Archive for March, 2012

March 31, 2012

30 SPBU Timbun BBM

Kebijakan subsidi BBM hanya menguntukan segelintir pengusaha (tukang timbun BBM dan penyelundup BBM ke luar negeri)
dan menghancurkan upaya untuk mencari enerji alternatif.
Pemerintah harusnya segera mengakhiri program pemberian subsidi ini, dan tidak usah mendengarkan politikus (tikus) Senayan .

Sabtu,
31 Maret 2012
30 SPBU Timbun BBM
Polisi Ungkap di Sejumlah Daerah
Jakarta, Kompas – PT Pertamina menghentikan sementara pasokan bahan bakar minyak bersubsidi kepada 30 stasiun pengisian bahan bakar untuk umum. Penghentian pasokan itu dilakukan lantaran mereka terindikasi menimbun bahan bakar minyak bersubsidi.

Menurut Wakil Presiden Komunikasi Korporat PT Pertamina (Persero) Mochamad Harun, Jumat (30/3), di Jakarta, sejauh ini sudah ada 30 stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) yang diberikan sanksi oleh Pertamina berupa penyetopan sementara pasokan bahan bakar minyak (BBM) ke SPBU bersangkutan. Lokasinya berada di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan.

”Ada dua pola yang diberlakukan Pertamina dalam memberikan sanksi kepada SPBU yang terindikasi menimbun BBM,” katanya. Pertama, jika SPBU terbukti menimbun BBM bersubsidi, pasokannya dihentikan dan akan dialihkan ke SPBU lain yang berada di dalam satu wilayah sama selama dua pekan. Kedua, jika SPBU yang terbukti melayani penimbunan itu merupakan satu-satunya SPBU di wilayah tersebut, pasokan BBM itu tetap diteruskan, tetapi pengelolaannya diambil alih Pertamina selama dua minggu.

”Sepanjang masih mengisi penuh di tangki, mungkin tidak masalah. Yang tidak kami inginkan, setelah penuh di tangki, lalu di sedot di rumah, lalu diisi lagi ke pompa bensin. Ini yang membahayakan keselamatan jiwa pelaku dan warga sekitar,” katanya.

Konsumsi BBM nasional melonjak cukup signifikan dalam tiga bulan terakhir. Pada Januari 2012, total konsumsi BBM 3,4 juta kiloliter, sedangkan pada Februari 3,5 juta kiloliter.

”Konsumsi BBM bersubsidi selama Maret ini jauh di atas normal. Kami perkirakan menembus angka 3,7 juta kiloliter. Padahal, tahun lalu, konsumsi pada Januari masih 2,3 juta kiloliter,” ujarnya.

Dengan alokasi BBM 40 juta kiloliter dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2012, konsumsi normal seharusnya berada di kisaran 3,2 juta-3,3 juta kiloliter agar kebutuhan BBM dapat dipenuhi hingga akhir tahun. Namun, tingkat konsumsi sudah di atas normal sejak awal tahun lalu.

Digerebek

Di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kepolisian Sektor Indihiang menggerebek penimbunan solar bersubsidi. Polisi menyita sekitar 1.800 liter solar yang ditampung dalam sembilan drum ukuran sedang serta menahan pelaku penimbunan, yakni HA (60), F (40), dan R (40).

Menurut Kepala Polsek Indhiang Komisaris Indra Budi, tempat penimbunan BBM berada di salah satu gudang penimbunan di Jalan Indhiang, Kota Tasikmalaya. Penggerebekan dilakukan Kamis sekitar pukul 21.30.

Indra mengatakan, modus yang dilakukan para pelaku adalah mengisi tangki truk di SPBU dan memindahkannya sendiri ke dalam drum. Rencananya, solar akan dijual ke kawasan penambangan pasir besi di Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya. Satu liter solar akan dijual Rp 10.000, atau lebih mahal Rp 5.500 dari harga solar bersubsidi.

Di Atambua, Nusa Tenggara Timur, Nobertus Funay (52), warga Desa Nurobo, Kecamatan Laenamanen, Kabupaten Belu, pelaku penimbunan BBM bersubsidi 22.000 liter, ditangkap polisi. Pelaku tidak memiliki surat izin pembelian BBM dari pemerintah daerah setempat.

Nobertus Funay adalah pemilik SPBU di Haliken, Kecamatan Tasifeto Barat. Ia sendiri mengambil 22.000 liter BBM bersubsidi jenis solar di dalam drum dan jeriken.

Di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, aksi penimbunan BBM bersubsidi jelang kenaikan harga semakin marak.

Selama dua hari berturut, polisi membongkar dua kegiatan penimbunan dengan pelaku dan lokasi berbeda. Total barang bukti yang dikumpulkan lebih dari 21.000 liter.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Ngawi Ajun Komisaris Sukono mengatakan, kegiatan penimbunan BBM terbaru yang berhasil diungkap adalah yang dilakukan Suyanti, warga Desa Sambirejo, Kecamatan Mantingan. Pelaku tidak hanya menimbun, tetapi juga mengolah solar menjadi minyak tanah.

”Dari rumah tersangka, kami mendapatkan 10,5 drum atau setara dengan 21.000 liter BBM. Sebanyak 2,5 drum di antaranya berupa solar dan sisanya yang delapan drum berupa minyak oplosan. Selain Suyanti, kami juga mengamankan Jemari, salah satu pekerjanya,” ujar Sukono.

