Archive for ‘whos who’

December 18, 2015

Tokoh Antikorupsi Terpental

JUM AT, 18 DESEMBER 2015

 Tokoh Antikorupsi Terpental

JAKARTA – Tiga calon pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi dari kalangan internal, yakni Busyro Muqoddas, Johan Budi Sapto Pribowo, dan Sujanarko, kalah dalam pemungutan suara pemilihan komisioner KPK periode 2015-2019 yang digelar Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat, kemarin. Busyro, yang pernah menjadi Ketua KPK, hanya mendapat 2 suara. Sedangkan Johan, yang menjadi pelaksana tugas Wakil Ketua KPK, memperoleh 25 suara. Adapun Sujanarko, Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Sama Antar-Komisi KPK, memungut 3 suara.

Sebanyak 54 anggota Komisi Hukum yang berhak memilih lima nama menjatuhkan pilihan kepada bekas Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Agus Rahardjo sebagai Ketua KPK yang baru. Ia mendapatkan 53 suara, diikuti calon dari kepolisian, Staf Ahli Sosial Politik Kapolri, Inspektur Jenderal Basaria Panjaitan, yang memperoleh 51 suara.

Tiga nama lain adalah Alexander Marwata, hakim ad hoc Tipikor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (46 suara); Thony Saut Situmorang, Staf Ahli Kepala Badan Intelijen Negara (37 suara); serta Laode Muhammad Syarif, dosen Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Makassar (37 suara). “Pemilihan ini sudah melalui proses yang transparan,” kata pemimpin sidang pleno, Azis Syamsuddin, kemarin.

Pengamat antikorupsi menilai terjungkalnya para pejuang antikorupsi sebagai calon pimpinan KPK merupakan awan kelabu pemberantasan korupsi.”Kiamat aja pemberantasan korupsi,” kata peneliti dari Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gadjah Mada, Hifdzil Alim, kemarin.

Hifdzil menyesalkan salah satu pemimpin KPK yang terpilih setuju lembaga itu bisa menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan dan mendukung penyadapan seizin ketua pengadilan. “Calon seperti itu tidak pas untuk lembaga sekelas KPK,” ujar dia.

Pakar hukum tata negara Refly Harun dan Saldi Isra mengatakan hasil voting itu menunjukkan DPR tak ingin memperkuat KPK. “Yang dipilih adalah orang-orang yang bisa ditundukkan,” ujar Refly.

Saldi mengatakan lima orang terpilih itu merupakan orang yang setuju terhadap revisi Undang-Undang KPK. Ia menduga persetujuan tersebut adalah salah satu strategi para calon untuk mengakomodasi keinginan DPR. “Tugas mereka sekarang bukan lagi menghadapi DPR, tapi memberantas korupsi,” kata dia.

Peneliti dari Indonesia Corruption Watch, Aradilla Caesar, meminta lima komisioner terpilih memperjuangkan nasib penyidik Novel Baswedan yang terus tersandera kriminalisasi oleh bekas korpsnya.

Johan, kemarin, berucap syukur karena tak terpilih. “Sepertinya doa istri saya terkabul,” kata dia. Ia berharap pimpinan KPK jilid IV ini bisa menjaga marwah komisi antirasuah itu. “Sistem di KPK sudah jalan, tinggal melanjutkan,” ujarnya.FAIZ NASHRILLAH | LINDA TRIANITA | EGI ADYATAMA | TRI ARTINNING PUTRI | DESTRIANITA K. | FRANSISCO ROSARIANS | ISTIQOMATUL HAYATI

December 15, 2015

Ciliandra Fangiono, Masih Muda Tapi Sandang Triliuner No 1 Indonesia

Thursday, December 10, 2015       14:09 WIB

 

JAKARTA – Muda dan kaya. Mungkin kalimat tersebut tepat ditujukan bagi Ciliandra Fangiono. Ya, dia adalah triliuner paling muda di Indonesia.

Ciliandra Fangiono masuk dalam jajaran 50 orang terkaya di Indonesia versi Forbes. Di antara ke-50 orang terkaya di Tanah Air, Ciliandra adalah triliuner termuda, dengan usia 39 tahun.

Dilansir Forbes, Kamis (10/12/2015), kekayaan Ciliandra berasal dari perusahaan yang memimpin bisnis minyak kelapa sawit di Indonesia, First Resources Ltd. Perusahaannya tersebut berhasil menghasilkan total kekayaan USD1,3 miliar atau setara Rp17,34 triliun.

Dia memulai usahanya dengan meneruskan bisnis keluarga. KemUdian, setelah perusahaan berada di bawah kepemimpinannya, terjadi peningkatan aset dan keuntungan.

Ciliandra sukses mengelola First Resources, yang beroperasi lebih dari 190.000 hektare perkebunan kelapa sawit dan 12 pabrik kelapa sawit di provinsi Riau, Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat di Indonesia.

Bahkan, First Resources berencana untuk investasi USD130 juta agar usahanya terus tumbuh. Dana tersebut dialokasikan untuk memelihara perkebunan serta meningkatkan kapasitas penggilingannya.

Pria beranak dua tersebut, menjalankan bisnis bersama dengan saudara laki-lakinya Sigih dan ayah mereka, Martias, sejak 23 tahun yang lalu.

