Archive for March, 2013

March 30, 2013

Penyelundupan Ribuan Liter Minyak Tanah

 

Karena kebijakan energi yang salah dasar.. hal ini jelas hanya menyuburkan penyelundupan BBM.  Karena langkah kongkrit untuk mengakhir soal subsidi BBM masih berlarut larut dan tidak tegas. Wajar bagi publik untuk mencurigai pihak pihak di pemerintahan dan politik yang mendapatkan banyak keuntungan dari kebijakann subsidi BBM yang salah kaprah ini. 

 
Sabtu,30 Maret 2013
 

BAHAN BAKAR

Polisi Gagalkan Penyelundupan Ribuan Liter Minyak Tanah

 

GORONTALO, KOMPAS – Kepolisian Resor Kota Gorontalo menggagalkan penyelundupan 5.000 liter minyak tanah bersubsidi di Gorontalo, Jumat (29/3). Minyak tanah yang akan diselundupkan itu dikirim dari Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, dan akan dijual di Gorontalo.

Sejak Januari lalu, tercatat sudah hampir 14.000 liter minyak tanah bersubsidi yang disita polisi. Hal itu disampaikan Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Gorontalo Inspektur Satu Ady Pradhana.

”Ribuan liter minyak tanah itu disimpan di jeriken dan diangkut dengan truk. Untuk mengelabui petugas, jeriken yang dimuat di bak truk ditimbun dengan serbuk kayu. Truk tersebut ditangkap saat turun dari kapal di pelabuhan Gorontalo,” ujarnya.

Menurut Ady, polisi akan menjerat tersangka dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, polisi menahan dua tersangka. Mereka adalah NI (36) dan IJ (44), warga Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Dari keterangan tersangka, minyak tanah bersubsidi itu dibeli seharga Rp 4.500 per liter, tetapi akan dijual lagi dengan harga Rp 7.000 per liter.

Sejak Januari lalu, polisi menyita sekitar 14.000 liter minyak tanah bersubsidi yang diselundupkan ke Gorontalo.

Limbah jadi semen

Sementara itu, ribuan meter kubik limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dari PT Pertamina Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, bakal dimanfaatkan jadi bahan baku alternatif semen oleh PT Holcim Indonesia Tbk.

General Manager Pertamina Refinery Unit IV Cilacap Teuku Khaidir, di sela-sela

penandatanganan nota kesepakatan pengolahan limbah B3 dengan PT Holcim Indonesia Tbk, mengatakan, pengolahan ribuan meter kubik limbah itu dipastikan tidak akan meninggalkan residu dan tidak memengaruhi kualitas semen.

Saat ini, Pertamina memiliki limbah B3 yang cukup banyak sehingga harus dikelola dengan baik. ”Holcim punya fasilitas pengolahan limbah,” ujar Teuku. (APO/GRE)

Advertisements
March 30, 2013

Petani Desak Mentan Suswono Batasi Impor Pangan

Pak menteri kelihatannya lebih suka kongkow dengan importir. Importir biasanya berani memberi “kangtaw” untuk pejabat dari kementrian karena menyangkut urusan kuota.

Segala sesuatu yang ada kuotannya mulai dari daging sapi sampai jemaah Haji.. pasti ada permainan antara pejabat dan pengusaha

Angga Aliya – detikfinance
Sabtu, 30/03/2013 15:51 WIB

Jakarta – Para petani Desa Cipetir, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meminta Kementerian Pertanian batasi impor produk hortikultura. Karena impor produk pertanian hanya akan mematikan petani dalam negeri.

Para petani Desa Cipetir menyampaikan hal itu ketika berdialog dengan Menteri Pertanian Suswono, Sabtu (30/3/2013), seperti dikutip dari siaran pers. Dialog dilakukan usai Mentan melakukan panen cabai secara simbolik di kebun cabai milik petani Desa Cipetir.

“Petani Indonesia sanggup memenuhi kebutuhan dalam negeri. Kalau bisa tidak perlu impor,” kata Arif Darmono, Ketua Kelompok Petani Cahaya Abadi.

Menanggapi permintaan itu Mentan Suswono menyatakan, prioritas Kementan adalah mendorong produksi petani Indonesia.

“Impor dilakukan hanya untuk memenuhi kekurangan. Kalau produk petani kurang, baru kita lakukan impor. Itu pun dalam jumlah yang terbatas,” tandas Suswono.

Suswono mengatakan, sejatinya produk petani Indonesia tidak kalah kualitasnya dengan produk impor. Namun karena harga produk impor lebih murah, konsumen lebih menyukai produk impor.

