Archive for ‘Infrastructure’

June 21, 2017

Sejarah Panjang Tol Bocimi:

Bukaka dan Bakri  11 -12 bandar project infrastruktur ( mereka sendiri tidak memilik kemampuan finansial dan ekspertise ).. mereka hanya mengejar dapet lisensi terus jual ke BUMN..  Uang mereka bagi bagi ke para pejabat dan membiayai gaya hidup super wah.. Walhasil project infrastruktur jadi mangkrak  Begitulah kiranya prilaku konglomerat pribumi
Rabu 21 Jun 2017, 15:01 WIB

Ray Jordan – detikFinance
Sejarah Panjang Tol Bocimi: Mangkrak Hingga Gonta-ganti InvestorFoto: Ray Jordan
Bogor – Jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) terus dikebut pekerjaannya. Sebelum pekerjaan konstruksi dimulai, jalan tol sepanjang 54 km ini ternyata telah memiliki sejarah panjang, dari mangkrak, hingga gonta-ganti investor.

Mengutip data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Rabu (21/6/2017), diketahui, pemenang lelang investasi jalan tol yang diperkirakan bakal menelan biaya Rp 7,7 triliun ini telah ditetapkan sejak tahun 1997.

Namun, tanda tangan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) oleh Konsorsium Bukaka Teknik Utama baru dilakukan pada tahun 2007, atau berselang 10 tahun sejak penetapan pemenang.

Konsorsium saat itu memiliki komposisi PT Bukaka Teknik Utama sebesar 35%, PT Graha Multitama Sejahtera 32,5% dan PT Karya Perkasa Insani menguasai 32,5% saham PT Trans Jabar Tol, pengelola Jalan Tol Bocimi

Meski PPJT sudah diteken, namun pekerjaan konstruksi belum juga dikerjakan. Baru pada April 2011, pencanangan atau yang umum dikenal dengan istilah groundbreaking jalan tol Bocimi dilakukan. Namun pekerjaan konstruksi tak juga dimulai.

Pada tahun 2011, juga terjadi perubahan struktur pemegang saham. Grup Bakrie menjadi pemegang saham pengendali atas PT Trans Jabar Tol. Komposisi pemegang saham kala itu adalah Bakrie Toll Road 60%, PT Marga Sarana Jabar 25% dan PT Bukaka Teknik Utama 15%.

Dengan pemegang saham baru, groundbreaking kedua tol Bocimi dilakukan pada Desember 2011. Namun, hal ini tak memberi banyak perubahan. Konstruksi tol Bocimi tetap belum bisa dilakukan.

Tahun 2014, Grup MNC mengakuisisi PT Bakrie Toll Road yang merupakan anak usaha Grup Bakrie yang menguasai 5 ruas jalan tol termasuk Bocimi. Bakrie Toll Road pun berganti nama menjadi MNC Toll Road. Sejak saat itu, penguasaan tol Bocimi secara resmi berpindah tangan dari Grup Bakrie ke Grup MNC.

Pasca pengambilalihan, Grup MNC menargetkan groundberaking ketiga bisa dilakukan pada awal tahun 2015. Sayang, hal itu urung dilakukan hingga akhirnya terjadi perubahan pemegang saham lagi.

Tahun 2015, PT Waskita melalui anak usahanya Waskita Toll Road secara bertahap mengambil alih kepemilikan jalan tol-jalan tol yang dikuasai MNC Toll Road. Pengambil alihan dilakukan dengan cara membentuk perusahaan patungan antara MNC dan Waskita yang diberi nama MNC Trans Jawa Toll Road.

Terakhir, saham MNC Trans Jawa Toll Road diakuisisi sepenuhnya oleh Waskita Toll Road sehingga anak usaha BUMN ini menjadi pemlik utama sejumlah jalan tol yang di dalamnya terdapat jalan tol Bocimi.

Struktur pemegang saham PT Trans Jabar Tol pun berubah lagi menjadi, PT Waskita Toll Road sebesar 81%, PT Bukaka Mega Investama sebesar 10,14% dan PT Jasa Sarana menguasai 8,22%.

Tak berlama-lama, pada Februari 2015, groundbreaking dilakukan untuk konstruksi seksi I jalan tol Bocimi dengan rute Ciawi-Cigombong. Groundbreaking kali ini menjadi groundbreaking terakhir karena sejak saat itu, pekerjaan fisik jalan tol mulai benar-benar menunjukkan wujudnya.