Kesuksesan Ciliandra juga tidak lepas dari pengetahuan dan latar belakangnya yang memiliki gelar sarjana ekonomi dari Cambridge University. Kemudian, dia menghabiskan beberapa tahun bekerja sebagai staf pada divisi investasi bank di Meryl Lynch di Singapura.
http://economy.okezone.com/read/2015/12/10/320/1264661/ciliandra-fangiono-masih-muda-tapi-sandang-triliuner-no-1-indonesia

December 6, 2015

Gurita Usaha Juragan Muda

TOPIK
SABTU, 05 DESEMBER 2015

 Gurita Usaha Juragan Muda

Meski berlabel food and beverage, bisnis mereka melebihi jualan makanan dan minuman. Para anak muda ini menawarkan tren baru, tempat pembeli berkumpul, berkudapan, sekaligus bergaya.

Kebanyakan dari mereka tidak memiliki latar belakang pendidikan kuliner atau perhotelan. Namun insting para pengusaha belia itu menangkap dengan tepat selera pasar. Walhasil, usaha mereka menggurita. “Simpel saja, saya anak muda yang tahu apa yang diinginkan anak muda,” kata Mikail Mirdad, 29 tahun, pendiri Biko Group. Berikut ini gambarannya.

1. Biko Group

Lima tahun yang lalu, tidak ada yang mengenal mereka. Namun keputusan trio Mikael Mirdad, Agung Prayudi, dan Freggy Effendi membuka Beer Garden di Kemang pada 2010 membuat Biko Group melambung.

Kini, ada empat cabang Beer Garden. Biko juga melebarkan sayap dengan membuka warung kopi, Kopitiam Tan, di Kawasan Niaga Terpadu Sudirman, Jakarta Selatan, dan bar ala Hong Kong, Pao-Pao, di Senopati, Jakarta Selatan. Pekan ini, mereka meresmikan Fujin, restoran Jepang dengan menu andalan teppanyaki dan wiski di Jalan Gunawarman, Jakarta Selatan.

Mikael mengatakan akan membuka satu rumah makan lagi dalam waktu dekat. Dia tak ragu mengambil kesempatan karena melihat potensi bisnis food and beverage yang masih akan terus berkembang. “Kami pernah balik modal hanya dalam tiga bulan,” ujarnya.

Berdiri: 2012 (diresmikan sebagai grup)
Pemilik: Mikael Mirdad, Agung Prayudi dan Freggy Effendi
Jaringan: Beer Garden (di Kemang, SCBD, Wahid Hasyim, Radio Dalam), Pao-Pao, Kopitiam Tan, dan Fujin

2. Union Group

Grup ini berasosiasi dengan dua hal: Union dan red velvet. Union tersebar di Pondok Indah Mall, Plaza Indonesia, dan Grand Indonesia. Mereka restoran pertama yang menyajikan kue red velvet yang merah merona tersebut.

Berdiri: 2012
Pemilik: Jennifer Karjadi, Winfred Hutabarat, Andrew Santoso, dan kawan-kawan
Jaringan: Union, Benedict, Caffe Milano, Canteen, Casa, Cork&Screw, E&O, Loewy, dan Union Deli

3. Potato Head Group

Jaringan besutan Ronald Akili dan Jason Gunawan ini memang belum sebanyak dua grup di atas. Namun Potato Head Group telah berekspansi ke Singapura. Potato Head Beach Club di Bali diakui sebagai satu destinasi wisata terbaik di dunia oleh situs wisata Conde Nast Traveler.

Berdiri: 2009
Pemilik: Ronald Akili dan Jason Gunawan
Jaringan: Potato Head di Jakarta, Bali, dan Singapura

4. Polaris Noble

Devina Stefani, 23 tahun, punya mimpi mendirikan 100 kafe. Mengapa kopi? Menurut dia, Indonesia menghasilkan kopi berkualitas wahid, tetapi warganya sulit menikmatinya. Maka dia menciptakan Yellow Truck yang membidik pasar mahasiswa. Ada juga kafe Traffique di Jalan Hang Tuah, Jakarta Selatan. Di bawah bendera Polaris Noble, Devina telah melebarkan sayap sampai ke Solo.

Berdiri: 2012
Pemilik: Devina Stefani
Jaringan: Traffique, Yellow Truck Bandung (3 lokasi), Yellow Truck Solo

5. OPCO

Senior dan penggebrak. Berdiri sejak 2000 lewat Manna Lounge di Taman Ria Senayan, jaringannya menyebar. Embassy di Taman Ria menjadi satu pencapaian tersukses mereka.

Satu resep OPCO untuk bertahan adalah menjalin kemitraan seperti yang mereka lakukan dengan Malaikat Widjaja di Warung Tinggi. “Antara inovasi dan konsistensi, saya memilih konsistensi,” kata Aditya Aryasena, salah satu direktur OPCO.

Berdiri: 2000
Jaringan: Portico, Domain, Embassy, Yellowfin, Stark House, Warung Tinggi, House of Beer, Urbanite Asia, Tokio Bowl, Mr Chuan, H5

6. Ismaya Group

Ismaya menjadi ikon dinasti bisnis anak muda Indonesia. Dimotori Bram Hendrata, Christian Rijanto, dan Brian Sutanto, mereka memimpin pasar dengan 23 restoran dan bar. Mereka juga melebarkan sayap ke katering dan event organizer.