Produk impor bisa lebih murah karena lahan petani-petani di luar sangat luas. Hasil panen per hektarnya pun juga lebih besar.

Sementara petani Indonesia rata-rata hanya memiliki lahan 0,25 hektare. Hasil panennya juga tidak sebanyak petani luar.

“Jadi jangan bandingkan petani kita dengan petani-petani di luar yang lahannya ratusan hektare. Tidak akan bisa bersaing,” katanya.

Dengan kondisi seperti itu pemerintah harus berpihak dan melindungi petani. Caranya dengan membatasi produk pertanian dan hortikultura impor.

“Walaupun risikonya kita dipermasalahkan di WTO,” imbuh Suswono.

Terkait dengan gugatan terhadap Indonesia di WTO, Suswono menyatakan siap menghadapinya. Menurutnya, ada 99 pertanyaan dengan sekitar 200 rincian yang harus dijawab terkait kebijakan pembatasan impor produk pertanian dan hortikultura.

“Kita siap menghadapi itu semua,” tandas Suswono.

March 30, 2013

Turbin Arus Laut Dipasang di Suramadu

Sabtu,
30 Maret 2013

ENERGI BERSIH

Jakarta, Kompas – Turbin arus laut dengan kapasitas generator untuk produksi listrik hingga 3.500 watt dipasang di bawah Jembatan Suramadu, Jawa Timur. Meski arus laut tergolong kecil, dengan kecepatan maksimum 1,3 meter per detik, turbin arus laut layak dikembangkan massal.

”Kecepatan arus laut di Selat Madura itu rata-rata arus laut di perairan Indonesia,” kata Erwandi, Ketua Tim Perekayasa Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PTAL) pada Unit Pelaksana Teknis Balai Pengkajian dan Penelitian Hidrodinamika Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, yang dihubungi di Surabaya, Jumat (29/3).

Erwandi mengatakan, biaya produksi listrik dari PTAL masih dikaji. Perkiraannya Rp 1.400 per kilowatt-jam atau setidaknya di bawah listrik yang diproduksi dengan sel surya.

Potensi produksi PTAL tergolong tinggi. Arus laut di setiap selat bisa dipanen menghasilkan listrik. Secara teoretis, potensi listrik dari PTAL bisa mencapai 200.000 megawatt (MW).

Jika diturunkan, potensi teknikalnya diperkirakan 60.000 MW. Adapun potensi praktikalnya 6.000 MW. Potensi ini cukup besar dibandingkan kebutuhan listrik saat beban puncak di Jawa yang mencapai 20.000 MW.

”Generator pembangkit listrik arus laut yang dipasang di Suramadu dapat diperkecil menjadi berkapasitas 1.000 watt sehingga secara teknis dapat dioperasikan portabel,” kata Erwandi.

Tim perekayasa yang dipimpin Erwandi bekerja sejak tahun 2008. Uji coba pertama kali pada arus laut terkuat di Selat Flores, Larantuka, Nusa Tenggara Timur. Kecepatan arus maksimumnya 4,3 meter per detik.

Uji coba pertama kali dilakukan Maret 2010, dilanjutkan Juni 2010. Uji coba tahap pertama menggunakan bilah turbin Darrieus 2 meter dengan diameter putaran turbin 2 meter.

”Sekarang menggunakan turbin dengan tipe Wave Rotor. Tipe ini lebih efisien untuk arus laut kecepatan rendah,” katanya.

Uji coba kedua dilaksanakan pada 26 Maret 2011 dengan lokasi uji coba sama. Perolehan listriknya dari 2.000 watt ditingkatkan jadi 10.000 watt dengan meningkatkan kekuatan turbin. Potensi listrik dari PTAL di Selat Flores saja diperkirakan 300 MW.

Kurang dikembangkan

Listrik dari arus laut merupakan energi bersih yang kurang dikembangkan di Indonesia. Begitu pula potensi energi bersih dari daratan, seperti biomassa pertanian dan perkebunan yang terbuang percuma.

