Posts tagged ‘Para group’

August 2, 2011

Para Group Disetujui Akuisisi 30% Saham Bank Sulut

Investor daily 2 Agustus 2011

MANADO – Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB)
PT Bank Sulut menyetujui masuknya Kelompok Usaha Bank Mega
(Para Group) untuk menyuntikkanmodal hingga menguasai 30% saham
perusahaan. Kelompok usaha ini ingin mengakselerasi pembangunan
di daerah-daerah lewat penguatan modal sejumlah bank pembangunan
daerah (BPD).
“RUPS akhir pekan lalu memutuskan setuju Bank Mega Grup masuk
30% saham ke Bank Sulut dan selain itu RUPS juga setuju sesegera
mungkin Bank Sulut ikut IPO (initialpublic offering) atau go public,” ujar
Direktur Utama Bank Sulut Jeffry Wurangian di Manado, Senin (1/8).
Persetujuan atas masuknya ParaGroup itu tertuang dalam
keputusan RUPS LB yang dihadiriSekretaris Provinsi Sulawesi Utara
Siswa Rachmat Mokodongan danseluruh bupati wali kota se-Sulut
dalam kedudukan sebagai pemegang saham Bank Sulut.

Terkait masuknya Para Group, kata Wurangian, sesuai komitmen
Chairman Bank Mega Group Chairul Tanjung, bukan untuk
menguasai atau membeli saham secara permanen. “Sifatnya bantuan
modal, karena itu sewaktu-waktu dapat dikembalikan apabila
struktur modal Bank Sulut sudah kokoh,” ujar Chairul Tanjung seperti
dikutip Wurangian. Ia mengatakan, Chairul Tanjung berkali-kali mengingatkan
kehadirannya di Bank Sulut bukan untuk menguasai, tetapi untuk
membantu permodalan Bank Sulut.

Model ini memang sedang dikembangkan oleh Komite Ekonomi Nasional (KEN) dalam upaya memacu
percepatan pembangunan di daerah. Apalagi, Bank Sulut yang sudah berusia 50 tahun dikenal
sebagai bank milik daerah.
Menurut Wurangian, Bank Sulut meskipun masih terbilang bank kecil
dari sisi jumlah modal, tetapi dalam tiga tahun berturut-turut sesuai penilaian
Bank Indonesia, Badan Pengawas Pasar Modal – Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) sebagai
bank sehat, serta mampu mengakumulasi laba dan mendistribusikan
dividen kepada setiap pemegang saham

Advertisements
Tags:
March 19, 2011

Wow! Chairul Tanjung Bangun Hotel Bintang 6 Pertama di RI

Senin, 14/03/2011 17:40 WIB
Wow! Chairul Tanjung Bangun Hotel Bintang 6 Pertama di RI
Herdaru Purnomo – detikFinance

Jakarta – Pemilik Para Grup Chairul Tanjung mengungkapkan beberapa proyek barunya yang segera diluncurkan. Beberapa proyek besar seperti Theme Park Bandung akan selesai pada Juni 2011.

Selain itu, Chairul juga menyampaikan akan membangun hotel bintang enam pertama di Indonesia dan Hotel Ibis terbesar di dunia di lokasi Theme Park Bandung.

“Di dalam theme park ada mal, mal yang paling besar di Bandung, theme park Bandung ini besarnya dua kali yang di Makassar, dan ada dua hotel. Pertama hotel bintang 6 pertama di Indonesia namanya Trans Hotel, operatornya trans sendiri,” katanya di kantor Trans Corp, Jakarta, Senin (14/3/2011).


Ia menambahkan, untuk hotel kedua adalah hotel bintang tiga, dimana Ibis sebagai operatornya. Hotel bintang tiga ini akan memiliki 600 kamar, tercatat sebagai Hotel Ibis terbesar di dunia, atau menyangi Hotel Ibis di Singapura yang hanya memiliki 500 kamar.

“Beroperasinya kedua hotel ini Desember 2011,” katanya.

