Archive for ‘Perlindungan Konsumen’

March 8, 2015

Modus Penipuan Undian Berhadiah, Pelaku Kirim ‘Hadiah’ Jebakan

Operator telepon negeri ini dan pihak polisi seperti membiarkan kasus penipuan macam begini. Apa pelaku penipuan ini sudah pernah yang ditangkap atau diadili ? 

Minggu, 08/03/2015 18:55 WIB

Angling Adhitya Purbaya – detikNews


Semarang - Penipuan bermodus undian berhadiah dengan mencatut nama perusahaan operator telepon seluler memakan korban di Semarang. Bahkan pelaku sempat benar-benar mengirim ‘hadiah’ agar korban percaya.

Peristiwa itu menimpa Agustina (18), seorang mahasiswi di Semarang hari Senin (2/3) lalu. Saat itu ia mendapatkan SMS dari nomor asing berbunyi, “plgn yth, SELAMAT! No.Hp anda Resmi m’dapatkan Rp.25jt, dari GEBYAR POIN plus-plus Edisi2015, PIN Anda:z25L47. U/info HUB: 021-96852474 www.infopointh2015.com”.

Korban awalnya sudah curiga dengan sms tersebut, namun ketika sudah mengirimkan nomor rekening seperti yang diminta pelaku, ia mengecek rekeningnya dan ternyata saldo yang tadinya Rp 10 juta sudah bertambah menjadi Rp 20 juta.

“Saya mengecek di ATM, ternyata saldo di rekening saya bertambah Rp 10 juta,” kata Agustina seperti yang tercatat dalam laporan di Mapolrestabes Semarang, Minggu (8/3/2015).

Saking senangnya, korban tidak sadar sudah masuk ke dalam perangkap pelaku dan menuruti pria yang meneleponnya dan mengaku dari perusahaan operator telepon seluler. Pelaku mengatakan hadiah sebenarnya Rp 25 juta sehingga sisanya yaitu Rp 15 juta harus dibantu oleh pemenang dengan menekan tombol-tombol tertentu di mesin ATM sesuai arahan.

“Saya tidak menyebutkan nomor pin ATM saya, tapi saya diminta menekan tombol,” tandasnya.

Namun harapan Agustina mendapatkan hadiah berlimpah kandas seketika karena ternyata saldo tabungannya malah amblas. Dari barang bukti rekening koran dari Bank BRI Syariah KCP Pandanaran, transfer yang dilakukan korban terjadi ke tiga rekening atas nama Marini Larose. Korban pun mengambil langkah untuk melaporkan penipuan tersebut ke pihak berwajib.

Kasus serupa ternyata juga menimpa warga Saptamarga Semarang bernama Sherly (25). Kali ini korban diminta metransfer uang Rp 2 juta ke rekening atas nama Sukarya dengan alasan pengurusan administrasi. Namun setelah mentransfer uang tersebut hari Jumat (6/3) lalu, ternyata hadiah yang dijanjikan tak kunjung tiba. Laporan tersebut juga dilaporkan ke SPKT Polrestabes Semarang hari Sabtu (7/3) kemarin.

(alg/kha)


Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

Untuk akses lebih cepat install detikcom untuk iPhone

  • NISIM Penumbuh Rambut.Garansi Uang Kembali.Klik u/lihat testimoni
  • Ads by Iklanbaris« Back 

        February 25, 2015

        Tawarkan Investasi Bodong, Itu Koperasi Abal-Abal

        Negeri para “monkey business” .. kalau tidak ditertibakan negeri ini bakal mirip Nigeria dan India..

        Oleh : Wiyanto | Rabu, 25 Februari 2015 | 18:16 WIB
        Tawarkan Investasi Bodong, Itu Koperasi Abal-Abal

        Deputi Bidang Pembiayaan, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Choirul Djamhari – (Foto: istimewa)

        INILAHCOM, Jakarta – Kementerian Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah menyatakan penawaran investasi bodong lewat koperasi, bisa disebut abal-abal. Deputi Bidang Pembiayaan, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Choirul Djamhari menuturkan koperasi yang menawarkan investasi harus ada tanda bukti kepengurusan.

        “Yang nawarkan investasi mengaku punya koperasi, kami tanya mengenai rapat tahunan anggota terakhir. Bila jawabannya lupa dipertanyakan,” ujar Choirul di Jakarta, Rabu (25/02/2015).

        Ia menjelaskan dengan adanya rapat tahunan anggota menunjukan koperasi memiliki badan hukum. Dengan status tersebut, papar dia, koperasi yang legal berhak menawarkan investasi.

        Selain itu, lanjut dia, pihaknya mengandalkan Peraturan Pemerintah (PP) no 9 1995 yang intinya adalah pengawasan dan pengendalian segera disempurnakan agar koperasi jasa keuangan dapat memiliki roadmap (peta jalan) yang jelas dalam pengembangannya.

        “Untuk penyempurnaan PP 9 tersebut, untuk mensuvervisi dan membina koperasi. Jumlah Koperasi terdapat 206 ribu unit, tapi 104 ribu yang simpan-pinjam. Dana ke koperasi dan BMT, yang namanya koperasi simpan pinjam banyak kekeringan likuiditas.soal loan to deposit ratio sama dengan bank. Pembiayaan diberikan sesuai dengan tujuaa koperasi mensejahterakan anggota bersama,” kata dia. [aji]

        – See more at: http://ekonomi.inilah.com/read/detail/2181962/tawarkan-investasi-bodong-itu-koperasi-abal-abal#sthash.lkEvJGeL.dpuf

        November 10, 2014

        Ini 262 Perusahaan Investasi yang Tak Mempunyai Izin OJK

        Senin, 10 November 2014 | 09:50 WIB
        SHUTTERSTOCKIlustrasi

        JAKARTA, KOMPAS.com
        — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengidentifikasi 262 penawaran investasi yang terindikasi bermasalah. Setelah ditelusuri, sebanyak 218 penawaran investasi tersebut tidak memiliki kejelasan izin dari otoritas berwenang.

        Sementara 44 sisanya berada di bawah naungan sejumlah otoritas, seperti Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Badan Pengawas Perdagangan Komoditi Berjangka (Bappebti), Kementerian Perdagangan, serta Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. (Amailia Putri Hasniawati)

