan pajak. Mudah-mudahan bersama TNI dan Kemenkeu bisa memperoleh sesuai target agar tercipta sentra-sentra ekonomi baru,” ungkap Gatot.

Hal tersebut disampaikannya setelah menutup Rapim TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (19/1/2017) malam. TNI pun, menurut Gatot, siap menyukseskan program tax amnesty atau pengampunan pajak yang sedang digaungkan pemerintah.

“Kami yakin itu bisa karena tax amnesty. Bagi yang tidak ikut tax amnesty atau masih kurang 80 persen, kekayaannya bisa diambil,” ujarnya.

Penerimaan negara yang bisa mencapai target juga akan berdampak bagi TNI. Menteri Keuangan Sri Mulyani berjanji akan meningkatkan anggaran belanja TNI pada 2018 jika target tercapai. Sayangnya, Panglima TNI tidak merinci target yang dimaksudnya itu.

“Menteri Keuangan berjanji kalau (mencapai) target, maka anggaran belanja untuk TNI bisa dinaikkan 100 persen. Jadi kalau sekarang (2017) Rp 108 T, tahun 2018 menjadi Rp 216 triliun,” sebut Gatot.

“Itu akan jadi kenangan indah karena (tahun depan) saya pensiun. Itu kalau saya panjang umur, semoga,” tambah jenderal bintang empat itu berharap.

Dilibatkannya TNI dalam proses pengamanan penerimaan negara bukan tanpa alasan. Pihak Kemenkeu mensinyalir adanya oknum-oknum TNI menjadi centeng alias melakukan backing untuk pihak-pihak yang ingin berbuat curang dalam pembayaran pajak kepada negara.

“Karena menteri keuangan mensinyalir ada tentara-tentara yang jadi backing, maka kita mengamankan. Ini penting karena penghasilan negara kan, maka kita amankan,” terang Gatot.

Panglima TNI berjanji akan memproses anggotanya yang ketahuan melakukan penyimpangan demikian. Proses hukum militer akan diterapkan terkait dengan hal tersebut.

(Detik)

January 20, 2017

Indonesia Focuses on UAV Development for Border Security

18 JANUARI 2017

Kapan bikin yang macam Predator, biar para pembalak atau penyusup perbatasan bisa langsung dihajar.

18 Januari 2017

Prototype UAV at Indodefence 2016 exhibition (photo : Lapan)

Makassar, S Sulawesi (ANTARA News) – Minister of Research and Technology Mohammad Nasir said that the government is focused on the development of Unmanned Aerial Vehicles (UAV) (drones) to strengthen the defence and security at the nation’s border.

“The Ministry of Research and Technology is focused on its development, while the Ministry of Defence will be in charge of its application,” Minister M. Nasir said here on Monday.

The Ministry of Research and Technology is working, together with Bandung Institute of Technology, National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN), and Technology Assessment and Application Agency (BPPT), in developing the technology and innovations used in the UAV.

Meanwhile, PT Pindad and PT Dirgantara Indonesia will be in charge of the production of the UAV.

The innovations and advanced technology of the UAV are expected to significantly improve security at the border area and along Indonesias outer islands, as well as to maintain the nation’s sovereignty, the minister said.

(Antara)

January 18, 2017

Bersama Pindad, Tata Motors Siap Produksi Kendaraan Militer

KOMPAS.Com / GARRY ANDREW LOTULUNGTank Buatan pindad dalam pameran Indo Defence 2016 Expo & Forum di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (2/11/2016). Perhelatan pameran alat pertahanan dari dalam dan luar negeri kali ini diikuti 174 delegasi resmi dari negara sahabat dan 6 Menteri Pertahanan.

Jakarta, KompasOtomotif — Perlahan tetapi pasti, jalinan kerja sama PT Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI) dengan PT Pindad (Persero) sudah bergulir. Kedua pihak, baik TMDI maupun Pindad, sudah resmi menandatangani memorandum of understanding (MoU).

Langkah ini menjadi titik terang bagi produsen asal India dalam menegaskan komitmen eksistensinya di Indonesia. Presiden Direktur TMDI Biswadev Sengupta mengatakan, kerja sama ini memiliki tujuan untuk memproduksi truk militer.

“Kami sudah menandatangani MoU dengan Pindad. Melalui MoU ini, kami ingin mengeksplorasi kemungkinan memproduksi truk militer Tata bersama fasilitas yang dimiliki Pindad di Bandung,” ucap Biswadev di Jakarta, Selasa (17/1/2017).

Pindad, lanjut Biswadev, memiliki kualifikasi yang cukup baik dalam sisi teknis. Kolaborasi ini diharapkan ke depan akan menciptakan produk yang tidak hanya untuk konsumsi kebutuhan lokal, tetapi juga ekspor.

KompasOtomotif-Donny AprilianandaTata Motors pelan tapi pasti menapak jalan terjal di Indonesia.

Untuk produksi awal, Biswadev belum mau berbicara banyak. Namun, ia memastikan, dalam waktu 10 bulan ke depan, jalinan kerja sama ini akan mulai berjalan.