Pelaku mengatakan, ia membeli solar di SPBU di Ngawi dengan menggunakan kartu pelanggan. Suyanti terdaftar sebagai pedagang BBM eceran. Untuk mengelabui perangkat desa, ia membuka toko yang menjual minyak tanah di rumahnya.

Di Kota Solo, Jawa Tengah, seorang pemilik agen minyak tanah, Tf, ditangkap polisi karena kedapatan menyimpan solar dalam jumlah melebihi ketentuan. Sebanyak 1.000 liter solar yang ditempatkan dalam lima drum, yang masing-masing berkapasitas 200 liter, diamankan sebagai barang bukti. Meski demikian, hingga kini polisi belum menetapkan Tf sebagai tersangka.

Kepala Subbagian Humas Kepolisian Resor Kota Surakarta Ajun Komisaris Sis Raniwati mengatakan, tempat usaha Tf yang berlokasi di Jalan Surya di Kelurahan Jagalan, Jebres, Kota Solo, ini digerebek pada Jumat pukul 03.00.

(EVY/CHE/EKI/KOR/NIK)

Advertisements
March 31, 2012

Penerimaan Tangguh Rp 2,75 Triliun

Sabtu,
31 Maret 2012
GAS ALAM CAIR
Penerimaan Tangguh Rp 2,75 Triliun
Jakarta, Kompas – Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi menargetkan, penerimaan negara dari unit (train) 1 dan 2 proyek Kilang LNG Tangguh, Teluk Bintuni, Papua Barat, pada tahun 2013 mencapai 300 juta dollar AS atau setara dengan Rp 2,75 triliun. Penerimaan negara ini akan diperoleh setelah pembiayaan proyek tersebut balik modal pada tahun ini.

Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) R Priyono menyampaikan hal itu di sela acara diskusi bertema ”Industri Hulu Migas sebagai Unsur Utama Ketahanan Energi Nasional”, Jumat (30/3), di Jakarta.

Penerimaan negara dari Tangguh diperkirakan 300 juta dollar AS tahun 2013 karena sudah tidak ada lagi pembiayaan untuk pembangunan proyek Tangguh train 1 dan 2 serta kenaikan harga minyak mentah sangat tinggi. ”Jadi sudah balik modal. Kami menduga sudah dapat 300 juta dollar AS dari Tangguh 1 dan 2. Daerah juga akan mulai mendapat dana bagi hasil,” kata dia.

Menurut Priyono, penerimaan negara dari Tangguh itu belum memperhitungkan renegosiasi kontrak penjualan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) Tangguh ke Fujiyan, China, dan pengalihan jatah LNG untuk Sempra Energy, perusahaan asal Amerika Serikat. ”Jika renegosiasi kedua kontrak penjualan gas itu berhasil, maka penerimaan negara dari Tangguh akan lebih besar lagi,” ujarnya.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat, Sekuriti, dan Formalitas BP Migas Gde Pradnyana menyatakan, rencana renegosiasi kontrak penjualan gas dari proyek itu ke pembeli di Fujian, China, sedang dibahas di lingkungan intern pemerintah. Harga LNG Tangguh ke Fujian, China, saat ini dipatok tetap pada angka 3,35 dollar AS per juta satuan panas inggris (million metric british thermal unit/MMBTU). Harga gas ke China itu memakai batas atas harga minyak sesuai patokan Japan Cocktail Crude 38 dollar AS per barrel.

BP Migas tengah merenegosiasi kontrak dengan perusahaan pembeli dari China secara informal. Akan tetapi, keputusan akhir harga LNG itu tidak dapat lewat negosiasi bisnis, tetapi harus memakai skema renegosiasi antara Pemerintah Indonesia dan China. ”Saya dengar, dalam kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke China, ada lampu hijau dari pemerintah sana untuk memulai renegosiasi,” kata Priyono.

Selain itu, negosiasi dengan perusahaan berbasis di Amerika Serikat, Sempra Energy LNG, untuk mengalihkan jatah pasokan LNG bagi perusahaan tersebut direncanakan akan selesai pada awal Mei nanti. Manajemen Sempra bersedia jika jatah gas miliknya dari Kilang Tangguh dikurangi karena harga LNG di Amerika Utara terus menurun hingga mencapai 3 dollar AS per MMBTU, bahkan ada kecenderungan harganya turun lagi menjadi 2 dollar AS per MMBTU.

Priyono menjelaskan, jika hasil produksi LNG dari Tangguh dijual ke Sempra, kemungkinan harganya hanya berkisar 4-6 dollar AS per MMBTU. (EVY)

March 31, 2012

PT DI Jalin Kerja Sama dengan NSI dan DS Perancis

Salut PT DI !Ayo maju terus!

PT DI Jalin Kerja Sama dengan NSI dan DS Perancis
(Foto: PT DI)

31 Maret 2012, Bandung: PT Dirgantara Indonesia (PT DI) terus menunjukkan geliat optimisme dengan melakukan sejumlah kerja sama strategis tahun ini. Kemarin, bertempat di Gedung Pusat Manajemen Lt 9 PTDI telah berlangsung penandatanganan kerja sama antar 3 (tiga) pihak, yakni PT DI, Nusantara Secom Infotrch (NSI) dan Dassault Systemes (DS) Perancis.

