Posts tagged ‘Susi Air’

October 29, 2014

Dua Hari Jadi Menteri, Susi Sudah Buat Terobosan

Tuesday, 28 October 2014, 13:41 WIB

Komentar : 21
AP Photo
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Baru beberapa hari menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Kerja, Susi Pudjiastuti langsung melakukan terobosan. Susi akan membuka data kepemilikan kapal yang ada di Indonesia.

Langkah ini sebagai upaya untuk membuat transparansi kepemilikan kapal di Indonesia. Susi sudah memerintahkan jajarannya untuk segera mendata seluruh kapal yang ada di Indonesia. Baik kapal yang dikeluarkan oleh PKP, asing, maupun kapal milik warga Indonesia buatan asing.

“Saya baru Jumat besok dapat data-data jumlah kapal yang ada di Indonesia,”kata Susi pada wartawan di Jakarta, Selasa (28/10).

Setelah data kepemilikan kapal didapatkan, maka Menteri Kelautan dan Perikanan akan membuka data tersebut untuk publik. Agar masyarakat juga mengetahui jumlah dan kepemilikan kapal yang ada di Indonesia. Ini menjadi persoalan yang harus segera diselesaikan. Sebab, dari data tersebut, akan lebih mengenali kapal pencuri kekayaan laut di Indonesia.

Susi menambahkan, saat ini pihaknya memang tengah memilah persoalan kelautan secara menyeluruh. Dengan memilah persoalan yang dihadapi oleh kelautan Indonesia, Susi mengungkapkan akan lebih mudah menyelesaikan persoalan. Mana yang bisa diselesaikan dengan cepat dan mana yang butuh waktu lama.

“Intinya kita mau perbaiki, bahwa 70 persen dari wilayah laut kita ini menjadi andalan yang luar biasa,” tambah Susi.

Susi mengaku sudah mulai bekerja di kantornya Kementerian Kelautan dan Perikanan. Menurutnya banyak yang harus dibenahi dan banyak pekerjaan menanti di sektor kelautan Indonesia.

++++

Percuma aja kalau pake Jilbab tapi korup dan kerjanya tidak bener sama dengan rajin sholat (jidat hitam) tapi doyan duit dan perempuan, Aa Gym !

Aa Gym: Semoga Bu Susi Berhenti Merokok dan Pakai Jilbab

Republika/Tahta Aidilla
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  —  Sikap Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang merokok di depan umum menjadi pembicaraan masyarakat luas. Aa Gym pun ikut angkat bicara soal menteri asal Pangandaran tersebut.

“Guru-guru akan susah. Nanti kalau guru nanya ke muridnya, ‘Kenapa kalian merokok?’ ‘Kan Bu Menteri Merokok, Bu’,” kata Aa Gym, Senin (27/10).

Aa Gym mendesak Susi bisa memberikan contoh yang baik. “Mudah mudahan berhenti merokok, pakai jilbab juga. Kita mah doakan yang baik baik saja,” ucapnya saat memberikan tausiah di Masjid Bank Indonesia Jakarta.

Aa Gym secara khusus juga menyatakan bahwa pemimpin adalah panutan bagi rakyatnya. Sebelumnya, Susi sempat banyak dibahas di dunia maya terkait aksi nyentriknya.

Bahkan, dia tidak segan langsung merokok di kompleks Istana Kepresidenan, ketika baru saja usai pengenalan nama 34 menteri oleh Jokowi. “Setop dong, biar aku bisa selesaikan rokok ini sampai habis,” ujar presiden direktur PT ASI Pudjiastuti Marine Product tersebut kepada wartawan, Ahad (26/10).