Juni 2016, Jokowi menyambangi proyek jalan tol ini dan memerintahkan pembangunan jalan tol ini segera dikebut. Saat ini proses pembebeasan lahan sudah hampir 100% dan progres konstruksi sudah mendekati 50%. (dna/mkj)

Advertisements
April 13, 2017

Infra di Jabar…hehe ampun ….

gubernur  dan wakil gubernur siapa dulu ????
Gub Aher dan sang wakil si tukang makan Sosis… bisa apa.. lihat saja kerusakan lingkungan di Jabar (Banjir Garut) sangat luar biasa . Sang gubernur hanya bisa cengengesan.. khan politikus PKS.. Wagub sibuk ngunyah sosis !
Percuma lah Presiden minta pembangunan dikebut kalau dua sejoli ini masih bercokol .Konon kabar sang istri gubernur ingin mencalonkan diri jadi gubernur Jabar.. Luar biasa !
Kamis 13 Apr 2017, 20:57 WIB

Jokowi Minta Pembangunan Tol Bocimi Dipercepat

Bagus Prihantoro Nugroho – detikFinance
Jokowi Minta Pembangunan Tol Bocimi DipercepatIlustrasi (Foto: Dina Rayanti-detikFinance)
Jakarta – Rampungnya proyek Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) sangat dinanti masyarakat. Presiden Jokowi juga meminta agar pengerjaannya cepat selesai.

“Gubernur (Jawa Barat Ahmad Heryawan) minta untuk percepatan Tol Bocimi. Ini juga kalau dari Jakarta sampai Sukabumi bisa enam jam sampai sembilan jam. Ini kan, waduh,” kata Jokowi usai acara di Sport Hall Bima, Kota Cirebon, Jawa Barat, Kamis (13/4/2017).

Jokowi menilai rute dari Bogor hingga Sukabumi sebetulnya tak jauh. Namun kemacetan membuat waktu tempuh menjadi tak efisien.

“Jarak pendek tapi waktu tempuhnya sangat jauh sekali. Enam sampai sembilan jam. Ini juga akan saya dorong agar lebih dipercepat,” tutur Jokowi.

Kemacetan parah yang sering terjadi di jalur Ciawi-Sukabumi diharapkan dapat terurai bila jalan tol sepanjang 54 kilometer (km) ini bisa rampung. Waktu tempuh berjam-jam bisa dipangkas menjadi hanya 1 jam dengan adanya Tol Bocimi.

Dari catatan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), jalan tol Bocimi memiliki empat seksi dengan nilai investasi mencapai Rp 7,7 triliun. Badan Usaha Jalan Tol proyek ini adalah PT Trans Jabar Tol, anak usaha PT Waskita Karya Tbk. (bpn/dna)

Kamis 13 Apr 2017, 20:27 WIB

Jokowi: Pembangunan Bandara Kertajati Kurang Cepat

Bagus Prihantoro Nugroho – detikFinance
Jokowi: Pembangunan Bandara Kertajati Kurang CepatFoto: Biro Pers Setpres
Jakarta – Kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Bandung dan Cirebon, Jawa Barat, juga dimanfaatkan untuk menanyakan kemajuan proyek infrastruktur. Salah satunya adalah pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Majalengka.

“Ya saya kira banyak hal ya tadi saya mendapatkan masukan dari Wakil Gubernur (Jawa Barat Dedy Mizwar) mengenai Airport Kertajati yang berjalan, jalan baik tapi kurang cepat. Ini yang mau saya dorong agar lebih cepat,” kata Jokowi usai acara di Sport Hall Bima, Kota Cirebon, Jawa Barat, Kamis (13/4/2017).

Pada Februari 2017 tercatat pembangunan pembangunan sisi udara sudah mencapai angka 79%. Sedangkan fasilitas sisi udara mencapai 29,4%, Air Traffic Control (ATC) mencapai 40%, dan pemasangan pipa hidran bahan bakar mencapai 43,6%.

“Ini yang mau saya dorong agar lebih cepat. Sehingga 2019 itu bisa selesai. Syukur 2018 akhir bisa selesai,” kata Jokowi.