Kerja sama masing-masing ditandatangani oleh Direktur Utama PT DI, Budi Santoso, Excecutive Vice President Dasault Systemes Mr. Forestier dan Managing Director NSI, Reinhard Sitorus. Kerja sama yang disebut Kemitraan Kreasi ini menurut Budi Santoso memiliki tujuan jangka panjang untuk membangun pusat unggulan bersama di bidang pertahanan dan dirgantara.

“Apa yang disepakati ketiga perusahaan bukanlah terjadi tiba-tiba. Ketiga pihak sudah saling mengetahui dan memahami kapabilitas masing-masing,” kata Budi. Baik dari sisi Sumber Daya Manusia, khususnya para insinyur (engineers) yang dimiliki, pengalaman dan fasilitas masing-masing.

Dalam rilis yang diterima bisnis-jabar, kerja sama ini PTDI yang memiliki bisnis utama pesawat terbang, berkomitmen untuk menyiapkan insinyur, tempat kerja, jaringan kerja dan proses bisnis (business process) untuk pengembangan dan sertifikasi. NSI yang sarat dengan pengalaman dan memiliki insinyur yang berkualitas (qualified) yang mampu menyiapkan perangkat lunak dan pelayanan.

NSI sendiri berkomitmen mendukung pusat rancang bangun, mengembangkan kemampuan staf serta membangun pusat pertahanan dan dirgantara bersama. Dan DS sebagai perusahaan terkemuka di Perancis merupakan inovator yang menginovasi para perancang (designer), insinyur, manajer marketing dengan revenue di atas 1700 billion Euro. Perusahaan ini berkomitmen menyiapkan solusi tingkat dunia serta mendukung kerjasama pusat pertahanan dan luar angkasa secara langsung.

Dengan pengalamannya DS telah mampu membuat “digital mock up” yang juga akan digunakan untuk pesawat prototipe N 219 yang sedang dirancang bangun PTDI. Dengan demikian maka akan memudahkan para insinyur PTDI di engineering untuk menyelesaikan proses pembuatan rancang bangun pesawat N 219.

Sebagai salah satu bukti kemampuan para insinyur PTDI adalah telah lulusnya mereka dalam audit (assesment) yang dilakukan para insinyur Airbus. Pada saat ini para insinyur di PTDI sedang melakukan pekerjaan berupa paket kecil untuk pesawat A 350 sebagai pintu masuk untuk proyek berikutnya. Menurut Bagus Eko paket tersebut merupakan salah satu jalan untuk membuka peluang proyek-proyek berikutnya yang lebih besar.

Sementara itu Dirut PTDI, Budi Santoso mengatakan bahwa kerjasama ini sungguh membuat PT DI semakin bernilai di mata internasional dan ini akan berdampak besar bagi kelancaran rancang bangun dan produksi N219, pesawat tempur KFX/IFX dan program-program lainnya.

Sumber: Bisnis Jabar
Posted by rhsukarsa at 3/31/20

March 29, 2012

Shopping list : TNI AL 2012-14

Kementrian Pertahanan dan DPR Bahas Shopping List hingga 2014 yang Dibiayai Pinjaman
28 Maret 2012

Marinir diusulkan untuk mendapatkan tambahan kendaraan 8×8 BTR-80A sebanyak 14 unit sehingga menjadi total 26 unit dan tank BMP-3F sebanyak 37 unit sehingga total menjadi 54 unit (photo : Kaskus Militer)

Ketua HLC dan Komisi I DPR Bahas Rencana Modernisasi Alutsista Melalui APP 2010-2014

Jakarta, DMC – Wakil Menteri Pertahanan dalam hal ini selaku Ketua High Level Comitte (HLC), Sjafrie Sjamsoeddin, bersama anggota Komisi I DPR RI, Senin (26/3) di Ged. DPR, Jakarta membahas rencana Modernisasi Alutsista dalam rangka kebutuhan TNI 2014 dengan menggunakan Alokasi Pinjaman Pemerintah (APP) atau Pinjaman Luar Negeri (PLN).

Ketua HLC pada kesempatan Raker tersebut mengatakan hingga tahun 2014 didalam proyeksi Minimum Esential Force khususnya modernisasi untuk Alutsista bergerak, Kemhan dan TNI ingin melengkapi postur kekuatan pertahanan di setiap Angkatan.

Sehubungan dengan hal tersebut, Kemhan juga memiliki rencana kebutuhan belanja (shopping list) alutsista bergerak prioritas hingga tahun 2014 akan mempergunakan pinjaman pemerintah dari luar negeri.

Lebih lanjut Wamenhan menjelaskan, untuk Mabes TNI hingga 2014 memerlukan kendaraan taktis dan kendaraan angkut amunisi 5 ton dengan jumlah besar yang menurut jumlah pagu mencapai 110 juta Dolar.

Sementara untuk Angkatan Darat, terdapat empat prioritas yang ingin dicapai, diantaranya Helikopter serang dan serbu termasuk persenjataan sebanyak 24 Unit, kendaraan tempur Main Battle Tank (MBT) jenis Leopard 2A6 sebanyak 44 Unit, ME Armed 155 Howitzer, Rudal MLRS dan Rudal Arhanud.

