Archive for ‘Perlindungan Konsumen’

April 14, 2014

OJK harus Awasi Investasi Bodong

OJK harus Awasi Investasi Bodong
www.inilah.comonFollow on Google+

 

Monkey business  makin merajalela nih.. Tukang tipu (investment abal-abal) memang lebih cerdik mengemas pepesan busuknya, segala cara mulai dengan embel embel Syariah sampai penasihat keuangan ( PT Quantum Magna Finansial)
Headline

(Foto: inilahcom)
Oleh: Wiyanto
ekonomi – Senin, 14 April 2014 | 14:20 WIB

INILAHCOM, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus dapat mengawasi dengan ketat lembaga investasi. Sebab masih ada yang menjadi korban penipuan investasi.

Menurut Kepala Ekonom Bank Negara Indonesia (BNI), Ryan Kiryanto investasi bodong seharusnya tidak terjadi kembali. “Tadi pagi saya baca masih ada korban investasi bodong. Ke depan harusnya tidak ada lagi muncul investasi bodong,” ujar Ryan saat seminar tentang MASA DEPAN GROUP KEUANGAN PERBANKAN di Jakarta, Senin (14/4/2014).

Ryan menyebutkan dengan adanya investasi bodong kembali menyebabkan ada pihak yang mendapatkan ke rugian. “Ini PR untuk pemerintahan baru nanti. Jadi perlu digali lebih tajam apa penyebabnya. Ini menjadi pengawasan OJK,” kata Ryan.

Ryan mengatakan OJK perlu mengawasi lembaga investasi lagi dengan ketat. “Jangan muncul kasus dulu, baru bereaksi. Perlu diindentifikasi produk-produk mana yang potensial sehingga tidak merugikan nasabah,” ucap Ryan.

Makanya tidaklah mengherankan kalau terjadi penipuan investasi emas. Ini kali yang ke sekian terjadi penipuan investasi. “Muncul investasi bodong karena kepiawaian si pelaku karena regulasinya blur, nggak jelas, jadi ini kasus terus menggelinding dan belum clear,” jelas Ryan.

Penipuan investasi bisa berawal dari rekomendasi investasi seperti yang menimpa seorang artis. Instrumen investasi seharusnya di pasar yang memiliki aturan ketat. Apabila belum dipagari dengan banyak aturan maka bisa memicu risiko yang tinggi. Sebab dapat menawarkan keuntungan di atas bunga deposito. Walaupun saat itulah risikonya kian dekat. [hid]

 

++++++++++++

 

Ferdy Hasan Sebut Rugi Rp 12 Miliar Gara-gara Investasi di Sini

Mahardian Prawira Bhisma - detikfinance
Senin, 14/04/2014 16:58 WIB
Halaman 1 dari 2
http://images.detik.com/content/2014/04/14/5/ferdyhasan.jpg
Jakarta -Malang nasib presenter kondang Ferdy Hasan. Ingin berinvestasi untuk masa tua tapi uangnya malah lenyap gara-gara perusahaan tempat berinvestasinya bermasalah.

Ferdy mengaku ikuti saran CEO QM (Quantum Magna) Ligwina Hananto dalam berinvestasi, yaitu di PT Trimas Mulia dan PT Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS), dan CV Panen Mas. Tiga perusahaan itu kini diradang masalah.

“Ini kan saya ikutin (financial) planner yang kompeten dan begini hasilnya,” kata Ferdy kepada detikFinance di Menara Allianz Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (14/4/2014).

“Ya rugi Rp 12 miliar mas, minus nilai kapitalnya. Yang GTIS orangnya kabur, yang Agro (Panen Mas) orangnya dipenjara, yang kabur ke luar itu enggak ada kabarnya,” tambahnya.

Trimas mulia adalah perusahaan jual beli emas, simpan gadai emas, dan transaksi emas dunia secara online. Perusahaan yang beroperasi di bawah pimpinan Yoga Dendawancana ini mulai menarik nasabah Desember 2011.

Skema investasinya, nasabah membeli emas dengan nilai 25% lebih mahal dari harga pasaran PT Logam Mulia. Emas ini kemudian digadai ke Trimas Mulia dengan komisi 2-6% tiap bulan tergantung periode investasi.

Di akhir tenor nasabah akan dapat cash back senilai 25-30% dari emas pada transaksi awal digadai. Sejak April 2013 Trimas gagal bayar kepada nasabahnya.

Ferdy Hasan Sebut Rugi Rp 12 Miliar Gara-gara Investasi di Sini

Mahardian Prawira Bhisma - detikfinance
Senin, 14/04/2014 16:58 WIB
Halaman 2 dari 2
Sedangkan GTIS merupakan perusahaan jual beli emas yang pendirinya (Michael) Ong Hang Chun membawa lari uang perusahaan dan emas nasabah ke luar negeri. Skema investasinya hampir sama dengan Trimas Mulia.

Dengan jaminan memegang fisikemas, investor bisa dapat imbal hasil sebesar 1,5-2,5% per bulan tergantung masa kontrak. Imbal hasil ini lebih tinggi jika tanpa jaminan emas fisik, yaitu sebesar 4,5-5,4%.

GTIS mulai bermasalah sejak pembayaran bonus nasabah mulai mandek pada 25 Februari 2013. Ternyata belakangan diketahui Michael Ong membawa lari uang perusahaan dan emas nasabah ke luar negeri bersama Direktur GTIS Desmond Yap dan dua kerabatnya.

Sementara CV Panen Mas tidak bergerak di industri emas, melainkan perkebunan dan peternakan. Ferdy berinvestasi dalam bentuk produk Singkong Super, Burung Puyuh, dan Ayam Super.

Direktur utama perusahaan agribisnis ini, Ari Pratomo, sudah ditangkap pihak kepolisian pada November 2013 lalu karena gagal mengembalikan dana nasabah sesuai yang dijanjikan.

Perusahaan ini menawarkan investasi di produk pertanian dan peternakan yang bisa memberi imbal hasil kurang dari satu tahun. Tapi yang terjadi adalah kurang dari setahun sudah bermasalah.

Menanggapi tudingan Ferdy bahwa QM Financial adalah pihak yang membuatnya rugi, Kuasa Hukum QM Financial Eri Hertiawan mengatakan saran investasi yang diberikan oleh QM Financial hanya sekedar rekomendasi. Keputusan dan risiko ada sepenuhnya di tangan investor.

“Yang penting adalah ada satu hal yang tidak bisa QM disclose (diungkap) seenaknya, itu tetap ditaati. Sebenarnya, yang diberikan QM sekadar rekomendasi. Kemudian dari rekomendasi itu bisa dilakukan keputusan, itu di luar kita. Harusnya ini tidak bisa dipermasalahkan. Keputusan sepenuhnya ada di investor,” ujar Eri kepada detikFinance.

Eri mengatakan, investor harusnya jangan cuma tahu untung saja, namun ada juga risiko yang terkandung dalam investasi yang dijalaninya. “Jadi jangan hanya mikir untungnya saja, terus ketika ada risiko teriak-teriak. Ini beda dengan deposito yang untungnya sudah ditetapkan, kalau investasi ada fluktuasi. Jadi harus melihat faktor risiko,” kata Eri.

++++
Jadi QM rekomendasinya mengerikan sekali dong..
February 20, 2014

Investasi Bodong dan Ligwina

Ngapain Ligwina ( penasihat keuangan celebritis ) ini menginvest di sebuah CV  yang track record tidak jelas.
 Agak mencurigakan sih, kecuali dia ikut bermain dgn si empunya CV . Jaman sekarang harus berhati hati dengan  tokoh agama (ingat  Yusuf Mansur dan MUI yang memberi ijin PT Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS) ), bisnis ( Purdi Chandra), tokoh politik ( investasi saham di usaha Bakrie   harus dihindari) dan finansial planner ( yang ternama sekalipun macam Ligwina) . Sudahlah kalau mau investasi yang paling aman adalah deposito,  dan investasi saham tanpa broker yang lain sih hanya MONKEY BUSINESS .

INVESTASI BODONG

Tersangkut Panen Mas, OJK akan panggil QM

Oleh Amailia Putri Hasniawati - Selasa, 25 Februari 2014 | 07:02 WIB
Tersangkut Panen Mas, OJK akan panggil QM

JAKARTA. Penawaran produk investasi bodong CV Panen Mas yang menyeret-nyeret PT Quantum Magna (QM) Financial memasuki babak baru. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana memanggil perusahaan perencana keuangan yang telah mereferensikan produk Panen Mas kepada kliennya tersebut.

Sumber KONTAN di OJK membisikkan, pihaknya sedang menyiapkan surat pemanggilan kepada QM Financial. “Pekan ini, rencananya kami akan panggil,” ujarnya, Senin (24/2).

Saat ini, katanya, OJK masih mempelajari lebih lanjut mengenai prinsip-prinsip dan mekanisme kerja perencana keuangan. Asal tahu saja, perencana keuangan bukan profesi yang berada di bawah pengawasan OJK.

Seperti diketahui, QM Financial mereferensikan sejumlah produk investasi kepada kliennya, seperti investasi perkebunan dan peternakan milik CV Panen Mas, dan investasi emas milik Golden Traders Syariah (GTIS). Belakangan diketahui, pemilik kedua perusahaan tersebut melarikan dana nasabahnya.

Chief executive officer (CEO) QM Financial, Ligwina Hananto mengaku siap bertemu OJK. “Kami siap menghadap, jika dipanggil. Ini justru bagus, karena sejak lama kami juga ingin bertemu,” katanya ketika berkunjung ke Redaksi KONTAN, Senin (24/2).

Ligwina menyatakan sebelum mereferensikan produk Panen Mas dan GTIS kepada klien, pihaknya sudah melakukan verifikasi mengacu standar yang berlaku di QM. Ada lima tahap pengecekan, yakni keberadaan aset dasar (underlying asset), risikotest case, tujuan investasi, dan cek insideatau outside plan.

Menurut Ligwina, ketika QM Financial mencoba investasi di GTIS pada 2011, dan Panen Mas pada 2012, pihaknya mendapat keuntungan seperti yang dijanjikan. “Selama proses verifikasi, kami tidak mencurigai sedikitpun skema ponzi. Kalaupun terjadi skenario terburuk di GTIS setidaknya investor memegang emas fisik,” ungkapnya.

Meski QM Financial sudah menjalankan sejumlah proses verifikasi, rupanya tidak menjamin produk yang direferensikan bebas unsur penipuan.

“Pada Panen Mas, verifikasi kami salah. Karena memang kami tidak bisa menebak malicious intent(niat jahat) si pemilik produk,” ujarnya.

Meski begitu, ia mengaku, sudah menjabarkan risiko investasi yang mungkin terjadi kepada klien, termasuk kepada Hery Paska. Sekadar mengingatkan, Hery adalah klien QM Financial yang mengaku merugi ratusan juta rupiah setelah menanamkan dana di Panen Mas.

Investasi Bodong, Ligwina-Klien Sepakat Damai

RABU, 19 FEBRUARI 2014 | 13:10 WIB

Investasi Bodong, Ligwina-Klien Sepakat Damai  

Ligwina Poerwo-Hananto. dok TEMPO/Rosdianahangka

TEMPO.COJakarta - Kasus dugaan penipuan investasi yang melibatkan perencana keuangan PT Quantum Magna, Ligwina Hananto, telah masuk jalur penyelesaian. Ligwina mengatakan proses penyelesaian hukum kepada pemilik CV Panen Mas, Ari Pratomo, hingga saat ini masih terus berlanjut. “Dan penyelesaian permasalahan keuangan sudah tersedia dan disetujui oleh Hery, klien kami,” tulis Ligwina dalam situs perusahaannya pada Rabu, 19 Februari 2014.

Menurut Ligwina, dalam memberikan jasa perencanaan keuangan, dia selalu berusaha menyampaikan hal-hal yang patut dipertimbangkan dan risiko atas suatu investasi yang dibahas bersama, sesuai dengan kebutuhan dan permintaan setiap klien. Perihal rekomendasi, ilustrasi, analisis maupun hasil diskusi, ujar dia, tidak ada kewajiban atau paksaan bagi klien untuk mengikuti suatu investasi tertentu. “Keputusan untuk mengikuti suatu investasi sepenuhnya berada pada klien,” katanya. (Baca juga: Kasus Panen Mas, Ini Tip Hindari Investasi Bodong)

Ligwina mengatakan akan menyelesaikan persoalan ini secara hukum. Dalam pelayanannya kepada klien, ia mengaku menjunjung tinggi etika kerja dalam membantu dan merencanakan investasi keuangannya dan melindunginya sesuai keahlian. “Kami selalu mengedepankan solusi sesuai dengan kebutuhan klien,” ucapnya.

Kasus yang melibatkan Ligwina ini bermula ketika Ari Pratomo, pemilik CV Panen Mas, kabur membawa dana investasi nasabah. Dalam pernyataannya kepada Tempo, Ligwina menegaskan CV Panen Mas bukanlah perusahaan bodong. Perusahaan itu memang bergerak di bidang perkebunan dan peternakan. Ketika mensurvei perusahaan yang bergerak di bidang agrobisnis itu, dia mendapati kebun dan kandang milik perusahaan tersebut. (Lihat juga: Ligwina: Panen Mas Bukan Usaha Investasi Bodong)

Masalah muncul, kata Ligwina, ketika pemilik CV Panen Mas, Ari Pratomo, kabur membawa uang nasabah. “Ini ada kesalahan dalam manajemen perusahaan saja. Di tengah jalan dia kabur dan buron,” kata Ligwina melalui pesan pendek kepada Tempo, Senin, 17 Februari 2014.

Kaburnya Ari inilah yang kemudian memunculkan dugaan penipuan investasi. Nah, terakhir kali Ligwina berkomunikasi dengan Ari pada November tahun lalu. Saat itu dia bertemu Ari di dalam penjara di Sukabumi. “Kami menemuinya karena khawatir tidak ada solusi untuk klien,” katanya. (Berita terkait : Apa Kata Ligwina atas Dugaan Penipuan Investasi?)

Hery adalah warga Bandung, salah satu nasabah Panen Mas. Dalam rubrik pembaca sebuah harian nasional, Hery mengungkapkan kekesalannya karena merasa ditipu oleh Ligwina. Pasalnya, perancang keuangan inilah yang menawarkan CV Panen Mas sebagai tempat berinvestasi kepada Hery. Namun, dalam perjalanannya, pemilik Panen Mas kabur. Hery mengaku rugi sampai ratusan juta dalam investasi tersebut.

NURUL MAHMUDAH | ERWAN HERMAWAN

++++++++++++++++

SELASA, 18 FEBRUARI 2014 | 12:02 WIB

Kasus Panen Mas, Ini Tip Hindari Investasi Bodong

Kasus Panen Mas, Ini Tip Hindari Investasi Bodong

Ilustrasi uang rupiah. TEMPO/Subekti

TEMPO.COJakarta - Dugaan terjadinya praktek investasi bodong kembali muncul. Ari Pratomo, pemilik CV Panen Mas, kabur membawa uang nasabah. Walhasil, para nasabah yang terlanjur menanamkan modal di perusahaan agrobisnis ini pun tinggal gigit jari.

Dari kejadian tersebut, sebagian investor merasa dibohongi oleh Ligwina Hananto. Pasalnya, perancang keuangan dari Quantum Magna itu yang merekomendasikan mereka untuk berinvestasi di sana. (Baca: Ligwina: Panen Mas Bukan Usaha Investasi Bodong). 

Agar tidak terjebak dalam investasi bodong, masyarakat awam benar-benar harus memperhatikan beberapa hal sebelum melakukan investasi tertentu. Perencana keuangan dari Finansia Consulting, Eko Indarto, berbagi tip agar tak mudah tertipu oleh investasi bodong. Apa saja tipnya?

Pertama, masyarakat yang sudah investasi harus melihat hasilnya. “Ketika hasil terlalu tinggi atau jauh di atas yang ditawarkan perbankan, maka harus mulai berhati-hati,” kata Eko kepada Tempo, 17 Februari 2014. Menurut dia, jika hasil yang ditawarkan sangat tinggi dalam waktu instan, maka risiko yang ditanggung juga lebih tinggi.

Kedua, hasil investasi yang tinggi tidak bisa berlangsung tetap dan stabil. Menurut Eko, jenis investasi yang bisa memberikan hasil tetap hanya deposito dan obligasi. “Di luar itu ya tidak bisa. Maka jangan harapkan hasil investasi yang stabil atau tidak berubah. Akan terjadi fluktuasi,” katanya. Jika ingin hasil yang tetap, seseorang disarankan memilih investasi dalam bentuk deposito atau obligasi.

Tip ketiga, jika ingin berinvestasi, maka jangan hanya menelan bulat-bulat saran yang diberikan oleh seorang perencana keuangan. Menurut dia, begitu seseorang berinvestasi, maka ia harus mengerti bagaimana cara kerja investasi tersebut dan bagaimana investasi itu memberikan hasil. “Harus pakai logika, jangan langsung percaya dan menelan semua yang disarankan financial planner. Misalnya kalau produknya berupa produk pertanian, ya tidak akan memberikan hasil tetap. Kita harus mengerti bagaimana sistem itu bekerja,” katanya.

Terakhir, Eko menyarankan sebelum memilih perusahaan investasi atau produk investasi harus memperhatikan aspek legalitas perusahaan atau produk tersebut. Menurut dia, banyak kasus terjadi di mana masyarakat tidak paham perusahaan atau produk investasi sehingga mereka dengan mudah memberikan uang. “Padahal perusahaan tidak jelas, produknya juga,” katanya.

ANANDA TERESIA

+++++++++++++++

ENIN, 17 FEBRUARI 2014 | 13:54 WIB

Ligwina: Panen Mas Bukan Usaha Investasi Bodong

Ligwina: Panen Mas Bukan Usaha Investasi Bodong  

Ligwina Poerwo-Hananto. dok TEMPO/Rosdianahangka

TEMPO.COJakarta - Financial planner dari PT Quantum Magna, Ligwina Hananto, menyatakan CV Panen Mas bukan perusahaan bodong. Ketika menyurvei perusahaan yang bergerak di bidang agrobisnis itu, dia mendapati kebun dan kandang milik perusahaan tersebut.

Masalah muncul, kata Ligwina, ketika pemilik CV Panen Mas, Ari Pratomo, kabur membawa uang nasabah. “Ini ada kesalahan dalam manajemen perusahaan saja. Di tengah jalan dia kabur dan buron,” kata Ligwina melalui pesan pendek kepada Tempo, Senin, 17 Februari 2014.

Kaburnya Ari inilah yang kemudian memunculkan dugaan penipuan investasi. Nah, terakhir kali Ligwina berkomunikasi dengan Ari pada November tahun lalu. Saat itu dia bertemu Ari di dalam penjara di Sukabumi. “Kami menemuinya karena khawatir tidak ada solusi untuk klien,” katanya.

Untuk membantu klien, Ligwina menambahkan, pihaknya membuat program tanam ulang. “Tapi ini masih masa percobaan dan mudah-mudahan membantu klien,” ucapnya. (Baca pula: Apa Kata Ligwina atas Dugaan Penipuan Investasi?)

Dia juga menyatakan pihaknya telah mencapai kata sepakat dengan Hery ihwal persoalan investasi. “Masalah sudah selesai dengan Hery dan sudah disetujui. Kalau masalah hukum kami serahkan ke konsultan hukum.”

Hery adalah warga Bandung, salah satu nasabah Panen Mas. Dalam rubrik pembaca sebuah harian nasional, Hery mengungkapkan kekesalannya karena merasa ditipu oleh Ligwina. Pasalnya, perancang keuangan inilah yang menawarkan CV Panen Mas sebagai tempat berinvestasi kepada Hery. Namun, dalam perjalanannya, pemilik Panen Mas kabur. Hery mengaku rugi sampai ratusan juta dalam investasi tersebut.

ERWAN HERMAWAN

 

++++

SKANDAL INVESTASI BODONG

Niat hati cari nasihat, apa daya justru nyangkut!

Oleh Ruisa Khoiriyah, Agung Jatmiko - Senin, 03 Maret 2014 | 08:00 WIB
Telah dibaca sebanyak 16090 kali
Niat hati cari nasihat, apa daya justru nyangkut!

Sebagian klien perusahaan perencana keuangan PT Quantum Magna alias QM Financial menjadi korban investasi bodong Panen Mas. Mereka mengaku mendapatkan rekomendasi berinvestasi Panen Mas dari sang perencana keuangan.

JAKARTA. Pekan ketiga Februari 2014, publik mendadak dikejutkan oleh kasus investasi bodong Panen Mas. Melalui surat pembaca di Harian Kompas, Sabtu (15/2), Hery Mada Indra Paska, karyawan swasta di Dumai, Riau, mengadukan nasib apes dia terjebak investasi bodong yang dimobilisasi oleh CV Panen Mas.

Kisah apes Hery menjadi semakin mengentak ketika dia menyebut-nyebut sebuah nama perusahaan jasa perencana keuangan. “Saya ikut investasi Panen Mas atas rekomendasi dari perencana keuangan saya, QM Financial,” cerita dia, kepada KONTAN.

Syahdan, pada akhir 2012, atas saran kawannya yang sudah lebih dulu menjadi klien QM Financial, Hery tertarik memakai jasa perencana keuangan. Dia ingin mendapatkan nasihat terbaik dari profesional terkait penataan keuangan pribadi. Hery pun ke Jakarta bertemu dengan Nadiah, tenaga penjualan QM Financial.

Singkat cerita, akhirnya dia mengikat perjanjian sebagai klien QM Financial dengan masa kontrak mulai November 2012 hingga November 2014. Tarif jasa yang dikenakan oleh QM Financial sebesar Rp 7,5 juta. Selanjutnya, Hery berhubungan dengan Nurfitriavi Noeriman atau Fitri, perencana keuangan QM Financial, yang juga menjabat sebagai Head of Sales di perusahaan tersebut.

Sebagaimana proses konsultasi perencanaan keuangan lazim, terlebih dulu Hery diminta melakukan risk profiling, cek kondisi keuangan, hingga penentuan tujuan keuangan. Dari situ, diketahui bahwa Hery berprofil agresif.

Kondisi keuangan Hery juga dipaparkan, yaitu tengah menanggung utang senilai Rp 250 juta dengan bunga Rp 6,7 juta per bulan. Adapun, tujuan keuangan dia ada lima item, antara lain mencari alternatif produk keuangan yang bisa menutup cicilan utang koperasi, persiapan dana menikah, membeli apartemen, rumah, dan kebun sawit.

Nah, dari tahap tersebut, QM Financial memberikan berbagai advis dan rekomendasi untuk Hery. Ada rekomendasi berinvestasi reksadana untuk pencapaian rencana dana pensiun dan sebagainya. “Rekomendasi mereka cukup baik dan memang saya ikuti,” kata Hery.

Rekomendasi investasi

Tak cuma investasi di produk pasar modal, dalam draft plan yang disusun QM Financial untuk Hery, ada banyak rekomendasi investasi di sektor non-pasar modal. Apa saja itu? Mengutip dokumen draft plan yang diperoleh KONTAN, ada empat alternatif investasi non-pasar modal yang diajukan QM untuk Hery.

Pertama, investasi emas di Golden Trader Indonesia Syariah (GTIS). Namun, Hery mengaku ketika itu dia tidak tertarik masuk ke GTIS. “Kawan saya, yang juga mendapat rekomendasi tersebut merugi Rp 40 juta. Jadi, saya tidak mau ikuti jejak dia,” kata dia.

Sekadar mengingatkan, KONTAN memberitakan, pertengahan 2012, GTIS sudah bermasalah dan tidak mampu memberikan return sesuai janji.

Kedua, investasi di peternakan kambing De Tu Ka Farm, Bogor. Dalam draf tertulis, usaha ternak kambing itu berdiri sejak tahun 2010. Minimal investasi Rp 10 juta dengan pendapatan Rp 350.000 per bulan atau return 3,5% per bulan.

Ketiga, investasi properti Easton Park Jatinangor dengan harga per unit Rp 160 juta. Imbal hasil per bulan mencapai 2%, namun investor harus menunggu tiga tahun hingga bangunan jadi pada 2015. Namun, investasi ini dinilai oleh QM Financial kurang feasible.

Keempat, bisnis kamar kos 20 unit. Dalam hitungan QM Financial, investasi itu bisa menghasilkan sekitar Rp 15 juta per bulan bagi Hery.

Terakhir, tawaran investasi sektor agrobisnis di CV Panen Mas. Panen Mas memiliki tiga paket investasi, yaitu paket singkong, burung puyuh, dan ayam super. Hery tertarik masuk ke investasi tersebut.

Hery mengakui bahwa sedari awal Fitri sudah menjelaskan bahwa setiap pilihan investasi memiliki risiko. “Namun, untuk investasi di Panen Mas, dia mengaku sudah mengecek ke lapangan keberadaan kebun singkong, ayam, dan puyuh,” jelas Hery.

Dia semakin tergoda lantaran Fitri menceritakan ada klien QM Financial yang sudah setahun berinvestasi di sana dan berjalan lancar. Selanjutnya, Fitri menghubungkan Hery langsung dengan Ari Pratomo, Direktur Utama CV Panen Mas.

Alhasil, Hery mengambil sejumlah paket investasi Panen Mas. Modal untuk investasi singkong Rp 47,5 juta per paket, ternak puyuh Rp 12 juta per paket, dan ternak ayam super Rp 19 juta per paket. Total jenderal, Hery sempat menanamkan modal senilai Rp 316,5 juta di Panen Emas.

Sebagian dana itu memang sudah kembali. Namun, Hery mengklaim, hingga saat ini modalnya masih tersangkut sekitar Rp 200 juta. Modal investasi di ayam super senilai Rp 76 juta sudah kembali berikut hasilnya. “Saya masuk 13 Februari 2013 dan memperoleh pengembalian dana Rp 104 juta pada April 2013,” jelas Hery.

Dari lima paket puyuh senilai Rp 60 juta, Hery telah mendapat imbal hasil Rp 10 juta pada Mei 2013, dari Rp 120 juta yang dijanjikan. Celakanya, investasi singkong sama sekali belum membuahkan hasil. “Alasannya, Panen Mas terkendala karena pabrik tapioka belum berjalan, Ari minta waktu untuk mengembalikan uang,” jelas Hery.

Menjadi urusan polisi

Tunggu punya tunggu, Ari malah menghilang. QM Financial pun akhirnya turut mencari bukti fisik aset Ari dan melakukan audit keuangan. Celakanya, dari hasil audit itu terungkap, terdapat ketidaksesuaian antara laporan keuangan dengan kondisi di lapangan.

Akhirnya pada September 2013, Fitri melaporkan Ari ke Kepolisian Jakarta Selatan dengan tuduhan penipuan dan penggelapan.

Namun, laporan kepada Kepolisian itu bukan atas nama klien QM Financial yang kejeblos Panen Mas. Rupanya, sesuai salinan laporan Kepolisian yang diperoleh KONTAN, Fitri yang menjabat sebagai Head of Sales QM Financial itu juga memiliki kontrak investasi ternak puyuh dengan Ari, sejak Mei 2013.

Fitri sudah menyetor Rp 80 juta dan dijanjikan imbal hasil Rp 30 juta per bulan, mulai bulan ketiga hingga bulan ke-14 oleh Ari. Namun, janji itu bodong.

Kemudian, pada November 2013, Hery mendapat kabar bahwa Ari tertangkap oleh Kepolisian Cicurug, Sukabumi. Dalam dokumen dakwaan yang dikutip KONTAN dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri Cibadak, Ari Pratomo didakwa melakukan penipuan jual-beli singkong dengan Euis Masnawati.

Total kerugian yang ditanggung oleh Euis akibat tindakan Ari mencapai Rp 50 juta. Hingga kini, Ari mendekam di tahanan Kapolsek Cicurug, Sukabumi.

Hery sendiri mengaku sudah melaporkan kasus penipuan Ari yang dia alami ke Kapolsek Cicurug. “Saya berharap, teman-teman yang juga kejeblos Panen Mas bisa bersama-sama melaporkan kasus ini ke Kepolisian,” kata Hery.

Bukan cuma Hery yang ketiban sial rugi ratusan juta akibat investasi di Panen Mas. Menurut Hery, setidaknya ada 50 orang yang juga terjebak kebodongan Panen Mas dengan total kerugian sekitar Rp 10 miliar. “Semuanya klien QM Financial dan ikut Panen Mas karena rekomendasi dari perencana keuangan itu,” kata Hery.

Salah satu nya bernama Eko. Ketika dihubungi oleh KONTAN, Eko mengaku berinvestasi di Panen Mas atas rekomendasi dari QM Financial selaku perencana keuangannya. “Uang saya yang tersangkut di sana sekitar Rp 270 juta,” kata Eko.

Namun, Eko enggan membawa masalah itu ke ranah hukum seperti Hery. Eko mengaku masih berharap pada program pengganti kerugian yang dijanjikan oleh QM Financial.

Klien lain yang juga kejeblos Panen Mas, berujar, jika bukan QM Financial yang menyarankan, dia tidak akan berani masuk Panen Mas. “Mereka bilang jika saya memiliki dana menganggur, masuk saja ke Panen Mas supaya dana saya lebih produktif,” cerita dia.

Ketika kasus ini meledak, perempuan yang enggan disebut namanya ini bilang, QM Financial berjanji akan membawa kasus penipuan Panen Mas ini ke ranah hukum. Ia sudah memberikan dokumen bukti kontrak dengan Panen Mas untuk mendukung langkah QM.

Bahkan, dia sudah siap membuat surat kuasa pada QM jika memang dibutuhkan untuk mengurus persoalan itu. Namun, sampai saat ini, dia belum menerima kabar lanjutan rencana tuntutan QM tersebut.

Sedangkan Abdi, bukan nama sebenarnya, korban Panen Mas yang juga klien QM Financial, mengaku tertarik masuk atas rekomendasi perencana keuangan QM Financial Benny Raharjo. “Saya malas ungkit-ungkit, saya sudah capek mengurus ini,” kata Abdi.

Skema pengganti

Kisah para klien QM Financial itu tentu mengejutkan. Selama ini, kebanyakan orang mengira para perencana keuangan hanya memberikan advis kepada klien agar kondisi keuangan mereka membaik. Bahwa ternyata ada klien perencana keuangan yang sampai kejeblos skema investasi mencurigakan seperti Panen Mas dan GTIS, sungguh di luar dugaan. Bagaimana hal itu bisa terjadi?

Menghadapi sorotan miring khalayak atas perusahaannya, Ligwina S. Hananto, perencana keuangan sekaligus Chief Executive Officer QM Financial, tidak membantah bahwa dua investasi itu menjadi bagian dari sekian alternatif investasi yang direkomendasikan QM Financial kepada beberapa kliennya.

Namun, dia memaparkan, “Dalam memberikan rekomendasi, kami sudah melakukan pengecekanunderlying asset, semisal kelak terjadi skenario terburuk seperti default atau penipuan,” jelas dia.

Perihal rekomendasi investasi ke GTIS, misalnya, QM berani merekomendasikan karena adaunderlying asset berupa emas. Dengan begitu, ketika terjadi skenario terburuk, paling tidak si investor masih memiliki fisik emasnya.

Dalam draft plan yang diterima Hery, skema investasi GTIS ditulis sebagai berikut: Pembelian emas 100 gram seharga Rp 718.000 per gram. Investor akan mendapat return senilai total 13% atau Rp 9,33 juta selama kontrak enam bulan.

Sekadar catatan, KONTAN pernah menulis bahwa GTIS selalu membanderol harga jual emas lebih mahal 30% dari harga emas di Divisi Logam Mulia Aneka Tambang (Harian KONTAN, 16 Agustus 2011).GTIS menjanjikan imbal hasil tetap selama masa kontrak.

Skema seperti itu hanya mungkin untung ketika harga emas terus naik menjulang ke langit. Padahal, tidak ada satupun yang bisa menjamin harga emas bakal terus naik sepanjang waktu.

Jika harga emas tetap, investor berisiko menanggung rugi di depan karena sudah membeli emas dengan harga lebih mahal. Sedang saat harga emas turun, investor sudah pasti menanggung rugi berlipat-lipat. Sudah membeli harga lebih mahal, harga jual di pasar malah turun.

Selain itu, jika dicermati, return tetap selama masa kontrak yang dijanjikan GTIS kepada nasabah, sejatinya berasal dari uang nasabah GTIS sendiri yang telah membeli emas lebih mahal.

Benar saja, ketika harga emas anjlok mulai tahun 2012 hingga berlanjut kini, skema investasi bodong GTIS yang berbau money game itu meledak dan memakan korban ratusan nasabah. Pemilik GTIS bahkan kabur (Harian KONTAN, 28 Februari 2013).

Yang juga ironis, QM merekomendasikan GTIS ke kliennya sebagai salah satu alternatif investasi pada akhir tahun 2012, justru ketika skandal investasi bodong GTIS mulai merebak menjadi isu publik.

Adapun terhadap Panen Mas, Ligwina berujar QM Financial juga sudah mengecek aset dasarnya, yakni berupa kebun. Dia tidak menilai ada masalah dalam proses verifikasi underlying asset itu.

Paket investasi singkong, sebagai contoh, butuh modal Rp 47,5 juta untuk sewa lahan 1 hektare (ha). Dengan masa tanam 12 bulan, Panen Mas menjanjikan bagi hasil saat panen minimal Rp 99 juta. Itu berarti, untung bersih Rp 51,5 juta atau 108% hanya dalam tempo setahun!

Meskipun begitu, Ligwina juga menegaskan bahwa klien tidak wajib mengikuti rekomendasi, ilustrasi, analisis, maupun hasil diskusi dalam pembahasan rencana keuangan. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan klien. Risiko-risiko berinvestasi juga sudah dipaparkan kepada klien.

Lantas, bagaimaan penjelasan terkait posisi Fitri selaku financial planner yang ternyata juga menjadi investor di Panen Mas? Tidakkah itu menyalahi kode etik karena berpotensi menyulutconflict of interest? Seperti telah disinggung di depan, Fitri adalah perencana keuangan yang merekomendasikan investasi Panen Mas kepada Hery.

Menjawab itu, Ligwina berujar, hal tersebut tidak berkaitan dengan masalah kode etik. Justru kebijakan QM Financial selama ini memang menganjurkan para financial planner mereka untuk ikut masuk ke produk yang mereka rekomendasikan. “Supaya bisa merasakan sehingga bisa lebih bertanggung jawab atas rekomendasinya,” jelasnya.

Apa boleh buat, kini nasi sudah menjadi bubur. Tak sedikit duit sejumlah klien QM yang masih nyangkut di Panen Mas. Namun, Ligwina mengaku tidak lepas tangan. QM Financial berinisiatif menyiapkan program tanam ulang singkong dan timun dengan menyediakan lahan yang disewa oleh perusahaan. Program ini masih dalam tahap percobaan, belum panen.

Sebenarnya, langkah itu agak aneh. Sebab, QM menjadi terjun langsung ke bisnis perkebunan. Klien QM yang kejeblos di Investor Panen Mas pun tidak sepenuhnya yakin dengan program pengganti tersebut. “Kalau gagal lagi bagaimana nasib uang saya?” cetus Hery.

Kisah pahit ini seyogyanya bisa menjadi pelajaran berharga bagi siapa saja.

Para perencana keuangan sebaiknya mengasah terus kepekaan mendeteksi investasi beraroma busuk. Di lain sisi, para investor sebaiknya juga jujur ketika menakar profil risiko diri. Ingat selalu bahwa high risk high return!

Editor: Ruisa Khoiriyah
December 22, 2013

Bisnis oplos minuman keras diekspor ke Amerika

Bisnis oplos minuman keras yang lazim dilakukan di Indonesia . Minuman keras yang bermerek mahal biasanya dioplos dengan minuman keras yang lebih murah atau dengan alkohol industri yang berbahaya. Korban akibat praktek ini sudah banyak. Ternyata praktek licik ini dibawa oleh warga Indonesia yang bermukim di New York, mister Rudy Kurniawan. Dia mengoplos anggur langka yang harganya jutaan dollar dengan anggur yang tidak jelas. Luar biasa !

 

 

Warga Indonesia Diputus Bersalah di Amerika

Pria yang bermukim di California itu dikenakan dakwaan penipuan.

ddd
Sabtu, 21 Desember 2013, 16:43Hadi Suprapto, Santi Dewi
Rudy Kurniawan (kiri)

Rudy Kurniawan (kiri)(rjonwine.com)
 
VIVAnews - Warga Negara Indonesia (WNI) yang tersangkut kasus penipuan minuman anggur, Rudy Kurniawan, dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Federal Manhattan pada sidang yang digelar Rabu lalu. Pria yang bermukim di California itu dikenakan dakwaan hukum, karena terbukti menipu dan mencoba menjual minuman anggur atau wine palsu kepada pelanggan.

Wall Street Journal pekan ini melansir selain dikenakan tuduhan menipu, Rudy juga dikenakan dakwaan penipuan lainnya yaitu menjadikan minuman anggur dengan kualitas yang tidak jelas sebagai jaminan pinjaman senilai US$3 juta atau Rp36 miliar.

Sidang perdana digelar pada 9 Desember lalu dan berlangsung lebih dari sepekan kemudian. Sementara Dewan Juri memutuskan keputusan itu kurang dari dua jam.

Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut mendakwa Rudy telah memalsukan label minuman anggur langka dan mahal. Label tersebut kemudian dia tempelkan ke botol anggur yang diisi dengan anggur dengan harga yang lebih murah.

Hasil kreasi minuman anggur buatan Rudy lantas dijual ke teman-temannya dan diakuinya sebagai minuman anggur langka. Rudy lalu mengatakan bahwa dia telah menemukan tempat penyimpanan anggur langka di Benua Eropa.

Salah satu anggur langka asal Eropa yang dia palsukan diambil dari kebun anggur terkenal milik Laurent Ponsot, Domaine Ponsot. Kebun anggur tersebut berlokasi di daerah Burguny, Prancis.

Rudy menjual 97 botol yang diklaimnya merupakan anggur langka dan mahal di sebuah lelang di kota New York pada 2008. Dari hasil lelang itu, Rudy berhasil meraup total US$440 ribu atau Rp5,3 miliar.

Dari lelang itu, Rudy mengoplos minuman anggur tahun 1929. Padahal anggur itu diproduksi tahun 1934.

Dia juga menjual minuman anggur palsu lainnya dalam dua lelang pada 2006. Hasilnya dia berhasil membukukan penjualan lelang anggur tahun itu senilai US$24,7 juta atau Rp301 miliar. Keuntungan yang diperoleh Rudy juga tidak tanggung-tanggung yaitu US$10,6 juta atau Rp129 miliar.

Menurut Jaksa Penuntut, dari hasil penjualan anggur palsu itu digunakan untuk membiayai kehidupan mewah Rudy di California. Buktinya, dia memiliki mobil Lamborghini, beberapa karya seni kontemporer, dan jam merk Phillipe Patek.

Ponsot yang turut hadir dalam sidang dan bersaksi, mengaku puas mendengar keputusan para juri.

“Sebagai seorang pembuat anggur, itu bukan sesuatu yang saya harapkan untuk anggur milik saya. Jadi ya, saya puas dengan dakwaan yang dituduhkan,” kata Ponsot.

Dia mengaku tidak bahagia ketika mengetahui seseorang akan dipenjara.  “Namun, karena dia benar-benar melakukan penipuan itu, saya jadi tidak merasakan kasihan sedikit pun,” kata Ponsot.

Korban penipuan Rudy lainnya, yaitu salah satu pebisnis di industri minuman anggur, William Koch. Dia mengaku telah membeli satu botol anggur Chateau Petrus tahun 1947 palsu dengan harga US$30 ribu atau Rp366 juta.

Dalam sidang, Koch mengaku telah ditipu mentah-mentah oleh Rudy. Koch membeli botol anggur itu dari sebuah lelang anggur yang diadakan Rudy pada 2006 silam.

Dalam situs resmi Biro Penyelidik Federal AS (FBI), apabila Rudy terbukti melakukan penipuan terhadap pelanggan anggur dalam lelang dan memberikan surat jaminan palsu, maka dia dapat dibui. Untuk masing-masing dakwaan berbuah 20 tahun hukuman bui.

Mendengar hasil sidang Rabu kemarin, pengacara Rudy, Jerome Mooney, langsung menepuk bahu kliennya untuk memberikan semangat. Mooney langsung mengajukan banding terhadap dakwaan itu.

Menurutnya, dakwaan itu sangat mengecewakan. Belum lagi akibat ekspos yang besar terhadap kasus ini, malah mengakibatkan masalah kian melebar di industri minuman anggur.

Salah satu cara yang dia tempuh sebagai proses banding yaitu menyinggung masalah bukti yang ditemukan di rumah Rudy di Arcadia, California pada 2012. Menurutnya, polisi menuduh Rudy telah memalsukan anggur lantaran menemukan tutup sumbat botol anggur dalam jumlah besar dan botol anggur itu sendiri.

“Tuan Kurniawan memang dikenal sebagai orang yang kerap mengkoleksi sesuatu. Semua tutup sumbat tua itu memang ada di sana, tetapi tidak digunakan untuk apa pun,” ujar Mooney.

Sidang akan dilanjutkan dengan pembacaan vonis oleh Hakim Distrik, Richard Berman pada April 2014 mendatang. (eh)

November 27, 2013

Malpraktek atau Tidak dr Ayu? Lihat Empat Poin Ini

Terima kasih Tempo,  karena saya pusing membaca soal kasus ini. Memang banyak sekali terjadi malpraktek dokter di indonesia . Jadi jika ada kasus apalagi masuk ke dalam ranah publik, hanya membuat pusing saja. 

 

RABU, 27 NOVEMBER 2013 | 08:08 WIB

 

Malpraktek atau Tidak dr Ayu? Lihat Empat Poin Ini

Dengan membawa spanduk dan poster, para dokter yang tergabung dalam Dokter Indonesia Bersatu berdemo di depan Istana Negara, Jakarta (20/05). Aksi ini untuk menuntut perubahan sistem kesehatan nasional. TEMPO/Dasril Roszandi

 

TEMPO.COJakarta - Mencuatnya kasus vonis penjara terhadap dokter Dewa Ayu Sasiary Prawan, 38 tahun, beserta dua koleganya menyedot perhatian masyarakat. Banyak yang bertanya-tanya argumen siapa yang benar? Apakah argumen keluarga korban yang dikabulkan oleh Mahkamah Agung atau argumen para dokter, pengurus Ikatan Dokter Indonesia, yang juga diamini oleh Pengadilan Negeri Manado. 

Kasus dokter Ayu dan kawan-kawan berawal dari mening­galnya pasien yang mereka tangani, Julia Fransiska Maketey, di Rumah Sakit R.D. Kandou Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, pada 10 April 2010. Keluarga Julia menggugat ke pengadilan negeri. Hasilnya, Ayu dan kedua rekannya dinyatakan tidak bersalah. Namun, di tingkat kasasi, ketiga dokter itu divonis 10 bulan penjara. (Baca: Inilah Alasan Hakim MA Menghukum dr Ayu)

Majelis hakim kasasi memvonis Dewa Ayu Sasiary serta dua rekannya, Hendy Siagian dan Hendry Simanjuntak, bersalah saat menangani Julia Fransiska Maketey. Julia akhirnya meninggal saat melahirkan. Berikut ini pertimbangan majelis kasasi seperti yang tercantum dalam putusan yang dirumuskan dalam sidang 18 September 2012. (Baca: DPR Jamin Aksi Para Dokter Tak Ganggu Layanan)

Berikut ini beberapa poin penting yang menjadi perdebatan soal ada atau tidak malpraktek dalam kasus dokter Ayu:

1. Pemeriksaan jantung baru dilakukan setelah operasi.
Menurut dr. Januar, pengurus Ikatan Dokter Indonesia, operasi yang dilakukan terhadap Siska, tak memerlukan pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan jantung. “Operasinya bersifat darurat, cepat, dan segera. Karena jika tidak dilakukan, bayi dan pasien pasti meninggal,” ucap dokter kandungan ini.

2.  Penyebab kematian masuknya udara ke bilik kanan jantung. Ini karena saat pemberian obat atau infus karena komplikasi persalinan.
Menurut O.C. Kaligis, pengacara Ayu, putusan Mahkamah Agung tak berdasar. Dalam persidangan di pengadilan negeri, kata Kaligis, sudah dihadirkan saksi ahli kedokteran yang menyatakan Ayu dan dua rekannya tak melakukan kesalahan prosedural. Para saksi itu antara lain Reggy ­Lefran, dokter kepala bagian jantung Rumah Sakit Profesor Kandou Malalayang; Murhady Saleh, dokter spesialis obygin Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta; dan dokter forensik Johanis.

Dalam sidang itu, misalnya, dokter forensik Johanis menyatakan hasil visum et repertum emboliyang menyebabkan pasien meninggal BUKAN karena hasil operasi. Kasus itu, kata dia, jarang terjadi dan tidak dapat diantisipasi. 

Para ahli itu juga menyebutkan Ayu, Hendry, dan Hendy telah menjalani sidang Majelis Kehormatan Etik Kedokteran pada 24 Februari 2011. Hasil sidang menyatakan ketiganya telah melakukan operasi sesuai dengan prosedur. (Baca juga: MKEK Pusat Sebut dr. Ayu Tidak Melanggar Etik)

3. Terdakwa tidak punya kompetensi operasi karena hanya residence atau mahasiswa dokter spesialis  dan tak punya surat izin praktek (SIP)
Ketua Persatuan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) dr. Nurdadi, SPOG dalam wawancara dengan sebuah stasiun televisi mengatakan tidak benar mereka tidak memiliki kompetensi. “Mereka memiiki kompetensi. Pendidikan kedokteran adalah pendidikan berjenjang. Bukan orang yang tak bisa operasi dibiarkan melakukan operasi,” katanya.

Soal surat izin praktek juga dibantah. Semua mahasiswa kedokteran spesialis yang berpraktek di rumah sakit memiliki izin. Kalau tidak, mana mungkin rumah sakit pendidikan seperti di RS Cipto Mangunkusumo mau mempekerjakan para dokter itu.

4. Terjadi pembiaran pasien selama delapan jam.
Menurut Januar, pengurus Ikatan Dokter Indonesia, saat menerima pasien Siska, Ayu telah memeriksa dan memperkirakan pasien tersebut bisa melahirkan secara normal. Namun, hingga pukul 18.00, ternyata hal itu tak terjadi. “Sehingga diputuskan operasi,” ujar Januar.

Sesuai prosedur kedokteran saat air ketuban pecah, biasanya dokter akan menunggu pembukaan leher rahim lengkap sebelum bayi dilahirkan secara normal. Untuk mencapai pembukaan lengkap, pembukaan 10, butuh waktu yang berbeda-beda untuk tiap pasien. Bisa cepat bisa berjam-jam. Menunggu pembukaan lengkap itulah yang dilakukan dokter Ayu.

YULIAWATI | ISA ANSHAR (MANADO) | BS

September 30, 2013

Cegah Spekulasi Properti, Perlu Kerja Sama BI-Ditjen Pajak

Langkah Baik BI !

Yang biasanya berspekulasi adalah developer / atau pengembang itu sendiri. Misal group dari perusahaan pengembang  merekayasa aksi memborong  banyak properti, (hal ini jelas untuk mendongkrak harga -spekulasi)  . Caranya adalah melalui “proxy” pembeli properti. Tidak heran  kadang ada seorang investror ( proxy) yang bisa memborong lebih dari 10 unit rumah di suatu kawasan.  Lebih gila lagi aksi rekayasa ini didukung oleh pihak Bank.

Investor atau pembeli rumah pada akhirnya akan membeli properti yang harganya sudah melambung tidak jelas .

 

SENIN, 30 SEPTEMBER 2013

kompas logo

Konsumen Dilindungi

JAKARTA, KOMPAS — Kebijakan Bank Indonesia yang membatasi uang muka kredit pemilikan rumah dan mekanisme inden memang dimaksudkan untuk melindungi konsumen properti. Hal tersebut karena harga properti yang terus naik rentan dengan aksi spekulasi.Pada 24 September 2013, Bank Indonesia (BI) menerbitkan Surat Edaran Ekstern Nomor 15/40/DKMP Perihal Penerapan Manajemen Risiko pada Bank yang Melakukan Pemberian Kredit atau Pembiayaan Pemilikan Properti, Kredit atau Pembiayaan Konsumsi Beragun Properti, dan Kredit atau Pembiayaan Kendaraan Bermotor. Kebijakan itu mulai berlaku hari Senin (30/9) ini.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda, di Jakarta, Minggu, mengemukakan, ketentuan BI tersebut perlu ditempuh untuk menekan risiko pembiayaan perbankan, perlindungan konsumen, serta mengurangi aksi spekulasi di perumahan dengan mengandalkan kredit pemilikan rumah (KPR). Terkait hal itu, para pengembang rumah menengah perlu mencari akal untuk menyiasati sumber pendanaan.

Ali menambahkan, para spekulan memanfaatkan KPR inden untuk membeli properti pada tahap pra-penjualan sewaktu proyek rumah belum dimulai, kemudian menjualnya pada saat rumah selesai dibangun guna memperoleh margin keuntungan. Bahkan, ada pula properti yang sudah dijual sebelum bangunan tuntas dibangun hanya dengan mengandalkan sertifikat perjanjian perikatan jual beli (PPJB).

Guna meredam aksi spekulasi yang terus memicu kenaikan harga rumah, Ali mengusulkan agar Bank Indonesia bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan membuat aturan yang melarang pengalihan penjualan rumah dalam jangka waktu tertentu sehingga rumah tidak bisa dilepas hanya dengan mengalihkan sertifikat PPJB.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Real Estat Indonesia Setyo Maharso mengemukakan, saat ini modal pengembang sebagian bersumber dari uang muka konsumen untuk pembelian rumah serta KPR inden yang disalurkan kepada pengembang secara bertahap. (LKT/IDR)

KOMENTAR
Tags:
September 5, 2013

Sebagian Dokter di Indonesia tidak Profesional

Sebagian Dokter di Indonesia tidak Profesional

SEBANYAK 126 pengaduan masyarakat terkait dengan dugaan malapraktik dan disiplin para dokter dan dokter gigi di Indonesia masuk ke Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) dalam dua tahun terakhir ini.“Jumlah laporan itu cenderung meningkat. Namun, terhadap 46% dari pengaduan itu, KKI sudah memberi hukuman kepada para dokter yang melanggar,“ kata Ketua KKI Menaldi Rasmin, seusai menghadap Wakil Presiden Boediono di Kantor Wapres, Jakarta, kemarin.

Menaldi bersama pengurus lain melaporkan keberadaan dan kinerja KKI yang dibentuk sesuai dengan UU No 29/2004 tentang Praktik Kedokteran.
Menurutnya, berdasarkan laporan itu para dokter bersalah dalam kasus disiplin dan profesionalisme kedokteran.

“Sebanyak 70% dari laporan itu, paling banyak terkait dengan komunikasi yang tidak baik dari dokter kepada pasien.
Dokternya kurang ngomong,“ tambah Menaldi.

Karena itu, bagi masyarakat yang meragukan atau mendapat pelayanan tidak baik dari dokter, Menaldi mempersilakan mereka agar segera melapor ke Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI).

Saat dihubungi secara ter pisah, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengakui sebagian dokter di Indonesia belum memiliki tingkat profesionalisme memadai. Salah satu kelemahan paling mencolok, ujar Ketua PB IDI Zaenal Abidin, ialah kemampuan menjalin komunikasi dengan pasien.

“Kelemahan komunikasi terhadap pasien itu juga di picu oleh sistem pelayanan kesehatan yang buruk di dalam negeri. Hal itu berperan besar menciptakan suasana komunikasi yang buruk pada pasien,“ ujar Zaenal.

Ketua Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia (YPKKI) Marius Widjayarta menambahkan, untuk meningkatkan profesionalisme dokter, negara harus memiliki standar profesi dan pelayanan medis yang berlaku baku di semua rumah sakit.

KKI merupakan lembaga baru bersifat independen dan bertanggung jawab langsung kepada presiden. KKI bertugas melindungi masyarakat, membina profesi, dan memberikan kepastian hukum kepada masyarakat, dokter, dan dokter gigi.

Menurut Menaldi, jika masyarakat sudah melaporkan ke KKI, dokter bersangkutan kemudian diperiksa MKDKI. “Ada dua hukuman, yakni peringatan tertulis atau dibekukan sementara surat tanda registrasi (STR).
Pencabutan STR bisa sementara atau tetap.“(Fid/Tlc/Ant/X-7)

http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2013/05/08/ArticleHtmls/Sebagian-Dokter-di-Indonesia-tidak-Profesional-08052013001016.shtml?Mode=1#

July 17, 2013

Empat Pengaruh Buruk Kartu Kredit

Jangan sampai Anda terjebak.

ddd
Jum’at, 14 Juni 2013, 11:13Iwan Kurniawan
Ilustrasi transaksi kartu kredit.

Ilustrasi transaksi kartu kredit.(REUTERS)
VIVAnews - Revolusi plastik, ini yang sedang terjadi di dunia. Masyarakat sekarang menggemari transaksi dengan menggunakan kartu kredit dibandingkan uang secara fisik.

Gejala the cashless society –sebuah dunia tanpa uang tunai– sedang mengglobal. Di seluruh Afrika, saat ini para pedagang menerima uang dengan menggunakan ponsel. Pembeli mentransfer sejumlah uang tertentu ke nomor rekening pedagang.

Namun, alternatif pembayaran yang paling digemari dunia saat ini adalah kartu kredit. Di Amerika Serikat, pada 1970, hanya ada 20 persen orang dewasa yang menggunakan kartu kredit. Saat ini, hampir 80 persen orang dewasa AS mempunyai kartu kredit.

Logika kartu kredit cukup sederhana. Dengan kartu kredit, seseorang menarik keuntungan masa depan untuk hari ini. Berbeda dengan tabungan, seseorang menyimpan pendapatan hari ini untuk masa depan.

Kartu kredit dapat menjadi masalah ketika konsumen menghabiskan proyeksi keuntungan lebih banyak daripada pendapatan mereka. Orang-orang berpenghasilan rendah, konsumen yang emosional, dan buruk dalam perhitungan, bisa terjebak dalam masalah kartu kredit.

Berikut tiga masalah umum yang sering ditemui pengguna kartu kredit seperti dilansirBusinessinsider, Jumat 14 Juni 2013:

1. Kartu kredit membuat Anda tidak bertanggung jawab

Ciri khas kartu kredit adalah bank penerbit memberikan keleluasaan kepada konsumen untuk membeli barang. Cukup keluarkan kartu sakti Anda, gesek, selesai. Ini sangat mudah untuk membeli apa pun yang diinginkan. Terlalu mudah, sehingga lupa telah melewati limit kemampuan finansial.

Penelitian menunjukkan, orang yang memiliki kartu kredit lebih mudah membelanjakan barang di toko, ataupun restoran. Apalagi ditambah dengan promosi-promosi tertentu dan fasilitas cicilan.

2. Kartu kredit membuat Anda pelupa

Profesor Dilip Soman dari University of Colorado, menyatakan kartu kredit menciptakan ilusi likuiditas yang membuat konsumen bingung terkait kemampuan untuk menghabiskan uang. Para konsumen cenderung lebih memilih membeli item tambahan yang tidak diperlukan ketika sadar akan membayar dengan kartu kredit.

3. Kartu kredit membuat Anda gemuk

Hampir mirip dengan nomor dua, riset menunjukkan berbelanja dengan uang tunai membuat Anda lebih mawas diri. Sementara itu, kartu kredit melemahkan kontrol. Namun, konsumen cenderung membeli produk makanan yang tidak sehat, ketika mereka membayar dengan kartu kredit daripada ketika mereka membayar tunai. Kartu kredit melemahkan pertimbangan konsumen dengan cara yang lebih halus.

4. Kartu kredit berikan ilusi kehidupan

Saat ini, bank penerbit gencar untuk mengizinkan keluarga berpenghasilan rendah untuk mendapatkan kartu kredit di atas pendapatan mereka, sehingga memungkinkan mereka untuk hidup lebih nyaman. Tetapi, itu semua hanya ilusi. Di balik semua itu, masyarakat berpenghasilan rendah dituntut untuk membayar bunga mahal. (art)

 

June 4, 2013

Hukum Pengelola Parkir Jika Kendaraan Hilang, MA Lindungi Konsumen

Selasa, 04/06/2013 08:49 WIB

 

 

Andi Saputra - detikNews

 
 
 
ilustrasi (dok.detikcom)

Jakarta - Langkah Mahkamah Agung (MA) kembali menghukum pengelola parkir untuk mengganti kendaraan yang hilang patut diapresisasi positif. Masyarakat meminta MA tetap konsisten untuk menghukum kasus serupa di masa yang akan datang.

“Tentu ini putusan yang sangat bagus dan layak diapresiasi. Ini menunjukan MA konsisten dalam mengadili kasus-kasus serupa,” kata pamrakarsa gugatan terhadap pengelola parkir, David Tobing saat berbincang dengan detikcom, Selasa (4/6/2013).

Putusan yang terakhir dijatuhkan yaitu hilangnya sepeda motor Ramdhan dan Ariyanti di Mal Lembuswana, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) pada pertengahan 2008. Di tingkat pengadilan pertama dan banding, pengelola parkir dihukum mengganti kerugian masing-masing Rp 12,5 juta. Oleh MA, hukuman dinaikan menjadi Rp 17,5 juta atau sama dengan harga sepeda motor tersebut.

“Ke depannya, kami berharap MA tetap konsisten terhadap kasus serupa. Ini merupakan langkah MA dalam melindungi hak-hak konsumen,” kata David yang memulai menggugat pengelola parkir pada tahun 2000 itu.

Dengan putusan MA ini maka sudah ada 6 putusan serupa yang berkekuatan hukum tetap. Dua putusan untuk kendaraan roda dua, satu putusan untuk barang yang hilang dalam kendaraan dan dua putusan untuk kendaraan roda empat.

“Dengan putusan ini menjadi 6 putusan. Hebatnya, dalam putusan keenam, langsung dua sepeda motor yang diganti,” papar David.

Atas vonis terakhir ini, PT Cipta Sumena Indah Satresna selaku pengelola parkir Mal Lembuswana belum mengetahui putusan itu. Pihaknya menanti salinan putusan untuk mempelajari langkah hukum yang akan diambil.

“Saya belum tahun hasilnya dan belum menerima salinannya. Kita belum bisa berandai-andai seperti apa sikap kita dengan sikap kita karena kita belum menerima salinan putusannya,” kata manajer operasional PT Cipta Sumena Indah Satresna, Feri Patadungan saat dihubungi detikcom, Senin (3/5) kemarin.

May 14, 2013

Daftar 17 produk kosmetik berbahaya

image

Dari  Bisnis Indonesia 14 Mei 2013

Badan pengawas obat dan makanan (BPOM) menemukan 17 macam produk kosmetik yang mengandung bahan berbahaya

17 Produk kosmetik berbahaya ini dijual lewat internet, klinik kecantikan dan salon 

May 8, 2013

Sebagian Dokter di Indonesia tidak Profesional

 

Mengerikan.. jadi tidak heran masih banyak orang Indonesia ke DUKUN atau TABIB..

Sebagian Dokter di Indonesia tidak Profesional
 
 
 

SEBANYAK 126 pengaduan masyarakat terkait dengan dugaan malapraktik dan disiplin para dokter dan dokter gigi di Indonesia masuk ke Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) dalam dua tahun terakhir ini.

“Jumlah laporan itu cenderung meningkat. Namun, terhadap 46% dari pengaduan itu, KKI sudah memberi hukuman kepada para dokter yang melanggar,“ kata Ketua KKI Menaldi Rasmin, seusai menghadap Wakil Presiden Boediono di Kantor Wapres, Jakarta, kemarin.

Menaldi bersama pengurus lain melaporkan keberadaan dan kinerja KKI yang dibentuk sesuai dengan UU No 29/2004 tentang Praktik Kedokteran.
Menurutnya, berdasarkan laporan itu para dokter bersalah dalam kasus disiplin dan profesionalisme kedokteran.

“Sebanyak 70% dari laporan itu, paling banyak terkait dengan komunikasi yang tidak baik dari dokter kepada pasien.
Dokternya kurang ngomong,“ tambah Menaldi.

Karena itu, bagi masyarakat yang meragukan atau mendapat pelayanan tidak baik dari dokter, Menaldi mempersilakan mereka agar segera melapor ke Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI).

Saat dihubungi secara ter pisah, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengakui sebagian dokter di Indonesia belum memiliki tingkat profesionalisme memadai. Salah satu kelemahan paling mencolok, ujar Ketua PB IDI Zaenal Abidin, ialah kemampuan menjalin komunikasi dengan pasien.

“Kelemahan komunikasi terhadap pasien itu juga di picu oleh sistem pelayanan kesehatan yang buruk di dalam negeri. Hal itu berperan besar menciptakan suasana komunikasi yang buruk pada pasien,“ ujar Zaenal.

Ketua Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia (YPKKI) Marius Widjayarta menambahkan, untuk meningkatkan profesionalisme dokter, negara harus memiliki standar profesi dan pelayanan medis yang berlaku baku di semua rumah sakit.

KKI merupakan lembaga baru bersifat independen dan bertanggung jawab langsung kepada presiden. KKI bertugas melindungi masyarakat, membina profesi, dan memberikan kepastian hukum kepada masyarakat, dokter, dan dokter gigi.

Menurut Menaldi, jika masyarakat sudah melaporkan ke KKI, dokter bersangkutan kemudian diperiksa MKDKI. “Ada dua hukuman, yakni peringatan tertulis atau dibekukan sementara surat tanda registrasi (STR).
Pencabutan STR bisa sementara atau tetap.“(Fid/Tlc/Ant/X-7)

http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2013/05/08/ArticleHtmls/Sebagian-Dokter-di-Indonesia-tidak-Profesional-08052013001016.shtml?Mode=1#

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 75 other followers