Kementerian Perhubungan telah menyuntikkan dana Rp 249 miliar guna percepatan pembangunan bandara ini. Dana tersebut diperuntukan untuk tahap penyelesaian rapid taxi way, apron lighting, dan pekerjaan yang bersifat elektrifikasi. (bpn/dna)

February 17, 2017

Jokowi Ingin Sumatera Utara Jadi Hub Internasional

ok sih, asal provinsi yang selalu juara urusan korupsi dan gubernurnya selalu masuk penjara  dibersihkan dulu dari semua tikus kurap yang berkeliaran di lingkungan birokrasi. Revolusi mental benar benar harus diterapkan di provinsi kaya nan busuk ini

yang kedua warga SUMUT juga harus diberi pelajaran mengenai “hospitality”,  menurut saya sih turis masih malas ke SUMUT, karena perlakuan terhadap turis masih  kasar, baik  mulai dari cara berbicara dan prilaku kesehariannya.. Masih jauuuuuh banget sama Bali  dan Jogjakarta.

KAMIS, 16 FEBRUARI 2017 | 16:47 WIB

Jokowi Ingin Sumatera Utara Jadi Hub Internasional

Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla memimpin rapat terbatas membahas LRT di Kantor Kepresidenan, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 6 Februari 2017. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali menggelar ratas terkait Proyek Strategis Nasional (PSN). Kali ini, Jokowi menggelar rapat terkait PSN di Provinsi Sumatera Utara yang ditargetkan bisa menjadi hub (pusat kegiatan) berskala internasional.

“Secara geografis, Sumatera Utara memiliki posisi strategis karena berada di jalur palayaran internasional Selat Malaka yang dekat dengan Singapura, Malaysia, dan Thailand,” ujar Jokowi saat membuka ratas di Istana Kepresidenan, Kamis, 16 Februari 2017.

Jokowi  melanjutkan menjadikan Sumatera Utara menjadi hub internasional harus diikuti dengan langkah langkah lain. Salah satunya, menggenjot pembangunan infrastruktur seperti pelabuhan, bandara dan jalan tol yang berkaitan erat dengan konsep hub internasional.

Baca: Permudah Investasi, Thomas Lembong Siapkan Tiga Strategi

 

Sebagai catatan, salah satu PSN di Sumatera Utara yang telah diusulkan pemerintah via Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas adalah Tol Tebing Tinggi-Pematangsiantar-Parapat- Tarutung-Sibolga. Selain itu, ada juga proyek Kereta Api dengan jalur Tebing Tinggi hingga Kuala Tanjung.

“Kesiapan infrastruktur akan berdampak pada kecepatan pengembangan kawasan ekonomi khusus di Sei Mangkei maupun kawasan industri khusus lainnya yang sedang kita siapkan sebagai mesin pertumbuhan ekonomi di Sumatera,” ujar Jokowi.

Baca: Aset Lembaga Jasa Keuangan Khusus Naik 16 Persen

 

Terakhir, Jokowi mengingatkan bahwa kawasan Sumatera Utara juga bisa dikembangkan sebagai salah satu tujuan utama pariwisata. Hal ini mengingat Sumatera Utara memiliki wisata alam yang menarik seperti Danau Toba.

“Danau Toba harus kita garap secara serius sebagai destinasi wisata. Perlu juga dilakukan penataan kawasan, pembangunan infrastruktur penunjang seperti hotel atau restoran, memperbanyak atraksi wisata, serta peningkatan kemampuan SDM,” ujar Jokowi yang ingin pengembangan wisata ini juga menguntungkan pelaku bisnis Kecil, Menengah, dan Mikro.

ISTMAN MP

November 21, 2016

Dana Talangan Tol Bisa Terpakai Rp 16 Triliun

SENIN, 21 NOVEMBER 2016

JAKARTA – Pemerintah menargetkan dana talangan untuk pembebasan lahan jalan tol terserap hingga Rp 16 triliun, akhir tahun ini. Sampai saat ini, dana talangan yang telah terpakai mencapai Rp 5,9 triliun. “Dari total yang sudah ditagihkan Rp 7,4 triliun,” kata Kepala Badan Pengelola Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Herry Trisaputra Zuna, akhir pekan lalu.