Berdiri: 2003
Pendiri: Bram Hendrata, Christian Rijanto, dan Brian Sutanto
Jaringan: Blowfish, Fook Yew, Pizza e Birra, Skye, Sushigroove, The People’s Cafe, Dragonfly di Graha BIP, Kitchennete, Public Markette, Djournal, Social House, Tokyo Belly, Colette and Lola, Puro
Lainnya: Ismaya Catering dan Ismaya Live

DINI PRAMITA

October 19, 2015

Ini Dia 10 Keluarga Terkaya di Asia, Li Ka-shing Tak Masuk

keluarga Salim, Riady dan Widjaja.. nggak masuk rangking top 10 yang terkaya di Asia?

SENIN, 19 OKTOBER 2015 | 04:44 WIB

Ini Dia  10 Keluarga Terkaya di Asia, Li Ka-shing Tak Masuk

Li Ka-shing. AP/Kin Cheung

TEMPO.CO , Jakarta: Majalah Forbes baru saja merilis daftar 50 orang terkaya di Asia dari 10 negara. Majalah bisnis dan finansial Amerika Serikat ini mendapuk pemilik perusahaan elektronik Korea Selatan, Samsung Grup, Byung Chull, sebagai keluarga paling kaya di Asia. Keluarga Byung Chull memiliki kekayaan sekitar US$ 26,6 miliar atau Rp 358,5 triliun.

Seperti dilansir dari China Daily NewsForbes menyebutkan beberapa kriteria untuk bisa masuk dalam daftar keluarga tertajir di Asia, yakni harta kekayaan harus mencakup tiga generasi.

Miliader Hong Kong, Li Ka-shing, yang beberapa waktu lalu bertengger di posisi puncak orang terkaya di Asia, kali ini absen. Forbes tak memasukkan Li karena daftar kekayaan keluarga ini tidak sampai generasi ketiga. Meski anak-anak Li aktif dalam mengelola bisnis keluarga, cucu-cucunya tidak.

Berikut 10 keluarga terkaya di Asia.

1. Keluarga Lee (Byung-Chull)
Kekayaan bersih: US$ 26,6 miliar
Pundi kekayaan: Samsung
Asal: Korea Selatan

2. Keluarga Lee (Shau-kee)
Kekayaan bersih: US$ 24,1 miliar
Pundi kekayaan: Henderso Development
Asal: Hong Kong, Cina

3. Keluarga Ambani
Kekayaan bersih: US$ 21,5 miliar
Pundi kekayaan: Reliance Group
Asal: India

4.Keluarga Chearavanont
Kekayaan bersih: US$ 19,9 miliar
Pundi kekayaan: Charoen Pokphan (CP) Group
Asal: Thailand

5. Keluarga Kwok
Kekayaan bersih: US$ 19,5 miliar
Pundi kekayaan: Sun Hung Kai & Co
Asal: Taiwan, Cina

6. Keluarga  Kwek/Quek
Kekayaan bersih: US$ 18,9 miliar
Pundi kekayaan: Hong Leong Group
Asal: Malaysia

7. Keluarga  Premji
Kekayaan bersih: US$ 17 miliar
Pundi kekayaan: Wipro
Asal: India

8. Keluarga Tsai (Wan-Tsai)
Kekayaan bersih: US$ 15,1 miliar
Pundi kekayaan: Cathay Financial
Asal: Taiwan Cina

9. Keluarga Hinduja
Kekayaan bersih: US$ 15 miliar
Pundi kekayaan: Hinduja Group
Asal: Inggris

10. Keluarga Mistry
Kekayaan bersih: US$ 14,9 miliar
Pundi kekayaan: Shapoorji Pallonji Group
Asal: India

SETIAWAN ADIWIJAYA

October 6, 2015

Kisah Sukses Jenderal-jenderal TNI di Dunia Bisnis

NasionalSenin, 05/10/2015 16:15

LIPUTAN KHUSUS
Reporter: Abraham Utama, CNN Indonesia

Kisah Sukses Jenderal-jenderal TNI di Dunia Bisnis

Letnan Jenderal Purnawirawan Kiki Syahnakri (tengah). (Detikcom/Ari Saputra)