TNI AL mengusulkan untuk membeli tiga kapal multi-role light frigates ex Nakhoda Ragam class (photo : Deadmans Handle)

Sedangkan untuk proyeksi kebutuhan modernisasi Alutsista untuk Angkatan Laut, Kapal Pemukul dengan jenis Klas Korvet, Kapal Pendukung, pesawat Udara jenis CN-235 MPA dan Helikopter AKS, Tank Amfibi BMP-3F serta Panser Ambfibi BTR 80 A. untuk penawaran baru yakni 3 kapal Selam dan 2 Unit PKR namun bisa dikirim setelah tahun 2014 dan 3 unit Fregat (MRLF) namun juga masih dalam proses pengusulan anggaran.

Untuk Angkatan Udara, Shoping list ini tertuju kepada pengadaan SU-30 MK2 dan dukungannya, pengadaan pesawat angkut CN-295 sebagai pengganti pesawat F-27. Ditambah lagi pengadaan Helikopter Full Combat SAR Mission, pengadaan pesawat latih sebagai pengganti AS-202 & T-34C. Totalitas pagu yang di butuhkan untuk bisa memenuhi kebutuhan khusus untuk alutsista bergerak pioritas mencapai 3,741 juta Dollar.

Berkaitan dengan hal tersebut, Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Siddiq, pada akhir raker itu mengatakan, Komisi I DPR RI mendukung daftar pengadaan Alutsista TNI TA. 2010-2014 yang sumber pembiayaannya di alokasikan dari Alokasi Pinjaman Pemerintah (APP) Kemhan/TNI TA. 2010-2014.

Namun demikian Komisi I DPR RI memberikan beberapa saran, antara lain agar dapat mengupayakan dilakukannya amandemen terhadap daftar State Loan Agreement Tahun 2007 antara Pemerintah RI dengan Pemerintah Federasi Rusia, sehingga pengadaan 6 unit Sukhoi Su-30 MK2 dapat menggunakan skema pembiayaan State Credit.

Memperhitungkan dengan cermat kondisi dan spesifikasi, dislokasi serta proyeksi biaya pemeliharaan dan perawatan dalam pengadaan MBT Leopard 2A6. Memperhatikan dengan serius dampak penggunaan pesawat intai tanpa awak (UAV) terhadap kerahasiaan pertahanan dan keamanan RI. Memastikan kelayakan pembelian 3 unit kapal perang kelas Fregat (MRLF) oleh TNI AL.

Dikatakan Mahfudz Siddiq, Komisi I DPR RI mendesak Kemhan/TNI untuk terus melakukan pembenahan terhadap sistem adminstrasi dalam pengadaan Alutsista TNI. Menurut dirinya Komisi I DPR RI akan menyelesaikan pembahasan terkait permohonan pencabutan dana bertanda bintang untuk pengadaan barang/jasa melalui PHLN/KE, sebelum penutupan Masa Persidangan III Tahun Sidang 2011 – 2012.

Forum Raker pembahasan tentang rencana modernisasi alutsista ini juga dihadiri oleh Para Kepala Staf Angkatan, Sekjen Kemhan dan sejumlah pejabat di jajaran Kemhan dan TNI. (MAW/SR).

March 29, 2012

2014, Indonesia Siapkan Roket 100 Kilometer

2014, Indonesia Siapkan Roket 100 Kilometer
29 Maret 2012

Rencana pengembangan roket R-Han 122 (photo : Defense Studies)

BATURAJA, KOMPAS – Tahun 2014 ditargetkan Indonesia sudah mampu membuat sendiri roket berdaya jelajah di atas 100 kilometer. Roket tersebut merupakan proyek jangka panjang dan kolaborasi teknokrat dan birokrat.

“Ini sebuah perjalanan maraton kebangkitan industri pertahanan kita,” kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Rabu (28/3), seusai menyaksikan uji coba R-Han 122 milimeter di Pusat Latihan Tempur TNI AD Baturaja, Sumatera Selatan.

Uji coba ini sudah mengalami perkembangan dibandingkan uji-uji sebelurnnya. Sebelumnya, November 2011, peluncuran roket dilakukan dari dudukan berupa karung. Saat ini, PT Pindad sudah membuat peluncur roket yang terdiri atas 16 tabung.

Sjafrie menilai, terjadi kemajuan yang signifikan walaupun harus ada pengembangan kualitas. Rencana berikutnya adalah mengadakan transfer teknologi untuk perbaikan. “Targetnya, jarak tempuhnya tahun 2014 sudah tiga digit dan akan menggunakan seluruh kemampuan multilaunch rocket system,” ujarnya.

Saat ini R-Han 122 yang berkaliber 122 millimeter itu memiliki jarak tempuh 14 kilometer. Roket ini diproduksi bersama oleh Kementerian Pertahanan serta Kementerian Riset dan Teknologi.
PT Dahana membuat bahan peledaknya, PT Krakatau Steel membuat baja untuk nozzle dan merakitnya, sementara PT Dirgantara Indonesia memproduksi berbagai komponen seperti selongsong dan sirip.

PT Pindad membuat hulu ledak (warhead) dan memodifikasi mobil untuk peluncur 16 tabung yang bisa berputar 360 derajat.

“Uji coba hari ini penting karena berarti kita sudah membuktikan bahwa konsep kita sudah benar, tinggal memperbaiki saja,” kata Direktur Utarna PT Pindad Adik A Soedarsono.

Roket dalam strategi militer sangat penting dalam penangkalan dan penolakan.