        Berikut daftar perusahaan-perusahaan yang dirilis OJK, Jumat (7/11/2014) lalu:
        Nama Perusahaan                        Jenis Usaha
        1 Arising Wealth Management          Investasi Uang
        2 Aucklandfarm.com                        Investasi Uang
        3 BMA21.com                                   Investasi Valas
        4 Boss Venture                                 Investasi Online
        5 Brent Properties                            Promissory Note
        6 Bringintama                                  Investasi Uang
        7 Cakra Buana Sukses                      Investasi Emas
        8 Crown Capital Management           Investasi Saham Luar Negeri
        9 CV. Anugerah Tekstil                     Investasi Pakaian
        10 CV. Berkah Mandiri                       Investasi Emas
        11 CV. Cahaya Mulya                         Investasi Pakaian
        12 CV. Dinamitra Barokah                 Investasi Emas dan Valas
        13 CV. Indotronik                              Investasi Pulsa
        14 CV. Panenmas                              Investasi Produk Pertanian
        15 CV. Smartline Infotech                  Investasi Produk Peralatan Elektronik
        16 Cyberprast                                   Investasi Emas
        17 Duta Business School Tabungan  Investasi Profesi Syariah (TIPS)
        18 Equity World Futures                     Investasi Berjangka dan Komoditi
        19 Exness Trading                              Investasi Valas
        20 Feature Galeria                               Investasi Emas
        21 Fortune F. Travel                             Voucher Investasi
        22 Futura                                             Investasi Berjangka
        23 Futurindo Multi Sejahtera (FMS)        Investasi Penanaman Modal Usaha
        24 Gainscope                                        Investasi Valas
        25 Go Director Club                              Investasi Uang
        26 HIG Internasional Berjangka              Investasi Berjangka dan Komoditi
        27 http://cara-sukses.net                      Investasi Uang, website sudah tidak bisa dibuka
        28 http://gaharugreengold.com            Investasi Tanaman/Perkebunan
        29 http://high2gold.com                      Investasi Emas
        30 http://hutaraland.com/                   Investasi Tanaman/Perkebunan, website tidak bisa dibuka
        31 http://invest.overseaszone.com/program-investasi- jangka-pendek-3-6-dan-12-bulan/
        Investasi Uang, website sudah tidak bisa dibuka
        32 http://investasi-dana.com/?id=admin  Investasi Uang, website sudah tidak bisa dibuka
        33 http://investasitanah.com/jadwal-survey-bersama-ke-21/Investasi Tanah
        34 http://meabisnis.com                         Investasi Online
        35 http://multimegawin.net/                   Investasi Uang, sejenis MLM Online
        36 http://www.clickpaid.com                   Investasi Uang
        37 http://www.dahsyatnyasedekah.com/  Investasi Uang, website sudah tidak bisa dibuka
        38 http://www.Valasprofitmobile.com/     Investasi Berjangka, website sudah tidak bisa dibuka
        39 http://www.forinvester.com                Investasi Uang, website sudah tidak bisa dibuka
        40 http://www.hutanrakyat.com              Investasi Tanaman/Perkebunan
        41http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000003792445/9679967996122010961696799679  Investasi Emas GTIS
        42 http://www.mandiri-plusplus.blogspot.com/  Investasi Uang
        43 http://www.profitclicking.com                      Investasi Uang
        44 http://www.surewin4u.com/                 Investasi Uang, website sudah tidak bisa dibuka
        45 http://www.telexfree.com            Investasi Uang, sejenis MLM website tidak bisa dibuka
        46 https://www.facebook.com/klubasteria   Investasi Uang
        47 https://www.facebook.com/pages/Bonamy-Group/250675998402270  Investasi Uang
        48 https://www.fasapay.com/about/page/fasapay      Investasi Valas
        49 IG Mulia Investama                        Investasi Emas
        50 I-Gist                                            Investasi Tanaman/Perkebunan
        51 Imperium Capital                          Investasi Uang
        52 IndexGB                                        Investasi Saham Luar Negeri
        53 Indoclub                                       Investasi Uang
        54 IndoFxExpress.com                       Investasi Valas
        55 Infocus indonesia                          Investasi Uang
        56 Ingon.org                                      Investasi Sejenis MMM
        57 Interbisclub                                  Investasi Online
        58 Internusa Megafina                       Lembaga Investasi Koperasi
        59 Investasi Amanah 1                      Investasi Valas
        60 Investasi Angel                             Investasi Uang
        61 Investasi Bank Valas Cash (BFC)    Investasi Valas
        62 Investasi fxzn                               Investasi Valas
        63 Investasi Garuda Berjangka (https://garudaberjangka.com/pages/LP2_GSP/index.html)
        Investasi Emas Online
        64 Investasi Index Gold Bullion           Investasi Emas
        65 Investasi Mavrodian (http://www.mavrodianindonesia.com) Investasi Uang, website sudah tidak bisa dibuka
        66 Investasi Micro-Transaction Processing   Investasi Jasa Transaksi
        67 Investasi Pesantren “Padepokan Kanjeng Taat Pribadi” Investasi Uang, dengan imbal hasil besar
        68 Kionex Investasi                          Alat Kesehatan
        69 KJP Cipta Prima Sejahtera          Investasi Tanaman/Perkebunan Kelapa Sawit
        70 http://www.kliklm.com             Investasi Emas
        71 Kontak Perkasa Futures             Investasi Berjangka dan Komoditi
        72 Koperasi Bubur Pandawa Mandirihttps://www.facebook.com/koperasibubur.pandawamandiri?fref=ts     Investasi Uang
        73 Koperasi Cipaganti                                 Investasi Uang
        74 Koperasi Jasa Hukum                             Investasi Tanaman/Perkebunan Jabon
        75 Koperasi Jasa Profesi Cipta Prima Sejahtera  Investasi Tanaman/Perkebunan Kelapa Sawit
        76 Koperasi Karya Mandiri               Investasi Uang
        77 Koperasi Masyari                        Investasi Uang, legalitas dipertanyakan
        78 Koperasi Mitra                            Investasi Uang, Deposito dengan bunga 10 persen
        79 Koperasi Nasari                          Investasi Uang
        80 Koperasi Pandawa Mandiri         Investasi Uang
        81 Koperasi Persada Madani           Investasi Berjangka
        82 Koperasi Pondok Pesantren (KOPONTREN)   Investasi Uang, dengan imbal hasil yang besar
        83 Koperasi Sejahtera Bersama       Investasi Uang
        84 koperasi Sumber Insan Mandiri  Investasi Uang, dengan imbal hasil yang besar
        85 Koperasi Titian Utama       Investasi Uang, berupa penghimpunan dana masyarakat
        86 Lembaga Kredit Financial Mitra Tiara  Investasi Uang, Koperasi dengan bunga tabungan 10
        persen
        87 Lembaga Pendidikan Medicom    Investasi untuk karyawan
        88 London Capital Group Asia (LCGA) Investasi Valas
        89 Mandiri Artha Gemilang     Investasi Uang
        90 Marketing FKC Indonesia   Investasi Uang, sejenis MLM
        91 Mface                                 Investasi Uang
        92 MFC Club.com                   Investasi Token
        93 MIDTOU                            Investasi Berjangka dan Komoditi
        94 MLM QNET                      Investasi Uang, sejenis MLM, skema money game
        95 MLM Talk Fusion            Investasi Uang, sejenis MLM berupa koin emas
        96 MMM (Manusia Membantu Manusia)   Investasi Uang
        97 Monex Investindo Futures   Investasi Berjangka dan Komoditi
        98 MUSIX CELL                         Investasi Uang dengan produk rumah tangga
        99 MYSMARTFX                        Investasi Valas
        100 OANDA fx Trade                 Investasi Valas
        101 ODNP                                Investasi Emas
        102 pay4shares.com                Investasi Online
        103 Pegasus Bullion                 Investasi Emas
        104 PROFIT JUARA (http://profitjuara.com)   Investasi Uang
        105 PT AIAS                             Investasi Pengumpulan Uang
        106 PT Alsi Investindo Utama   Investasi Pengumpulan Uang
        107 PT AMI                             Investasi Valas
        108 PT Amoeba Investment     Investasi Valas
        109 PT Armina Reka               Investasi Uang, berkedok ibadah haji
        110 PT Asa Forestry               Investasi Tanaman/Perkebunan
        111 PT Asian Gold Concept    Investasi Emas
        112 PT Baskara Gold              Investasi Emas
        113 PT Berkah Artha Legacy   Investasi Uang
        114 PT Best Profit Futures      Investasi Berjangka dan Komoditi
        115 PT Bimba AIUEO             Investasi Uang
        116 PT Binari                         Investasi Uang
        117 PT Bintang Bumi Mulia    Investasi Uang
        118 PT Bruton Internasional   Investasi Uang
        119 PT Cakrawala Sukses Indonesia  Investasi Emas
        120 PT CD Angel Indonesia    Investasi Berjangka, Saham Luar Negeri
        121 PT Central Capital Futures  Investasi Berjangka dan Komoditi
        122 PT Cyber Futures                  Investasi Berjangka dan Komoditi
        123 PT Divan Tour Travel            Investasi Uang
        124 PT East Cape Mining Corporation (ECMC)  Investasi Emas
        125 PT Eka Pioneer Groupindo   Investasi Berjangka, legalitas dipertanyakan
        126 PT Elang Nusantara Investama Investasi Uang
        127 PT Energy Karya Guna Madani   Investasi Singkong
        128 PT Exist Assettindo  Investasi Uang
        129 PT Fattriyal  Investasi Uang, legalitas dipertanyakan
        130 PT Fine Gold Indonesia  Investasi Emas
        131 PT Futurindo Ventura Sejahtera (Futura) Investasi Uang, Penawaran Investasi
        132 PT Global Media Nusantara      Investasi Tanaman/Perkebunan
        133 PT Gold Bullion Indonesia (GBI)    Investasi Emas
        134 PT Golden Bird   Investasi Emas
        135 PT Golden Mandiri Investama  Investasi Emas
        136 PT Golden Mining Indonesia   Investasi Emas
        137 PT Golden Tradder Indonesia Syariah (GTIS)  Investasi Emas
        138 PT Goldenmakmur Citra Sejahtera  Investasi Emas
        139 PT Gombol Investasi Mandiri  Investasi Uang, Informasi mengenai Investasi
        140 PT Gracia Invexindo  Investasi Uang, Pengumpulan dana
        141 PT Harfam Jaya Makmur (http://harfam.co.id/)   Investasi Tanaman/Perkebunan Jati
        142 PT Hidup Makmur Terencana   Investasi Uang, berupa dana keagamaan umat Kristiani
        143 PT Hutara Surya Pratiwi  Investasi Tanaman/Perkebunan
        144 PT IHS                            Investasi Uang

        October 24, 2014

        ‘Catut’ Nama Toga dan Tomas, Investasi Bodong Berhasil Jerat Banyak Peserta

        Dana Aditiasari – detikfinance
        Jumat, 24/10/2014 09:53 WIB
        Halaman 1 dari 2

        //images.detik.com/content/2014/10/24/5/rupiah3.jpg
        Palembang -Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mengawasi praktik-praktik penipuan berkedok investasi alias investasi bodong di berbagai daerah. Dari pengawasan tersebut diperoleh temuan yang cukup menarik.

        Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad menyebut, salah satu trik jitu yang sering membuat orang terjerumus adalah karena penawaran investasi bodong ini menggunakan toga dan tomas. Apa itu toga dan tomas?

        “Yang pertama itu banyak yang menawarkan investasi bodong itu membawa gambar atau pendekatan dari tokoh-tokoh agama atau kita sebut toga,” kata Muliaman dalam pidatonya di depan Mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri), Palembang, Jumat (24/10/2014).

        Nama atau foto toga itu, lanjut Muliaman, berhasil menjebak ribuan orang di berbagai daerah. “Seolah-olah tokoh agama ini mendukung produk investasi yang mereka tawarkan, sehingga masyarakat banyak yang terjerumus. Contoh produknya adalah gadai emas,” ungkapnya.

        Selain toga, tambah Muliaman, penawaran investasi bodong juga kadang ‘mencatut’ nama tokoh masyarakat alias tomas.

        “Tokoh masyarakat kita kemudian sebutnya tomas. Karena membawa-bawa tomas, investasi jadi laku padahal izinnya tidak jelas, kemudian mekanismenya tidak jelas,” sebut dia.

        Untuk itu, menurut Muliaman, penting bagi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuannya terhadap industri jasa keuangan. “Jadi kalau menawarkan produk yang sangat tinggi nilai bunganya, tolong berhati-hati,” tegas dia

        Sebelumnya, ia mengungkapkan bahwa ada 3 hal dasar yang harus dilakukan seseorang bila menerima penawaran investasi.