Peneliti utama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Endang Sukara, mendesak industri memanfaatkan hasil penelitian terkait energi bersih. Di antaranya, pemanfaatan mikroba untuk fermentasi biomassa hasil kerja sama LIPI dengan Kementerian Kehutanan, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas California, Davis, AS, di Mekongga, Sulawesi Tenggara. (NAW)

March 30, 2013

Garap Monorel, Adhi Karya Gandeng Ortus

UM’AT, 29 MARET 2013 | 19:15 WIB

 

TEMPO.COJakarta-PT Adhi Karya (Persero) tbk menegaskan pihaknya akan  menggandeng Ortus Holdings Ltd untuk menggarap monorel jalur Blue Line dan Green Line. Kesepakatan awal ini tercapai setelah kedua pemilik perusahaan itu bertemu dan menghadap Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Kamis, 28 Maret 2012,

“Kami juga sudah melaporkan rencana kerjasama kami dengan Ortus kepada Gubernur DKI. Pak Jokowi setuju dan menyambut baik,” kata Direktur Utama PT Adhi Karya, Kiswo Dharmawan, dalam rilis yang diterima Tempo, Jumat 29 Maret 2013.

Lebih lanjut Kiswo menjelaskan, dia juga akan segera melaporkan pertemuan dengan Gubernur DKI Jokowi kepada Menteri BUMN Dahlan Iskan yang saat ini tengah berada di luar negeri. Dahlan Iskan yang telah diberitahu melalui telepon, prinsipnya juga telah menyetujui aksi korporasi yang akan diambil oleh Adhi Karya. “Kerjasama yang saling menguntungkan dan sangat baik untuk rakyat Jakarta sangat didukung pak Dahlan Iskan,” kata Koordinator BUMN Care Budi Purnomo Karjodihardjo.

Seperti diketahui jalur Blue Line dan Green Line, saat ini telah dipercayakan pada PT Jakarta Monorel, dimana Ortus Holdings memiliki 90 persen saham. Jalur blue line dan ekstentionnya sepanjang 30 km, sedangkan jalur green line sepanjang 14,5 kilometer. Jalur blue line, dari Kampung Melayu – Kuningan – Casablanka – Tanah Abang – Roxy – Taman Anggrek dengan ekstention ke timur dari Pondok Kelapa – Sentral Timur Jakarta dan ke Barat dari Puri Indah. Sedangkan jalur green line, mulai Kuningan – Kuningan Sentral – Gatot Subroto – Asia Afrika – Pejompongan – Karet – Dukuh Atas – kembali ke Keningan.

Di tempat terpisah, pemilik Ortus Edward Soeryadjaya mengatakan pihaknya akan segera membentuk tim kecil antara Ortus dan Adhi Karya, untuk merealisasikan kerjasama ini. “Ini penyatuan kekuatan antara perusahan BUMN (PT Adhi Karya tbk) dengan swasta yg juga Tbk, karena kemungkinan kami akan pakai PT Siwani Tbk”, tutur Edward.

Edward sangat yakin, kerjasama dng Adhi Karya, akan segera terealisasi, dan langsung bisa bekerja karena masing_masing memiliki kekuatan. “Kami bangga, Gubernur DKI Jokowi dan Menteri BUMN Dahlan Iskan akan membantu kami penuh untuk segera merealisasikan proyek monorel di luar blue line dan green line” kata Edward.

ANANDA PUTRI

March 30, 2013

Telkom Lebarkan Bisnis ke Enam Negara

 

 Kompas 30 Maret 2013

SINGAPURA, KOMPAS – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk berencana melebarkan bisnis ke enam negara lainnya di dunia, yakni Makau, Taiwan, Arab Saudi, Korea Selatan, Singapura, dan Malaysia. Selain itu, PT Telkom bekerja sama dengan operator telekomunikasi lokal untuk penggunaan jaringan atau infrastruktur.

”Pada 17 Agustus 2013, kami (PT Telkom) akan memberikan hadiah kepada negara dengan melebarkan sayap ke Makau dan Taiwan. Negara-negara yang lain semoga semua bisa diselesaikan hingga Desember tahun ini,” ungkap Direktur Utama PT Telkom Arief Yahya, Kamis (28/3), yang ditemui wartawan Kompas, Rini Kustiasih, seusai menyampaikan kuliah umum mengenai konsep ”Paradox Marketing” di Nanyang Technological University, Singapura.

Arief mengatakan, strategi bisnis yang dipakai Telkom untuk melebarkan sayap adalah dengan mengikuti alur orang (follow the people) dan mengikuti alur uang (follow the money).

Ia mencontohkan Arab Saudi sebagai target bisnis Telkom selanjutnya sebab banyak orang Indonesia yang berada di sana, baik yang bekerja secara informal maupun formal. Kondisi itu memungkinkan penggunaan data dan telepon ke Indonesia dalam jumlah besar.