Komandan Pusat Kesenjataan Artileri Medan Kodiklat TNI AD Brigjen Aryadi Patmanegara menjelaskan, kalau sudah bisa diproduksi di dalam negeri, akan sangat efisien. Sebab, seperti roket yang dibeli Singapura dan Malaysia, dengan jangkauan 43 kilometer dan 40 kilometer, harga seluruh sistemnya, termasuk 18 kendaraan peluncur, mencapai Rp 3 triliun. (EDN)

(Kompas)

March 28, 2012

Perjalanan Dinas Fiktif Marak Akibat Gaji PNS ‘Pas-pasan’

90% PNS harus di buang “ke laut dijadikan rumpon ” Prilaku PNS sudah BRENGSEK TOTAL !!

Rabu, 28/03/2012 09:57 WIB
Perjalanan Dinas Fiktif Marak Akibat Gaji PNS ‘Pas-pasan’
Herdaru Purnomo – detikFinance

Jakarta – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) banyak menemukan perjalanan dinas fiktif yang dilakukan pejabat negara di Kementerian/Lembaga (K/L) maupun Pegawai Negari Sipil (PNS). Apa sebabnya?

Auditor Negara ini menyebutkan salah satu faktor banyak oknum yang mengambil kesempatan ini dikarenakan gaji yang memang pas-pasan.

“Ini akar masalahnya selain memang ada oknum tak bertanggung tetapi memang dari gaji yang kurang mencukupi jadi faktor,” ungkap Wakil Ketua BPK, Hasan Bisri kepada detikFinance di Jakarta, Rabu (28/3/2012).

“Tidak semua K/L dapat remunerasi akibatnya cari tambahan uang dari perjalanan dinas itu,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, BPK menemukan banyak perjalanan dinas fiktif dalam laporan auditnya.

“Ini kan sama saja kerugian bagi negara. Kita minta Polisi bergerak kejar biro-biro jasa yang mampu memalsukan bukti pembayaran seperti tiket dan hotel,” kata hasan.

BPK memang menyebutkan banyak oknum yang bermain seperti biro perjalanan yang mampu membuat laporan hingga bukti perjalanan palsu.

“Dari tiket pesawat, hotel, sampai nota palsu makan di restoran bisa dipalsukan,” tutur Hasan.

(dru/dnl)

March 28, 2012

Dahlan Iskan Sedih BUMN ‘Dipaksa Setor’ Rp 2 Triliun oleh DPR

Mentri melankolis : ABIS Ngamuk gembel sekarang sedih

Rabu, 28/03/2012 17:37 WIB
Dahlan Iskan Sedih BUMN ‘Dipaksa Setor’ Rp 2 Triliun oleh DPR
Feby Dwi Sutianto – detikFinance

Jakarta – Menteri BUMN Dahlan Iskan menyesali keputusan Badan Anggaran (Banggar) DPR-RI yang meminta setoran dividen BUMN ke kas negara mencapai Rp 30,7 triliun. Padahal Komisi VI DPR sebelumnya mengesahkan setoran dividen hanya Rp 28 triliun.

Dahlan sungguh menyesal, pasalnya keputusan Banggar yang menginginkan tambahan Rp 2 triliun ini bisa dialokasikan untuk tambahan proyek strategis nasional.

Menurut Dahlan dari pemotongan Rp 2 triliun itu, BUMN bisa menghasilkan proyek startegis nasional senilai Rp 12 triliun dan tentunya dapat menyerap tenaga kerja yang banyak pula.

“Saya sangat menyesal mendengar keputusan tersebut, Rp 2 triliun kalah produktif dengan Rp 12 triliun usaha yang berputar,” kata Dahlan ketika Rapat dengan Komisi VI DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (28/3/2012).

Dahlan ingin mengalokasikan dana Rp 2 triliun untuk proyek strategis nasional seperti program 20.000 sapi untuk mendukung swasembada daging, swasembada beras, dan mebuat industri solar cell. Sementara itu menurut Sekjen Kementrian BUMN, Wahyu Hidayat, memilih mengalah demi menyelamatkan APBN.

Karena kementrian BUMN merupakan bagian dari pemerintahan. “Karena itu (setoran dividen) kebutuhan negara maka kita tidak ingin berdebat tentang itu,” kata Wahyu.

Selain itu, Dia menegaskan sebenarnya kalau dividen itu diputar pada tubuh perusahaan BUMN nantinya bisa menghasilankan pendapatan yang sangat besar.

“Kalau uang Rp 2 triliun tersebut diputar bisa menghasilkan 10 kali lipat,” imbuhnya.

March 27, 2012

Ini Rincian Harga Sukhoi dan Pendukungnya

Tuesday, March 27, 2012
Ini Rincian Harga Sukhoi dan Pendukungnya
Sejumlah prajurit TNI AU bersama tentara AU Rusia menurunkan pesawat sukhoi dari perut pesawat Antonov milik Rusia setibanya di Bandara Hasanuddin Makassar, Jumat (26/12). Dua pesawat tersebut merupakan pesanan TNI AU dari enam yang akan dibeli. (Foto: As/Yusran Uccang/ant)

26 Maret 2012, Jakarta: Pengadaan enam unit pesawat tempur jenis Sukhoi SU-30MK2 dari Rusia dinilai berbagai pihak, termasuk di Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat, terjadi dugaan penggelembungan harga atau mark up. Bahkan, masalah itu sampai dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

Pemerintah membantah tudingan itu. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Marsekal Madya (TNI) Eris Herryanto menyebut pihaknya sudah menekan harga yang diajukan Rosoboron eksport selaku perwakilan pemerintah Rusia di Indonesia.