        Pertama adalah lihat kewajarannya dari sisi bunga yang ditawarkan. Sebuah penawaran investasi dianggap tidak wajar apabila bunga yang ditawarkan melebihi tingkat sukubunga yang umum berlaku di pasar keuangan.

        Kedua adalah dari sisi persyaratan. “Bagaimana menyetor, bagaimana menarik, itu tolong diperhatikan,” sambungnya.

        Ketiga adalah pastikan keabsahan hukum baik lembaga investasi maupun produk investasi yang ditawarkan. “Itu bisa di cek di call center OJK 1500655,” kata Muliaman.

        May 28, 2014

        Purdi Chandra Ditahan, Primagama Tak Goyang  

        b7c71-purdi-e-chandra

        Ilustrasi Kantor Pelayanan Pajak. TEMPO/Nickmatulhuda

         

        TEMPO.COYogyakarta – Meski pendiri Primagama, Purdi E. Chandra, ditahan di Rumah Tahanan Wirogunan Yogyakarta atas tuduhan mengemplang pajak, ratusan cabang lembaga pendidikan yang berjalan dengan sistem waralaba di berbagai kota itu tetap berjalan. Purdi yang juga dikenal sebagai motivator itu dituduh mengemplang pajak sebesar Rp 1,2 miliar. (Baca juga:Bekerja Sesuai Panggilan Jiwa)

        “Itu kelalaian pribadi dia, tidak ada sangkut pautnya dengan Primagama,” kata Direktur Primagama Grup Nur Ahmad Afandi, Selasa, 27 Mei 2014.

        Nur yang juga kerabat Purdi ini mengatakan Primagama tidak menunjuk pengacara yang akan mendampingi Purdi. Sebab, bos Primagama itu mempunyai penasihat hukum pribadi. “Semoga kasus ini segera selesai,” kata bekas anggota DPRD DIY itu.

        Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Daerah Istimewa Yogyakarta mempidanakan Purdi karena pada 2004 dan 2005 dianggap memanipulasi laporan surat pemberitahuan tahunan (SPT) pajak. Jumlah total pajak yang tidak dibayar Purdi yakni Rp 1,2 miliar.

        Penyidik Pegawai Negeri Sipil menelisik kasus penggelapan pajak ini. Setelah berkas lengkap, Purdi dijerat dengan Pasal 39 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2000 tentang pajak dengan ancaman hukuman enam tahun dan denda empat kali jumlah pajak terutang.

        Dalam penyelidikan, Purdi diketahui tidak melaporkan seluruh penghasilan yang diperoleh dalam SPT pajak penghasilan. Ia sudah diperingatkan tiga kali, tapi tetap tidak mau membayar pajak terutang.

        Kasus ini diserahkan ke Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta dan jaksa memerintahkan penjemputan paksa dan penahanan terhadap Purdi. “Upaya hukum  untuk memberikan efek jera dan memberikan rasa keadilan bagi wajib pajak yang patuh,” kata Direktur Intelijen dan Penyelidikan Direktorat Jenderal Pajak Kantor Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta Yuli Kristianto.

        M. SYAIFULLAH

        May 2, 2014

        Bisnis VSI Milik Yusuf Mansur Dinilai Ilegal

        Ente memang benar bisnis yang paling ciamik dan untungnya legit adalah bisnis dengan embel embel Agama, Mangkanya ente juga nggak ada kapoknya untuk mencoba terus walaupun sudah dinilai ILEGAL..  Sebenernya kalau main lebih gila ente bisa bilang eh ilegal kata siapa ?? Kalau percaya sama Ana, dan Tuhannya Ana bisnis ini Legal. lagi

        Masyarakat yang masih rendah pendidikannya memang pasar yang paling renyah untuk bisnis dengan embel embel  agama.  Nggak tanggung tanggung MUI saja juga mencoba peruntungan dengan PT GTIS nya jualan investasi emas syariah.. Hehehe… sekarang semua orang ketipu mentah mentah..

         

         

         

        Ekonomi / Keuangan

        Jumat, 2 Mei 2014 | 15:36 WIB
        NOVA/ROMY PALARYusuf Mansur

        JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah tawaran investasinya di bisnis perhotelan kena tegur Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rupanya Yusuf Mansur tidak jera mengajak umat untuk berbisnis bersama.

        Pada 22 Agustus 2013, sang Ustaz meresmikan bisnis barunya di bawah payung PT Veritra Sentosa Internasional (VSI). Tidak perlu waktu lama, bisnis VSI menyebar lewat dunia maya. Sayang, belum genap setahun, masalah sepertinya sudah mulai muncul.

        Simak saja cuit sang Ustaz di linimasa Twitter. Pada Selasa (1/5/2014) sore, pemilik akun @Yusuf_Mansur itu menulis, “yg slh ttp sy. gpp. tp soal deposit VSI ga mungkin ilang. 90% sbb kslhn konfirmasi sj. next will be better. maafin ya. VSI brproses.”

        Rupanya, Yusuf menuliskan hal itu lantaran para mitra VSI tidak bisa melakukan transaksi dengan VPay, yang merupakan alat pembayaran berbagai jasa di VSI.

        Pernyataan itu langsung mendapat respons seru dari sejumlahfollower berjuluk Ustad Sedekah ini. Ada yang mendoakan. Ada pula yang bertanya tentang apa itu VSI. Pemilik akun @Kakasi46 menulis, “@Yusuf_Mansur knp kalau mslh uang, bisnisny slalu mslah yah? Dngerin crmh agamanya aja. Bisnisny jngn. #slow.”

        Lantas, apa sebenarnya bisnis VSI? VSI mengklaim sebagai penyedia jasa transaksi online untuk pembayaran listrik, pulsa telepon seluler, tagihan PDAM, televisi berbayar, hingga zakat. Untuk itu, VSI menjaring mitra dengan iming-iming bisa membayar banyak tagihan tersebut secara gratis. Padahal, investasinya sangat mungil, yakni mulai dari Rp 275.000 hingga sekitar Rp 8,5 juta.

        Modal kecil beriming-iming bonus lumayan

        Lebih jelasnya, VSI menawarkan 5 paket kemitraan. Paket Basic, mitra cukup menyetor modal Rp 275.000. Dengan modal ini, mitra mendapatkan kepemilikan satu fasilitas VPay yang berlaku seumur hidup dan dapat diwariskan.

        Paket Silver, mitra memperoleh 3 fasilitas VPay plus cash backalias dana tunai Rp 75.000 plus deposit VPay sebesar Rp 50.000. Syaratnya, mitra menyetor Rp 825.000.

        Paket Gold, mitra memperoleh tujuh fasilitas VPay serta dana tunai Rp 225.000 dan deposit Rp 170.000. Modalnya, Rp 1.925.000.

        Paket Platinum, mitra memperoleh 15 unit VPay plus dana tunai Rp 675.000 dan deposit VPay sebesar Rp 450.000. Untuk itu, mitra mesti berinvestasi Rp 4.125.000.

        Terakhir, paket Titanium dengan modal Rp 8.525.000. Di sini, mitra mendapat 31 fasilitas VPay, dana tunai Rp 1.635.000, dan deposit VPay Rp 1.090.000.

        Tidak cukup sampai di situ, iming-iming VSI bertaburan, mulai dari jalan-jalan ke luar negeri hingga mobil seharga Rp 5 miliar. Caranya, mitra mesti mencari “kaki” sebanyak 500 di kiri dan 500 di kanan. Di posisi ini, status mitra bukan lagi sebagai sponsor, tetapi leader.

        Setiap menggaet orang baru, si mitra mendapat bonus sebesar Rp 50.000, terdiri atas uang tunai Rp 30.000 dan deposit VPay Rp 20.000. Setelah berhasil mengajak mitra baru, status si mitra lama tadi menjadi sponsor. Dan, apabila mitra baru yang digaet berhasil mengajak dua orang baru, sang sponsor di atasnya akan mendapatkan bonus Rp 25.000.

        Perinciannya, Rp 13.000 berupa dana tunai dan Rp 12.000 berupa deposit VPay. Namun, bonus dana tunai tadi baru bisa dicairkan bila nilainya sudah melewati angka Rp 150.000.

        Berkat popularitas Yusuf Mansur sebagai ustaz dan promosi yang gencar lewat dunia maya, terutama media sosial, bisnis VSI tumbuh bongsor. VSI mengklaim, sekitar 45.000 mitra alias anggota telah bergabung.

        Sejumlah mitra mengaku merasakan manfaat bisnis ini. Wawan Pradipta, salah satunya. Ia menjadi mitra VSI sejak tujuh bulan silam. Ia membeli paket Rp 275.000. Dengan mengajak istri dan sanak saudara, kini Wawan memiliki 150 mitra di dalam jaringannya.

        Namun, Wawan mengaku, bonus yang ia terima saban bulan belum begitu besar. “Paling banyak Rp 1,5 juta. Itu pun harus bersusah payah memotivasi kaki-kaki saya,” ujar lelaki asal Palembang ini.

        Harun Dermawi mengungkapkan pengalaman serupa. Setelah dua bulan bergabung, kini ia telah memiliki 20 mitra. Ia mengaku tertarik menjadi mitra lantaran sosok pendirinya adalah Ustaz Yusuf Mansur yang terkenal. Dus, bisnis ini bisa menarik banyak orang. “Apalagi bisnisnya terlihat sederhana dengan menjual produk sehari-hari, seperti voucer pulsa dan listrik,” jelas Harun.

        Toh, Harun tidak menjadikan bisnis ini sebagai mata pencarian utama. Apalagi, sistem pembayaran VPay sering macet. “VPay itu sering hang kalau di jam-jam sibuk,” ungkapnya.

        Termasuk skema money game?

        Sekilas, bisnis VSI terlihat seperti bisnis multilevel marketing(MLM). Sebab, bisnis ini berkembang dengan cara menjaring mitra-mitra baru. Namun, benarkah ini MLM?

        Di sini, masyarakat sebaiknya waspada. Sebab, banyak skema piramida atau money game yang menyaru sebagai bisnis MLM. Bisnis MLM mewajibkan penjualan produk yang jelas. Sementara, bila kita cermati, bonus imbalan keberhasilan merekrut anggota jaringan yang baru masih menjadi andalan pendapatan anggota VSI.

        Ketua Umum Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) Djoko Komara menyebut, bisnis VSI berlangsung ilegal. Ia menilai, Yusuf tidak mengerti sejumlah aturan mengenai pendirian perusahaan direct selling atau MLM. “Salah-salah, nanti bisnis ini malah masuk dalam kategori investasi bodong,” ujar dia.

        Pakar ekonomi syariah Setiawan Budi Utomo pun menyoroti produk VPay dan skema pemberian bonus yang nilainya tak sesuai dengan nominal pembelian. Jadi, meski berkedok agama, ia meminta agar masyarakat tetap waspada. “Biasanya bisnis semacam ini hanya akan menguntungkan maksimal 20 persen peserta, yang mereka adalah anggota lama dan pemilik bisnis,” jelas dia.

        Menghadapi tudingan-tudingan miring itu, Yusuf cuma berkilah pendek, “Doain, ya. Ini buat Indonesia.”

        Bagaimanapun, urusan duit kita harus waspada. (Diemas Kresna Duta, Mona Tobing)

        April 14, 2014

        OJK harus Awasi Investasi Bodong

        OJK harus Awasi Investasi Bodong
        www.inilah.comonFollow on Google+

         

        Monkey business  makin merajalela nih.. Tukang tipu (investment abal-abal) memang lebih cerdik mengemas pepesan busuknya, segala cara mulai dengan embel embel Syariah sampai penasihat keuangan ( PT Quantum Magna Finansial)
        Headline

        (Foto: inilahcom)
        Oleh: Wiyanto
        ekonomi – Senin, 14 April 2014 | 14:20 WIB

        INILAHCOM, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus dapat mengawasi dengan ketat lembaga investasi. Sebab masih ada yang menjadi korban penipuan investasi.

        Menurut Kepala Ekonom Bank Negara Indonesia (BNI), Ryan Kiryanto investasi bodong seharusnya tidak terjadi kembali. “Tadi pagi saya baca masih ada korban investasi bodong. Ke depan harusnya tidak ada lagi muncul investasi bodong,” ujar Ryan saat seminar tentang MASA DEPAN GROUP KEUANGAN PERBANKAN di Jakarta, Senin (14/4/2014).

        Ryan menyebutkan dengan adanya investasi bodong kembali menyebabkan ada pihak yang mendapatkan ke rugian. “Ini PR untuk pemerintahan baru nanti. Jadi perlu digali lebih tajam apa penyebabnya. Ini menjadi pengawasan OJK,” kata Ryan.

        Ryan mengatakan OJK perlu mengawasi lembaga investasi lagi dengan ketat. “Jangan muncul kasus dulu, baru bereaksi. Perlu diindentifikasi produk-produk mana yang potensial sehingga tidak merugikan nasabah,” ucap Ryan.

        Makanya tidaklah mengherankan kalau terjadi penipuan investasi emas. Ini kali yang ke sekian terjadi penipuan investasi. “Muncul investasi bodong karena kepiawaian si pelaku karena regulasinya blur, nggak jelas, jadi ini kasus terus menggelinding dan belum clear,” jelas Ryan.

        Penipuan investasi bisa berawal dari rekomendasi investasi seperti yang menimpa seorang artis. Instrumen investasi seharusnya di pasar yang memiliki aturan ketat. Apabila belum dipagari dengan banyak aturan maka bisa memicu risiko yang tinggi. Sebab dapat menawarkan keuntungan di atas bunga deposito. Walaupun saat itulah risikonya kian dekat. [hid]

         

        ++++++++++++

         

        Ferdy Hasan Sebut Rugi Rp 12 Miliar Gara-gara Investasi di Sini

        Mahardian Prawira Bhisma – detikfinance
        Senin, 14/04/2014 16:58 WIB
        Halaman 1 dari 2
        https://i2.wp.com/images.detik.com/content/2014/04/14/5/ferdyhasan.jpg
        Jakarta -Malang nasib presenter kondang Ferdy Hasan. Ingin berinvestasi untuk masa tua tapi uangnya malah lenyap gara-gara perusahaan tempat berinvestasinya bermasalah.

        Ferdy mengaku ikuti saran CEO QM (Quantum Magna) Ligwina Hananto dalam berinvestasi, yaitu di PT Trimas Mulia dan PT Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS), dan CV Panen Mas. Tiga perusahaan itu kini diradang masalah.

        “Ini kan saya ikutin (financial) planner yang kompeten dan begini hasilnya,” kata Ferdy kepada detikFinance di Menara Allianz Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (14/4/2014).

        “Ya rugi Rp 12 miliar mas, minus nilai kapitalnya. Yang GTIS orangnya kabur, yang Agro (Panen Mas) orangnya dipenjara, yang kabur ke luar itu enggak ada kabarnya,” tambahnya.

        Trimas mulia adalah perusahaan jual beli emas, simpan gadai emas, dan transaksi emas dunia secara online. Perusahaan yang beroperasi di bawah pimpinan Yoga Dendawancana ini mulai menarik nasabah Desember 2011.

        Skema investasinya, nasabah membeli emas dengan nilai 25% lebih mahal dari harga pasaran PT Logam Mulia. Emas ini kemudian digadai ke Trimas Mulia dengan komisi 2-6% tiap bulan tergantung periode investasi.

        Di akhir tenor nasabah akan dapat cash back senilai 25-30% dari emas pada transaksi awal digadai. Sejak April 2013 Trimas gagal bayar kepada nasabahnya.

        Ferdy Hasan Sebut Rugi Rp 12 Miliar Gara-gara Investasi di Sini

        Mahardian Prawira Bhisma – detikfinance
        Senin, 14/04/2014 16:58 WIB
        Halaman 2 dari 2
        Sedangkan GTIS merupakan perusahaan jual beli emas yang pendirinya (Michael) Ong Hang Chun membawa lari uang perusahaan dan emas nasabah ke luar negeri. Skema investasinya hampir sama dengan Trimas Mulia.

        Dengan jaminan memegang fisikemas, investor bisa dapat imbal hasil sebesar 1,5-2,5% per bulan tergantung masa kontrak. Imbal hasil ini lebih tinggi jika tanpa jaminan emas fisik, yaitu sebesar 4,5-5,4%.

        GTIS mulai bermasalah sejak pembayaran bonus nasabah mulai mandek pada 25 Februari 2013. Ternyata belakangan diketahui Michael Ong membawa lari uang perusahaan dan emas nasabah ke luar negeri bersama Direktur GTIS Desmond Yap dan dua kerabatnya.

        Sementara CV Panen Mas tidak bergerak di industri emas, melainkan perkebunan dan peternakan. Ferdy berinvestasi dalam bentuk produk Singkong Super, Burung Puyuh, dan Ayam Super.

        Direktur utama perusahaan agribisnis ini, Ari Pratomo, sudah ditangkap pihak kepolisian pada November 2013 lalu karena gagal mengembalikan dana nasabah sesuai yang dijanjikan.

        Perusahaan ini menawarkan investasi di produk pertanian dan peternakan yang bisa memberi imbal hasil kurang dari satu tahun. Tapi yang terjadi adalah kurang dari setahun sudah bermasalah.

        Menanggapi tudingan Ferdy bahwa QM Financial adalah pihak yang membuatnya rugi, Kuasa Hukum QM Financial Eri Hertiawan mengatakan saran investasi yang diberikan oleh QM Financial hanya sekedar rekomendasi. Keputusan dan risiko ada sepenuhnya di tangan investor.

        “Yang penting adalah ada satu hal yang tidak bisa QM disclose (diungkap) seenaknya, itu tetap ditaati. Sebenarnya, yang diberikan QM sekadar rekomendasi. Kemudian dari rekomendasi itu bisa dilakukan keputusan, itu di luar kita. Harusnya ini tidak bisa dipermasalahkan. Keputusan sepenuhnya ada di investor,” ujar Eri kepada detikFinance.

        Eri mengatakan, investor harusnya jangan cuma tahu untung saja, namun ada juga risiko yang terkandung dalam investasi yang dijalaninya. “Jadi jangan hanya mikir untungnya saja, terus ketika ada risiko teriak-teriak. Ini beda dengan deposito yang untungnya sudah ditetapkan, kalau investasi ada fluktuasi. Jadi harus melihat faktor risiko,” kata Eri.

        ++++
        Jadi QM rekomendasinya mengerikan sekali dong..
        March 19, 2014

        MUI Akui Kecolongan Soal Investasi Bodong GTIS

        Bisnis menjual  Agama memang paling moncer !  Sangking moncernya bisnis abal abalpun bisa dijual.
        MUI sudah kehilangan wibawa sebagai lembaga agama. Urusan yang paling penting saja seperti soal label sudah gagal total apalagi mengurus soal investasi emas hehehe.. Urus saja “mas mas” Jawa supaya nggak jadi teroris !
        RABU, 19 MARET 2014 | 08:28 WIB

        MUI Akui Kecolongan Soal Investasi Bodong GTIS  

        Gerai emas Golden Traders Indonesia Syariah di Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

        TEMPO.CO Jakarta - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsudin, mengakui lembaganya kecolongan dalam mengawasi praktek investasi bodong PT Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS).

        Din mengatakan terbatasnya tenaga dan wewenang Dewan Syariah untuk melakukan pengawasan memperbesar peluang penipuan berkedok sertifikat halal seperti GTIS. “Dalam kasus GTIS ini, kami memang kecolongan,” kata dia, saat menemui puluhan korban GTIS di kantornya, Selasa, 18 Maret 2014.

        Din mengatakan salah satu kelemahan MUI adalah tidak bisa mengawasi perilaku para pemegang sertifikat halal atau syariah. Namun, Din mengatakan wewenang pengawasan lembaga yang memiliki sertifikat syariah memang tidak cuma dilakukan MUI. “Itu urusan pemerintah, kami hanya mengeluarkan fatwa.” (baca:Tergiur Label MUI, Nasabah Tertipu Investasi Emas).

        Din mencontohkan, pengawasan pemegang sertifikat syariah di sektor keuangan dilakukan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. Sedangkan pemegang sertifikat halal makanan diawasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan.

        Wakil Ketua MUI, Ma’ruf Amin, mengatakan persoalan pengawasan praktek syariah di lembaga keuangan sulit dilakukan. MUI, kata dia, tidak punya tenaga memadai untuk mengawasi praktek syariah di lembaga-lembaga yang telah disertifikasi. “Kami hanya mengevaluasi sertifikatnya setiap dua tahun sekali karena lembaga-lembaga itu wajib memperbaharui sertifikatnya,” ujar Ma’ruf.

        Seperti diberitakan sebelumnya, para nasabah GTIS kehilangan uang setelah dua petinggi GTIS, Michael Ong serta Edward Soong, kabur. Dua warga Malaysia ini diduga membawa uang nasabah senilai hampir Rp 1 triliun pada awal 2013. Mereka menjalankan praktek investasi dan jual beli emas, tetapi dengan sistem transaksi tanpa barang. (baca: DPR Tagih Tanggung Jawab MUI dalam Kasus GTIS).

        Puluhan nasabah yang berasal dari Jakarta, Bandung, dan Surabaya ini awalnya ingin berdemonstrasi. Mereka meminta MUI ikut bertanggung jawab karena telah mengeluarkan label syariah untuk GTIS. MUI juga dinilai bertanggung jawab karena diduga menyimpan uang dari GTIS melalui Yayasan Dana Dakwah Pembangunan.

        PRAGA UTAMA

        February 20, 2014

        Investasi Bodong dan Ligwina

        Ngapain Ligwina ( penasihat keuangan celebritis ) ini menginvest di sebuah CV  yang track record tidak jelas.
         Agak mencurigakan sih, kecuali dia ikut bermain dgn si empunya CV . Jaman sekarang harus berhati hati dengan  tokoh agama (ingat  Yusuf Mansur dan MUI yang memberi ijin PT Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS) ), bisnis ( Purdi Chandra), tokoh politik ( investasi saham di usaha Bakrie   harus dihindari) dan finansial planner ( yang ternama sekalipun macam Ligwina) . Sudahlah kalau mau investasi yang paling aman adalah deposito,  dan investasi saham tanpa broker yang lain sih hanya MONKEY BUSINESS .

        INVESTASI BODONG

        Tersangkut Panen Mas, OJK akan panggil QM

        Oleh Amailia Putri Hasniawati – Selasa, 25 Februari 2014 | 07:02 WIB
        Tersangkut Panen Mas, OJK akan panggil QM

        JAKARTA. Penawaran produk investasi bodong CV Panen Mas yang menyeret-nyeret PT Quantum Magna (QM) Financial memasuki babak baru. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana memanggil perusahaan perencana keuangan yang telah mereferensikan produk Panen Mas kepada kliennya tersebut.

        Sumber KONTAN di OJK membisikkan, pihaknya sedang menyiapkan surat pemanggilan kepada QM Financial. “Pekan ini, rencananya kami akan panggil,” ujarnya, Senin (24/2).

        Saat ini, katanya, OJK masih mempelajari lebih lanjut mengenai prinsip-prinsip dan mekanisme kerja perencana keuangan. Asal tahu saja, perencana keuangan bukan profesi yang berada di bawah pengawasan OJK.

        Seperti diketahui, QM Financial mereferensikan sejumlah produk investasi kepada kliennya, seperti investasi perkebunan dan peternakan milik CV Panen Mas, dan investasi emas milik Golden Traders Syariah (GTIS). Belakangan diketahui, pemilik kedua perusahaan tersebut melarikan dana nasabahnya.

        Chief executive officer (CEO) QM Financial, Ligwina Hananto mengaku siap bertemu OJK. “Kami siap menghadap, jika dipanggil. Ini justru bagus, karena sejak lama kami juga ingin bertemu,” katanya ketika berkunjung ke Redaksi KONTAN, Senin (24/2).

        Ligwina menyatakan sebelum mereferensikan produk Panen Mas dan GTIS kepada klien, pihaknya sudah melakukan verifikasi mengacu standar yang berlaku di QM. Ada lima tahap pengecekan, yakni keberadaan aset dasar (underlying asset), risikotest case, tujuan investasi, dan cek insideatau outside plan.

        Menurut Ligwina, ketika QM Financial mencoba investasi di GTIS pada 2011, dan Panen Mas pada 2012, pihaknya mendapat keuntungan seperti yang dijanjikan. “Selama proses verifikasi, kami tidak mencurigai sedikitpun skema ponzi. Kalaupun terjadi skenario terburuk di GTIS setidaknya investor memegang emas fisik,” ungkapnya.

        Meski QM Financial sudah menjalankan sejumlah proses verifikasi, rupanya tidak menjamin produk yang direferensikan bebas unsur penipuan.

        “Pada Panen Mas, verifikasi kami salah. Karena memang kami tidak bisa menebak malicious intent(niat jahat) si pemilik produk,” ujarnya.

        Meski begitu, ia mengaku, sudah menjabarkan risiko investasi yang mungkin terjadi kepada klien, termasuk kepada Hery Paska. Sekadar mengingatkan, Hery adalah klien QM Financial yang mengaku merugi ratusan juta rupiah setelah menanamkan dana di Panen Mas.

        Investasi Bodong, Ligwina-Klien Sepakat Damai

        RABU, 19 FEBRUARI 2014 | 13:10 WIB

        Investasi Bodong, Ligwina-Klien Sepakat Damai  

        Ligwina Poerwo-Hananto. dok TEMPO/Rosdianahangka

        TEMPO.COJakarta – Kasus dugaan penipuan investasi yang melibatkan perencana keuangan PT Quantum Magna, Ligwina Hananto, telah masuk jalur penyelesaian. Ligwina mengatakan proses penyelesaian hukum kepada pemilik CV Panen Mas, Ari Pratomo, hingga saat ini masih terus berlanjut. “Dan penyelesaian permasalahan keuangan sudah tersedia dan disetujui oleh Hery, klien kami,” tulis Ligwina dalam situs perusahaannya pada Rabu, 19 Februari 2014.

        Menurut Ligwina, dalam memberikan jasa perencanaan keuangan, dia selalu berusaha menyampaikan hal-hal yang patut dipertimbangkan dan risiko atas suatu investasi yang dibahas bersama, sesuai dengan kebutuhan dan permintaan setiap klien. Perihal rekomendasi, ilustrasi, analisis maupun hasil diskusi, ujar dia, tidak ada kewajiban atau paksaan bagi klien untuk mengikuti suatu investasi tertentu. “Keputusan untuk mengikuti suatu investasi sepenuhnya berada pada klien,” katanya. (Baca juga: Kasus Panen Mas, Ini Tip Hindari Investasi Bodong)

        Ligwina mengatakan akan menyelesaikan persoalan ini secara hukum. Dalam pelayanannya kepada klien, ia mengaku menjunjung tinggi etika kerja dalam membantu dan merencanakan investasi keuangannya dan melindunginya sesuai keahlian. “Kami selalu mengedepankan solusi sesuai dengan kebutuhan klien,” ucapnya.

        Kasus yang melibatkan Ligwina ini bermula ketika Ari Pratomo, pemilik CV Panen Mas, kabur membawa dana investasi nasabah. Dalam pernyataannya kepada Tempo, Ligwina menegaskan CV Panen Mas bukanlah perusahaan bodong. Perusahaan itu memang bergerak di bidang perkebunan dan peternakan. Ketika mensurvei perusahaan yang bergerak di bidang agrobisnis itu, dia mendapati kebun dan kandang milik perusahaan tersebut. (Lihat juga: Ligwina: Panen Mas Bukan Usaha Investasi Bodong)

        Masalah muncul, kata Ligwina, ketika pemilik CV Panen Mas, Ari Pratomo, kabur membawa uang nasabah. “Ini ada kesalahan dalam manajemen perusahaan saja. Di tengah jalan dia kabur dan buron,” kata Ligwina melalui pesan pendek kepada Tempo, Senin, 17 Februari 2014.

        Kaburnya Ari inilah yang kemudian memunculkan dugaan penipuan investasi. Nah, terakhir kali Ligwina berkomunikasi dengan Ari pada November tahun lalu. Saat itu dia bertemu Ari di dalam penjara di Sukabumi. “Kami menemuinya karena khawatir tidak ada solusi untuk klien,” katanya. (Berita terkait : Apa Kata Ligwina atas Dugaan Penipuan Investasi?)

        Hery adalah warga Bandung, salah satu nasabah Panen Mas. Dalam rubrik pembaca sebuah harian nasional, Hery mengungkapkan kekesalannya karena merasa ditipu oleh Ligwina. Pasalnya, perancang keuangan inilah yang menawarkan CV Panen Mas sebagai tempat berinvestasi kepada Hery. Namun, dalam perjalanannya, pemilik Panen Mas kabur. Hery mengaku rugi sampai ratusan juta dalam investasi tersebut.

        NURUL MAHMUDAH | ERWAN HERMAWAN

        ++++++++++++++++

        SELASA, 18 FEBRUARI 2014 | 12:02 WIB

        Kasus Panen Mas, Ini Tip Hindari Investasi Bodong

        Kasus Panen Mas, Ini Tip Hindari Investasi Bodong

        Ilustrasi uang rupiah. TEMPO/Subekti

        TEMPO.COJakarta – Dugaan terjadinya praktek investasi bodong kembali muncul. Ari Pratomo, pemilik CV Panen Mas, kabur membawa uang nasabah. Walhasil, para nasabah yang terlanjur menanamkan modal di perusahaan agrobisnis ini pun tinggal gigit jari.

        Dari kejadian tersebut, sebagian investor merasa dibohongi oleh Ligwina Hananto. Pasalnya, perancang keuangan dari Quantum Magna itu yang merekomendasikan mereka untuk berinvestasi di sana. (Baca: Ligwina: Panen Mas Bukan Usaha Investasi Bodong). 

        Agar tidak terjebak dalam investasi bodong, masyarakat awam benar-benar harus memperhatikan beberapa hal sebelum melakukan investasi tertentu. Perencana keuangan dari Finansia Consulting, Eko Indarto, berbagi tip agar tak mudah tertipu oleh investasi bodong. Apa saja tipnya?

        Pertama, masyarakat yang sudah investasi harus melihat hasilnya. “Ketika hasil terlalu tinggi atau jauh di atas yang ditawarkan perbankan, maka harus mulai berhati-hati,” kata Eko kepada Tempo, 17 Februari 2014. Menurut dia, jika hasil yang ditawarkan sangat tinggi dalam waktu instan, maka risiko yang ditanggung juga lebih tinggi.

        Kedua, hasil investasi yang tinggi tidak bisa berlangsung tetap dan stabil. Menurut Eko, jenis investasi yang bisa memberikan hasil tetap hanya deposito dan obligasi. “Di luar itu ya tidak bisa. Maka jangan harapkan hasil investasi yang stabil atau tidak berubah. Akan terjadi fluktuasi,” katanya. Jika ingin hasil yang tetap, seseorang disarankan memilih investasi dalam bentuk deposito atau obligasi.

        Tip ketiga, jika ingin berinvestasi, maka jangan hanya menelan bulat-bulat saran yang diberikan oleh seorang perencana keuangan. Menurut dia, begitu seseorang berinvestasi, maka ia harus mengerti bagaimana cara kerja investasi tersebut dan bagaimana investasi itu memberikan hasil. “Harus pakai logika, jangan langsung percaya dan menelan semua yang disarankan financial planner. Misalnya kalau produknya berupa produk pertanian, ya tidak akan memberikan hasil tetap. Kita harus mengerti bagaimana sistem itu bekerja,” katanya.

        Terakhir, Eko menyarankan sebelum memilih perusahaan investasi atau produk investasi harus memperhatikan aspek legalitas perusahaan atau produk tersebut. Menurut dia, banyak kasus terjadi di mana masyarakat tidak paham perusahaan atau produk investasi sehingga mereka dengan mudah memberikan uang. “Padahal perusahaan tidak jelas, produknya juga,” katanya.

        ANANDA TERESIA

        +++++++++++++++

        ENIN, 17 FEBRUARI 2014 | 13:54 WIB

        Ligwina: Panen Mas Bukan Usaha Investasi Bodong

        Ligwina: Panen Mas Bukan Usaha Investasi Bodong  

        Ligwina Poerwo-Hananto. dok TEMPO/Rosdianahangka

        TEMPO.COJakarta – Financial planner dari PT Quantum Magna, Ligwina Hananto, menyatakan CV Panen Mas bukan perusahaan bodong. Ketika menyurvei perusahaan yang bergerak di bidang agrobisnis itu, dia mendapati kebun dan kandang milik perusahaan tersebut.

        Masalah muncul, kata Ligwina, ketika pemilik CV Panen Mas, Ari Pratomo, kabur membawa uang nasabah. “Ini ada kesalahan dalam manajemen perusahaan saja. Di tengah jalan dia kabur dan buron,” kata Ligwina melalui pesan pendek kepada Tempo, Senin, 17 Februari 2014.

        Kaburnya Ari inilah yang kemudian memunculkan dugaan penipuan investasi. Nah, terakhir kali Ligwina berkomunikasi dengan Ari pada November tahun lalu. Saat itu dia bertemu Ari di dalam penjara di Sukabumi. “Kami menemuinya karena khawatir tidak ada solusi untuk klien,” katanya.

        Untuk membantu klien, Ligwina menambahkan, pihaknya membuat program tanam ulang. “Tapi ini masih masa percobaan dan mudah-mudahan membantu klien,” ucapnya. (Baca pula: Apa Kata Ligwina atas Dugaan Penipuan Investasi?)

        Dia juga menyatakan pihaknya telah mencapai kata sepakat dengan Hery ihwal persoalan investasi. “Masalah sudah selesai dengan Hery dan sudah disetujui. Kalau masalah hukum kami serahkan ke konsultan hukum.”

        Hery adalah warga Bandung, salah satu nasabah Panen Mas. Dalam rubrik pembaca sebuah harian nasional, Hery mengungkapkan kekesalannya karena merasa ditipu oleh Ligwina. Pasalnya, perancang keuangan inilah yang menawarkan CV Panen Mas sebagai tempat berinvestasi kepada Hery. Namun, dalam perjalanannya, pemilik Panen Mas kabur. Hery mengaku rugi sampai ratusan juta dalam investasi tersebut.

        ERWAN HERMAWAN

         

        ++++

        SKANDAL INVESTASI BODONG

        Niat hati cari nasihat, apa daya justru nyangkut!

        Oleh Ruisa Khoiriyah, Agung Jatmiko – Senin, 03 Maret 2014 | 08:00 WIB
        Telah dibaca sebanyak 16090 kali
        Niat hati cari nasihat, apa daya justru nyangkut!

        Sebagian klien perusahaan perencana keuangan PT Quantum Magna alias QM Financial menjadi korban investasi bodong Panen Mas. Mereka mengaku mendapatkan rekomendasi berinvestasi Panen Mas dari sang perencana keuangan.

        JAKARTA. Pekan ketiga Februari 2014, publik mendadak dikejutkan oleh kasus investasi bodong Panen Mas. Melalui surat pembaca di Harian Kompas, Sabtu (15/2), Hery Mada Indra Paska, karyawan swasta di Dumai, Riau, mengadukan nasib apes dia terjebak investasi bodong yang dimobilisasi oleh CV Panen Mas.

        Kisah apes Hery menjadi semakin mengentak ketika dia menyebut-nyebut sebuah nama perusahaan jasa perencana keuangan. “Saya ikut investasi Panen Mas atas rekomendasi dari perencana keuangan saya, QM Financial,” cerita dia, kepada KONTAN.

        Syahdan, pada akhir 2012, atas saran kawannya yang sudah lebih dulu menjadi klien QM Financial, Hery tertarik memakai jasa perencana keuangan. Dia ingin mendapatkan nasihat terbaik dari profesional terkait penataan keuangan pribadi. Hery pun ke Jakarta bertemu dengan Nadiah, tenaga penjualan QM Financial.

        Singkat cerita, akhirnya dia mengikat perjanjian sebagai klien QM Financial dengan masa kontrak mulai November 2012 hingga November 2014. Tarif jasa yang dikenakan oleh QM Financial sebesar Rp 7,5 juta. Selanjutnya, Hery berhubungan dengan Nurfitriavi Noeriman atau Fitri, perencana keuangan QM Financial, yang juga menjabat sebagai Head of Sales di perusahaan tersebut.

        Sebagaimana proses konsultasi perencanaan keuangan lazim, terlebih dulu Hery diminta melakukan risk profiling, cek kondisi keuangan, hingga penentuan tujuan keuangan. Dari situ, diketahui bahwa Hery berprofil agresif.

        Kondisi keuangan Hery juga dipaparkan, yaitu tengah menanggung utang senilai Rp 250 juta dengan bunga Rp 6,7 juta per bulan. Adapun, tujuan keuangan dia ada lima item, antara lain mencari alternatif produk keuangan yang bisa menutup cicilan utang koperasi, persiapan dana menikah, membeli apartemen, rumah, dan kebun sawit.

        Nah, dari tahap tersebut, QM Financial memberikan berbagai advis dan rekomendasi untuk Hery. Ada rekomendasi berinvestasi reksadana untuk pencapaian rencana dana pensiun dan sebagainya. “Rekomendasi mereka cukup baik dan memang saya ikuti,” kata Hery.

        Rekomendasi investasi

        Tak cuma investasi di produk pasar modal, dalam draft plan yang disusun QM Financial untuk Hery, ada banyak rekomendasi investasi di sektor non-pasar modal. Apa saja itu? Mengutip dokumen draft plan yang diperoleh KONTAN, ada empat alternatif investasi non-pasar modal yang diajukan QM untuk Hery.

        Pertama, investasi emas di Golden Trader Indonesia Syariah (GTIS). Namun, Hery mengaku ketika itu dia tidak tertarik masuk ke GTIS. “Kawan saya, yang juga mendapat rekomendasi tersebut merugi Rp 40 juta. Jadi, saya tidak mau ikuti jejak dia,” kata dia.

        Sekadar mengingatkan, KONTAN memberitakan, pertengahan 2012, GTIS sudah bermasalah dan tidak mampu memberikan return sesuai janji.

        Kedua, investasi di peternakan kambing De Tu Ka Farm, Bogor. Dalam draf tertulis, usaha ternak kambing itu berdiri sejak tahun 2010. Minimal investasi Rp 10 juta dengan pendapatan Rp 350.000 per bulan atau return 3,5% per bulan.

        Ketiga, investasi properti Easton Park Jatinangor dengan harga per unit Rp 160 juta. Imbal hasil per bulan mencapai 2%, namun investor harus menunggu tiga tahun hingga bangunan jadi pada 2015. Namun, investasi ini dinilai oleh QM Financial kurang feasible.

        Keempat, bisnis kamar kos 20 unit. Dalam hitungan QM Financial, investasi itu bisa menghasilkan sekitar Rp 15 juta per bulan bagi Hery.

        Terakhir, tawaran investasi sektor agrobisnis di CV Panen Mas. Panen Mas memiliki tiga paket investasi, yaitu paket singkong, burung puyuh, dan ayam super. Hery tertarik masuk ke investasi tersebut.

        Hery mengakui bahwa sedari awal Fitri sudah menjelaskan bahwa setiap pilihan investasi memiliki risiko. “Namun, untuk investasi di Panen Mas, dia mengaku sudah mengecek ke lapangan keberadaan kebun singkong, ayam, dan puyuh,” jelas Hery.

        Dia semakin tergoda lantaran Fitri menceritakan ada klien QM Financial yang sudah setahun berinvestasi di sana dan berjalan lancar. Selanjutnya, Fitri menghubungkan Hery langsung dengan Ari Pratomo, Direktur Utama CV Panen Mas.

        Alhasil, Hery mengambil sejumlah paket investasi Panen Mas. Modal untuk investasi singkong Rp 47,5 juta per paket, ternak puyuh Rp 12 juta per paket, dan ternak ayam super Rp 19 juta per paket. Total jenderal, Hery sempat menanamkan modal senilai Rp 316,5 juta di Panen Emas.

        Sebagian dana itu memang sudah kembali. Namun, Hery mengklaim, hingga saat ini modalnya masih tersangkut sekitar Rp 200 juta. Modal investasi di ayam super senilai Rp 76 juta sudah kembali berikut hasilnya. “Saya masuk 13 Februari 2013 dan memperoleh pengembalian dana Rp 104 juta pada April 2013,” jelas Hery.

        Dari lima paket puyuh senilai Rp 60 juta, Hery telah mendapat imbal hasil Rp 10 juta pada Mei 2013, dari Rp 120 juta yang dijanjikan. Celakanya, investasi singkong sama sekali belum membuahkan hasil. “Alasannya, Panen Mas terkendala karena pabrik tapioka belum berjalan, Ari minta waktu untuk mengembalikan uang,” jelas Hery.

        Menjadi urusan polisi

        Tunggu punya tunggu, Ari malah menghilang. QM Financial pun akhirnya turut mencari bukti fisik aset Ari dan melakukan audit keuangan. Celakanya, dari hasil audit itu terungkap, terdapat ketidaksesuaian antara laporan keuangan dengan kondisi di lapangan.

        Akhirnya pada September 2013, Fitri melaporkan Ari ke Kepolisian Jakarta Selatan dengan tuduhan penipuan dan penggelapan.

        Namun, laporan kepada Kepolisian itu bukan atas nama klien QM Financial yang kejeblos Panen Mas. Rupanya, sesuai salinan laporan Kepolisian yang diperoleh KONTAN, Fitri yang menjabat sebagai Head of Sales QM Financial itu juga memiliki kontrak investasi ternak puyuh dengan Ari, sejak Mei 2013.

        Fitri sudah menyetor Rp 80 juta dan dijanjikan imbal hasil Rp 30 juta per bulan, mulai bulan ketiga hingga bulan ke-14 oleh Ari. Namun, janji itu bodong.

        Kemudian, pada November 2013, Hery mendapat kabar bahwa Ari tertangkap oleh Kepolisian Cicurug, Sukabumi. Dalam dokumen dakwaan yang dikutip KONTAN dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri Cibadak, Ari Pratomo didakwa melakukan penipuan jual-beli singkong dengan Euis Masnawati.

        Total kerugian yang ditanggung oleh Euis akibat tindakan Ari mencapai Rp 50 juta. Hingga kini, Ari mendekam di tahanan Kapolsek Cicurug, Sukabumi.

        Hery sendiri mengaku sudah melaporkan kasus penipuan Ari yang dia alami ke Kapolsek Cicurug. “Saya berharap, teman-teman yang juga kejeblos Panen Mas bisa bersama-sama melaporkan kasus ini ke Kepolisian,” kata Hery.

        Bukan cuma Hery yang ketiban sial rugi ratusan juta akibat investasi di Panen Mas. Menurut Hery, setidaknya ada 50 orang yang juga terjebak kebodongan Panen Mas dengan total kerugian sekitar Rp 10 miliar. “Semuanya klien QM Financial dan ikut Panen Mas karena rekomendasi dari perencana keuangan itu,” kata Hery.

        Salah satu nya bernama Eko. Ketika dihubungi oleh KONTAN, Eko mengaku berinvestasi di Panen Mas atas rekomendasi dari QM Financial selaku perencana keuangannya. “Uang saya yang tersangkut di sana sekitar Rp 270 juta,” kata Eko.

        Namun, Eko enggan membawa masalah itu ke ranah hukum seperti Hery. Eko mengaku masih berharap pada program pengganti kerugian yang dijanjikan oleh QM Financial.

        Klien lain yang juga kejeblos Panen Mas, berujar, jika bukan QM Financial yang menyarankan, dia tidak akan berani masuk Panen Mas. “Mereka bilang jika saya memiliki dana menganggur, masuk saja ke Panen Mas supaya dana saya lebih produktif,” cerita dia.

        Ketika kasus ini meledak, perempuan yang enggan disebut namanya ini bilang, QM Financial berjanji akan membawa kasus penipuan Panen Mas ini ke ranah hukum. Ia sudah memberikan dokumen bukti kontrak dengan Panen Mas untuk mendukung langkah QM.

        Bahkan, dia sudah siap membuat surat kuasa pada QM jika memang dibutuhkan untuk mengurus persoalan itu. Namun, sampai saat ini, dia belum menerima kabar lanjutan rencana tuntutan QM tersebut.

        Sedangkan Abdi, bukan nama sebenarnya, korban Panen Mas yang juga klien QM Financial, mengaku tertarik masuk atas rekomendasi perencana keuangan QM Financial Benny Raharjo. “Saya malas ungkit-ungkit, saya sudah capek mengurus ini,” kata Abdi.

        Skema pengganti

        Kisah para klien QM Financial itu tentu mengejutkan. Selama ini, kebanyakan orang mengira para perencana keuangan hanya memberikan advis kepada klien agar kondisi keuangan mereka membaik. Bahwa ternyata ada klien perencana keuangan yang sampai kejeblos skema investasi mencurigakan seperti Panen Mas dan GTIS, sungguh di luar dugaan. Bagaimana hal itu bisa terjadi?

        Menghadapi sorotan miring khalayak atas perusahaannya, Ligwina S. Hananto, perencana keuangan sekaligus Chief Executive Officer QM Financial, tidak membantah bahwa dua investasi itu menjadi bagian dari sekian alternatif investasi yang direkomendasikan QM Financial kepada beberapa kliennya.

        Namun, dia memaparkan, “Dalam memberikan rekomendasi, kami sudah melakukan pengecekanunderlying asset, semisal kelak terjadi skenario terburuk seperti default atau penipuan,” jelas dia.

        Perihal rekomendasi investasi ke GTIS, misalnya, QM berani merekomendasikan karena adaunderlying asset berupa emas. Dengan begitu, ketika terjadi skenario terburuk, paling tidak si investor masih memiliki fisik emasnya.

        Dalam draft plan yang diterima Hery, skema investasi GTIS ditulis sebagai berikut: Pembelian emas 100 gram seharga Rp 718.000 per gram. Investor akan mendapat return senilai total 13% atau Rp 9,33 juta selama kontrak enam bulan.

        Sekadar catatan, KONTAN pernah menulis bahwa GTIS selalu membanderol harga jual emas lebih mahal 30% dari harga emas di Divisi Logam Mulia Aneka Tambang (Harian KONTAN, 16 Agustus 2011).GTIS menjanjikan imbal hasil tetap selama masa kontrak.

        Skema seperti itu hanya mungkin untung ketika harga emas terus naik menjulang ke langit. Padahal, tidak ada satupun yang bisa menjamin harga emas bakal terus naik sepanjang waktu.

        Jika harga emas tetap, investor berisiko menanggung rugi di depan karena sudah membeli emas dengan harga lebih mahal. Sedang saat harga emas turun, investor sudah pasti menanggung rugi berlipat-lipat. Sudah membeli harga lebih mahal, harga jual di pasar malah turun.

        Selain itu, jika dicermati, return tetap selama masa kontrak yang dijanjikan GTIS kepada nasabah, sejatinya berasal dari uang nasabah GTIS sendiri yang telah membeli emas lebih mahal.

        Benar saja, ketika harga emas anjlok mulai tahun 2012 hingga berlanjut kini, skema investasi bodong GTIS yang berbau money game itu meledak dan memakan korban ratusan nasabah. Pemilik GTIS bahkan kabur (Harian KONTAN, 28 Februari 2013).

        Yang juga ironis, QM merekomendasikan GTIS ke kliennya sebagai salah satu alternatif investasi pada akhir tahun 2012, justru ketika skandal investasi bodong GTIS mulai merebak menjadi isu publik.

        Adapun terhadap Panen Mas, Ligwina berujar QM Financial juga sudah mengecek aset dasarnya, yakni berupa kebun. Dia tidak menilai ada masalah dalam proses verifikasi underlying asset itu.

        Paket investasi singkong, sebagai contoh, butuh modal Rp 47,5 juta untuk sewa lahan 1 hektare (ha). Dengan masa tanam 12 bulan, Panen Mas menjanjikan bagi hasil saat panen minimal Rp 99 juta. Itu berarti, untung bersih Rp 51,5 juta atau 108% hanya dalam tempo setahun!

        Meskipun begitu, Ligwina juga menegaskan bahwa klien tidak wajib mengikuti rekomendasi, ilustrasi, analisis, maupun hasil diskusi dalam pembahasan rencana keuangan. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan klien. Risiko-risiko berinvestasi juga sudah dipaparkan kepada klien.

        Lantas, bagaimaan penjelasan terkait posisi Fitri selaku financial planner yang ternyata juga menjadi investor di Panen Mas? Tidakkah itu menyalahi kode etik karena berpotensi menyulutconflict of interest? Seperti telah disinggung di depan, Fitri adalah perencana keuangan yang merekomendasikan investasi Panen Mas kepada Hery.

        Menjawab itu, Ligwina berujar, hal tersebut tidak berkaitan dengan masalah kode etik. Justru kebijakan QM Financial selama ini memang menganjurkan para financial planner mereka untuk ikut masuk ke produk yang mereka rekomendasikan. “Supaya bisa merasakan sehingga bisa lebih bertanggung jawab atas rekomendasinya,” jelasnya.

        Apa boleh buat, kini nasi sudah menjadi bubur. Tak sedikit duit sejumlah klien QM yang masih nyangkut di Panen Mas. Namun, Ligwina mengaku tidak lepas tangan. QM Financial berinisiatif menyiapkan program tanam ulang singkong dan timun dengan menyediakan lahan yang disewa oleh perusahaan. Program ini masih dalam tahap percobaan, belum panen.

        Sebenarnya, langkah itu agak aneh. Sebab, QM menjadi terjun langsung ke bisnis perkebunan. Klien QM yang kejeblos di Investor Panen Mas pun tidak sepenuhnya yakin dengan program pengganti tersebut. “Kalau gagal lagi bagaimana nasib uang saya?” cetus Hery.

        Kisah pahit ini seyogyanya bisa menjadi pelajaran berharga bagi siapa saja.

        Para perencana keuangan sebaiknya mengasah terus kepekaan mendeteksi investasi beraroma busuk. Di lain sisi, para investor sebaiknya juga jujur ketika menakar profil risiko diri. Ingat selalu bahwa high risk high return!

        Editor: Ruisa Khoiriyah
        December 22, 2013

        Bisnis oplos minuman keras diekspor ke Amerika

        Bisnis oplos minuman keras yang lazim dilakukan di Indonesia . Minuman keras yang bermerek mahal biasanya dioplos dengan minuman keras yang lebih murah atau dengan alkohol industri yang berbahaya. Korban akibat praktek ini sudah banyak. Ternyata praktek licik ini dibawa oleh warga Indonesia yang bermukim di New York, mister Rudy Kurniawan. Dia mengoplos anggur langka yang harganya jutaan dollar dengan anggur yang tidak jelas. Luar biasa !

         

         

        Warga Indonesia Diputus Bersalah di Amerika

        Pria yang bermukim di California itu dikenakan dakwaan penipuan.

        ddd
        Sabtu, 21 Desember 2013, 16:43Hadi Suprapto, Santi Dewi
        Rudy Kurniawan (kiri)

        Rudy Kurniawan (kiri)(rjonwine.com)
         
        VIVAnews - Warga Negara Indonesia (WNI) yang tersangkut kasus penipuan minuman anggur, Rudy Kurniawan, dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Federal Manhattan pada sidang yang digelar Rabu lalu. Pria yang bermukim di California itu dikenakan dakwaan hukum, karena terbukti menipu dan mencoba menjual minuman anggur atau wine palsu kepada pelanggan.

        Wall Street Journal pekan ini melansir selain dikenakan tuduhan menipu, Rudy juga dikenakan dakwaan penipuan lainnya yaitu menjadikan minuman anggur dengan kualitas yang tidak jelas sebagai jaminan pinjaman senilai US$3 juta atau Rp36 miliar.

        Sidang perdana digelar pada 9 Desember lalu dan berlangsung lebih dari sepekan kemudian. Sementara Dewan Juri memutuskan keputusan itu kurang dari dua jam.

        Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut mendakwa Rudy telah memalsukan label minuman anggur langka dan mahal. Label tersebut kemudian dia tempelkan ke botol anggur yang diisi dengan anggur dengan harga yang lebih murah.

        Hasil kreasi minuman anggur buatan Rudy lantas dijual ke teman-temannya dan diakuinya sebagai minuman anggur langka. Rudy lalu mengatakan bahwa dia telah menemukan tempat penyimpanan anggur langka di Benua Eropa.

        Salah satu anggur langka asal Eropa yang dia palsukan diambil dari kebun anggur terkenal milik Laurent Ponsot, Domaine Ponsot. Kebun anggur tersebut berlokasi di daerah Burguny, Prancis.

        Rudy menjual 97 botol yang diklaimnya merupakan anggur langka dan mahal di sebuah lelang di kota New York pada 2008. Dari hasil lelang itu, Rudy berhasil meraup total US$440 ribu atau Rp5,3 miliar.

        Dari lelang itu, Rudy mengoplos minuman anggur tahun 1929. Padahal anggur itu diproduksi tahun 1934.

        Dia juga menjual minuman anggur palsu lainnya dalam dua lelang pada 2006. Hasilnya dia berhasil membukukan penjualan lelang anggur tahun itu senilai US$24,7 juta atau Rp301 miliar. Keuntungan yang diperoleh Rudy juga tidak tanggung-tanggung yaitu US$10,6 juta atau Rp129 miliar.

        Menurut Jaksa Penuntut, dari hasil penjualan anggur palsu itu digunakan untuk membiayai kehidupan mewah Rudy di California. Buktinya, dia memiliki mobil Lamborghini, beberapa karya seni kontemporer, dan jam merk Phillipe Patek.

        Ponsot yang turut hadir dalam sidang dan bersaksi, mengaku puas mendengar keputusan para juri.

        “Sebagai seorang pembuat anggur, itu bukan sesuatu yang saya harapkan untuk anggur milik saya. Jadi ya, saya puas dengan dakwaan yang dituduhkan,” kata Ponsot.

        Dia mengaku tidak bahagia ketika mengetahui seseorang akan dipenjara.  “Namun, karena dia benar-benar melakukan penipuan itu, saya jadi tidak merasakan kasihan sedikit pun,” kata Ponsot.

        Korban penipuan Rudy lainnya, yaitu salah satu pebisnis di industri minuman anggur, William Koch. Dia mengaku telah membeli satu botol anggur Chateau Petrus tahun 1947 palsu dengan harga US$30 ribu atau Rp366 juta.

        Dalam sidang, Koch mengaku telah ditipu mentah-mentah oleh Rudy. Koch membeli botol anggur itu dari sebuah lelang anggur yang diadakan Rudy pada 2006 silam.

        Dalam situs resmi Biro Penyelidik Federal AS (FBI), apabila Rudy terbukti melakukan penipuan terhadap pelanggan anggur dalam lelang dan memberikan surat jaminan palsu, maka dia dapat dibui. Untuk masing-masing dakwaan berbuah 20 tahun hukuman bui.

        Mendengar hasil sidang Rabu kemarin, pengacara Rudy, Jerome Mooney, langsung menepuk bahu kliennya untuk memberikan semangat. Mooney langsung mengajukan banding terhadap dakwaan itu.

        Menurutnya, dakwaan itu sangat mengecewakan. Belum lagi akibat ekspos yang besar terhadap kasus ini, malah mengakibatkan masalah kian melebar di industri minuman anggur.

        Salah satu cara yang dia tempuh sebagai proses banding yaitu menyinggung masalah bukti yang ditemukan di rumah Rudy di Arcadia, California pada 2012. Menurutnya, polisi menuduh Rudy telah memalsukan anggur lantaran menemukan tutup sumbat botol anggur dalam jumlah besar dan botol anggur itu sendiri.

        “Tuan Kurniawan memang dikenal sebagai orang yang kerap mengkoleksi sesuatu. Semua tutup sumbat tua itu memang ada di sana, tetapi tidak digunakan untuk apa pun,” ujar Mooney.

        Sidang akan dilanjutkan dengan pembacaan vonis oleh Hakim Distrik, Richard Berman pada April 2014 mendatang. (eh)

        Follow

        Get every new post delivered to your Inbox.

        Join 85 other followers