Archive for ‘Its Malaysia’

September 24, 2015

AS Selidiki Dugaan Korupsi PM Malaysia

RABU, 23 SEPTEMBER 2015

NEW YORK – Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dirundung masalah dalam kaitan dengan perusahaan investasi 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang ia dirikan. Selain desakan dari oposisi dan demonstrasi di Kuala Lumpur, sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, kini akan menyelidiki keganjilan dalam perusahaan milik Riza Azis, anak tiri Najib, dan koleganya, pengusaha Jho Low.

Menurut surat kabar Amerika Serikat, New York Times, Dewan Juri Federal tengah memeriksa klaim yang melibatkan nama Najib dan sejumlah orang dekatnya. Penyelidikan yang dilakukan Unit Korupsi Internasional Departemen Kehakiman AS itu terutama berhubungan dengan properti di Negeri Abang Sam yang dibeli 1MDB. Unit penyelidik tersebut dikenal pernah menyita sejumlah properti milik kerabat politikus dari Guinea Ekuatorial, Nigeria, Korea Selatan, dan Taiwan.

Selain itu, mereka menyelidiki transfer dana sebesar US$ 681 juta (sekitar Rp 10 triliun), yang diduga mengalir ke rekening pribadi Najib. Kepada New York Times, Najib telah membantah tudingan terkait dengan properti yang dibeli anak tirinya di Amerika Serikat.

Surat kabar Amerika lainnya, Wall Street Journal, juga memberitakan bahwa Biro Penyelidik Federal (FBI) tengah menyelidiki 1MDB atas tuduhan pencucian uang.

Najib berulang kali membantah tuduhan itu. Namun tindakannya memecat empat menteri, jaksa agung, dan wakil perdana menteri dalam upaya meredam kritik malah menambah kecurigaan. Aparat Malaysia juga menghentikan penerbitan dua media, The Edge dan Sarawak Report, yang dikelola oleh ipar Gordon Brown, mantan Perdana Menteri Inggris.

Seorang mantan anggota Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), partai Najib, mengaku dilarang pergi ke New York pada Jumat lalu karena kedapatan akan mengajukan keluhan kepada polisi AS soal 1MDB.

Meski pemerintah Malaysia berupaya keras menahan Najib, penyelidikan terus menggelinding layaknya bola salju hingga melintasi perbatasan negara itu. Polisi Hong Kong saat ini juga tengah menyelidiki rekening bank yang diduga terkait dengan Najib. Aparat Swiss juga telah membekukan uang jutaan dolar di rekening bank yang terkait dengan 1MDB.

Mantan perdana menteri Mahathir Mohamad, pemimpin yang berpengaruh dan memerintah Malaysia selama 22 tahun, ikut berpartisipasi dalam aksi protes Bersih 4.0 pada bulan lalu, yang mendesak PM Najib agar mundur. Banyak warga Malaysia juga mengeluh akibat pemberlakuan pajak barang dan jasa serta devaluasi mata uang ringgit, yang mencapai titik terendah dalam 17 tahun terakhir.

Senin lalu, Gubernur Bank Sentral Malaysia Zeti Akhtar Aziz menyatakan masyarakat berhak mengetahui hasil penyelidikan terhadap 1MDB. “Saat ini kami tahu publik ingin jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini dan mereka berhak mendapatkan jawaban,” kata dia.

Pada hari yang sama, Pengadilan Tinggi Malaysia memutuskan dua media yang ditutup Menteri Dalam Negeri pada Juli lalu karena memberitakan 1MDB boleh terbit kembali. THE GUARDIAN | REUTERS | NEW YORK TIMES | FINANCIAL TIMES

Advertisements
May 26, 2015

Malaysia Airlines Pecat Hampir Semua Pegawai

Tragedi MH370 & MH17

Muhaimin
Selasa,  26 Mei 2015  −  13:43 WIB

Perusahaan maskapai Malaysia Airlines (MAS) pada pekan ini memecat hampir semua pegawai yakni sekitar 20 ribu orang. Foto: Bloomberg
KUALA LUMPUR – Perusahaan maskapai Malaysia Airlines (MAS) pada pekan ini memecat hampir semua pegawai yakni sekitar 20 ribu orang. Keputusan perusahaan diambil setelah dua pesawatnya, Malaysia Airlines MH370 dan MH17 mengalami tragedi pada 2014.

Puluhan ribu pegawai MAS kini harap-harap cemas menanti surat penghentikan kerja yang akan dikeluarkan dalam beberapa hari ini. MAS sejatinya merupakan salah satu perusahaan pemerintah terbesar di Malaysia (GLC).

Sejak mengalami dua tragedi berturut-turut, masakapai itu akan fokus pada bisnis penerbangan regional ketimbang internasional. Meski memecat besar-besaran pegawainya, ada beberapa staf yang masih dipertahankan pihak MAS.

Kepala Eksekutif, Christoph Mueller, disebut-sebut sebagai satu-satunya pegawai yang masih dipekerjakan Malaysia Airlines untuk memimpin maskapai baru.

Menurut laporan Straits Times, Senin (25/5/2015), sebelum MAS, tidak ada GLC di Malaysia yang pernah memecat hampir semua pegawai dalam satu hari. Namun, keputusan itu juga berat bagi pihak MAS yang dibebani utang besar sejak tragedi MH370 dan MH17.

Pesawat MAS MH370 lenyap misterius pada Maret 2014 setelah terbang dari Kuala Lumpur menuju Beijing. Ratusan orang dinyatakan meninggal meski pesawat itu belum ditemukan hingga sekarang. Sedangkan pesawat MAS MH17 jatuh di Donetsk, Ukraina timur yang diduga ditembak dengan rudal di wilayah perang itu.

Sejumlah pegawai MAS, tak bisa menyembunyikan kesedihannya atas keputusan pemecetan besar-besaran ini. “Saya pikir GLC adalah tempat paling aman untuk bekerja di, tapi sekarang saya bahkan tidak tahu apakah saya akan punya pekerjaan pada 1 Juni nanti,” kata seorang pegawai MAS yang enggan diidentifikasi.

Pegawai MAS lain yang juga menolak diidentifikasi juga sedih karena sudah bekerja lama di maskapai itu. ”Ini adalah waktu yang sangat menyedihkan dalam hidup kita. Saya tidak pernah berpikir hari ini akan datang ketika saya pertama kali bergabung maskapai lebih dari dua dekade lalu,” keluhnya.

“Saya bahkan tidak bisa berpikir tentang bagaimana saya akan membayar untuk (cicilan) rumah dan mobil saya,” lanjut dia.

Setelah pemecatan besar-besaran ini, perusahaan MAS akan bermigrasi ke perusahaan baru bernama MAS Bhd. Perusahaan ini akan mulai beroperasi pada 1 September 2015.

(izz)
dibaca 964x

source: http://ekbis.sindonews.com/read/1005480/35/malaysia-airlines-pecat-hampir-semua-pegawai-1432622601