Eris menjelaskan, awalnya Rosoboron eksport mematok harga berbeda untuk tahun pengantaran yang berbeda. Satu unit pesawat yang diantar tahun 2012, kata dia, dipatok harga 55.980.000 dollar AS. Adapun pesawat yang diantar tahun 2013 seharga 59.000.000 dollar AS.

“Menurut kami itu tidak lazim harga berbeda,” kata Eris saat rapat dengan Komisi I DPR, Jakarta, Senin (26/3/2012). Selain Eris, hadir Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan para pejabat Kemenhan dan Mabes TNI.

Singkat cerita, setelah negosiasi, harga berubah. Menurut Eris, satu unit Sukhoi tanpa membedakan tahun pengantaran seharga 54.800.000 dollar AS. Tak hanya untuk biaya enam unit pesawat. Adapula biaya lain dengan total 470 juta dollar AS.

Berikut rincian harga pengadaan Sukhoi dengan pendukungnya versi Kemenhan:

1. 6 pesawat @ 54.800.000 dollar AS: 328.800.000 dollar AS;
2. 12 unit engines AL-31F series 23 @ 6.490.000 dollar AS: 77.880.000 dollar AS;
3. Spare parts, tools, ground maintenance: 35.147.464 dollar AS;
4. Removable Role Equipment: 19.056.000 dollar AS;
5. Spare Parts for Removable Role Equipment: 1.026.223 dollar AS;
6. Pyrotecnical Means: 136.512 dollar AS;
7. Aircrew Equipment: 1.838.800 dollar AS;
8. Training 10 pilot dan 35-50 teknisi: 6.115.000 dollar AS.

Wakil Ketua Komisi I TB Hasanuddin mengatakan, pihaknya baru menerima rincian harga dari pemerintah. “Selama ini hanya bentuk gelondongan. Rincian itu bisa kita cek nanti valid atau tidak,” kata dia.

Sumber: KOMPAS

+++++++++++++++++++

Wamenhan Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin-Kemhan Tidak Kenal Agensi
Sejumlah prajurit TNI AU bersama tentara AU Rusia menurunkan pesawat sukhoi dari perut pesawat Antonov milik Rusia setibanya di Bandara Hasanuddin Makassar, Jumat (26/12). Dua pesawat tersebut merupakan pesanan TNI AU dari enam yang akan dibeli. (Foto: ANTARA/As/Yusran Uccang)

27 Maret 2012, Jakarta: Seperti apa sebenarnya keterkaitan antara kontrak pengadaan Sukhoi ini dan PT Trimarga Rekatama?

PT Trimarga ini tidak ada kaitannya dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan).Partner Kemhan itu PT Rosoboronexport. Jadi, bukan PT Trimarga. Kita tidak pernah berhubungan dengan PT Trimarga.

PT Rosoboronexport yang menggunakan PT Trimarga untuk melancarkan kegiatan-kegiatan administrasi dalam rangka distribusi, dalam rangka proses-proses komunikasi Rosoboronexport di Jakarta. Persoalan Trimarga ini persoalan di luar manajemen Kemhan.

Tapi Kedutaan Besar Rusia di Jakarta membantahnya?

Ya, sebaiknya ditanyakan langsung kepada Rosoboronexport, karena yang menentukan siapa pembantunya itu ya mereka, Rosoboronexport, bukan kedutaan besar.

Dalam rapat-rapat yang selama ini dilakukan, apakah Trimarga juga ada di sana?

Saya ini memimpin tim evaluasi pengadaan, pada saat saya menjabat sekjen kemhan. Tidak ada satu pun agen yang ikut serta dalam tim evaluasi pengadaan,kecuali produsen.

Apakah keberadaan PT Trimarga berpengaruh terhadap nilai kontrak?

Tidak. Sama sekali tidak. Rosoboronexport itu menunjuk unsur bantuannya yang namanya PT Trimarga. Dan, dia secara administrasi menyatakan itu.

Apakah pada saat pengadaan Sukhoi tahap pertama saat dipimpin Presiden Megawati Soekarnoputri,sudah menggunakan PT Rosoboronexport?

Kita selalu interaksi dengan Rosoboronexport sejak 2003. Itu sudah diatur oleh pemerintah Rusia.

Lantas, apa bedanya pembelian sekarang dengan era saat itu?

Jauh berbeda. Perbedaannya, proses penyelenggaraan pengadaan di Kemhan itu adalah government to government. Kemudian kedua, government to production.Tidak menggunakan rekanan atau agen. Selain itu, Kemhan memiliki filter yang disebut Tim Evaluasi Pengadaan (TEP). Di situ diambil kesimpulan, apakah kebutuhannya pengguna sama tidak dengan kemampuan produsen?, sama tidak dengan operational equipment?, sama tidak dengan peraturan yang ada?