Jakarta, CNN Indonesia — Hidup baru dimulai di akhir usia 50-an. Itulah yang terjadi pada sejumlah pensiunan atau purnawirawan jenderal Tentara Nasional Indonesia. Sebab menanggalkan seragam dinas kemiliteran ternyata bukan akhir karier mereka.
Begitu resmi menyandang status sebagai warga sipil di usia 58, para mantan perwira tinggi itu ramai dipinang konglomerat untuk didudukkan menjadi petinggi di perusahaan mereka.
Setelah Reformasi 1998, setidaknya tiga dari enam mantan Panglima TNI menjadi petinggi di beberapa perusahaan. Jenderal Purnawirawan Endriartono Sutarto misalnya saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama Bank Pundi. 
Sebelumnya ketika pensiun pada 2006, Endriartono terpilih menjadi Komisaris Utama Pertamina. Lepas dari Pertamina, menurut situs Bank Pundi, Endriartono pada Maret 2010 menjabat sebagai Ketua Komite Remunerasi dan Nominasi di bank yang didirikan tahun 1993 itu. Lima bulan kemudian, ia diangkat menjadi Ketua Komite Audit Bank Pundi.
Laksamana Purnawirawan Agus Suhartono mengikuti jejak Endriartono. Agus saat ini menjabat Presiden Komisaris PT Tambang Batubara Bukit Asam, perusahaan pelat merah yang bermarkas di Tanjung Enim, Sumatra Selatan.
Ada juga Marsekal Purnawirawan Djoko Suyanto, yang setelah menggantung seragam kemiliterannya, sempat menjadi komisaris independen di PT Adaro. Sampai saat dipilih menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan pada tahun 2009, barulah Djoko mundur dari perusahaan batu bara milik Edwin Soeryadjaya itu.
Tahun ini, usai tak lagi menjadi pejabat negara, Djoko kembali ke dunia usaha. Dia, sebagaimana tercatat pada situs PT Bursa Efek Indonesia, pada 17 Maret membuat surat pernyataan bersedia diangkat menjadi Presiden Komisaris dan Komisaris Independen PT Chandra Asri Petrochemical. 
Pada daftar riwayat hidup yang diunggah di situs PT Chandra Asri, Djoko juga tercatat pernah menjadi komisaris di PT Lestari Asri Jaya, perusahaan yang mengelola hutan tanaman industri dan berafiliasi dengan Barito Pasific Group milik Prajogo Pangestu. 
Sesungguhnya tak hanya mantan panglima TNI yang berkarier di dunia usaha setelah berstatus purnawirawan. Mantan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Purnawirawan Subagyo Hadi Siswoyo, berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Biasa PT Berau Coral Energy tertanggal 29 Juni 2013, diangkat sebagai komisaris perusahaan itu. 
Sekitar setahun kemudian, Juli 2014, Subagyo mundur dari PT Berau Coral Energy. Selanjutnya awal tahun ini ia dilantik Presiden Jokowi sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden.
Jenderal Purnawirawan Luhut Binsar Pandjaitan agak berbeda. Dia mendirikan sendiri perusahaannya, PT Toba Sejahtera, yang bergerak di bidang batubara dan pertambangan, minyak dan gas, pembangkit tenaga listrik, serta perkebunan dan kehutanan.
Anak perusahaan Toba Sejahtera, PT Toba Bara Sejahtera, mengangkat mantan Kepala Staf Umum TNI Letnan Jenderal Purnawirawan Suaidi Marasabessy sebagai direktur utama.  
Sementara Letnan Jenderal Purnawirawan Kiki Syahnakri yang mengakhiri pengabdiannya di TNI sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, saat ini menjabat Komisaris Utama Bank Artha Graha.
Saat berbincang dengan CNN Indonesia pertengahan September, Kiki mengatakan sempat juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT International Timber Corporation Indonesia Kartika Utama.
“Setelah bisnis TNI AD direstrukturisasi, masih ada beberapa mantan perwira tinggi yang menjadi komisaris di perusahaan-perusahaan yang sahamnya pernah dimiliki Yayasan Kartika Eka Paksi,” ujar Kiki di Jakarta.
Yayasan Kartika Eka Paksi yang disebut Kiki itu didirikan oleh para purnawirawan TNI Angkatan Darat pada era Soeharto. Nama yayasan diambil dari semboyan TNI AD, Kartika Eka Paksi, yang berarti “Burung perkasa dengan satu cita-cita mulia.”
Pilihan Redaksi

GELIAT TNI MEMBANGUN ARMADA MARITIM JOKOWI

ANGGARAN EMAS LEGIUN PENOPANG POROS MARITIM

JOKOWI MINTA TNI JADI KEKUATAN MARITIM HEBAT DI ASIA TIMUR

Dipercaya korporasi
Kecenderungan sejumlah mantan perwira tinggi TNI yang aktif di beberapa perusahaan, tak aneh di mata Kiki. Menurut dia, dari sekian banyak perwira tinggi TNI yang pensiun, yang memilih berkarier di dunia bisnis terhitung sedikit.
“Yang menjadi komisaris bisa dihitung dengan jari. Itu pun karena ada kepercayaan dari perusahaan,” ucap Kiki.
Fenomena jenderal di jajaran pejabat tinggi perusahaan tak hanya terjadi di Indonesia. Kiki menyebut mantan Panglima Angkatan Bersenjata Australia, Jenderal Sir Peter John Cosgrove. 
Cosgrove yang saat ini menjadi penghubung Australia dan Kerajaan Inggris dengan status gubernur jenderal, sempat menjadi bagian dari direksi Qantas, maskapai penerbangan Australia.
“Mantan-mantan kepala staf angkatan darat Singapura juga menjadi CEO (chief executive officer) di pelbagai perusahaan,” kata Kiki.
Simak Fokus: Armada Maritim Jokowi
Meski demikian, Direktur Eksekutif Imparsial Poengky Indarti justru mempertanyakan alasan sejumlah perusahaan menempatkan mantan perwira tinggi TNI di posisi vital bisnis mereka.
“Apakah betul mereka mempunyai keahlian sesuai bidang yang digeluti perusahaan? Atau mereka justru dimanfaatkan perusahaan untuk memuluskan usaha melalui jalur tertentu seperti mengamankan pembebasan lahan atau mempermudah perizinan,” ujar Poengky.
Jika kecurigaan-kecurigaannya benar, kata Poengky, maka sesungguhnya ada ketidakprofesionalan di situ.
“Purnawirawan jenderal dengan keahlian bertempur kok direkrut menjadi komisaris perusahaan tambang. Di sana ia akan bertempur dengan siapa?” ucap Poengky.
Kiki berpendapat, ada dua hal yang membuat sejumlah pensiunan perwira tinggi TNI dilirik perusahaan-perusahaan, yakni kedisiplinan dan kepemimpinan. 
Maka bagi para jenderal itu, new life begins at 58.

September 8, 2015

Inilah Anggota Lembaga Ekonomi Presiden Jokowi

Yaaa  ampun Jok, yang duduk di KEN kok kualitasnya “gawat ” gini ya..

Oleh : | Selasa, 8 September 2015 | 03:26 WIB

B

Inilah Anggota Lembaga Ekonomi Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo – (Foto: inilahcom)

INILAHCOM – Presiden Joko Widodo dikabarkan bakal membentuk lembaga baru. Tugasnya memberikan saran, masukan, informasi di bidang ekonomi. Tak beda jauh dengan Komite Ekonomi Nasional (KEN) di era SBY.

Menurut sumber INILAHCOM, Presiden Jokowi menunjuk dipimpin Sutrisno Bachir untuk memimpin lembaga tersebut.

Ya, wajarlah kalau presiden menunjuk Mas Tris, sapaan akrab Sutrisno Bahir. Pengusaha yang dikenal sebagai pendiri Ika Muda Grup ini, adalah pendukung Jokowi dalam pilpres 2014.

Okelah, soal SB tak ada masalah. Lalu siapakah anggota KEN yang bakal mendampingi Sutrisno Bachir?

Masih menurut sumber, sejumlah ekonom, akademisi serta pelaku usaha, disebut-sebut bakal masuk lembaga tersebut adalah Aviliani, Hendri Saparini, Aries Mufti (Masyarakat Ekonomi Syariah), Putri Kusumawardani, Sudhamek Agung (Garuda Food), Haryadi Sukamdani (Sahid Grup), Firmansyah, Tony Prasetyantono dan Dradjat Wibowo.

Saat ini, pemerintahan Jokowi-JK menghadapi tantangan ekonomi yang cukup berat. Baik itu dari internal maupun eksternal. Tak salah bila peran banyak pihak diperrlukan. Namun komando tertinggi tetap di tangan presiden. Kita tunggu saja perkembangan. [ipe]

– See more at: http://ekonomi.inilah.com/read/detail/2235850/inilah-anggota-lembaga-ekonomi-presiden-jokowi#sthash.Byz24fhz.dpuf

August 13, 2015

Perantau Tetap Bisa Mengabdi pada Bangsa

JAKARTA, KOMPAS — Dalam konteks dunia global, nasionalisme tidak lagi hanya bergantung pada selembar kertas penanda status kewarganegaraan. Mereka yang pergi merantau ke luar negeri, baik tinggal menetap maupun sementara, tetap bisa menyumbangkan manfaat bagi Tanah Air.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan hal itu saat membuka Kongres Diaspora Indonesia III bertema “Diaspora Bakti Bangsa”, di Jakarta, Rabu (12/8). “Kalau dulu, orang yang memilih kewarganegaraan lain nasionalismenya dinilai turun. Kini, memilih kewarganegaraan lain bukan berarti nasionalismenya turun. Mereka yang memiliki paspor Indonesia tidak berarti lebih baik (nasionalismenya) dibandingkan dengan mereka yang tidak punya,” tuturnya.

Wapres mengatakan, warga negara Indonesia (WNI) ataupun keturunan Indonesia yang berdiaspora (menyebar) ke luar negeri tetap bisa mengabdi kepada bangsa Indonesia. Dukungan itu bisa diberikan mereka dalam bentuk pengalaman, jaringan, modal, dan akses ke pasar luar negeri.

“India memiliki keunikan karena warga mereka yang belajar di luar negeri kembali lagi ke negerinya untuk membangun. Kebahagiaan yang tertinggi adalah apabila kita masih dapat mengabdi kepada teman, saudara, keluarga, dan bangsa kita,” kata Kalla.

Kartu diaspora

Untuk merangkul diaspora Indonesia di luar negeri, Kementerian Luar Negeri akan menerbitkan kartu diaspora. Kartu ini menjadi basis data sekaligus sarana pemetaan potensi diaspora Indonesia di luar negeri. “Kami membentuk satu unit eselon III yang mengurus isu terkait diaspora. Ada juga eselon I, seorang staf ahli yang menangani masalah sosial budaya dan pemberdayaan masyarakat Indonesia di luar negeri serta menyupervisi kerja sama Pemerintah Indonesia dengan diaspora Indonesia,” kata Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi.

Kongres Diaspora Indonesia III kali ini dihadiri 74 jaringan dari 44 negara. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan Kongres I, tiga tahun lalu, yang dihadiri 56 jaringan dari 26 negara.

President Indonesian Diaspora Business Council (IDBC) Edward Wanandi mengatakan, sekarang ada sekitar 8 juta WNI dan mantan WNI di luar negeri. “Dari jumlah itu, 70 persen di antaranya masih berstatus WNI, sedangkan 30 persen sudah pindah kewarganegaraan. Meski sebagian sudah pindah kewarganegaraan, mereka tetap perhatian kepada Republik Indonesia,” katanya.

Guru Besar Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Indonesia Satya Arinanto mengungkapkan, hingga saat ini, ada 56 negara di dunia yang telah menyesuaikan kebijakan imigrasi dan kewarganegaraan untuk mengakomodasi diaspora. Setidaknya 44 negara telah menerapkan kebijakan dwikewarganegaraan, yang berarti seseorang tidak kehilangan kewarganegaraan negara asal apabila mengambil kewarganegaraan negara lain. Diaspora berpotensi memberikan remitansi serta membawa aset dalam berbagai bentuk yang diharapkan dapat memperkuat ekonomi nasional.

Dalam kesempatan ini, sejumlah wakil diaspora Indonesia berbagi pengalaman. Mereka adalah Shamsi Ali (Imam di Islamic Center of New York, Amerika Serikat), Fify Manan (pengusaha furnitur di Amerika Serikat), Heru Utomo (profesor peneliti di Louisiana State University), Livi Zheng (sutradara di Hollywood), dan Heru Utomo (peneliti farmasi di Berlin). Mereka menunjukkan cinta dan baktinya kepada negeri. (ABK/INU/LOK)

June 22, 2015

Sanjungan Bagi Rio Haryanto dan Peluang ke Formula 1

Ikut bangga ! Mengobati buruknya prestasi olah raga nasional

Keberhasilan pebalap Rio Haryanto dalam ajang balap mobil Grand Prix Austria Formula GP2 di Sirkuit Red Bull Ring, Minggu (21/6), beroleh sanjungan besar dari khalayak. Betapa tidak, kemenangan sprint race pada hari kedua lomba setelah sehari sebelumnya di feature race merengkuh posisi ketujuh itu diraih dengan relatif sulit.

Pertarungannya dengan pebalap Artem Markelov dari tim Russian Time menjadi catatan khusus. Seperti dikutip dari harianKompas, mobil yang dikendarai Rio sempat bersenggolan dengan mobil Artem saat putaran ke-14.

Akibat hal tersebut, sayap depan mobil yang dikendarainya rusak dan membuat pebalap kelahiran Surakarta berusia 22 tahun itu relatif mengalami kesulitan melahap tikungan dengan kecepatan tinggi. Akan tetapi, dengan kemampuan, pengalaman, dan tekadnya, Rio berhasil mengatasi hambatan itu dan menjadi yang pertama.

Sebagian pengguna mencoba membandingkan prestasi Rio dengan hal-hal yang terjadi pada cabang olahraga lain. Ini, misalnya, dilakukan pengguna akun @chandra_ditya yang menulis: Rio Haryanto menang GP2 Austria kemarin. So, masih mau ngebanggain sepakbola? Itu dilakukannya sembari mengunggah tautan ke akun media sosial Path dengan foto kemenangan Rio di atas podium.


KOMPASTVPebalap Indonesia, Rio Haryanto, berhasil meraih podium teratas di Sprint Race GP1 Austria. Rio mengalahkan pemuncak klasemen sementara, Stoffell Vandoorne yang finish di urutan kedua. KOMPASTV

Sementara pengguna akun @dwitasaridwita mengatakan: Selamat Rio Haryanto telah memenangkan GP2 champion di Austria. Terima kasih sudah mengibarkan bendera Indonesia di kancah internasional.

Pura Krisnamurti yang memakai akun @rasjawa mengatakan: Kita harus bangga dengan Rio Haryanto. Tanpa banyak ribut2, tanpa banyak bicara, dia membuktikan kualitasnya. Hal itu dilakukannya sembari menautkan foto dari akun Twitter yang berisikan berita kemenangan Rio dari laman gp2series.com lengkap dengan foto Rio.

Peluang ke Formula 1

GP2 merupakan kelas balapan persis di bawah Formula 1. Jumlah peserta di GP2 sebanyak 26 pebalap. Dalam setiap Grand Prix, GP2 mementaskan dua kali lomba, pada Sabtu dan Minggu. Kesuksesan Rio kemarin memperbaiki penampilannya pada Sabtu yang menempati posisi ketujuh dan meraih enam poin.

Pada penyerahan piala di podium kemarin, Rio yang diapit Stoffel Vandoorne (Belgia) dan Nobuharu Masushita (Jepang) berkali-kali mengepalkan tangan dan tersenyum bangga.

“Ini balapan yang tidak mudah. Saya sangat gembira dengan hasil ini. Terima kasih atas dukungan tim dan masyarakat Indonesia,” kata Rio yang dihubungi dari Jakarta seusai balapan.

Musim ini Rio sudah dua kali menjadi juara dalam lomba GP2. Pebalap yang bernaung dalam tim Campos Racing dan didukung penuh oleh PT Pertamina itu sebelumnya naik podium utama dalam lomba hari kedua di GP Bahrain, 19 April.

Dengan hasil tersebut, Rio Haryanto untuk sementara mantap berada di posisi tiga besar klasemen pebalap musim ini. Rio mengoleksi 70 poin, berada di bawah Vandoorne yang telah mengumpulkan 155 poin dan Alexander Rossi, 78 poin.

GP Austria merupakan seri balapan yang keempat. Tahun ini balapan GP2 akan berlangsung dalam 10 seri. Setelah GP Austria, balapan selanjutnya digelar di GP Silverstone, Inggris, 3-5 Juli.

Bagi Rio, musim ini merupakan tahun keempatnya di ajang GP2. Putra mantan pebalap nasional Sinyo Haryanto ini telah menyerap banyak pelajaran dan pengalaman dari tiga musim sebelumnya.

Musim ini, pebalap berusia 22 tahun tersebut mulai berani menargetkan finis di posisi lima besar di klasemen akhir balapan. Dengan finis di posisi tersebut, peluang dan harapan Rio naik kelas ke balapan Formula 1 kian terbuka.

Pada balapan kemarin, Rio berhak start dari posisi kedua. Sebab, pada feature race, dia finis ketujuh. Dalam aturan GP2, penentuan posisi start balapan sprintditentukan hasil balapan feature. Namun, untuk posisi delapan terdepan, urutannya dibalik. Juara di feature race akan start di posisi kedelapan, demikian seterusnya.

Rio membuat start yang bagus. Melaju di lintasan dalam, dia bisa melewati pebalap di depannya dan menutup ruang untuk merebut posisi terdepan selepas tikungan pertama. Setelah itu, posisi Rio terus bertahan dengan kecepatan rata-rata 1 menit 16 detik dalam satu putaran.

Rio memang sudah mengincar podium pada ajang GP2 Seri Austria di Sirkuit Red Bull Ring pada Sabtu (20/6). Pada sesi latihan bebas, Jumat sebelumnya, Rio menempati posisi kedelapan dengan selisih 0,688 detik dari Sergey Sirotkin yang menempati posisi pertama.

“Saya sudah berlatih dengan simulator sampai 165 putaran untuk mengenal Sirkuit Red Bull Ring. Tahun lalu, saya belum mendapat hasil bagus di sini, tetapi kini saya bertekad mendapat podium. Dengan setelan mobil yang lebih bagus dan pengenalan lintasan yang lebih baik, saya yakin akan mendapat hasil yang lebih baik,” begitu keyakinan Rio saat itu.

Keberhasilan tersebut sontak memicu beragam komentar di media sosial, seperti Twitter. Layanan aplikasi Topsy pada Senin (22/6) pagi pukul 10.27 WIB mencatat bahwa dalam 13 jam terakhir terdapat 3.435 kali nama “Rio Haryanto” lalu lalang di linimasa.

  • 5
  • 0
  • 0
May 18, 2015

Profil CEO Swatch Group Indonesia

PROFIL CEO

Saat yang Tepat ke Indonesia

Masih ingatkah Anda pada jam tangan tipis, berlapis emas, dengan huruf penanda merek Mido yang dicetak miring? Jam tangan atau arloji itu sangat terkenal di Indonesia pada kisaran tahun 1960-an hingga 1970-an. Kini, Mido hadir dengan wajah baru.

Franz Linder
KOMPAS/M CLARA WRESTIFranz Linder

Mido pertama kali dibuat di Swiss pada 1918 oleh Georges Schaeren. Kantor pusat Mido saat ini ada di Le Locle, di jantung pegunungan Swiss Jura. Nama Mido berasal dari bahasa Spanyol, Yo Mido, yang berarti Saya Menghitung.

Filosofi yang dikembangkan Mido adalah mengombinasikan estetika, otentisitas, dan fungsional. Inovasi teknologi yang canggih, gerakan mekanis yang tepat, dan material berkualitas menjadi tiga pilar utama yang dijunjung Mido.

Mido kini berada di bawah Swatch Group. Pekan lalu, Presiden Mido Franz Linder, datang ke Indonesia dalam rangka memperkuat pasar Mido di Indonesia. Berikut petikan wawancara Kompas dengan Linder di Jakarta.

Apakah ada hal baru yang diperkenalkan Mido saat ini?

Mido memiliki sejarah yang panjang, reputasi yang baik akan kualitas dan tidak lekang dimakan waktu sejak 100 tahun yang lalu. Namun, merek kami memang pernah mengalami situasi yang sulit saat krisis ekonomi yang parah di Eropa. Banyak industri yang terkena dan banyak yang belum bisa kembali ke posisi semula. Kini kami kembali datang ke Indonesia untuk memperkenalkan Mido dengan desain yang baru, tetapi tetap mempertahankan kekuatan kami seperti sebelumnya.

Kami percaya pelanggan di Indonesia menghargai merek kami dan membutuhkan informasi terkini mengenai Mido. Kami ingin benar-benar membangun dan memosisikan merek kami dengan memberikan kualitas yang baik dan distribusi yang kuat di Indonesia. Kami tidak khawatir dengan pertumbuhan yang melambat di Indonesia, karena kami melihat kelas menengah Indonesia sangat banyak dan terus berkembang. Sepanjang kelas menengah itu masih tumbuh, maka kami percaya akan tumbuh. Mereka lah target pasar kami.

Bisa Anda ceritakan tentang desain Mido?

Produk kami beragam dan tetap disukai pelanggan sejak lama. Misalnya untuk desain Multiford yang mempunyai ciri maskulin yang kuat. Jenis ini diperkenalkan sejak 1934 dan posisinya masih seperti dulu. Desain Commander kami sudah berusia lebih dari 50 tahun dan hingga kini masih kami jual.

Ambisi kami bukanlah terus-menerus meluncurkan model terbaru, tetapi ambisi kami adalah jika Anda membeli jam Mido lalu Anda akan merasa bahagia untuk waktu yang lama, bahkan berpuluh-puluh tahun. Ini merupakan simbol keabadian.

Merek kami bukanlah merek yang modis, tetapi merek tradisional. Setiap tahun kami mengeluarkan sekitar 14 model. Kini kami sudah memiliki lebih dari 300 model yang dipasarkan.

Mengapa Anda menargetkan pasar Indonesia?

Target pelanggan kami adalah kelas menengah yang berusia 25 tahun ke atas, yang mempunyai selera yang baik. Kami memilih Indonesia karena saat ini adalah waktu yang tepat untuk membuka pasar di Indonesia. Sebelumnya kami sudah memiliki kantor penjualan di Singapura, Malaysia, Hongkong, Korea, Thailand, Taiwan, dan sebagainya. Semua orang tahu Indonesia memiliki populasi yang sangat tinggi dan secara ekonomi semakin kuat.

Apa alasannya agar pasar Indonesia memilih jam tangan Mido?

Sebuah jam tangan merefleksikan banyak elemen yang berbeda. Mido bukan jam tangan mewah. Mido adalah jam tangan untuk kelas menengah atas dan bukan untuk orang-orang yang sangat kaya raya. Namun, jika seseorang ingin membeli jam Swiss yang berkualitas, maka Mido adalah pilihan yang tepat, karena Mido mempunyai kualitas yang sudah diakui dan bersertifikat, namun memberikan harga yang terjangkau. Mido menjadi bagian industri jam yang besar di Swiss.

Mido menggunakan kota-kota sebagai duta. Mengapa demikian?

Kami menggunakan bangunan-bangunan landmark atau penanda sebagai duta Mido, seperti Menara Eiffel di Paris, Bangunan Colosseum di Roma, Tembok Besar di Tiongkok, dan sebagainya.

Ambisi kami adalah memproduksi jam tangan yang mempunyai desain abadi. Pesan yang ingin kami sampaikan adalah keabadian. Dan menurut kami, arsitektur yang bagus yang bisa mewakili desain yang abadi.

May 11, 2015

Disebut Tak Bermodal, Erick Tohir

Hehe ngakak abis khas lagak ” pengusaha melayu” .. Anak orang kaya laga pengusaha..duit masih pas pasan mengandalkan batu bara.bukan inovasi . Mampuslah awak. Kenapa nggak mengurus sepak bola di negeri sendiri dulu..

HOMEBOLASEPAKBOLA
Dirisak

SENIN, 11 MEI 2015 | 22:02 WIBKehadiran Erick Thohir sebagai pemilik klub Inter Milan diragukan oleh media Italia. Namun Erick tak gerah terhadap kritik yang menerpanya. TEMPO/Seto WardhanaTEMPO.CO,�MILAN–Presiden AC Milan Silvio Berlusconi menyindir pengusaha Erick Thohir, Presiden Inter Milan saat kembali menanggapi rencananya menjual klubnya. Ia menyebut pengusaha asal Indonesia itu bukan seorang pemodal klub sepak bola yang baik.”Moratti menjual klub ke Thohir, yang tampaknya tidak memiliki niat atau kemampuan untuk membawa modal baru dan membuat Inter menjadi protagonis di Italia dan Eropa,” kata bekas Perdana Menteri Italia itu. Berlusconi menyebut Thohir lantaran tak ingin klubnya bernasib sama dengan Internazionale setelah terjual kepada pemodal baru. Saat ini, I Rossoneri sedang diperebutkan oleh pengusaha Thailand Bee Taechaubol dan konsorsium China Richard Lee dan Zong Qinghou.Klub ini membutuhkan dana segar setelah mengalami kerugian sebesar Rp 1,4 triliun pada 2014. Kerugian dipicu oleh minimnya pemasukan akibat gagal tampil dalam Liga Champions musim lalu. Berlusconi mengatakan klubnya membutuhkan pemodal yang benar-benar siap menumpahkan uangnya ke dalam klub. Thohir belum menanggapi pernyataan pedas yang dialamatkan kepadanya. Namun keresaan di bawah kepemimpinannya mulai menghangat. Apalagi Inter kini duduk di peringkat ke tujuh klasemen Liga Italia pada pekan ke 35 ini. Klub yang diasuh Roberto Mancini itu hanya menang 13 kali dan kebobolan 40 kali. Sebuah tulisan di blog Football Italia mengkritik Thohir dengan menyebutnya semakin putus asa terhadap klub lantaran hampir pasti gagal tampil di Liga Champions musim depan. “Fans akan lebih marah melihat timnya gagal untuk bersaing di tingkat tertinggi,” tulis blog tersebut.TRIBALFOOTBALL | FOOTBAL ITALIA | TRI SUHARMAN

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 95 other followers