“Ini bukan hal simpel seperti membuat mobil atau truk biasa, ini kendaraan militer. Semuanya masih kami siapkan, termasuk diskusi mengenai model serta kebutuhan komponen untuk membangunnya. Dalam 10 bulan ke depan, kami harapkan sudah bisa teralisasi agar bisa membangun suatu produk,” kata Biswadev.

January 17, 2017

Pussenkav TNI AD Upgrade Tank Scorpion

Mantab!

17 JANUARI 2017

17 Januari 2017

Tank Scorpion 90 TNI AD hasil upgrade (photo : Angkasa)

Pussenkav TNI AD Upgrade Tank Scorpion, Ini Hasilnya

Selain Anoa amfibi yang dijajal langsung oleh Presiden Joko Widodo, gelaran Rapat Pimpinan TNI di Mabes TNI Cilangkap juga diramaikan dengan pameran statik alutsista hasil pengembangan atau modifikasi yang dilakukan oleh TNI bekerjasama dengan perusahaan rekanan. Salah satu yang Angkasa temui dan belum pernah dipamerkan sebelumnya adalah modifikasi atau upgrade terhadap tank ringan FV101 Scorpion milik Kavaleri TNI AD.

Seperti diketahui, TNI AD  memiliki sejumlah tank ringan Scorpion 90 yang dibeli pada masa Orde Baru dan terdiri dari varian FV101 Scorpion dengan meriam atau kanon 90mm low pressure Cockerill MK3M-A1, kendaraan angkut pasukan FV103 Spartan, kendaraan evakuasi/ recovery FV106 Samson, versi ambulan FV104 Samaritan, serta varian logistik dan pembawa jembatan, berikut truk Bedford pengangkutnya.

Nah, saat ini TNI AD  telah memiliki jajaran MBT Leopard 2A4, tetapi bukan berarti Scorpion 90 kemudian dipensiunkan. Justru sebaliknya, Scorpion 90 yang dimiliki TNI AD  ditingkatkan kemampuannya agar masih sesuai dengan tingkatan dan ancaman yang dihadapi oleh TNI.

Nah, Scorpion 90 hasil modifikasi itu dipamerkan pada Rapimnas TNI tahun 2017 ini. Jika melihat sosok ‘aksesoris’ yang terpasang di tubuhnya, ketahuan bahwa fokus upgrade yang dicangkokkan pada Scorpion 90 berkutat pada daya gerak dan daya hancurnya.

Modifikasi daya gerak tersebut terlihat pada penggantian sistem rantai Scorpion 90, dari yang tadinya menggunakan track link atau konektor antar segmen rantai model single pin menjadi double pin. Penggantian ini memudahkan perawatan, karena desain rantai orisinil Scorpion membuatnya sukar dirawat dan diganti pad shoenya. Dengan penggantian ke sistem double pin, maka penggantian pad shoe atau tapak/ sepatu karet bisa dilakukan dengan mudah, sehingga tidak meninggalkan jejak pada aspal dan awak lebih nyaman saat berkendara.

Tank Scorpion 90 TNI AD hasil upgrade (photo : Angkasa)

Sementara modifikasi ekstensif dilakukan pada sistem penginderaan dan solusi penembakan. Scorpion 90 versi asli dilengkapi dengan sistem kendali penembakan Avimo dan sistem bidik yang distabilisasi. Namun keterbatasannya terletak pada kemampuan bidik dalam kondisi cahaya minim atau pada malam hari. Teleskop bidik pada Scorpion 90 memang sudah dilengkapi dengan sistem night vision, tetapi masih menggunakan sistem generasi kedua yang kurang sensitif untuk menemukan sasaran yang jaraknya jauh, dan mudah silau apabila terkena sumber cahaya terang seperti kilat petir.

Nah, pada Scorpion 90 hasil upgrade ini dipasang sistem kamera termal generasi terbaru, dimana danran memiliki opsi kamera termal dengan lensa 100mm dan 25mm, sementara juru tembak menerima kamera termal 100mm. Pengemudi pun menerima kamera termal 19mm untuk membantu mengemudi di malam hari. Boks sistem kamera ini disediakan pada dudukan yang dipasang di atas pangkal meriam untuk juru tembak, dan dipasang pada turret kecil di antara blok teleskop bidik untuk komandan. Versi milik komandan dapat berputar 360o untuk memampukannya memburu sasaran. Sementara untuk pengemudi, dipasang satu rumah optik di sisi kiri glacis tepat di depan palka untuk keluar masuk pengemudi.

Sementara untuk ubahan yang paling gahar adalah sistem komputer balistik baru untuk Scorpion 90, yang mampu menghitung lintasan balistik peluru yang lebih banyak dibanding sebelumnya. Komputer bidik pun bisa menjejak lima sasaran secara simultan yang tertangkap di layar komputer, dan mengunci satu di antaranya. Gerak laras dan kubah bisa diatur untuk terus mengikuti sasaran, sampai dengan penyediaan solusi penembakan untuk menghajar sasaran. Kita harapkan agar hasil riset ini dapat diteruskan untuk modifikasi seluruh Scorpion 90 milik TNI AD.

(Angkasa)