Untuk menembus Arab Saudi dan negara-negara lainnya, Arief berencana menggunakan metode Mobile Virtual Network Operator (MVNO). Metode itu sudah dijalankan di Hongkong. ”Kami menyewa jaringan operator lokal di sana sehingga praktis tidak ada investasi apa pun yang harus dibangun Telkom. Telkom hanya membantu pemasarannya. Metode ini berhasil dan akan kami tiru di negara-negara lain, termasuk Makau dan Taiwan,” katanya.

Kepala Komunikasi dan Hubungan Perusahaan PT Telkom Slamet Riyadi mengatakan, karena PT Telkom memakai infrastruktur operator lokal, secara otomatis BUMN ini memakai pelanggan operator lokal, terutama yang menggunakan lalu lintas komunikasi ke Indonesia.

March 30, 2013

Kecelakaan 2 Tewas, Mobil Penuh Berisi Narkoba

Mobil mewah yang suka seliweran di jalanan (jalan tol) di wilayah Jakarta ternyata kebanyakan dari pemiliknya adalah bandar Narkoba.  Dari dulu saya suka agak curiga mengapa orang yang mampu membeli mobil mewah tapi prilaku berkendaranya di jalanan umum kok seperti supir Angkot, yang suka main serobot dan menggunakan bahu jalan. Sekarag terbukti bahwa mereka adalah kriminil.  Mulai sekarang polisi harus rajin merazia pengendara mobil mewah !

 

ABTU, 30 MARET 2013 | 15:46 WIB

Detik-detik Kecelakaan Camry Maut Pembawa Narkoba

 

TEMPO.COJakarta – Kepala Satuan Laka Lantas Polres Jakarta Selatan Komisaris Hindarsono mengatakan mobil Camry maut yang menyebabkan dua penumpangnya tewas di jalan tol TB Simatupang melaju dengan kecepatan di atas 100 kilometer per jam. Setelah kecelaan ini, polisi menemukan enam paket sabu-sabu dan satu botol miras.

Menurut dia, mobil melaju dari arah Lebak Bulus ke Kampung Rambutan. Mobil nahas itu membentur baja pembatas jalan sebelah kanan. Lalu, mobil berputar ke kiri 360 derajat. “Setelah petugas karcis tol mendengar suara benturan, dia menoleh, dan melihat mobil berputar,” kata Hindarsono, Sabtu, 30 Maret 2013. Posisi terakhir, mobil berhenti dengan membentur tembok sebelah kiri jalan.

Adapun kedua korban terlempar ke luar. “Korban perempuan sempat terlindas mobil lain,” ujarnya. Ini terlihat dari isi perut korban yang terburai.

Hindarsono menyebut kecelakaan ini masih menyisakan tanda tanya. Sebab, safety belt di kursi sopir dan penumpang tidak tergores, padahal air bag keluar. “Harusnya kalau safety belt tidak dipakai, air bag tidak keluar,” kata dia. Nantinya, kata dia, soal ini akan dia tanyakan ke teknisi produsen Camry.

Sebelumnya, Toyota Camry B 1596 KV mengalami kecelakaan tunggal pukul 04.00 WIBdi jalan tol TB Simatupang Kilometer 25.400. Pengemudi mobil dengan stiker SC 234  (Pemuda Pancasila ?)di kaca depan itu, Yasir Lutfi Marfadi, 30 tahun, dan seorang penumpang perempuan, Winda Angraini, 25 tahun, meninggal di lokasi. Mereka kemudian dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati. Polisi juga masih menyelidiki narkoba yang dibawa korban, termasuk apakah korban ini hanya pemakai atau pengedar. Kasus hampir serupa juga terjadi dalam kecelakaan mobil Porsche, yang ditemukan di dalamnya obat terlarang jenis Happy Five sebanyak 598 butir, Ahad, 24 Maret 2013.

 

 

Kecelakaan itu terjadi di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

ddd
Sabtu, 30 Maret 2013, 09:54Anggi Kusumadewi, Siti Ruqoyah
Paket narkoba ditemukan di dalam mobil yang mengalami kecelakaan di Pasar Minggu, Jakarta.

Paket narkoba ditemukan di dalam mobil yang mengalami kecelakaan di Pasar Minggu, Jakarta.(VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)
VIVAnews – Sebuah kecelakaan tunggal terjadi di tol TB Simatupang KM 25+400 arah timur Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Pengendara dan penumpang mobil Toyota Camry B 1596 KV tewas di tempat. Petugas kepolisian menemukan banyak paket narkoba di dalam mobil yang celaka itu.Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Pol Hindarsono, mengatakan kecelakaan tersebut terjadi pukul 04.00 WIB, Sabtu dini hari 30 Maret 2013. Pengemudi diduga mabuk minuman beralkohol dan berada di bawah pengaruh narkoba.

“Pengemudi seorang laki-laki berusia 30 tahun atas nama Yasir Lutfi Marfadi, dan penumpang perempuan berusia 25 tahun atas nama Winda Angraini. Mereka meninggal di lokasi. Korban dibawa ke RS Fatmawati,” kata Hindarsono kepadaVIVAnews.

Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara, petugas langsung memeriksa seluruh isi mobil, dan ternyata didapatkan barang bukti narkoba yang disimpan di tempat-tembat berbeda di bagian dalam mobil. “Ada 6 paket sabu, di antaranya 5 paket  di dalam tas yang ada di dashboard kendaraan, 1 paket di dalam kantong celana depan kiri pengemudi, alat penghisap, dan 1 botol miras,” ujar Hindarsono.

Petugas kepolisian kini akan mengembangkan kasus terkait narkoba yang dibawa oleh pengendara mobil Camry tersebut.

Selain Sabu, Polisi Temukan Obat Penenang di Camry Naas

Polisi juga menemukan alat hisap, korek dan timbangan dari mobil itu.

ddd
Sabtu, 30 Maret 2013, 16:14Eko Priliawito, Tommy Adi Wibowo
Narkoba di mobil Toyota Camry

Narkoba di mobil Toyota Camry(Tommy Adi Wibowo/ VIVAnews)

VIVAnews – Kecelakaan tunggal yang terjadi di Tol TB Simatupang KM 25+400 arah timur Pasar Minggu, Jakarta Selatan, menyebabkan pengendara dan penumpang mobil Toyota Camry B 1596 KV tewas di tempat kejadian. Peristiwa ini menjadi perhatian polisi lantaran ditemukan enam paket narkoba di dalam mobil tersebut.

Menurut Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Hindarsono, saat pemeriksaan, petugas kepolisian menemukan banyak paket narkoba di dalam mobil itu. Penumpang mobil, seorang wanita bernama Widia Anggraini ditemukan tewas tanpa mengenakan baju.

“Ada 6 paket sabu. 5 paket di dalam tas yang ada didashboard kendaraan, satu paket di dalam kantong celana depan kiri pengemudi dan satu botol miras,” ujar Hindarsono, saat ditemui di Polres Jakarta Selatan, Sabtu, 30 Maret 2013.

Ia menambahkan, total berat dari enam paket sabu itu mencapai 5 gram. Selain itu, petugas juga menemukan tiga alat hisap sabu, obat penenang merk Dumolid sebanyak 29 butir, dua pisau sangkur, alumunium foil, cangklong penghisap, korek, dan timbangan.

Semua barang itu ada di dalam tas kecil milik korban. Saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki apakah kecelakaan itu disebabkan karena penumpang dalam kondisi mabuk atau tidak.

“Darah dan urine sudah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk di periksa. Hari Senin semua hasilnya keluar,” kata Hindarsono.

Seperti diketahui akibat kecelakaan itu telah merenggut dua korban jiwa, seorang laki-laki berusia 30 tahun atas nama Yasir Lutfi Marfadi, dan perempuan 25 tahun bernama Winda Angraini. Dari hasil pemeriksaan awal, Winda yang mengalami luka parah diperkirakan sedang hamil enam bulan. (eh)

Ketika Ditemukan, Perempuan Penumpang Camry Nahas Tak 

Pakai Baju

Sabtu, 30/03/2013 12:03 WIB
Ketika Ditemukan, Perempuan Penumpang Camry Nahas Tak Pakai Baju
Fajar Pratama – detikNews
Jakarta – Kecelakaan tunggal menimpa sebuah mobil Toyota Camry hitam di
Tol Simatupang yang membuat dua penumpangnya meninggal. Dalam mobil
tersebut juga ditemukan enam paket sabu. Perempuan yang menjadi
penumpang diketahui tidak memakai baju.”Ketika ditemukan petugas di lapangan, yang perempuan hanya memakai
bawahan. Sedangkan yang laki-laki lengkap,” ujar Kasat Lantas Polres
Jaksel AKBP Hindarsono, saat dihubungi, Sabtu (30/3/2013).

Namun Hindarsono belum mau menarik kesimpulan apapun dari fakta
tersebut. Termasuk mengkaitkan dengan keberadaan paket sabu dan miras
serta adanya temuan lapangan lain seperti mobil yang mendadak oleng ke
kanan dan ke kiri, membentur dua pembatas jalan. Padahal pada saat itu
tidak ada mobil lain yang berada di dekat Camry.

“Bisa juga baju atasan terlepas atau bagaimana. Saya belum mau menarik
kesimpulan,” kata Hindarsono.

Dalam kecelakaan itu dua orang yang berada di dalam mobil tewas, setelah
terlempar dari sisi kanan dan kiri mobil. Dua orang itu diketahui
bernama Yassir (31) sebagai sopir, dan Winda (25).

Kecelakaan tersebut terjadi pukul 04.00 WIB dini hari tadi. Kecelakaan
terjadi di Km 25.400 arah Pasar Rebo.

http://news.detik.com/read/2013/03/30/120325/2207188/10/ketika-ditemukan-perempuan-penumpang-camry-nahas-tak-pakai-baju?991104topnews

March 30, 2013

Dividen Bank BUMN 30 Persen Laba Bersih

Sabtu,
30 Maret 2013

PERBANKAN

Jakarta, Kompas – Bank-bank badan usaha milik negara membagikan 30 persen laba bersih untuk pemegang saham. Setelah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, kini PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk membagikan persentase yang sama.

Persentase dividen yang dibagikan tunai ini meningkat 10 persen dibandingkan tahun lalu, yang sebesar 20 persen. Dengan laba perbankan tahun ini yang meningkat dibandingkan tahun lalu, penerimaan negara dari dividen sektor perbankan juga meningkat tahun ini.

Dalam jumpa pers seusai rapat umum pemegang saham tahunan, Kamis (28/3), di Jakarta, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (BNI) Gatot Mudiantoro Suwondo mengakui, persentase dividen yang dibagikan kali ini memang cukup tinggi. ”Besarnya melihat kondisi keuangan juga, misalnya bisnis yang berjalan baik tahun ini,” kata Gatot.

Sebelumnya, Gatot berharap dividen yang dibagikan kepada pemegang saham hanya 20-25 persen dari laba bersih. Dengan demikian, ada cukup dana dari laba bersih tersebut untuk ekspansi bank. Saat ditanya mengenai hal itu, Gatot menjawab, perlu tenggang rasa dengan pemegang saham. ”Ya, 30 persenlah biar senang sedikit,” gurau Gatot. Laba bersih BNI tahun 2012 sebesar Rp 7,046 triliun. Sebesar 30 persennya atau sekitar Rp 2,114 triliun dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen.

Sama halnya dengan BNI, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank Tabungan Negara (BTN) juga menetapkan 30 persen laba bersih BTN dibagikan sebagai dividen kepada pemegang saham. Dengan laba bersih tahun 2012 sebesar Rp 1,4 triliun, yang dibagikan sebagai dividen mencapai Rp 409 miliar.

Dalam kesempatan terpisah, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiaatmadja menyampaikan, bank perlu dana untuk berekspansi atau mengembangkan usaha. Dengan laba bersih Rp 11,3 triliun, Jahja berharap hanya 20-25 persen dari bersih itu yang dibagikan sebagai dividen kepada pemegang saham.

”Ya, idealnya 20-25 persen. Bank membutuhkan dana untuk tumbuh dan ekspansi, yang antara lain dari laba bersih itu,” ujar Jahja.

Informasi UMKM

Dalam ”Workshop on Getting Credit in Indonesia”, Kamis, di Jakarta, Deputi Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Kerja Sama Ekonomi Luar Negeri Rizal Affandi Lukman menyatakan, untuk mendorong pertumbuhan lebih besar, perbankan diharapkan bisa mengucurkan kredit lebih luas lagi. Kucuran kredit tidak hanya kepada pengusaha besar, tetapi juga kepada usaha kecil, menengah, dan mikro (UMKM).

Namun, perbankan tidak mempunyai informasi mengenai pengusaha UMKM sehingga perbankan merasa ragu dan akhirnya mengenakan bunga yang besar kepada UMKM. Untuk itu diperlukan institusi yang bisa memberikan informasi akurat mengenai data UMKM sehingga perbankan bisa menjangkau UMKM. (IDR/ARN)

March 29, 2013

Jumlah Penduduk Indonesia Bakal Tembus 300 Juta Jiwa

Masalah paling berat adalah kualitas manusianya.. dari segi pendidikan ( sampai smp) , etos kerja masih sangat jeblok. Jadi penduduk 300 jt bukan bonus tapi beban..

Pemerintah  SBY kelihatannya tidak peduli dengan masalah ini.  Gawat !

Herdaru Purnomo – detikfinance
Selasa, 26/03/2013 08:58 WIB
 

Jakarta – Pada tahun 2032 mendatang, sejumlah pakar kependudukan dan lingkungan hidup memperkirakan jumlah penduduk Indonesia bakal mencapai 300 juta jiwa. Mayoritas dari jumlah penduduk ini di antaranya adalah kaum muda.

Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Ekonomi dan Lingkungan Hidup Emil Salim di sela diskusi Population Dynamics and the Post-2015 Development Agenda, di Nusa Dua, Bali, memperkirakan pada tahun 2030 jumlah penduduk Indonesia akan menjadi 295 juta jiwa, dan pada 2032 diprediksikan populasi Indonesia mencapai 300 juta jiwa, dengan dugaan munculnya 60 juta pendatang yang merupakan kaum muda.

Emil Salim membacakan presentasi yang disusun oleh dirinya bersama sejumlah pakar lain yakni Evi Nurvidya Arifin, Sri Moertiningsih Adioetomo, Mubariq Ahmad, Prijono Tjiptoherijanto, Harry Heriawan Saleh, Riwanto Tirtosudarmo, Komaradjaja, dan Richard Makalew mengemukakan, terdapat tiga tren besar dalam demografi Indonesia pasca-2015 yakni berlanjutnya populasi dengan angka besar di mana mayoritas di antaranya orang muda, bertambahnya penuaan populasi, dan semakin kompeksnya mobilitas populasi.

Untuk menjawab persoalan popolasi itu, menurut Emil Salim, tidak bisa hanya mengandalkan satu kebijakan umum yang diperuntukkan bagi seluruh provinsi di Indonesia. “Indonesia bukan hanya Jawa saja. Tidak ada satu kebijakan yang benar-benar cocok untuk seluruh daerah,” ujar Emil seperti dikutip dari situs resmi Sekretariat Negara, Selasa (26/3/2013).

Oleh karena itu, para pakar merekomendasikan sejumlah poin yang patut diperhitungkan untuk dilakukan sebagai Agenda Pembangunan Pasca-2015.

Poin awal yakni merekayasa kependudukan, dengan cara melaksanakan perencanaan keluarga berencana dengan meyakinkan masyarakat bahwa tingkat kesuburan bisa dikontrol, dan memastikan selalu menggunakan metode kontrasepsi yang aman dan efektif.

Selain itu mereka juga merekomendasikan pemberantasan kemiskinan serta memastikan kesehatan, pendidikan, meningkatkan pertumbuhan masyarakat urban dan bekerja, keamanan pangan dan nutrisi, kecukupan air dan energi efisien, menjaga keberlangsungan alam, mengantisipasi konflik serta menciptakan keterbukaan informasi pemerintahan.

Terkait rekayasa kependudukan, sebelumnya Plt. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Soedibyo Alimoeso mengatakan pemerintah daerah berperan penting dalam upaya tersebut.

Soedibyo mengatakan bahwa selama ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mengingatkan bahwa pengentasan masalah kemiskinan sebagai salah satu target MDGs 2015 bisa dicapai apabila masalah kependudukan bisa terselesaikan dengan baik.

“Dibutuhkan komitmen kepala daerah untuk dapat mewujudkan keberhasilan rekayasa penduduk, guna mencapai keberhasilan MDGs 2015. Presiden sudah berkali-kali mengingatkan hal ini, tetapi masalahnya kadang ke bawahnya tidak berjalan,” ujar dia.

Soedibyo mengatakan saat ini jumlah penduduk seakan dianggap sebagai pemberian yang harus diterima begitu saja. Padahal, kependudukan harus direkayasa untuk mewujudkan kesejahteraan penduduk itu sendiri.

Menurut Soedibyo, rekayasa penduduk atau yang dikenal dengan population dynamics dapat dilakukan dengan tiga cara yakni terkait kelahiran, kematian, dan migrasi. Pengaturan terhadap ke-tiga hal itu menurut dia, penting untuk diperhatikan.

“Saat ini angka pertumbuhan penduduk stagnan 1,49 persen dari target 1,23 persen, ini masih `lampu merah`,” kata Plt Kepala BKKBN itu.

Meskipun demikian, lanjut Soedibyo, sejauh ini pemerintah telah menggalakkan kembali program kependudukan dan KB untuk pertumbuhan penduduk yang seimbang, meningkatkan usia harapan hidup, serta meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup dari setiap penduduk, khususnya perempuan dan remaja.

March 28, 2013

Avanza Terbakar, Polisi Akan Panggil Saksi Ahli

Keamanan mobil Avanza/Xenia harus diperbaiki..  Selain mudah limbung, ternyata mobil ini mudah terbakar! 

 

KAMIS, 28 MARET 2013 | 20:26 WIB

 

 

TEMPO.COJakarta – Kepolisian Daerah Metro Jaya akan memanggil saksi ahi soal terbakarnya mobil Toyota Avanza B 1656 ZFC di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.

“Pemanggilan saksi ahli dari perusahaan untuk mengetahui penyebab kenapa mobil bisa sampai terbakar habis,” kata Juru Bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Kamis, 28 Maret 2013. Dalam kecelakaan tersebut Niki Perdana Sembung, 34 tahun, tewas terbakar di dalam mobil.

Dugaan sementara mobil terbakar akibat adanya hubungan arus pendek listrik saat menabrak pohon. Percikan api dari korsteing listrik diduga menyambar ke tangki bensin yang bocor sehingga terbakar.

Awalnya, kondisi korban sukar dikenai karena tubuhnya hangus terbakar. Belakangan kawan Niki datang ke polisi dan memastikan identitas korban. “Korban dari Cikini habis kumpu dengan kawan-kawannya,” kata Rikwanto.

Kemudian sekitar pukul 04.00 WIB korban pamit pergi. Saat itu lah korban mengemudikan mobinya dengan kecepatan tinggi lantaran jaan sepi. Beberapa saksi di lokasi menjelaskan korban kemudian oleng karena melaju dengan kecepatan tinggi. Mobil yang dikendarainya menabrak pohon.

SYAILENDRA

March 28, 2013

Airbus MIlitary Bantu PT DI Perbaiki Bengkel Cat Pesawat

 

Zulfi Suhendra – detikfinance
Kamis, 28/03/2013 17:49 WIB
 
 
 
 

Jakarta – Perusahaan pesawat Eropa yaitu Airbus Military membantu PT Dirgantara Indonesia (PT DI) memperbaiki hanggar pengecatan pesawat, seiring dengan meningkatnya pesanan pesawat produksi PT DI yaitu CN295. 

Pada 18-21 Maret lalu, tim auditor dari Airbus Military mengaudit fasilitas hanggar painting yang sudah diperbaiki dan memberikan preliminary approval. Sedangkan final approval yang akan diberikan setelah PT DI menyelesaikan 2 unit pesawat CN295.

Dalam keterangan yang diterima detikFinance, Kamis (28/3/2013), PT DI memang selama 5 tahun terakhir memiliki 6 orang painter (pengecat), keenam orang tersebut mengikuti training dengan pembimbing dari Airbus Military dan produsen cat.

Sejak November 2012 lalu, hanggar pengecatan ini terus dibenahi. Untuk pembenahan fasilitas tersebut selain ditangani tenaga-tenaga profesional, PT DI juga dibantu oleh personil dari Airbus Military.

Fasilitas yang diperbaiki antara lain ialah, penggantian lampu secara total dari jeni TLX menjadi LED yang hemat energi, dan memiliki pencahayaan yang lebih tinggi. Serta sistem blowernya pun diperbaiki, sehingga udara memenuhi persyaratan standar internasional pengecatan dan aspek keselamatan (K3LH).

Hanggar pengecatan (painting) PT DI mulai dibangun sejak awal 1980 dengan ahli perancang yang didatangkan dari Jerman, dan mulai dioperasikan pada 1986 lalu. Selama kurang lebih 27 tahun, kondisi hanggar masih cukup stabil meskipun dirasakan kekurangan di beberapa bagian, khususnya dalam pencahayaan, karena lampunya sebagian sudah mati.

Rencana acara syukuran hanggar pengecatan ini akan berlangsung pada hari ini Kamis, 28 Maret 2013. Acara ini juga akan dihadiri oleh Direktur Produksi PT DI serta tim dari Airbus Military.

Kepala Divisi Operasi Aircaft Integration, Wawan Setiawan mengungkapkan, PT DI akan terus menjaga approval atau kerja sama ini, agar kualitas dari hanggar pengecatan PT DI selalu mengalami peningkatan.

“Utilisasi dari hangar pengecatan dapat lebih meningkat bukan hanya untuk pesawat yang kita produksi tetapi juga untuk pesawat produksi perusahaan lain yang membutuhkan jasa pengecatan,” katanya.