Herry menambahkan bahwa dana talangan yang sudah disepakati untuk sejumlah proyek jalan tol adalah Rp 32 triliun. Menurut dia, dana tersebut cukup untuk melanjutkan pembebasan lahan proyek tol. “Awalnya Badan Pertanahan Nasional ragu-ragu. Tapi, setelah adanya dana talangan, berjalan sukses,” ujar Harry.

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2016, pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat menyepakati penyertaan modal negara Rp 16 triliun ke Badan Layanan Umum Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Duit itu diperuntukkan buat dana talangan pembebasan lahan proyek tol, seperti tol Trans Jawa dan Trans Sumatera. Harry optimistis sejumlah proyek tol bisa menyerap dana talangan tersebut.

Salah satu proyek yang bisa menyerap dana talangan, menurut Herry, adalah ruas Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 140 kilometer. Bagian dari tol Trans Sumatera ini membutuhkan dana Rp 3,4 triliun.

Hingga 5 Oktober lalu, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan umum mencatat dana talangan pembebasan lahan jalan tol sudah terkumpul Rp 8,7 triliun. Nilainya mendekati kebutuhan pengadaan lahan untuk tol Trans Jawa yang mencapai Rp 9,2 triliun. Dari dana yang terkumpul, pemerintah baru memakai Rp 1,4 triliun. Dana talangan ini berasal dari investor atau Badan Usaha Jalan Tol.

Harry berharap semua tagihan pembebasan lahan pada tahun ini bisa terbayarkan lewat dana talangan dari LMAN. Sementara itu, pada tahun depan, pemerintah lewat LMAN akan menyiapkan dana talangan pembebasan lahan Rp 13 triliun.

Direktur Jalan Bebas Hambatan, Perkotaan, dan Fasilitas Jalan Daerah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Subagyono, mengatakan dana talangan membuat pelaksana pembebasan lahan dan rencana proyek lebih cepat jalan. Dana talangan ini, kata Subagyono, digunakan untuk membebaskan lahan-lahan yang berada di sepanjang jalur proyek strategis nasional pemerintah.

Sebelumnya, pengadaan lahan untuk menyambungkan jalan tol Trans Jawa dari Cikopo, Jawa Barat, hingga Surabaya, Jawa Timur, sepanjang 619 kilometer baru mencapai 82,48 persen. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menargetkan pembebasan lahan selesai tahun ini.

Kepala Pengadaan Tanah Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Sri Sadono, yakin target tersebut bisa tercapai karena kendala pendanaan sudah dibereskan. Salah satunya karena pemerintah telah mendapatkan dana talangan pembebasan lahan dari swasta. “Sekarang sudah ada pinjaman dari swasta,” kata Sadono, pertengahan Oktober lalu. DIKO OKTARA

November 19, 2016

Daya Saing Infrastruktur RI Peringkat 60, Menteri PUPR Belum Puas

Iyalah peringkat 60 mah.. sama dengan negara Afrika atau Yemen (kampungnya si Habib Briziek)  pak !
Jumat 18 Nov 2016, 19:16 WIB

Fadhly Fauzi Rachman – detikFinance
Daya Saing Infrastruktur RI Peringkat 60, Menteri PUPR Belum PuasFoto: Fadhly Fauzi Rachman
Yogyakarta – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, hari ini kunjungan kerja ke Yogyakarta. Dalam kunjungan kerja ke Yogyakarta tersebut, Basuki datang menjadi pembicara dalam seminar Nasional Pengembangan Industri Pariwisata Gunung Kidul di Hotel Royal Ambarukmo, Yogyakarta.

Basuki, yang mengenakan kemeja batik berwarna gelap, bercerita tentang tantangan yang dihadapi oleh Kementerian PUPR dalam pembangunan infrastruktur

Menurutnya, Indeks Daya Saing Infrastruktur Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya. Untuk tahun 2016 ini, lanjut Basuki, Indonesia menduduki peringkat 60.

“Setiap tahun kita mengalami peningkatan, tapi itu belum memuaskan. Karena kita masih di bawah negara ASEAN lainnya,” ungkap Basuki di hadapan ratusan peserta seminar, Jumat (18/11/2016).

Masih rendahnya peringkat tersebut, kata Basuki, disebabkan karena 4 hal utama. Antara lain, tingginya disparitas antar wilayah Barat dan Timur Indonesia, lalu lemahnya daya saing nasional karena keterbatasan infrastruktur, dan pemanfaatan sumber daya yang ada.