 

+++++++++++++++

 

Begini Cara Susi Berantas Illegal Fishing

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (tengah) memberi selamat kepada Harry Azhar dan Sapto Amal usai di lantik sebagai Ketua dan Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di gedung Sekretariat Mahkamah Agung, 28 Oktober 2014. TEMPO/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti mengatakan akan mendata semua kapal-kapal komersil yang masuk ke dalam perairan Indonesia. Pendataan ini dilakukan untuk mencegah penangkapan ikan ilegal. (Baca: Serah Terima Jabatan Susi Ramai Dihadiri Bule)

“Saya akan memulai dengan pendataan online. Kapal yang masuk ke Indonesia dapat terpantau, sama seperti data pesawat terbang,” ujar Susi seusai serah terima jabatan di kantornya, Rabu, 29 Oktober 2014. (Baca: Menteri Susi dan Tato)

Pendataan tersebut, menurut Susi, akan dilakukan untuk semua kapal di perairan Indonesia. “Baik yang dikeluarkan DKP, yang asing, atau yang punya orang lokal tapi asing, semua kapal. Kalau ada kapal yang hanya tangkap ikan tanpa izin akan dibabat,” ujar Susi. (Baca: Susi Berkeras, Pilot Memelas)

Susi mengatakan dirinya akan menerapkan transparansi, yakni dengan membuka data kapal yang beroperasi di perairan Indonesia kepada publik. “Data itu saya minta ke Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap untuk dibuka. Jadi, semua media tahu berapa banyak dan punya siapa kapal-kapal itu,” kata Susi. (Baca: Susi Doyan Baca Novel Supaya Fasih Bahasa Inggris)

Menurut Susi, Indonesia mesti menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan mandiri secara ekonomi. Pasalnya, potensi Indonesia sangat besar mengingat 70 persen wilayah Indonesia berupa laut. Bahkan, kata Susi, luas wilayah Indonesia lima kali lebih besar daripada Thailand. “Tapi kenapa angka ekspor kita lebih rendah dari Thailand dan Malaysia?” ujar dia. (Baca juga: Cara Menteri Susi Relaksasi)

AMOS SIMANUNGKALIT

Advertisements
Tags: ,
March 17, 2011

Beda Mesin, Merpati Tak Mau Dibandingkan dengan Susi Air

detikFinance » Ekonomi Bisnis

Rabu, 16/03/2011 17:07 WIB
Beda Mesin, Merpati Tak Mau Dibandingkan dengan Susi Air
Whery Enggo Prayogi – detikFinance

Pesawat Susi Air (dok)

Jakarta – Menteri BUMN Mustafa Abubakar sempat mengungkapkan keresahannya karena pangsa pasar PT Merpati Nusantara Airlines tergerus oleh maskapai Susi Air. Tapi nyatanya, Merpati tak mau dibandingkan dengan Susi Air karena memiliki pesawat beda jenis.

Chief Executive Officer Merpati, Sardjono Jhony Tjitrokusumo mengaku, Merpati kini masih menjadi maspakai penerbangan perintis utama di Indonesia. Maskapai pelat merah ini juga masih menguasai 50% pangsa pasar penerbangan perintis.

Ia menegaskan, Merpati tidak bisa dibandingkan dengan maskapai lain. Bahkan Susi Air sekalipun, yang diklaim Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengambil pasar perseroan.

Alasannya, Susi Air dan banyak maskapai kecil lainnya, beroperasi dengan rute pendek dan berbasis single engine. “Pesawat mereka single engine. Pesawat kecil-kecil. Tidak bisa dari Jakarta-Surabaya atau Jakarta-Ujung Pandang,” jelasnya.

“Mengoperasikan single engine ada aturannya. Double engine juga aturannya ada. Kalau mau dibandingkan, hasil auditnya. Supaya lebih terbuka. Kami siap untuk itu,” kata Sardjono kepada detikFinance usai RDP bersama Deputi bidang Infrastruktur & Logistik Kementerian BUMN dengan Komisi VI DPR, Jakarta, Rabu (16/3/2011)..

Dengan semakin majunya maskapai swasta kecil, dengan rute jarak pendek antar kota, perseroan mengaku tidak akan ikut-kutan. Merpati tetap fokus pada layanan yang selama ini berjalan, sesuai arahan PPA. Salah satunya mengedepankan layanan kelas premium, dengan layanan penuh (full services).

“Selama ini penerbangan perintis ditender. Peserta tebner banyak, ada Trigana, Susi Air, dll. Dan ini, 50% masih punya Merpati,” imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, Maskapai penerbangan Susi Air secara perlahan telah mengambil pangsa pasar Merpati Nusantara Airlines. Susi Air kini menjadi pesaing langsung dari maskapai Merpati yang merupakan milik pemerintah.

“Sekarang itu dipegang pangsa pasarnya Susi Air. Pangsa pasar Merpati diambil Susi Air,” kata Mustafa saat berkunjung ke kantor detikcom beberapa waktu lalu.

(wep/qom)

GRATIS! puluhan voucher pulsa! ikuti terus berita dari DetikFinance di Hape-mu.
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Merpati Tak Lagi Rugi di 2012
Nasib Suntikan Rp 600 Miliar untuk Merpati Ditangan DPR
Wow!! Susi Air Salip Merpati

Share
(11) Komentar Kirim Komentar Disclaimer
trisno16/03/2011 20:06 WIB
Merpati diurus sarjana2 ada s1. s2, s3 dst tetapi pada korup bandingkan… » Selengkapnya
penasihatsenior16/03/2011 18:55 WIB
Bukan beda kelas, tapi lebih tepatnya beda ukuran atau size, Merpati… » Selengkapnya
erick16/03/2011 18:30 WIB
Ya beda pa menteri.. Susi air untung. Merpati rugi mana bisa… » Selengkapnya

Tags:
March 2, 2011

Susi Air Operasikan Simulator Pesawat Pertama di Asia Pasifik

Rabu, 02/03/2011 17:02 WIB
Susi Air Operasikan Simulator Pesawat Pertama di Asia Pasifik
Angga Aliya – detikFinance

Foto: Dok Susi Air

Jakarta – Maskapai penerbangan lokal, Susi Air siap mengoperasikan Simulator FFT X Pesawat Cessna Grand Caravan di sekolah pilotnya, Susi Training Center. Simulator pesawat Grand Caravan ini merupakan yang pertama di Asia Pasifik.

“Diharapkan dengan Simulator FFT X Mechtronix, Susi Training Center dapat mendukung kebutuhan training pilot pesawat Cessna Caravan di Indonesia dan juga di Asia Pasifik,” kata pendiri sekaligus CEO Susi Air, Susi Pudjiastuti dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Rabu (2/3/2011).

Simulator Grand Caravan yang dipersiapkan untuk Susi Training Center ini akan menjadi simulator Grand Caravan pertama di Asia Pasifik, dan kedua di dunia setelah di Amerika.

Simulator baru ini akan dipasang di sekolah penerbangan yang terletak di Pangandaran itu pada triwulan IV tahun ini dan akan dirancang mengacu kepada JAR-FSTD A FTD Level 2 dan standar FNPT II MCC.

“Ini akan menjadi simulator pertama di sekolah penerbangan kami. Dengan sifatnya yang terbuka, kami percaya bisa membantu pelatihan pilot-pilot lain di regional,” ujarnya.

Susi Air dibentuk pada tahun 2004 oleh suami-istri Susi Pudjiastuti dan Christian von Strombeck untuk membantu komunitas nelayan di bagian barat Indonesia mengantarkan produk ikan segarnya ke pasar Asia.

Susi Air secara singkat menjadi maskapai yang megoperasikan pesawat Cessna 208 Caravan terbanyak di Asia Pasifik. Susi Air terus tumbuh dan kini tercatat pangsa pasarnya sudah mulai menggeser Merpati Nusantara.

