Archive for ‘whos who’

February 19, 2015

Setelah BG, sekarang pengacara Buron Bank Century dimasukan KPK

Ampun deh Presiden Joko,  bukan menyelesaikan masalah tapi membuat masalah baru.

Memasukan pengacara yang reputasinya kelam sebagai PLT Pimpinan KPK.

Mungkin ini adalah “kesepakatan” dengan Megawati cs untuk melemahkan kasus BLBI yang sedang diperiksa oleh KPK

++++++++++++++

Rabu, 20 Januari 2010 | 15:39 WIB

Susno Sebut Nama Prof Indrianto Seno Adji

Oleh:
Susno Sebut Nama Prof Indrianto Seno Adji
Susno Duadji – inilah.com/Agus Priatna
INILAH.COM, Jakarta – Komjen Pol Susno Duadji menyebut nama Indriarto Senoaji sebagai pengacara dua pemegang saham pengendali Bank Century, Rafat dan Hesyam.Nama Indrianto disebut setelah Susno Duadji didesak oleh anggota Pansus dan Fraksi Demokrat, Benny K Harman.

Dalam rapat Pansus, Rabu (20/1), Benny beberapa kali menanyakan apakah Susno menangkap Robert atas perintah Jusuf Kalla atau atas dasar informasi.

Berkali-kali juga, Susno menyebut bahwa sebelum Robert ditangkap, Bareskrim sudah memiliki informasi.

”Lalu, kenapa Robert ditangkap dulu, lalu baru dibuat laporannya oleh BI?” tanya Benny.

”Kalau tidak ditangkap, dia bisa melarikan diri,” tegas Susno.

”Atas dasar apa Anda menangkap Robert?” tanya Benny.

”Dari informasi. Kan informasi itu ada kualifikasinya, ada A-1 atau yang lain. Nah, saya haqul yakin, kalau Robert ditangkap, maka akan terbukti. Jadi, laporan itu dibuat setelah Robert ditangkap,” kata Susno.

Pada saat itu, Benny juga mengungkap adanya surat tanggal 5 Juni 2009, yang menyebutkan bahwa dua pemegang saham Century, mau membayar kewajiban ke Bank Century.

”Bagaimana Anda tahu ada surat dari Hesyam dan Refat,” tanya Benny.

”Dari pengacaranya,” jawab Susno.

”Siapa pengacaranya?”

”Ya, namanya cukup dikenal. Indrianto Senoaji,” jawab Susno.

Saat itu juga, Benny meminta kepada pimpinan rapat Pansus agar memanggil Indriarto Seno Aji.[ims]

 

Budi Gunawan Sudah Jadi Orang Merdeka
Selasa, 17 Februari 2015 | 10:27

[JAKARTA] Putusan praperadilan yang menyatakan penetapan tersangka atas Komisaris Jenderal Budi Gunawan tidak sah berimplikasi pada status hukum calon tunggal Kapolri itu yang tidak lagi sebagai tersangka, kata guru besar hukum pidana Indriyanto Seno Adji.
“Tentu dengan putusan praperadilan itu Budi Gunawan menjadi orang yang merdeka. Artinya, status sebagai tersangka tidak lagi bisa dilekatkan kepada dirinya,” ucap Indriyanto kepada SP, Senin (16/2) sore, di Jakarta.
Menurut dia, status hukum dan penetapan sebagai tersangka merupakan kesatuan rangkaian, sehingga bila penetapannya tidak sah maka berakibat pula status tersangka menjadi gugur.
Dia mengakui, bila hanya mengacu kepada pasal-pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), tidak ada rumusan yang mengatur mengenai permohonan praperadian atas penetapan seorang menjadi tersangka.
Meski begitu, lanjutnya, hakim tunggal Sarpin sudah memperlihatkan bahwa seorang hakim bukanlah menjadi corong undang-undang dengan tidak semata mengacu pada pasal 77 KUHAP.

Pasal tersebut berbunyi, pengadilan negeri berwenang untuk memeriksa dan memutus, sesuai dengan yang diatur dalam undang-undang ini tentang sah atau tidaknya penangkapan, penahanan, pengnetian penyidikan atau penghentian penuntutan, ganti kerugian dan aau rehabilitasi bagi seorang yang perkara pidananya dihentikan pada tingkat penyidikan atau penuntutan.
Indriyanto mengapresiasi hakim yang memutus permohonan praperadilan itu karena hanya mengikatkan pertimbangannyaa sebatas rumusan pasal dalam undang-undang. “Hukum pidana itu dinamis,” ucap Indriyanto.
Dalam sistem hukum di negara-negara yang menganut common law, tuturnya, koreksi atas penetapan tersangka sudah lama dianut. Bagaimanapun juga penetapan tersangka merupakan upaya paksa yang bila dilakukan tanpa kehati-hatian patut untuk diuji.
Untuk waktu mendatang, lanjut Indriyanto, lembaga praperadilan tetap ada dalam Rancangan Undang-Undang KUHAP yang materinya siap untuk dibahas oleh DPR bersama pemerintah namun masuk dalam kewenangan hakim pemeriksa pendahuluan.

“Kewenangan hakim pemeriksa pendahuluan mirip dengan obyek praperadilan, tapi ditambah dengan hal-hal yang sebelumnya tidak diatur dalam KUHAP, seperti penetapan tersangka,” ungkap Indriyanto, salah seorang penyusun RUU KUHAP.
Mengenai kemungkinan putusan praperadilan itu dapat dipakai oleh orang-orang lain yang juga ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, dia mengatakan, bisa saja upaya serupa dilakukan namun tetap memperhatikan apakah penetapan tersangka itu sudah dilakukan dengan sikap kehati-hatian.
[M-7/L-8]

Rabu, 18/02/2015 16:34 WIB

PDIP Puji Jokowi Soal 3 Plt Pimpinan KPK

Hardani Triyoga – detikNews

PDIP Puji Jokowi Soal 3 Plt Pimpinan KPK

Jakarta – Presiden Jokowi memberhentikan sementara dua pimpinan KPK dan mengangkat 3 pejabat pelaksana tugas penggantinya. Keputusan itu menuai pujian dari PDIP.

“Langkah itu dalam rangka penyelamatan KPK seperti yang diharapkan selama ini. Tiga nama itu cukup tepat dan respons cukup cepat juga yang dilakukan Jokowi,” kata Wakil Ketua Komisi III dari Fraksi PDIP Trimedya Pandjaitan kepada wartwan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2015).

Trimedya menyebut tiga nama pelaksana tugas pimpinan KPK yang ditunjuk Jokowi punya latar belakang bagus. Deputi Pencegahan Johan Budi, Guru Besar UI Indriyanto Seno Adji, dan mantan Ketua KPK Taufiequrachman Ruki disebut Trimedya sebagai tokoh-tokoh yang kredibel.

“Ya nama Pak Johan Budi beliau orang cukup lama di sana. Pak Ruki adalah ketua pertama dari KPK kemudian Pak Indriyanto Seno Adji kita tahu track recordnya. Jadi nama-nama yang cukup kredibel menurut saya untuk masuk sebagai plt pimpinan KPK,” tuturnya.

Trimedya menyebut ada tugas berat menanti 3 plt pimpinan KPK ini. Mereka harus bisa membina komunikasi yang lebih baik dengan instansi lain seperti Polri.

“Pak Ruki background-nya polisi, mungkin beliau lebih bisa berkomunikasi dengan pimpinan Polri,” katanya.

Rabu, 18/02/2015 15:24 WIB

Indriyanto Seno Adji, Guru Besar Hukum UI yang Jadi Plt Pimpinan KPK

Nograhany Widhi K – detikNews

Jakarta – Indriyanto Seno Adji ditunjuk Presiden Jokowi menjadi salah satu Plt pimpinan KPK bersama Taufiqurrahman Ruki dan Johan Budi. Indriyanto, guru besar dari Universitas Indonesia yang juga pengacara ini, berkiprah di dunia hukum meneruskan sang ayahanda, mantan Ketua Mahkamah Agung Oemar Seno Adji.

Indriyanto meneruskan kantor advokat Oemar Seno Adji yang didirikan ayahandanya. Selain sebagai dosen di Magister Hukum Fakultas Hukum UI dan pengacara, Indriyanto juga sempat tercatat mendaftar sebagai hakim konstitusi pada 2008 lalu. Namanya masuk di antara 15 nama calon hakim konstitusi yang dibawa ke Presiden SBY saat itu. Namanya juga tercatat sebagai guru besar di Pusdiklat Kejaksaan Agung RI.

(Baca juga: 15 Nama Calon Hakim Konstitusi Dibawa ke SBY)

Dalam berbagai kesempatan, Indriyanto memberikan pendapatnya tentang polemik KPK – Polri. Seperti pendapatnya dalam sidang praperadilan Komjen Budi Gunawan dengan hakim tunggal Sarpin Rizaldi. Indriyanto menilai proses sidang praperadilan berjalan baik.

“Hakim Sarpin telah bersikap netral dan obyektif dengan memberikan kesempatan kepada pemohon dan termohon mempertahankan maupun menyangkal gugatan. Jadi hakim sudah bersikap equal dan balance sehingga mencerminkan due process of law,” kata Adji pada Jumat (13/2/2015) malam.

Kemudian, pada revisi UU KPK yang menjadi polemik saat presiden dijabat SBY pada 2012, Indriyanto berpendapat Presiden SBY memang tidak perlu turun tangan terkait revisi Undang-Undang KPK. Alasannya, campur tangan Presiden dapat dimaknai intervensi terhadap komisi ad hoc ini.

“KPK sebagai lembaga independen karena itu penyelesaian tidak memerlukan turun tangan dari Presiden, karena justru kontradiktif yang selama ini menghendaki agar KPK tidak diintervensi,” kata Indriyanto kepada detikcom, Kamis (4/10/2012).

Menurut dia, bila revisi benar terjadi, maka KPK dapat menempuh jalur hukum dengan melakukan permohonan uji materi. “Uji materi terhadap pasal pelemahan KPK diajukan ke Mahkamah Konstitusi,” katanya.

Dalam karier pengacaranya, Indriyanto menangani sejumlah kasus besar, termasuk kasus mantan presiden Soeharto. Indriyanto juga rajin menulis artikel hukum pidana dan korupsi.

January 19, 2015

Pemilik Lion Air Jadi Anggota Wantimpres

Senin, 19 Januari 2015 | 10:14

Email

Presiden Joko Widodo (kanan) menyaksikan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Rusdi Kirana (kiri) menandatangani berita acara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Senin (19/1).
Presiden Joko Widodo (kanan) menyaksikan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Rusdi Kirana (kiri) menandatangani berita acara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Senin (19/1). (sumber: Antara/Andika Wahyu)

Jakarta – Hadir di Istana Negara, pengusaha dan pemilik Lion Air, Rusdi Kirana, untuk menjadi salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Rusdi mengatakan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mengusulkannya kepada presiden.

“PKB yang usulkan saya,” kata Rusdi di kompleks Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/1).

Anggota Wantimpres harus melepas semua jabatan, baik di partai politik, swasta, maupun badan usaha milik negara (BUMN).

Kan, nanti tiga bulan (lepas jabatan, Red),” katanya saat ditanya soal melepas jabatan yang kini diembannya.

Selain Rusdi, Subagyo HS juga hadir. Demikian juga mantan ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Sidharto Danusubroto, yang berasal dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Rusdi Kirana sendiri dikenal sebagai salah satu wakil ketua umum PKB.

Penulis: Ezra Sihite/FAB

January 17, 2015

Syafii Maarif Tolak Jadi Wantimpres Jokowi ! I Love u ,Buya Maarif !

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Syafii Maarif (kiri) menyambut kedatangan calon Presiden dari PDI Perjuangan, Joko Widodo di kediamannya di Sleman, (3/5). ANTARA/Regina Safri

TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Joko Widodo akan melantik Dewan Pertimbangan Presiden pada Senin, 19 Januari 2015 nanti. Watimpres terdiri dari sembilan orang yang berasal dari berbagai kalangan seperti tokoh agama, unsur militer, dan pemimpin organisasi sosial.

Salah satu tokoh nasional yang ditunjuk mengisi posisi itu adalah Syafii Maarif, mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah. Namun, Syafii menolak tawaran yang disampaikan oleh seorang deputi di Kementerian Sekretariat Negara.

“Siang tadi ditelepon dan meminta saya ikut di wantimpres. Namun, saya merasa sudah cukup. Mohon Presiden mencari yang lebih muda saja,” kata dia kepada Tempo, Jumat, 16 Januari 2015.

Syafii lebih memilih beristirahat di Yogyakarta. “Jangan saya lagilah. (Usia) sudah 80 tahun,” kata pendiri Maarif Institute ini.

Syafii mengaku tak diminta untuk menyodorkan nama lain ketika menolak tawaran itu. “Saya juga tidak tahu kalau pelantikan besok Senin,” kata pria yang akrab disapa buya itu.

Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto sebelumnya menyatakan susunan anggota wantimpres sudah lengkap dan hanya menunggu pelantikan. Andi memastikan bahwa anggota wantimpres bukan ketua umum partai yang menyokong Presiden Jokowi.

+++++++++++++++++++++

Sabtu, 17/01/2015 11:24 WIB

Ini 9 Nama yang Dikabarkan Dipilih Jokowi Jadi Wantimpres

Indah Mutiara Kami – detikNews

Jakarta – Presiden Joko Widodo disebut telah memilih 9 nama yang akan duduk sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Sembilan orang yang bukan merupakan ketum parpol pengusung Jokowi-JK itu akan dilantik pada Senin (19/1) mendatang.

Berdasarkan informasi yang diperoleh detikcom, Sabtu (17/1/2015), anggota Wantimpres terdiri dari Subagyo HS, Sidarto Danusubroto, Hendropriyono, Yusuf Kartanegara, Hasyim Muzadi, Suharso Monoarfa, Rusdi Kirana, Jan Darmadi, dan Mooryati Soedibyo. Sebelumnya, Syafi’i Maarif ditawarkan untuk menjadi Wantimpres namun menolak sehingga posisinya diganti oleh Mooryati.

Salah seorang yang disebut terpilih sebagai anggota Wantimpres yaitu Suharso Monoarfa enggan mengkonfirmasi kabar tersebut. Politikus PPP ini meminta publik menanti hingga hari pelantikan.

“Lihat hari Senin,” ucap Suharso saat dihubungi.

Pada Kamis (15/1) lalu, para ketum parpol pengusung Jokowi-JK sudah berkumpul di kediaman Megawati Soekarnoputri untuk membahas Wantimpres. Mereka yang ikut pertemuan adalah Megawati sendiri selaku tuan rumah, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin), dan Ketum Partai Hanura Wiranto.

Seskab Andi Widjajanto sebelumnya menyebut Wantimpres akan terdiri dari unsur TNI, tokoh agama, tokoh politik, dan ekonom senior. Tugas Wantimpres adalah untuk memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden dalam menjalankan kekuasaan pemerintahan negara.

“Wantimpres dijadwalkan dilantik hari Senin tanggal 19 (Januari) karena deadline-nya (tanggal) 20 (Januari). Dijadwalkan dilantik 9 Wantimpres,” ujar Sekretaris Kabinet, Andi Widjajanto, Jumat (16/1) lalu.

January 8, 2015

Para staf khusus Jokowi

Dari Kompas  8 Januari 2015

Mensesneg Akan Angkat Staf Khusus
Setelah pekan lalu Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto mengangkat pegiat anti korupsi Teten Masduki, praktisi hukum Alexander Lay, dan pengamat pertahanan Jaleswari Pramodhawardani sebagai staf khususnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno juga akan mengangkat pakar hukum tata negara Refly Harun dan pengamat politik Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta Ari Dwipayana. ”Sebenarnya bisa tiga orang (staf khusus), tetapi kita baru berpikir dua orang saja. Ari Dwipayana untuk bidang politik pemerintahan, dan Refly Harun untuk bidang hukum. Yang ketiga belum saya putuskan,” ujar Pratikno seusai Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, kompleks Istana, Jakarta, Rabu (7/1). Menurut mantan Rektor UGM itu, Ari sudah bersedia. ”Refly akan kami angkat jika sudah oke,” ujarnya. Pratikno menambahkan, pihaknya tengah memikirkan beberapa hal yang penting di Sekretariat Negara. ”Misalnya, program untuk mengawal e-government,electronic government. Itu, kan, menjadi sesuatu yang penting untuk menopang kerja Presiden. Kita akan cobaexercise juga,” tuturnya. (HAR)

January 7, 2015

Mantan Wakil Kepala BIN Jadi Bos Freeport Indonesia

Rista Rama Dhany – detikfinance
Rabu, 07/01/2015 16:11 WIB
//images.detik.com/content/2015/01/07/4/160606_tambangfreeport.jpg
Jakarta -Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Maroef Sjamsoeddin ditunjuk sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI). Purnawirawan Marsekal Muda TNI Angkatan Udara Republik Indonesia ini resmi menggantikan Rozik B. Soetjipto.

“Saya bangga terhadap berbagai pencapaian Freeport Indonesia dalam pengembangan operasi (tambang) Grasberg (di Papua) berskala dunia. Saya mengucapkan selamat kepada Bapak Maroef dan berharap beliau beserta seluruh jajaran tim manajemen PTFI dapat meraih kesuksesan di masa yang akan datang,” kata Rozik dalam keterangan tertulis PT Freeport Indonesia, Rabu (7/1/2015).

Maroef meraih Master of Business Administration dari Jakarta Institute Management Studies. Ia menjabat sebagai Wakil Kepala BIN untuk periode 2011-2014

“Saya menerima kesempatan untuk memimpin Freeport Indonesia dan berharap dapat bekerjasama dengan semua pemangku kepentingan sejalan dengan pelaksanaan strategi investasi jangka panjang di Papua,” kata Maroef.

“Ini merupakan saat yang paling menarik bagi Freeport Indonesia yang akan mengembangkan tambang baru di Papua yang akan memberikan banyak manfaat bagi karyawan, masyarakat setempat, pemerintah Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan sepanjang beberapa dekade yang akan datang,” ujar Maroef.

(rrd/hen)

January 7, 2015

Silmy Karim Resmi Pimpin Pindad

Tribune news Senin, 22 Desember 2014 19:15 WIB

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Silmy Karim hari ini resmi menjabat sebagai Direktur Utama PT Pindad (Persero).
Kepastian pengangkatan Silmy disampaikan oleh Deputi Bidang Usaha Industri Primer Kementerian BUMN, Muhamad Zamkhani, dengan menyerahkan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-270/MBU/12/2014 disaksikan jajaran direksi dan komisaris Pindad di kantor Kementerian BUMN, Senin, 22 Desember 2014.
Zamkhani meminta agar Silmy dan jajaran direksi bisa lebih fokus dalam peningkatan kapasitas produksi dan pemenuhan kebutuhan alutsista TNI/Polri yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 16 tahun 2012 tentang Industri Pertahanan.
“Kini susunan dewan direksi telah lengkap, dengan demikian Pak Silmy bisa kerja lebih keras dan solid untuk menjawab kebutuhan pasar alutsista domestik bagi TNI dan Polri,” ujar Zamkhani, Senin (22/12/2014).
Silmy dalam kesempatan ini menyambut baik penunjukan dirinya sebagai Direktur Utama Pindad. Sosok yang dikenal sebagai profesional yang memiliki latar belakang pendidikan ekonomi dan pertahanan ini telah lama menggeluti kebijakan dan seluk-beluk industri pertahanan di Indonesia.
Kepada media yang menemuinya di kantor Kementerian BUMN Silmy menegaskan sikapnya untuk menguatkan kemandirian industri pertahanan yang telah menjadi tugas pokok Pindad.
“Saya sedang pelajari, dan kami yakin dengan dukungan pemegang saham, dan para pemangku kepentingan lainnya dari Kementerian Pertahanan, Kementerian BUMN, TNI dan Polri,” ungkap Slimy.
Sebelum di Pindad, Silmy memang dikenal aktif bicara di berbagai forum di dalam dan luar negeri sebagai pemerhati kebijakan dan isu-isu pertahanan.
Silmy telah mengikuti pendidikan pertahanan di berbagai institusi seperti NATO School di Jerman, Harvard University di Amerika Serikat, Naval Post Graduate School di Amerika Serikat, dan George C Marshall European Center for Security Studies di Jerman. Baru-baru ini Silmy juga telah melansir bukunya yang bertajuk “Membangun Kemandirian Industri Pertahanan” pada awal November silam di Kampus Universitas Paramadina, Jakarta.

January 5, 2015

Profil bos Garuda Indonesia yang baru

Data dan Target yang Tinggi

POSISI PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk di dunia penerbangan saat ini baik. Maskapai yang terbang secara komersial untuk pertama kalinya pada 26 Januari 1949 itu kerap mendapat penghargaan dan sudah masuk dalam jajaran maskapai bintang lima. Pada 11 Februari 2011, Garuda mulai melantai di Bursa Efek Indonesia. Namun, kondisi keuangan Garuda berdarah-darah. Utangnya mencapai Rp 2,7 triliun. Bukan tugas mudah memimpin sebuah perusahaan yang kondisi keuangannya seperti itu.Kementerian Badan Usaha Milik Negara mengumumkan Arif Wibowo (48) sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Arif bukan orang baru di industri penerbangan. Sebelumnya, dia menjabat Presiden & CEO Citilink. Bagi Garuda, dia juga bukan orang baru. Arif pernah menjabat, antara lain, EVP Marketing dan Sales Garuda Indonesia; Senior General Manager Area Indonesia Barat; Senior GM Area Jepang, Korea, Tiongkok, dan Amerika Serikat; GM Fukuoka Jepang; serta GM Agency.

Arif, yang senang bekerja keras, menetapkan target yang sangat tinggi, dan harus bekerja berdasarkan data, diharapkan mampu membawa Garuda terbang tinggi ke penjuru dunia.

Setelah hampir tiga minggu menjabat dirut, Arif yang gemar menggowes sepeda bersedia berbagi cerita mengenai kondisi dan rencana Garuda ke depan. Berikut petikannya.

Ditunjuk sebagai Dirut Garuda, bagaimana menurut Bapak?

Saya diberi kepercayaan memimpin Garuda, ya, akan saya jalankan dengan sebaik-baiknya. Sewaktu ditunjuk memegang Citilink, saya merasa tugas itu merupakan tantangan terbesar di hidup saya. Sekarang saya diberi kepercayaan memimpin Garuda yang ukurannya 10 kali lebih besar daripada Citilink. Ini tentu bukan tantangan yang biasa-biasa saja.

Apa persoalan Garuda terbesar?

Garuda mempunyai kapasitas yang sangat besar. Namun, kemampuan untuk menghasilkan uang belum maksimal. Banyak sekali hal-hal yang membuat pemasukan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Jadi, hal pertama yang saya lakukan ketika masuk ke Garuda adalah meminta daftar rute yang penjualannya kurang baik. Saya pelajari mengapa bisa kurang baik.

Misalnya, rute Jakarta-Hongkong Garuda punya dua kali, Cathay Pacific punya empat kali. Jadwal Cathay dibuat pagi pukul 00.00, 08.00, 12.00, dan 22.00. Sementara Garuda pukul 10.45 dan 16.00. Alasannya, sengaja dibuat siang agar mendapat feeder. Ternyata tingkat keterisian Cathay yang jadwalnya lebih pagi dari Garuda mencapai 90 persen. Jadi, tanpa menunggu feeder, mereka sudah penuh. Artinya, kita melihat persaingan tidak tepat.

Demikian juga untuk rute dari Amsterdam ke London. Jaraknya terlalu pendek sehingga mendatangkan kerugian pada siklus perawatan. Saya akan merestrukturisasi rute ini. Jakarta-Amsterdam oke, tetapi Amsterdam-London (Gatwick) yang tidak oke. Biaya perawatan itu sangat mahal. Untuk pesawat ukuran Airbus A320, biaya perawatannya 5 juta dollar AS. Apalagi, rute ini menggunakan pesawat jumbo seperti Boeing 777, tentu perawatannya akan mahal.

Untuk rute ke Jepang, saya lihat terlalu banyak. Selama ini rute Jepang dilayani dua kali dari Jakarta dan dua kali dari Denpasar. Jumlah ini terlalu banyak, jadi akan saya kurangi menjadi satu kali dari Jakarta dan satu kali dari Denpasar.

Namun, walaupun ada rute yang direstrukturisasi, kami juga melakukan reposisi. Rute ke Tiongkok akan diperbanyak. Akan dibuka lagi penerbangan ke kota-kota di luar Beijing, Shanghai, dan Guangzhou. Kami juga akan memperbanyak frekuensi layanan umrah. Kota-kota lain, seperti di Kalimantan, juga akan dilayani penerbangan langsung ke Timur Tengah. Diharapkan, restrukturisasi ini menghasilkan profit bagi perusahaan.

Selain merestrukturisasi rute, apa lagi yang akan dilakukan?

Saya lihat, Garuda lebih banyak melihat pada analisis masa lalu. Garuda tidak melihat ke depan karena tidak mempunyai data. Bagi saya, data itu sangat penting. Ketika di Citilink, saya selalu menekankan data live yang terintegrasi.

Kita akan melihat data-data terbaru mengenai kompetitor, tingkat keterisian, jadwal, dan sebagainya. Dengan begitu, kita bisa membandingkan secara langsung. Kalau kita lebih dari kompetitor, warnanya akan hijau. Namun, kalau kalah dengan kompetitor, kita merah. Bahkan, apabila perbedaannya hanya kecil atau tipis saja, warnanya akan berubah. Jadi, langsung kelihatan kita menang atau kalah dari kompetitor. Selain itu, kita juga bisa melihat harga hari ini, harga kemarin, tingkat keterisian ke depan, semuanya live. Teknologi integrated operation control system (IOCS) seperti ini yang belum dimiliki Garuda.

Dengan sistem ini juga, kita bisa melihat performa dan kinerja pilot dan kru seketika. Nanti segala pengeluaran juga akan tercatat secara live. Frekuensi Garuda itu sudah mencapai 600 kali per hari dengan 126 rute. Jadi, tidak mungkin melihat persaingan dengan kasatmata. Harus dibantu sistem. Garuda harus tetap layanan penuh, tetapi manajemennya harus efisien dan terkontrol baik. Jika semua berjalan baik, data yang kita miliki adalah data terkini dan akurat. Keputusan akan lebih mudah diambil, dan kita bisa merespons segala perkembangan yang terjadi dengan benar. Performa perusahaan akan membaik.

Sekarang persaingan sangat ketat. Pesaing, kan, tidak diam, mereka juga mulai menciptakan nilai tambah. Jadi, kalau kita tidak mengencangkan ikat pinggang, biaya per unit tidak turun, kita tidak akan mampu bersaing.

Katanya Bapak galak?

Bukan galak, tetapi tegas. Tetapi, hanya di masalah pekerjaan saja, ha-ha-ha…. Saya ini galak kalau bicara soal penjualan dan pendapatan. Saya sering gemas kalau ada general manager (GM) yang tidak tahu data penjualan kompetitor. Kalau seorang GM tidak tahu soal data-data kompetitor, ya, bagaimana mau maju. Saya juga bikin grup yang isinya bisa 80 orang GM di seluruh station Garuda. Kalau susah, saya kirim pesan, telepon saya. Jam berapa saja, saya akan kirim pertanyaan atau instruksi. Bahkan, kemarin pukul 02.45 saya masih kirim target triwulan I-2015 ke semua GM saya. Biasanya kalau saya sudah mengirim pesan ke grup, tidak lama saya akan langsung mengirim pesan lagi, terima kasih kepada 20 orang yang merespons pertama. Kalau saya sudah mengirim itu, yang lain langsung merespons, ha-ha-ha….

Bagi saya, target juga harus tinggi. Jadi, kalau terjadi kesalahan, masih bisa selamat. Dengan target tinggi, segala perilaku kita juga akan terdorong untuk meraih target itu. Tahun 2002, saya pernah bilang ingin menjadi CEO, ternyata tercapai.

Garuda ini sudah sangat besar dan bagus. Please, jangan merasa puas. Rasa puas justru akan menjatuhkan kita karena kita tidak sadar bahwa tetangga kita ternyata masih jauh lebih bisa bertahan. Sekarang adalah tahun konsolidasi. Target-target Quantum Leap sudah diraih oleh Pak Emir. Sekarang perlu konsolidasi untuk tahun ini dan tahun depan untuk lebih maju.

December 15, 2014

Profil Bos Cargill

PRESIDEN & CEO CARGILL

Indonesia Menjadi Incaran

PEKAN lalu, Cargill, perusahaan raksasa multinasional asal Amerika Serikat, membuka pabrik pengolahan biji kakao di Gresik, Jawa Timur. Perusahaan di bidang bahan makanan, peternakan, pertanian, dan perdagangan ini melihat potensi yang ada di Indonesia hanya bisa dikembangkan apabila mengawinkan prinsip keberlanjutan dalam setiap bisnis yang dilakukan.Cargill telah beroperasi di Indonesia sejak 40 tahun yang lalu atau sejak tahun 1974. Perusahaan keluarga yang belum masuk ke pasar modal ini akan berusia 150 tahun pada tahun depan. Perusahaan ini didirikan oleh William W Cargill tahun 1865 di Iowa, Amerika Serikat. Putri tertua Cargill, Edna, menikah dengan John MacMillan, salah seorang karyawan Cargill. Sejak itu, perusahaan ini menjadi milik keluarga Cargill-MacMillan dan berkantor pusat di Minnetonka, Minnesota.

Saat ini Cargill telah beroperasi di 67 negara di seluruh dunia. Menurut Presiden & CEO Cargill, David W MacLannen, Indonesia termasuk yang menjadi fokus perhatian untuk pertumbuhan bisnis Cargill. Berikut petikan wawancara dengan MacLannen.

Bagaimana posisi Indonesia di dalam bisnis Cargill?

Potensi Indonesia sangat menjanjikan. Kedatangan saya saat ini adalah yang kedua kalinya dalam dua tahun terakhir. Saya perkirakan, saya akan lebih sering datang ke Indonesia karena pengembangan bisnis Cargill akan lebih banyak lagi di Indonesia. Saat ini pertumbuhan bisnis Cargill di Indonesia termasuk yang lima terbesar. Aset kami di Indonesia termasuk dalam 10 besar. Jika melihat ke belakang, kami telah menanamkan 700.000 dollar AS atau Rp 8,4 triliun selama tiga tahun terakhir. Ke depan kami sudah memutuskan untuk menginvestasikan lagi 1 miliar dollar AS atau Rp 12 triliun untuk tiga-empat tahun mendatang.

Bagi kami, Indonesia sangat penting. Dengan jumlah populasinya yang besar, daya beli yang kuat, pertumbuhan ekonomi yang baik, ditambah dengan antusiasme rakyat terhadap pemerintahan baru, kami yakin investasi kami akan berkembang baik juga.

Bisnis apa yang akan dikembangkan?

Tahun ini kami meresmikan pabrik pengolahan kakao di Gresik, Jawa Timur. Kapasitas pabrik di Gresik ini akan menjadi produsen kakao ketiga terbesar di dunia. Investasi yang kami tanamkan di pabrik ini sebesar 100 juta dollar AS atau Rp 1,2 triliun dengan kapasitas awal 70.000 metrik ton per tahun.

Kami juga tertarik mengembangkan peternakan ayam di Indonesia. Selain untuk memenuhi kebutuhan domestik, hasil ternak ini juga akan kami ekspor ke Jepang. Kami melihat ada peluang untuk memasok ayam ke Jepang setelah ditemukan banyak persoalan dengan pasokan ayam dari Tiongkok.

Di pasar domestik, kebutuhan juga meningkat. Menurut statistik yang kami peroleh, kebutuhan daging ayam meningkat dua kali lipat dalam tiga tahun terakhir. Terjadi pergeseran dalam gaya hidup masyarakat. Mereka mengurangi konsumsi nasi dan gandum, dan mulai beralih ke daging.

Dalam bisnis peternakan ayam, kami sudah mempunyai pengalaman yang cukup lama. Bisnis ini sudah kami kembangkan dengan baik di Thailand, Rusia, Amerika Tengah, dan Inggris.

Anda juga berbisnis di bidang minyak sawit. Saat ini banyak isu-isu lingkungan dikaitkan dengan perkebunan kelapa sawit. Bagaimana menghadapi masalah ini?

Pada waktu-waktu lalu, Pemerintah Indonesia memang sangat membatasi investasi asing, terutama yang berkaitan dengan kelapa sawit. Namun, kami sudah lama sekali berkecimpung di bisnis ini, dan perusahaan kami bisa dijadikan contoh oleh Pemerintah Indonesia dan investor lain yang ingin terjun ke kelapa sawit.

Untuk kelapa sawit, kami menitikberatkan keberlanjutan di semua dimensi. Cargill telah membangun rantai pasok yang menekankan keberlanjutan. Untuk mencapainya, Cargill harus bekerja sama dengan pemasok, konsumen, komunitas sekitar, pemerintah, LSM, dan perusahaan lainnya.

Dalam Climate Summit PBB September lalu, Cargill telah menyatakan kembali komitmennya, yaitu tidak melakukan penebangan hutan untuk perkebunan kelapa sawit. Kami juga sudah mengadopsi Roundtable on Sustainable Palm Oil tahun 2004. Lalu, bersama dengan Kadin Indonesia dan perusahaan-perusahaan kelapa sawit lainnya, kami ikut menandatangani Indonesia Palm Oil Pledge, komitmen untuk terus menjaga keberlanjutan di Indonesia. Upaya yang sama juga kami lakukan di Brasil untuk kedelai serta di Afrika untuk kapas dan kakao.

Dari berbagai bisnis yang Anda geluti, bisnis mana yang memberikan kontribusi lebih untuk perusahaan Anda?

Itu pertanyaan yang tidak mudah. Sama saja saya ditanya anak mana yang paling saya sayangi. Pertama kali masuk ke Indonesia tahun 1974, bisnis kami adalah pakan ternak. Bisnis yang terbaru saat ini adalah kakao dan cokelat. Kami juga sudah mapan di bidang kelapa sawit.

Sekarang kami melihat begitu banyak potensi yang bisa dikembangkan, termasuk mengembangkan bisnis industri ternak ayam. Yang pasti, jika kami melihat bisnis itu tidak mempunyai kesempatan untuk tumbuh, tidak menguntungkan, serta tidak bisa dipertanggungjawabkan untuk lingkungan dan masyarakat, kami tidak akan terjun ke sana.

Contohnya, kami pernah terjun di bisnis tepung terigu di Eropa dan Amerika Serikat, tetapi akhirnya kami jual. Sekarang kami sangat optimistis dengan semua bisnis yang kami garap. Produk kami kini telah memenuhi pasar domestik dan pasar dunia.

December 8, 2014

Profil bos Sido Muncul : Irwan Hidayat: Ada “Invisible Hand” di Balik Tiap Kesuksesan

Ekonomi / Inspirasi

Senin, 8 Desember 2014 | 07:28 WIB
TRIBUNNEWS/HERUDINDirektur Utama PT Sido Muncul, Irwan Hidayat.
JAKARTA, KOMPAS.com – Berawal dari industri rumahan (home industry), Sido Muncul berubah menjadi industri skala masif yang diperhitungkan di Indonesia bahkan di dunia. Sejumlah produknya sudah menembus pasar mancanegara, sebut saja salah satunya Tolak Angin.

Irwan Hidayat, Presiden Direktur PT Sido Muncul, kini makin mantab mengembangkan bisnis yang dirintis oleh sang nenek pada 1940-an itu. Padahal awalnya, Irwan sama sekali tidak melirik bisnis jamu ini.

Usai menamatkan sekolah menengah atas, pria kelahiran 68 tahun silam ini mengaku dua tahun hanya “jalan-jalan” mengendarai sepeda motor. Sesudah itu, dia bekerja selama dua tahun di perusahaan farmasi.

“Itu juga bukan karena diterima. Itu karena mama saya pusing, terus minta tolong ke kakaknya. ‘Udahlah itu (Irwan) diterima saja. Kalau enggak, enggak karu-karuan itu (si Irwan)’,” kenang Irwan, ditemui usai berbagi pengalaman di seminar Tanoto Entrepreneurship Series in Partnership with MM-UI, Jumat (5/12/2014).

Irwan menuturkan, sebetulnya bukan maksud hati menghabiskan waktu dua tahun untuk “jalan-jalan”. Dia bilang, sebenarnya pada 1967-1968, ada keinginan untuk bekerja pada sebuah perusahaan di Semarang. “Tapi enggak ada yang berani nerima saya,” kata dia.

“Bangsawan”, bangsane tangi awan

“Saya terkenal enggak pernah tidur, bangsawan–bangsane tangi awan–, saya terkenal dulu rambut gondrong, tak punya pendidikan formal (sesuai bidang pekerjaan), enggak punya pengalaman kerja,” aku Irwan.

“Jadi (pekerjaan) yang ada itu (bisnis jamu). Lalu sampai suatu saat saya sadari, di dunia ini ternyata memang itu yang dipilih Tuhan untuk saya,” lanjut Irwan. Meski mengaku terjun di bisnis jamu lantaran tak punya pilihan lain, dia tak mau pula asal-asalan meneruskan bisnis keluarganya itu.

Irwan pun lalu “mencuri” ilmu bagaimana perusahaan farmasi bisa bertahan ratusan tahun lamanya. Kuncinya, sebut dia, adalah jujur, rasional, dan aman. “Saya lihat (kunci) itu (di industri farmasi). Karena saya enggak sekolah, saya tiru. Apa yang kita anggap bagus, saya tiru.”

Pada 1998, Sido Muncul pun lalu membangun beragam laboratorium seperti laboratorium uji stabilitas, formulasi dan produksi, serta farmakologi. Hasilnya tak sia-sia. Sejak saat itu, kepercayaan publik terhadap industri jamu tumbuh seperti halnya kepercayaan kepada industri farmasi.

Bahkan sejak 10 tahun terakhir, kata Irwan, Sido Muncul dikunjungi oleh lebih dari 6.000 orang per bulan untuk melihat proses produksi jamu yang higienis. Kini, Sido Muncul telah memproduksi sekitar 160 produk.

Atas usahanya menumbuhkan kepercayaan pasar, Sido Muncul dan Irwan telah menyabet sekitar 700 penghargaan. Irwan pun kini merambah bisnis properti dengan mendirikan Hotel Tentrem, serta bisnis farmasi dengan mengakuisisi PT Berlico Mulia Farma.

Invisible hand

Dalam seminar yang juga menghadirkan mantan CEO Susi Air, Susi Pudjiastuti itu, Irwan berbagi pengalamannya dalam mengembangkan bisnis jamu. Ada beberapa pelajaran yang disampaikan, salah satunya ketika huruf logo Sido Muncul berubah menjadi lebih ramping.

“Sebuah brand harus feminim. Kalau maskulin itu lambang ketidakjujuran,” ujar Irwan, disambut riuh tawa peserta seminar. Irwan juga menegaskan, seorang pengusaha harus cepat mengeksekusi dan tidak hanya mengalkulasi tanpa realisasi.

Selain itu, Irwan juga menuturkan, bagi seorang pengusaha, perilaku adalah nomor satu. “Nenek saya kreatif, tapi gen bukan penentu. Perilaku itu nomor satu,” kata dia. Kepada para calon pengusaha atau pengusaha, Irwan berpesan pula bahwa komunikasi pemasaran tidak boleh mengingatkan calon konsumen kepada kompetitor.

Menurut Irwan, produk yang mirip-mirip dengan pesaing (me too-product) justru mengingatkan konsumen pada kompetitor yang muncul lebih awal. Terakhir, Irwan mengingatkan kesuksesan diraih tidak hanya karena jerih upaya semata.

Di balik setiap kesuksesan, tegas Irwan, ada keluarga, kerabat, dan rekan, yang selalu memberikan dukungan dan doa, serta Tuhan yang mengabulkan itu semua.

Irwan pun meringkas keyakinannya itu dalam rangkaian kalimat, “Kalau Anda bisa sukses, itu karena ada tangan yang tidak terlihat, invisible hand. Yang harus diingat, ada orang yang mendoakan Anda. Dalam hidup tidak ada yang kebetulan. Semua sudah diatur oleh Tuhan….”

November 30, 2014

Dirut Pelni: Saya “Copy-Paste” PT KAI

Jumat, 21 November 2014 | 13:20 WIB
KOMPAS.com/YOGA SUKMANA Dirut Pelni Sulistyo Wimbo Sardjito

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Utama PT Pelni (Persero) Sulistyo Wimbo Hardjito mengatakan tidak sungkan menyalin konsep pengembangan perusahaan ala PT Kereta Api Indonesia (PT KAI). Pasalnya, kata dia, PT KAI saat ini bisa jadi role model pengembangan badan usaha milik negara (BUMN).

“Saya copy-paste dari KAI. Kalau KAI butuh tiga sampai empat tahun, saya kira di Pelni bisa setengahnya 1,5 tahun. Kenapa? Karena saya copy-paste,” ujar Wimbo yang merupakan mantan Direktur Keuangan PT KAI saat berbincang dengan wartawan di dek KM Kelud, Jakarta, Jumat (21/11/2014).

Meskipun yakin mampu membenahi Pelni dalam waktu singkat, Wimbo mengakui bahwa ada perbedaan antara KAI dan Pelni. Perbedaan itu mencakup masalah tanggung jawab pelayanan yang luasnya dari Sabang sampai Merauke.

Sementara KAI, kata dia, tanggung jawab pelayanannya hanya sebatas Pulau Jawa dan Sumatera. Akan tetapi, setelah hampir enam bulan kepemimpinannya, Wimbo melihat ada etos kerja yang berbeda dari karyawannya, yaitu ketaatan pada aturan.

Di sisi keuangan, Wimbo yakin Pelni juga akan meraup keuntungan seperti KAI. Namun, untuk mewujudkannya, kata Wimbo, semua karyawan Pelni harus bersama-sama bekerja keras.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 85 other followers