Kalau sama, Ketua TEP dalam hal ini Sekjen Kemhan, akan mengambil kesimpulan. Itu pun harus diperiksa kembali oleh Wamenhan. Pada waktu Wamenhan belum ada, semua itu dicounter checklagi oleh Menhan kepada Sekjen Kemhan. Tapi karena sekarang ada Wamenhan, itu menjadi filter terakhir Menhan untuk mengambil keputusan. Dan saat interaksi, kita tidak pernah melibatkan rekanan dalam mengambil keputusan. Di Kemhan tidak kenal agen. Agen itu hanya dipakai rekanan untuk memperlancar kerjanya.

Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin-Pembelian Itu Sudah Benar

Bagaimana tanggapan Bapak terkait proses pengadaan Sukhoi ini?

Pertama, saya ucapkan terima kasih kepada siapa pun,termasuk ICW, karena dengan itu rincian menjadi terbuka. Selama ini,kita tidak mendapatkan itu.Ke depan,ini akan menjadi pembelajaran DPR dan pemer i n t a h agar proses lebih trans-parandan lebih valid dalam membuat perencanaan.

Nah, soal tadi itu, kita akan dorong, jadi tidak lagi menoleh masalah tadi, tapi kita akan dorong mungkin kita akan cari klarifikasi ke PT Rosoboronexport, mungkin ke kedutaan dan kalau mungkin pakai saja state credit.Dan diamendemen (shoping list) dimulai dari nol lagi.

Jadi belum ada skandal?

Yang bilang ada skandal siapa? Justru kita baru mulai, belum selesai,belum memproses. Tapi masalahnya bagus, ada masukan,lalu kita coba buka lagi karena kalau diteruskan ada potensi.Itu baru potensi (skandal).

PT Trimarga sudah bermitra sejak dulu. Bagaimana Bapak menanggapinya?

Wah, saya tidak tahu soal PT itu, soal broker yah. Saya tidak tahu. Kalau saya mempertanyakan juga tidak yakin mendapat. Tetapi, silakan publik mencari dan informasikan ke kami,bantu kamilah.

Adakah beda mekanisme pembelian Sukhoi yang sekarang dengan pada tahap pertama dulu?

Kalau pembelian secara langsung, saya tidak tahu, saya harus pelajari yang lama. Namun, menurut saya,dalam proses pembelian (yang dulu) itu, Kemhan sudah benar. Bahwa kemudian konon itu memakai sistem imbal beli, itu merupakan keputusan yang kemudian juga diakui oleh DPR saat itu.

Jadi,menurut Bapak tidak ada masalah?

Setahu saya tidak ada masalah. Dalam proses seperti ini, siapa pun presidennya, tidak sampai ikut dalam tawar-menawar harga dan lain sebagainya. Siapa pun presidennya,saya yakin tidak ikut tawar-menawar harga. Kami pun tidak tahu bahwa (untuk pembelian sekarang) akan terjadi tawar-menawar dan ternyata bisa,sehingga harga jatuh pada angka USD54,8 juta.Jadi,mari kita fokuskan pada prosedur unit-unit operasional itu yang harus kita benahi dan tadi juga ada pernyataan dari wamenhan agar struktur perencanaannya itu disesuaikan lagi.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan jika pembelian Sukhoi pertama penuh skandal. Saat itu adalah proyek Presiden Megawati Soekarnoputri. Tanggapan Bapak?

Saya tidak tahu. Tapi saya harus menghormati Pak SBY. Siapa pun,yadiusut saja.Ya to? Silakan diusut. Sama kok, presiden tidak sampai mengurusi jual-beli. Kita yang ingin adalah tidak boleh terjadi penggelembungan harga pada pokok dan di DPR, di mana sajalah.

Sumber: SINDO

March 27, 2012

IKEA furniture stores to open in Indonesia

Source : kontan online

++++++++++++++++++++++++++=
IKEA furniture stores to open in Indonesia

Oleh Edy Can – Selasa, 27 Maret 2012 | 08:51 WIB

0 Komentar
Telah dibaca sebanyak 63 kali
Komentar

Berita Terkait
IKEA set to enter RI’s market
JAKARTA. Those looking for affordable, ready-to-assemble furniture products of world renowned IKEA shall no longer be bound for Kuala Lumpur or Singapore, as the company will set foot in Indonesia from 2014.

Indonesian publicly-listed retail giant PT Hero Supermarket (HERO) was the one tapping the opportunity to secure the franchise of IKEA, whose concept and trademark are owned by Netherlands-based Inter IKEA Systems B.V.

Both companies inked the franchise development deal last Thursday, according to a statement submitted to the Indonesia Stock Exchange (IDX) on Monday.

“According to the franchise development agreement, IKEA gives rights and responsibilities to the company [Hero] to open and operate IKEA stores in Indonesia,” the statement said, without providing details on the investment value and store locations.

“The company [Hero] must establish IKEA stores according to the agreed quantity starting from 2014 to 2021. There are possibilities to increase the number of IKEA stores after the period ends.”

Hero corporate secretary Vivien Goh also declined to disclose details on the company’s plan on IKEA when contacted by The Jakarta Post.

Indonesia’s consumer goods sector has been seen as a lucrative market in recent years, as the country’s economy, which is heavily reliant on household consumption, grew above global averages at more than 6 percent in the past two years.

IKEA’s presence in Indonesia — which will add to the Swedish furniture retailer’s 325 stores in 35 countries — will boost competition among home improvement retailers like PT Ace Hardware Indonesia (ACES) and PT Cahaya Sakti Multi Intraco, which owns the Olympic Furniture network.