Chairul menjelaskan, dibuatnya kedua hotel ini bukan berarti ia beralih ke bisnis hotel, namun sesuai konsep dasar setiap theme park akan terintegrasi dengan hotel dan mal.

“Kenapa kita buat hotel bintang 6 dan 3, kan tidak semua masyarakat mampu menginap di hotel bintang 6 maka kita sediakan hotel bintang 3,” katanya.

Mengenai theme park di Bandung akan diberinama Trans Studio Theme Park yang menyediakan wahana seperti Yamaha Racing Coaster, Return To Pandora, Giant Swing, Trans Science Center dan Trans Broadcast Museum.

“Total investasi di Bandung mal dan hotel sebesar Rp 2 triliun,” katanya.
(hen/qom)

March 5, 2011

Carrefour Bidik Pasar Kelas Atas

Carrefour Bidik Pasar Kelas Atas
04 Mar 2011
Ekonomi Koran Tempo
JAKARTA – PT Carrefour Indonesia berencana memperluas pangsa pasarnya dengan menyediakan hipermarket kelas premium. Peluang di segmen tersebut dinilai masih besar karena belum dilirik peretail lain.

Selama ini pasar modem kelas atas masih didominasi supermarket. Beberapa pemainnya adalah Ranch Market, FoodHall, KemChick, Hero, dan Foodmart. Sedangkan Giant dan Hypermart adalah hipermarket untuk pasar menengah.

Juru bicara Carrefour, Satria Hamid, dalam acara pertemuan media kemarin menyatakan langkah awal yang dilakukan Carrefour adalah menyediakan produk segar kelas premium.

Saat ini, di setiap gerai hipermarket Carrefour dijual 40 ribu jenis produk. Sedangkan di supermarket Carrefour tersedia 20 ribu jenis produk dengan 30 persen di antaranya adalah produk segar.

“Kami ingin tingkatkan porsi produk segar menjadi 50 persen di setiap gerai Carrefour,” kata Satria.

Karena itu, mulai pekan ini, Carrefour menggelar kegiatan Kampoeng Carrefour. Pada program tersebut, dijual berbagai aneka produk segar, seperti sayuran, buah, daging, dan ikan.

Carrefour melibatkan 37 pemasok dari asosiasi petani. Ke depan, Carrefour akan membina petani pemasok agar menghasilkan produk premium. “Kami juga menjamin peningkatan akses pasar mereka,” kata dia.

Direktur Hubungan Korporasi Carrefour Adji Sri-handoyo menambahkan, Carrefour bekerja sama dengan PT Bank Mega Tbk untuk memberi bantuan modal kepada pemasok usaha kecil-menengah.

“Kami akan merekomendasikan sejumlah pemasok UKM agar diberi bantuan modal oleh Bank Mega,” kata dia. Syaratnya, pemasok itu sudah lama bekerja sama dengan Carrefour serta punya kinerja bagus.

Director of Merchandising and Marketing Matahari Food Bisnis Mhesvara Kanjaya sebelumnya mengatakan cukup sulit meyakinkan pemasok agar mau memasok produk premium di gerai Hypermart.

ai mui uni*

Tags:
February 24, 2011

Trans Corp Siap IPO di 2015

Kamis, 24/02/2011 08:55 WIB
Trans Corp Siap IPO di 2015
Herdaru Purnomo – detikFinance

Jakarta – PT Trans Corporation (Trans Corp) berencana melakukan Penawaran Umum Saham Perdana (IPO) di 2015. Pemilik Trans Corp, Chairul Tanjung mengatakan dalam 5 tahun kedepan nilai kapitalisasi pasar saham akan melambung hingga Rp 10.000 triliun sehingga menjadi saat yang tepat dalam melakukan IPO.

“Saya ingin nantinya dalam 5 tahun kedepan market caps (kapitalisasi pasar) akan meningkat 4 kali lipat sehingga untuk apa dilepas saat ini tetapi nanti dalam lima tahun kedepan,” ujar Chairul Tanjung ketika ditemui usai acara Bank Mega Costumer Gathering dan Perbincangan Outlook Ekonomi 2011 di Menara Bank Mega, Jakarta, Rabu (23/2/2011) malam.

Menurutnya, Trans Corp yang mempunyai dua stasiun televisi yakni Trans TV dan Trans 7 akan digabung menjadi satu terlebih dahulu sebelum melakukan IPO. Selain itu, dirinya akan terus menumbuhkan lini bisnis media yang menjadi core Para Group untuk masuk kedalam bidang seluruh bidang media.

“Saya tidak akan masuk bursa kecuali perusahaan tumbuh dan market caps lebih dari Rp 10.000 triliun yakni dalam 5 tahun kedepan. Seiring dengan itu maka nantinya Trans 7 dan Trans TV akan menjadi satu dibawah Trans Corp,” jelasnya.

Dikatakan Chairul, seluruh proses delivery channel media akan digarap oleh Trans Corp termasuk mendirikan media online.

“Semuanya akan dimasukkan, tadinya untuk media online kan mau shortcut artinya akusisi. Tetapi kemarin kita sudah negosiasi eh ngga jadi dijual padahal sudah deal ya mau tidak mau ya bikin sendiri,” jelasnya.

9 Bank Sindikasi Berikan Pinjaman Ke Para Group

Pada bagian lain, Para Group yang menjadi pemegang saham dari Trans Corp telah menggandeng 9 bank untuk melakukan pembiayaan. Chairul mengatakan pinjaman dalam bentuk US$ tersebut dilakukan pada Maret 2011 dengan nilai yang signifikan.

“Kita dalam waktu dekat ada 9 bank akan menandatangani sindikasi pembiayaan dengan Para Group nilainya belum bisa didisclos, tunggu sajalah,” kata Dia.

Dengan adanya pinjaman tersebut, Chairul mengatakan pihaknya tidak akan menerbitkan Global Bond untuk mendukung ekspansi perusahaan. Hal ini dikarenakan bunga yang diperoleh melalui pinjaman bank lebih rendah dibandingkan dengan Global Bond.

“Pinjaman tersebut akan digunakan untuk mengembangkan Para Group secara keseluruhan,” tukasnya.

Tags:
February 18, 2011

Chairul Tanjung Siap Tanam US$ 1 Miliar ke Proyek Koridor Ekonomi

detikFinance » Ekonomi Bisnis

Jumat, 18/02/2011 18:30 WIB
Chairul Tanjung Siap Tanam US$ 1 Miliar ke Proyek Koridor Ekonomi
Ramdhania El Hida – detikFinance

Jakarta – Salah satu orang terkaya di Indonesia yakni Chairul Tanjung menyatakan komitmennya untuk menanamkan uangnya minimal US$ 1 miliar atau Rp 9 triliun untuk proyek koridor ekonomi yang akan dijalankan pemerintah.

Hal ini disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa ketika ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (18/2/2011).

“Ada yang mengatakan US$ 2 miliar, CT (Chairul Tanjung) sudah di atas US$ 1 miliar. Jadi saya yakin kok ada pengusaha yang sampai US$ 2-3 miliar. Cukup okelah, semakin ke Timur insentifnya tentu akan tambah banyak,” ungkapnya.

Chairul Tanjung rencananya akan melakukan investasi di koridor ekonomi lewat perusahaannya yaitu Trans Corp.

Seperti diketahui, pemerintah tengah gencar menawarkan proyek-proyek ke investor asing dalam rangka mengembangkan industri dalam kemasan koridor-koridor ekonomi.

Hatta menyebutkan perusahaan-perusahaan pelat merah telah menyatakan komitmennya untuk menyumbang dalam program tersebut dengan pemberian dana sebesar US$ 40 miliar. Sedangkan untuk investor swasta, lanjut Hatta, diharapkan bisa menyumbang lebih dari itu.

“Kalau BUMN saja siap US$ 40 miliar. Saya harap swasta tidak kurang dari itulah. Saya belum bicara, nanti kita ketemu dululah,” ujarnya.

Hatta menyatakan Pemerintah akan membentuk tim khusus untuk menangani program pengembangan koridor ekonomi yang diproyeksikan tuntas pada 2025. Tim tersebut akan diketuai oleh dirinya sendiri.

Hatta bersama timnya baru-baru ini mengadakan lawatan bisnis ke Korea Selatan terkait prospek investasi negara tersebut di Indonesia. “Saya yakin Korsel bisa US$ 20 miliar karena yang sudah di pipeline saja mencapai US$ 12 miliar,” jelasnya.

Selain Korsel, lanjut Hatta, pemerintah juga telah mengajak Jepang untuk berinvestasi. Selanjutnya, pemerintah juga akan membidik India dan Turki.

“Saya akan keliling lagi, kan India sudah US$ 15 miliar akan kita perkuat lagi dengan tim adhoc-nya. Kemudian ke Turki, juga beberapa negara yang memang punya potensi kerjasama dengan kita,” tandasnya.

Tags:
May 14, 2010

Para Group Berencana Bangun Bisnis Ritel

Kontan 14 Mey 2010

JAKARTA. Seakan tak pernah puas menggarap binis ritel, setelah melakukan akuisisi terhadap 40% saham Carrefour Indonesia, Para Group kini tengah menjajaki peluang untuk membangun bisnis ritel sendiri.

Lewat bendera PT Trans Ritel, bos Para Group Chairul Tanjung bilang akan membangun bisnis mini market mulai tahun depan. “Saat ini konsep tengah kami siapkan,” ujar Chairul (12/5). Ia menjelaskan, sejauh ini konsep yang tengah dimatangkan berupa convenience store. Ia menambahkan, dalam perkembangannya nanti besar kemungkinan konsep waralaba seperti yang kini digunakan jaringan waralaba minimarket Indomaret dan Alfamart.

Meski mengelak menyebutkan besaran investasi yang disiapkannya, Chairul mengatakan pihaknya berangan-angan untuk membangun 10.000 gerai di seluruh Indonesia. “Kalau bisa segitu, kenapa tidak,” tegasnya.

Artinya, niat Para Grup untuk serius membesarkan lini bisnis ritelnya tidaklah main-main. “Sekarang kami belajar dulu dengan masuk ke Carrefour,” imbuh Chairul. Ia pun mengatakan pihaknya tetap membuka diri seluasnya, seandainya Carrefour Indonesia memberikan kesempatan bagi Para Group untuk memperbesar porsi kepemilikan sahamnya. “Kami merupakan opsi pertama yang harus ditawari, dan kalau tawaran itu datang pasti akan kami sambar,” cetusnya.

Tags:
May 12, 2010

Chairul Tanjung Baru Lepas Carrefour ke Bursa di 2015

Rabu, 12/05/2010 14:00 WIB
Chairul Tanjung Baru Lepas Carrefour ke Bursa di 2015
Suhendra – detikFinance

Jakarta – Nama Carrefour saat ini mulai melekat dengan Chairul Tanjung, pemilik 40% saham PT Carrefour Indonesia (Carrefour) ini baru akan melakukan pelepasan saham perdana (initial public offering/IPO) Carrefour pada tahun 2015.

Chairul Tanjung yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama Carrefour mengatakan rencana IPO terhadap Carrefour pasti akan dilakukan. Saat ini pihaknya masih terus melakukan pembenahan di berbagai hal.

“Kalau sekarang terlalu cepat, masih jauhlah, 5 tahun ke depan lah,” kata Chairul saat ditemui di sela-sela acara Penandatanganan Kerjasama HIPMI Carrefour di Kuningan, Jakarta, Rabu (12/5/2010).

Ia mengatakan opsi IPO Carrefour, merupakan bagian kesepakatan sales and puchase agreement (SPA) pada saat pembelian saham 40% Carrefour oleh Trans Ritel. Selain itu dalam SPA itu juga disepakati pihak Trans Ritel akan menjadi pihak yang ditawari pertama ketika pihak Carrefour akan melepas sahamnya kembali.

“Untuk menambah saham, kita buka peluang, kalau bisa 100%,” katanya sambil tersenyum.

Usai Caplok Carrefour, Chairul Tanjung Incar Bisnis Minimarket
Suhendra – detikFinance

Jakarta – PT Trans Ritel di bawah naungan Trans Corp milik Chairul Tanjung akan mengembangkan bisnis minimarket. Sebelumnya Trans Ritel telah membeli 40% saham PT Carrefour Indonesia (hipermarket)

Pemilik Trans Corp Chairul Tanjung menjelaskan konsep minimarket yang akan dikambangkan adalah jenis convenience store. Rencananya convenience store mulai mewujudkan pada tahun 2011 nanti.

“Kita mulai tahun depan, belum ada namanya, kita akan masuk type of convenience store,” kata Chairul Tanjung disela-sela acara penandatanganan kerjasama Hipmi-Carrefour di Gedung Palma One, Kuningan, Rabu (12/5/2010).

Chairul memimpikan dalam waktu 10 tahun ke depan, gerai minimarketnya bisa menggurita hingga 10.000 gerai di seluruh Indonesia. Untuk tahap awal gerai minimarketnya akan dimulai dari kota-kota besar di Indonesia.

“Untuk namanya pasti ada kata Trans-nya,” jelasnya.

Ia juga mengatakan dalam jangka panjang, pihaknya juga tidak menutup kemungkinan untuk menerapkan konsep waralaba terhadap minimarketnya. Chairul juga mengaku langkahnya membeli saham Carrefour Indonesia bagian dari proses pembelajaran pihaknya untuk masuk ke bisnis ritel secara total termasuk minimarket.

Dikatakannya untuk Carrefour sendiri, tidak memungkinkan untuk masuk ke segmen minimarket karena porsi kepemilikan saham asing masih ada. Hal ini sejalan dengan ketentuan di Indonesia bahwa toko moderen dengan luasan dibawah 400 M2 hanya boleh dimiliki oleh 100% pemodal lokal.

“Aturan di Indonesia untuk minimarket, haram asing masuk,” katanya


Site Meter

Tags:
April 19, 2010

Chairul Tanjung dan Ambisi Membangun Masjid Terbesar

Chairul Tanjung dan Ambisi Membangun Masjid Terbesar
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Setelah menguasai 40 persen saham PT Carrefour Indonesia, bos Para Group, Chairul Tanjung punya mimpi membeli Citibank. Namun sebelum itu, salah satu orang terkaya di dunia itu ingin mewujudkan mimpinya membangun masjid terbesar di tanah air.

Chairul Tanjung mengaku ingin membangun masjid terbesar di tanah air setelah berhasil meraup gain dari membeli saham Citibank yang sempat merosot tajam ketika krisis merebak di akhir 2008 hingga awal 2009.

“Jumlahnya cukup besar, sekarang disimpan. Gain-nya Insya Allah akan dijadikan masjid terbesar di Indonesia,” jelas Chairul dalam kesempatan berbincang-bincang dengan sejumlah pemimpin media massa di kantornya, Jalan Tendean, Jakarta, akhir pekan lalu.

Seperti diketahui, akibat krisis, saham Citigrup Inc sempat merosot dan diperdagangkan di bawah 1 dolar AS. Investor melepas saham Citigroup setelah raksasa tersebut mendapatkan dana penyelamatan dari pemerintah.

Namun seiring pulihnya pasar finansial dari krisis, saham Citigroup Inc kini sudah membaik, pada perdagangan akhir pekan lalu berada di level US$ 4,57 per lembar saham.

Chairul Tanjung mengaku, dirinya sempat membeli saham Citibank ketika harga saham perusahaan finansial tersebut anjlok tajam. Kini setelah saham Citigroup melonjak hingga 4 kali lipat, bisa dihitung berapa gain yang berhasil diperoleh Chairul Tanjung.

Pria kelahiran Jakarta, 16 Juni 1962 itu pun bercita-cita suatu saat ada pengusaha dari Indonesia yang menguasai saham Citigroup.

“Sekarang fokus investasi dalam negeri, kalau sudah pegang US$ 10 miliar, baru bicara beli Citibank. Sebelum sampai taraf itu, sekarang membangun masjid dulu,” ujar pria yang murah senyum itu.

Gurita bisnis Chairul Tanjung memang sudah meluas. Setelah menguasai bisnis stasiun televisi, bank hingga waralaba, Chairul Tanjung meluaskan bisnisnya ke ritel dengan membeli 40% saham PT Carrefour Indonesia.

Chairul Tanjung melalui kelompok usahanya, Para Group mengakuisisi 40% saham PT Carrefour Indonesia senilai lebih dari Rp 3 triliun. Akuisisi itu dilakukan Trans Corp melalui PT Trans Ritel, sebuah anak perusahaan Trans Corp di bawah Para Group.

Setelah akuisisi oleh Trans Corp ini, maka komposisi pemegang saham PT Carrefour Indonesia adalah Trans Ritel (40%), Carrefour SA 39%, Carrefour Netherland BV 9,5%, dan Onesia BV 11,5%. (qom/dnl)


Site Meter

Tags:
April 19, 2010

Kabar Dibeli Chairul Tanjung, Saham Indosiar Melejit 34,95%

Senin, 19/04/2010 15:14 WIB
Kabar Dibeli Chairul Tanjung, Saham Indosiar Melejit 34,95%
Indro Bagus – detikFinance

Jakarta – Saham PT Indosiar Karya Media Tbk (IDKM) langsung melesat tajam Rp 43 (34,95%) hingga menyentuh batas atas auto rejection pada perdagangan hari ini. Kabar rencana akuisisi Trans Corp terhadap Indosiar disinyalir menjadi pemicu utamanya.

Harga saham IDKM dibuka sama seperti penutupan akhir pekan lalu di level Rp 123 per saham. Namun mendadak harga sahamnya melesat tajam hingga akhirnya menyentuh batas atas auto rejection sebesar 35% (untuk harga saham Rp 50 hingga Rp 200).

Peningkatan volume dan nilai transaksi saham IDKM telah terlihat sejak dua hari perdagangan pekan lalu. Pada 14 April 2010, saham IDKM hanya diperdagangkan sebanyak 3 lot senilai Rp 181 ribu. Pada 15 April 2010 mulai terjadi peningkatan volume sebanyak 100 lot senilai Rp 6,125 juta dan kenaikan harga sebesar Rp 1 ke Rp 122.

Pada perdagangan akhir pekan, volume perdagangan saham IDKM sebanyak 550 lot senilai Rp 33,825 juta dengan kenaikan harga sebesar Rp 1 ke level Rp 123. Pada perdagangan hari ini, volume perdagangan meningkat tajam sebanyak 10 ribu lot lebih senilai Rp 829,188 juta (hingga berita ini ditulis).

Kenaikan harga mencapai Rp 43 ke level Rp 166 per saham. Hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari manajemen perseroan mengenai peningkatan aktivitas saham perseroan.

Namun disinyalir, kabar rencana akuisisi Trans TV terhadap IDKM menjadi pemicu utamanya. Chairul Tanjung Bos Para Group (pengendali saham Trans TV) kemarin mengatakan, pihaknya memang berminat mengakuisisi sejumlah stasiun TV lagi ke depannya. Sayangnya, ia enggan membeberkan target yang sedang dibidik.

“Saya berharap 3 lah, 4 juga boleh lah,” ujarnya.

Mengenai adanya kabar rencana pembelian stasiun TV Indosiar, ia menyatakan bahwa sampai hari ini ia belum dan tidak ada pembicaraan dengan Indosiar.

“Antara saya yah, nggak tahu yang dibawah saya,” ucapnya tertawa.

Tags:
April 17, 2010

Carrefour Ekspansi ke Bali dan Pontianak

Sabtu, 17/04/2010 16:07 WIB
Carrefour Ekspansi ke Bali dan Pontianak
Ramdhania El Hida – detikFinance

Jakarta – Tahun ini Carrefour akan membuka 13 gerai di Indonesia, dua di antara gerai tersebut akan dibuka di Singaraja Bali dan Pontianak.

Demikian disampaikan oleh Presiden Direktur PT Carrefour Indonesia Shafei Shamsuddin saat ditemui di Kantor Pusat Carrefour Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu (17/4/2010).

“Tahun ini, kita buka 13 toko. Dua bakal dibuka akhir bulan ini di Singaraja, Bali dan Pontianak. Namun, untuk tahun-tahun depan, kita belum tetapkan. Kalau ada lokasi yang baik kami akan buat survei,” ujarnya.

Shafie enggan berkomentar mengenai investasi dari 13 toko yang akan dibukanya tersebut dengan alasan masih banyaknya isu-isu yang mendera perusahaan internasional tersebut.

“Investment. Boleh nggak saya nggak berkomentar dulu. Mungkin minggu-minggu mendatang, kalau suasananya sudah tenang,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Shafie kerjasama dengan pemilik baru yaitu Para Group bisa meredam isu-isu lokal yang mengganggu proses ekspansi di Indonesia.

“Kerjasama ini memberikan suatu optimistik dan peluang untuk ekspansi di Indonesia. Kita bisa belajar bersama dengan Para Group. Gabungan seperti ini, supaya kita bisa bermain di kotak yang ditentukan pemerintah. Ini yang kita harapkan, kita bisa bersaing dalam kotak, baik untuk memberikan harga-harga, supaya bisa bersaing dengan sehat,” jelasnya.

Carrefour merupakan perusahaan asing. Kerjasama strategis dengan Trans Corp, anak perusahaan dari Para Group, telah melakukan pembelian 40% saham dari PT Carrefour Indonesia sehingga menjadi pemegang saham tunggal terbesar.

Sedangkan, pemegang saham lainnya adalah Carrefour S.A. (39%), Carrefour Nederland B.V. (9,5%) dan Onesia B.V. (11,5%). Dengan adanya kerjasama ini, Carrefour akan hadir seiring dengan keberadaan perusahaan keluaran Para Group.

“Kalau di sekitar perusahaan itu belum ada supermarket ya kita masuk, seperti nanti di Makassar dekat studio Trans TV,” jelasnya.

(nia/dnl)

++++

Laba Carrefour Indonesia Cuma 10 Persen Laba Trans TV
JUM’AT, 16 APRIL 2010 | 21:43 WIB
Besar Kecil Normal
TEMPO/Nickmatulhuda

TEMPO Interaktif, Jakarta – Langkah Transritel, anak perusahan Trans Corp, mengakuisisi Carrefour di Indonesia, ternyata bukan karena pertimbangan laba semata.

“Keuntungan Carrefour hanya sekitar 10 persen keuntungan Trans TV,” kata Chairul Tanjung, seperti dikutip Ishadi Sk, juru bicara Trans Corporation.

Menurut Chairul, langkah itu langkah strategis bukan cuma sekadar perhitungan laba. Dengan mengakuisisi hipermarket terbesar di Indonesia itu, Trans Corp kini seperti menguasai power house. “Kalau Anda punya tanah 100 ha, Anda taruh Carrefour di tengahnya, nilai tanah itu langsung melonjak,” kata pengusaha properti Para Group ini.

Dengan akuisisi ini, Chairul juga ingin mengubah citra hipermaket asal Prancis ini menjadi lebih ramah terhadap Usaha Kecil dan Menengah. “Saya akan membuat pojok rakyat di Carrefour untuk pemasok UKM dan mereka akan dapat bantuan finansial dari Bank Mega,” katanya.

Sabtu, 17 April 2010, sekitar pukul 11.00 Chairul berencana menengok Carrefour, “Untuk pertama kalinya saya datang sebagai pemilik,” kata penguasa 40 persen saham, alias singular majority ini. Chairul membeli saham Carrefour ini seharga Rp 3 triliun.

++++++


Site Meter

Tags: