Archive for ‘Top Indonesian Woman Entrepreneur company’

December 4, 2017

Jadi Wanita Terkaya di Indonesia, Harta Arini Subianto Capai Rp 11 Triliun

SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN
Kompas.com – 04/12/2017, 08:32 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi(PIXABAY.com)

JAKARTA, KOMPAS.com — Majalah Forbes baru-baru ini merilis daftarorang terkaya di Indonesia bertajuk Indonesia’s Rich List. Di dalam daftar tersebut terdapat dua wanita yang merupakan wanita terkaya di Indonesia.

Arini Sarraswati Subianto (46) menjadi wanita terkaya di Indonesia. Dia berada di peringkat ke-37 daftar 50 orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan mencapai 820 juta dollar AS atau setara Rp 11,07 triliun dengan asumsi Rp 13.500 per dollar AS. Menurut Forbes, kekayaan Arini berasal dari minyak sawit dan batubara.

Arini merupakan Presiden Direktur PT Tri Nur Cakrawala, PT Pandu Alam Persada, dan PT Persada Capital Investama. Ia memperoleh gelar sarjana pada 1994 dari Parsons The New School for Design, AS, dan gelar MBA pada 1998 dari Graduate School of Business at Fordham University.

Arini Sarraswati Subianto
Arini Sarraswati Subianto(FORBES)

Ia merupakan putri dari pengusaha Benny Subianto. Sang ayah, yang merupakan pemegang saham PT Adaro Energy Tbk, wafat pada Januari 2017.Baca juga: Bertahan 9 Tahun, Hartono Bersaudara Tetap Jadi Orang Terkaya di Indonesia

Selain Arini, wanita yang masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia adalah Kartini Muljadi (87). Forbes mengestimasikan kekayaannya mencapai 680 juta dollar AS atau setara sekitar Rp 9,1 triliun.

Kartini memiliki latar belakang hukum, pernah menjadi hakim, dan mendirikan biro konsultan hukum Muljadi&Rekan.

Ia adalah lulusan Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan Universitas Indonesia. Kartini memperoleh gelar sarjana pada 1958 silam.

Kartini juga merupakan pebisnis dan anak-anaknya pun berkecimpung sebagai pengusaha. Ia memiliki saham pada PT Tempo Scan Pacific Tbk.

Advertisements
February 26, 2017

Orasi Ilmiah Susi di Depan Akademisi: Percuma Sarjana Kalau Malas

Minggu 26 Feb 2017, 09:00 WIB

Maikel Jefriando – detikFinance
Orasi Ilmiah Susi di Depan Akademisi: Percuma Sarjana Kalau MalasFoto: Dok. KKP
Malang – Sebagai negara maritim, Indonesia harus mampu memprioritaskan pembangunan kelautan dan perikanan Indonesia. Untuk itu, diperlukan partisipasi aktif akademisi untuk memberikan sumbangsih nyata bagi pembangunan kelautan dan perikanan, yakni sebagai agen perubahan.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti saat memberikan orasi ilmiah pada wisuda ke 83 angkatan I tahun 2017 di Universitas Muhammadiyah Malang dengan tema “Prioritas Pembangunan Kelautan dan Perikanan Indonesia”.

“Saya meminta akademisi menjadi partisipan aktif, agen perubahan, yaitu mengubah bangsa kita menjadi bangsa yang tadinya agriculture menuju maritim”, ungkap Susi dalam siaran pers yang dikutip detikFinance, Minggu (26/2/2017)

Susi menilai, mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia bukanlah cita-cita ambisius, tapi juga memerlukan sikap dan cara berpikir realistis. “Poros maritim itu bukan hanya sekedar kegiatan di dalam negeri. Poros adalah sebuah titik tolak dari putaran kemana mana. Sebagai negara maritim kita harus menjaga laut kita, karena laut merupakan masa depan bangsa” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Susi menceritakan perjuangannya dalam melanjutkan hidup, dengan bermodalkan ijazah SMP. “Dengan ijazah SMP saya tidak bisa apa-apa, hanya jualan ikan. Saya pulang kampung ke Pangandaran. Dari jualan ikan 5 kilo, jadi 5 ton. Hingga lama-lama bisa ekspor”, kenangnya.

Menteri Susi pun berpesan kepada ratusan wisudawan yang hadir untuk tidak mudah pantang menyerah. “Dont give up! Karena percuma punya title sarjana namun malas dan mudah menyerah”, tandas Susi.

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan Universitas Muhammadiyah Malang, tentang pelaksanaan tridharma perguruan tinggi di bidang kelautan dan perikanan.

Selain itu, kesepakatan bersama juga ditandatangani dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang juga turut hadir dalam wisuda tersebut. Kerjasama yang disepakati terkait pengembangan sumber daya kelautan dan perikanan (KP) melalui pendidikan dan kebudayaan, yang mencakup fasilitasi pendukung penyelenggaraan pendidikan di bidang KP, peningkatan mutu dan kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan, peningkatan kapasitas SDM di bidang KP, pertukaran tenaga ahli, pemanfaatan data dan informasi serta pemanfaatan sarana dan prasarana.

Adapun kerjasama dengan UMM adalah mencakup aspek pendidikan (kuliah tamu, pelatihan, magang kerja di bidang KP serta pertukaran tenaga ahli/pakar), aspek penelitian (pendampingan penyusunan regulasi di bidang KP serta kerja sama di bidang pengembangan potensi sumber daya laut dan perikanan), aspek pengabdian masyarakat (penempatan mahasiswa kuliah kerja nyata di perbatasan dan daerah tertinggal serta kawasan pesisir), dan aspek pemanfaatan sarana dan prasarana milik kedua pihak dalam menunjang kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Pengembangan Kawasan Pesisir. (mkj/mkj)

February 4, 2014

Bravo Agnes Monica !

Artis ini bukan saja cantik dan sexy tapi juga cerdas dan sangat disiplin . Cerdas dan disiplin yang kadang tidak dimiliki oleh insan kreatif Indonesia. Lihat saja mereka hanya banyak menjiplak atau mengikuti trand. Dan soal disiplin : itu yang palin jarang dimiliki oleh orang Indonesia. Sudah merasa dirinya jagoan biasannya langsung bermalas malasan, tidak mau belajar dan bertindak seenaknya . Mungkin artis Indon yang paling parah soal disiplin adalah Reza A, sekarang dia hanya bisa mengisi acara di kota kecil saja..
 
 
 
SENIN, 03 FEBRUARI 2014 | 14:56 WIB

Agnes Monica Dikontrak Label Musik Internasional

Agnes Monica Dikontrak Label Musik Internasional

Foto Agnes Monica bersama penyanyi dan pembuat lagu, Robert Sylvester Kelly saat hadir di acara penghargaan Grammy Awards di Los Angeles, Amerika Serikat. twitter.com/agnezmo

  

TEMPO.COJakarta – Perjuangan Agnes Monica untuk go international kini berbuah manis. Agnes baru saja dikontrak oleh Sony Music Global, label musik internasional yang banyak menaungi musikus dunia.

Agnes membagi kabar bahagia ini lewat akun Twitter-nya. “IT’S OFFICIAL! Thanking all my fans! It’s all bcuz of u #signed to #SonyMusicGlobal #SonyUSA #TheCherryParty #RAL,” tulis Agnes.

Agnes lalu mengunggah fotonya bersama Timbaland, produser tekenal asal Virginia. “Thanks Jesus Christ, my Lord and Savior for guiding me all my life… You are my inspiration. I love You!” tulisnya lagi.

Pelantun Coke Bottle tersebut tidak menjelaskan detail mengenai kontraknya dengan label musik internasional itu. Ia hanya bisa bersyukur atas perjuangannya selama ini. “One thing I’m gonna cherish my whole life,” tulisnya lagi.(Baca: Go Internasional, AgnesMonica Masih Kerja Keras )

Sony Music Global merupakan label musik internasional yang menaungi sejumlah musikus kenamaan dunia, antara lain Miley Cyrus, Justin Timberlake, Britney Spears, Avril Lavigne, dan Celine Dion.

RINA ATMASARI

 

January 15, 2014

Tumbuh Semangat Kewiraswastaan

Sayang jumlah koruptor dan kriminil  masih lebih banyak

 

 

Wiraswasta Ciptakan Lapangan Kerja Baru

 

 

 

 

JAKARTA, KOMPAS — Semangat kewiraswastaan di Indonesia semakin meningkat. Hal itu terlihat dari peningkatan jumlah peserta ajang ekspo dan pameran kewiraswastaan yang diadakan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Ajang ini diikuti 6.725 mahasiswa.

Bank Mandiri menggelar ekspo atau pameran kewiraswastaan pada 15-19 Januari 2014 di Istora Senayan, yang diikuti 136 wiraswasta dan mitra binaan Mandiri. Dalam acara besok, penghargaan juga akan diberikan bagi Wirausaha Muda Mandiri (WMM) dan Mandiri Young Technopreneur (MYT).

”Program WMM dan MYT ini untuk mendorong generasi muda Indonesia berwiraswasta sehingga mengurangi ketergantungan pada ketersediaan lapangan pekerjaan,” kata Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Pahala N Mansury di Jakarta, Senin (13/1).

Peningkatan angka kewiraswastaan, kata Pahala, akan meningkatkan kesejahteraan lingkungan sekitar. Hal ini akan mendorong perekonomian Indonesia.

Diikuti 6.725 peserta

WMM diikuti 6.725 mahasiswa dari 516 perguruan tinggi di Indonesia, sedangkan MYT diikuti 837 tim. Jumlah peserta WMM pada tahun 2012 sebanyak 4.725 peserta. Jumlah peserta ini naik dibandingkan dengan tahun 2011 yang sebanyak 3.751 peserta.

”Kami optimistis semakin banyak generasi muda yang menjadi pencipta lapangan kerja, yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang jauh lebih baik,” ujar Pahala.

Akhir tahun lalu, Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo mengungkapkan, jumlah wiraswasta di Indonesia masih kurang. Di Indonesia, rasio jumlah wiraswasta terhadap jumlah penduduk baru sekitar 1,56 persen. ”Padahal, idealnya 2 persen,” kata Agus.

Ekonom Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Doddy Ariefianto, yang dihubungi Selasa (14/1), menyambut positif soal wiraswasta di Indonesia. Menurut dia, wiraswasta memberikan kontribusi positif bagi perekonomian dalam negeri meskipun ia menyoroti masih rendahnya rasio jumlah wiraswasta terhadap jumlah penduduk di Indonesia.

 

 

”Peran wiraswasta sangat besar dalam menyumbang perekonomian di dalam negeri. Ia bisa merekrut banyak orang dalam usahanya,” katanya(IDR)

KOMENTAR
January 6, 2014

FemaleDev, Menyemai Bibit “Kartini Teknologi”

                            

Dibaca: 118

Komentar : 0

 
Share:

 

 
FemaleDev
Logo FemaleDev

KOMPAS.com – Perempuan seringkali dipandang sebelah mata, terutama dalam bidang yang didominasi oleh laki-laki semacam Teknologi Informasi. Anggapan bahwa kaum hawa hanya terbatas pada peranannya sebagai “istri”, “ibu”, dan “anak” ternyata masih dialami oleh profesional wanita, bahkan di tanah IT sekelas Silicon Valley sekalipun.

Hal inilah yang mendasari digagasnya FemaleDev, sebuah organisasi yang mewadahi para wanita pengembang aplikasi di Tanah Air. Berbekal misi menumbuhkan generasi pemimpin perempuan Indonesia di dunia teknologi, para perempuan programmer yang tergabung dalam FemaleDev hendak membuktikan bahwa mereka setara dengan, bahkan bisa lebih baik dari, kaum Adam dalam hal penguasaan IT.

“Dulu, teman-teman saya para wanita coder banyak yang punya keahlian, tapi mereka tidak terlihat, tidak muncul ke permukaan,” ujar Lidya Novianti dari Kibar Kreasi Indonesia yang menjadi inisiator awal FemaleDev. Ketika ditemui KompasTekno di kantor Kibar di bilangan Menteng, Jakarta, Sabtu (4/1/2014), Lidya sedang bergabung bersama para anggota FemaleDev yang tengah mengadakan pertemuan nasional pertama mereka.

Sejak didirikan pada Februari 2013 lalu, FemaleDev telah memiliki lebih dari 1.000 orang anggota yang semuanya merupakan para perempuan developer aplikasi. Mereka berasal dari 9 kota yang tersebar di seluruh Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Makassar, Pontianak, dan Medan.

Sabtu itu, sebanyak 20 orang perwakilan dari wilayah-wilayah tersebut berkumpul di Jakarta untuk memperkuat kolaborasi sekaligus belajar berbagai ilmu baru dari sejumlah pembicara yang sengaja didatangkan, termasuk Amanda Surya, perempuan Indonesia yang bekerja sebagai Developer Relation Manager di kantor pusat Google di Mountain View, Amerika Serikat. Amanda lah yang mengatakan bahwa diskriminasi terhadap perempuan di bidang IT masih terjadi, bahkan di pusat teknologi sekaliber negeri Paman Sam.

Berangkat dari pemanis

Dituturkan oleh Lidya, ide mendirikan FemaleDev berawal dari keprihatinannya mengenai pandangan umum terhadap para perempuan yang berkiprah di bidang teknologi.

Cewek coder jebolan program CEP-CCIT di Fakultas Teknik Universitas Indonesia ini, misalnya, mengatakan bahwa para mahasiswi di kelas kuliahnya dulu selain berjumlah sedikit juga dianggap hanya sebagai “pemanis” alias dipandang sebelah mata oleh para programmer laki-laki.

Persepsi yang berlaku di kalangan kolega pria di lingkungannya, menurut Lidya, adalah bahwa para perempuan developer tidak sanggup bekerja dengan “serius” seperti menangani proyek hingga selesai dan begadang mengejar deadline.

Alhasil, para wanita seringkali tak dianggap sebagai bagian dari sebuah tim developer. Mereka lebih sering diminta membawakan presentasi, pitching, atau mengerjakan hal terkait administrasi, kalau bukan dibebani tugas menyelesaikan sebagian besar pekerjaan.

oik yusuf/ kompas.com
Perwakilan anggota FemaleDev dari 9 kota di Indonesia menyimak sesi sharing ilmu dari Prami Rachmiadi, Country Agency Lead Google di kantor Kibar Kreasi Indonesia, Jakarta, Sabtu (4/1/2014)

Padahal, lanjut Lidya lagi, meski tak memiliki ketahanan fisik setinggi kaum Adam, para wanita coder memiliki kelebihan lain berupa ketelatenan dan perhatian mendalam terhadap detil-detil programming.

Pengalaman Lidya berlanjut ke berbagai organisasi developer yang diikutinya, yang kebanyakan memang didominasi oleh pria. “Oleh sebab itu teman saya kebanyakan cowok, karena memang perempuan jarang sekali di bidang ini,” ucap Lidya.

Meski mendapati dirinya sebagai bagian dari kaum minoritas, Lidya menolak pasrah dengan keadaan yang kurang menguntungkan bagi para perempuan coder. “Aku tidak percaya orang-orang bilang bawa cewek itu tak bisa, cewek itu sebenarnya mampu, tapi mereka mungkin tidak punya wadahnya.”

Dia lantas berusaha melacak organisasi yang mewadahi para perempuan programmer, tapi tak menemukan apa yang dicarinya. Para wanita memang eksis di perkumpulan-perkumpulan developer, namun jumlahnya masih jauh lebih sedikit dibandingkan pria dan relatif terpinggirkan.

Hingga kemudian muncullah ide mendirikan organisasi sendiri bernama FemaleDev. Berbekal dukungan dari Kibar, Lidya memberanikan diri menggalang para wanita developer aplikasi dari seluruh Nusantara. Tujuannya sederhana, yaitu menyediakan wadah bagi para srikandi bidang teknologi ini agar saling mengenal antara satu dan yang lainnya sehingga tak merasa sendiri.

Bertemu dan tambah ilmu

Lebih dari sekedar wadah, FemaleDev turut memfasilitasi anggotanya dengan berbagai pelatihan alias workshop yang dipandu oleh mentor berpengalaman. Materi yang diajarkan mencakup programming hingga cara berbisnis atau entrepreneurship.

Sejak pertama diadakan pada 2 Februari 2013, workshop FemaleDev telah terselenggara sebanyak lebih dari 20 kali di 9 kota besar seperti tersebut di atas, dengan jumlah  pendaftar mencapai lebih dari 800. Umumnya, para peserta merasa senang karena bisa saling bertemu dengan sesama perempuan developer dan belajar ilmu-ilmu baru.

Ambillah Ifa, misalnya, mahasiswi IT di Universitas Gunadarma ini mengaku bangga bisa bertemu dengan teman-temannya, para cewek developer dari berbagai daerah. “Sebelumnya saya tidak tahu bahwa ada sebanyak ini, karena umumnya yang ditemui sehari-hari hanya sedikit,” ujar dia.

oik yusuf/ kompas.com
Stella, perwakilan anggota FemaleDev dari kota Pontianak mencoba kacamata pintar Google Glass

Lain lagi pengalaman Osiany, mahasiswi Teknik Kependidikan Informatika dari Univeristas Negeri Yogyakarta. Dia merasa terbantu dengan hands-on workshop FemaleDev yang banyak menyentuh teknologi terkini macam HTML5, AngularJS, hingga Google Maps API. Ini dinilainya lebih maju dibanding apa yang didapat di institusi pendidikan formal tempatnya belajar.

Bahkan, di pertemuan hari Sabtu itu, para perwakilan FemaleDev bisa menjajal Google Glass. Gadget canggih tersebut dibawa oleh Ivan Yudhi, orang Indonesia yang bekerja di Amerika Serikat. Ivan tergabung dalam komunitas Glass Explorer, yakni para pemilik versi beta dari kacamata pintar tersebut yang sekaligus berperan memberikan masukan mengenai perangkat itu pada Google. Nantinya, kacamata pintar ini akan turut dihadirkan secara permanen untuk keperluan pengembangan aplikasi bagi developer Indonesia.

Di samping workshop yang diselenggarakan langsung oleh Kibar selaku inisiator FemaleDev, para perempuan anggota organisasi ini juga aktif menggelar workshop sendiri dengan melibatkan kawan-kawan dari daerah lain.

Kartini baru

Seperti Lidya, Chief Executive Kibar Yansen Kamto mengatakan bahwa pihaknya juga menangkap persepsi keliru di kalangan programmer, bahwa perempuan itu tak bisa coding, padahal dalam kenyataan yang terjadi justru sebaliknya. Dia hendak mematahkan anggapan itu dengan mendukung komunitas yang memberdayakan perempuan.

“Ini adalah wadah mereka untuk saling menyokong, menyemangati, mendorong lebih banyak wanita untuk masuk ke dalam dunia teknologi.” ujarnya.

Dengan tergabung di dalam FemaleDev, diharapkan bahwa para wanita anggotanya bisa terus membuktikan diri dengan menciptakan karya yang bermakna, sekaligus memperkuat jaringan di antara mereka.

oik yusuf/ kompas.com Yansen Kamto, Chief Executive Kibar Kreasi Indonesia selaku inisiator FemaleDev

Para anggota FemaleDev sendiri merupakan mahasiswi yang masih aktif kuliah di kampus masing-masing. Menurut Yansen, hal ini sengaja dilakukan karena para developer muda tersebut masih memiliki mindset idealis yang terbuka terhadap kebaikan bersama. “Karena tujuan kita bukan hanya coding, tapi coding for good purpose.”

Yansen berharap FemaleDev dan para perempuan developer akan terus berkembang. Dia menargetkan workshop organisasi ini sudah bisa digelar di 20 kota menjelang akhir tahun 2014. Anggota pun diharapkan bisa semakin banyak dari daerah-daerah lain di seluruh Indonesia.

Melalui kesamaan mimpi dan visi, FemaleDev mengajak para perempuan developer untuk tampil dan mempimpin. “Mereka-mereka inila

March 2, 2013

Shinta Kamdani ‘Paling Perkasa’ di Indonesia

WANITA EKSEKUTIF ASIA :

Shinta Kamdani ‘Paling Perkasa’ di Indonesia

 

Sutarno Kamis,28 Februari 2013 | 12:59 WIB More Sharing Services Share on linkedin Share on email S

 

Sebaran 50 Top Eksekutif Wanita Asia 2013 No Negara Jumlah No Negara Jumlah 1 China 16 7 Indonesia 2 2 Hong Kong 8 8 Australia 2 3 India 8 9 Vietnam 2 4 Singapura 4 10 Filipina 2 5 Korsel 2 11 Malaysia 1 6 Jepang 2 12 Thailand 1 Sumber: Forbes, diolah JAKARTA—Siapakah wanita eksekutif yang paling berpengaruh dalam dunia bisnis di Indonesia? Mungkin Anda akan memberikan jawaban beragam atas pertanyaan tersebut. Namun di mata majalah Forbes eksekutif Indonesia yang paling berpengaruh dinobatkan kepada Shinta Widjaja Kamdani, dalam kapasitasnya sebagai Managing Director Grup Sintesa. Forbes menempatkan Shinta di peringkat ke-17 dalam daftar 50 Wanita Eksekutif Asia 2013. Selain Shinta, Indonesia mempunyai 1 wakil lagi di daftar 50 Top Eksekutif Wanita Asia, yaitu Bernadette Ruth Irawati, Presdir PT Kalbe Farma, yang menempati peringkat ke-37 (lihat tabel di bawah). Grup Sintesa dikenal sebagai perusahaan distributor produk konsumer. Di bawah komando Shinta, Grup Sintesa menjelma menjadi perusahaan konglomerasi dengan membawahi 17 anak perusahaan yang bergerak dalam bidang properti (6 perusahaan), industri (6), energy (2), dan produk konsumer (3). Grup Sintesa memiliki 6 anak perusahaan bidang properti, yaitu PT Puncak Mustika Bersama, PT Menara Peninsula, PT Menara Duta, PT Cipta Mustika, PT Minahasa Permai Resort Development, dan PT Hiyu Permai. Di bidang industri, Grup Sintesa memiliki 6 anak perusahaan, yaitu PT Griyaton Indonesia, PT Sinar Indonesia Merdeka, PT Tira Austenite, PT Alpha Austenite, PT Tanag Sumber Makmur, dan PT Tekun Asas Sumber Makmur. Sementara itu di bidang energi, Grup Sintesa memiliki dua anak usaha, yaitu PT Metaepsi Pejebe Powe Generation (Meppogen) dan PT Sintesa Asih Sejahtera. Adapun di bidang produk konsumer Sintesa memiliki 3 anak usaha, yaitu PT Tigaraksa Satria Tbk, PT Cipta Sintesa Mustika, dan PT Biolina Trio Sintesa. Shinta dikaruniai 4 anak hasil pernikahan dengan Irwan Kamdani Bos PT Datascript, yang dikenal sebagai distributor produk elektronika dan teknologi informasi termasuk sebagai agen tunggal merk Canon. Kalbe Farma kian Berkibar Satu lagi Wanita Eksekutif paling berpengaruh di Indonesai versi Forbes adalah orang nomor satu di PT Kalbe Farma Tbk, Bernadette Ruth Irawati Setiady. Sebagai Presiden Direktu PT Kalbe Farma, Keponakan Boenjamin Setyawan—pendiri Kalbe Farma—itu sukses membawa Kalbe Farma meraup omset US$1,2 miliar atau Rp11,6 trilun, sehingga perusahaan farmasi itu memiliki kapitalisasi pasar US$5,68 miliar atau Rp55,1 triliun. Kehadiran Ruth Irawati dan Shanti Kamdani membuat Indonesia disejajarkan dengan Jepang, Korea Selatan, dan Australia yang sama-sama memiliki 2 wakil di daftar Top 50 Eksekutif Wanita Asia 2013. China mendominasi peringkat tersebut karena menempatkan 16 eksekutif di daftar Forbes, diikuti Hong Kong dan India yang masing-masing diwakili 8 eksekutif. (sut) Daftar 50 Top Wanita Eksekutif Asia 2013 versi Forbes No Nama Jabatan Perusahaan Negara 1 Shobhana Bhartia Chairman and Editorial Director HT Media India 2 Sabrina Sih Ming Chao Chairman Wah Kwong Maritime Transport Holdings Hong Kong 3 Solina Chau Hoi Shuen Founder Horizons Ventures Hong Kong 4 Eva Chen Cofounder and CEO Trend Micro Jepang 5 Cheung Yan Chairman Nine Dragons China 6 Yvonne Chia Chief Executive Officer Hong Leong Bank Malaysia 7 Pollyanna Chu CEO Kingston Financial Group Hong Kong 8 Jennie Chua Cofounder/Director Beeworks Singapura 9 Chua Sock Koong Group CEO SingTel Singapura 10 Shenan Chuang CEO Ogilvy & Mather Greater China China 11 Dong Mingzhu Chairman and President Gree Electric Appliances China 12 Lourdes Josephine Gotianun Yap president and ceo Filinvest Development/Filinvest Land Filipina 13 He Qiaonv Founder and Chairman Beijing Orient Landscape China 14 Ho Ching Executive Director and CEO Temasek Holdings Singapura 15 Pansy Ho Managing Director / Chairman Shun Tak Holdings / MGM China Hong Kong/Macau 16 Hu Shuli Founder, Publisher and Editor-in-Chief Caixin Media China 17 Shinta Widjaja Kamdani Managing Director Sintesa Group Indonesia 18 Gail Kelly CEO Westpac Banking Australia 19 Kim Sung-Joo Founder/CEO / Chairman Sungjoo Group / MCM Holdings Korea Selatan 20 Chanda Kochhar Managing Director & CEO ICICI Bank India 21 Pearl Lam Founder and owner Pearl Lam Galleries Hong Kong 22 Irene Yun Lien Lee Chairman Hysan Development Hong Kong 23 Lee Mi-Kyung Vice Chairman CJ Entertainment & Media Korea Selatan 24 Ruby Lu General Partner DCM China 25 Olivia Lum Founder, Executive Chairman and Group CEO Hyflux Singapura 26 Mary Ma Xuezheng Cofounder and Chairman Boyu Capital Advisory Hong Kong 27 Mai Kieu Lien Chairman and CEO Vinamilk Vietnam 28 Luk Fion Vice Chairman Agile Property Holdings China 29 Kiran Mazumdar-Shaw Founder, Chairman and Managing Director Biocon India 30 Priya Paul Chairman APEEJAY SURRENDRA PARK HOTELS India 31 Pham Thi Viet Nga Chairman DHG PHARMACEUT ICAL JOINT STOCK CO Vietnam 32 Chitra Ramkrishna Joint Managing Director NATIONAL STOCK EXCHANGE India 33 Renuka Ramnath Founder, Managing Director and CEO Multiples Alternate Asset Management India 34 Preetha Reddy Group Managing Director Apollo Hospitals India 35 Margaret Ren Chairman Bank of America Merrill Lynch China China 36 Gina Rinehart Executive Chair Hancock Prospecting Australia 37 Bernadette Ruth Irawati Setiady President Director Kalbe Farma Indonesia 38 Shikha Sharma CEO and Managing Director Axis Bank India 39 Yoshiko Shinohara Chairman and President Temp Holdings Jepang 40 Sun Yafang Chairman Huawei Technologies China 41 Teresita Sy-Coson Vice chairman SM Investments Filipina 42 Jing Ulrich Managing Director and Chairman Global Markets, China JPMorgan Hong Kong 43 Wang Feng Ying General Manager Great Wall Motor China 44 Wang Yannan Cofounder, President and Director China Guardian Auctions China 45 Wu Yajun Chairman Longfor Properties China 46 Yang Lan Cofounder and Chairman Sun Media Group China 47 Yang Mianmian 71 President Haier Group China 48 Yuwadee Chirathivat President Centra l Department Store Thailand 49 Zhang Xin Cofounder and CEO Soho China China 50 Zhou Xiaoguang Cofounder and Chairman Neoglory Holdings Group China Sumber:Forbes

March 1, 2012

Hebat! 4 Wanita RI Masuk Jajaran 50 Pebisnis Paling Berpengaruh Se-Asia

Kamis, 01/03/2012 13:06 WIB
Hebat! 4 Wanita RI Masuk Jajaran 50 Pebisnis Paling Berpengaruh Se-Asia
Herdaru Purnomo – detikFinance

Jakarta – Majalah Forbes baru saja merilis 50 pebisnis wanita paling berpengaruh se-Asia. Ada 4 wanita Indonesia yang masuk. Siapa saja?

Forbes melansir para srikandi dari yang termuda berusia 36 tahun yang berprofesi sebagai seorang produser TV dan film Bollywood dan wanita asal Jepang yang tertua dimana berusia 77 tahun.

“Para perempuan ini menjadi bagian dalam meningkatkan kekuatan pertumbuhan ekonomi dalam kawasannya,” demikian seperti dilansir Forbes, Kamis (1/3/2012).

Dalam daftar tersebut, Forbes memasukkan 4 srikandi asal Indonesia yang juga masuk dalam jajaran 50 pebisnis wanita paling berpengaruh se-Asia. Mereka adalah Karen Agustiawan (Dirut Pertamina), Sri Hartati Murdaya (Pemilik Central Cipta Murdaya), Shinta Widjaja Kamdani (Sintesa Group), dan Wendy Yap (PT Nippon Indosari Corpindo).

Adapun ke-50 pebisnis wanita ini adalah :
Karen Agustiawan (Indonesia – 55 tahun) PT Pertamina
Vinita Bali (India – 56 tahun) Britannia Industries
Shobhana Bhartia (India – 55 tahun) HT Media
Laura Cha (Hong Kong – 62 tahun) HSBC Asia Pasific
Solina Chau (Hong Kong – 50 tahun) Horizons Ventures
Eva Chen (Japan – 52 tahun) Trend Micro
Linda Chen (Macau – 45 tahun) Wynn Macau
Cheung Yan (China – 55 tahun) Nine Dragons Paper
Chew Gek Khim (Singapore – 50 tahun) Straits Trading
Chua Sock Koong (Singapore – 54 tahun) Singapore Telecom
Wei Sun Chirstianson (China – 55 tahun) Morgan Stanley
Chu Lam Yiu (China – 42 tahun) Huabao International Holdings
Dong Mingzhu (China – 57 tahun) Gree Electric Appliances
Romi Haan (South Korea – 47 tahun) Haan Corp
Ho Ching (Singapore – 58 tahun) Temasek
Pansy Ho (Hong Kong – 49 tahun) Shun Tak Holdings/MGM China
Hyun Jeong-Eun (South Korea – 57 tahun) Hyundai Group
Shinta Widjaja Kamdani (Indonesia – 45 tahun) Sintesa Group
Yue-Sai Kan (China – 62 tahun) Yue Sai Kan Cosmetic
Ekta Kapoor (India – 36 tahun) Balaji Telefilms
Gail Kelly (Australia – 55 tahun) Westpac Banking
Kim Sung-Joo (South Korea – 55 tahun) Sungjoo Group/MCM Holdings
Chanda Kochhar (India – 50 tahun) ICICI Bank
Lee Mi-Kyung (South Korea – 53 tahun) CJ Entertainment&Media
Mai Kieu Lien (Vietnam – 58 tahun) Vinak
Olivia Lum (Singapore – 51 tahun) Hyflux
Cher Wang (Taiwan – 53 tahun) HTC
Kiran Mazumdar-Shaw (India – 58 tahun) Biocon
Zia Mody (India – 55 tahun) AZB&Partners
Siti Hartati Murdaya (Indonesia – 65 tahun) Central Cipta Murdaya
Junko Nakagawa (Japan – 46 tahun) Nomura Holdings
Chirstina Ong (Singapore – 63 tahun) Como Group
Gina Rinehart (Australia – 58 tahun) Hancock Prospecting
Shikha Sharma (India – 53 tahun) Axis Bank
Wang Shaw-Ian (Taiwan – 70 tahun) United Daily News
Yoshiko Shinohara (Japan – 77 tahun) tempstaff
Mallika Srinivasan (India – 52 tahun) Tractors&Farm Equipment
Liu Yang (Hong Kong – 47 tahun) Atlantis Capital Group
Sun Yafang (China – 56 tahun) Huawei Technologies
Teresita Sy-Coson (Philippines – 61 tahun) SM Investment Corp
Jing Ulrich (Hong Kong – 44 tahun) JP Morgan
Wang Fengying (China – 41 tahun) Great Wall Motor
Wu Yajun (China – 47 tahun) Longfor Properties
Marjorie Yang (Hong Kong – 59 tahun) Esquel Group
Yang Mianmian (China – 70 tahun) Haier Group
Wendy Yap (Indonesia – 55 tahun) Nippon Indosari Corpindo
Peggy Yu (China – 46 tahun) Dangdang.com
Yuwadee Chirathivat (Thailand – 58 tahun) Central Departement Store
Zhang Xin (China – 46 tahun) Soho
Zhou Yaxian (China – 52 tahun) Shenguan Hodlings
(dru/dnl)

May 8, 2011

Profil: Shanti Lasminingsih Poesposoetjipto KOMISARIS UTAMA PT SAMUDERA INDONESIA

Menyebut Nilai Tebusan Itu Skenario Perompak
Koran Tempo 8 Mei 2011

Saat ini ada 40 kapal yang masih disandera. Apa pun yang kami utarakan akan mempengaruhi bargaining position mereka. Jadi itulah satu kode etik dari kita, sebaiknya tidak meng ungkapkannya

Shanti Lasminingsih Poesposoetjipto KOMISARIS UTAMA PT SAMUDERA INDONESIA:

Sebanyak 20 keluarga awak kapal MV Sinar Kudus, yang disandera perompak Somalia, se jak 16 Maret lalu melakukan sujud syukur. Selama 46 hari mereka menanti hari pembebasan keluarga mereka.
Awak kapal dibebaskan pada 1 Mei lalu, setelah pemilik kapal, PT Samudera Indonesia, membayar uang tebusan yang besarnya dirahasiakan untuk menjaga kode etik.
Komisaris Utama PT Samudera Indonesia Tbk Shanti Lasminingsih Poesposoetjipto menjelaskan, perompakan yang menimpa kapal Indonesia baru sekali ini terjadi. Presiden Direktur PT Ngrumat Bondo Utomo–induk bisnis keluarga Soedarpo yang menguasai saham mayoritas di PT Samudera Indonesia Tbk–ini merasa tenang menempuh proses negosiasi.
“Pada hari pertama, kami langsung bikin crisis management center di Kota (kantor PT Samudera Indonesia Ship Management di kawasan Kota, Jakarta) dan membuat satu skenario (pembebasan) dari yang optimistis sampai pesimistis,” kata perempuan 63 tahun ini.

Perempuan penyuka olahraga panjat gunung itu menampik tudingan perusahaan dan pemerintah bersikap lamban dalam membebaskan sandera. Dia pun menampik menjawab soal nilai tebusan yang disepakati dan proses pembayarannya.
“Saat ini ada 40 kapal yang masih disandera.Apa pun yang kami utarakan akan mempengaruhi bargaining position mereka. Jadi itulah satu kode etik dari kita, sebaiknya tidak mengungkapkannya,” katanya kepada Istiqomatul Hayati, Amirullah, Tito Sianipar, dan fotografer Arnold Simanjuntak dari Tempo pada Selasa lalu di kantornya di kawasan Slipi, Jakarta Barat.

Selama hampir tiga jam, putri sulung pengusaha dan juru runding Indonesia, Soedarpo Sastrosatomo, itu menceritakan upaya pembebasan dan kehidupan keluarganya yang menarik. Sepanjang bercerita, ia selalu tersenyum dan terkadang diselingi tawanya yang renyah.

Kapan perusahaan mengetahui penyanderaan MV Sinar Kudus oleh perompak Somalia?
Kami menjadi anggota International Maritime Association, tentu punya alat komunikasi yang built-in di kapal. Jadi kami bisa mengikuti jalannya kapal dari pusat via satelit, semacam global positioning system.
Ketika kapal dikuasai perompak, dia (awak) sempat menekan tombol tanda darurat. Dan sebetulnya, sebelum itu sudah ada komunikasi, peringatanperingatan memasuki daerah yang rawan. Entah kenapa tetap masuk ke daerah itu.

Kami sudah tahu perilaku perompak di daerah tersebut seperti apa. Jadi pada hari pertama itu, tim kami langsung bikin crisis management center.
Jadi ada optimistic scenario sampai pessimistic scenarionya. Bahkan pernah ada satu kejadian, kapal Taiwan, tapi ada awak Indonesianya, waktu itu minta bantuan Gus Dur saat masih jadi presiden. Nah, kebetulan kelompok Islam (penyandera) itu mengenal Nahdlatul Ulama. Jadi Gus Dur telepon, dia dengar. Dan bebas.

Menggunakan pendekatan itu juga dalam kasus ini?
Kami coba. Kami minta bantuan Pak Hasyim Muzadi. Pak Hasyim juga jawabnya begitu, “Saya harus cari tahu dulu, atau kalau kalian bisa kasih tahu, kelompok mana itu?” Dalam kontak pertama sudah menyampaikan tuntutan?
Belum. Biasanya, kalau mereka mau keluarkan tuntutannya, mereka kasih kesempatan sama awak untuk berhubungan dengan keluarganya. Mereka akan menginformasikan kepada keluarganya hal yang negatif untuk memprovokasi. Kenyataannya, mereka tidak akan memperlakukan kru semena-mena.
Karena mereka sudah tahu, satu-satunya leverage (pengungkit) mereka adalah kru yang bisa dijadikan bargaining position (posisi tawar), yang bisa dimainkan dengan emosi juga. Itu pun sudah kami ketahui.

Apa tindakan yang dilakukan setelah itu?
Jadi nomor satu yang kami lakukan menghubungi keluarga awak sebelum semua media sampai tahu.Jadi 20 awak,20 keluarga dihubungi satu per satu.
Memprakondisikan dan menjelaskan keadaannya. Dan ketika satu minggu mau jatuh tempo, kami panggil lagi mereka.

Pada awalnya mereka minta berapa? Cuma ratusan ribu dolar hingga meningkat menjadi US$ 4,5 juta?
Saya minta pengertian Anda, kami tidak akan membuka berapa itu (nilai nominalnya), karena sampai saat ini ada 40 ka pal lho yang di bawah penyanderaan mereka dan ada 600 awak kapal. Di antara itu ada juga awak kapal Indonesia. Se hingga apa pun yang kami utarakan, akan mempenga ruhi bargaining position me reka. Jadi itulah satu kode etik dari kita, sebaiknya ti dak mengungkapkannya.

Tapi kemudian tersebar di media jumlahnya Rp 38 miliar?
Itu bisa saja salah satu move dari perompak itu. Jadi taktik yang dilakukan mereka waktu itu, ya, seperti menyebutkan jumlah nominal tebusan yang besar. Peralatan mereka lengkap dan modern sekali. Jadi setiap pemberitaan di sini, bisa mereka tangkap. Itu bagian dari skenario bargaining position mereka.

Sebelumnya sudah berapa kali Samudera Indonesia mengalami perompakan? Oh, enggak ada.

Bagaimana komunitas maritim memahami perompak Somalia itu? Ini jangan dianggap (organisasi) ecek-ecekan, tapi ini satu business exercise. Ini bukan orang Somalia saja, ini satu sindikasi internasional. Okelah, perompaknya orang Somalia. Ini semacam bisnis baru.

Proses negosiasi bagaimana? Siapa yang diutus? Pola mereka itu sudah satu sindikasi internasional, ada pengacara dan negosiator internasional, ada perusahaan dispatching (pengirim pesan) internasional yang hari pertama sudah menghubungi kami. Jadi itu organized crime (kriminalitas terorganisasi). Maka kami tidak bisa gegabah.

Yang melakukan negosiasi itu

siapa? Yang bernegosiasi itu tetap pemilik kapal, Samudera Indonesia. Berhubungan dengan perompaknya by phone.
Keputusan melakukan proses pembayaran kapan? Apa dengan pertemuan? Enggak ada pertemuan. Dan setelah disepakati kedua belah pihak, kan harus dilakukan
mobilisasi. Sebab, kalau kita mengeluarkan dana saja dalam jumlah yang cukup tinggi, tiap negara yang kita lalui itu mempunyai aturan sendiri. Apakah itu tunai, ataukah transfer elektronik, tetap saja ada ketentuan dari bank sentral masing-masing.
Pembayaran tebusan berupa uang tunai? Enggak bisa juga kami sebutkan.

Bagaimana proses serah-terima? Itu terjadi dengan mereka mengatakan sudah terima uangnya.

Lalu mobilisasi orang kami di atas kapal juga memakan waktu.

Jadi dari uang itu dikemas sampai perompak yang ada di kapal kami meninggalkan kapal tersebut kira-kira 24 jam. Karena mereka berkelompok, ada yang turun di satu titik, ada yang dijemput, macam-macam.

Apakah setiap kapal Indonesia akan dikawal TNI? Bergantung pada inisiatif masing-masing pemilik kapal dan pemilik barang. Ada kapal kami yang dikonvoi.

Bagaimana Anda menangani keluarga awak kapal? Dari 20 kan ada tiga yang Anda lihat selalu ribut (di media).

Dan itu juga sengaja diprovokasi para perompaknya. Itu risiko, kami harus hadapi saja. Saya telepon semua pemimpin media massa, saya terangin.“Tolong, deh, tolong jangan masuk perangkap mereka.” Itu memang maunya mereka, ada liputan. Karena itu memperkuat posisi mereka.

Apa yang dilakukan untuk menenangkan keluarga? Saya minta bantuan ibu-ibu karyawan. Kami kan ada asosiasi Perwasi (Persatuan Wanita Samudera Indonesia). Saya minta diadakan pendekatan rohaniahlah. Diajak sama-sama tahajud.

Karena kan all we can do is pray.

Waktu Jumat pertama itu terjadi, mereka sembahyang bersama.

Anda terlibat secara langsung dalam masalah pembebasan ini? Saya kan komisaris utama. Ada manajemen yang tanggung jawab, dong. Saya hanya turun di mana saya punya nilai tambah, misalnya waktu itu hubungan dengan media. Misalnya, waktu itu saya kenal semua chief editor, saya turun.

Untuk menghindari perompakan terjadi lagi, apa antisipasi Samudera Indonesia (SI)? Mungkin kami akan berkonsultasi dengan pemerintah. Apakah pemerintah akan membantu mengamankan kapal-kapal Indonesia yang berlayar ke arah situ.

Tentunya kami juga berikan pelatihan kepada awak kapal, dan standard operating procedure diperketat.

Peristiwa ini mempengaruhi harga saham SI? Enggak. Karena kebanyakan pemegang saham kami itu setia (tertawa).

Nilai aset SI berapa, sih? Rp 5 triliun. Tapi kan kami bukan hanya perusahaan pelayaran.

Ada pelayaran internasional, kontainer itu pusatnya di Singapura.

Kami punya gudang di Dubai.
Berapa kapal yang dimiliki PT Samudera Indonesia? Ada 30 kapal.Tapi ini milik Samudera Shipping Line, salah satu anak perusahaan Samudera Indonesia. Kebetulan Sinar Kudus ini satu-satunya kapal yang dimiliki Samudera Indonesia.

Anda mendirikan PT Ngrumat Bondo Utomo. Ini pemilik Samudera Indonesia? Kepemilikan saham keluarga itu diinstitusionalisasi. Jadi yang memiliki Samudera Indonesia itu PT Ngrumat Bondo Utomo, kayak holding-nya keluarga. Istilahnya dalam bisnis, family office.

Ada berapa total anak perusahaan PT Ngrumat Bondo? Sekitar 30 perusahaan.

Apakah ada wasiat Bapak siapa yang akan memegang kendali? Kan ada PT Ngrumat Bondo Utomo. Waktu saya baru masuk, Bapak bilang, “Ti, tolong kamu belajar bagaimana memisahkan ownership.” Jadi saya belajar apa itu bisnis keluarga.

Latar belakang Anda teknologi informasi, bagaimana Anda masuk bisnis pelayaran ini? Lo, saya kan memulai dari bawah. Pertama kali saya mulai, saya punya satu unit jualan jasa. Kalau mau jujur, saya ini disetir oleh bapak saya. Kami semua dikasih lingkungan yang memang kami sukai, jadi enggak merasa kalau disetir.Waktu lulus SMA, saya masuk elektro. Ngerti juga kagak.
Ayah saya bilang,“Ti, kalau kamu mau belajar sesuatu, pick something which is of important for the future. Kamu ambil (sekolah) komputer.” Itu pada 1966. Dia sudah survei waktu itu, universitasnya, ngomong sama pembantu rektornya, pembantu dekan. Saya ke sana, fakultas ilmu komputer saja belum ada, jadi masuk elektro. Jadi itu pertama kali juga computer science diajarkan di Jerman Barat. Sarjana ilmu komputer yang pertama. Pulang ke sini, Pusat Komputer ITB baru berdiri.

Bapak orang PSI? Yang sebetulnya politikus itu kakaknya (Soebadio Sastrosatomo). Bapak dari dulu orang bisnis. Begitu berhenti dari pemerintah pada 1952, kembali ke bisnis.

Semua geng dia adalah kelompok muda Indonesia yang waktu itu terdidik, menguasai bahasa asing.

Modal mereka waktu itu membantu perjuangan republik.

Koleksi komputer pertama An

da tahun berapa, ya?
Tahun 1958. Masih ada. Waktu itu yang pakai nomor satu Bank Indonesia, lalu Badan Pusat Statistik, IPTN. Saya waktu pulang itu pas pergantian generasi komputer (mainframe) dari IBM System/360 ke IBM S/370.
Anda menyukai hiking, ke mana saja?
Sekarang enggak ada waktu.
Pernah ke Gunung Rinjani bersama Bu Mari Pangestu, sekitar 1996. Saya suka naik gunung itu di Jerman, sama teman-teman saya. Kalau di Jerman itu enak, petanya ada, segalanya sudah ada.

Anda terakhir ke mana?
Ke Irian Jaya, waktu itu Bapak masih hidup. Ibu juga kita ajak.
Kita ke Jayapura, ke Kaimana, Wamena, dan Timika. Kebetulan kita ada Yayasan Sejati, bantuin suku Komoro memetakan wilayah ulayat mereka karena sebagian dikasihkan pemerintah ke Freeport. Perusahaan ini harus memberikan imbalan kepada suku itu tidak dalam bentuk uang.

Soal Yayasan Sejati?
Dea Sudarman, yang pernah bikin dokumentasi suku Asmat dan di-hire oleh NHK, Jepang, ingin bikin yayasan. Suku tradisional dengan modernisasi akan terlibas tradisinya. Tapi dalam kebiasaan suku tradisional ini ada kearifan yang harus kita dokumentasikan. Dan kami menjembatani antara orang kota dan suku tradisional agar terjadi saling pengertian. Jadi pendekatan perlu dibekali dengan antropologi, sosiologi. Dicari ekonom, maka saya ajak Mari Pangestu. Dia mengajak Felia Salim. Saya dikenalin sama Dea oleh Ibu Emmy Hafild. Cita-citanya mau bikin dokumenter. Jadi akhirnya kami mulai di Pulau Aru.

Kalau libur, Anda kongko dengan mereka?
Kadang sama mereka. Sama Bu Mari. Saya selama beberapa bulan ini aktif di The Nature Conservancy. Mereka bikin program di Taman Nasional Komodo.

Anda masih terlihat cantik dan segar. Apa resepnya?
Punya Ibu yang sangat genit dan care terhadap penampilan.
Saya olahraga teratur, golf. Sejak dua tahun terakhir, saya ikut aqua aerobik.

Powered by pressmart Media Ltd

January 13, 2011

Mooryati Memilih Putri Keduanya sebagai CEO

Mooryati Memilih Putri Keduanya sebagai CEO
Kamis, 13 Januari 2011 | 03:49 WIB

Jakarta, Kompas – Reputasi produk lokal harus diperkuat untuk menghadapi persaingan global yang kian terbuka. Selain itu, untuk memenangi persaingan global juga dibutuhkan komitmen pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Benny Pasaribu saat membahas disertasi karya BRA Mooryati Soedibyo, yang akan dibukukan, berjudul Suksesi Kepemimpinan Puncak (CEO) Perusahaan Keluarga Mustika Ratu Tbk, Rabu (12/1) di Jakarta.

Dalam kesempatan itu, kepemimpinan PT Mustika Ratu Tbk, yang dipegang pendirinya, BRA Mooryati Soedibyo, selama 37 tahun, dialihkan kepada anak keduanya, Putri Kuswisnu Wardhani.

Menurut Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia Prof Emeritus Dorodjatun Kuntjoro-Jakti mengatakan, suksesi kepemimpinan yang tertib menjadi kunci yang penting.

”Apalagi, kalau perusahaan keluarga sudah dijadikan perusahaan terbuka. Proses selanjutnya yang harus dikunci adalah suksesi kepemimpinan yang tertib. Jangan ada perseteruan di dalam keluarga,” kata mantan Menteri Koordinator Perekonomian itu.

Kekhasan budaya korporat, lanjut Dorodjatun, harus dijaga. ”Tidak boleh terusik oleh pergantian kepemimpinan,” ujarnya.

Guru Besar Ilmu Ekonomi Universitas Kristen Satya Wacana Hendrawan Supratikno berpendapat, kekuatan pendahulu dan generasi penerus memengaruhi suksesi kepemimpinan. ”Ini harus diwaspadai,” ujar Hendrawan, yang juga Ketua Komisi VI DPR.

Akurnya keluarga, kata Direktur Utama PT Sido Muncul Irwan Hidayat, merupakan kunci dalam mengembangkan perusahaan keluarga. ”Dan, yang tidak kalah penting adalah keterbukaan untuk mau mendengarkan pandangan anggota keluarga,” tutur Irwan.

Karya tulis itu, menurut Mooryati, sebagai disertasi pada program pascasarjana manajemen strategis Fakultas Ekonomi UI.

Sebagai pendiri, kata Mooryati, ia mempersiapkan tongkat estafet kepemimpinan kepada generasi berikutnya. ”Ini dijalankan melalui proses yang direncanakan,” ujarnya.

Perpaduan akademis dan praktis yang ia lakukan, menurut Mooryati, telah memberikan perspektif lebih luas terhadap perencanaan alih kepemimpinan PT Mustika Ratu. (OSA)

 

December 16, 2010

Sektor Ekonomi Mikro Buka Ruang bagi Perempuan

Sektor Ekonomi Mikro Buka Ruang bagi Perempuan
Kamis, 16 Desember 2010 | 16:31

PEKAN BARU- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) Linda Amalia Sari Gumelar mengatakan, pemerintah membuka ruang sebesar-besarnya bagi perempuan untuk berperan aktif dalam sektor ekonomi mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Sesuai petunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pemerintah membuka ruang sebesar-besarnya bagi perempuan dalam bidang ekonomi mikro, kecil dan menengah,” kata Linda Amalia Sari Gumelar dalam acara pembukaan “Riau Woman Expo” di Pekanbaru, Riau, Kamis.

Linda menambahkan, pihaknya telah melakukan kesepakatan bersama dengan Kementerian Koperasi dan UKM yang bertujuan lembaga ini meningkatkan komitmen dan aksi konkret dalam upaya memberdayakan perempuan di bidang ekonomi.

“Mudah-mudahan kesepakatan ini dapat menjadi landasan bagi dinas terkait di daerah untuk memperkuat komitmen tersebut,” katanya.

Menteri PP-PA menambahkan, program tersebut bertujuan untuk memberikan ruang gerak bagi perempuan dalam berkreasi dan berkarya sehingga berujung pada peningkatan kualitas perempuan.

Hal itu menurutnya akan mempengaruhi pencapaian target tujuan pembangunan millennium yang salah satu tujuannya adalah menurunkan angka kemiskinan.

Dia menambahkan, kualitas hidup perempuan berbanding lurus dengan kondisi ekonomi sebuah keluarga.

“Dengan dilakukan pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi diharapkan pendapatan akan lebih baik sehingga kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup akan membaik pula,” katanya. (gor/ant)