Ace Hardware has 57 stores nationwide, while there are 49 Olympic Furniture branches with 30 distribution points to supply products to more than 3,600 traditional stores and 250 modern retail outlets.

“Like Olympic, IKEA offers functional furniture products for a low price and targets middle-to-low income society,” said Ambar Tjahyono, chairman of Indonesian Furniture Industry and Handicraft Association (Asmindo), who believed that Olympic would be the most affected by IKEA’s presence in Indonesia.

Ambar, however, remained upbeat that the IKEA expansion would not hurt the furniture industry in Southeast Asia’s top economy, due to the quality and uniqueness of other products.

Meanwhile, the Indonesian Franchise Association (AFI) saw an opportunity from IKEA’s arrival.

“We can learn how to improve and renew designs of our furniture,” AFI chairman Anang Sukandar said.

IKEA is among many companies looking to tap the rising consumer demands from the Indonesian economy, the fourth-largest in the world, after crises in Europe shifted attention to emerging markets.

“There are about 50 Malaysian companies, 10 Singaporean and 16 United States firms who want to join an exhibition to be held in June. If they want to join the exhibition, it is likely that they want to enter the country,” Anang said.

Shares of Hero rose to an all-time high of Rp 19,400 a piece following the IKEA franchise deal announcement on Monday, up 8.38 percent from the prior day. As of December, Hero operated 533 stores, including the Hero and Giant supermarkets. (Raras Cahyafitri/ The Jakarta Post)

March 26, 2012

Dipo Alam: Menhan-Menko Perekonomian Tak Tahu Pembelian Sukhoi Masa Lalu

Bisnis senjata adalah metode paling wokeh untuk fundraising dana politik. Sejak jaman si Harto bisnis senjata selalu jadi bagian bagi bagi jatah elite politik di negeri ini. Serangan Dipo Alam adlah jawaban soal praktek percaloan pembelian pesawat Sukhoi terakhir, yang salah satu calo nya dekat dengan Menhan dan istana.

25 Maret 2012, Jakarta: Sekretaris Kabinet Dipo Alam mengisyaratkan proses pengadaan pesawat tempur Sukhoi pada rentang 2003-2004 ‘gelap’. Proses pengadaan Sukhoi saat itu tidak banyak pejabat terkait yang tahu, di antaranya Menko Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro Jakti, Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono dan Menhan (alm) Matori Abdul Jalil.

“Saya menanyakan kepada Pak Matori termasuk dengan eselon satunya. Bagaimana prosesnya. Mereka tidak tahu. Hal itu saya tanyakan karena Pak Dorodjatun sebagai Menko Perekonomian menanyakan kepada saya. Jadi tidak ada yang tahu, termasuk Pak Presiden yang ketika itu menjadi Menko Polkam,” kata Dipo di sela-sela perjalanan menuju Seoul, Korea Selatan, Minggu (25/3).

Kala itu, Dipo menjadi Deputi Menko Perekonomian. Menurut Dipo, pejabat yang mengetahui proses pengadaan hanyalah Menperindag Rini Suwandi, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto. Kemudian, Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Cheppy Hakim, Kepala Bulog Widjanarko Puspoyo dan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Deperindag Sudar SA Gantika Riyanto.

“Pengadaan sudah berlanjut dan katanya pakai sistem counter trade. Rini suwandi yang menjelaskan kepada saya, bahwa counter trade itu adalah menukar kelapa sawit dengan Sukhoi. Itu yang saya tahu,” katanya. Dipo sempat beradu argumen dengan Rini mengenai pengadaan Sukhoi dengan counter trade. Soalnya, konsep itu pada akhirnya akan membebani APBN, yang memang saat itu tidak ada alokasi anggaran khusus untuk membeli Sukhoi.

“Saya bilang ke Bu Rini, bahwa pemerintah bukan VOC. Kelapa sawit kan yang punya swasta, ujung-ujungnya APBN juga yang harus mengganti kelapa sawit swasta yang dibarter dengan Sukhoi. Jadi, saya tidak percayalah dengan soal counter trade itu,” katanya.

Di kemudian hari, berdasarkan info yang diberikan Dirjen Anggaran Departemen Keuangan Anshari Ritonga, uang penggantian kelapa sawit itu diambil dari pos anggaran penanggulangan bencana alam. Sayangnya, Dipo lupa berapa jumlah uang yang dipakai.

“Seandainya tsunami terjadi pada 2003, kita tidak ada lagi dananya. Itu yang saya tahu,” kata Dipo. Ada sejumlah opsi pembelian lain yang bisa digunakan dan lebih menguntungkan, yakni offset strategy. Yakni Sukhoi dibarter dengan pesawat buatan Indonesia, yakni CN-235.

Dengan begitu, PT DI bisa berkembang dan pesawat buatan Indonesia bisa dipakai tidak hanya untuk militer tapi juga untuk ke daerah-daerah Rusia yang miskin. Selain itu, India pertama membeli Sukhoi langsung dari Rusia. Namun, untuk selanjutnya, Sukhoi harus dibuat di India.

“Dan Rusia setuju. Itu baru cara jitu ketimbang counter trade yang pakai kelapa sawit,” Kata Dipo.

Sumber: Jurnas
Posted by rhsukarsa at 3/26/2012 03:50:00 PM 0 comments Links to this post
Email This
BlogThis!
Share to Twitter
Share to Facebook

Labels: Hankam
Reactions: