Archive for ‘whos who’

September 1, 2013

Bisnis T.P Rachmat: Menanti Kiprah ‘Astra Dua’ di Lantai Bursa

Tuesday, August 27, 2013       11:01 WIB
JAKARTA – “Sering, ketika saya ngomong kerja di Triputra, orang banyak yang tidak tahu. Tetapi, kalau sudah menyebut nama Pak T.P Rachmat, semua langsung mengenal,” cerita Direktur Keuangan Triputra Group, Erida Djuhandi.

T.P Rachmat yang dimaksud Erida yakni Theodore Permadi Rachmat alias Teddy Rachmat, mantan Presiden Direktur (Presdir) PT Astra International Tbk yang juga tercatat sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia.

Globe Asia pada Juni 2013 menempatkan T.P Rachmat di baris ke-13 dari 150 orang kaya Indonesia dengan aset tak kurang dari US$2 miliar.

Setelah pensiun dari Astra pada 2002, T.P Rachmat mulai membesarkan grup bisnis yang dibangunnya sejak 1998, Triputra. Kini, bisnis Triputra berada di bawah bendera Triputra Investindo Arya.

Menarik dicermati, lini bisnis Triputra Group dengan 14 subholding company di seluruh penjuru negeri, hampir sejalan dengan bisnis yang ditekuni kelompok Astra.

Triputra mempunyai 4 kelompok bisnis utama seperti agribisnis, pertambangan, manufaktur, dan perdagangan jasa.

Dari lini agribisnis, Triputra memiliki anak usaha yang bergerak di bisnis crumb rubber processor, perkebunan sawit, karet, dan kayu.

Bahkan, Erida berani menyebut bahwa perusahaan crumb rubber processor yang berada di bawah PT Kirana Megantara merupakan pemain kedua terbesar di dunia.

“Agrobisnis kami punya sekitar 15 pabrik dengan market share di Indonesia sekitar 18% dan produk yang dihasilkan hampir 100% untuk ekspor,” katanya.

Selain itu, bisnis perkebunan Triputra berjalan di bawah bendera PT Triputra Agro Persada (TAP) yang awal Juli lalu memperoleh suntikan dana US$470 juta dari 14 bank lokal dan asing.

Tahun lalu, TAP juga mendapatkan suntikan dana US$200 juta lewat Goverment of Singapore Investment Corporation dan Northstar Equity Partners. Keduanya saat ini tercatat sebagai pemegang saham minoritas di TAP.

Northstar merupakan perusahaan investasi milik Patrick Waluyo yang tak lain menantu dari T.P Rachmat.

Masih di bisnis perkebunan, Triputra juga merupakan pemegang 27,04% saham di PT Dharma Satya Nusantara Tbk, perusahaan yang resmi melantai bursa baru-baru ini.

Bisnis Triputra juga cukup mapan di sektor pertambangan. Meski bukan yang paling dominan, Triputra memiliki saham di PT Adaro Energy Tbk, selain mengendalikan bisnis tambang lain melalui PT Padang Karunia, Bhakti Energy Persada, dan Pesona Khatulistiwa Nusantara.

Salah satu putra T.P Rachmat, Christian Ariano Rachmat saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur di Adaro Energy.

Total cadangan batu bara dari bisnis tambang Triputra itu mencapai 6 miliar ton di wilayah Kalimantan.

Jika ada yang menyebut Triputra sebagai ‘Astra Kedua’ rasanya itu menjadi wajar saja. Sebagai orang yang pernah di belakang kendali Astra, TP. Rachmat benar-benar membangun Triputra dengan ‘roh’ Astra.

Banyak alumni Astra yang saat ini berada di balik kemudi Triputra.

Harus diakui, Astra tumbuh besar sebagai perusahaan raksasa di Indonesia yang sampai Juni 2013 memiliki aset sebesar Rp197,16 triliun dengan pendapatan Rp94,23 triliun.

Triputra sendiri, akhir 2012 berhasil membukukan pendapatan Rp38 triliun dengan target sampai 2015 mendatang mengantongi pendapatan hingga Rp56 triliun.

Beberapa bisnis di bidang manufaktur Triputra, memiliki koneksi langsung dengan Astra. Melalui anak usaha Pako, Triputra menggandeng PT Astra Otoparts Tbk sebagai strategic partner.

Demikian halnya di bidang perdagangan jasa. Lewat PT Daya Adicipta, Triputra menguasai 10% pangsa pasar penjualan produk kendaraan bermotor merek Honda di Jawa Barat, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku.

Mereka juga tercatat sebagai penguasa pasar penyedia persewaan mobil melalui PT Adi Sarana Armada Tbk atau ASSA [260 15 (+6,1%)] Rent yang kini memiliki armada lebih dari 12.000 unit.

Jika Astra memiliki bisnis bank melalui PT Bank Permata Tbk yang dimiliki secara bersama dengan Standard Chartered Bank, Triputra memiliki Bank Sahabat Purba Danarta.

Bank Sahabat yang memilih terjun di sektor mikro dalam waktu dekat akan memperoleh pendanaan dari PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk.

Erida mengaku pengembangan bisnis Triputra dilakukan dengan berbagai cara, seperti strategic partner, pinjaman perbankan, maupun penawaran saham perdana (initial public offering/IPO).

“Ada beberapa [perusahaan] yang saat ini dalam proses strategic partner. Perkiraan selesai tahun depan, tetapi karena masih proses belum bisa dijelaskan rincinya. Semua dilakukan untuk pertumbuhan perusahaan,” kata Erida.

Selain itu, ada pula beberapa perusahaan lain di bawah Triputra yang siap melantai di bursa.

Menjadi penantian yang cukup berarti, jika akhirnya satu per satu perusahaan Triputra Group hadir dan menyemarakan pasar bursa Indonesia. Setidaknya, perusahaan mapan yang memiliki bisnis sekuat Astra.

http://bisnis.com/bisnis-tp-rachmat-menanti-kiprah-astra-dua-di-lantai-bursa

August 26, 2013

Kris Taenar Wiluan, Pemain Global Minyak hingga Bumbu Masak

  • Senin, 26 Agustus 2013 | 10:07 WIB
Kris Taenar Wiluan | KOMPAS
0
0


Oleh: Kris Razianto Mada

KOMPAS.com – Dengan bendera Citramas Group dan KS Energy, Kris Taenar Wiluan menjadi pemain global dengan inti bisnis pada logistik dan pengeboran minyak dan gas bumi. Pernah tiga kali nyaris bangkrut, kini bisnis peraih Indonesia Ernst & Young Entrepreneur of The Year 2009 itu tersebar di banyak negara dengan ribuan karyawan. Bahkan, Forbes memasukkan ayah tiga anak itu dalam daftar 40 orang terkaya Indonesia pada 2007 hingga 2009.

Unit-unit usaha sarjana komputer terapan dari Universitas London itu tidak hanya bergerak di bidang perminyakan. Kelompok usahanya juga mengelola kawasan wisata hingga industri perfilman dengan pelanggan sebagian besar dari mancanegara.

Tulang punggung utama bisnisnya memang tetap pada industri minyak dan gas. Citramas Group yang berbasis di Batam, Kepulauan Riau, terutama memproduksi aneka pipa dan peralatan penunjang pengeboran migas. Lebih dari 70 persen produksinya diekspor ke banyak negara.

Melalui KS Energy yang berpusat di Singapura, Kris memasok anjungan pengeboran dan menyediakan layanan pendukung industri migas di Asia, Afrika, Timur Tengah, Eropa, hingga Laut Utara. Dengan jaringan bisnis yang tersebar di banyak negara, ia tidak pernah memadamkan mimpi berkiprah lebih dalam di industri migas Indonesia.

Ia juga mengendalikan perusahaan keluarga, Citra Bonang. Dari perusahaan yang bergerak di bidang bumbu masak, Citra Bonang sekarang mengembangkan sayap ke bisnis distribusi suku cadang otomotif dan minyak pelumas

Berikut petikan wawancara dengan Kris Wiluan pada 22 Agustus 2013

Mengapa lebih fokus ke luar negeri?

Dengan ekspor, bisa membuktikan produk Indonesia kompetitif secara harga, kualitas, dan ketepatan waktu.

Citra Turbindo (anak usaha Citramas yang memproduksi aneka pipa dan pipa selubung untuk pengeboran migas) selalu membuktikan bagus dan kompetitif. Namun, itu relatif susah karena berhadapan dengan broker-broker produk impor. Mereka sering bilang bahwa produsen dalam negeri seperti Citra Turbindo lebih mengandalkan proteksi, harganya mahal. Lama-lama lelah juga melayani yang seperti itu. Akhirnya, sejak 1990, saya putuskan harus ekspor.

Saya katakan kepada teman-teman di sini, kita harus punya reputasi baik di luar negeri. Jadi, waktu masuk kembali ke Indonesia karena kualitasnya bagus.

Saya kira bukan hanya Citra Turbindo yang berpikiran untuk menjadi (pemain) global.
Kita tidak bisa lepas dari pengaruh global. Jadi, Indonesia harus belajar menjadi (pemain) global.

Bagaimana respons industri migas global terhadap Citramas dan KS Energy?

Kami diterima sebagai pemasok untuk Exxonmobil, Shell, Total, BP, Chevron, Premier Oil, ConocoPhillips, Aramco, dan berbagai perusahaan di banyak negara.

Tahun 2007, Citra Turbindo mendapat penghargaan sebagai pemasok terbaik dari segi harga, kualitas, dan ketepatan waktu pengiriman. Citra juga dapat akreditasi untuk menjadi pemasok ExxonMobil di seluruh dunia.

Apakah respons mereka selalu seperti itu?

Tahun 1987, Citra Turbindo menang tender pengadaan casing untuk LNG Arun. ExxonMobil, waktu itu masih Exxon, tidak yakin kami bisa bikin casing. Walau kami menang tender, mereka tidak mau beli dari kami karena dinilai Citra tidak punya teknologi untuk buat pesanan mereka. Mereka maunya impor.

Saya dipanggil ke Sekretariat Negara. Mereka bilang, kami mau kasih kamu. Bisa enggak kepala kamu dipegang? Saya bilang, saya siap mati asal pesanan terpenuhi, ha-ha-ha….

Exxon bukan satu-satunya yang tidak percaya kami mampu.

Saya pernah tiga kali nyaris bangkrut gara-gara perusahaan-perusahaan migas tidak mau beli produk kami. Mereka tidak yakin Citra mampu buat produk-produk itu. Ada saja cara mereka mengelak beli dari kami. Seperti hari ini tender, terus ditanya bisa enggak barangnya sampai. Ya, jelas enggak bisa. Mereka sudah siap barang impor di negara tetangga, tinggal dibawa masuk.

Dulu, tidak ada yang percaya perusahaan Indonesia mampu buat peralatan industri minyak. Dianggap hanya perusahaan asing yang mampu dan punya teknologi membuat itu. Pelan-pelan kami buktikan Indonesia mampu.

Sekarang relasi dengan ExxonMobile seperti apa?

Selain penghargaan di 2007, mereka memercayai kami membuat rig untuk Lapangan Banyu Urip yang disebut menjadi penghasil terbesar kedua di Indonesia.

Bukan rig biasa, ini diakui sebagai rig advance. Bisa dipindah tanpa bongkar menara. Biasanya rig untuk operasi di darat harus dibongkar dulu sebelum dipindah. Jadi, efisien sekali. Pekerjaan selesai dalam lima hari dari seharusnya 10 hari.

Kami buat sepenuhnya di Batam oleh orang-orang Indonesia. Selain penghargaan dari ExxonMobil, rig itu kebanggaan saya. Dengan itu bisa ditunjukkan Indonesia sanggup buat produk berkualitas dan maju.

Pertamina juga mengakui dan bangga dengan rig itu. Pejabat-pejabat Pertamina bilang rig seperti itu harus dipakai lebih banyak di Indonesia.

Dalam perjalanan bisnis, apakah tidak pernah mendapat fasilitas khusus?

Fasilitas sewajarnya saja. Saya selalu menekankan, kalau mau ikut tender, harus karena kemampuan baik. Ikut tender jangan mengandalkan relasi.

Di awal merintis usaha, memang ada kebijakan khusus dari pemerintah untuk mengutamakan perusahaan dalam negeri untuk proyek-proyek sumber daya alam. Bukan hanya saya yang memanfaatkan kebijakan itu. Perusahaan-perusahaan lain juga memanfaatkan kebijakan itu.

Sistem seperti itu ternyata ditiru negara-negara lain. Di tahun 1990-an, Malaysia dan Vietnam mencontoh kebijakan Indonesia. Belakangan Amerika Serikat juga. Mereka sepakat pengolahan sumber daya alam mereka harus oleh perusahaan dalam negeri.

Eropa dan Amerika Serikat sudah stop impor pipa dan casing untuk pengolahan migas dalam negeri.

Tahun ini tepat 30 tahun Citramas bergerak di industri migas, ada mimpi yang belum tercapai?

Saya ingin Indonesia menghasilkan peralatan pengeboran yang lebih efisien dan menghasilkan lebih banyak. Dahulu Indonesia bisa memproduksi 1,6 juta barel, sekarang kurang dari 900.000 barrel.

August 25, 2013

“Pertamina Mampu Kalahkan Petronas”

Dirut PT Pertamina Karen Agustiawan:

Dia minta Dirut Pertamina jangan dipanggil siapapun, kecuali Presiden.

ddd
Minggu, 18 Agustus 2013, 23:13 Mohamad Teguh
Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan

Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan (Pertamina)

VIVAnews – Belakangan ini PT Pertamina (Persero) mengalami penjarahan BBM di pipa-pipa penyaluran wilayah Sumatera.

Menurut Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan, penjarahan ini juga berpotensi mengganggu pasokan BBM di wilayah Sumatera, karena Pertamina jadi harus menghentikan untuk sementara aliran minyak di pipa-pipa tersebut. Lebih gawat lagi, selain mengganggu terget lifting minyak yang telah di tetapkan negara, aksi kriminal ini juga amat berbahaya karena bisa mengakibatkan ledakan dan kebakaran hebat.

Berikut petikan wawancara VIVAnews dengan Karen, salah satu dari 50 pebisnis wanita paling tangguh dunia versi Fortune, di sela-sela kunjungan dinasnya ke Jambi, 26 Juli 2013 lalu, tentang masalah tersebut dan rencana pengembangan Pertamina ke depan:

Sebenarnya seberapa serius masalah penjarahan BBM di pipa-pipa milik Pertamina?

Yang mencemaskan kami, penjarahan ini sebetulnya sudah berlangsung sejak 2010 lalu. Dalam kurun waktu tiga tahun itu penjarahan BBM ini telah merugikan Pertamina sekitar Rp400 miliar.

Tahun ini, dalam jangka waktu enam bulan saja, aksi penjarahan telah merugikan Pertamina hampir Rp280 miliar. Kami sepakat ini bukan semata soal kerugian tapi bisa membahayakan warga.

Kami mengharapkan bantuan masayarakat dan aparat pemerintah, baik di daerah maupun pusat, karena ini merupakan obyek vital nasional. Kami tidak ingin persoalan ini merembet ke pipa-pipa kontraktor asing.

Permintaan ini sudah pernah diajukan ke aparat keamanan?

Sudah, sejak 2010 lalu. Sudah dilakukan berkali-kali, tapi hingga kini belum ada tindakan yang signifikan. Kali ini kami ingin memberikan shock therapy kepada para penjarah. Kami hentikan aliran BBM di pipa-pipa tersebut. Ini memang butuh tindakan ekstrem supaya para penjarah kapok. Kami harus melawan mereka.

Penghentian aliran BBM di pipa-pipa tersebut bukankah merugikan Pertamina?

Memang. Tapi tidak apa-apa, tindakan ini harus kami lakukan. Sebagai korporasi, yang dilihat kan tidak keuntungan semata. Yang penting ke depan akan lebih baik bagi Pertamina.

Secara korporasi, Pertamina bisa masuk Fortune 500 pada peringkat 122. Bisa Anda jelaskan bagaimana hal itu bisa tercapai?

Ada beberapa hal yang membuat suatu perusahaan bisa masuk Fortune 500. Kestabilan negara bisa menjadi suatu faktor. Tapi faktor yang terpenting adalah perusahaan ini lima tahun berturut-turut bisa meraih laba dan terus menujukkan tren yang meningkat. Pertamina di-review selama lima tahun terakhir khususnya dalam hal laba.

Sebagai CEO, Anda menargetkan Pertamina pada peringkat berapa?

Begini, di Asia sudah ada Shinocem Group (China) pada peringkat 119 dan Petronas Malaysia pada peringkat 75. Saya menargetkan Pertamina harus mampu meraih peringkat 50 pada Fortune 500 di tahun 2025.

Saya di tahun itu sudah pensiun, tapi prinsipnya sudah dibuat, frame-nya sudah dibuat, dan juga target-targetnya. Untuk meraih posisi tersebut Pertamina harus mampu memproduksi 2,2 juta barrel oil equivalent pada 2025. Saat ini baru mencapai 451 juta barrel oil equivalent. Jadi, masih pada level seperempat dari total produksi yang kami targetkan.

Bagaimana strategi yang akan Anda lakukan untuk mencapai itu?

Prinsipnya ada tiga pilar utama. Pertama, Pertamina harus menjadi pemimpin dalam bisnis inti yang sekarang. Untuk itu Pertamina harus mampu memproduksi 2,2 juta barrel oil equivalent dengan penguasaan pasar domestik 50 persen.

Kami akan mengembangkan industri gas terintegrasi dari hulu ke hilir dengan infrastruktur Trans Sumatera dan Trans Jawa. Jadi, semua hasil gas dari lapangan Pertamina akan di jual ke anak perusahaan, PT Patragas. Tidak seperti selama ini, dijual ke PT Perusahaan Gas Negara.

Selain itu Pertamina akan mempertahankan posisi market share di BBM industri dan pelumas sebesar 50 persen.

Kedua, dengan pertumbuhan bisnis-bisnis baru. Pertamina harus menjadi perusahaan petrokimia terbesar di Indonesia dengan market share 35 persen.

Selain itu, Pertamina akan mengembangan industri, biofuel, panas bumi (geotermal) dan menjadi salah satu perusahaan pembangkit listrik terbesar (Independent Power Plan/IPP) di Indonesia dengan kapasitas 3-5 gigawatt.

Ketiga, meningkatkan efisiensi dalam public service obligation (mengelola BBM bersubsidi) dengan market share 60 persen, mengoptimalkan infrastruktur LPG dan dalam bidang perkapalan Pertamina akan mengembangkan model pelayanan pihak ketiga.

Anda tentu menargetkan posisi 50 di Fortune 500 dengan asumsi Petronas dan perusahaan lain tidak akan diam saja. Anda yakin mampu mengalahkan Petronas?

Ya, betul Petronas tentu tidak akan diam saja. Tapi, bagi Pertamina itu masalah di kapitasi saja. Asal kapitasinya tidak diganggu saya yakin bisa.

Kapitasi tidak diganggu itu maksudnya bisnis Pertamina boleh untung. Artinya, bisnis Pertamina harus marked to market (minyak dijual dengan harga pasar, tidak ada subisdi) dan tidak ada sinergi BUMN, yang “mengakibatkan Pertamina merugi”. Saya yakin bisa.

Itu semua kan sama dengan perlakuan pemerintah Malaysia terhadap Petronas. Dan kalau bisa, CEO Pertamina tidak bisa dipanggil siapapun, kecuali oleh Presiden.

Jadi, selama ini banyak pihak yang memanggil Dirut Pertamina?

Lha, sebagai pembantu umum bagaimana sih? Hahaha…

Banyak pihak meragukan kemampuan Pertamina mengambil alih Blok Mahakam dari Total. Argumennya, Pertamina belum pernah mengerjakan proyek besar sendirian. Selain itu, ketika mengambil alih West Madura Offshore (WMO) dari Kodeco, produksinya malah turun. Tanggapan Anda?

Begini, justru apa yang terjadi d WMO jangan sampai terjadi di Blok Mahakam. Kenapa? Kalau saya berpikir sebagai orang Total maka jika hingga 2017 pemerintah belum memberi kepastian, saya akan hentikan semua investasi di Blok Mahakam. Toh, Total tidak akan mendapat manfaatnya setelah 2017. Pada saat dia pergi maka sumur ditutup semua.

Orang berpikir saat sumur dibuka kembali, katakanlah oleh Pertamina, maka minyak akan langsung mengalir lagi. Faktanya tidak begitu. Sekali sumur ditutup, maka harus ada investasi lagi untuk membuat sumur itu mengalir kembali. Itulah yang terjadi di WMO.

Apakah pada kontrak-kontrak selama ini, posisi Indonesia sedemikian lemahnya sehingga kontraktor asing boleh-boleh saja “menurunkan kualitas” dengan sengaja? Bukankah semua biaya akan diklaim lagi dalam bentuk cost recovery?

Masalahnya cost recovery hanya sampai 2017. Kalau Total mengeluarkan biaya sekarang kan dia bisa mendapat manfaatnya setelah 2017. Jadi, pasti dia akan berpikir: lebih baik saya perkecil investasi saya.

Masalah WMO sebenarnya bukan masalah teknis. Itu karena tidak diputuskan secara cepat saja. Sebenarnya, sebelum setahun sebelum diambil alih Pertamina, kami sudah berniat untuk sole risk (risiko ditanggung sendiri), untuk top-up. Tapi, tidak dikasih sama pemerintah.

Produksi suatu lapangan kan tergantung pengeboran sumur-sumur baru, jadi perlu top-up untuk mengantisipasi penurunan produksi secara natural.

Jadi, setahun sebelum diambil alih Pertamina sudah menyadari situasi tersebut. Kami menawarkan: Pertamina saja yang menyewa rig, yang mengebor. Kalau gagal, Pertamina yang bertanggung jawab, kalau berhasil ya nanti dibayarkan.

Namun, tawaran Pertamina ditolak pemerintah. Akhirnya perundingan berlarut-larut, penyewaan rig tidak jelas dan penyewanya akhirnya pergi. Kemudian barulah diputuskan Pertamina mengambil alih secara resmi. Itulah yang menyebabkan produksi turun, karena selama setahun tidak ada kegiatan pengeboran sama sekali di sana.

Artinya, secara teknis sebetulnya Pertamina mampu?

Iya. Yang harus saya luruskan, soal teknologi sebetulnya perusahaan minyak tidak memilikinya. Teknologi pengeboran itu yang punya ya sebangsa Schlumberger, Halliburton, dan lain-lain. Perusahaan minyak hanya menyewa mereka.

Jadi, selama perusahaan minyak mampu bayar, mereka yang akan mengerjakannya. Makanya saya bingung kalau dibilang Pertamina tidak menguasai teknologinya. Lha, semua perusahaan minyak melakukan hal yang sama. Total itu punya teknologi apa?

Di Industri minyak dan gas, eksekutif perempuan sangat langka. Bagaimana Anda bisa survive, bahkan berhasil menempati posisi puncak di Pertamina?

Begini, saya pernah bekerja tapi pernah juga berhenti karena keluarga membutuhkan saya. Jangan sekali-sekali pernah berpikir bahwa posisi sebagai ibu rumah tangga merupakan posisi yang tidak terhormat. Saya bisa seperti saat sekarang karena dukungan suami dan anak-anak.

Jadi, pada saat-saat tertentu saya harus bisa memutuskan untuk berhenti. Kemarin waktu diputuskan untuk diperpanjang saya tidak mau. Saya memilih berhenti untuk menemani anak-anak saya.

Yang harus disadari, menduduki posisi seperti saya ini ada hal-hal yang harus dikorbankan. Satu, melayani suami harus dikorbankan. Terus kedua, kapan saya bisa ketemu anak-anak saya?

Terus terang saja, saya kemarin memutuskan untuk mengurus keluarga. Tapi kemudian ada kompromi, boleh mengurus keluarga sambil jadi Dirut Pertamina. Jadi, saya jadi Dirut itu sambilan, lho, utamanya ngurus keluarga… hahaha. (kd)

August 23, 2013

Moeldoko si ” jendral tajir”

Harus dicek lagi..apakah harta ini memang memang pemberian atau warisan mertua kaya . Jangan kita percaya saja dari statement /pernyataan yang bersangkutan. Dulu Jendral Sutiyoso yang menjadi gub DKI, juga mengaku berasal dari keluarganya yang kaya ruaya.. Belakangan mulai terungkap tidak demikan..  Tapi asal dari keluarga yang tajir tidak menjadi jaminan memiliki prilaku yang bersih dan lurus. Lihat penerima suap macam si Prof Rudi, gaji dan prestasi akademis    setinggi langit tidak menjadi jaminan tidak doyan menerima uang cash dollar
Kamis, 22 Agustus 2013 | 08:20 WIB

Punya Mertua Kaya, Jenderal Moeldoko: Alhamdulilah

Punya Mertua Kaya, Jenderal Moeldoko: Alhamdulilah

Jenderal TNI Moeldoko. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta – Panglima TNI Jenderal Moeldoko akhirnya angkat bicara soal kekayaannya yang terbilang besar. Setidaknya berdasar laporan harta kekayaan penyelenggara negara yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi, Moeldoko punya harta sebesar Rp 36 miliar.

Menurut Moeldoko kekayaan yang dia miliki bisa dibuktikan asal-muasalnya. “Memangnya tentara tidak boleh kaya? Yang penting kan dari mana memperoleh kekayaan,  benar tidak,” kata Moeldoko saat ditemui wartawan saat uji kelayakan dan kepatutan calon Panglima TNI di DPR, Rabu, 21 Agustus 2013.

Moeldoko beralasan kekayaannya ia peroleh selama bertugas sebagai tentara dan sebagian warisan keluarga. Ketika berdinas, dia mengaku sering bertugas ke luar negeri. “Itu operasi ke luar negeri seharinya US$ 125 (Rp 1,25 juta), kan besar,” katanya.

Dari warisan keluarga, Moeldoko terang-terangan mengaku mempunyai istri dari keluarga kaya. “Kalau saya dikasih orang tua saya harta warisan kan boleh saja, masa tidak boleh?”

Dia pun bercerita seusai menikah, mertua Moeldoko berpesan agar dia fokus mengabdi sebagai prajurit TNI. Mertua Moeldoko berjanji akan mengurus masalah kesejahteraan dia dan istri. “Ya Alhamdulillah kan itu,” katanya.

Harta Moeldoko senilai Rp 36 miliar terdiri dari harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan sebesar Rp 22,133 miliar, harta bergerak berupa alat transportasi mobil Toyota Land Cruiser senilai Rp 1,7 miliar, peternakan Rp 1,2 miliar, serta logam mulia dan batu mulia senilai Rp 4,6 miliar. Harta bergerak lain berupa giro sebesar Rp 2,8 miliar dan 450.000 dollar Amerika Serikat (Rp 4,5 miliar). Moeldoko memiliki utang Rp 300 juta.

INDRA WIJAYA

August 11, 2013

Ini 17 Anggota Komite Konvensi Penjaring Capres PD

Kenapa banyak sekali anggota komite penjaring ?
Minggu, 11/08/2013 20:16 WIB

Ikhwanul Khabibi – detikNews

Ilustrasi/Simpatisan Partai Demokrat

Jakarta – Partai Demokrat secara resmi mengumumkan anggota Komite Konvensi untuk menjaring calon presiden (capres). Komite Konvensi dipimpin mantan Menteri Agama, Maftuh Basyuni.

Komite Konvensi beranggotakan 7 kader Demokrat dan 10 orang independen. Ke-17 nama diumumkan Sekretaris Majelis Tinggi PD Jero Wacik di Hotel Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (11/8/2013) malam.

Berikut susunan keangotaan Komite Konvensi

1. Mahftuh Basyuni (Ketua)
2. Taufiequrachman Ruki (Wakil Ketua)
3. Suaidi Marasabessy (Sekretaris)
4. Andi Timo Pangerang (Bendahara)
5. Soegeng Sarjadi
6. Mardiono
7. TP Rachmat
8. Effendi Ghazali
9. Christianto Wibison
10. Indrawati Sukadis
11. Didi Irawadi Syamsudin
12. Hinca Panjaitan
13.Wisnu Wardhana
14. Putu Suasta
15. Humphrey S. Djemat,
16. Rully Charis
17. Vera Febyanthy

July 9, 2013

Profil Martin Hartono

 

Berburu Penulis ”Online”

 

 

 

 

 

Pemimpin grup usaha Kaskus dan situs bli-bli.com, Martin B Hartono (39), CEO PT Global Digital Prima Ventures, punya kesibukan baru, yakni berburu tulisan dan penulis online Indonesia yang bermutu. Seusai berbicara dalam Forum Percakapan yang digelar Daya Lima di Jakarta, beberapa waktu lalu, Martin menceritakan, dirinya menyaring tulisan-tulisan dalam blog dan beragam sumber online terbaik di Indonesia.

”Saya juga bekerja sama dengan Kompas.com. Banyak tulisan bagus di blog dan social media di Indonesia yang perlu dibagikan kepada orang lain,” ujar Martin yang menyampaikan tema ”Meningkatkan Ekonomi Nasional Melalui Inovasi Berbasis Teknologi atau Digital/ E-commerce” dalam forum itu.

Tulisan para penulis Indonesia yang dikumpulkan itu mendapat tanggapan positif dengan jumlah pengunjung setiap bulan hampir 6 juta. Adapun jumlah halaman yang dibuka (pageview) mendekati 30 juta setiap bulan. Tercatat hampir 500.000 orang menjadi anggota di situs tersebut.

Martin optimistis, aplikasi online dan berbasis perangkat mobile application yang segera diluncurkan pada kuartal ketiga tahun ini akan sukses. Saat ini aplikasi dalam tahap pengembangan dan pengetesan. Menurut rencana, produk mobile ini bisa menjangkau lebih banyak pengguna internet dan meningkatkan akses informasi lebih mudah. (Ong)

KOMENTAR
June 30, 2013

Erick Thohir Segera Akuisisi 40 Persen Saham Inter

Asal nggak rugi aja..

JUM’AT, 28 JUNI 2013 | 15:24 WIB

 

Erick Thohir Segera Akuisisi 40 Persen Saham Inter

Erick Thohir. dcunited.com

 

 

TEMPO.COMilan – Inter Milan bakal memiliki pemegang saham baru. Rencana pengusaha Indonesia, Erick Thohir, untuk membeli saham Inter telah menemui titik terang. Negosiasi antara Thohir dan Presiden Inter, Massimo Moratti, dikabarkan telah menemui kesepakatan.

Sebelumnya, Moratti menyatakan proses negosiasi dengan Thohir masih berlangsung. “Pembicaraan terus belanjut. Kedua pihak ingin segera menyelesaikan semuanya. Kami ingin melakukan sesuatu yang positif untuk Inter,” kata Moratti, Kamis lalu.

Dalam waktu dekat, Thohir dilaporkan bakal memiliki 40 persen saham kepemilikan Inter. Seperti dilansir tuttomercatoweb, Jumat, 28 Juni 2013, transisi kepemilikan Inter dari Moratti ke tangan Thohir akan melewati beberapa tahapan.

Tahap pertama, Moratti akan tetap bertanggung jawab di Inter, sementara Thohir masih berstatus sebagai pemegang saham minoritas. Jika semuanya berjalan lancar, dalam waktu tiga tahun Thohir akan lolos ke tahap kedua, yaitu memegang mayoritas saham klub. Artinya, Moratti lengser dari jabatannya sebagai presiden klub.

Erick Thohir siap menggelontorkan ratusan juta euro untuk merealisasikan keinginannya itu. Pasalnya, Thohir bakal didukung beberapa perusahaan, seperti bank investasi Inner Circle dan Lazard Bank sebagai penasihat. Sementara Inter didukung biro hukum dan keuangan Cleary Gottlieb Steen & Hamilton.

Inter kini hanya bisa membeli pemain dengan syarat harus menjual pemainnya terlebih dahulu. Namun, dengan gelontoran dana yang dikucurkan Thohir, La Beneamata bisa bersaing di bursa transfer. Pemain Cagliari berdarah Indonesia, Radja Nainggolan, dikabarkan jadi kado pertama Thohir untuk klub barunya.

May 14, 2013

Mister Misbakhun melamar jadi anggota BPK

Ini lagi politikus busuk yang masih haus jabatan … Jika dia terpilih jadi anggota BPK , APA KATA DUNIA ??????

 

SENIN, 13 MEI 2013 | 18:27 WIB

Mau Masuk BPK, Misbakhun: Saya Tidak Punya Dendam

Mau Masuk BPK, Misbakhun: Saya Tidak Punya Dendam

M. Misbakhun. Tempo/Tony Hartawan

 

 

TEMPO.COJakarta – Politikus Partai Golkar Misbakhun berjanji meningkatkan kualitas auditor jika terpilih sebagai anggota Badan Pemeriksa Keuangan periode mendatang. Misbakhun menyampaikan janji itu saat diuji kelayakan dan kepatutan oleh Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Daerah pada Senin, 13 Mei 2013.

Politikus yang pernah dipenjara atas dugaan LC (letter of credit) fiktif Bank Century ini menilai dirinya tepat untuk menyelamatkan keuangan negara dari korupsi. “Kalau (BPK) diisi orang berkualitas dan bagus, kinerja ini meningkat, dan banyak uang negara yang diselamatkan,” katanya di Kompleks Parlemen, Senin, 13 Mei 2013.

Misbakhun optimistis dapat mengikuti proses uji kelayakan dengan sah karena kasus hukumnya dianulir Mahkamah Agung. Kendati dibatalkan, kemenangan Misbakhun di MA sedang diusut oleh Komisi Yudisial terutama soal dugaan adanya suap kepada majelis hakim yang menangani kasusnya. “Saya tidak pernah melakukan yang dituduhkan (suap), itu serangan balik kepada saya, pemerintah seharusnya merehabilitasi nama saya,” katanya.

Misbakhun merupakan mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan yang terjun menjadi politikus PKS. Di Ditjen Pajak Misbakhun pernah menjadi asisten Direktur Jenderal Pajak, Hadi Poernomo, yang saat ini menjabat Ketua BPK.

Saat dibelit kasus hukum, Misbakhun berstatus anggota DPR dari PKS. Ia termasuk anggota Panitia Pengawas Century bentukan DPR. Ia paling ngotot mendesak Kepolisian dan KPK mengusut keterlibatan Wakil Presiden Boedino dalam kasus bailout Bank Century.

Belakangan Misbakhun terseret kasus LC fiktif Bank Century.Misbakhun sempat mendapat vonis penjara karena perusahaan miliknya, PT Selalang Prama Internasional, mendapatkan pencairan kredit bodong senilai USD 22,5 juta dari Bank Century.

Misbakhun divonis satu tahun penjara pada pengadilan pertama. 
Pengadilan banding memperberat vonis menjadi dua tahun bui. Lalu Mahkamah Agung memperkuat putusan itu. Tapi kemudian, Misbakhun mengajukan peninjauan kembali dan dikabulkan Mahkamah Agung. Keputusan inilah yang membuat Misbakhun percaya diri mendaftarkan diri menjadi calon anggota BPK. Selain itu, Misbkhun juga menjadi calon legislatif dari Partai Gaolkar.

Kendati merasa dikriminalisasi,
 Misbakhun menampik tujuannya menjadi anggota BPK untuk balas dendam. “Saya tidak punya dendam apapun, ini bukan persoalan pribadi,” katanya.

MARTHA THERTINA

April 29, 2013

Brigade Hizbullah Siap Mengawal Susno Duadji

SENIN, 29 APRIL 2013 | 05:55 WIB

 

Brigade Hizbullah Siap Mengawal Susno Duadji

Mantan Kabareskrim Susno Duadji (kanan), bersama ketua umum Partai Bulan Bintang (PBB) MS Kaban. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

 

TEMPO.CO Bandung – Wakil Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah Partai Bulan Bintang Jawa Barat Tatus Sundara mengatakan, Brigade Hizbullah belum lagi mendapat instruksi untuk mengawal Susno Duadji, salah satu calon legislator partai itu yang ditetapkan sebagai buronan oleh Kejaksaan Agung. 

Pengawalan khusus atas Susno, kata dia, sejauh ini baru dilakukan saat upaya eksekusi Susno oleh Kejaksaan di rumah mantan Kabareskrim Polri itu di Resor Dago Pakar pada Rabu 24 April 2013. “Cuma kemarin itu saja (dari rumah di Resor Dago) sampai Pak Susno dibawa Polda (markas Jawa Barat),”ujar Tatus saat dihubungi Ahad 28 April 2013.

Setelah itu, kata dia, Brigade kembali ke markas dan menunggu perintah selanjutnya. “Tapi sampai sekarang Brigade belum mendapat perintah mengawal Pak Susno lagi dari pimpinan di atas (pusat) seperti kemarin (saat eksekusi Susno),”aku dia.

Tatus mengaku belum tahu pasti bahwa Susno sudah ditetapkan sebagai buronan oleh Kejaksaan Agung. “Tapi yang jelas kalau ada perintah dari atas dan selama Pak Susno masih menjadi Caleg PBB, Brigade akan siap melakukan perintah dari atas,”kata dia.

Tatus juga menyebutkan bahwa pengerahan anggota Birgade ke rumah Susno di Jalan Dago Pakar Raya/Kusuma Besar Rabu lalu adalah atas pernitah Ketua Dewan Syuro Yusril Ihza Mahendra. “Kemarin itu (saat upaya eksekusi Susno di Dago) anggota Brigade yang datang ke lokasi rumah Pak Susno ada 15 orang,”kata dia.

Tanpa ditanya, Tatus juga menjelaskan jika dia tak mengetahui lokasi keberadaan Susno saat ini. “Saya tidak tahu dimana dia berada sekarang,”aku dia.

Terpidana kasus suap pengamanan Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat 2008, Komisaris Jenderal (Purn) Susno Duadji sudah ditetapkan sebagai buronan oleh Kejaksaaan Agung. Statusnya sebagai buronan sudah ditetapkan setelah gagalnya pemanggilan Susno oleh Kejaksaan untuk menjalani hukuman selama 3 tahun 6 bulan.

“Memang belum ada pernyataan resmi, tetapi karena sudah tiga kali tidak memenuhi panggilan, maka sudah ditetapkan menjadi buronan,” ujar Wakil Jaksa Agung Darmono kepada Tempo, Ahad, 28 April 2013. Terlebih lagi, kata dia, Susno juga menghindar dari proses eksekusi Rabu lalu.

 

 

 

EDITORIAL Negara yang Takluk

EDITORIAL Negara yang Takluk
 
 
 

Kejaksaan harus bertindak tegas untuk meneruskan proses eksekusi Susno.
Hukum harus ditegakkan. Negara tidak boleh kalah berhadapan dengan terpidana.”

 

TIM gabungan kejaksaan hingga kemarin belum juga berhasil mengeksekusi Susno Duadji. Terdakwa kasus dana pengamanan Pemilu Kada Jabar 2008 dan gratifikasi dari PT Salmah Arowana Lestari itu hingga kemarin masih bebas di tempat persembunyiannya.

Padahal, status hukum Susno sudah in kracht. Sejak Rabu (24/4), kejaksaan telah berupaya mengeksekusi mantan Kepala Bareskrim Polri yang kini menjadi calon anggota legislatif Partai Bulan Bintang (PBB) tersebut.

Namun, upaya itu kandas setelah Susno menolak menyerahkan diri karena merasa tidak bersalah. Bagaimana mungkin mantan Kapolda Jabar itu merasa tidak bersalah ketika pengadilan negeri telah memutusnya bersalah dan keputusan itu diperkuat pengadilan tinggi dan Mahkamah Agung?
Susno juga menolak dieksekusi dengan alasan perintah penahanan tidak tercantum dalam amar putusan kasasi yang dikeluarkan Mahkamah Agung (MA).

Argumen hukum Susno itu sesungguhnya amat lemah.
Mahkamah Konstitusi, dalam sebuah putusan terkait dengan uji materiil KUHP pada 22 November 2012, sudah menyatakan apabila terjadi kekhilafan atau kekeliruan dalam penulisan pidana seperti diatur pasal 197, hal itu tidak menyebabkan batalnya putusan demi hukum.

Ironisnya, Polda Jawa Barat terkesan melindungi Susno.
Polda Jabar mengawal Susno dari rumah hingga ke kantor polda sehingga tim kejaksaan pun kesulitan melakukan eksekusi.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Menko Polhukam Djoko Suyanto bahkan sudah angkat bicara. Presiden dan Menko Polhukam memerintahkan hukum harus ditegakkan. Itu artinya negara telah memerintahkan aparat berwenang mengeksekusi Susno.

Namun, perintah Presiden rupanya tak cukup mujarab untuk menuntaskan eksekusi Susno. Susno hingga kemarin tetap aman di persembunyiannya.

Kegagalan eksekusi atas Susno telah menegaskan kepada kita bahwa negara tidak memiliki ketegasan untuk memaksa seorang terdakwa korupsi bernama Susno Duadji menjalani hukuman.

Ini gejala yang sangat mengerikan. Negara ternyata gagap menghadapi seorang terdakwa korupsi yang seharusnya sudah mulai menjalani pidana penjara selama 3,5 tahun dan membayar denda Rp200 juta itu.

Sangat tidak masuk akal bila aparat hukum takluk dan takut untuk mengeksekusi Susno. Kegagalan eksekusi Susno merupakan aib yang mencoreng wajah Indonesia sebagai negara hukum.

Demi tegaknya hukum, itu tidak boleh dibiarkan. Kejaksaan harus bertindak tegas untuk meneruskan proses eksekusi Susno. Presiden harus memastikan kejaksaan menjalankan perintahnya.

Juga, dalam konteks hukum, siapa pun yang menghalanghalangi eksekusi Susno, dia dianggap telah melanggar hukum. Karena itu, bila perlindungan yang diberikan Polda Jabar dianggap menghalang-halangi eksekusi, Kapolri wajib hukumnya menindak aparat di bawahnya.

Hukum harus ditegakkan. Negara tidak boleh kalah berhadapan dengan terpidana

http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2013/04/29/ArticleHtmls/EDITORIAL-Negara-yang-Takluk-29042013001019.shtml?Mode=1#

April 20, 2013

Monkey business : PURDI E. CHANDRA PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBAYARAN UTANG (PKPU)

purdi chandra

PURDI E. CHANDRA DALAM PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBAYARAN
UTANG

Purdi E. Chandra (Purdi) yang dikenal oleh banyak orang sebagai penggagas dan pemilik

suatu lembaga bimbingan belajar yang cukup terkenal akhirnya harus mengakui bahwa Cara

“GILA” Jadi Pengusaha yang diajarkannya dalam berbagai kesempatan dan melalui beragam

media ternyata tidak mampu menghindarkan dari jeratan utang yang melilitnya.

Akibat dari permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) yang diajukan


oleh BNI Syariah dan didukung oleh beberapa kreditor lainnya (lihat http://cts.pn-
jakartapusat.go.id/index/index.php#) akhirnya pada tanggal 17 April 2013 Majelis Hakim
Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dalam nomor perkara 7/PKPU/2013/PN.PN.JKT.PST telah

mengeluarkan putusan bahwa Purdi E. Chandra berada dalam keadaan PKPU Sementara

dengan segala akibat hukumnya.

Putusan ini menjadi tonggak untuk tercapainya keadilan bagi seluruh kreditor Purdi yang
selama ini berada dalam ketidakpastian tentang pemenuhan haknya untuk mendapatkan
pengembalian atas utang yang telah diberikan. Dalam keadaan PKPU ini Purdi wajib
membuat dan memberikan kepada para kreditornya suatu proposal perdamaian yang
berisikan rencana untuk pembayaran kembali utang-utangnya. Jika proposal tersebut tidak
sesuai dengan tuntutan para kreditor dan akhirnya ditolak oleh para kreditor tersebut maka
sesuai dengan ketentuan dalam UU No.37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan

Kewajiban Pembayaran Utang (UU Kepailitan), Purdi akan dinyatakan pailit oleh pengadilan.

Sesuai dengan ketentuan UU Kepailitan, dengan status dalam PKPU maka ditunjuk pengurus
yang berwenang dan wajib mengurus harta Purdi. Selama dalam PKPU Purdi tidak dapat
melakukan tindakan kepengurusan atau kepemilikan atas seluruh atau sebagian hartanya.
Oleh sebab itu, salah satu hal yang perlu dicermati oleh pihak-pihak yang berhubungan
dan/atau hendak berhubungan dengan Purdi, terutama dalam kaitannya dengan hubungan
usaha/bisnis, agar memperhatikan status Purdi dan ketentuan UU Kepailitan tersebut.

Demo di salah satu rumah Purdi Chandra

Di samping ketentuan di atas UU Kepailitan juga mewajibkan pengurus untuk mengumumkan
status PKPU Purdi dalam surat kabar.

Bagi pihak-pihak yang berkepentingan agar memperhatikan surat kabar harian tentang
pengumuman tersebut.

Berita dan penjelasan lebih lanjut akan diberikan setelah pengumuman dalam surat kabar
dikeluarkan.

+++++++++++++++++

Akhirnya Pendiri Primagama dipailitkan 

https://indonesiacompanynews.wordpress.com/2013/06/13/pendiri-primagama-akhirnya-dipailitkan/

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 85 other followers