“Disparitas masih sangat tinggi di wilayah barat dan timur. Di wilayah barat infrastrukturnya memang sudah mengalami pembangunan yang baik, tapi kalau di timur memang masih belum. Pembangunan infrastruktur ini yang paling belum optimal,” katanya.

Selain Basuki, hadir pula dalam seminar nasional tersebut Menteri Perhubungan Budi Karya dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Bupati Gunung Kidul Badingah. (hns/hns)

November 17, 2016

Pengembang Alpa, Jalan Tol Cikampek Banjir

Koran Tempo
RABU, 16 NOVEMBER 2016

 Pengembang Alpa, Jalan Tol Cikampek Banjir

BEKASI – PT Jasa Marga Tbk mendesak pengembang kawasan Kota Delta Mas, PT Puradelta Lestari, segera merealisasi janjinya membuatkan saluran dari Situ Alam Sari, yang ada dalam kawasan yang dikembangkan mereka, ke Sungai Cibeet, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi. Luapan situ setelah hujan lebat pada Sabtu pekan lalu telah menyebabkan banjir setinggi lebih dari setengah meter di jalan tol Jakarta-Cikampek kilometer 36-38.

“Saluran belum dikerjakan sesuai dengan perjanjian,” kata juru bicara PT Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek, Iwan Abrianto, kemarin.

Menurut Iwan, setelah banjir pertama pada 14 Februari lalu, pengembang berjanji membuat saluran permanen dari Situ Alam Sari di sisi selatan jalan tol Jakarta-Cikampek kilometer 37,5 menuju Sungai Cibeet di kilometer 41. Namun janji tinggal janji hingga kembali terjadi banjir yang lebih besar pada Sabtu pekan lalu.

Dalam janjinya itu, sebelum membangun saluran permanen, PT Puradelta Lestari akan membuatkan saluran sementara untuk mencegah meluapnya Situ Alam Sari. Mereka bahkan bersedia melakukan normalisasi Situ Rawa Binong di kilometer 37, selain menambah kapasitas tampungan air di Situ Alam Sari dengan cara memperluas dari semula 4 hektare menjadi 9 hektare.

Yang baru berjalan saat ini, menurut Iwan, adalah perluasan situ. Adapun pengerjaan saluran sementara, dia menambahkan, “Akan dilakukan dengan cara mengeruk saluran selebar dua meter menggunakan 18 unit alat berat.”

Proyeksi berikutnya adalah membuat tanggul setinggi dua meter di sekitar pintu keluar jalan tol menuju Delta Mas dan pusat pemerintahan Kabupaten Bekasi. “Itu titik terendah tanggul Situ Alam Sari yang menyebabkan limpasan air ke jalan tol,” ucap Iwan.

Ihwal normalisasi Situ Rawa Binong, kata Iwan, pengembang belum mendapat izin dari pemilik situ, yaitu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. “Masih dalam pembahasan pengembang dengan pihak terkait,” ujar Iwan.

Situ Alam Sari dan Situ Rawa Binong di kawasan Kota Delta Mas meluap dan airnya merendam ruas jalan tol Jakarta-Cikampek mengarah ke Jakarta di kilometer 36-38. Akibatnya, jalan tol terputus dan kemacetan parah mengular hingga kilometer 66 di Karawang, Jawa Barat.

Corporate Secretary PT Puradelta Lestari, Tondy Suwanto, mengakui belum menunaikan janjinya kepada PT Jasa Marga untuk mengantisipasi banjir di ruas Jalan tol Jakarta-Cikampek kilometer 37,5. “Sejumlah kegiatan mengalami kendala perizinan,” katanya.

Menurut Tondy, pengembang baru menyelesaikan perluasan Situ Alam Sari dari 4 hektare menjadi 9 hektare. Sedangkan pembuatan saluran permanen dari Situ Alam Sari menuju Sungai Cibeet dan normalisasi Situ Rawa Binong belum mendapat izin dari pemerintah. “Pengerjaannya juga membutuhkan waktu, selain lahannya bukan punya perusahaan,” ujarnya.