Armada yang dimiliki Susi Air sata ini 23 Cessna Caravan (17 sedang dalam pemesanan), 5 Pilatus PC-6 Porter, 3 Piaggio Avanti II dan 2 Agusta helikopter.
(ang/ang)

Tags:
March 23, 2010

Bidik Para Bos, Susi Air Lirik Bisnis Heli

Bidik Para Bos, Susi Air Lirik Bisnis Heli
Laporan wartawan Persda Network Hendra Gunawan
Selasa, 23 Maret 2010 | 22:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sukses membesarkan bisnis penerbangan dengan pesawat-pesawat propeller (baling-baling) PT ASI Pudjiastuti (Susi Air) kini melirik bisnis helikopter. Angkutan helikopter dianggap punya potensi besar terutama di ibukota Jakarta.

Bahkan untuk kepentingan ini, Susi Air telah membeli dua unit helikopter senilai Rp 150 miliar. Dirut Susi Air, Susi Pudjiastuti mengatakan, Jakarta menjadi tujuan utama bisnis heli ini untuk menghindari ruwetnya kemacetan di jalan.

“Jasa penyewaan helikopter ini lumayan menarik karena di Jakarta memiliki tingkat kemacetan yang tinggi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah beroperasi,” kata Susi.

Segmen heli Susi Air adalah bos-bos yang bekerja di gedung-gedung pencakar langit di Jakarta. Bila menggunakan kendaraan darat mereka bisa terjebak macet
hingga berjam-jam, walau hanya untuk menempuh jarak yang tak terlalu jauh.
Tetapi bila menggunakan heli, maka jarak tersebut bisa ditempuh dalam hitungan
menit.

Bisnis ini dilakukan dengan sistem sewa oleh perseroan. Penarifannya adalah dengan penerapan biaya per shuttle yaitu antara Rp 10 juta hingga Rp 15 juta.

Tags:
February 5, 2010

Susi Air terima dua pesawat Cessna Grand Caravan

Keren !Coba bandingkan dengan Airfast : pesawat tua, pengelola perusahaan uzur dan jadi tersangka kasus penggelapan
+++
Susi Air terima dua pesawat Cessna Grand Caravan
Jumat, 05/02/2010 15:23:39 WIBOleh: Hendra Wibawa
JAKARTA (Bisnis.com): PT Asi Pudjiastuti Aviation, operator maskapai Susi Air, telah menerima kiriman dua pesawat Cessna Grand Caravan dari ajang Singapore Airshow 2010, dari total 30 pesawat yang dipesannya.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Herry Bakti S. Gumay mengatakan tambahan dua pesawat itu merupakan bagian pengiriman dari total lima pesawat jenis itu pada bulan ini. “Susi Air telah serah terima kunci dua pesawat Caravan di Singapore Airshow. Minggu ini akan datang tiga lagi,” ujarnya, hari ini.

Herry menjelaskan maskapai Susi Air mengantongi sertifikat operasi pesawat (air operator certificate/AOC) 135 atau izin untuk mengoperasikan pesawat dengan jumlah kursi di bawah 30. Dia menambahkan rencana penambahan armada itu dalam rangka meningkatkan pelayanan angkutan udara dengan rute pendek.

Data yang dihimpun Bisnis.com menyebutkan Susi Air telah memesan sebanyak 30 pesawat Grand Caravan bermesin tunggal turboprop di ajang Paris Airshow 2009. Dengan demikian, maskapai itu akan segera menjadi maskapai pertama di Asia yang mengoperasikan pesawat Cessna Grand Caravan.

Pesawat yang diperkirakan senilai US$2,5 juta per unit itu akan dioperasikan Susi Air untuk menyediakan layanan penerbangan penumpang dan kargo berjadwal, serta sewa di seluruh Indonesia. Selain itu, pesawat juga ditujukan untuk mendukung penerbangan kemanusiaan di daerah rawan bencana.

Hingga akhir 2009, Susi Air mengoperasikan sebanyak 26 armada, setelah menambah empat pesawat pada sepanjang tahun lalu.

Tags: ,