Archive for ‘Perlindungan Konsumen’

April 10, 2015

Pemerintah agar Blokir Situs MMM

JAKARTA, KOMPASHasil identifikasi Otoritas Jasa Keuangan atau OJK bersama Satuan Tugas Waspada Investasi menunjukkan, kegiatan menggerakkan dana masyarakat dalam Mavrodi Mondial Moneybox (Manusia Membantu Manusia/ MMM) dan sejenisnya berpotensi merugikan masyarakat. OJK meminta pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika memblokir situs internet yang digunakan untuk kegiatan itu.

Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Kusumaningtuti S Soetiono, dalam paparan pers di Jakarta, Kamis (9/4), menyatakan, kegiatan MMM dan sejenisnya menyerupai permainan uang (money game dan ponzi game) yang sangat berisiko gagal dalam pengembalian dana. Kegiatan itu juga tidak berizin serta tidak memiliki bentuk badan hukum ataupun domisilinya.

“Sulit untuk dimintai pertanggungjawabannya jika terjadi gagal bayar. Apalagi, kegiatan ini tidak memiliki struktur organisasi dan penanggung jawab,” kata Kusumaningtuti. Kegiatan MMM diidentifikasi menggunakan sarana internet dengan pusat server di luar negeri.

Diungkapkan Kusumaningtuti, OJK hingga kemarin menerima sedikitnya 235 aduan dan pertanyaan masyarakat terkait kegiatan MMM dan sejenisnya. Dari asal wilayah, para penanya datang dari Aceh hingga Papua. Dari segi perizinan, kejelasan perusahaan, keamanan investasi, domisili perusahaan, hingga kecurigaan terhadap keuntungan yang relatif besar menjadi materi pertanyaan masyarakat.

Sebagaimana dalam salah satu situs internet tentang kegiatan itu, MMM menjanjikan keuntungan berkisar 30-100 persen dalam kurun waktu satu atau tiga bulan. Uang yang ditanamkan bervariasi, mulai Rp 100.000. Pesertanya jutaan orang.

Deputi Komisioner Manajemen Strategis I B OJK Joni Swastanto menyatakan, ada dua langkah utama yang berkaitan dengan kegiatan MMM, yakni meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika memblokir situs-situs internet yang digunakan untuk kegiatan itu. Langkah lain, berkoordinasi dengan Komisi Penyiaran Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan Kepala Humas Kemenkominfo Ismail Sawindu belum bisa dihubungi. (BEN)

April 2, 2015

Nasib nasabah Bakrie Life yang tak kunjung dibayar

Group usaha kelompok pribumi ini memang paling brutal di antara konglomerat. Group Bakrie sudah biasa “nipu” atau membohongi mulai dari kaum  Investor ( contohRothshield), bankir lokal,  pemerintah Daerah, nasabah (asuransi Bakrie Life ) sampai warga Lapindo.. semua mereka sikat !!!

Tidak kebayang jika pasangan Mister Aboerizal Bakrie jadi RI 1 , mungkin Indonesia yang akan dia jual mulai dari isi sampai dengan penguhuninya..

Curhatan Nasabah Bakrie Life yang Uangnya Tak Kunjung Dibayar

Dewi Rachmat Kusuma – detikfinance
Kamis, 02/04/2015 14:52 WIB
Halaman 1 dari 2
Curhatan Nasabah Bakrie Life yang Uangnya Tak Kunjung Dibayar
Jakarta -Sedikitnya 250 orang nasabah Diamond Investa PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) dibuat terombang-ambing atas janji pengembalian uang yang tak kunjung dibayar sekitar Rp 207,5 miliar.

Salah satu nasabah bernama Joseph mengaku sudah mengikuti segala kemauan Bakrie Life agar uangnya bisa kembali.

Awalnya, Joseph menyebutkan, total utang Bakrie Life senilai total Rp 360 miliar. Saat itu, Bakrie Life meminta keringanan pembayaran dengan cara dicicil. Para nasabah pun menyetujuinya.

“Selama ini nasabah selalu nurut apa yang diminta Bakrie Life, dari 2008 mereka minta, bayar uangnya dicicil selama 2 tahun, nah kita jabanin, okelah dicicil asal dibayar,” jelas dia di Jakarta, Kamis (2/4/2015).

Permintaan Bakrie Life tak sampai di situ, Joseph menyebutkan, pihak Bakrie Life juga meminta diskon pembayaran utang-utangnya sebesar 30%. Daripada tak dibayar, Joseph bersama rekan lainnya pun menyepakati permintaan Bakrie Life.

“Terus terakhir dia minta pembayarannya di diskon 30%, itu kita ikuti juga, daripada nggak dibayar ya masih mending didiskon,” katanya.

Joseph menyebutkan, saat ini total utang Bakrie Life kurang lebih tinggal Rp 207,5 miliar setelah sebelumnya Bakrie Life membayarnya dengan cicilan

“Awalnya uang kita itu totalnya Rp 360 miliar, terus dibayar (dicicil) Rp 90 miliar, sisanya tinggal Rp 270 miliar, nah yang Rp 270 miliar ini, Bakrie minta didiskon 30%, dari angka diskon itu baru dibayar Rp 62,5 miliar, berarti sisanya sekitar Rp 207,5 miliar,” papar dia.

Joseph bercerita, dirinya mulai membeli asuransi Diamond Investa milik Bakrie Life di sekitar tahun 2004-2005. Saat itu, transaksi masih lancar.

Bahkan, saat itu Bakrie Life dalam 2 tahun berturut-turut masuk perusahaan asuransi jiwa terbaik, itu sebelum krisis 2008.

“Setelah krisis tahun 2008, mereka udah nggak bisa bayar lagi, alasan mereka karena krisis global,” ucap dia.

Joseph mengungkapkan, yang penting saat ini adalah kepastian Bakrie Life membayar utang-utangnya.

“Sekarang nasabah mau uang kembali secara penuh. Nggak mau lagi ada diskon. Kita minta kepastian kapan dibayar. Nasabah asuransi itu umumnya butuh perlindungan, mereka bukan orang kaya, beli asuransi itu untuk jaminan masa tua. Kita ingin kepastian hukum dan jaminan negara ke nasabah,” pungkasnya.

March 8, 2015

Modus Penipuan Undian Berhadiah, Pelaku Kirim ‘Hadiah’ Jebakan

Operator telepon negeri ini dan pihak polisi seperti membiarkan kasus penipuan macam begini. Apa pelaku penipuan ini sudah pernah yang ditangkap atau diadili ? 
 
Minggu, 08/03/2015 18:55 WIB

Angling Adhitya Purbaya – detikNews


Semarang – Penipuan bermodus undian berhadiah dengan mencatut nama perusahaan operator telepon seluler memakan korban di Semarang. Bahkan pelaku sempat benar-benar mengirim ‘hadiah’ agar korban percaya.

Peristiwa itu menimpa Agustina (18), seorang mahasiswi di Semarang hari Senin (2/3) lalu. Saat itu ia mendapatkan SMS dari nomor asing berbunyi, “plgn yth, SELAMAT! No.Hp anda Resmi m’dapatkan Rp.25jt, dari GEBYAR POIN plus-plus Edisi2015, PIN Anda:z25L47. U/info HUB: 021-96852474 www.infopointh2015.com”.

Korban awalnya sudah curiga dengan sms tersebut, namun ketika sudah mengirimkan nomor rekening seperti yang diminta pelaku, ia mengecek rekeningnya dan ternyata saldo yang tadinya Rp 10 juta sudah bertambah menjadi Rp 20 juta.

“Saya mengecek di ATM, ternyata saldo di rekening saya bertambah Rp 10 juta,” kata Agustina seperti yang tercatat dalam laporan di Mapolrestabes Semarang, Minggu (8/3/2015).

Saking senangnya, korban tidak sadar sudah masuk ke dalam perangkap pelaku dan menuruti pria yang meneleponnya dan mengaku dari perusahaan operator telepon seluler. Pelaku mengatakan hadiah sebenarnya Rp 25 juta sehingga sisanya yaitu Rp 15 juta harus dibantu oleh pemenang dengan menekan tombol-tombol tertentu di mesin ATM sesuai arahan.

“Saya tidak menyebutkan nomor pin ATM saya, tapi saya diminta menekan tombol,” tandasnya.

Namun harapan Agustina mendapatkan hadiah berlimpah kandas seketika karena ternyata saldo tabungannya malah amblas. Dari barang bukti rekening koran dari Bank BRI Syariah KCP Pandanaran, transfer yang dilakukan korban terjadi ke tiga rekening atas nama Marini Larose. Korban pun mengambil langkah untuk melaporkan penipuan tersebut ke pihak berwajib.

Kasus serupa ternyata juga menimpa warga Saptamarga Semarang bernama Sherly (25). Kali ini korban diminta metransfer uang Rp 2 juta ke rekening atas nama Sukarya dengan alasan pengurusan administrasi. Namun setelah mentransfer uang tersebut hari Jumat (6/3) lalu, ternyata hadiah yang dijanjikan tak kunjung tiba. Laporan tersebut juga dilaporkan ke SPKT Polrestabes Semarang hari Sabtu (7/3) kemarin.

(alg/kha)


February 25, 2015

Tawarkan Investasi Bodong, Itu Koperasi Abal-Abal

Negeri para “monkey business” .. kalau tidak ditertibakan negeri ini bakal mirip Nigeria dan India..

Oleh : Wiyanto | Rabu, 25 Februari 2015 | 18:16 WIB
Tawarkan Investasi Bodong, Itu Koperasi Abal-Abal

Deputi Bidang Pembiayaan, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Choirul Djamhari – (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta – Kementerian Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah menyatakan penawaran investasi bodong lewat koperasi, bisa disebut abal-abal. Deputi Bidang Pembiayaan, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Choirul Djamhari menuturkan koperasi yang menawarkan investasi harus ada tanda bukti kepengurusan.

“Yang nawarkan investasi mengaku punya koperasi, kami tanya mengenai rapat tahunan anggota terakhir. Bila jawabannya lupa dipertanyakan,” ujar Choirul di Jakarta, Rabu (25/02/2015).

Ia menjelaskan dengan adanya rapat tahunan anggota menunjukan koperasi memiliki badan hukum. Dengan status tersebut, papar dia, koperasi yang legal berhak menawarkan investasi.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya mengandalkan Peraturan Pemerintah (PP) no 9 1995 yang intinya adalah pengawasan dan pengendalian segera disempurnakan agar koperasi jasa keuangan dapat memiliki roadmap (peta jalan) yang jelas dalam pengembangannya.

“Untuk penyempurnaan PP 9 tersebut, untuk mensuvervisi dan membina koperasi. Jumlah Koperasi terdapat 206 ribu unit, tapi 104 ribu yang simpan-pinjam. Dana ke koperasi dan BMT, yang namanya koperasi simpan pinjam banyak kekeringan likuiditas.soal loan to deposit ratio sama dengan bank. Pembiayaan diberikan sesuai dengan tujuaa koperasi mensejahterakan anggota bersama,” kata dia. [aji]

– See more at: http://ekonomi.inilah.com/read/detail/2181962/tawarkan-investasi-bodong-itu-koperasi-abal-abal#sthash.lkEvJGeL.dpuf

November 10, 2014

Ini 262 Perusahaan Investasi yang Tak Mempunyai Izin OJK

Senin, 10 November 2014 | 09:50 WIB
SHUTTERSTOCKIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com
— Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengidentifikasi 262 penawaran investasi yang terindikasi bermasalah. Setelah ditelusuri, sebanyak 218 penawaran investasi tersebut tidak memiliki kejelasan izin dari otoritas berwenang.

Sementara 44 sisanya berada di bawah naungan sejumlah otoritas, seperti Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Badan Pengawas Perdagangan Komoditi Berjangka (Bappebti), Kementerian Perdagangan, serta Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. (Amailia Putri Hasniawati)

Berikut daftar perusahaan-perusahaan yang dirilis OJK, Jumat (7/11/2014) lalu:
Nama Perusahaan                        Jenis Usaha
1 Arising Wealth Management          Investasi Uang
2 Aucklandfarm.com                        Investasi Uang
3 BMA21.com                                   Investasi Valas
4 Boss Venture                                 Investasi Online
5 Brent Properties                            Promissory Note
6 Bringintama                                  Investasi Uang
7 Cakra Buana Sukses                      Investasi Emas
8 Crown Capital Management           Investasi Saham Luar Negeri
9 CV. Anugerah Tekstil                     Investasi Pakaian
10 CV. Berkah Mandiri                       Investasi Emas
11 CV. Cahaya Mulya                         Investasi Pakaian
12 CV. Dinamitra Barokah                 Investasi Emas dan Valas
13 CV. Indotronik                              Investasi Pulsa
14 CV. Panenmas                              Investasi Produk Pertanian
15 CV. Smartline Infotech                  Investasi Produk Peralatan Elektronik
16 Cyberprast                                   Investasi Emas
17 Duta Business School Tabungan  Investasi Profesi Syariah (TIPS)
18 Equity World Futures                     Investasi Berjangka dan Komoditi
19 Exness Trading                              Investasi Valas
20 Feature Galeria                               Investasi Emas
21 Fortune F. Travel                             Voucher Investasi
22 Futura                                             Investasi Berjangka
23 Futurindo Multi Sejahtera (FMS)        Investasi Penanaman Modal Usaha
24 Gainscope                                        Investasi Valas
25 Go Director Club                              Investasi Uang
26 HIG Internasional Berjangka              Investasi Berjangka dan Komoditi
27 http://cara-sukses.net                      Investasi Uang, website sudah tidak bisa dibuka
28 http://gaharugreengold.com            Investasi Tanaman/Perkebunan
29 http://high2gold.com                      Investasi Emas
30 http://hutaraland.com/                   Investasi Tanaman/Perkebunan, website tidak bisa dibuka
31 http://invest.overseaszone.com/program-investasi- jangka-pendek-3-6-dan-12-bulan/
Investasi Uang, website sudah tidak bisa dibuka
32 http://investasi-dana.com/?id=admin  Investasi Uang, website sudah tidak bisa dibuka
33 http://investasitanah.com/jadwal-survey-bersama-ke-21/Investasi Tanah
34 http://meabisnis.com                         Investasi Online
35 http://multimegawin.net/                   Investasi Uang, sejenis MLM Online
36 http://www.clickpaid.com                   Investasi Uang
37 http://www.dahsyatnyasedekah.com/  Investasi Uang, website sudah tidak bisa dibuka
38 http://www.Valasprofitmobile.com/     Investasi Berjangka, website sudah tidak bisa dibuka
39 http://www.forinvester.com                Investasi Uang, website sudah tidak bisa dibuka
40 http://www.hutanrakyat.com              Investasi Tanaman/Perkebunan
41http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000003792445/9679967996122010961696799679  Investasi Emas GTIS
42 http://www.mandiri-plusplus.blogspot.com/  Investasi Uang
43 http://www.profitclicking.com                      Investasi Uang
44 http://www.surewin4u.com/                 Investasi Uang, website sudah tidak bisa dibuka
45 http://www.telexfree.com            Investasi Uang, sejenis MLM website tidak bisa dibuka
46 https://www.facebook.com/klubasteria   Investasi Uang
47 https://www.facebook.com/pages/Bonamy-Group/250675998402270  Investasi Uang
48 https://www.fasapay.com/about/page/fasapay      Investasi Valas
49 IG Mulia Investama                        Investasi Emas
50 I-Gist                                            Investasi Tanaman/Perkebunan
51 Imperium Capital                          Investasi Uang
52 IndexGB                                        Investasi Saham Luar Negeri
53 Indoclub                                       Investasi Uang
54 IndoFxExpress.com                       Investasi Valas
55 Infocus indonesia                          Investasi Uang
56 Ingon.org                                      Investasi Sejenis MMM
57 Interbisclub                                  Investasi Online
58 Internusa Megafina                       Lembaga Investasi Koperasi
59 Investasi Amanah 1                      Investasi Valas
60 Investasi Angel                             Investasi Uang
61 Investasi Bank Valas Cash (BFC)    Investasi Valas
62 Investasi fxzn                               Investasi Valas
63 Investasi Garuda Berjangka (https://garudaberjangka.com/pages/LP2_GSP/index.html)
Investasi Emas Online
64 Investasi Index Gold Bullion           Investasi Emas
65 Investasi Mavrodian (http://www.mavrodianindonesia.com) Investasi Uang, website sudah tidak bisa dibuka
66 Investasi Micro-Transaction Processing   Investasi Jasa Transaksi
67 Investasi Pesantren “Padepokan Kanjeng Taat Pribadi” Investasi Uang, dengan imbal hasil besar
68 Kionex Investasi                          Alat Kesehatan
69 KJP Cipta Prima Sejahtera          Investasi Tanaman/Perkebunan Kelapa Sawit
70 http://www.kliklm.com             Investasi Emas
71 Kontak Perkasa Futures             Investasi Berjangka dan Komoditi
72 Koperasi Bubur Pandawa Mandirihttps://www.facebook.com/koperasibubur.pandawamandiri?fref=ts     Investasi Uang
73 Koperasi Cipaganti                                 Investasi Uang
74 Koperasi Jasa Hukum                             Investasi Tanaman/Perkebunan Jabon
75 Koperasi Jasa Profesi Cipta Prima Sejahtera  Investasi Tanaman/Perkebunan Kelapa Sawit
76 Koperasi Karya Mandiri               Investasi Uang
77 Koperasi Masyari                        Investasi Uang, legalitas dipertanyakan
78 Koperasi Mitra                            Investasi Uang, Deposito dengan bunga 10 persen
79 Koperasi Nasari                          Investasi Uang
80 Koperasi Pandawa Mandiri         Investasi Uang
81 Koperasi Persada Madani           Investasi Berjangka
82 Koperasi Pondok Pesantren (KOPONTREN)   Investasi Uang, dengan imbal hasil yang besar
83 Koperasi Sejahtera Bersama       Investasi Uang
84 koperasi Sumber Insan Mandiri  Investasi Uang, dengan imbal hasil yang besar
85 Koperasi Titian Utama       Investasi Uang, berupa penghimpunan dana masyarakat
86 Lembaga Kredit Financial Mitra Tiara  Investasi Uang, Koperasi dengan bunga tabungan 10
persen
87 Lembaga Pendidikan Medicom    Investasi untuk karyawan
88 London Capital Group Asia (LCGA) Investasi Valas
89 Mandiri Artha Gemilang     Investasi Uang
90 Marketing FKC Indonesia   Investasi Uang, sejenis MLM
91 Mface                                 Investasi Uang
92 MFC Club.com                   Investasi Token
93 MIDTOU                            Investasi Berjangka dan Komoditi
94 MLM QNET                      Investasi Uang, sejenis MLM, skema money game
95 MLM Talk Fusion            Investasi Uang, sejenis MLM berupa koin emas
96 MMM (Manusia Membantu Manusia)   Investasi Uang
97 Monex Investindo Futures   Investasi Berjangka dan Komoditi
98 MUSIX CELL                         Investasi Uang dengan produk rumah tangga
99 MYSMARTFX                        Investasi Valas
100 OANDA fx Trade                 Investasi Valas
101 ODNP                                Investasi Emas
102 pay4shares.com                Investasi Online
103 Pegasus Bullion                 Investasi Emas
104 PROFIT JUARA (http://profitjuara.com)   Investasi Uang
105 PT AIAS                             Investasi Pengumpulan Uang
106 PT Alsi Investindo Utama   Investasi Pengumpulan Uang
107 PT AMI                             Investasi Valas
108 PT Amoeba Investment     Investasi Valas
109 PT Armina Reka               Investasi Uang, berkedok ibadah haji
110 PT Asa Forestry               Investasi Tanaman/Perkebunan
111 PT Asian Gold Concept    Investasi Emas
112 PT Baskara Gold              Investasi Emas
113 PT Berkah Artha Legacy   Investasi Uang
114 PT Best Profit Futures      Investasi Berjangka dan Komoditi
115 PT Bimba AIUEO             Investasi Uang
116 PT Binari                         Investasi Uang
117 PT Bintang Bumi Mulia    Investasi Uang
118 PT Bruton Internasional   Investasi Uang
119 PT Cakrawala Sukses Indonesia  Investasi Emas
120 PT CD Angel Indonesia    Investasi Berjangka, Saham Luar Negeri
121 PT Central Capital Futures  Investasi Berjangka dan Komoditi
122 PT Cyber Futures                  Investasi Berjangka dan Komoditi
123 PT Divan Tour Travel            Investasi Uang
124 PT East Cape Mining Corporation (ECMC)  Investasi Emas
125 PT Eka Pioneer Groupindo   Investasi Berjangka, legalitas dipertanyakan
126 PT Elang Nusantara Investama Investasi Uang
127 PT Energy Karya Guna Madani   Investasi Singkong
128 PT Exist Assettindo  Investasi Uang
129 PT Fattriyal  Investasi Uang, legalitas dipertanyakan
130 PT Fine Gold Indonesia  Investasi Emas
131 PT Futurindo Ventura Sejahtera (Futura) Investasi Uang, Penawaran Investasi
132 PT Global Media Nusantara      Investasi Tanaman/Perkebunan
133 PT Gold Bullion Indonesia (GBI)    Investasi Emas
134 PT Golden Bird   Investasi Emas
135 PT Golden Mandiri Investama  Investasi Emas
136 PT Golden Mining Indonesia   Investasi Emas
137 PT Golden Tradder Indonesia Syariah (GTIS)  Investasi Emas
138 PT Goldenmakmur Citra Sejahtera  Investasi Emas
139 PT Gombol Investasi Mandiri  Investasi Uang, Informasi mengenai Investasi
140 PT Gracia Invexindo  Investasi Uang, Pengumpulan dana
141 PT Harfam Jaya Makmur (http://harfam.co.id/)   Investasi Tanaman/Perkebunan Jati
142 PT Hidup Makmur Terencana   Investasi Uang, berupa dana keagamaan umat Kristiani
143 PT Hutara Surya Pratiwi  Investasi Tanaman/Perkebunan
144 PT IHS                            Investasi Uang

October 24, 2014

‘Catut’ Nama Toga dan Tomas, Investasi Bodong Berhasil Jerat Banyak Peserta

Dana Aditiasari – detikfinance
Jumat, 24/10/2014 09:53 WIB
Halaman 1 dari 2

//images.detik.com/content/2014/10/24/5/rupiah3.jpg
Palembang -Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mengawasi praktik-praktik penipuan berkedok investasi alias investasi bodong di berbagai daerah. Dari pengawasan tersebut diperoleh temuan yang cukup menarik.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad menyebut, salah satu trik jitu yang sering membuat orang terjerumus adalah karena penawaran investasi bodong ini menggunakan toga dan tomas. Apa itu toga dan tomas?

“Yang pertama itu banyak yang menawarkan investasi bodong itu membawa gambar atau pendekatan dari tokoh-tokoh agama atau kita sebut toga,” kata Muliaman dalam pidatonya di depan Mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri), Palembang, Jumat (24/10/2014).

Nama atau foto toga itu, lanjut Muliaman, berhasil menjebak ribuan orang di berbagai daerah. “Seolah-olah tokoh agama ini mendukung produk investasi yang mereka tawarkan, sehingga masyarakat banyak yang terjerumus. Contoh produknya adalah gadai emas,” ungkapnya.

Selain toga, tambah Muliaman, penawaran investasi bodong juga kadang ‘mencatut’ nama tokoh masyarakat alias tomas.

“Tokoh masyarakat kita kemudian sebutnya tomas. Karena membawa-bawa tomas, investasi jadi laku padahal izinnya tidak jelas, kemudian mekanismenya tidak jelas,” sebut dia.

Untuk itu, menurut Muliaman, penting bagi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuannya terhadap industri jasa keuangan. “Jadi kalau menawarkan produk yang sangat tinggi nilai bunganya, tolong berhati-hati,” tegas dia

Sebelumnya, ia mengungkapkan bahwa ada 3 hal dasar yang harus dilakukan seseorang bila menerima penawaran investasi.

Pertama adalah lihat kewajarannya dari sisi bunga yang ditawarkan. Sebuah penawaran investasi dianggap tidak wajar apabila bunga yang ditawarkan melebihi tingkat sukubunga yang umum berlaku di pasar keuangan.

Kedua adalah dari sisi persyaratan. “Bagaimana menyetor, bagaimana menarik, itu tolong diperhatikan,” sambungnya.

Ketiga adalah pastikan keabsahan hukum baik lembaga investasi maupun produk investasi yang ditawarkan. “Itu bisa di cek di call center OJK 1500655,” kata Muliaman.

May 28, 2014

Purdi Chandra Ditahan, Primagama Tak Goyang  

b7c71-purdi-e-chandra

Ilustrasi Kantor Pelayanan Pajak. TEMPO/Nickmatulhuda

 

TEMPO.COYogyakarta – Meski pendiri Primagama, Purdi E. Chandra, ditahan di Rumah Tahanan Wirogunan Yogyakarta atas tuduhan mengemplang pajak, ratusan cabang lembaga pendidikan yang berjalan dengan sistem waralaba di berbagai kota itu tetap berjalan. Purdi yang juga dikenal sebagai motivator itu dituduh mengemplang pajak sebesar Rp 1,2 miliar. (Baca juga:Bekerja Sesuai Panggilan Jiwa)

“Itu kelalaian pribadi dia, tidak ada sangkut pautnya dengan Primagama,” kata Direktur Primagama Grup Nur Ahmad Afandi, Selasa, 27 Mei 2014.

Nur yang juga kerabat Purdi ini mengatakan Primagama tidak menunjuk pengacara yang akan mendampingi Purdi. Sebab, bos Primagama itu mempunyai penasihat hukum pribadi. “Semoga kasus ini segera selesai,” kata bekas anggota DPRD DIY itu.

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Daerah Istimewa Yogyakarta mempidanakan Purdi karena pada 2004 dan 2005 dianggap memanipulasi laporan surat pemberitahuan tahunan (SPT) pajak. Jumlah total pajak yang tidak dibayar Purdi yakni Rp 1,2 miliar.

Penyidik Pegawai Negeri Sipil menelisik kasus penggelapan pajak ini. Setelah berkas lengkap, Purdi dijerat dengan Pasal 39 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2000 tentang pajak dengan ancaman hukuman enam tahun dan denda empat kali jumlah pajak terutang.

Dalam penyelidikan, Purdi diketahui tidak melaporkan seluruh penghasilan yang diperoleh dalam SPT pajak penghasilan. Ia sudah diperingatkan tiga kali, tapi tetap tidak mau membayar pajak terutang.

Kasus ini diserahkan ke Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta dan jaksa memerintahkan penjemputan paksa dan penahanan terhadap Purdi. “Upaya hukum  untuk memberikan efek jera dan memberikan rasa keadilan bagi wajib pajak yang patuh,” kata Direktur Intelijen dan Penyelidikan Direktorat Jenderal Pajak Kantor Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta Yuli Kristianto.

M. SYAIFULLAH

May 2, 2014

Bisnis VSI Milik Yusuf Mansur Dinilai Ilegal

Ente memang benar bisnis yang paling ciamik dan untungnya legit adalah bisnis dengan embel embel Agama, Mangkanya ente juga nggak ada kapoknya untuk mencoba terus walaupun sudah dinilai ILEGAL..  Sebenernya kalau main lebih gila ente bisa bilang eh ilegal kata siapa ?? Kalau percaya sama Ana, dan Tuhannya Ana bisnis ini Legal. lagi

Masyarakat yang masih rendah pendidikannya memang pasar yang paling renyah untuk bisnis dengan embel embel  agama.  Nggak tanggung tanggung MUI saja juga mencoba peruntungan dengan PT GTIS nya jualan investasi emas syariah.. Hehehe… sekarang semua orang ketipu mentah mentah..

 

 

 

Ekonomi / Keuangan

Jumat, 2 Mei 2014 | 15:36 WIB
NOVA/ROMY PALARYusuf Mansur

JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah tawaran investasinya di bisnis perhotelan kena tegur Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rupanya Yusuf Mansur tidak jera mengajak umat untuk berbisnis bersama.

Pada 22 Agustus 2013, sang Ustaz meresmikan bisnis barunya di bawah payung PT Veritra Sentosa Internasional (VSI). Tidak perlu waktu lama, bisnis VSI menyebar lewat dunia maya. Sayang, belum genap setahun, masalah sepertinya sudah mulai muncul.

Simak saja cuit sang Ustaz di linimasa Twitter. Pada Selasa (1/5/2014) sore, pemilik akun @Yusuf_Mansur itu menulis, “yg slh ttp sy. gpp. tp soal deposit VSI ga mungkin ilang. 90% sbb kslhn konfirmasi sj. next will be better. maafin ya. VSI brproses.”

Rupanya, Yusuf menuliskan hal itu lantaran para mitra VSI tidak bisa melakukan transaksi dengan VPay, yang merupakan alat pembayaran berbagai jasa di VSI.

Pernyataan itu langsung mendapat respons seru dari sejumlahfollower berjuluk Ustad Sedekah ini. Ada yang mendoakan. Ada pula yang bertanya tentang apa itu VSI. Pemilik akun @Kakasi46 menulis, “@Yusuf_Mansur knp kalau mslh uang, bisnisny slalu mslah yah? Dngerin crmh agamanya aja. Bisnisny jngn. #slow.”

Lantas, apa sebenarnya bisnis VSI? VSI mengklaim sebagai penyedia jasa transaksi online untuk pembayaran listrik, pulsa telepon seluler, tagihan PDAM, televisi berbayar, hingga zakat. Untuk itu, VSI menjaring mitra dengan iming-iming bisa membayar banyak tagihan tersebut secara gratis. Padahal, investasinya sangat mungil, yakni mulai dari Rp 275.000 hingga sekitar Rp 8,5 juta.

Modal kecil beriming-iming bonus lumayan

Lebih jelasnya, VSI menawarkan 5 paket kemitraan. Paket Basic, mitra cukup menyetor modal Rp 275.000. Dengan modal ini, mitra mendapatkan kepemilikan satu fasilitas VPay yang berlaku seumur hidup dan dapat diwariskan.

Paket Silver, mitra memperoleh 3 fasilitas VPay plus cash backalias dana tunai Rp 75.000 plus deposit VPay sebesar Rp 50.000. Syaratnya, mitra menyetor Rp 825.000.

Paket Gold, mitra memperoleh tujuh fasilitas VPay serta dana tunai Rp 225.000 dan deposit Rp 170.000. Modalnya, Rp 1.925.000.

Paket Platinum, mitra memperoleh 15 unit VPay plus dana tunai Rp 675.000 dan deposit VPay sebesar Rp 450.000. Untuk itu, mitra mesti berinvestasi Rp 4.125.000.

Terakhir, paket Titanium dengan modal Rp 8.525.000. Di sini, mitra mendapat 31 fasilitas VPay, dana tunai Rp 1.635.000, dan deposit VPay Rp 1.090.000.

Tidak cukup sampai di situ, iming-iming VSI bertaburan, mulai dari jalan-jalan ke luar negeri hingga mobil seharga Rp 5 miliar. Caranya, mitra mesti mencari “kaki” sebanyak 500 di kiri dan 500 di kanan. Di posisi ini, status mitra bukan lagi sebagai sponsor, tetapi leader.

Setiap menggaet orang baru, si mitra mendapat bonus sebesar Rp 50.000, terdiri atas uang tunai Rp 30.000 dan deposit VPay Rp 20.000. Setelah berhasil mengajak mitra baru, status si mitra lama tadi menjadi sponsor. Dan, apabila mitra baru yang digaet berhasil mengajak dua orang baru, sang sponsor di atasnya akan mendapatkan bonus Rp 25.000.

Perinciannya, Rp 13.000 berupa dana tunai dan Rp 12.000 berupa deposit VPay. Namun, bonus dana tunai tadi baru bisa dicairkan bila nilainya sudah melewati angka Rp 150.000.

Berkat popularitas Yusuf Mansur sebagai ustaz dan promosi yang gencar lewat dunia maya, terutama media sosial, bisnis VSI tumbuh bongsor. VSI mengklaim, sekitar 45.000 mitra alias anggota telah bergabung.

Sejumlah mitra mengaku merasakan manfaat bisnis ini. Wawan Pradipta, salah satunya. Ia menjadi mitra VSI sejak tujuh bulan silam. Ia membeli paket Rp 275.000. Dengan mengajak istri dan sanak saudara, kini Wawan memiliki 150 mitra di dalam jaringannya.

Namun, Wawan mengaku, bonus yang ia terima saban bulan belum begitu besar. “Paling banyak Rp 1,5 juta. Itu pun harus bersusah payah memotivasi kaki-kaki saya,” ujar lelaki asal Palembang ini.

Harun Dermawi mengungkapkan pengalaman serupa. Setelah dua bulan bergabung, kini ia telah memiliki 20 mitra. Ia mengaku tertarik menjadi mitra lantaran sosok pendirinya adalah Ustaz Yusuf Mansur yang terkenal. Dus, bisnis ini bisa menarik banyak orang. “Apalagi bisnisnya terlihat sederhana dengan menjual produk sehari-hari, seperti voucer pulsa dan listrik,” jelas Harun.

Toh, Harun tidak menjadikan bisnis ini sebagai mata pencarian utama. Apalagi, sistem pembayaran VPay sering macet. “VPay itu sering hang kalau di jam-jam sibuk,” ungkapnya.

Termasuk skema money game?

Sekilas, bisnis VSI terlihat seperti bisnis multilevel marketing(MLM). Sebab, bisnis ini berkembang dengan cara menjaring mitra-mitra baru. Namun, benarkah ini MLM?

Di sini, masyarakat sebaiknya waspada. Sebab, banyak skema piramida atau money game yang menyaru sebagai bisnis MLM. Bisnis MLM mewajibkan penjualan produk yang jelas. Sementara, bila kita cermati, bonus imbalan keberhasilan merekrut anggota jaringan yang baru masih menjadi andalan pendapatan anggota VSI.

Ketua Umum Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) Djoko Komara menyebut, bisnis VSI berlangsung ilegal. Ia menilai, Yusuf tidak mengerti sejumlah aturan mengenai pendirian perusahaan direct selling atau MLM. “Salah-salah, nanti bisnis ini malah masuk dalam kategori investasi bodong,” ujar dia.

Pakar ekonomi syariah Setiawan Budi Utomo pun menyoroti produk VPay dan skema pemberian bonus yang nilainya tak sesuai dengan nominal pembelian. Jadi, meski berkedok agama, ia meminta agar masyarakat tetap waspada. “Biasanya bisnis semacam ini hanya akan menguntungkan maksimal 20 persen peserta, yang mereka adalah anggota lama dan pemilik bisnis,” jelas dia.

Menghadapi tudingan-tudingan miring itu, Yusuf cuma berkilah pendek, “Doain, ya. Ini buat Indonesia.”

Bagaimanapun, urusan duit kita harus waspada. (Diemas Kresna Duta, Mona Tobing)

April 14, 2014

OJK harus Awasi Investasi Bodong

OJK harus Awasi Investasi Bodong
www.inilah.comonFollow on Google+

 

Monkey business  makin merajalela nih.. Tukang tipu (investment abal-abal) memang lebih cerdik mengemas pepesan busuknya, segala cara mulai dengan embel embel Syariah sampai penasihat keuangan ( PT Quantum Magna Finansial)
Headline

(Foto: inilahcom)
Oleh: Wiyanto
ekonomi – Senin, 14 April 2014 | 14:20 WIB

INILAHCOM, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus dapat mengawasi dengan ketat lembaga investasi. Sebab masih ada yang menjadi korban penipuan investasi.

Menurut Kepala Ekonom Bank Negara Indonesia (BNI), Ryan Kiryanto investasi bodong seharusnya tidak terjadi kembali. “Tadi pagi saya baca masih ada korban investasi bodong. Ke depan harusnya tidak ada lagi muncul investasi bodong,” ujar Ryan saat seminar tentang MASA DEPAN GROUP KEUANGAN PERBANKAN di Jakarta, Senin (14/4/2014).

Ryan menyebutkan dengan adanya investasi bodong kembali menyebabkan ada pihak yang mendapatkan ke rugian. “Ini PR untuk pemerintahan baru nanti. Jadi perlu digali lebih tajam apa penyebabnya. Ini menjadi pengawasan OJK,” kata Ryan.

Ryan mengatakan OJK perlu mengawasi lembaga investasi lagi dengan ketat. “Jangan muncul kasus dulu, baru bereaksi. Perlu diindentifikasi produk-produk mana yang potensial sehingga tidak merugikan nasabah,” ucap Ryan.

Makanya tidaklah mengherankan kalau terjadi penipuan investasi emas. Ini kali yang ke sekian terjadi penipuan investasi. “Muncul investasi bodong karena kepiawaian si pelaku karena regulasinya blur, nggak jelas, jadi ini kasus terus menggelinding dan belum clear,” jelas Ryan.

Penipuan investasi bisa berawal dari rekomendasi investasi seperti yang menimpa seorang artis. Instrumen investasi seharusnya di pasar yang memiliki aturan ketat. Apabila belum dipagari dengan banyak aturan maka bisa memicu risiko yang tinggi. Sebab dapat menawarkan keuntungan di atas bunga deposito. Walaupun saat itulah risikonya kian dekat. [hid]

 

++++++++++++

 

Ferdy Hasan Sebut Rugi Rp 12 Miliar Gara-gara Investasi di Sini

Mahardian Prawira Bhisma – detikfinance
Senin, 14/04/2014 16:58 WIB
Halaman 1 dari 2
https://i2.wp.com/images.detik.com/content/2014/04/14/5/ferdyhasan.jpg
Jakarta -Malang nasib presenter kondang Ferdy Hasan. Ingin berinvestasi untuk masa tua tapi uangnya malah lenyap gara-gara perusahaan tempat berinvestasinya bermasalah.

Ferdy mengaku ikuti saran CEO QM (Quantum Magna) Ligwina Hananto dalam berinvestasi, yaitu di PT Trimas Mulia dan PT Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS), dan CV Panen Mas. Tiga perusahaan itu kini diradang masalah.

“Ini kan saya ikutin (financial) planner yang kompeten dan begini hasilnya,” kata Ferdy kepada detikFinance di Menara Allianz Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (14/4/2014).

“Ya rugi Rp 12 miliar mas, minus nilai kapitalnya. Yang GTIS orangnya kabur, yang Agro (Panen Mas) orangnya dipenjara, yang kabur ke luar itu enggak ada kabarnya,” tambahnya.

Trimas mulia adalah perusahaan jual beli emas, simpan gadai emas, dan transaksi emas dunia secara online. Perusahaan yang beroperasi di bawah pimpinan Yoga Dendawancana ini mulai menarik nasabah Desember 2011.

Skema investasinya, nasabah membeli emas dengan nilai 25% lebih mahal dari harga pasaran PT Logam Mulia. Emas ini kemudian digadai ke Trimas Mulia dengan komisi 2-6% tiap bulan tergantung periode investasi.

Di akhir tenor nasabah akan dapat cash back senilai 25-30% dari emas pada transaksi awal digadai. Sejak April 2013 Trimas gagal bayar kepada nasabahnya.

Ferdy Hasan Sebut Rugi Rp 12 Miliar Gara-gara Investasi di Sini

Mahardian Prawira Bhisma – detikfinance
Senin, 14/04/2014 16:58 WIB
Halaman 2 dari 2
Sedangkan GTIS merupakan perusahaan jual beli emas yang pendirinya (Michael) Ong Hang Chun membawa lari uang perusahaan dan emas nasabah ke luar negeri. Skema investasinya hampir sama dengan Trimas Mulia.

Dengan jaminan memegang fisikemas, investor bisa dapat imbal hasil sebesar 1,5-2,5% per bulan tergantung masa kontrak. Imbal hasil ini lebih tinggi jika tanpa jaminan emas fisik, yaitu sebesar 4,5-5,4%.

GTIS mulai bermasalah sejak pembayaran bonus nasabah mulai mandek pada 25 Februari 2013. Ternyata belakangan diketahui Michael Ong membawa lari uang perusahaan dan emas nasabah ke luar negeri bersama Direktur GTIS Desmond Yap dan dua kerabatnya.

Sementara CV Panen Mas tidak bergerak di industri emas, melainkan perkebunan dan peternakan. Ferdy berinvestasi dalam bentuk produk Singkong Super, Burung Puyuh, dan Ayam Super.

Direktur utama perusahaan agribisnis ini, Ari Pratomo, sudah ditangkap pihak kepolisian pada November 2013 lalu karena gagal mengembalikan dana nasabah sesuai yang dijanjikan.

Perusahaan ini menawarkan investasi di produk pertanian dan peternakan yang bisa memberi imbal hasil kurang dari satu tahun. Tapi yang terjadi adalah kurang dari setahun sudah bermasalah.

Menanggapi tudingan Ferdy bahwa QM Financial adalah pihak yang membuatnya rugi, Kuasa Hukum QM Financial Eri Hertiawan mengatakan saran investasi yang diberikan oleh QM Financial hanya sekedar rekomendasi. Keputusan dan risiko ada sepenuhnya di tangan investor.

“Yang penting adalah ada satu hal yang tidak bisa QM disclose (diungkap) seenaknya, itu tetap ditaati. Sebenarnya, yang diberikan QM sekadar rekomendasi. Kemudian dari rekomendasi itu bisa dilakukan keputusan, itu di luar kita. Harusnya ini tidak bisa dipermasalahkan. Keputusan sepenuhnya ada di investor,” ujar Eri kepada detikFinance.

Eri mengatakan, investor harusnya jangan cuma tahu untung saja, namun ada juga risiko yang terkandung dalam investasi yang dijalaninya. “Jadi jangan hanya mikir untungnya saja, terus ketika ada risiko teriak-teriak. Ini beda dengan deposito yang untungnya sudah ditetapkan, kalau investasi ada fluktuasi. Jadi harus melihat faktor risiko,” kata Eri.

++++
Jadi QM rekomendasinya mengerikan sekali dong..
March 19, 2014

MUI Akui Kecolongan Soal Investasi Bodong GTIS

Bisnis menjual  Agama memang paling moncer !  Sangking moncernya bisnis abal abalpun bisa dijual.
MUI sudah kehilangan wibawa sebagai lembaga agama. Urusan yang paling penting saja seperti soal label sudah gagal total apalagi mengurus soal investasi emas hehehe.. Urus saja “mas mas” Jawa supaya nggak jadi teroris !
RABU, 19 MARET 2014 | 08:28 WIB

MUI Akui Kecolongan Soal Investasi Bodong GTIS  

Gerai emas Golden Traders Indonesia Syariah di Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

TEMPO.CO Jakarta – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsudin, mengakui lembaganya kecolongan dalam mengawasi praktek investasi bodong PT Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS).

Din mengatakan terbatasnya tenaga dan wewenang Dewan Syariah untuk melakukan pengawasan memperbesar peluang penipuan berkedok sertifikat halal seperti GTIS. “Dalam kasus GTIS ini, kami memang kecolongan,” kata dia, saat menemui puluhan korban GTIS di kantornya, Selasa, 18 Maret 2014.

Din mengatakan salah satu kelemahan MUI adalah tidak bisa mengawasi perilaku para pemegang sertifikat halal atau syariah. Namun, Din mengatakan wewenang pengawasan lembaga yang memiliki sertifikat syariah memang tidak cuma dilakukan MUI. “Itu urusan pemerintah, kami hanya mengeluarkan fatwa.” (baca:Tergiur Label MUI, Nasabah Tertipu Investasi Emas).

Din mencontohkan, pengawasan pemegang sertifikat syariah di sektor keuangan dilakukan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. Sedangkan pemegang sertifikat halal makanan diawasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Wakil Ketua MUI, Ma’ruf Amin, mengatakan persoalan pengawasan praktek syariah di lembaga keuangan sulit dilakukan. MUI, kata dia, tidak punya tenaga memadai untuk mengawasi praktek syariah di lembaga-lembaga yang telah disertifikasi. “Kami hanya mengevaluasi sertifikatnya setiap dua tahun sekali karena lembaga-lembaga itu wajib memperbaharui sertifikatnya,” ujar Ma’ruf.

Seperti diberitakan sebelumnya, para nasabah GTIS kehilangan uang setelah dua petinggi GTIS, Michael Ong serta Edward Soong, kabur. Dua warga Malaysia ini diduga membawa uang nasabah senilai hampir Rp 1 triliun pada awal 2013. Mereka menjalankan praktek investasi dan jual beli emas, tetapi dengan sistem transaksi tanpa barang. (baca: DPR Tagih Tanggung Jawab MUI dalam Kasus GTIS).

Puluhan nasabah yang berasal dari Jakarta, Bandung, dan Surabaya ini awalnya ingin berdemonstrasi. Mereka meminta MUI ikut bertanggung jawab karena telah mengeluarkan label syariah untuk GTIS. MUI juga dinilai bertanggung jawab karena diduga menyimpan uang dari GTIS melalui Yayasan Dana Dakwah Pembangunan.

PRAGA UTAMA

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 88 other followers