Adapun saluran sementara sepanjang 1,8 kilometer dari Situ Alam Sari menuju Sungai Cibeet sebenarnya sudah mulai dibangun. Hanya, kata Tondy, sempat terjadi longsor sepanjang 100 meter. Akibatnya, limpasan Situ Alam Sari tidak mengalir dengan baik ke Sungai Cibeet. “Saat ini kami sudah membersihkan longsoran itu,” ujarnya. ADI WARSONO

October 6, 2016

Lelang Proyek Kereta Bandara Soetta Ditunda

KAMIS, 06 OKTOBER 2016 | 17:05 WIB

Lelang Proyek Kereta Bandara Soetta Ditunda

Sejumlah pengendara melintas di antara ribuan bantalan rel kereta yang ada di depan gerbang masuk Pintu M 1 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis 28 Agustus 2014. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta – Tender atau prakualifikasi lelang proyek kereta ekspres Bandara Halim Perdanakusuma-Soekarno-Hatta yang ditargetkan pada Desember 2015 diperkirakan tertunda, karena perlunya penyesuaian ulang trase proyek tersebut.

“Pihak sektor (Kementerian Perhubungan) perlu melihat kembali ke rencana induk untuk jalurnya, karena banyak inisiatif lain yang timbul seperti proyek LRT (light rapid transportation) dan MRT (mass rapid transportation) tahap II,” kata Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Emma Sri Martini di Jakarta, Senin malam, 5 Oktober 2015.

Menurut Emma, dengan adanya sejumlah proyek kereta di Jabodetabek, antara lain kereta ringan perkotaan seperti trem (LRT) dan juga kereta transportasi massal mutakhir (MRT), Kementerian Perhubungan sebagai otoritas sektor transportasi, perlu mengintegrasikan jalur proyek kereta tersebut.

Begitu juga dengan penyesuaian untuk kapasitas stasiun yang akan dibangun, dalam melayani keberangkatan dan transit penumpang.

“Ini kan ada dinamikanya, perlu dilihat lagi masterplan alignment-nya,” ujarnya.

Emma menuturkan, dengan hadirnya sejumlah proyek kereta di Jabodetabek, penyesuaian trase kereta bandara akan memperbarui potensi jumlah penumpang dan biaya investasi yang diperlukan.

Jika merujuk pada hasil rapat dengan Kantor Staf Kepresidenan Juli 2015 lalu jalur kereta ekspres disepakati menggunakan izin yang diterbitkan Kementerian Perhubungan melalui Peraturan Menteri Nomor 1264 Tahun 2013 pada Desember 2013.

Adapun mengenai pendanaan, kata Emma, tim persiapan telah merekomendasikan dukungan pendanaan atau viagibility gap funding (VGF) dari pemerintah agar proyek ini layak secara finansial. Sesuai ketentuan, VGF yang diberikan pemerintah maksimal 49 persen dari total biaya. Namun, menurut Emma, pemerintah masih menghitung berapa besaran VGF yang akan diberikan untuk proyek percontohan kerja sama pemerintah-swasta ini.

Seperti diketahui, SMI telah ditugaskan pemerintah untuk membantu persiapan dokumen proyek hingga persiapan lelang proyek.

Proyek Kereta ekspres rute Bandara Halim-Soetta ini diprediksi membutuhkan dana sekitar Rp 20 triliun. Rute kereta ekspres ini nantinya berawal dari Halim Perdanakusuma, Cawang, Manggarai, Tanah Abang, Sudirman, Pluit, hingga Bandara Soekarno-Hatta.

Proyek ini diperkirakan akan memangkas waktu tempuh dari Halim ke Soetta yang berjarak 33,8 kilometer menjadi 30 menit dari waktu tempuh sekarang yang rata-rata 1-3 jam.

August 15, 2016

Terminal 3 Tergenang Air, Angkasa Pura II Minta Maaf

Mahakarya menteri perhubungan baru Mister Budhi.. Udah prestasinya pas pasan gini malah dipromosi jadi menteri oleh si raja kodok.

 

Terminal 3 Tergenang Air, Angkasa Pura II Minta Maaf

Minggu, 14 Agustus 2016 | 20:57 WIB
Twitter Terminal 3 New Bandara Soekarno-Hatta tergenang air, Minggu (14/8/2016). Pihak bandara mengatakan, genangan terjadi karena saluran air yang tersumbat saat hujan deras terjadi di daerah itu.